cover
Contact Name
Disnawati
Contact Email
disnawati@uho.ac.id
Phone
+6285299381110
Journal Mail Official
mediaakuatika@uho.ac.id
Editorial Address
Principal Contact Disnawati Universitas Halu Oleo HEA Mokodompit Kampus Baru UHO Phone: 085299381110 Email: mediaakuatika@uho.ac.id
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Media Akuatika: Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan
Published by Universitas Halu Oleo
ISSN : -     EISSN : 25034324     DOI : http://dx.doi.org/10.33772/jma.v7i1
Core Subject : Agriculture,
Media Akuatika : Jurnal Ilmiah Jurusan Budidaya Perairan fokus dalam lingkup budidaya perairan meliputi perikanan air tawar, air payau dan air laut yang mencakup beberapa kajian, antara lain: 1. Nutrisi dan pakan ikan 2. Manajemen kesehatan ikan 3. Identifikasi parasit dan penyakit ikan 4. Teknologi reproduksi ikan 5. Manajemen pembenihan ikan 6. Manajemen lingkungan budidaya perairan 7. Teknologi dan sistem budidaya perairan 8. Bioteknologi akuakultur
Articles 194 Documents
Studi Parameter Kimia Perairan Pada Kawasan Rencana Pengembangan Tambak Super-Intensif Udang Vaname (Litopenaeus vanamei) di Kabupaten Konawe Selatan Balubi, Abdul Muis; Purnama, Muhammad Fajar; Sirza, LM. Junaidin; Takwir, Amadhan; Disnawati, Disnawati; Erawan, Trial Fiar; Pratikino, A. Ginong
Jurnal Media Akuatika Vol 5, No 3 (2020): Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1577.407 KB) | DOI: 10.33772/jma.v5i3.13749

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan selama 4 (empat) bulan, yaitu Oktober 2019 hingga Januari 2020, yang bertempat di perairan pantai dan laut kecamatan Laine dan kecamatan Kolono kabupaten Konawe Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi parameter kimia (salinitas, oksigen terlarut (DO) ammonia, nitrogen, phopat, dan bahan organik) pada kawasan rencana pengembangan tambak super-intesif udang vaname (Litopenaeus vanamei). Lokasi pengukuran dan pengambilan sampel secara garis besar dibagi menjadi 4 stasiun yang melintasi perairan 2 kecamatan (Lainea dan Kolono) dengan potensi dan potensial lahan tambak yang tersebar. Setiap stasiun terdiri dari 4 spot pengamatan yang berjumlah 16 spot penelitian. Stasiun I spot 1 dan 2 desa Lainea, spot 3 dan 4 desa Molinese. Stasiun II spot 1, 2, 3, dan 4 semuanya desa Polewali. Stasiun III spot 1, 2, dan 3 desa Molinese, dan spot 4 desa Polewali. Stasiun IV spot 1, 2, 3, dan 4 semuanya terletak di desa Puupi kecamatan Kolono. Pemilihan stasiun dan spot ini setelah dilakukan monitoring sekitar 3 (tiga) bulan merupakan kondisi yang baik untuk kegiatan industri tambak super intensif udang vaname. Kualitas hidrologi perairan laut dengan derajat keasaman 7,44-8,30, oksigen terlarut 4,40-12,7 mg/liter dan kisaran salinitas air laut 31,3-41,3 ppt, masih dalam keadaan layak bagi industri tambak superintensif udang vaname. Kesuburan perairan tambak selama penelitian berupa kosentrasi nitrat 0,0544-0,0881 mg/liter, phospat 0,0053-0,0093 mg/liter, amonia 0,0101-0,0239 mg/liter, dan bahan organik 16,620-27,625 mg/liter. Konsentrasi parameter kimia perairan pada lokasi penelitian pada dasarnya berada pada kisaran optimal dan layak bagi pengembangan industri tambak superintensif udang vaname.Kata Kunci : Studi Kelayakan, Parameter Kimia, Tambak Super-Intensif, Udang Vaname
Pengaruh Pemberian Pakan dengan Level Protein Berbeda Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Belut Sawah (Monopterus albus) pada Media Kultur Tanpa Lumpur Indrawan, Muhammad A.; Idris, Muhammad; Pangerang, Utama K.
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 3: Juli
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.665 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i3.4287

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengatahui pengaruh pemberian pakan dengan level protein berbeda terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup belut sawah (Monopterus albus) pada media kultur tanpa lumpur. Penelitian ini dilakasanakan selama 100 hari yaitu pada bulan Januari - April 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakukan (Perlakuan A = Pakan dengan Protein 36%; Perlakuan B = Pakan dengan Protein 42%; dan Perlakuan C = Pakan dengan Protein 48%) dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa level protein pakan yang baik untuk belut sawah adalah 42%, karena menghasilkan pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik tertinggi serta konversipakan terendah yang berbeda nyata dengan perlakuan lainnya. Kata Kunci : Protein Pakan, Pertumbuhan, Belut Sawah (Monopterus albus).
Pengaruh Kombinasi Tepung Wortel (Daucus carota L) dan Tepung Buah Merah (Pandanus conoideus Lam) pada Tampilan Warna Ikan Nemo (Amphiprion percula) Saban, Andi N.; Muskita, Wellem; Kurnia, Agus
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.126 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i4.4352

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung wortel dan tepung buah merah dalam pakan terhadap tingkat kecerahan warna ikan nemo, Amphiprion percula. Penelitian ini menggunakan empat perlakuan yaitu pakan A (25% tepung wortel), pakan B (25% tepung buah merah) dan pakan C (12,5% tepung wortel+12,5% tepung buah merah) dan pakan D (komersil). Parameter yang diamati adalah tingkat kecerahan warna (selisih warna akhir – warna awal), pertumbuhan mutlak dan pengukuran kualitas air. Tingkat kecerahan warna ditentukan dengan menggunakan metode score sheet dengan melibatkan panelis pada awal dan akhir penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerahan warna orange tertinggi didapatkan pada ikan nemo yang diberi pakan C sebesar 0.43, kemudian diikuti pakan B, A dan D masing-masing sebesar 0.4, 0.3 dan 0.2. Tingkat kecerahan warna hitam tertinggi terdapat pada pakan C (0.38), kemudian diikuti pakan B, D dan A masing-masing sebesar 0.35, 0.22 dan 0.16. Tingkat kecerahan warna putih tertinggi didapatkan pada ikan yang diberi pakan C sebesar 0.63, kemudian diikuti pakan B, D dan A masing-masing sebesar 0.5, 0.34 dan 0.23. Hasil analisa statistic menunjukkan bahwa kombinasi tepung wortel dan tepung buah merah dalam pakan tidak member pengaruh nyata terhadap tingkat kecerahan warna dan pertumbuhan mutlak ikan nemo. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penambahan tepung wortel dan tepung buah merah dalam pakan dapat meningkatkan kecerahan warna orange, HItam dan putih pada ikan nemo.Kata Kunci : Tingkat Kecerahan Warna, Tepung Wortel, Tepung Buah Merah, Ikan Nemo, Amphiprion percula
Pengaruh Pemberian PakanKerang Darah (Anadara granosa), Kerang Pokea (Batissa violacea celebensis), dan Kerang Kalandue (Polimesoda sp.) Tehadap Pertumbuhan Rajungan (Portunus pelagicus) Sudarmono, .; Muskita, Wellem; Astuti, Oce
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (110.288 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i2.5009

Abstract

Rajungan merupakan spesies yang bernilai ekonomis tinggi, olehnya sudah mulai diupayakan pembudidayaannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pakan yang baik terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan. Penelitian ini dilakukan dengan mengujikan tiga jenis pakan dengan lama pemeliharaan selama 40 hari yaitu pada bulan Agustus – September 2017. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 20x20x25 cm. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan mutlak, laju pertumbuhan spesifik, tingkat kelangsungan hidup, panjang karapak, dan lebar karapaks. Perlakuan pakan yang diujikan adalah: A (kerang darah), B (kerang pokea), dan  C (kerang kalandue). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata. Pertumbuhan mutlak bobot pada penelitian ini berkisar (15,975-23,55 g). Pertumbuhan lebar karapaks berkisar antara (0,375-0,575 cm). Panjang karapaks berkisar antara (0,6 -1,25 cm). Laju pertumbuhan spesifik berkisar antara (1,89%-3,13%). Pengamatan kualitas air selama penelitian menunjukkan nilai kisaran yang mendukung kelangsungan hidup rajungan, dimana suhu berada pada kisaran 28-300C, nilai pH 7-8, dan salinitas pada kisaran 29-31 ppt. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ketiga jenis pakan yang diujikan dapat meningkatkan pertumbuhan rajungan. Kata Kunci: Pakan, Pertumbuhan, Rajungan (Portunus pelagicus)
Potensi Ubi Jalar Varietas Sukuh Manis (Ipoemea batatas L) Sebagai Prebiotik Yang Berperan Dalam Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Ilham, Muhamad; Nur, Indriyani; Hamzah, Muhaimin
Jurnal Media Akuatika Vol 4, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (621.629 KB) | DOI: 10.33772/jma.v4i4.10549

Abstract

Salah satu inovasi dalam budidaya udang adalah penambahan prebiotik dalam pakan dengan pertimbangan memaksimalkan tingkat kecernaan udang sehingga pertumbuhan menjadi lebih baik. Salah satunya adalah penggunaan prebiotik ubi jalar. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis ekstrak ubi jalar (EUJ) varietas sukuh manis terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Perlakuan yang diberikan yaitu A: Pakan Komersil (PK); B: 99% PK + 1% Ekstrak Ubi Jalar (EUJ); dan C: 98% PK + 2% EUJ, diberikan kepada udang vanname dengan pemberian pakan 3 kali sehari dengan dosis 5% dari berat tubuh selama 42 hari. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah pertumbuhan mutlak dan tingkat kelangsungan hidup L. vannamei.  Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata pertumbuhan mutlak tertinggi diperoleh pada pakan control sebesar 4,63±1,11 g dengan tingkat kelangsungan hidup 100 ±0,00%. Hasil ANOVA menunjukkan nilai rata-rata pertumbuhan mutlak dan kelangsungan hidup udang vannamei yang diberi pakan dengan penambahan prebiotik ekstrak ubi jalar menunjukkan hasil yang tidak berbeda nyata dengan udang yang diberi pakan komersil. Kata kunci: prebiotik, ekstrak ubi jalar sukuh manis, tingkat kecernaan, pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname
Pengaruh Pemberian Keong Bakau (Telescopium telescopium) dan cumi-cumi (loligo sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan (Portunus pelagicus) Nurul Qamariah; Wellem H. Muskita; Oce Astuti; Agus Kurnia
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.587 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i2.4278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian keong bakau (Telescopium telescopium) dan cumi-cumi (Loligo sp.) terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup rajungan  (P. pelagicus). Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) berdasarkan ukuran yaitu ukuran I (10,46-13,08 g)  dan ukuran II (23,70-31,60 g). Setiap ukuran diulang tiga kali dan masing-masing diberi pakan A (keong bakau) dan pakan B (cumi-cumi). Dosis pemberian pakan sebanyak 5% dari bobot tubuh.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepiting yang diberi pakan A menghasilkan pertumbuhan mutlak yang lebih tinggi baik pada kelompok ukuran I (33,05±15,12 g) maupun ukuran II (2,11±10,55) dibandingkan pemberian pakan B pada ukuran I (18,11±1,63 g) dan II (16,22±13,62). Pertumbuhan panjang karapaks pada pakan A lebih tinggi baik pada perlakuan ukuran I (1,66±0,18) maupun ukuran II (1,38±0,41) dibandingkan panjang karapaks kepiting yang diberi pakan B baik ukuran I (1,24±0,19) maupun ukuran II (1,24±0,41). Lebar karapaks pada perlakuan A lebih tinggi pada ukuran I  (2,46±1,03) dan ukuran II (2,02±0,50) dibandingkan dengan pemberian pakan B pada kelompok ukuran I (1,05±0,12) dan ukuran II (1,27±0,92). Laju pertumbuhan spesifik tertinggi pada pemberian pakan A baik ukuran I (2,99±0,98%) maupun ukuran II (1,65±0,34%). Laju pertumbuhan spesifik pada pakan B hanya sebesar (1,73±0,06%) dan (0,97±0,81%) masing-masing pada ukuran I dan II.  Konsumsi pakan pada perlakuan pakan A ukuran I (2,65±1,311%) dan ukuran II (4,84±0,980%) lebih tinggi dibandingkan pada perlakuan pakan B ukuran I (2,38±1,005%) dan ukuran II (4,04±1,636%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian pakan keong bakau lebih baik dibandingkan cumi-cumi terhadap pertumbuhan optimal dan kelangsungan hidup rajungan. Kata Kunci : Keong Bakau, Cumi-cumi, pertumbuhan dan kelangsungan hidup, Rajungan, Portunus pelagicus
Pemanfaatan Limbah Ikan Sidat (Anguilla marmorata) Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ikan Lele (Clarias sp.) Murtini, Sri; Neksidin, Neksidin; Fekri, Latifa; Adimu, Hasan Eldin
Jurnal Media Akuatika Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33772/jma.v7i1.22561

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji nutrisi yang terdapat pada limbah ikan sidat (Anguilla marmorata) yang dapat dimanfaatkan ikan lele (Clarias sp.) sebagai pakan tambahan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan dengan masing-masing 3 ulangan. Pemeliharaan dilakukan selama 30 hari. Jumlah ikan yang ditebar adalah 5 ekor/akuarium. Akuarium yang digunakan berukuran 30x40x50cm. Perlakuan A: pemeliharaan ikan lele dengan pakan komersil 3% dari biomassa, perlakuan B: pemeliharaan lele dengan pakan komersil 1% dari biomassa ditambahkan limbah sidat cair 3 liter/3 hari. Hasil pengujian kandungan nutrisi pada limbah sidat cair memiliki nilai protein sebesar 4% dengan kandungan amoniak sebesar 0,037 mg/L. Nilai SR ikan lele pada masing-masing perlakuan adalah 100%. Laju pertumbuhan spesifik pada perlakuan A sebesar 2,31% sedangkan pada perlakuan B sebesar 1,63%.  Biomassa ikan lele pada perlakuan A mengalami peningkatan sebesar 100% sementara perlakuan B biomassa ikan lele meningkat 65%. Namun berdasarkan hasil analisis statistik menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan (p>0,05) baik itu pada pengujian sintasan, laju pertumbuhan spesifik maupun konversi pakan. Hal ini menunjukkan bahwa pemanfaatan limbah ikan sidat dapat mendukung peningkatan pertumbuhan ikan lele.Kata kunci: ikan lele, limbah pemeliharaan  ikan sidat, pakan. 
Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Kerang Pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens 1897) yang Diberi Berbagai Jenis Pakan Fermentasi Mentari, .; Hamzah, Muhaimin; Bahtiar, .
Jurnal Media Akuatika Vol 2, No 2: April
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.228 KB) | DOI: 10.33772/jma.v2i2.4336

Abstract

Penelitian tentang pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang pokea (Batissa violacea var. Celebensis, von Martens 1897) yang diberi berbagai jenis pakan fermentasi telah dilaksanakan selama 60 hari yaitu pada bulan Juli – September 2016.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pakan fermentasi terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang pokea. Wadah yang digunakan adalah akuarium berukuran 25x30x30cm. Penelitian ini didesain dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diterapkan adalah: A (pakan fermentasi feses sapi), B (pakan fermentasi pelepah pisang), C (pakan fermentasi feses ayam), dan D (pakan fermentasi jerami padi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan tidak memberikan pengaruh yang berbeda nyata terhadap pertumbuhan, tetapi memberikan pengaruh yang nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup Pertumbuhan mutlak bobot pada penelitian ini berkisar antara -0,081-0,017g. Pertumbuhan mutlak lebar berkisar antara 0,015-0.077cm. Laju pertumbuhan harian berkisar antara -0,0014-0.0003g/hari. Tingkat kelangsungan hidup berkisar antara 13,3-97,8%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa empat bahan fermentasi  yang dijadikan pakan dapat meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup kerang pokea.Kata kunci: Fermentasi, pertumbuhan dan kelangsungan hidup, kerang pokea (Batissa violacea var. celebensis, von Martens, 1897)
Pengaruh Kedalaman terhadap Pertumbuhan Awal Karang (Acropora tenuis) Rahman, .; Yusnaini, .; Rahmadani, .
Jurnal Media Akuatika Vol 3, No 4: Oktober
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (724.18 KB) | DOI: 10.33772/jma.v3i4.8026

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kedalaman terhadap pertumbuhan karang Acropora tenuis yang dipelihara di permukaan kurungan dengan menggunakan metode gantung di perairan Desa Tapulaga, Kecamatan Soropia, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara. Tiga kedalaman berbeda yang di ujikan  yakni kedalaman 1, 3 dan 7 m untuk pemeliharaan karang A. tenuis  selama 90 hari dengan menggunakan metode gantung. Parameter yang diamati adalah pertumbuhanmutlak (PM), laju pertumbuhan spesifik (LPS) dan kelangsungan hidup (SR).Penelitian ini menggunakan acak kelompok (RAK), dengan fragmen karang  dikelompokkan  menjadi  tiga kelompok ukuran. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kedalam memberi pengaruh yang tidak nyata  terhadap (PM) dan (LPS), namun memberi pengaruh nyata terhadap (SR). Nilai rata-rata (PM) berkisar antara (3-4.4 mm) sementara itu nilai rata-rata (LPS) berkisar antara (0.14-0.16 mm/hari) dan nilai (SR) tertinggi pada kedalam 3 m yaitu (87.5%). Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan selama 90 hari dapat disimpulkan bahwa  kedalaman yang berbeda memeberi pengaruh yang sama baiknya terhadap pertumbuhan karang A. tenuis pada kedalaman yang diujikan dan untuk  kelangsungan hidup kedalaman yang diujikan memberi pengaruh yang berbeda nyata terhadap keangsungan hidup karang  A. tenuis.Kata kunci: Kedalaman, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup, A. tenuis
Pengaruh Aktivitas Transportasi terhadap Serangan Parasit pada Ikan Mas (Cyprinus carpio) Sarimudin, Rizal; Nur, Indriyani; Idris, Muhammad
Jurnal Media Akuatika Vol 1, No 1: Januari
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.701 KB) | DOI: 10.33772/jma.v1i1.4267

Abstract

Penelitian tentang pengaruh aktivitas transportasi terhadap serangan parasit dan tingkat kelangsungan hidup ikan mas (Cyprinus carpio) dilakukan untuk mengetahui lama transportasi yang ideal bagi kesehatan ikan untuk pemeliharaan selanjutnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan November sampai Desember 2015, terdiri atas penelitian di lapang dan di laboratorium untuk pemantauan dan pemeriksaan  parasit. Proses transportasi dilakukan antara Kampus Baru Universitas Halu Oleo dan Kecamatan Konda, sedangkan pemeriksaan parasit dan pemeliharaan ikan dilakukan di Laboratorium in doorFakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Ikan mas dibagi menjadi 3 kelompok perlakuan lama transportasi dengan 3 ulangan, yaitu: tanpa transportasi (Perlakuan A), 6 jam transportasi (Perlakuan B), dan 9 jam transportasi (Perlakuan C). Setelah percobaan transportasi, 9 ekor ikan pada masing-masing perlakuan diperiksa parasit yang menginfeksi tubuhnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prevalensi tertinggi terdapat pada 6 jam dan 9 jam lama transportasi (perlakuan B dan C)  yakni sebesar 100% sedangkan terendah pada kelompok A sebesar 44,44%.  Rata-rata intensitas serangan parasit tertinggi terdapat pada perlakuan C yakni sebesar 12,83 ind/ekor kemudian perlakuan B sebesar 5,56 ind/ekor dan yang terendah pada perlakuan A sebesar 2,17 ind/ekor. Tingkat kelangsungan hidup ikan mas pada perlakuan A dan B sebesar 100% dan perlakuan C sebesar 88,89%. Intensitas serangan parasit jenis Lernaea sp pada perlakuan A sebesar 1,25 ind/ekor, perlakuan B sebesar 3,11 ind/ekor dan perlakuan C sebesar 6,38 ind/ekor sedangkan intensitas serangan parasit jenis Dactylogyrus sp pada perlakuan A sebesar 1,00 ind/ekor, perlakuan B sebesar 2,33 ind/ekor dan perlakuan C sebesar 6,50 ind/ekor. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat serangan parasit akan semakin tinggi seiring dengan lamanya aktivitas transportasi berlangsung.Kata Kunci :Ikan mas, Transportasi, Parasit

Page 2 of 20 | Total Record : 194