cover
Contact Name
Imam Salehudin
Contact Email
imams@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmui@ui.ac.id
Editorial Address
Management Research Center, Departemen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Indonesia Jl.Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Kampus UI Depok, West Java, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 03029859     EISSN : 27762459     DOI : -
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia (JMUI) adalah forum diseminasi ilmu bisnis multi-disiplin yang bertujuan untuk menjembatani ilmu dan praktik manajemen dan kewirausahaan di Indonesia. JMUI menerbitkan hasil-hasil penelitian yang berdampak tinggi terhadap teori dan praktik manajemen dan kewirausahaan, baik yang berbentuk makalah konseptual, studi kasus, maupun laporan penelitian empiris. Topik yang dikembangkan dalam publikasi JMUI adalah sebagai berikut: Manajemen Stratejik, Keuangan, Pemasaran, Operasi, Sumber daya manusia, Kewirausahaan, Usaha mikro kecil dan menengah, usaha start-up, perusahaan milik keluarga, dan pembiayaan usaha. Selain itu, JMUI mengutamakan artikel ilmiah yang mengangkat kearifan lokal dan aplikasi konsep-konsep manajemen untuk memecahkan permasalahan dan isu yang dihadapi praktisi usaha di Indonesia.
Articles 61 Documents
Upaya Pengembangan Kualitas Produk Jamu Gendong di Daerah Serpong Tangerang Rodhiah Rodhiah
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 1 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian mengenai upaya pengembangn kualitas produk jamu gendong di daerah Serpong Tangerang ini bertujuan untuk mengetahui hal yang dipentingkan oleh konsumen dalam memilih produk jamu gendong, mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk jamu gendong dan kepentingan teknik yang menjadi prioritas pengembangan jamu gendong menurut konsumen. Dilakukan pengambilan sampel sebanyak 100 pelanggan jamu dan 20 penjual yang tersebar di beberapa lokasi desa Rawa Mekar Jaya Serpong Tangerang. Metode Quality Function Deployment digunakan untuk menganalisis data.Temuan menunjukkan bahwa hal yang dipentingkan konsumen terhadap jamu adalah Jenis jamu bervariasi, tidak ada kandungan bahan yang berbahaya, tidak cepat basi, cepat dalam melayani, penjual ramah, kebersihan gelas dan secara keseluruhan kualitas jamu baik. Penelitian juga menemukan konsumen merasa puas berdasarkan pada: Penjual ramah, cepat dalam melayani, kebersihan gelas ,tidak cepat basi, aroma khas, secara keseluruhan kualitasjamu baik. Dan juga menemukan karakteristik teknik sesuai kebutuhan yang harus dikembangkan dan diperbaiki kualitasnya adalah: komposisi, kecocokan campuran, kebersihan, ketahanan, cara pengolahan, keterampilan dan standarisasi kualitas . Hasil penelitian dapat menjadi masukan bagi para pengembang jamu gendong agar meningkatkan kepuasan konsumen.
Reforming Bureaucray, a Passing Fad? Antonius Tarigan
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 1 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semua negara dewasa ini didesak untuk melakukan reformasi birokrasi seiring dengan gagasan Reinventing Government yang dilontarkan David Osborne dan Ted Gaebler (1992). Pertanyaan mendasar, kontekstual dan memiliki tingkat urgensi tinggi adalah, masihkah relevan reformasi birokrasi dilakukan? Relevansinya: Pertama, birokrasi dapat diandaikan seperti dua sisi mata uang atau sering disebut a necessary evil (Jackson, 1989), yang walaupun dalam banyak hal sering menimbulkan masalah (a part of problem), akan tetapi menjadi institusi modern yang sulit ditolak keberadaannya, karena tidak sedikit contoh yang memperlihatkan bahwa birokrasi adalah juga solusi (a part of solution) (Weiss, 1995: 6). Kedua, walaupun sulit mempertahankan sosok birokrasi jaman sekarang ini, namun jauh lebih sulit lagi meninggalkan masyarakat modern tanpa birokrasi. Ketiga, birokrasi bukanlah sekedar perangkat instrumental tetapi merupakan bangun institusional yang melekat dalam masyarakat modern (Caiden, 1982). Secara sederhana reformasi dapat dipahami sebagai perubahan menuju tatanan yang lebih baik. Hanya perubahan sistematis dan terencana (systematic and planned change) yang di arahkan untuk melakukan transformasi secara mendasar dengan outcomes yang lebih baiklah yang dapat disebut sebagai reformasi (Cooper, 1998). Mengingat reformasi lebih merupakan persoalan politik ketimbang persoalan teknis, maka minimal ada 3 kondisionalitas yang harus dipenuhi, yaitu (1) politically desirable; (2) politically feasible; dan (3) politically credible. Walaupun sudah banyak inisiatif yang diarahkan untuk melakukan reformasi, fakta empiris menunjukkan hasilnya tidak selamanya menggembirakan. Untuk konteks Indonesia, reformasi birokrasi nampaknya tidak lebih dari sekedar 'a passing fad'. Tema tersebut pernah menjadi begitu sentral, dikonsumsi oleh hampir semua kalangan, disuarakan di berbagai fora, dijadikan lahan mobilisasi dukungan massa dan agenda politik, dan akhirnya hilang tak berbekas.
Price Manipulation in Indonesian Capital Market: Empirical Analysis on Stockbroker’s Behavior and Interaction Pattern Between Domestic Investor and Foreign Investor Buddi Wibowo
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 2 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manipulasi harga dalam transaksi pasar modal merupakan masalah pentingketika pengembangan kepercayaan investor dan integritas pasar menjadi suatuyang prioritas. Manipulasi harga lazim di pasar negara berkembang yang masihmemiliki masalah kelembagaan dan kurangnya peraturan. Pasar saham sebagaireksadana memiliki masalah kelembagaan ketika broker saham bukannyaberperilaku sebagai perantara, mereka seperti dealer dan prinsipal untuk beberapa saham. Broker saham memiliki motivasi kuat untuk memberikan sinyal kepada investor publik tentang harga beberapa saham agar mendapatkan keuntungan yang tidak adil. Kenaikan harga artifisial dibuat dengan melakukan pembelian dan penjualan di antara mereka sampai investor pemburu rente mengikuti permainan mereka. Ketika harga saham berada pada tingkat tertinggi, para manipulator tadi mulai menjual sahamnya. Penelitian ini akan mengukur dan mengidentifikasi pola perilaku pialang saham di Bursa Efek Indonesia terkait kontribusi mereka pada manipulasi harga. Karena adanya peran penting investor asing di pasar saham Indonesia, penelitian ini juga akan mengidentifikasi pola interaksi antara investor asing dan domestik. Penelitian empiris menunjukkan, investor asing berkinerja lebih rendah dibandingkan investor domestik di pasar saham Indonesia (Dvorak 2005, dan Agarwal et al. 2009). Meskipun memiliki kelebihan pengalaman dan dukungan keuangan dibandingkan investor domestik, investor asing mendapat return rata-rata lebih rendah. Agarwal et al. (2009) menunjukkan fenomena ini terjadi karena investor asing lebih agresif dari investor domestik. Dvorak, (2005) berpendapat bahwa investor domestik memiliki lebih banyak akses dan jaringan untuk mengumpulkan informasi jangka pendek dan mampu mentransfer informasi tersebut bagi strategi perdagangan yang menguntungkan. Penelitian ini menguji hipotesis baru tentang rendahnya kinerja investor asing, bahwa investor asing telah terjebak oleh mekanisme manipulatif yang dilakukan investor domestik karena memiliki informasi jangka pendek melalui perusahaan pialang saham domestik.
Dampak Kesesuaian Merek/Cause dan Individualisme-Kolektifisme terhadap Niat Konsumen untuk Berpartisipasi pada Program CRM Badri Munir Sukoco; Mochammad Alfi Yusuf
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 2 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program cause-related marketing (CRM) merupakan salah satu program yangdilakukan oleh perusahaan untuk menunjukkan tanggung jawab sosial mereka yang dilakukan untuk meningkatkan citra maupun penjualan produk di masyarakat. Program CRM adalah mengumpulkan dan mendonasikan sebagian penjualan produk kepada aktivitas sosial maupun lembaga sosial yang didukung oleh perusahaan. Agar program tersebut sukses, perusahaan harus mempertimbangkan banyak hal, terutama kesesuaian antara merek/cause maupun karakteristik individu konsumen yang menjadi target. Penelitian ini berupaya menginvestigasi apakah terdapat perbedaan tanggapan konsumen bilamana mereka memiliki tingkat individualisme atau kolektifisme yang berbeda. Kemudian, penelitian ini juga akan menginvestigasi interaksi antara tingkat kesesuaian merek dan cause dengan karakter konsumen (individualis-kolektivis) terhadap niat untuk berpartisipasi dalam program CRM. Menggunakan eksperimen dengan desain factorial 2 x 2 (fitness: tinggi vs. rendah) x 2 (karakteristik individu: individualisme vs. kolektivisme) di antara 120 mahasiswa S1, penelitian ini dilakukan dengan between-subject design. Hasil analisa menunjukkan bahwa konsumen akan meningkatkan niat untuk berpartisipasi pada program CRM bila terdapat kesesuaian yang tinggi antara merek dengan cause. Yang menarik adalah tidak ada pengaruh yang signifikan antara konsumen yang memiliki tingkat individualisme dan kolektifisme yang berbeda. Sesuai dengan yang diprediksikan, partisipan yang memiliki individualisme rendah atau kolektifisme tinggi akan meningkatkan niat untuk berpartisipasi dalam program CRM bila terdapat kesesuaian yang tinggi antara merek dengan cause. Implikasi manajerial dan kontribusi akademis didiskusikan lebih lanjut dalam tulisan ini.
Pengaruh Experiential Marketing Pengguna Blackberry Terhadap Relationship Marketing Outcomes (Studi Pada Mahasiswa IISIP Jakarta) Ignatius Heruwasto; Dita Ardiyanti
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 2 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persaingan pasar seluler semakin ketat, sehingga provider berusaha menyusunstrategi pemasaran yang tepat untuk menarik minat pelanggan. Penelitian inimenggabungkan dua konsep penting yaitu experiential marketing dan relationship marketing. Tujuan dalam penelitian ini adalah dengan maksud untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh experiential marketing pengguna BlackBerry terhadap relationship marketing outcomes yang selanjutnya akan dikembangkan menjadi strategi pemasaran. Penelitian dilakukan terhadap 117 mahasiswa IISIP Jakarta yang menggunakan blackberry. Hasil analisis regresi faktor experiential marketing memperlihatkan bahwa pengguna Blackberry akan merasakan pengalaman yang tak tergantikan jika pemasar atau perusahaan menyentuh konsumen melalui pendekatan think dan act yang nantinya akan memberikan pengalaman yang berbeda dari produkproduk lain yang sejenis. Blackberry merupakan salah satu smartphone yang memberikan pengalaman dari segi fasilitas, bentuk, dan fitur yang memudahkan penggunanya,tetapi pengguna Blackberry di IISIP Jakarta lebih merasakan pengalaman dari kepuasan yang mereka dapat dengan menggunakan Blackberry, harga yang sesuai dengan fitur dan fasilitas yang mereka dapatkan, Blackberry juga merupakan suatu lifestyle dan trend yang sedang berkembang saat ini. Kepusan yang mereka dapatkan dari pengalaman yang dirasakan dapat membuat pengguna percaya dan berkomitmen untuk terus menggunakan Blackberry. Setelah konsumen merasa puas, percaya dan berkomitmen, konsumen akan melakukan promosi, mereferensikan, membicarakan hal-hal yang positif dan pada akhirnya melakukan niat pembelian berulang. Dengan demikian penelitian ini menunjukkan bahwa experiential marketing mendorong terciptanya relationship mediation yang sukses dan meningkatkan kepuasan pelanggan, kepercayaan serta komitmen yang berakibat ke relationship marketing outcomes.
Pergeseran Struktur Ekonomi Berbasis Sektor Unggulan di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan Muh. Said Saggaf
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 2 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan struktural ekonomi merupakan suatu yang penting bagi pertumbuhanekonomi suatu daerah, termasuk Kabupaten Bantaeng, Propinsi Sulawesi Selatan.Struktur ekonomi Bantaeng telah mengalami perubahan yang cepat denganpemanfaatan optimal kompetensi berbasis lokal atau sektor unggulan utama. Faktorfaktorini memiliki dampak penting pada kinerja ekonomi melalui alokasi sumber dayaalam dari satu kegiatan ekonomi ke sector lainnya. Penelitian ini bertujuan menganalisiskecenderungan pergeseran struktur ekonomi Kabupaten Bantaeng berdasarkanPDRB Kabupaten Bantaeng dan Propinsi Sulawesi Selatan, serta menganalisis sektorsektorekonomi yang paling pesat pertumbuhannya sebagai basis pengembangankompetensi lokal di Kabupaten Bantaeng. Metode analisis yang digunakan adalahAnalisis Shift Share dan Analisis Location Quotient (Budiharsono, 2001) dan analisisdeskriptif (Kadariah, 1985). Hasil penelitian menunjukkan, terjadi kecenderunganpergeseran struktur ekonomi dari sektor pertanian ke sektor pertambangan danpenggalian serta sektor jasa-jasa di Kabupaten Bantaeng. Kemudian, sektor pertaniantetap menjadi sektor ekonomi unggulan yang paling pesat pertumbuhannya sebagaibasis pengembangan kompetensi lokal, karena meskipun setiap tahun mengalamipenurunan, tetapi tetap menjadi sektor penyumbang terbesar dalam PDRB. Sektorunggulan berikutnya adalah sektor pertambangan dan penggalian, sektor jasa-jasa,serta sektor industri terutama sektor industri rumahan. Pemerintah KabupatenBantaeng telah melakukan berbagai upaya untuk terus meningkatkan perekonomiandaerahnya, di antaranya menjalin kerjasama dengan pihak swasta baik dari dalamnegeri maupun luar negeri. Selain itu, pemerintah Kabupaten Bantaeng juga berusahamengalokasikan sejumlah dana melalui APBD untuk meningkatkan produksi tiapsektor.
Pengaruh Iklim Keselamatan Kerja Terhadap Produktivitas Kerja Perawat (Studi Kasus di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi) Myta Kartika S.; Mone Stepanus
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 2 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sakit sebagai salah satu unit pelayanan kesehatan bertanggung jawabmemberikan pelayanan yang bermutu, berhasil guna dan berdaya guna sesuai denganstandar untuk memenuhi kebutuhan dan tuntutan masyarakat akan kebutuhanpengobatan dan pelayanan kesehatan. Salah satu faktor yang berpengaruh dalammenentukan kualitas pelayanan di rumah sakit adalah kualitas sumber daya manusiayang ada di rumah sakit. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan adanya pengaruhiklim keselamatan kerja terhadap produktivitas kerja perawat. Penelitian dilakukan diRumah Sakit Awal Bros Bekasi dengan responden berjumlah 150 orang perawatdengan menggunakan metode regresi sederhana. Uji asumsi klasik menunjukkanbahwa model sudah fit dan pengujian dapat dilanjutkan dengan regresi sederhana.Melalui metode regresi linier secara sederhana, diketahui terdapat pengaruh yangsignifikan antara hubungan iklim keselamatan kerja terhadap produktivitas kerjaperawat di Rumah Sakit Awal Bros Bekasi, yaitu sebesar 0,041 (< 0,00 5) denganadjusted koefisien determinasi sebesar 0,021 satuan atau 2,1 %. Sehingga dapatdikatakan bahwa iklim keselamatan kerja mempengaruhi produktivitas kerja perawatsebesar 2,1 %. Semakin tinggi iklim keselamatan kerja yang ada maka akan berpengaruhsignifikan terhadap produktivitas kerja perawat. Sedangkan sebanyak 0,97 satuanatau 97,9 % jumlah lainnya dari produktivitas kerja, dipengaruhi faktor lain diluarmodel penelitian. Penelitian ini membuktikan bahwa iklim keselamatan kerja memilikipengaruh positif yang signifikan terhadap produktivitas kerja perawat. Salah satuusulan hasil penelitian ini adalah perlunya merubah orientasi program pelatihan K3yang selama ini berdasarkan knowledge based, dilengkapi dengan pelatihanketerampilan K3 (skill based) dengan tujuan peningkatan attitude based safety danmemperluas wawasan.
Agent of Change Strategy Menggunakan ICT: Aplikasi Sociopreneurship Menuju UKM Indonesia yang Kompetitif Menyongsong ACFTA Sudaryanto Sudaryanto
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 41, No 2 (2012): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Usaha kecil dan menengah memiliki peran strategis dalam menopang perekonomiannasional. Berbagai pihak, baik pemerintah dan swasta maupun NGO, telah melakukanberbagai program pengembangan usaha kecil dan menengah. UKM perlu mendapatkaninformasi dengan mudah dan cepat, baik informasi mengenai pasar produksi maupunpasar faktor produksi untuk meningkatkan daya saing dengan cara memperluasjaringan sumber daya yang efisien serta meningkatkan wilayah pemasaran. Tulisan inimerupakan analisis konseptual dengan pengembangan model dari strategi transformasibagi Usaha Kecil Menengah di Indonesia. Penguatan lembaga pendamping UKM dapatdilakukan melalui pembentukan agency of change dalam bentuk pelatihan dankegiatan penelitian yang menunjang pemberian kredit kepada UKM. Aplikasi ICT padaUKM dapat mempermudah perluas pasar baik di dalam negeri maupun pasar luarnegeri dengan waktu dan biaya yang efisien. Pembentukan Pusat PengembanganUKM berbasis ICT dianggap mampu mendorong pertumbuhan dan perkembanganusaha kecil, dan menengah di era ICT global sekarang ini. Menggunakan agensisebagai mediator dalam mengadopsi ICT bertujuan untuk meningkatkan keunggulankompetitif dalam menghadapi globalisasi. Konsep ini juga memberikan solusi denganmenghitung opportunity cost dan uji perbedaan sebelum dan sesudah mengadopsiICT. Model ini juga menyiratkan implikasi manajerial terhadap UKM, pemerintah danjuga lembaga pendidikan. Perkembangan potensi (UKM) di Indonesia dalam melakukanstrategy transformasi ICT tidak terlepas dari dukungan internal perusahaan daneksternal seperti lembaga perbankan dan pemerintah, dunia pendidikan sertamasyarakat.
Peran Financing Mix sebagai Mediasi Pengaruh Diversifikasi Terhadap Nilai Perusahaan (Studi Empiris Secondary Sectors di Bursa Efek Indonesia) H.M.A. Rasyid Hs. Umrie; Yuliani Yuliani
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diversifikasi merupakan pilihan strategis perusahaan berimplikasi jangka panjang.Beberapa teori diversifikasi meliputi Market Power View, Resources Based View,InternalTransactionCostdanAgencyTheory.Hasilpenelitianterdahulumenunjukkanmasihterdapatvariasimengenaipengaruhdiversifikasiterhadapnilaiperusahaan,halini dipandang sebagai kesenjangan penelitian. Kesenjangan tersebut diisi denganfinancingmixsebagaivariabelmediasipengaruhdiversifikasiterhadapnilaiperusahaan.Penelitian ini bertujuan untukmenjelaskandanmenganalisis pengaruhdiversifikasiterhadapnilaiperusahaan,pengaruhdiversifikasiterhadapfinancingmix,pengaruhfinancing mix terhadap nilai perusahaan dan peran mediasi financing mix dalammemengaruhi diversifikasi terhadap nilaiperusahaan. Penelitianini dilakukan padasecondary sectors di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode pengamatan 2006-2010.Berdasarkankriteriapopulasi yangditetapkan,metodepengambilansampeladalahsampel jenuh atau sensus. Sampel penelitian 18 perusahaan dengan unit analisis 72.Metode analisis data yaituSmart PLSVer 2.0M3. Temuan penelitian adalahsemakinluasperusahaanmelakukandiversifikasimakanilaiperusahaansemakinmeningkat,semakintinggidiversifikasiyangdilakukanmakapenggunaanfinancingmixsemakinbesar, tetapi penggunaan financing mix yang tinggimenurunkan nilai perusahaan,selanjutnya ditemukan bahwa financing mix berperan sebagai partial mediasimemengaruhidiversifikasiterhadapnilaiperusahaan.Penelitianinimerekomendasikanmanajemenperusahaanharusmampumeningkatkanpertumbuhansehinggadapatmemberikansinyal positif kepada caloninvestor.
Aplikasi Penilaian Kinerja Reksa Dana Saham Indonesia dengan Metode Jensen Alpha Berbasis CAPM 4 Faktor Maududi Maududi; R. Nugroho Purwantoro
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 1 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kinerja reksa dana merupakan salah satu faktor diantara banyak aspek penting yangmenentukan dalam penentuan keputusan investasi. Banyak cara yang dapat digunakanuntuk mengukur kinerja reksa dana, mulai dari Sharpe Ratio, Treynor Ratio hinggaJensen Alpha. Salah satu metode yang cukup baik dalam menjelaskan kinerja reksadana saham pada khususnya adalah metode Jensen Alpha yang awalnya didesaindengan basis model standar CAPM yang dikembangkan Sharpe (1964). Pada penelitianini akan diimplementasikan perhitungan Jensen Alpha untuk mengukur kinerja reksadana saham di Indonesia namun menggunakan basis Capital Asset Pricing Model 4faktor yang dikembangkan oleh Carhart (1997). Model CAPM 4 faktor yang menjadidasar perhitungan selain akan menghasilkan nilai kinerja yang dilihat dari nilaikonstanta intercept (&aacute;) hasil regresi juga akan menghasilkan indikasi pengaruh dari 4faktor lain untuk menjelaskan kinerja reksa dana saham di Indonesia, yaitu: kelebihantingkat pengembalian pasar saham (Rm &ndash; Rf), kapitalisasi saham (SMB), rasio nilai bukuterhadap nilai pasar saham (HML), dan faktor momentum pasar saham (WML). Daripenelitian ini didapat hasil bahwa selama periode pengujian 2004 &ndash; 2011, reksa danasaham di di Indonesia tidak menghasilkan excess return, dengan kecenderungan gayainvestasi yang mengikuti portofolio pasar, dan memilih saham &ndash; saham yang secarasejarah memiliki tingkat pengembalian yang tinggi.