cover
Contact Name
Wayan Sali
Contact Email
jurnalkesehatanlingkungan@gmail.com
Phone
+628124693546
Journal Mail Official
jurnalkesehatanlingkungan@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sanitasi No 1 Sidakarya Denpasar Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL)
ISSN : 20895674     EISSN : 26848015     DOI : https://doi.org/10.33992/jkl
Core Subject : Health, Social,
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) accepts original research articles and literature review articles covering the following topics: 1. Environmental Health 2. Environmental Epidemiology 3. Environmental Health Risk Assessment 4. Environmental Health Technology 5. Environmental-Based Diseases 6. Environmental Toxicology 7. Water and Sanitation 8. Waste Management 9. Pesticides Exposure 10. Vector Control 11. Food Safety
Articles 124 Documents
Eksternalitas Negatif Dari Keberadaan TPS Terhadap Sosial-Ekonomi Masyarakat Di RT. 25 Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda Dewi, Susi Artika; Br Purba, Eka Cristina; Utami, Alya Nindityas; Putri, Dina Hayati
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4119

Abstract

Latar belakang: Keberadaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang tidak dikelola dengan baik di RT 25 Kelurahan Sidodadi, Kota Samarinda, menimbulkan berbagai eksternalitas negatif terhadap masyarakat sekitar. Sebanyak 70% warga mengaku merasakan dampak negatif, dengan 30% mengalami gangguan kesehatan dan 40% terganggu kenyamanannya akibat bau menyengat dari TPS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak lingkungan serta sosial-ekonomi yang ditimbulkan oleh keberadaan TPS terhadap masyarakat setempat.Metode: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis dampak eksternalitas negatif dari keberadaan TPS terhadap kondisi lingkungan dan sosial-ekonomi masyarakat di RT 25 Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Samarinda Ulu. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pengambilan sampel secara purposive pada 10 responden yang tinggal di sekitar TPS. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terstruktur menggunakan kuesioner yang mencakup aspek eksternalitas negatif, pandangan masyarakat, dan kerugian ekonomi.Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa 70% responden merasakan dampak negatif dari keberadaan TPS, dengan 40% menyatakan bahwa bau tidak sedap dari TPS cukup mempengaruhi kenyamanan mereka. Sebanyak 30% responden mengalami gangguan kesehatan, dengan 33% menderita diare dan 67% mengalami gangguan kesehatan lainnya. Biaya pengobatan yang dikeluarkan bervariasi antara Rp 50.000 hingga Rp 95.000, dengan 11% responden mengalami penurunan pendapatan akibat gangguan kesehatan. Sistem pengelolaan TPS dinilai kurang baik oleh 40% responden, dan 50% mengeluhkan terganggu oleh kondisi lalu lintas di sekitar TPS.Simpulan: Eksternalitas negatif dari keberadaan TPS di RT 25 Kelurahan Sidodadi berdampak signifikan terhadap kenyamanan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat sekitar. Diperlukan perbaikan sistem pengelolaan sampah dan upaya mitigasi dampak dengan menerapkan teknologi pengelolaan sampah yang ramah lingkungan serta komunikasi yang efektif antara masyarakat dan pengelola TPS.
KEADAAN SANITASI LINGKUNGAN BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA DI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS KINTAMANI VI BANGLI Baskara, Ida Bagus Gede; Sudiadnyana, I Wayan
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v14i2.3727

Abstract

Stunting is a growth disorder in children as a result of chronic malnutrition. Nutritional problems are closely related to environmental factors. Poor sanitation can cause diarrhea in toddlers and impaired absorption of nutrients. The purpose of this study was to determine the relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting in toddlers. The research design used analytical observation with a case control approach. The research sample was the total population, namely all toddlers who experienced stunting in November 2023, totaling 97 people and the control was toddlers who were not stunted, totaling 97 people. The results of the study in the case group who had poor sanitation were 80 people (82.5%), and good sanitation were 17 people (17.5%). In the control group, there were 9 people (9.3%) with poor sanitation, and 88 people (90.7%) with good sanitation. The results of the statistical test using Chi Square obtained a p value = 0.000. Thus, there is a relationship between environmental sanitation and the incidence of stunting in the Kintamani VI Health Center Technical Implementation Unit. It is recommended that residents pay more attention to environmental sanitation, especially the physical quality of water sources, waste sorting, management and ownership of toilets.
PENGARUH MIKROORGANISME LOKAL (MOL) NASI BASI TERHADAP KUALITAS FISIK KOMPOS SAMPAH ORGANIK EFFECT OF LOCAL MICROORGANISMS (MOLs) OF RAW RICE ON PHYSICAL QUALITY OF ORGANIC WASTE COMPOSITION Ayuni Sari, Ni Putu Nina; Mahayana, Made Bulda; Posmaningsih, D.A.A; Indayani, Iin
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4115

Abstract

Abstract. Organic waste management is important to prevent negative impacts on health and the environment. One effective method is composting. This research looked at the composting process by adding local microorganisms (MOL) of stale rice to three types of waste: canang (F1), straw (F2), and leaves (F3). A total of 27 samples with three replications were used. Observations include changes in pH, temperature, and organoleptic tests (color, texture, aroma) of compost. The results showed that the pH of the compost increased to close to pH 7, the temperature of the compost reached 30-40°C on the 6th day, and organoleptic tests showed that the color, texture and aroma of the compost varied according to the type of waste. Statistical analysis showed significant differences in all parameters between canang, straw and leaf compost (p0.05). Future research is expected to examine the chemical quality of the compost and pay attention to the C/N ratio and humidity during composting.Key words: organic waste, composting. Abstrak. Pengelolaan sampah organik penting untuk mencegah dampak negatif terhadap kesehatan dan lingkungan. Salah satu metode yang efektif adalah pengomposan. Penelitian ini mengamati proses pengomposan dengan penambahan Mikroorganisme Lokal (MOL) nasi basi pada tiga jenis sampah: canang (F1), jerami (F2), dan daun (F3). Sebanyak 27 sampel dengan tiga kali replikasi digunakan. Pengamatan meliputi perubahan pH, suhu, dan uji organoleptik (warna, tekstur, aroma) kompos. Hasil menunjukkan pH kompos meningkat mendekati pH 7, suhu kompos mencapai 30-40°C pada hari ke-6, dan uji organoleptik menunjukkan warna, tekstur, dan aroma kompos bervariasi sesuai jenis sampah. Analisis statistik menunjukkan perbedaan signifikan pada semua parameter antara kompos canang, jerami, dan daun (p0,05). Penelitian selanjutnya diharapkan memeriksa kualitas kimia kompos dan memperhatikan C/N rasio serta kelembaban selama pengomposan. Kata kunci: sampah organik, pengomposan
HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUANG TUNGGU POLI RAWAT JALAN DENGAN KEPUASAN PENGUNJUNG DI RSUD KABUPATEN KLUNGKUNG Sudarmiyanthi, Ni Putu Ayu; Rusminingsih, Ni Ketut; Aryana, I Ketut; Elly Yulianti, Anysiah
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4132

Abstract

Abstrak. Rumah sakit sebagai sarana pelayanan kesehatan merupakan tempat berkumpulnya orang sakit maupun orang sehat, atau menjadi tempat penularan penyakit serta memungkinkan terjadinya pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan. Adanya tuntutan memberikan pelayanan yang baik, pihak rumah sakit perlu mengutamakan citra managemen rumah sakit, sehingga menimbulkan kepuasan bagi pasien. Salah satu hal yang perlu diperhatikan oleh pihak rumah sakit yaitu kondisi lingkungan fisik ruang tunggu rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kondisi lingkungan fisik ruang tunggu poli rawat jalan dengan kepuasan pengunjung di RSUD. Kabupaten Klungkung. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan metode cross sectional. Populasi dari penelitian ini adalah pengunjung ruang tunggu poli rawat jalan RSUD. Kabupaten Klungkung. Pengambilan sampel penelitian menggunakan rumus Slovin sebanyak 84 pengunjung, dan teknik pengambilan sampelnya menggunakan nonprobability sampling dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan uji statistik chi square, dan cross tab. Berdasarkan Uji statistik dengan menggunakan Chi-Square test diperoleh nilai Sig. Sebesar 0,000, jika dibandingkan dengan nilai ά (0,05), maka nilai sig kurang dari daripada nilai ά (0,000 ≤ 0,05) makan Ho ditolak yang artinya menunjukkan ada hubungan kondisi lingkungan fisik dengan kepuasan pasien di ruang tunggu poli rawat jalan RSUD Kabupaten Klungkung. 
EFEKTIVITAS PEMBERIAN POLLY ALLUMINIUM CHLORIDE (PAC) DAN CHLORIN PADA INSTALASI PENGOLAHAN AIR (IPA) PENET PROVINSI BALI Sri Nadi, Ni Wayan
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v14i2.3547

Abstract

Abstrak. Air minum yang layak dikonsumsi masyarakat harus memenuhi persyaratan tertentu, meliputi fisika, kimia, biologi, dan juga radioaktif sesuai dengan ketentuan Permenkes Nomor 492 Tahun 2010 tentang Standar Regulasi Air Minum. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis perbedaan parameter fisik (kekeruhan dan TDS), kimia (pH dan Chlorin), dan biologi (total koliform dan E.coli) sebelum dan sesudah pengolahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan eksperimen melalui pendekatan cross-sectional. Hasil penelitian menyatakan bahwa ada perbedaan sebelum dan sesudah pengolahan. Nilai standar efektivitas untuk mengurangi tingkat kekeruhan agar hasil reservoir memenuhi baku mutu adalah sebesar 96,55 %,  E.Coli 100 % dan total coliform 100 %. Sehingga IPA Penet dinyatakan efektif dalam menurunkan seluruh parameter air. Dapat disimpulkan bahwa kualitas air yang diolah di IPA Penet sudah baik.
Media Video Edukasi Efektif Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Cuci Tangan Pakai Sabun Siswa Sekolah Dasar Rahayu, Ni Ketut Werdi; Sudiadnyana, I Wayan; Hadi, M. Choirul; Jana, I Wayan; Aryasih, I G A Made
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4068

Abstract

Title:  Effective Educational Video Media to Improve Elementary School Students' Knowledge and Skills of Handwashing with Soap  (silahkan di isi judul bahasa inggrisnya, jangan di buang atau di hapus)Background: Counseling on hand washing with soap using educational video media has never been done in SD Negeri 2 Serangan and students do not know the steps to wash their hands properly. The purpose of the study was to determine the benefits of educational video media to improve the knowledge and skills of hand washing with soap of elementary school students.Method: The type of research used Pre Experimental with One Group Pretest Posttest Design. Statistical test of increasing knowledge and skills of washing hands with soap after the intervention using Paired T-Test.Result:  The average knowledge before the intervention was 5.90 and after the intervention 8.38 with an increase of 42%, while the average skills before the intervention were 5.43 and after the intervention 7.49 with an increase of 39%. The results of the statistical test calculations using the Paired T-Test test showed that the asymp. Sig (2-tailed) value was 0.000 α (0.05), both for student knowledge and skills.Conclusion:  There was an increase in knowledge and skills before and after washing hands with soap after being given an intervention in the form of counseling using educational video media. The increase was influenced by factors of media utilization, as well as additional information about hand washing.ABSTRAK Latar belakang: Penyuluhan cuci tangan pakai sabun menggunakan media video edukasi belum pernah dilakukan di SD Negeri 2 Serangan dan siswa belum mengetahui langkah mencuci tangan dengan benar. Tujuan penelitian mengetahui manfaat media video edukasi untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan cuci tangan pakai sabun siswa sekolah dasar.Metode: Jenis penelitian menggunakan Pre Experimental dengan rancangan One Grop Pretest Posttest Design. Uji statistik peningakatan pengetahuan dan keterampilan cuci tangan pakai sabun setelah setelah dilakukan intervensi menggunakan uji Paired T-Test.Hasil: Rata-rata pengetahuan sebelum intervensi adalah 5.90 dan sesudah intervensi 8.38 dengan peningkatan sebanayak 42% , sedangkan rata-rata keterampilan sebelum  intervensi adalah 5.43 dan sesudah intervensi 7.49 dengan peningkatan 39%. Hasil perhitungan uji statistik menggunakan uji Paired T-Test diketahui bahwa nilai asymp. Sig (2-tailed) 0,000 α (0,05), baik untuk  pengetahuan dan maupun keterampilan siswa.Simpulan: Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebelum dan sesudah cuci tangan pakai sabun setelah diberikan intervensi berupa penyuluhan dengan menggunakan media vidio edukasi. Peningkatan dipengaruhi faktor pemanfaatan media, serta tambahan informasi mengenai cuci tangan
Efektifitas Model Program "SAPA TBC" Dalam Penanggulangan TBC Paru di Kabupaten Badung Provinsi Bali Aryasih, I Gusti Ayu Made; Sujaya, I Nyoman; Jana, I Wayan
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v14i2.3868

Abstract

Tuberkulosis paru yang sering dikenal dengan TBC paru disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis (M. tuberculosis) dan termasuk penyakit menular. Prevalensi TBC paru di Indonesia terbagi menjadi tiga wilayah, diantaranya Sumatera 33%, Jawa dan Bali 23% dan Indonesia Bagian Timur 44%. Bali merupakan salah satu daerah destinasi pariwisata di Indonesia dan wisatawan mancanegara yang datang langsung ke Provinsi Bali pada bulan Februari 2023 tercatat sebanyak 323.623. Kabupaten Badung merupakan salah satu kabupaten dengan destinasi wisata favorit di Bali termasuk wilayah Kuta yang terletak di Kabupaten Badung Bagian Selatan. Berdasarkan data laporan Puskesmas di wilayah tersebut di wilayah kerja Puskesmas Kuta I pada tahun 2022 tercatat 156 kasus yang terdiri dari 90 penderita laki-laki dan 66 perempuan sedangkan di wilayah Puskesmas Kuta II pada tahun yang sama tercatat 180 kasus dan menduduki peringkat ketiga kejadian penyakit di wilayah tersebut Kabupaten Badung umumnya dan wilayah Kuta khususnya, sebagai daerah pariwisata memiliki karakteristik tersendiri sebagai daerah urban yang mampu menarik minat pendatang untuk mengadu nasib mencari nafkah atau berlibur di daerah tersebut. Di satu sisi tersedia fasilitas dan sarana akomodasi dan destinasi wisata yang gemerlap dan mewah, di sisi yang lain terdapat wilayah dengan status sosial ekonomi yang di bawah rata-rata dan bermunculan pemukiman-pemukiman kumuh padat penghuni. Hal tersebut menjadi salah satu faktor risiko terjadinya peningkatan penularan kasus TBC pada penduduk lokal, pendatang maupun wisatawan. Penelitian dilakukan untuk mengetahui faktor-faktor risiko penularan penyakit TBC paru di Kabupaten Badung Provinsi Bali. Analisis dilakukan dengan uji Chi Square (α 0,05). Sebagai pelaksanaan penelitian tahun pertama dari tiga tahun yang direncanakan. Hasil penelitian menunjukkan Faktor-faktor risiko penularan yang berhubungan dengan penularan TBC Paru di Kabupaten Badung Provinsi Bali adalah : status imunisasi BCG (P value 0,019), kebiasaan merokok (P value 0,04), penderita yang memiliki riwayat kontak dengan penderita TBC di lingkungan (P value 0,002) dan kualitas sanitasi rumah (P value 0,006). Saran penelitian adalah peningkatan cakupan dan edukasi imunisasi BCG, pencegahan dan pengendalian kebiasaan merokok, intervensi terhadap kontak dengan penderita TBC, perbaikan kualitas sanitasi rumah, pendekatan multisektoral serta melakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan.
Hubungan Self-Awareness Perawat Dengan Pemilahan Sampah Medis Di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Jiwa Provinsi Bali Lesminiantini, Ni Wayan; Aryana, I Ketut; Rusminingsih, Ni Ketut; Sujaya, I Nyoman; Sali, I Wayan
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 15, No 1 (2025)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v15i1.4092

Abstract

. Hospitals generate waste, both medical and non-medical waste that can cause disease in the surrounding environment pollution, an important role is needed for nurses in the management of infectious waste because they are the producers of medical waste from health service activities. Nurses' self-awareness plays an important role in sorting medical waste. This study aims to determine the relationship between nurses' self-awareness and sorting medical waste at the Bali Provincial Mental Hospital. The type of research was correlation analytic with a cross sectional approach. The research sample was nurses in the Bali Provincial Mental Hospital Inpatient Room, sampling that met the inclusion criteria of 100 people with proportional random sampling technique. The types of data used were primary and secondary data. Data processing with Spearman Rank test. The results showed that nurses' self-awareness was mostly in the good category, as many as 44 people (44%). The sorting of medical waste by nurses is mostly in the good category as many as 46 people (46%). There is a significant relationship between nurses' self-awareness and sorting of medical waste in Bali Province Mental Hospital. The results of the Rank Spearman test also obtained a coefficient corelation value of 0.949 indicating a strong correlation with a positive direction that the better the nurse's self-awareness, the better the sorting of medical waste. It is recommended to nurses to pay attention to behaviour when sorting waste when it will be disposed of in the appropriate waste bin.
HUBUNGAN PENGETAHUAN SIKAP DENGAN TINDAKAN PETUGAS DALAM PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS DI KLINIK PRATAMA BADAN NARKOTIKA NASIONAL PROVINSI BALI TAHUN 2024 Meiyana Sari, Putu Indri; Sali, Wayan; Sujaya, I Nyoman; Rusminingsih, Ni Ketut
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 14, No 2 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v14i2.3765

Abstract

Solid medical waste processing is carried out in several stages starting from sorting, collection, storage, transportation and destruction. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and attitudes with the actions of officers in efforts to manage solid medical waste at the Pratama Clinic of the National Narcotics Board of Bali Province. The type of research is quantitative with an observational method using a cross- sectional design. The population and sample were 63 people with a total sampling method. The instruments were tests and questionnaires. Analysis used Chi square. There is a relationship between knowledge and attitudes with the actions of officers in efforts to manage solid medical waste at the Pratama Clinic of the National Narcotics Board of Bali Province with a p-value of 0.002 0.05. The need for training, socialization, and supervision regarding the management of solid medical waste at the Pratama Clinic of the National Narcotics Board of Bali Province
GAMBARAN KEADAAN SANITASI RUMAH DI KELURAHAN KEROBOKAN KAJA KABUPATEN BADUNG TAHUN 2023 Lestari, Ni Nyoman Anom Ary; Aryana, I Ketut; Purna, I Nyoman; Indayani, Iin
Jurnal Kesehatan Lingkungan (JKL) Vol 14, No 1 (2024)
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/jkl.v14i1.3300

Abstract

Abstract. Kerobokan Kaja is a village in North Kuta District, Badung Regency. A house is a physical structure or building that is used as a shelter where the environment is beneficial to physical and spiritual health as well as social conditions that are beneficial to the health of individuals and families. The number of heads of families in the Kerobokan Kaja Village is 3,876 households. This study aims to determine the state of house sanitation in the Kerobokan Kaja Village in 2023 based on the Ministry of Health 2002, In the questionnaire there are 3 aspects that are assessed, namely the components of the house, sanitation facilities and the behavior of residents by conducting interviews and observations of the head of the family and other family members. This study uses a descriptive study because researchers want to see the existing conditions. Based on the results of surveys and observations conducted by taking a sample of 68 families. The results obtained were 35 houses (51%) that did not meet the requirements, while 33 houses (49%) did. Efforts for residents in the Kerobokan Kaja Village are expected to pay more attention to the cleanliness and sanitation of their homes. Keywords: Home sanitation, home components

Page 10 of 13 | Total Record : 124