cover
Contact Name
Damis
Contact Email
jikan@umsrappang.ac.id
Phone
+628114120207
Journal Mail Official
jikan@umsrappang.ac.id
Editorial Address
Jl. Angkatan 45 No. 1A, Lotang Salo, Sidrap, Sulawesi Selatan
Location
Kab. sidenreng rappang,
Sulawesi selatan
INDONESIA
JURNAL SAINS DAN TEKNOLOGI PERIKANAN (JIKAN)
ISSN : -     EISSN : 27769887     DOI : -
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan (JIKAN) merupakan jurnal ilmiah yang bertujuan sebagai sarana dalam menyebarluaskan hasil karya tulis ilmiah dalam bidang perikanan dan kelautan. Jurnal ini diterbitkan oleh Program Studi Imu Perikanan, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang. Jurnal ini diterbitkan dua kali dalam setahun, yaitu pada bulan April dan Oktober. Tulisan-tulisan yang dimuat pada jurnal ini diharapkan dapat menjadi bahan informasi dalam menunjang perkembangan penelitian mengenai perikanan dan kelautan dan menjadi masukan bagi para pelaku usaha perikanan dan kelautan serta pihak-pihak terkait. Bidang : budidaya perikanan, teknologi perikanan, sistem perikanan, sosial-ekonomi perikanan, penanganan hasil perikanan, manajemen perikanan, oseanografi perikanan, estimasi stok dan konservasi perikanan, ekominawisata dan ilmu kelautan.
Articles 77 Documents
ANALISIS PENGELOLAAN KONSERVASI EKOSISTEM MANGROVE DI KAWASAN PESISIR KECAMATAN PAKUE PROVINSI SULAWESI TENGGARA damis, Damis
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (527.097 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.537

Abstract

Hasil analisis dan pengamatan langsung di lokasi penelitian terkait dengan pengelolaan ekosistem mangrove di kawasan pesisir Kecamatan pakue diketahui Luas wilayah studi Kecamatan Pakue yaitu 151.85 km2 , adapun Luas hutan mangrove 164.15 km2 . Penyebab utama terjadinya kerusakan hutan mangrove adalah adanya konversi lahan menjadi lahan tambak hal ini terlihat jelas dari luasnya lahan tambak dari pada luasan hutan mangrove selain itu juga penebangan mangrove untuk dijadikan bahan bangunan, sebagai arang kayu dan dan bahan bakar untuk penyulingan minyak nilam .Kawasan konservasi perairan daerah (KKPD) kabupaten kolaka utara seluas 37.320,32 Ha
Identifikasi Jenis Ikan Sapu-Sapu (Loricariidae) Berdasarkan Karakteristik Pola Abdomen Di Perairan Danau Sidenreng Hasrianti, Hasrianti
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 1 No 2 (2021): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1556.445 KB) | DOI: 10.55678/jikan.v1i2.539

Abstract

Ikan Sapu-sapu merupakan salah satu jenis ikan yang dianggap sebagai hama dalam perairan karena bersifat invasif (invasif spesies). Ikan sapu-sapu saat ini sangat banyak ditemukan di perairan tersebut dan tertangkap pada jaring insang yang dipasang oleh nelayan. Banyaknya populasi spesies ikan sapu-sapu yang terdapat di Danau Sidenreng yang menjadi dasar dalam mengidentifikasi jenis-jenis ikan sapu-sapu berdasarkan karakteristik morfologi dan pola abdomennya. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode sampling yaitu dengan jumlah sampel 30 ekor. Identifikasi jenis spesies ikan sapu-sapu dilakukan dengan melihat literatur yang ada. Hasil penelitian menunjukkan 2. Terdapat 3 jenis spesies ikan sapu-sapu yang terdapat pada Danau Sidenreng yakni antara lain Pterigoplichthys pardalis, Pterigoplichthys multiradiatus dan inter-grade. Ukuran panjang total (PT) ikan sapu-sapu yang tertangkap pada jaring insang nelayan Danau Sidenreng berkisar antara 21 cm – 41,3 cm, sedangkan ukuran panjang cagak (PC) berkisar antara 14,4 cm – 32,2 cm.
PEMETAAN DAERAH POTENSIAL PENANGKAPAN IKAN BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI PERAIRAN BARRU, PAREPARE DAN PINRANG AGUSTINA, AGUSTINA AGUSTINA
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan daerah potensial penangkapan ikan pelagis kecil dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh dan system informasi geografis serta diharapkan dapat menberikan informasi kepada nelayan dan pelaku industri penangkapan ikan serta pemerintah setempat mengenai kondisi daerah penangkapan ikan pelagis kecil di perairan Barru, Parepare dan Pinrang sehingga potensinya dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dan pemetaan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Mei sampai Juli 2016, di perairan Barru, Parepare dan Pinrang. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi data citra satelit MODIS (Moderate Resolution Imaging Spectroradiometer) bebas awan mencakup data level-1 dan level-2 dan data hasil tangkapan ikan pelagis di TPI (Tempat Pendaratan Ikan) Cempae yang diperoleh dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kota Parepare serta data kegiatan penangkapan nelayan bagan perahu yang diperoleh dari hasil wawancara dan pengisian kusioner. Hasil penelitian menunjukkan daerah potensial penangkapan ikan pelagis kecil di Perairan Barru, Parepare dan Pinrang Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki luas area 422223.12 ha yang terletak antara 3°40'0"LS - 4°25'0"LS dan 118°50'0"BT -119°40'0"BT dengan jarak12 mill dari posisi fishing base.
ANALISIS USAHA DALAM PENGELOLAAN BUDIDAYA IKAN LELE SISTEM BIOFOLOK PADA KELOPOK POKDAKAN DI KABUPATEN PINRANG damis, Damis
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.632

Abstract

Konsumsi protein hewani masyarakat yang rendah, perlu ditingkatkan dengan menyediakan sumber protein yang berkualitas dan harga terjangkau. Ikan lele, dengan budidaya sistem intensif, dapat menjawab 2 tentangan tersebut, sumber protein berkualitas dan murah. Budidaya sistem bioflok memungkinkan terjadinya efisiensi penggunaan pakan sekaligus menaikan padat tebar ikan, sehingga cocok dilakukan di perkotaan dengan keterbatasan lahan. Budidaya sistem bioflok dilakukan dengan menumbuhkan mikroba yang akan mengurai amonnia hasil feses dan sisa pakan yang kemudian berguna sebagai sumber pakan alami bagi ikan. Analisa usaha lele sistem bioflok apabila dilakukan pada 1 buah kolam berdiameter 3 meter ketinggian air 1 meter dengan ivestasi awal Rp 1,350.000 serta biaya produksi benih dan pakan berkisar Rp 1,780.000, istimasi pendapatan dan keuntungan 1 periode berkisar Rp 940.000 atau keuntungan perbulan Rp 313.300. kiranya pengelolaan budidaya sistem biofok dapat di kembangkan lebih baik lagi.
STRATEGI PENINGKATAN KESEJAHTERAAN NELAYAN TRADISIONAL DI KECAMATAN WARA TIMUR KOTA PALOPO Nirmasari, Dian; Bibin, Muhammad
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.640

Abstract

Nelayan tradisional dicirikan memiliki kualitas sumberdaya manusia dan produktivitas yang rendah. Nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur memiliki keterbatasan sumberdaya, sarana dan prasarana dalam melakukan penangkapan. Keterbatasan sumberdaya dan prasarana yang dimiliki nelayan khususnya modal turut mempengaruhi produktivitas nelayan tersebut. Kondisi ini menggambarkan penurunan pendapatan dan tingkat kesejahteraan nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sosial ekonomi masyarakat nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo dan merumuskan strategi prioritas peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Wara Timur Kota Palopo pada bulan Januari - Maret 2022. Penelitian ini menggunakan data primer dan sekunder yang dianalisis dengan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif yaitu analisis hirarki proses (AHP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada musim paceklik tiba sebanyak 90% keluarga nelayan memiliki penghasilan sebesar Rp 20.000 – Rp 50.000 perharinya, sebanyak 6.66% keluarga nelayan memiliki penghasilan sebesar Rp 51.000 – Rp 65.000 perharinya dan sebanyak 3.33% keluarga nelayan memiliki penghasilan sebesar Rp 66.000 – Rp 100.000. Masyarakat nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur masih banyak yang hidup dibawah garis kemiskinan. Beberapa faktor yang memyebabkan kemiskinan pada masyarakat nelayan tradisional yaitu a) keterbatasan jenis alat tangkap yang dimiliki; b) program pemerintah yang tidak memihak kepada nelayan kecil; c) tingkat pendidikan masyarakat nelayan yang rendah; 4) adanya penyerobotan wilayah tangkap oleh nelayan yang berasal dari daerah lain. Berdasarkan analisis AHP, strategi prioritas utama dalam peningkatan kesejahteraan nelayan tradisional di Kecamatan Wara Timur adalah peningkatan program pelatihan dan penyuluhan.
Fisheries Management Strategy in Lake Sidenreng Hasrianti, Hasrianti; M., Armayani; Surianti, Surianti; Sahni Putri, Rini; Damis, Damis; Akbar, Abd Hakim
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.648

Abstract

Upaya pengelolaan perikanan pada suatu perairan dimaksudkan dengan tujuan untuk dapat memberikan manfaat sosial ekonomi yang optimal bagi masyarakat yang pada dasarnya tidak dapat dilepaskan dari dinamika ekosistem yang menjadi media hidup bagi sumberdaya ikan itu sendiri. Kajian strategi pengelolaan perikanan di Danau Sidenreng dilakukan dengan tujuan agar dapat memberikan pandangan serta pedoman dalam strategi pengelolaan perikanan yang berkelanjutan di danau sidenreng yang telah tercemar oleh spesies invasif yang dapat menganggagu status keberlanjutan perikanan di danau sidenreng. Metode yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode survey berupa observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil Analisis SWOT strategi pengelolaan perikanan di Danau Sidenreng yakni dengan mengembalikan fungsi dan peran perairan Danau sebagai ekosistem akuatik yang seimbang dengan melakukan Restocking ikan endemik dan optimalisasi upaya penangkapan dan pemasaran ikan sapu-sapu dan dapat dilakukan Pemanfaatan dan pengolahan ikan sapu-sapu sebagai produk perikanan bernilai ekonomis baik sebagai produk non komsumsi maupun produk yang dapat dikomsumsi. Selain itu dapat juga dilakukan optimalisasi fungsi dalam pengelolaan danau sidenreng di sektor lain misalnya sektor pariwisata.
ANALISIS USAHA DISTRIBUSI IKAN LAYANG (DECAPTERUS SP), DAN TEMBANG (SARDINELLA SP) ANTAR KABUPATEN FLORES TIMUR DAN KABUPATEN SIKKA Erfin, Erfin
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 1 (2022): APRIL
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i1.649

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk untuk menganalisis usaha distribusi ikan layang (Decapterus sp), dan tembang (Sardinella sp) antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Penelitian ini dilaksanakan dari Tanggal 10 November 2021 sampai Tanggal 10 Desember 2021 di Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan, menjelaskan, atau meringkaskan berbagai kondisi, situasi, fenomena, atau berbagai variabel penelitian menurut kejadian sebagaimana adanya yang dapat dipotret, diwawancara, diobservasi, serta yang dapat diungkapkan melalui bahan-bahan dokumenter (Bungin, 2015). Hasil penelitian menunjukan bahwa usaha distribusi ikan layang dan ikan tembang antar Kabupaten Flores Timur dan Kabupaten Sikka dengan menggunakan mobil “pick up” memberikan keuntungan. Responden pertama memberikan keuntungan sebesar Rp 317.199.984 Responden kedua memberikan keuntungan sebesar Rp. 182.799.984 Responden ketiga Rp 85.839.984, dan Responden keempat Rp 422.799.984 dengan Imbalan masing-masing Responden sebesar Rp 3,65 Responden kedua sebesar Rp 2,56 Responden ketiga sebesar Rp 1,73 dan Responden keempat sebesar Rp 4,68. Kemampuan dari modal usaha distribusi ikan layang dan ikan tembang merupakan usaha yang layak dikembangkan. Dari analisis yang dikaji maka saya mengambil kesimpulan bahwa Responden keempat memberikan komitmen yang terbaik karena mendapatkan keuntungan sebesar Rp 422.799.984 yang sangat besar dan pengembalian modal juga sangat cepat sebesar 0,36 tahun.
IDENTIFIKASI POPULASI BULU BABI DI TELUK PALU Aristawati, Anita Treisya; Renol, Renol; Finarti, Finarti; Akbar, Mohamad; Salanggon, Alismi M; Syahril, Mohamad; Wahyudi, Deddy; Adel, Yeldi S
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kualitas perairan fisika dan kimia mengkaji biodiversitas bulu babi di perairan Teluk Palu; serta mengkaji distribusi bulu babi di perairan Teluk Palu. Metode penentuan populasi bulu babi menggunakan Line Transect. Pengamatan yang dilakukan dilokasi penelitian terdiri dari Diadema savignyi, Diadema setosom dan Echinothrix calamaris. Hasil perhitungan kelimpahan yang paling tinggi pada D. setosom 74%, D. savignyi 21%, dan terendah E. calamaris 5%. Dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah individu bulu babi yang ditemukan pada tahun 2020 mengalami penurunan. Hal ini diduga disebabkan oleh bencana tsunami yang terjadi pada tahun 2018, sehingga diindikasikan ekosistem habitat bulu babi di perairan Kadongo belum pulih seperti keadaan sebelum tsunami. Indeks keanekaragaman spesies setelah dilakukan perhitungan yaitu D. savignyi dengan nilai indeks keanekaragaman sebesar 0,32803, D. setosom sebesar 0,22502 serta E. calamaris dengan nilai indeks keanekaragaman 0,15497. Jika ditotalkan, indeks keanekaragaman berdasarkan jenis diperoleh nilai 0,70802; bulu babi pada lokasi penelitian masuk pada kategori rendah. Hasil perhitungan indeks keseragaman adalah 0,40500; menunjukkan sebaran individu antar jenis cukup seragam. Perhitungan hasil indeks dominasi diamati pada lokasi penelitian yakni D. savignyi sebesar C = 0,04432, spesies D. setosom sebesar C = 0,54294, serta spesies E. calamaris sebesar C = 0,00277. Hasil perhitungan menunjukkan untuk spesies D. setosom mendominasi pada lokasi pengamatan.
ANALISIS PRODUKTIVITAS DAN KOMPOSISI HASIL TANGKAPAN ALAT TANGKAP SERO DI PULAU KARAMPUANG MAMUJU SULAWESI BARAT Ardi, Muhammad Ardiansyah
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.750

Abstract

Alat tangkap sero di pasang menetap dan alat tangkap ini di operasikan di pesisir pulau yang berbeda secara fisik dengan pesisir pantai, pengoprasian alat tangkap ini memanfaatkan pasang surut. Alat tangkap sero di Pulau Karampuang hanya memiliki beberapa bagian seperti penaju, serambi, pintu dan kantong serta ukuran panjang alat tangkap 10 meter dan lebar 5 meter. Tujuan penilitian ini mengetahui jumlah hasil tangkapan alat tangkap sero serta jenis hasil tangkapan di Pulau Karampuang Provinsi Sulawesi Barat. Semoga hasil penilitian ini memberikan informasi bermanfaat bagi masyarakat sekitar Pulau Karampuang.
IDENTIFIKASI KERUSAKAN DAN STRATEGI PENGELOLAAN HUTAN MANGROVE DI PERAIRAN TELUK LAIKANG KABUPATEN TAKALAR A, Agustina; Ramli, Arlina
Jurnal Sains dan Teknologi Perikanan Vol 2 No 2 (2022): OCTOBER
Publisher : Fisheries Science Study Program, Faculty of Science and Technology, Muhammadiyah University of Sidenreng Rappang.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jikan.v2i2.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui tingkat kerusakan ekosistem mangrove; (2) mengetahui indeks nilai penting jenis mangrove; (3) mengetahui strategi pengelolaan ekosistem mangrove Perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Selain itu, diharapkan dapat memberikan informasi pada masyarakat dan sekaligus sebagai bahan acuan bagi instansi terkait sebagai dasar pertimbangan untuk pemgembangan wilayah pesisir, khususnya pelestarian mangrove pada Perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan teknik survei lapangan dan analisis SWOT untuk penentuan arahan strategi pengelolaan ekosistem mangrove.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa analisis tingkat kerusakan mangrove di perairan Teluk Laikang pada stasiun I masuk dalam kategori rusak (jarang) karena masyarakat di perairan Teluk Laikang melakukan penebangan kayu mangrove untuk kayu bakar, serobila (tempat mencari ikan) dan budidaya rumput laut. Pada stasiun II dan III termasuk dalam kategori baik (padat) karena adanya LSM yang melestarikan mangrove di perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar. Berdasarkan Indeks Nilai Penting (INP) Perairan Teluk Laikang didominasi Jenis R. apiculata, R. mucronata, R. stylosa, L. racemosa, A. lanata, C. decandra, B. Gymnorrhiza. Pada Transek I, R. apiculata, R. mucronata, L. racemosa, E. agallocha dan pada Stasiun II, R. apiculata, R. stylosa, L. racemosa, serta pada Stasiun III C. tagal. Strategi pengelolaan ekosistem mangrove berdasarkan hasil analisis yang dilakukan, ditetapkan 6 strategi terbaik pengelolaan ekosistem mangrove perairan Teluk Laikang Kabupaten Takalar: (1) pengelolaan ekosistem mangrove secara berkelanjutan; (2) rehabilitasi ekosistem mangrove; (3) pemanfaatan ekosistem mangrove secara berkala dan evaluasi; (4) pemanfaatan ekosistem mangrove secara lestari; (5) inventarisasi ekosistem mangrove; (6) sosialisasi pengelolaan ekosistem mangrove.