cover
Contact Name
Syafruddin
Contact Email
syafruddinfkip@gmail.com
Phone
+6282340048544
Journal Mail Official
jkfkip@gmail.com
Editorial Address
Jl. Raya Semongkat, Sumbawa, NTB
Location
Kab. sumbawa,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Kependidikan
Published by Universitas Samawa
ISSN : 2302111x     EISSN : 26859254     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Kependidikan adalah jurnal ilmiah yang berisikan informasi dan menyebarluaskan hasil peneltian, studi letaratur, ide-ide atas karya inovatif di bidang pendidikan dan pembelajaran yang mampu memberikan konstribusi positif di bidang pendidikan bagi sekolah maupun perguruan tinggi menjadi fokus jurnal ini, adalah (1) Evaluasi dan Penilaian Pendidikan, (2) Pendidikan Karakter, (3) Teknologi dan Kurikulum Pendidikan, (4) Masalah dan Kebijakan Pendidikan, (5) Perencanaan Pembelajaran, (6) Psikologi Pendidikan, dan (6) Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 205 Documents
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR IPA DI SD Wiwi Noviati
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rendahnya hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 6 Sumbawa Besar pada pembelajaran IPA menyebabkan perlunya guru memiliki keterampilan untuk dapat kreatif melaksanakan pembelajaran di kelas. Berdasarkan hasil evaluasi pengetahuan IPA siswa kelas 6 pada pelajaran IPA masih terhitung rendah. Tujuan kegiatan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran problem based learning (PBL). Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan Desain penelitian dilakukan dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Penelitian ini dilakukan 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan tes essay pada masing – masing siklus. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpukan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Problem Based Learning dikatakan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA dengan persentase ketuntasan 92%.
PENERAPAN KONSELING INDIVIDU DENGAN PENDEKATAN CLIENT CENTERED UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA MENGIKUTI PEMBELAJARAN DARING DI KELAS X IIS 3 SMA NEGERI 3 SUMBAWA BESAR SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Hade Suliswanto
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Tiap sikus terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X IIS 3 SMA Negeri 3 Sumbawa Besar semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa seluruhnya 34 siswa yang terdiri dari siswa laki-laki sebanyak 22 orang dan perempuan sebanyak 12 orang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa mengikuti pembelajaran daring akibat pademi covid-19 melalui penerapan konseling individu dengan pendekatan client centered di kelas X IIS 3 SMA Negeri 3 Sumbawa Besar tahun pelajaran 2020/2021. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konseling individu dengan pendekatan client centered dapat meningkatkan kedisplinan siswa mengikuti pembelajaran daring dengan perolehan rata-rata persentase kedisiplinan belajar daring siswa pada prasiklus sebesar 61,77% kategori cukup dari 34 siswa yang kedisiplinan mengikuti pembelajaran daring rendah sebanyak 10 orang siswa. Pada siklus I dilakukan konseling individu dengan pendekatan client centered untuk 10 orang siswa dan diperoleh rata-rata persentase kedisiplinan belajar daring di siklus I sebesar 64,70% kategori cukup. Sedangkan pada siklus II dilakukan konseling individu dengan pendekatan client centered untuk 4 orang siswa yang kedidiplinan mengikut pembelajaran daring masih rendah dan diperoleh rata-rata persentase kedisiplinan belajar daring sebesar 81,25% kategoi tinggi. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penerapan konseling individu dengan pendekatan client centered dapat meningkatkan kedisiplinan siswa mengikuti pembelajaran daring di kelas X IPS 3 SMA Negeri 3 Sumbawa Besar semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 pada masa pademi covid-19 saat ini.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN BLENDED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI UNSUR INTRINSIK CERPEN DI KELAS XI IPS 2 SMA NEGERI 1 LAPE SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Sri Astuti
Jurnal Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2021): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapat informasi sejauh mana peningkatan minat dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Lape pada materi unsur instrinsik cerpen setelah diterapkannya model pembelajaran blended learning semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021. Subjek penelitian adalah kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Lape semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021 berjumlah 32 orang siswa dengan rincian 18 orang siswa laki-laki dan 14 orang siswa perempuan. Penelitian ini berlangsung dalam 2 siklus dengan jumlah tatap muka sebanyak 4 kali pertemuan. Data tiap siklus diperoleh melalui postest, dan lembar pedoman observasi minat belajar siswa melalui pengamatan dari guru mitra. Dari analisis data pada siklus I diperoleh jumlah siswa yang tuntas hasil belajar Bahasa Indonesia sebanyak 24 orang dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 75,00%% mengalami peningkatan pda siklus II dengan jumlah siswa yang tuntas hasil belajar bahasa indonesia sebanyak 29 siswa dengan ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 90,62%. Adapun dari segi minat belajar siswa pada siklus I menunjukkan rata-rata persentase sebesar 69,64% kategori cukup aktif meningkat pada siklus II dengan rata-rata persentase minat belajar siswa sebesar 87,19% kategori baik (minat tinggi). Dengan demikian minat belajar dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa pada siklus II telah melampaui indikator ketuntasan klasikal yang ditetapkan dalam penelitian yaitu 85% dan persentase minat belajar siswa mencapai 75%-100% kategori baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran blended learning mampu meningkatkan minat belajar dan hasil belajar Bahasa Indonesia pada materi unsur intrinsik cerpen di kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Lape semester ganjil tahun pelajaran 2020/2021
PENGARUH DARI PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI DUSUN WALAN Sulistiami Sulistiami; Novta Ittaqy Tafuzi; Kukuh Budi Prasetya; Hapsari Mutya Rini; Devi Nurmala Santi; Putri Widyastuti
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kuliah Kerja Nyata atau yang biasa disingkat dengan KKN ialah wujud pengabdian bagi sekelompok mahasiswa dengan beragam keilmuan berbeda di lingkungan masyarakat yang dilaksanakan di tempat serta waktu tertentu. Umumnya kegiatan ini dilangsungkan selama 1 hingga 2 bulan serta berlokasi di wilayah setingkat desa. Kelompok Kuliah Kerja Nyata yang tengah peneliti jalankan bertempat di Desa Sedatiagung, Sedati Sidoarjo berdasarkan ketentuan yang telah diterbitkan oleh Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Dengan jumlah 35 mahasiswa anggota kelompok dan berasal dari berbagai program studi yang berbeda yang kemudian dibagi lagi menjadi beberapa kelompok untuk masing-masing dusun. Peneliti mengemban tugas pengabdian masyarakat selama satu bulan dan ditempatkan pada Dusun Walan. Berdasarkan hasil dari kegiatan pada bidang pendidikan yang telah dilaksanakan maka dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel minat belajar metode PJBL ini mempunyai 5 fase dan, Besarnya hasil kontribusi yang telah dilakukan melampaui target terhadap minat belajar dengan pendekatan metode Project Based Learning dengan kelima fase tersebut 82,9%, maka sementara sisanya sebesar 17,1 bahwa metode minat belajar ini bisa dioptimalkan lagi bagi peneliti.
SINAU BARENG UNTUK MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER DI DESA WAUNG KECAMATAN KREMBUNG KABUPATEN SIDOARJO Anggi Tri Yuanda Putri; Erlina Mustafia; Erika Virza Ananda; Nur Khalimatus Sa’diyah; Nur Sabilatul Ulfa; Cahyaning Sekar Kinasih
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana proses dalam penguatan sinau bareng dalam membangun pendidikan karakter di SDN Waung Krembung.Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang dilakukan di Desa Waung, Kecamatan Krembung, Kabupaten Sidoarjo. Subyek penelitian ini adalah subkelas dari kelas 1-3. Teknik pengumpulan data yang digunakan oleh peneliti ini meliputi observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembentukan karakter dapat ditingkatkan melalui program-program di sekolah dan di masyarakat.
PEMBELAJARAN TEKS NARATIF MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMPN 1 SUMBAWA emmy nurul ariany
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah 1) untuk meningkatkan efisiensi, efektivitas, serta pemerataan mutu pendidikan, maka pelaksanaan Program PKP mempertimbangkan pendekatan kewilayahan, atau dikenal dengan istilah zonasi; 2) menginspirasi guru untuk mengembangkan materi dan melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah Metode deskriptif Kualitatif. Media pembelajaran yang digunakan dalam praktik terbaik ini adalah (a) contoh naratif Text berjudul “Sangkuriang”, (b) buku guru dan buku siswa” when english rings the bell”, kelas IX kemendikbud 2017. Instrumen yang digunakan dalam praktik baik ini ada 2 macam yaitu 1) Instrumen untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi; 2) Instrumen untuk melihat hasil belajar siswa dengan menggunakan uraian singkat. Hasil yang diperoleh yaitu 1) Pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery learning layak dijadikan praktik baik pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat meingkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan pemecahan masalah; 2) Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat, pembelajaran tematik dengan model pembelajaran Discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.
ANALISIS PENDIDIKAN KESEHATAN SEKOLAH Heri Ismadi
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan kesehatan dapat diartikan sebagai suatu bentuk perubahan pada tubuh manusia dengan tujuan agar tubuh individu bisa lebih sehat dari sebelummnya. Tujuan dari pendidikan kesehatan yaitu menjadikan tubuh yang kurang sehat menjadi lebih sehat baik pada diri pribadi, kelompok, dan masyarakat.. Proses pembelajaran kesehatan yang dapat diterapkan disekolah dengan interaksi antara guru dan siswa. Dengan transfer ilmu kepada Siswa sebagai subjek dalam pembelajaran pendidikan kesehatan diharapkan mampu menerapkan hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun diluar lingkungan sekolah. Tanggung jawab terhadap kesehatan dapat dilihat melalui perilaku siswa dalam kebiasaan pada kehidupan sehari-hari. Pendidikan kesehatan sekolah dapat dilihat dari kesehatan pribadi siswa maupun dilihat dari kesehatan lingkungan sekitar. Pendidikan kesehatan di sekolah dapat diterapkan melalui Unit Kesehatan Sekolah (UKS) dan juga melalui kegiatan-kegiatan tidak langsung siswa.
PENTINGNYA PEMBELAJARAN TARI TRADISIONAL DI SEKOLAH DALAM MENUMBUHKAN RASA CINTA BUDAYA SISWA Ni Ketut Suparmi
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seni tari dan budaya merupakan salah satu bidang yang terintegrasi dalam dunia Pendidikan di Indonesia khususnya dalam pembelajaran dan dijadikan sebagai salah satu mata pelajaran di jenjang sekolah. Seni tari di Indonesia sangat banyak yang setiap jenisnya mewakili karakteristik budaya daerah masing-masing tidak terkecuali di daerah Lombok NTB. Ada beberapa jenis seni tari yang terdapat di daerah Lombok seperti Tari Gandrung, Tari Topeng Pengarat, dan Tari Peresean. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pentingnya pembelajaran tari tradisional di sekolah dalam menumbuhkan rasa cinta budaya bagi siswa. Pentingnya seni tari tradisional bagi siswa di sekolah yaitu untuk menumbuhkan karakter mereka sebagai anak bangsa yang mencintai budaya yang berasal dari daerahnya sendiri sehingga hal tersebut tercermin dalam setiap sikapnya. Sikap yang diharapkan untuk tumbuh seiring dengan penerapan seni tari tradisional bagi siswa diantaranya jujur, adil, tanggung jawab, kerja sama, dan peduli.
PEMBELAJARAN TARI TOPENG PENGARAT DENGAN MEDIA VIDEO BAGI SISWA SMP NEGERI 1 TANJUNG Ni Ketut Suparmi
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tari topeng pengarat merupakan salah satu tari tradisional yang berasal dari daerah Lombok yang menggambarkan tentang kehidupan masyarakat suku sasak sebagai seorang penggembala,yang sedang bermain bersama teman-temannya sambil menggembala ternak mereka. Disebut "Topeng Pengarat " karena "Pengarat" dalam bahasa indonesia adalah penggembala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dalam pembelajaran seni tari khususnya pada tari topeng pengarat melalui penerapan media video di SMPN 1 Tanjung, Lombok Utara, NTB. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus, dimana diberikan pra-tindakan diawal penelitian. Desain penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc Taggart yang terdiri dari 4 tahap (perencanaan, implementasi, observasi, dan refleksi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui penerapan media video dalam pembelajaran tari topeng pengarat di SMPN 1 Tanjung dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
PERANAN PENTINGNYA LINGKUNGAN BELAJAR BAGI ANAK Abdul Latief
Jurnal Kependidikan Vol. 7 No. 2 (2023): Jurnal Kependidikan
Publisher : FKIP Universitas Samawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan belajar adalah semua kondisi yang mempengaruhi tingkah laku subjek yang terlibat di dalam pembelajaran, terutama guru dan peserta didik sebagai ujung tombak proses pembelajaran di sekolah. Lingkungan belajar yang kondusif sangat mempengaruhi proses tumbuh kembangnya kualitas guru dan peserta didik yang ada di sekolah. Lingkungan belajar tersebut harus diperhatikan oleh semua pihak agar prestasi belajar dapat tercapai dengan baik. dengan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman juga akan membantu dalam proses tumbuh kembang anak secara optimal. Lingkungan belajar juga perlu didesain agar mendukung kegiatan belajar sehingga dapat meningkatkan kenyamanan individu individu yang menempati lingkungan tersebut untuk melakukan aktivitas belajar. Lingkungan belajar untuk anak haruslah terbebas daripada hal-hal yang mengakibatkan anak mudah stress. Bukan hanya dari kondisi lingkungan yang mendukung dan juga tenang, kegiatan yang dilakukan juga harus benar-benar mendukung dalam belajar anak.

Page 9 of 21 | Total Record : 205