cover
Contact Name
Imam Salehudin
Contact Email
imams@ui.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmui@ui.ac.id
Editorial Address
Management Research Center, Departemen Manajemen Fakultas Bisnis dan Ekonomi, Universitas Indonesia Jl.Prof.Dr. Sumitro Djojohadikusumo, Kampus UI Depok, West Java, Indonesia
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia
Published by Universitas Indonesia
ISSN : 03029859     EISSN : 27762459     DOI : -
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia (JMUI) adalah forum diseminasi ilmu bisnis multi-disiplin yang bertujuan untuk menjembatani ilmu dan praktik manajemen dan kewirausahaan di Indonesia. JMUI menerbitkan hasil-hasil penelitian yang berdampak tinggi terhadap teori dan praktik manajemen dan kewirausahaan, baik yang berbentuk makalah konseptual, studi kasus, maupun laporan penelitian empiris. Topik yang dikembangkan dalam publikasi JMUI adalah sebagai berikut: Manajemen Stratejik, Keuangan, Pemasaran, Operasi, Sumber daya manusia, Kewirausahaan, Usaha mikro kecil dan menengah, usaha start-up, perusahaan milik keluarga, dan pembiayaan usaha. Selain itu, JMUI mengutamakan artikel ilmiah yang mengangkat kearifan lokal dan aplikasi konsep-konsep manajemen untuk memecahkan permasalahan dan isu yang dihadapi praktisi usaha di Indonesia.
Articles 61 Documents
Short Term and Long Term Performance of IPOs: Comparison Between CARs and BHARs Anggraeni Putri Manikam; Tatang Ary Gumanti; Isti Fadah
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 3 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para investor umumnya mengharapkan keuntungan yang setinggi-tingginya darimodal yang diinvestasikan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Namun, adateori yang mengungkapkan adanya perbedaan antara apa yang diharapkan investordengan kondisi riil yang terjadi di pasar modal. Sejumlah studi mengungkapkanperbedaan hasil kinerja pengembalian jangka panjang perusahaan yang sudah gopublic dengan menggunakan metode yang berbeda. Ada 2 metode yang digunakanuntuk mengukur kinerja pengembalian jangka panjang perusahaan, yaitu CumulativeAbnormal Returns (CARs) dan Buy-and-Hold Abnormal returns (BHARs). Penelitian inimemiliki dua tujuan. Tujuan pertama adalah menganalisis kinerja pengembalian jangkapanjang perusahaan yang melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa EfekIndonesia. Tujuan kedua adalah mengkaji apakah terdapat perbedaan hasil kinerjapengembalian jangka panjang setelah IPO dengan menggunakan dua metode yangberbeda, yaitu CARs dan BHARs di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini dilakukanterhadap 53 perusahaan yang melakukan IPO antara tahun 2005 dan 2009. Penelitianini menggunakan uji t untuk uji beda rata-rata yang dikombinasikan dengan ujiWilcoxon untuk uji beda median. Sampel dipisahkan ke dalam tiga kelompok berdasarkanukuran perusahaan (firm size) dan book to market ratio. Hasil penelitian menunjukkanbahwa IPO mengalami kinerja kurang baik (underperform) dalam periode jangkapanjang. Temuan ini menegaskan hasil yang dilaporkan dalam studi sebelumnya.Kelompok ukuran perusahaan dan book to market ratio berbasis CARs dan BHARsmemiliki pola hasil yang sama. Perbandingan menggunakan CARs dan pengukuranBHARs mengungkapkan bahwa mean dan median CARs sebagian besar lebih tinggidari BHARs. Studi ini menghasilkan kesimpulan bahwa CARs lebih tinggi daripadaBHARs dalam mengukur kinerja jangka panjang perusahaan yang melakukan IPO.
Berbagai Variabel yang Mempengaruhi Kesiapan untuk Bekerja Para Pencari Kerja Agus Prianto
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 3 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu masalah utama yang menghambat peningkatan kinerja perekonomianIndonesia adalah pengangguran. Tingginya angka pengangguran di Indonesia tidakhanya karena terbatasnya kesempatan kerja, tetapi juga dipengaruhi oleh tingkatkesiapan untuk pekerjaan pencari kerja. Untuk meningkatkan kesiapan kerja, makapencari kerja harus memahami tuntutan kemampuan yang diharapkan oleh penyediapekerjaan. Penelitian ini dilakukan terhadap penyedia pekerjaan dan pencari kerja diJawa Timur. Studi ini menemukan bahwa penyedia mengharapkan pencari kerja memilikisetidaknya 5 keterampilan kerja, yaitu: 1) memiliki motivasi kerja yang kuat, (2)kepribadian yang matang, (3) memiliki kematangan sosial, (4) memiliki sikap kerja yangpositif, dan (5) terampil dalam bekerja. Penelitian ini juga membuktikan bahwa kesiapankerja pencari kerja ditentukan oleh pengetahuan yang dimanifestasikan oleh penguasaanTIK, aplikasikomputer, kemampuanmembaca, dantingkatpemahamanbidangpekerjaan,serta keterampilan praktis yang dimanifestasikan dengan motivasi kerja, kedewasaan,kemampuan untuk berinteraksi, sikap kerja, kemampuan memecahkan masalah, dansikap tanggung jawab. Tingkat pendidikan dan pengalaman kerja adalah dua variabelyang mempengaruhi kesiapan untuk bekerja. Hasil penelitian ini menemukan bahwatingkat kesenjangan dilihat dari dimensi kesiapan kerja, pengetahuan dan penguasaanketerampilan praktis pencari kerja. Dalam penguasaan dimensi pengetahuan, pencarikerja dalam kategori sangat siap untuk bekerja. Tapi dari dimensi keterampilan praktis,pencari kerja dalam kategori cenderung siap untuk bekerja. Hal ini menunjukkan bahwapengetahuan yang didapat para pencari kerja dari pendidikan formal tidak sepenuhnyaselarasdengantuntutankerja. Pencarikerjadiharapkanuntukmemperbanyakpengalamankerja sebelum memasuki dunia kerja. Untuk meminimalkan ketidaksiapan para lulusanpendidikan sebelum memasuki dunia kerja, maka pengembangan kurikulum dankegiatan pembelajaran di sekolah harus selaras dengan tuntutan dunia kerja.
Analisis Perbedaan Persepsi Pelaksana dan Pejabat atas Pelaksanaan Penilaian Kinerja Pegawai Firman Akhmadi Handoyo; Mone Stepanus
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 3 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian mengungkapkan adanya perbedaan tingkat kepuasan terhadapsistem penilaian kinerja yang berkaitan dengan peran seseorang. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui apakah sistem, proses, dan hasil dari penilaian kinerja pegawaidianggap adil dan memuaskan oleh para pegawai di lingkungan Sekretariat JenderalKementerian Keuangan dan apakah ada perbedaan persepsi mengenai hal tersebutantara pelaksana dan pejabat. Dalam penelitian ini akan dilihat pengaruh variabelorganisational justice yaitu procedural justice dan distributive justice berkontribusiterhadap persepsi kepuasan penilaian. Kemudian persepsi ini nantinya akan dilihatperbedaan antara pelaksana dengan pejabat. Penelitian dilakukan terhadap parapejabat dan pelaksana di lingkungan Setjen Kemenkeu dengan sampel sebanyak 197orang. Penentuan sampel dilakukan dengan rumus Slovin. Pengumpulan data dilakukanmelalui penyebaran kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem, proses, danhasil dari penilaian kinerja pegawai sudah dianggap cukup adil oleh para pegawai. Dariketiga variabel dalam konsep organizational justice (system prosedural justice, processprosedural justice, dan disributive justice), hanya variabel distributive justice yangmendapatkan penilaian ‘adil’, sedangkan dua variabel lainnya mendapatkan penilaian‘cukup adil’. Pelaksana ‘cukup setuju’ dengan indikator atau pernyataan mengenaiorganizational justice penilaian kinerja. Sedangkan pejabat ‘setuju’ dengan indikatoratau pernyataan mengenai organizational justice penilaian kinerja. Dari ketiga variabeldalam konsep organizational justice, indeks skor pelaksana tidak ada yang mencapai3,40 atau hanya dengan penilaian ‘cukup adil’. Sedangkan pejabat menganggap ‘adil’di setiap variabelnya. Secara deskriptif dan statistik, ada perbedaan persepsi antarapelaksana dan pejabat atas penilaian kinerja pegawai. Dengan demikian, hasil penelitianmenunjukkan bahwa pelaksanaan penilaian kinerja pegawai sudah dianggap cukup adildan memuaskan dan terdapat perbedaan persepsi antara pelaksana dan pejabat ataspenilaian kinerja pegawai.
Implementasi Pengelolaan Alokasi Dana Desa Gregorius N. Masdjojo; Sugino Sugino
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 3 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah pusat telah mengeluarkan UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang PemerintahanDaerah. Ketentuan ini memberikan kewenangan kepada pemerintah daerah untukmengelola pembangunan daerah, termasuk pembangunan desa. Salah satu wujudnyata dari ketentuan ini adalah lahirnya program Alokasi Dana Desa (ADD). Pemberianbantuan ADD bertujuan sebagai dana stimulan atau dana perangsang untuk membiayaiprogram Pemerintah Desa. Program ADD ini diharapkan dapat memicu adanya partisipasiswadayamasyarakatdalammelaksanakankegiatandidesa, baikitukegiatanpemerintahanmaupun kegiatan pembangunan desa dan pemberdayaan masyarakat desa. Penelitianini bertujuan melihat pengaruh karakteristik dan kapabilitas instansi pelaksana, kondisilingkungan, komunikasi, sumber daya organisasi, sikap pelaksana kebijakan danbentuk struktur birokrasi terhadap implementasi progam ADD. Penelitian ini dilaksanakanpada desa-desa dalam wilayah Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan untuk tahunanggaran 2010 sebagaimana tercantum dalam Laporan Publikasi Pemerintah Daerahyang sudah diaudit BPK. Sumber informasi adalah perangkat pelaksana ADD pada setiapdesa di wilayah Kecamatan Buaran, sejumlah 126 orang. Metode pengumpulan datamenggunakan kuesioner, dirancang berdasarkan 1 variabel terikat terdiri dari 6 indikatordan 6 variabel bebas terdiri dari 41 indikator. Peneliti menemukan bahwa hanya ada 2variabel yang memiliki hubungan positif dan signifikan pada implementasi pengelolaanAlokasi Dana Desa di Kabupaten Pekalongan tahun 2010. Kedua variabel tersebut adalahkomunikasi/hubungan antarorganisasi dan variabel struktur birokrasi. Variabel lain,seperti karakteristik dan kapabilitas organisasi pelaksana berpengaruh negatif dan tidaksignifikan. Variabel kondisi lingkungan berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.Kemudian, variabel sumber daya organisasi berpengaruh positif tetapi tidak signifikan.Sementara variabel sikap berpengaruh negatif tetapi tidak signifikan. Penelitian ini jugamengungkapkan pentingnya keterlibatan masyarakat untuk mengurangi bebanpemerintah.
Pengaruh Harga, Ketersediaan, dan Lingkungan Sosial pada Sikap dan Niat Membeli Musik Bajakan Badri Munir Sukoco; Aditya Yuli Prasetya
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 4 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjualan produk media bajakan tetap tinggi meskipun berbagai industri dan pemerintahsudah berupaya menekan pertumbuhannya. Pihak industri kebanyakan menuduhinternet dan teknologi media yang memudahkan penggandaan untuk menikmati musiktanpa membeli yang asli. Kondisi ini menempatkan konsumen sebagai terdakwa bukansebagai pelanggan. Berdasarkan teori reaktansi psikologis, penelitian ini berpendapatbahwa munculnya produk media bajakan karena beberapa kendala di sisi penawaran,seperti harga tinggi atau tidak tersedianya produk. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui respon konsumen terhadap hambatan yang dilakukan oleh produsendalam mengkonsumsi media musik original dan mengidentifikasi karakteristik lingkungansosial yang berpengaruh pada respon konsumen akan hambatan mengkonsumsi mediaorijinal. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang relatif sama denganMiyazaki, et al. (2009). Partisipan yang dilibatkan adalah 120 mahasiswa strata 1 darisebuah perguruan tinggi ternama di Indonesia Timur. Hasil penelitian menunjukkanbahwa harga tinggi, kelangkaan produk, dan kegunaan yang tinggi meningkatkananimo pembelian produk media bajakan. Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwasikap konsumen cenderung lebih positif dan niat untuk mengkonsumsi media musikbajakan akan lebih tinggi bilamana lingkungan sosialnya memberikan dukungan.Interaksi antara tiga variabel juga signifikan dan menunjukkan bahwa harga yang lebihrendah, ketersediaan tinggi, dan pengaruh sosial yang rendah yang efektif dalammengurangi animo konsumen untuk membeli produk media bajakan. Ketika dukungansosial rendah, tidak terdapat perbedaan yang signifikan bilamana harga media musikorijinal ditetapkan tinggi maupun rendah ketika produknya tidak tersedia. Namun ketikabarangnya tersedia, sikap konsumen akan perilaku mengkonsumsi media musik bajakanmencapai titik terendah bilamana harga media musik orijinal juga rendah.
Underpricing and Post Issue Financial Performance in Indonesian Initial Public Offerings Indri Puspa Linggarini; Tatang Gumanti Ary Gumanti; Elok Sri Utami
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 4 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas dua isu, underpricing pada penawaran umum perdana (InitialPublic Offerings-IPO) dan kinerja keuangan sekitar IPO di pasar modal Indonesia.Underpricing telah menjadi teka-teki dalam literatur keuangan karena seakan menentanghipotesis pasar efisien. Fenomena underpricing ditemukan di semua pasar modal diseluruh dunia. Bukti empiris tampaknya setuju bahwa perusahaan yang melakukan IPOsecara rata-rata tidak mampu meningkatkan kinerja keuangan setelah IPO. Penelitian inibertujuan menganalisis abnormal return dan pengaruh go public terhadap kinerjaoperasi perusahaan IPO di Bursa Efek Indonesia. Penelitian ini menggunakan sampelsebanyak 33 perusahaan yang melakukan IPO dari 2007-2010. Return yang disesuaikandengan return pasar di samping return riil digunakan untuk menguji derajat underpricing.Penelitian ini menggunakan pendekatan yang digunakan dalam Jain dan Kini (1994)dalam pengujian kinerja kinerja keuangan perusahaan di sekitar tahun IPO. Serupadengan penelitian sebelumnya, penelitian ini menemukan bahwa perusahaan yangmelakukan IPO rata-rata mengalami underpricing sebesar 6,3% pada hari pertamadilakukan perdagangan saham. Kinerja perusahaan setelah go public cenderungmenurun tetapi tidak semua pola berbeda secara signifikan antara periode. Kinerjaoperasi cenderung meningkat mendekati tanggal penawaran, tetapi sedikit menurunsetelah itu. Angka-angka underpricing berfluktuasi pada hari 2 sampai hari ke-5. Hasilpengujian atas kinerja keuangan perusahaan menunjukkan bahwa empat proksi untukmengukur kinerja operasional keuangan memiliki kecenderungan menurun setelah IPO.Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan tidak dapat menggunakan dana yangdiperoleh dari IPO untuk kegiatan produktif atau mungkin diperlukan waktu lebih lamaagar penggunaan dana akan berdampak positif bagi perusahaan.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Efektivitas Transfer Pelatihan pada Pelaksanaan Pekerjaan Annik Noer Nawarni; Mone Stepanus
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 4 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan pelatihan merupakan rangkaian kegiatan yang sistematis untuk melakukanpelatihan tertentu dalam rangka pencapaian .kompetensi sesuai dengan tuntutanpekerjaan. Idealnya, pelatihandilaksanakansecaraefektifuntukmeningkatkankompetensipeserta dalam menjalankan tugasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruhbeberapa faktor terhadap keefektifan transfer pelatihan pada pelaksanaan pekerjaan.Faktor tersebut adalah desain transfer, self efficacy, retensi pelatihan, performancefeedback dan dukungan supervisor. Desain transfer menunjukkan sejauh mana pelatihantelah didesain dan dilaksanakan sehingga peserta pelatihan dapat menstransfer apayang dipelajari ke dalam pekerjaan. Self-efficacy didefinisikan sebagai kepercayaanseseorang terhadap kemampuannya mengorganisasi dan menjalankan serangkaiantindakan yang diperlukan untuk mencapai kinerja yang telah ditetapkan. Retensipelatihan mengacu pada daya ingat terhadap materi pelatihan. Performance feedbackmerupakan informasi tentang kinerja responden dalam menjalankan tugasnya. Sementaradukungan supervisor mengacu pada sikap dan perilaku supervisor terhadap bawahannya.Penelitian dilaksanakan untuk meneliti responden yang telah mengikuti pelatihan asesorkemampuan badan usaha yang diselenggarakan oleh Lembaga Pengembangan JasaKonstruksi Nasional (LPJKN) yang berdomisili di seluruh Indonesia. Penelitian dilakukanterhadap 403 asesor. Penelitian ini tidak menggunakan sampling, data diambil daripopulasi asesor yang sudah teregistrasi di LPJKN. Pengumpulan data dilakukan denganmenyebarkan angket tertutup. Hasil analisa dengan menggunakan multiple-regressionanalysis yang hasilnya menunjukkan desain transfer, self efficacy, retensi pelatihan,performance feedback dan dukungan supervisor secara simultan memiliki pengaruhpositif dan signifikan terhadap transfer pelatihan. Walaupun demikian, desain transferdan self efficacy memiliki pengaruh signifikan terhadap keefektifan transfer pelatihan.Sedangkan retensi pelatihan, performance feedback dan dukungan supervisor tidakmemiliki pengaruh signifikan terhadap transfer pelatih.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Minat Nasabah Bertransaksi melalui Internet Banking Lovita Rizky Kusuma Putri; Tjetjep Djatnika
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 4 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan teknologi informasi dalam perbankan semakin berkembang. Salah satuproduk teknologi tersebut adalah internet banking. Produk ini dirancang untukmemudahkan nasabah mengakses layanan perbankan. Penelitian ini menyelidikifaktor-faktor yang memengaruhi minat nasabah untuk menggunakan internet banking.Tiga teori perilaku konsumen dirujuk sebagai landasan teori yaitu Model PenerimaanTeknologi (Technology Acceptance Model, TAM)) dari Davis (1989), Persepsi Penggunatentang Keamanan Ber-Internet (Perceived Web Security, PWS) dari Salisbury et al.(2001) dan Teori Sikap dari Fishbein & Ajzen (1980) sebagai variabel-variabel prediktornya.Data dikumpulkan melalui formulir kuesioner yang diisi oleh 210 responden dandiolah secara statistik melalui uji validitas realibilitas, uji normal, analisa deskriptif,analisa korelasi dan regresi. Berhubung penyebaran datanya tidak berbentuk loncengmaka analisa statistik yang digunakan non-parametrik. Hasil riset ini menemukanbahwa dua faktor TAM yaitu faktor guna/manfaat (perceived usefulness, PU), faktorkemudahan (perceived ease of use, PEoU) berhubungan secara positif dan signifikandengan sikap nasabah terhadap internet banking. Melalui analisa regresi logistikberganda, sikap dan faktor PWS diregresi terhadap perilaku minat menggunakan.Hasilnya, hanya faktor keamanan saja yang berpengaruh secara signifikan terhadapminat menggunakan. Dengan kata lain, sikap nasabah terhadap obyek internetbanking tidak memengaruhi perilaku minat nasabah untuk menggunakan. Sebaliknya,faktor keamanan menggunakan internet banking berpengaruh secara signifikan danhubungannya positif terhadap perilaku minat nasabah untuk menggunakan internetbanking. Sebagai implikasinya, bagi nasabah, faktor keamanan merupakan sesuatuyang menjadi perhatian utamanya sehingga ketersediaan sejumlah tertentu fitur-fituryang bersifat melindungi dari resiko kesalahan, kekeliruan, dan kejahatan perbankanberdampak positif terhadap peningkatan minat menggunakan internet banking.
Analisis Faktor Internal dan Eksternal yang Memengaruhi Profitabilitas dan Jumlah Pinjaman Bank di Indonesia Sudirman Sudirman; Lisa Fitriyanti Akbar
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 42, No 4 (2013): Jurnal Manajemen Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisa mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi profitabilitasdan jumlah pinjaman bank komersial di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalahuntuk mengetahui seberapa besar pengaruh dari keadaan makro ekonomi (GDP),market share bank pemerintah (Bankcon), proporsi industri perbankan terhadapmakro ekonomi Indonesia (AssetG), suku bunga, Non Performing Loan (NPL), CapitalAdequacy Ratio (CAR), besaran asset bank (Size), dan Karakteristik kepemilikan bankuntuk meningkatkan profitabilitas dan jumlah pinjaman bank di Indonesia. Model yangdipakai dalam penelitian ini merupakan model yang digunakan dalam penelitiansebelumnya oleh Han & Seo (2012). Penelitian dilakukan terhadap bank-bank komersialyang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada periode tahun 2007–2011 dengan sampel28 bank umum. Dalam penelitian ini, digunakan metode data panel dengan estimasiRandom. Data penelitian diolah dengan menggunakan aplikasi Eviews. Hasil penelitianmenunjukkan, dari sisi internal, Size dan CAR mempengaruhi profitabilitas secarapositif. Dari sisi eksternal, AssetG, yang merupakan rasio total asset perbankanterhadap ekonomi makro (GDP), mempunyai pengaruh positif terhadap profitabilitas.Semakin besar ukuran bank dan semakin tinggi CAR, maka profitabilitas bank akansemakin tinggi. Hasil lain menunjukkan, faktor internal yang mencakup NPL dan CARmempengaruhi jumlah loan secara signifikan. Peningkatan NPL menghasilkan penurunanperubahan jumlah pinjaman, sementara CAR yang tinggi dapat memberikan peningkatanperubahan jumlah pinjaman bank. Untuk faktor eksternal, GDP mempunyai pengaruhyang signifikan terhadap jumlah pinjaman yang dikeluarkan oleh bank. Semakin baikkondisi ekonomi makro, semakin tinggi kesempatan bagi perusahaan atau peroranganuntuk menggunakan jasa bank. Kondisi ini bisa menyebabkan peningkatan jumlahpinjaman dan keuntungan bank.
Retensi Karyawan pada Usaha Kecil: Studi Eksploratori pada Klaster Usaha Kecil Menengah (UKM) Pengolahan Logam di Kebasen, Tegal Fanny Martdianty
Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia Vol 43, No 1 (2020): Jurnal Manajemen dan Usahawan Indonesia
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor yang mempengaruhi keluarnya pekerja secara sukarela (voluntary turnover) serta bagaimana pemilik/manajer di UKM melakukan retensi pada karyawan mereka karena dirasakan studi yang berkaitan dengan pengelolaan SDM di UKM masih relatif sedikit. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan lima pemilik/ manajer UKM dan 19 karyawan dari lima UKM pengolahan logam di Kebasen, Tegal. Dari hasil temuan berdasarkan informasi dari karyawan diketahui bahwa alasan karyawan keluar adalah terutama berkaitan dengan masalah kompensasi dan adanya niat untuk membuka usaha serupa. Sedangkan dari perspektif pemilik/manajer alasan karyawan berhenti adalah: ketidakpuasan terhadap upah, pembajakan karyawan (poaching), serta masalah pribadi. Untuk hal yang berkaitan dengan faktor yang dapat meretensi karyawan di antaranya adalah: budaya kekeluargaan, hubungan yang baik dengan atasan dan rekan kerja serta fleksibilitas yang ditawarkan oleh UKM