cover
Contact Name
Syafruddin
Contact Email
syafruddinfkip@gmail.com
Phone
+6282340048544
Journal Mail Official
jkfkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Semongkat, Sumbawa, NTB
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
Published by Universitas Samawa
ISSN : 2302111x     EISSN : 26859254     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kependidikan adalah jurnal ilmiah yang berisikan informasi dan menyebarluaskan hasil peneltian, studi letaratur, ide-ide atas karya inovatif di bidang pendidikan dan pembelajaran yang mampu memberikan konstribusi positif di bidang pendidikan bagi sekolah maupun perguruan tinggi menjadi fokus jurnal ini, adalah (1) Evaluasi dan Penilaian Pendidikan, (2) Pendidikan Karakter, (3) Teknologi dan Kurikulum Pendidikan, (4) Masalah dan Kebijakan Pendidikan, (5) Perencanaan Pembelajaran, (6) Psikologi Pendidikan, dan (6) Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR BIOLOGI SISWA PADA MATERI SISTEM GERAK PADA MANUSIA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNINGDI KELAS XI MIA 1 SMA NEGERI 3 SUMBAWA BESAR SEMESTER GANJILTAHUN PELAJARAN 2018/2019 Supriadi
Jurnal Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (248.496 KB)

Abstract

Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana penerapan model pembelajaran discovery learning untuk meningkatkan hasil belajar biologi siswa pada materi sistem gerak pada manusia di kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Sumbawa Besar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar biologi siswa pada materi sistem gerak pada manusia di kelas XI MIA 1 melalui model pembelajaran discovery learning SMA Negeri 3 Sumbawa Besar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Metode penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan subjek penelitian adalah seluruh siswa kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Sumbawa Besar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 28 siswa terdiri dari 14 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian dilakukan dalam dua siklus tindakan. Siklus I guru memberikan materi ajar struktur tulang, otot dan sendi pada manusia, penilaian dilakukan oleh guru dan observer (guru serumpun pelajaran) dengan menggunakan lembar instrumen dari aspek kognitif dan keaktifan belajar siswa selama kegiatan belajar mengajar berlangsung. Pada siklus II guru memberikan materi ajar kelainan atau penyakit yang berkaitan dengan sistem gerak pada manusia. Hasil evaluasi dan refleksi keseluruhan di siklus I diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 78,57% dan rata-rata kelas 76,04 mengalami peningkatan pada siklus II dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 89,29% dan rata-rata kelas sebesar 83,46. Pada siklus II ketuntasan belajar klasikal sudah melampaui ketuntasan belajar klasikal yang ditetapkan dalam penelitian yaitu 85%. Adapun dari segi keaktifan siswa diperoleh hasil pada siklus I sebesar 40,14 kategori baik mengalami peningkatan keaktifan siswa sebesar 44,11 kategori baik dengan rata-rata peningkatan keaktifan siswa sebesar 3,97. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan hasil belajar biologi siswa dan keaktifan belajar siswa pada materi sistem gerak pada manusia melalui model pembelajaran discovery learning di kelas XI MIA 1 SMA Negeri 3 Sumbawa Besar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019
ETNO-ENTREPRENEUR MASYARAKAT SUMBAWA (Perspektif Pendidikan, Budaya dan Ekonomi) Andi Haris; I Gusti Made Sulindra; Suharli Suharli; I Made Sentaya
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (481.097 KB)

Abstract

Etno-entrepreneur menjadi issue strategis jika dikaitkan dengan perspektif pendidikan, ekonomi, dan budaya yang mengacu pada nilai-nilai kearifan lokal. Etno-entrepreneur menjadi tantangan ke depan untuk berkreasi, inovasi dalam menopang ekonomi suatu anggota keluarga, masyarakat, daerah, dan bangsa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan hasil temuan dari perspektif ekonomi, perspektif pendidikan, dan perspektif budaya terhadap etno-entrepreneur masyarakat Sumbawa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah penedekatan naratif dan interpretatif yang menjadi ciri khas penelitian kualitatif. Usaha mikro kecil dan menengah menjadi responden yang tersebar di 7 kecamatan dengan jumlah 30 orang dan menggali data melalui wawancara mendalam dan observasi. Data ini diseleksi, disajikan, dan ditarik kesimpulan lalu dilakukan keabsahan data dengan teknik triangulasi, member check dan audit trail. Hasil menunjukan bahwa rata-rata entrepreneur yang dibentuk oleh orang tua dan dibentuk oleh dirinya sendiri masuk dalam kategori tipe usaha sampingan (part time entrepreneur) dan usaha yang didasarkan pada hobi memasak (home base entrepreneur). Dari perspektif pendidikan menunjukkan bahwa dengan faktor pendidikan yang rendah, maka nilai-nilai budaya yang tertanam kuat dalam masyarakat serta tertanam dalam pendidikan keluarga, maka ada pertentangan antara nilai budaya dengan eksistensi entrepreneur Sumbawa yang menyebabkan entrepreneur tidak begitu penting. Dari perspektif budaya menunjukkan adanya memegang nilai tradisi yang sangat mengakar dalam sendi kehidupan, yang tercermin dalam saleng tulung (saling tolong menolong), saleng pedi’ (saling mengasihi), dan saleng sakiki’ (saling memberi dikala waktu lapang dan sempit sehingga terbentuk saling mengayomi). Konsep Saleng ini menjadi pegangan, dalam upaya menghilangkan stigma negatif yakni ubik (pelit). Stigma negatif ubik (pelit) ini yang dihindari agar menuju manusia yang beriman, bertakwa demi mendapatkan ridha Tuhan Yang Maha Esa (Allah SWT) yang seuai dengan filosofi dasar yaitu Syara barenti ko Kitabullah (hukum, aturan, norma dan aqidah adat budaya harus merujuk pada al-quran. Entrepreneur masyarakat Sumbawa juga memegang nilai agama yang cukup kuat yakni “merasa cukup”. Dengan kata “cukup” keuntungan dan perencanaan yang telah direncanakan ketika tidak terpenuhi, maka pemilik usaha cepat mengatakan “cukup” dan tidak menjadi sebuah beban. Kata “cukup” mendorong entrepreneur masyarakat Sumbawa untuk tidak kiak (memiliki etos kerja) yang kuat, dalam mengelola usahanya baik dari sisi perencanaan, mengorganisasikan, implementasi, dan pengontrolan yang baik. Hal ini yang membuat entrepreneur Sumbawa tidak sukses (kekayaan usahanya) sampai dua generasi). Oleh karena itu, budaya tradisi Sumbawa dan spritualitas keagamaan (Islam) mewarnai perilaku, karakter, watak, dan tindak tanduk dalam kesehariannya.
MOTIVASI BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR PADA MASA PANDEMI COVID 19 DI KECAMATAN KAYANGAN Amalia Imtihani; Lalu Hamdian Affandi; Muhammad Tahir
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.674 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana motivasi belajar siswa sekolah dasar pada pandemi Covid 19 di kecamatan Kayangan. Selain itu penelitian ini juga akan membahas bagaimana guru meningkatkan motivasi belajar siswa. Untuk memenuhi tujuan tersebut penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif deskriptif yang dilakukan kepada seluruh siswa kelas tinggi di kecamatan Kayangan. Sehingga sampel dalam penelitian ini adalah 3 dari 21 sekolah di kecamatan tersebut dengan rincian 20 siswa dan 5 guru di masing masing sekolah. Pengumpulkan data dilakukan dengan memanfaatkan instrumen angket. Hasil penelitian ini kemudian dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dengan hasil yang menunjukkan bahwa siswa sekolah dasar di kecamatan Kayangan pada masa pandemi Covid 19 ini termotivasi dengan baik untuk belajar berdasarkan perolehan rata-rata penelitian yakni persentase 72,5%. Hal tersebut dilihat dari rata-rata 4 indikator motivasi belajar yakni kuatnya kemauan untuk berbuat, jumlah waktu yang disediakan untuk belajar, kerelaan meninggalkan kewajiban atau tugas lain dan ketekunan dalam mengerjakan tugas. Sedangkan guru juga telah berupaya dengan baik untuk meningkatkan motivasi belajar siswa dengan persentase 75%. Hal tersebut dilakukan guru dengan meningkatkan hasrat dan keinginan berhasil, meningkatkan dorongan dan kebutuhan belajar, meningkatkan harapan dan cita-cita masa depan, memberi penghargaan dalam belajar, memberi kegiatan yang menarik dalam belajar, dan memberi lingkungan belajar yang kondusif
KOMPETENSI GURU DALAM MENGADAKAN VARIASI PADA PEMBELAJARAN DARING KELAS IV DI SDN 11 KECAMATAN CAKRANEGARA Ni Made Diany Parameswari
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (341.847 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kompetensi guru dalam mengadakan variasi pada pembelajaran daring kelas IV di SDN 11 Kecamatan Cakranegara. Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya mengadakan variasi, sebab saat ini banyak terjadi guru yang tidak memakai keterampilan variasi apalagi saat pembelajaran daring seperti ini. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Lokasi penelitian bertempat di SDN 11 Cakranegara. Sumber data primer yaitu guru kelas IVA, IVB dan kepala sekolah, sumber data sekunder yaitu hasil dari dokumentasi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang dikumpulkan berbentuk kata-kata dan gambar. Analisis data menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldana yaitu pengumpulan data, kondensasi data, penyajian data, dan verivikasi data. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa kompetensi guru dalam mengadakan variasi pada pembelajaran daring kelas IV di SDN 11 Kecamatan Cakranegara sudah baik dapat dilihat dari cara guru menggunakan variasi media dan bahan ajaran selama masa daring. Namun, guru mengalami kendala pada komponen variasi gaya mengajar dan interaksi karena keterbatasan waktu dan tempat karena pembelajaran online atau belum adanya pembelajaran tatap muka.
INTEGRASI NILAI KEARIFAN LOKAL SUMBAWA (FILOSOFI BARAPAN KEBO) DALAM PEMBELAJARAN PRODUK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN Eek Aldayana; Jhon Kenedy; Fatmawati Fatmawati; Suharli Suharli; Arbi Batulante
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (769.038 KB)

Abstract

Kearifan lokal (local wisdom) merupakan sebuah budaya atau gagasan yang bersandar pada filosofi nilai-nilai, etika, cara dan perilaku yang melembaga secara tradisional dalam masyarakat. Barapan kebo merupakan warisan secara turun temurun, dari nenek moyang tanah Sumbawa dan biasanya diadakan oleh seseorang yang berhajat menyelenggarakannya berdasarkan kaul maupun berdasarkan keinginan beberapa orang. Barapan kebo memiliki beberapa filosofi didalamnya yang dapat diintegrasikan ke dalam pembelajaran yaitu 1. religius (barapan kebo menjadi penyatu semua komponen masyarakat dan memperkuat silaturrahmi antar masyarakat) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran seperti kegiatan berdoa sesuai kepercayaaan sebelum memulai pembelajaran, 2. disiplin (bagi pelaku barapan kebo, mereka hendaknya disiplin dalam merawat dan menjaga kerbau-kerbaunya) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran seperti menjaga ketertiban, dan patuh pada aturan dan ketentuan yang ada selama proses pembelajaran, 3. kerja keras (dalam barapan kebo, peserta dituntut untuk melatih dan mempersiapkan kerbaunya sebaik mungkin dan didalam perlombaan, kerbau dituntut mengenai saka dalam waktu yang cepat dan tepat) yang terintegrasi dalam sikap sungguh-sungguh dalam belajar, 4. cinta damai (nilai ini menjadi karakter dalam barapan kebo, sejauh ini sangat jarang bahkan hampir tidak pernah ada perkelahian dalam permainan barapan kebo) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran pada sikap, perkatan ataupun tindakan yang dilakukan siswa menyebabkan orang lain merasa senang akan kehadirannya, 5. tanggung jawab (dalam permainan barapan kebo, pelaku bertanggung jawab atas kerbaunya masing-masing) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran, siswa melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan baik, 6. kreatif (sebelum permainan, peserta mempersiapkan kerbau secantik dan sekreatif mungkin dengan memberikan pernak-pernik hiasan) yang dalam pembelajaran terintegrasi pada proses berfikir atau menemukan hal-hal baru, 7. toleransi (dalam barapan kebo mempertemukan berbagai elemen masyarakat dan saling menghargai meskipun terdapat berbagai perbedaan) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dimana seluruh siswa saling menghargai berbagai perbedaan yang ada, 8.persaingan dan penghargaan (adanya persaingan untuk mendapatkan juara antar masyarakat atau pelaku permainan barapan kebo) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dimana siswa bersaing untuk menjadi yang terbaik, 9. percaya diri (setiap pelaku barapan kebo dituntut untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi) yang terintegrasi dalam proses pembelajaran dimana siswa merasa percaya diri dalam bertanya, menyampaikan pendapatnya ataupun dalam kegiatan presentasi di kelas, 10. nilai ekonomis (dalam barapan kebo, setiap kerbau yang memiliki kecepatan tinggi atau sering mendapat juara akan cenderung lebih mahal dibandingkan kerbau biasa pada umumnya). Pada mata pelajaran Produk Kreatif & Kewirausahaan khususnya pada materi Prototype sangat lekat dengan nilai ekonomis. Beberapa nilai tersebut sangat penting untuk diintegrasikan ke dalam sebuah model pembelajaran sesuai dengan kriteria pendidikan budaya dan karakter bangsa saat ini.
PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL (FILOSOFI BARAPAN KEBO) DI SMKN 3 SUMBAWA BESAR Eek Aldayana; Jhon Kenedy; Fatmawati Fatmawati; Suharli Suharli; Arbi Batulante
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.587 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi faktual pembelajaran ekonomi di SMKN 3 Sumbawa Besar, (2) filosofi permainan tradisional barapan kebo (3) tingkat kelayakan model pembelajaran berbasis permainan tradisional (filosofi barapan kebo) yang akan dikembangkan oleh peneliti menurut para ahli, (4) respon siswa terhadap model pembelajaran berbasis permainan tradisional (filosofi barapan kebo) yang akan dikembangkan oleh peneliti. Metode penelitian menggunakan pendekatan penelitian Research and Development (R&D). Prosedur penelitian dan pengembangan menggunakan teori menurut Robert Maribe Branch. Subyek penelitian dilakukan pada siswa kelas XI Jurusan Multimedia di SMKN 3 Sumbawa Besar yang bersedia sebanyak 13 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Instrumen penelitian diperoleh dengan menggunakan lembar validasi ahli dan lembar angket untuk siswa terkait respon siswa terhadap produk pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi faktual pembelajaran produk kreatif dan kewirausahaan di SMKN 3 Sumbawa Besar belum memiliki kreatifitas dalam menciptakan inovasi baru, terutama inovasi pengembangan model berbasis lokal untuk mengurangi tingkat kejenuhan dan kebosanan siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, terdapat siswa yang sering menggangu konsentrasi siswa lain selama proses pembelajaran berlangsung. Filosofi yang terkandung dalam permainan tradisional barapan kebo, berdasarkan hasil wawancara menunjukkan adanya nilai disiplin, religius, kreatif, ekonomi, toleransi, tolong-menolong, kebersamaan, kecepatan/ketepatan, sportif, percaya diri, persaingan, penghargaan, kerja keras, cinta damai, dan tanggung jawab yang sesuai dengan nilai pendidikan karakter bangsa. Sedangkan hasil pengembangan menunjukkan kelayakan model setelah dilakukan validasi oleh ahli model dengan kategori layak. Skor rata-rata diperoleh sebesar 3,8 dan nilai kelayakan model berada diatas nilai kelayakan produk minimal yaitu 3,4<3,8<4,2. Kelayakan perangkat pendukung pembelajaran setelah dilakukan validasi oleh ahli perangkat pendukung pembelajaran dengan kategori sangat layak. Skor rata-rata diperoleh sebesar 4,8 dan nilai kelayakan perangkat pendukung pembelajaran berada diatas nilai kelayakan produk minimal yaitu 4,8>4,2. Kelayakan model setelah dilakukan uji coba terbatas pada materi manajemen di kelas X IPS2 diperoleh skor rata-rata sebesar 5,54, dan nilai kelayakan uji respon siswa berada diatas nilai kelayakan produk minimal yaitu 5,54>4,2. Maka, hasil validasi ahli dan uji respon siswa model pembelajaran berbasis permainan tradisional (filosofi barapan kebo) layak dijadikan sebagai model pembelajaran.
EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN DARING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MAHASISWA TEKNIK SIPIL SAAT PANDEMI COVID-19 Musmiratul Uyun
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (234.34 KB)

Abstract

Pandemi Covid-19 melanda Indonesia sejak awal tahun 2020 berdampak pada seluruh sektor tak terkecuali sektor pendidikan, sehingga proses pembelajaran dilakukan secara jarak jauh atau daring (Dalam Jaringan). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh informasi mengenai efektivitas media pembelajaran pada proses pembelajara daring pada saat pandemi Covid-19 pada mahasiswa teknik sipil. sampel penelitian ini sebanyak 125 orang mahasiswa teknik sipil. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran daring kurang efektif untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa teknik sipil.
KEMAMPUAN KEPALA SEKOLAH DALAM MENGELOLAH PEMBELAJARAN SELAMA PANDEMI COVID 19 (Studi Multi Kasus SMP Negeri 2 Moyo Hulu dan SDN Malili) Jhon Kenedi
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (435.154 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang kemampuan kepala sekolah dalam mengelolah pembelajaran selama pandemi covid 19. Kemampuan tersebut meliputi: bagaimana pembelajaran dilakukan selama kegiatan Belajar Dari Rumah yang dikelolah oleh pihak sekolah, kemampuan perencanaan, penagarahan, monitoring, pengelolaan keuangan sekolah serta melaksanakan kerjasama untuk mendukung kegiatan pembelajaran selama pandemi. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh steakholder terkait terutama pemerintah terhadap arah pengelolaan pendidikan terutama kegiatan pembelajaran pada kondisi-kondisi tertentu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi multi kasus. Pendekatan kualitatif dipilih oleh peneliti akan memperoleh informasi secara mendalam berkaitan dengan kemampuan kepala sekolah dalam mengelolah pembelajaran selama pandemi covid 19. Lokasi penelitian ini ada dua yaitu: SDN Malili sebagai lokasi pertama dan SMPN 2 Moyu Hulu sebagai lokasi ke dua. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, langkah-langkah penelitian dilakukan sebagai berikut: pertama, dilakukan pegumpulan data pada latar pertama, yaitu kepala Sekolah Dasar Negeri Malili, didasarkan atas karakteristik sebagai sekolah dasar negeri di Kabupaten Sumbawa. Kedua, dilakukan langkah pengamatan pada latar kedua yaitu. Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Moyo Hulu. Kriteria pemilihan, langkah, dan waktu yang dibutuhkan pada latar kedua sama dengan latar yang pertama, dan bertujuan memperoleh temuan bagaimana kemampuan kepala sekolah dalam mengelolah pembelajaran selama pandemi covid 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kepala sekolah di dua sekolah tersebut telah mampu melaksanakan pembelajaran Belajar Dari Rumah dengan sistem luring (luar jaringan), 2) Kepala sekolah telah mampu melaksanakan kegiatan prencanaan pembelajaran, memberikan motivasi kepada guru, melakukan monitoring sementara pada SMPN 2 Moyo Hulu kepala sekolah meminta laporan para guru dalam bentuk dokumentasi kegiatan pembelajaran, 3) Kepala sekolah di dua sekolah tersebut sudah dapat melakukan kerjasama dengan berbagai pihak terutama komite sekolah dan pemerintah setempat, 4) Pengelolaan keuangan yang bersumber dari dana BOS telah dapat digunakan oleh kepala sekolah untuk pemenuhan kebutuhan selama pandemi covid 19
PERAN KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR NEGERI SE-KECAMATAN SUMBAWA Ade Safitri
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.087 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri Se-kecamatan sumbawa. Instrumen dan cara pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi dan wawancaraAdapun langkah-langkah analisis data adalah sebagai berikut: (1) Analisis pada waktu pengumpulan data Analisis data tidak hanya; (2) Analisis setelah pengumpulan data. Setelah dilakukan proses pengumpulan data, peneliti menghadapi sejumlah besar data mentah yang masih harus ditentukan hubungan satu dengan yang lain. Data yang telah terkumpul belum mampu menjawab permasalahan dan tujuan penelitian, karena belum ditemukan konstruksi teoritisnya. Oleh karena itu setelah proses pengumpulan data maka peneliti kemudian melakukan analisis data. . Peran kepemimpinan kepala sekolah di SD Negeri Se-kecamatan Sumbawa sudah berjalan maksimal. Hal ini ditandai dengan kinerja kepala sekolah yang maksimal dalam melaksanakan tugas.
PENGEMBANGAN VIDEO PEMBELAJARAN SENI BUDAYA PADA POKOK BAHASAN SENI TARI DAN SASTRA BUDAYA KELAS VII DI SMPN 4 SUMBAWA BESAR Dhira Elyandra; Ade Safitri
Jurnal Kependidikan Vol. 5 No. 2 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.538 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui proses pembuatan video pembelajaran menggunakan aplikasi filmoraGo version 3.4.1 wondershare pada mata pelajaran seni budaya. (2) Mengetahui kelayakan produk video pembelajaran menggunakan aplikasi filmoraGo version 3.4.1 wondershare pada mata pelajaran seni budaya kelas VII.A di SMPN 4 Sumbawa Besar. (3) Mengetahui cara penerapan/ implementasi produk video pembelajaran. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D) yang mengacu pada 10 tahapan Borg and Gall yang telah disederhanakan menjadi 3 tahapan yaitu studi pendahuluan, pengembangan draf dan uji coba. Pengumpulan data menggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Validasi produk dilakukan oleh para ahli yaitu ahli materi, dan ahli media. Kemudian melakukan uji respon siswa pada kelas VII.A di SMP Negeri 4 Sumbawa Besar. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa video pembelajaran pada mata pelajaran seni budaya di SMP Negeri 4 Sumbawa Besar “Sangat Layak” digunakan dalam proses pembelajaran. Hal tersebut dibuktikan berdasarkan presentase kelayakan secara keseluruhan dari ahli materi 91% termasuk dalam kriteria “Sangat Layak”, presentase kelayakan secara keseluruhan dari ahli media 79% termasuk dalam kriteria “Sangat Layak” , presentase kelayakan uji respon siswa skala kecil secara keseluruhan 70% sehingga termasuk dalam kriteria “Layak” dengan jumlah siswa 5 orang , presentase kelayakan skala besar secara keseluruhan 88% sehingga termasuk dalam kategori “Sangat Layak” dengan jumlah siswa 30 orang.

Page 4 of 21 | Total Record : 205