cover
Contact Name
Khoirul Anam
Contact Email
khoirul.anam@ppicurug.ac.id
Phone
+6281280480100
Journal Mail Official
langitbiru@ppicurug.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya PLP Curug, Serdang Wetan, Kec. Legok, Tangerang, Banten 15820
Location
Kota tangerang,
Banten
INDONESIA
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
ISSN : 19791534     EISSN : 27458695     DOI : https://doi.org/10.54147/langitbiru.v14i03
1. Flight Operation a) Pilot performance b) Flight Operation Officer performance c) Aerodynamics d) delays, aircraf changes and operational limitation e) flight deck 2. Aircraft Maintenance a) Aircraft Maintenance b) Aircraft Maintenance Engineering c) Maintenance, Repair, and Overhaul Industri 3. CNS/ATM a) Communications b) Navigations c) Surveillance d) Air traffic management e) Aerodrome Information Service f) PANS-OPS g) Air navigations economic h) Flight data processing i) Remotely control [AFIS/TWR] j) ATFM/CDM k) Airspace management l) AIM dan SWIM m) Performance based navigations 4. Airport Engineering, Operation and Service a) Airport operation and management b) Airport eletricity c) Airport design, planning and maintenance d) runway maintenance e) KKOP f) Water Aerdrome g) Airport Mechanical h) Airport elektronics 5. Airline Industry a) Future airline industry b) Airline customer satisfaction c) Collaborative 6. Safety & Human Factor a) Safety management system b) Human fatigue risk management system c) Human factor d) Aviation Human resources Management 7. Aviation Business a) Logistic management b) Supply chain management c) Airport Business d) Airline Business e) Regulated Agent Business f) Multi mode transportation 8. Aviation Sustainability & Environment a) Environment sustainability b) Organization sustainability c) Noise management d) Carbon offsetting and reduction scheme for internasional aviation (CORSIA) e) Aviation meteorology 9. Aviation Educational Technology a) Instructional design b) Educational evaluation c) Advance learning d) Long life learning (elderly students) e) Aviation English 10. Innovation of Aviation Technology a) Unmanned vehicle b) Vehicle innovation c) Cyber technology d) Artificial Intelligent in Air transport system e) Airframe and power plant f) Aircraft technology 11. Aviation Rules and Regulation a) Air Law b) National Aviation Regulation c) International Aviation Regulation
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 517 Documents
Evaluasi Kinerja Genset Terhadap Tingkat Ketersediaan Operasional Sesuai Skep Ditjen Hubud No. 157 Tahun 2003 Yenni Arnas
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 17 (2014): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i17.532

Abstract

Direktorat Jendral Perhubungan Udara mengeluarkan Surat Keputusan SKEP/157/lX/03 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Pelaporan Peralatan Fasilitas Elektronika dan Listrik Penerbangan, yang salah satu isinya tentang evaluasi kinerja peralatan elektronika dan listrik penerbangan untuk mengetahui tingkat ketersedian dan tingkat keandalan peralatan.Bandara DR. Ferdinand Lumbantobing mempunyai genset sebagai catu daya listrik cadangan yang harus selal dalam kondisi yang siap pakai dalam menanggung beba disaat pelayanan listrik yang disupply PLN mengalami kegagalan. Karena pentinganya fasilitas pembangkit listrik sebagai catu daya cadangan perlu dilakukan evaluasi kinerja genset terhadap kesiapan operasional dibandara.Untuk mendapatkat nilai tingkat ketersedian dan tingkat keandalan dilakukan langkah-langkah dengan menghitung ; Spesified Operating Time (SOT), Actual Operating Time (AOT), Mean Time Between Failures (MTBF), Realibility dan Availability.Setelah melakukan perhitungan diatas didapat tingkat ketersediaan rata-rata genset masih dalam kategori jarang mengalami kerusakan, dan sesuai SKEP 15/Xl/03 dengan nilai ideal 95% bila dikompensasikan dari beberapa genset yang ada secara sistem terhadap tingkat ketersedian tetap tinggi.
Analisis Faktor-Faktor Penyebab Kegagalan Dalam ICAO Language Proficiency (ILP) Test Pada Progaram Studi Pemanduan Lalu Lintas Udara Endang Sugih Atri; Erga Maulida
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 17 (2014): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i17.533

Abstract

Amandment 164 Annex 1 mengatakan bahwa sejak tahun 2003 ICAO memberlakukan Language Proficiency Level (tingkat kemahiran bahasa) untuk bahasa yang digunakan dalam komunikasi penebangan kepada petugas operasional penerbangan Air Traffic .Controller di bandar uda pemanduan Lalu Lintas Udara -Jurusan Keselamatan Penerbangan STPI Curug diberikan matei ICAO Language Proficiency Level (ILLP
Pengaruh Factory Training Terhadap Kinerja Di Bandar Udara Juanda Surabaya Feti Fatonah
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i02.534

Abstract

Bandar Udara Juanda Sebagai Bandara udara yang melayani rute penerbangan domestik dan internasional sudah seharusnya mengikuti peraturan - peraturan internasional antara lain Internasional Civil Aviation Organization (ICAO). Dalam upaya untuk lebih meningkat mutu sertakualitas pelayanan maka bandar udara juanda selalu mengupayakan yang terbaik dalam operasionalnya, seperti halnyadengan memaksimalkan kerja dari setiap komponen - komponen pendudungnya. seiring makin berkembangnya teknologi maka banyak peralatan -peralatan operasional yang dirasa nilai kerjanya kurang efektif diganti, disamping peralatan penunjang bandar udara juanda juga menyiapkan para teknisinya agar bisa lebih efektif dalam bekerja misalnya dengan pemberlakuan kewajiban memiliki Surat Tanda Kecakapan Pegawai (STKP) bagi setiap teknisi yang berhubungan langsung dengan operasional bandar udara serta mengikutkan setiap teknisinya untuk pelatihan - pelatihan yang biasa disebut factory training.
Unit - Unit Operasi Soekarno Hatta M Resky; Solihin
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 17 (2014): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i17.535

Abstract

M Resky dan Solihin : Unit -unit Operasi Bandara di Soekarno Hatta merupakan ujung tombak dalam pelayanan operasi daratr yang terdiri dari operasi terminal, airside dan apron. Unit - unit Operasi Bandaralah yang bertanggung jawab mulai penumpang yang turun dari pesawat, sampai keluar terminal dan bandara. Adapun unit-unit ini teridiri dari SOT, AMC, Airport Indormation, TIS dan OIC. Unit-unit ini juga berfungsi dalam melaksanakan Sistem Informasi Bandara di Terminal.
Pengaruh Remunerasi Dan Disiplin Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia Toufic Rohman
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i02.536

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh remunerasi terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, mengetahui dan menganalisis disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia, mengetahui dan menganalisis remunerasi dan disiplin kerja secara bersama-sama terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data menggunakan angket yang dilengkapi skala likert untuk mempermudah pengukuran. Jumlah populasi sampel penelitian sebanyak 83 orang yaitu pegawai Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia adalah kuat, dengan tingkat pengaruh sebesar 40,2% sedangkan pengaruh disiplin kerja terhadap kinerja pegawai di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia adalah sangat kuat, dengan tingkat pengaruh sebesar 68,9% sedangkat pengaruh remunerasi dan disiplin kerja terhadap kinerja pegawi di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia adalahsangat kuat, dengan tingkat pengaruh sebesar 71,5%. Hal ini menunjukan kinerja buau semakin ada akan semakin meninghkatkan kinerja oeawai di Sekolah Tinggi Penerbangan Indoensia.
Optimalisasi Star Rna V 1 Menggunakan Konsep Point Of Merge di Wilayah Terminal Airspace Bandar Udara Soekarno Hatta Pangsa Rizkina Aswia; Dwi Lestary
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i02.537

Abstract

Hasil Temuan pra penelitian di terminal airspace Bandara Soekarno Hatta terdapat sebaran pergerakanpesawat yang tidak merata sehingga hal tersebut berakibat pada waktu kedatangan pesawat di entry point terminal airspace sangat sempit terutama saat peak haur. Teknik pengaturan saat ini menggunakan radar vektor dan holding yang dikombinasikan dengan STAR RNAV 1. Eurocontrol Experimental center (EEC) mengembangkan sebuah penelitian untuk mengetahui konsep pengatuean seperti apa yang sesuai dengan kondisi lalu lintas udara saat ini. Penelitian tersebut melahirkan sebuah konsep pengaturan yang dinamakan dengan konsep point of marge. Kemudian beberapa negara di Eropa mencoba untuk mengimplementasikan konsep pengaturan yang dinamakan dengan konsep ini dan hasilnya cukup baik. Tujuan dari penelitian ini yaitu ingin mengetshui apakah konsep point of marge (POM) dapat diterapkan di Terminal Airspace Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta yang bertujuan untuk optimalisasi STAR RNAV 1 yang selama ini telah dioperasikan. Penelitian dilakukan dengan simulasi mengunakan Real Time Simulator. Dari hasil analisis didapati pengurangan beban kerja ATC 1 - 2 tingkat dibandingkan konsep pengaturan saat ini. Selain itu beban komunikasi dapat berkurang 20-23% yang disebabkan karena tidak adanya lagi instruksi untuk merubah arah pesawat dan holding. Flaying time pesawat saat berada di wilayah terminal airspace dapa berkurang 3 - 5 menit.
Tinjauan Kelayakan Runway Untuk Pesawat Jenis B737-800 Yang Beroperasi Di Bandar Udara Djalaludin Gorontalo Lina Rosmayantini; Putu Rina Purnama Dewi
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i02.538

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kelayakan spesifikasi kekuatan dan panjang runway yang digunakan jenis B737-800 untuk lepas landas dan mendarat di bandar udara djalaluddin gorontalo. Kelayakan runway dinyatakan dalam spesifikasi kekuatan runway yang dikenal dengan istilah pavement Clasification Number (PCN) dan panjang runway actual yang dibutuhkan oleh pesawat type B737-800. Perhitunga tersebut berdasarkan pada Annex 14 Aerodrome ICAO Document 9157 Aerodrome Design Jendral Perhubungan udara nomor SKEP/77/Vl2005 tentang persyaratan pengoprasian fasilitas teknik bandar udara. Metode yang di gunakan adalah metode deskriptif analitis dengan perhitungan PCN dan panjang runway actual. Perhitungan tersbut disesuaikan dengan kelayakan runway untuk pesawat B737-800 yang disebut dengan Aircraft Classification Number (ACN). Pengumpulan data dilakukan dengan melihat data PCN di Aeronautical Information Publication dan ACN di Airplane Characteristics for ?Airport Planning. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan kekuatan runway yan dimiliki runway bandar udara djalaluddin Gotontalo adalah sebesar PCN 39 FCXT, sedangkan kekuatan runway yang dipersyaratkan adalah PCN 51 FCXT untuk bisa take off. Dengan demikian ada pembatakan takeoff weght untuk operasi pesawat B737-800 sebesar 69.000kg.
Rancangan Osilator Mengunakan Metode Phase Lock Loop Untuk Peralatan Tranceiver VHF AIR To Ground Tower Set Di Program Studi Teknik Telekomunikasi Dan NAvigasi Udara Toni; David Octa Rengga
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i02.539

Abstract

Di dalam praktik Telekomunikasi para taruna teknisi Telekomunikasi dan Navigasi Udara, kebutuhan akan suatu alat praktik mutlak diperlukan sebagai sarana pratikum, karena selain teori, pratikum berguna untuk meningkatkan pengetahuan tentang teori maupun pratikum. Pada laboraturium Tower Set terhadap peralatan Transceiver VHF yang digunakan sebagai alat praktik namun belum terdapat osilator sebagai pembangkit frekuensi yang dapat dijadikan saebagi alat pratikum. Transceiver yang terdapat pada laboratorium merupakan satu blok pemancar ataupun satu blok penerima. Salah satu modul dari transceiver adalah modul osilator. osilator merupakan jantung dari sebuah transceiver yan berperan dalam pemodulasian gelombang. Untuk mengamati pembankit frekuensi pada transceiver VHF tidak bisa dilakukan karena tidak terdapat test point. Oleh karena itu penulis membuat rancangan osilator transceiver VHF yang nantinya dapat dijadikan alat pratikum. Jenis osilator menggunakan metode phase lock loop (PLL) karena mempunyai karakteristik nilai output frekuensi yang stabil dan bisa diubah nilai frekuensinya. Pada perancangan ini PLL dirancang dalam bentuk mock up yang sesuaikan dengan karakteristik osilator pada transceiver.
Rancangan Antena Vertikal 1/4 Dengan Groundplane Untuk Frekuensi HF 18 MHZ - 21 MHZ Pada Komunikasi Penerbangan Long-Range R. Sjoni Slamet; Feti Fatonah; Istiqomassari Nirma Nasyrianti
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i02.540

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu syarat penting yang harus dipenuhi ketersediannya dalam dunia penerbangan untuk menjamin keselamatan selama proses penerbangan. Salah satu layanan komunikasi yang di berikan dalam dunia penerbangan adalah layanan komunikasi jarak jauh. Antena sebagai transmitter-receiver dalam proses komunikasi berbagai macam bentuknya. Pada tugas akhir ini akan dibahas mengenai rancangan antena vertikal 1/4 dengan groundplane untuk frekuensi 18 MHz - 21 MHz pada komunikasi penerbangan long-range yang berfungsi sebagai antena transmitter-receiver. Rancangan antena vertikal 1/4 memiliki kretia bentuk antena yang sama panjang pada sisi vertikal dan radialnya. Dikarenakan rancangan antena vertikal 1/4 digunakan pada frekuensi HF, maka antena ini memiliki keterbatasan pada dimensi antenanya. Untuk itu digunakan penambahan loading coil(kumparan yang befungsi memperpanjang antena) pada sisi radial dan vertikal namun secar fisik mengurangi panjang antena. dengan begitu didapatkan suati hasil rancangan antena yang dapat digunakan pada semua frekuensi dari 18 MHz - 21 HMz, dengan hasil terbaik didapatkan pada frekuensi tengah 19.5 MHz dengan nilai return loss sebesar -24.176 dB dan VSWR 1.148.
Rancangan Pengontrolan Dan Pemonitoran Secara Otomatis Pergeseran Sabuk Konveyor Mesin X-Ray Merk Rapiscan Tipe 515 Menggunakan Visual BAsic 6.0 Di Balai Teknik Penerbangan Indonesia Ibnu Hermawan; Mardiyono; Nugroho Arie Wibowo
Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi
Publisher : Politeknik Penerbangan Indonesia Curug

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54147/langitbiru.v8i02.541

Abstract

Pembuatan rancangan ini memiliki tujuan pengembalian posisi sabuk konveyor yang bergeser yang disebabkan kaarena peletakan barang yang berat disalah satu sisi dan juga bisa disebabkan dari alat itu sendiri, agar kembali pada posisi normal dapat dilakukan secara otomatis dan proses pengembalian dapat dilihat melalui tampilan monitor. Pada rancangan ini terdapat rancangan catudaya sebagaisumber tegangan DC untuk setiap blok rangkain yang terdapat pada rancangan, rancangan sensor untuk mendeteksi adanya pergeseran, rangkaian driver untuk menggerakkan motor DC berputar ke kiri atau ke kanan yang akan mendorong atau menarik tracking roller agar jalanya sabuk konveyor dapat kembali pada posisi yang normal, dan tampilan monitoring untuk mengetahui adanya pergeseran dan menampilkan data sensor, motor bergerak ke kiri atau kekanan dan port yang digunakan untuk berkomunikasi antara PC dan mikrokontroller. Dengan terbentuknya rancangan ini maka penulisan menyimpulkan bahwa rancangan pengontollan dan pemonitoring secara otomatis pergeseran sabuk konveyot p mesin x-ray merk Rapiscan tipe 515 dapat dibuat dengan bekerja dengan baik, sehingga apabila terjadi pergeseran sabuk konveyor maka proses pengembaliannya tidak perlu lagi dilakukan secara manual seperti yang dilakukan pada saat ini.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 18 No 3 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 2 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 18 No 1 (2025): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 17 No 01 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 17 No 3 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 17 No 2 (2024): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 03 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 02 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 16 No 01 (2023): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 15 No 03 (2022): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 15 No 02 (2022): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 15 No 01 (2022): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 17 (2014): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 8 No 02 (2015): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 03 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 02 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 14 No 01 (2021): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 13 No 02 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.2 [Juni 2020] Vol 13 No 01 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol.13 No.1 [Februari 2020] Vol 13 No 03 (2020): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 6 No 14 (2013): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 4 No 9 (2011): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 12 No 3 (2019): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 12 No 2 (2019): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 12 No 1 (2019): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 11 No 3 (2018): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 11 No 2 (2018): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 11 No 1 (2018): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 10 No 3 (2017): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 10 No 2 (2017): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 10 No 1 (2017): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 3 (2016): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 2 (2016): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 1 (2016): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 9 No 18 (2014): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 5 No 12 (2012): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 5 No 11 (2012): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 4 No 11 (2011): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 4 No 10 (2011): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 3 No 6 (2010): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 2 No 5 (2009): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 2 No 4 (2009): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 2 No 3 (2009): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi Vol 1 No 1 (2008): Langit Biru: Jurnal Ilmiah Aviasi More Issue