cover
Contact Name
Lut Dora
Contact Email
info@sttkalvari.ac.id
Phone
+6285398639223
Journal Mail Official
info@sttkalvari.ac.id
Editorial Address
Perum Banua Asri 1 Blok O,, Buha, Kec. Mapanget, Kota Manado, Sulawesi Utara
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 27989860     EISSN : 27989771     DOI : 10.53814
Core Subject : Religion, Education,
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen adalah jurnal yang menerbitkan artikel ilmiah yang berkualitas tentang Teologi dan Pendidikan Agama Kristen dengan Nomor ISSN: 2798-9771 (Online), 2798-9860 (Print). Semua naskah melalui proses peer-review dan pemeriksaan plagiarisme. Hanya Naskah yang original yang akan diterima untuk diterbitkan. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun oleh Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado yaitu Bulan Januari dan Juli. Adapun ruang lingkup dari Jurnal ELEOS: 1. Teologi Biblika (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru) 2. Teologi Sistematika 3. Teologi Praktika 4. Misiologi 5. Pendidikan Agama Kristen
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025" : 8 Documents clear
Manusia dan Allah: Analisis 1 Korintus 11:12 tentang Hubungan dan Kebergantungan pada Sang Pencipta Gulo, Junidar; Zega, Abad Jaya
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.142

Abstract

Abstract: This study explores the complexity of the human-God relationship through a comprehensive theological analysis of 1 Corinthians 11:12. The research employs a qualitative method with a systematic theological analysis approach. The objective is to analyze the theological significance of 1 Corinthians 11:12 and identify its implications in the dynamics of modern life, which is increasingly complex and individualistic. The research problem focuses on a conceptual exploration of how the principle of human dependence on God can be implemented to address contemporary challenges. The study's novelty lies in its integrative approach, which synergizes spiritual and social dimensions, offering a new perspective that goes beyond traditional interpretations. The findings reveal that 1 Corinthians 11:12 presents a fundamental concept of human dependence on God that is multidimensional. Rather than signifying weakness, it represents a dynamic condition designed to lead humans toward a complete and meaningful life, with strong relevance in the context of modern society. Abstrak: Penelitian ini mengeksplorasi kompleksitas hubungan manusia dan Allah melalui analisis teologis komprehensif terhadap 1 Korintus 11:12. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan analisis teologis yang sistematis. Penelitian bertujuan menganalisis signifikansi makna teologis 1 Korintus 11:12 dan mengidentifikasi implikasinya dalam dinamika kehidupan modern yang kompleks dan individualistik. Permasalahan penelitian difokuskan pada eksplorasi konseptual tentang bagaimana prinsip kebergantungan manusia kepada Allah dapat diimplementasikan dalam menghadapi tantangan zaman kontemporer. Novelty penelitian terletak pada pendekatan integratif yang mensinergikan dimensi spiritual dan sosial, menawarkan perspektif baru yang melampaui interpretasi tradisional. Hasil penelitian secara signifikan mengungkapkan bahwa 1 Korintus 11:12 menghadirkan konsep fundamental kebergantungan manusia kepada Allah yang bersifat multidimensional, tidak bermakna kelemahan, melainkan kondisi dinamis yang dirancang untuk membawa manusia menuju kehidupan utuh dan bermakna, dengan relevansi yang sangat kuat dalam konteks masyarakat modern.
Spiritualitas Keugaharian sebagai upaya Mengatasi Budaya Konsumerisme yang Merusak Lingkungan di Era Tren Fast Fashion Mettang, Marta
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.144

Abstract

Abstract: The Fast Fashion trend with its fast turnover and mass production and marketed at low prices has led to a culture of consumerism which in turn hurts the environment. This research offers the concept of keugaharian spirituality as an effort to overcome the culture of consumerism that damages the environment in the era of fast fashion trends. To obtain accurate data, the author uses a descriptive type of qualitative research method and collects data from various literature sources that have a relationship with the topic of discussion, such as fast fashion and its impact on consumerist culture which has a bad impact on the environment as well as the topic of keugaharian spirituality related to its role in overcoming consumerism culture and reducing its adverse impact on the environment. The results of the study show that keugaharian spirituality can help overcome the consumerist culture that damages the environment in the era of fast fashion trends. Thus, keugaharian spirituality is a concept that needs to be applied to behave wisely following the fast fashion trend for the sustainability of planet Earth. Abstrak: Tren Fast Fashion dengan pergantiannya yang cepat dan produksi yang massal serta dipasarkan dengan harga yang murah menyebabkan budaya konsumerisme yang pada gilirannya membawa dampak buruk terhadap lingkungan. Penelitian ini menawarkan konsep spritualitas keugahari sebagai upaya untuk mengatasi budaya konsumerisme yang merusak lingkungan di era tren fast fashion. Demi memperoleh data yang akurat, penulis menggunakan metode penelitian kualitatif tipe deskriptif dan mengumpulkan data dari berbagai sumber literatur yang memiliki hubungan dengan topik pembahasan, seperti fast fashion dan pengarunya bagi budaya konsumeristas yang berdampak buruk bagi lingkungan serta topik tentang spritualitas keugaharian terkait peranannya dalam mengatasi budaya konsumerisme dan mengurangi dampak buruknya pada lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa spiritualitas keugahari dapat membantu mengatasi budaya konsumerisme yang merusak lingkungan di era tren fast fashion. Dengan demikian, spritualitas keugaharian merupakan konsep yang perlu diterapkan untuk berperilaku bijak mengikuti trend fast fashion demi keberlanjutan planet bumi.
Menelusuri Kitab Taurat melalui Dua Perspektif: Sosio-Politis dan Theokrasi-Teologis Padan, Stefanus; Masinambow, Yornan
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.153

Abstract

Abstract: This article explores the Torah through two perspectives, namely socio-political and theocratic-theological, using a literature study approach. Socio-politically, the Torah is understood as a historical document that reflects the social and political context of ancient Israel, while the theocratic-theological perspective sees it as a divine revelation that governs moral and spiritual life. The research methodology involves a literature analysis of academic sources related to the history, social structure, and theological values in the Torah. The results of the discussion show that these two approaches complement each other in providing a comprehensive understanding of the Torah, both as legal guidance and divine revelation. The article concludes that combining the two perspectives can enrich the theological discourse and relevance of the Torah in the modern context. Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi Kitab Torah melalui dua perspektif, yaitu sosio-politis dan teokrasi-teologis, dengan pendekatan studi kepustakaan. Secara sosio-politis, Kitab Torah dipahami sebagai dokumen historis yang mencerminkan konteks sosial dan politik bangsa Israel kuno, sementara perspektif teokrasi-teologis melihatnya sebagai wahyu ilahi yang mengatur kehidupan moral dan spiritual serta merupakan bagian dari karya keselamatan Allah. Metodologi penelitian melibatkan analisis literatur dari sumber-sumber akademis terkait sejarah, struktur sosial, dan nilai-nilai teologis dalam Torah. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa kedua pendekatan ini saling melengkapi dalam memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai Torah, baik sebagai pedoman hukum maupun wahyu ilahi. Artikel ini menyimpulkan bahwa penggabungan kedua perspektif dapat memperkaya diskursus teologis dan relevansi Torah dalam konteks modern.
Kemurahan Hati dalam Bingkai Kasih Kristus: Analisa Historis Kritis Roma 12:20 Sianipar, Ronald; Tetelepta, Hendrik Bernadus; Harefa, Otieli; Paat, Vicky BGD
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.156

Abstract

Abstract: This study aims to present the hermeneutics of Romans 12:20 concerning Paul's teaching to the Roman church about loving one's enemies. The research highlights the thematic shift in Romans 12, from the doctrinal discussions in the previous eleven chapters to the implementation of doctrine in daily life, with an emphasis on attitudes toward others, including enemies, in the context of the socio-political tensions in Rome at that time. The author employs the historical-critical hermeneutical method to analyze key terms in Romans 12 and the book of Romans, while also considering the socio-political context of the time. The findings of this study reveal that Romans 12:20 parallels Proverbs 25:21-22, reflecting the influence of Jewish tradition in Paul's teaching about loving enemies. This concept is highly relevant in the context of the complex social, political, and religious pluralism in Rome, underscoring the importance of theological and ethical guidance in Christian life. These findings also offer insights for applying the principle of loving enemies in the context of the contemporary church and Christian society, serving as a guide in addressing similar social and political tensions. Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mempresentasikan hermeneutika Roma 12:20 mengenai pengajaran Paulus kepada jemaat Roma tentang mengasihi musuh. Penelitian ini menyoroti pergeseran tema dalam teks Roma 12, dari doktrin yang dibahas dalam 11 pasal sebelumnya, ke implementasi doktrin dalam kehidupan sehari-hari, dengan penekanan pada sikap terhadap sesama, termasuk musuh, dalam konteks ketegangan sosial-politik Roma pada masa itu. Penulis menggunakan metode hermeneutika historis-kritis untuk menganalisis kata kunci dalam perikop Roma 12 dan kitab Roma, serta memperhatikan konteks sosial-politik pada waktu itu. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Roma 12:20 memiliki paralel dengan Amsal 25:21-22, yang mencerminkan pengaruh tradisi Yahudi dalam pengajaran Paulus tentang mengasihi musuh. Konsep ini sangat relevan dalam konteks kompleksitas struktur sosial, politik, dan pluralitas agama di Roma, serta menekankan pentingnya panduan teologis dan etika dalam kehidupan Kristen. Temuan ini juga memberikan wawasan bagi penerapan prinsip mengasihi musuh dalam konteks gereja dan masyarakat Kristen masa kini, sebagai pedoman dalam menghadapi ketegangan sosial dan politik yang serupa.
Gembala Sidang sebagai Pembela Kemanusiaan: Peran Etis Teologis Kristen dalam Menanggapi Isu HAM dan Tanggung Jawab Sosial Arifianto, Yonatan Alex; Sumual, Elisa Nimbo; Rahayu, Yohana Fajar
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.159

Abstract

Abstracts: Human rights and social justice issues are increasingly dominating global attention, with major challenges in the form of discrimination, economic inequality, and political oppression.  Therefore, the role of pastors as spiritual and moral leaders is essential in guiding Christians to fight for human rights. And socially responsible as part of the value of being a blessing and light of the world. Because the teachings of Christianity and the biblical value of respect for human dignity and worth have great potential to be translated into concrete social action for peacemakers. This article aims at the role of pastors in supporting human rights and social responsibility through religious teachings. Which can be translated by pastors in a broader social context, especially in the face of contemporary social issues and increasingly pressing human rights issues. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that pastors play an important role in educating people about social justice and human rights, as well as mobilising social actions that support more just social change. This is expressed in knowing the nature and principles of biblical shepherd values. So that the role of shepherds in the defence of human rights and the value of shepherd social responsibility in the contemporary context can integrate religious teachings in social practices that serve as a moral foundation for more just and humane social actions. Abstrak: Isu hak asasi manusia dan keadilan sosial semakin mendominasi perhatian global, dengan tantangan besar berupa diskriminasi, ketidaksetaraan ekonomi, dan penindasan politik.  Oleh sebab itu diperlukan peran gembala sebagai pemimpin rohani dan moral sangat urgnet  dalam membimbing kekristenan untuk memperjuangkan hak asasi manusia. Dan bertanggung jawab secara sosial sebagai bagian dari nilai menjadi berkat dan terang dunia. Sebab ajaran kekristenan dan nilai alkitabiah dalam penghargaan terhadap martabat dan harkat manusia, memiliki potensi besar untuk diterjemahkan menjadi aksi sosial yang konkret bagi jemaat pembawa damai. Artikel ini memiliki tujuan peran gembala dalam mendukung hak asasi manusia dan tanggung jawab sosial melalui ajaran agama. Yang mana hal itu dapat diterjemahkan oleh gembala dalam konteks sosial yang lebih luas, terutama dalam menghadapi isu-isu sosial kontemporer dan masalah hak asasi manusia yang semakin mendesak. Menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka maka dapat disimpulkan bahwa gembala berperan dalam mengedukasi umat tentang keadilan sosial dan hak asasi manusia, serta menggerakkan aksi-aksi sosial yang mendukung perubahan sosial yang lebih adil.  Hal ini dinyatakan dalam mengetahui akan hakikat dan prinsip nilai gembala dalam alkitabiah. Sehingga peran gembala dalam pembelaan hak asasi manusia dan nilai tanggung jawab sosial gembala dalam konteks kontemporer yang dapat mengintegrasi ajaran agama dalam praktik sosial yang berfungsi sebagai landasan moral bagi tindakan sosial yang lebih adil dan berperikemanusiaan.
Transformasi Pendidikan Agama Kristen: Strategi Adaptif menghadapi Tantangan Pembelajaran di Era Digital Kristiani; Elisa Nimbo Sumual; Yohana Fajar Rahayu
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.133

Abstract

Abstract: Digital transformation has fundamentally changed the way humans learn and interact, meaning that Christian Religious Education can no longer be maintained within a conventional or traditional pedagogical framework that is separate from technological reality. This change presents serious challenges for Christian teachers and educational institutions, as an adaptive approach risks reducing the relevance, spiritual depth, and formative power of faith learning. The phenomenon of low student engagement, shallow theological reflection, and the dominance of instant content consumption in the digital space highlights the urgency of reforming Christian Religious Education. This study aims to formulate a conceptual framework for adaptive Christian Religious Education strategies that can address the challenges of learning in the digital age. The method used is a descriptive qualitative approach. It can be concluded that digital transformation encourages a reinterpretation of the theology of Christian Religious Education (CRE), which places faith as a contextual praxis in the digital space, while shifting the pedagogical paradigm from doctrinal transmission to participatory, reflective, and relational learning. The design of digital CARE learning requires adaptive strategies that combine theological foundations, contextual pedagogy, and the critical and creative use of technology. These changes have implications for the formation of incarnational spirituality and responsible digital ethics, so that students are able to live out Christian values authentically in the midst of digital culture. Abstrak: Transformasi digital telah mengubah secara mendasar cara manusia belajar dan juga berinteraksi sehingga Pendidikan Agama Kristen tidak lagi dapat dipertahankan dalam kerangka pedagogi konvensional atau tradisional yang terpisah dari realitas teknologi. Perubahan ini menghadirkan tantangan serius bagi guru dan lembaga pendidikan Kristen karena pendekatan yang tidak adaptif berisiko menurunkan relevansi, kedalaman spiritual, serta daya formatif pembelajaran iman. Fenomena rendahnya keterlibatan peserta didik, dangkalnya refleksi teologis, serta dominannya konsumsi konten instan dalam ruang digital memperlihatkan urgensi pembaruan Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual strategi adaptif Pendidikan Agama Kristen yang mampu menjawab tantangan pembelajaran di era digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dapat disimpulkan bahwa Transformasi digital mendorong reinterpretasi teologi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang menempatkan iman sebagai praksis kontekstual dalam ruang digital, sekaligus menggeser paradigma pedagogi dari transmisi doktrinal menuju pembelajaran partisipatif, reflektif, dan relasional. Desain pembelajaran PAK digital menuntut strategi adaptif yang memadukan landasan teologis, pedagogi kontekstual, dan pemanfaatan teknologi secara kritis serta kreatif. Perubahan ini berimplikasi pada pembentukan spiritualitas yang inkarnatif dan etika digital yang bertanggung jawab, sehingga peserta didik mampu menghidupi nilai-nilai Kristiani secara autentik di tengah budaya digital
Iman dan Keunggulan: Sebuah Integrasi dalam Kerangka Manajemen Mutu Berbasis Nilai Kristiani pada Institusi Pendidikan Robert Juni Tua Sitio; Pardomuan Simanulang; Manangar Chardo Marpaung; Yedice Kamangmau
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.136

Abstract

Abstract: This article explores the systematic integration of Christian values and quality management practices within Christian educational institutions. Employing a theological framework rooted in biblical principles of stewardship, integrity, love, service, and excellence, this study analyses how educational institutions can operationalise their faith commitments into measurable and sustainable quality systems. Through synthesis of theological and empirical literature, this article identifies three critical dimensions: theological foundations for quality management, practical mechanisms for translating values into performance indicators, and leadership models that integrate academic excellence with spiritual formation. Findings indicate that institutions that explicitly align their vision and mission with quality standards experience measurable quality improvements, whereas character-oriented leadership fosters environments conducive to holistic growth. Practical implications include developing strategic indicators aligned with the institutional mission, implementing Christian, value-based human resource practices, and designing curricula that coherently integrate faith and learning. Abstrak: Artikel ini mengeksplorasi integrasi sistematis antara nilai-nilai Kristiani dan praktik manajemen mutu dalam konteks institusi pendidikan Kristen. Dengan menggunakan kerangka teologis yang berakar pada prinsip-prinsip alkitabiah tentang penatalayanan, integritas, kasih, pelayanan, dan keunggulan, penelitian ini menganalisis bagaimana institusi pendidikan dapat mengoperasionalisasikan komitmen iman mereka ke dalam sistem mutu yang terukur dan berkelanjutan. Melalui sintesis literatur teologis dan empiris, artikel ini mengidentifikasi tiga dimensi kritis: fondasi teologis untuk manajemen mutu, mekanisme praktis untuk menerjemahkan nilai-nilai ke dalam indikator kinerja, dan model kepemimpinan yang mengintegrasikan keunggulan akademik dengan pembentukan spiritual. Temuan menunjukkan bahwa institusi yang secara eksplisit menyelaraskan visi misi dengan standar mutu mengalami peningkatan kualitas yang terukur, sementara kepemimpinan yang berorientasi pada pembentukan karakter menciptakan lingkungan kondusif bagi pertumbuhan holistik. Implikasi praktis mencakup pengembangan indikator strategis yang mencerminkan misi institusional, implementasi praktik sumber daya manusia berbasis nilai Kristiani, dan desain kurikulum yang mengintegrasikan iman dan pembelajaran secara koheren.
Shalom sebagai Telos Pendidikan: Menuju Teologi Pendidikan Agama Kristen yang Holistis, Ekologis, dan Berkeadilan Daud Saleh Luji
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 4 No. 2 (2025): Januari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v4i2.147

Abstract

Abstract: This article examines shalom as the teleological foundation of Christian religious education. Through a qualitative literature review, this study argues that authentic Christian education must be oriented toward shalom—a holistic vision encompassing peace, justice, ecological integrity, and human flourishing. The discussion begins by tracing the biblical-theological roots of shalom in the Old Testament tradition and its pedagogical implications. It then explores the holistic dimension of Christian education, integrating faith, knowledge, and life praxis. Furthermore, this article analyses ecological responsibility as an essential content of Christian education in the era of environmental crisis. Finally, justice is discussed as the practical orientation of Christian education in the Indonesian context. This study concludes that a shalom-oriented Christian education offers a transformative theological framework that is holistic, ecological, and justice-bearing for contemporary society. Abstrak: Artikel ini mengkaji konsep shalom sebagai fondasi teleologis Pendidikan Agama Kristen. Melalui pendekatan kualitatif-kepustakaan, studi ini berargumen bahwa pendidikan Kristen yang autentik harus berorientasi pada shalom—sebuah visi holistis yang mencakup kedamaian, keadilan, keutuhan ekologis, dan kesejahteraan manusia. Pembahasan dimulai dengan menelusuri akar teologis-biblis konsep shalom dalam tradisi Perjanjian Lama dan implikasi pedagogisnya. Selanjutnya dieksplorasi dimensi holistis pendidikan Kristen yang mengintegrasikan iman, pengetahuan, dan praksis kehidupan. Artikel ini juga menganalisis tanggung jawab ekologis sebagai muatan esensial pendidikan Kristen di era krisis lingkungan. Terakhir, keadilan dibahas sebagai orientasi praksis pendidikan Kristen dalam konteks Indonesia. Studi ini menyimpulkan bahwa pendidikan Kristen berorientasi shalom menawarkan kerangka teologis transformatif yang holistis, ekologis, dan berkeadilan bagi masyarakat kontemporer

Page 1 of 1 | Total Record : 8