cover
Contact Name
Sahrir Sillehu
Contact Email
jurnalghs@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalghs@gmail.com
Editorial Address
Communication and Social Dynamics, Jln. Sudirman, Kebun Cengkeh/Sumatra,Lrg. RT.004 / RW. 018, Kota Ambon, Provinsi Maluku
Location
Kota ambon,
Maluku
INDONESIA
Global Health Science (GHS)
ISSN : 25035088     EISSN : 26221055     DOI : https://doi.org/10.33846/ghs
Core Subject : Health,
Global Health Science (GHS) adalah jurnal ilmiah yang memublikasikan artikel-artikel ilmiah dalam bidang kesehatan meliuti: kesehatan masyarakat, kedokteran, kedokteran gigi, farmasi, keperawatan, kebidanan, teknologi kesehatan, epidemiologi, informatika kesehatan, administrasi dan kebijakan kesehatan, fisioterapi, gizi, laboratorium kesehatan, kesehatan kerja, statistika kesehatan, manajemen kesehatan, promosi kesehatan, dan sebaginya. Jenis-jenis arikel yang bisa diterima untuk diterbitkan antara lain: 1. Hasil penelitian 2. Tinjauan literatur 3. Tinjauan buku 4. Komentar 5. Opini 6. Studi kasus 7. Berita ilmiah 8. Letter to editor 9. Tutorial 10. Lain-lain sesuai pertimbangan editor
Articles 339 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MINAT LANSIA TERHADAP PELAYANAN POSYANDU LANSIA Rigoan Malawat; Supriyanto -; Endah Fitriasari
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 1 (2016): Maret 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.062 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i1.6

Abstract

Usia lanjut akan dialami oleh semua orang, dan akan mengalami penurunan fungsi tubuh. Sampai saat ini telah tercatat oleh WHO jumlah lansia di Asia Tenggara dengan penduduk berusia di atas 60 tahun di Asia Tenggara mencapai 142 juta jiwa atau 8 persen dari total jumlah penduduk, sedangkan peningkatan jumlah warga lansia juga dialami Indonesia. ”Jumlah lansia di Indonesia mencapai 19,5 juta jiwa tahun 2011 (8,2 persen dari total penduduk), mayoritas perempuan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan minat lansia terhadap pelayanan posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Kairatu Kabupaten Seram Bagian Barat tahun 2014. Metode yang digunakan adalah crosectional study dengan mewawancarai 187 lansia sebagai responden. Pengambilan sampel dilakukan secara Simple Random Sampling. Data dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan lansia (p = 0,000), jarak rumah (p= 0,000), dukungan keluarga dan pelayanan petugas (p= 0,000). Selanjutnya disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan, jarak rumah, dukungan keluarga, dan pelayanan tugas dengan minat lansia terhadap pelayanan posyandu. Kata Kunci: posyandu lansia, minat, pengetahuan, jarak rumah, dukungan keluarga, pelayanan petugas.
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI SISWA SMAN 2 KUPANG TERHADAP PENYAKIT HIV DAN AIDS Imelda Februati Ester Manurung
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (155.214 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i2.252

Abstract

Latar Belakang: Pengetahuan tentang penularan HIV dan AIDS merupakan salah satu faktor remaja memiliki perilaku berisiko. Pengetahuan tentang HIV yang buruk telah mempengaruhi persepsi yang buruk juga terhadap orang yang terinfeksi HIV seperti stigma. Pengetahuan dan persepsi menjadi faktor penting untuk mempersiapkan remaja dalam melindungi diri dari infeksi HIV. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengetahuan dan persepsi siswa tentang HIV dan AIDS. Metode: Jenis penelitian adalah deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di SMAN 2 Kupang. Teknik purposive sampling digunakan untuk mendapatkan besar sampel sebanyak 142 siswa yang diperoleh dari seluruh kelas sebelas Hasil: Siswa yang memiliki pengetahuan HIV dan AIDS yang baik sebanyak 63 siswa (44,4%) dan persepsi yang baik sebanyak 68 (47,9%). Kesimpulan: Perlu adanya intervensi untuk memperbaiki pengetahuan dan persepsi siswa terkait dengan penularan, pencegahan, pengobatan dan persepsi tentang HIV dan AIDS.
GAMBARAN PENGETAHUAN DAN SIKAP TENTANG KESIAPSIGAAN BENCANA PADA BIDANG KEDOKTERAN KESEHATAN (BIDOKKES) POLDA MALUKU TAHUN 2018 Ni Made Parwati; Sahrir Sillehu; Lihi Maryam
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 4 (2018): Desember 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.656 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i4.309

Abstract

Bencana merupakan kejadian luar biasa yang menyebabkan kerugian besar bagi manusia dan lingkungan dimana hal itu berada diluar kemampuan manusia untuk dapat mengendalikannya, disebabkan oleh faktor alam atau manusia atau sekaligus oleh keduanya. Bidang kedokteran kesehatan (Biddokkes) Polda Maluku merupakan unsur pendukung yang berada di bawah Kepala Kepolisian Daerah. Biddokes bertugas menyelenggarakan pembinaan kedokteran dan kesehatan personil Polri yang meliputi kedokteran kepolisian, kesehatan kepolisian, rumah sakit, dan poliklinik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan bencana pada bidang kedokteran kesehatan (BIDOKKES) Polda Maluku tahun 2018. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian deskriptif dengan cara pengambilan sampel yaitu total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 40 orang. Hasil penelitian ditemukan gambaran kesiapsiagaan petugas sigap sebanyak (50%) dan tidak sigap juga sebanyak (50%). Pengetahuan baik sebanyak (92,5%) dan kurang baik sebanyak (7,5%). Sedangakn sikap kategori baik sebanyak (60%) dan tidak baik sebanyak (40%). Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa pengetahuan dan sikap petugas tentang kesiapsiagaan bencana hampir semuanya baik. Kata kunci: Bencana, Pengetahuan, Sikap, BIDOKKES
TANAMAN PRASMAN (Eupatorium triplinerve V) ASAL MALUKU Debby Aulia Pelu
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 2, No 4 (2017): Desember 2017
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (46.691 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v2i4.172

Abstract

Di negara-negara berkembang sebagaian besar penduduknya masih terus menggunakan obat tradisional terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasarnaya. Menurut Resolusi Promoting the Role of Traditional Medicine in Healt System : Strategy for the African Region, sekitar 80% masyarakat di negra-negara anggota WHO di Afrika menggunakan menggunakan obat tradisional untuk keperluan kesehatan. Demikain pula penggunaan obat tradisional di Asia, terus meningkat meskipun banyak tersedia dan beredar obat- obat entitas kimia. Telah dilakukan pemeriksaan farmakognostik tanaman prasman (Eupatorium triplinerve V). Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh data morfologi, anatomi, organoleptik, dan identifikasi kandungan kimia dari Tanaman Prasman (Eupatorium triplinerve V). Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimental laboratorium. Pada pemeriksaan morfologi menunjukkan bahwa tanaman prasman (Eupatorium triplinerve V) termasuk kelas magnoliopsida dengan batang berkayu, beruas-ruas, berwarna merah muda, dan sistem perakaran tunggang. Identifikasi kimia terhadap serbuk daun prasman diperoleh hasil yang positif terhadap saponin dan flavanoid. Kata kunci: Prasman, Pemeriksaan farmakognostik
HUBUNGAN PELAKSANAAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH TERHADAP PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT PADA MURID KELAS V SD NEGERI NO 125538 KOTA PEMATANGSIANTAR Sriwahyuni Tarigan
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 6, No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

School Health Unit is a public health effort that is run in schools with students and their living environment as the main target. The UKS activities include the preventive, curative, promotive and rehabilitative. PHBS is an attempt to provide a learning experience or creating a condition for individuals, families, groups and communities, by providing information and education to improve the knowledge, attitudes and behavior, in order to implement ways of healthy living, in order to establish, maintain and improve health. The research objective was to determine the relationship of UKS program implementation towards a clean and healthy living habits for the students of fourth grade Elementary School No 123358 P.Siantar city. The design study is the correlation, aims to identify the relationship of the program's implementation UKS clean and healthy living habits in Elementary School No 123358 P.Siantar city. Total sample of 65 people with a total sampling method, the number of 39 item questionnaire with statistical data processing chi square test. The survey results revealed that respondents who have good UKS is as much as 52.3% and which has a good PHBS as much as 50.8% with a p value of 0.001
Pembuatan Sagu Lempeng Dengan Substitusi Tepung Tulang Ikan Tuna (Thunnus albacores) Michran Marsaoly; Mahmud Mahmud
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 5, No 1 (2020): Maret 2020
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (71.387 KB) | DOI: 10.33846/ghs5107

Abstract

Sagu adalah makanan pokok bagi warga Indonesia yang tinggal di sebagian besar wilayah Indonesia Timur. Mulai dari Maluku, Papua, bahkan Nusa Tenggara umumnya mengenal sagu dalam struktur menu makanan utama penduduk aslinya. Sagu sendiri sebenarnya berasal dari tepung yang didapat dari batang pohon sagu (Metroxylon sagu Rottb.) yang bentuknya menyerupai pohon palma. Mengingat sagu lempeng merupakan makanan khas Maluku dimana nilai gizinya rendah karena hanya mengandung karbohidrat saja, sedangkan limbah hasil laut (tulang ikan Tuna) juga tinggi dengan kandungan kalsium yang tinggi, maka penulis tertarik untuk berinovasi produk baru yaitu sagu lempeng yang disubtitusi dengan tepung tulang ikan tuna. Dengan tujuan meningkatkan kandungan gizi dari sagu lempeng, dimana sagu lempeng merupakan salah satu makanan yang digemari penduduk lokal Maluku. Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan produk sagu lempeng yang disubstitusi tepung tulang ikan tuna sebagai pangan tinggi kalsium. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimental. Penelitian dilaksanakan pada Tiga lokasi yaitu, pembutan sagu lempeng dilakukan pada laboratorium Penyelenggaraan Makanan Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Maluku, uji kandungan gizi dilakukan pada Laboratorium Badan Perindustrian Provinsi Maluku dan uji organoleptic dilakukan di desa Tulehu. Penelitian dilaksanakan pada bulan April - Mei 2018. Produk sagu lempeng dengan substitusi tepung tulang ikan tuna kurang disukai oleh panelis. Produk sagu lempeng dengan substitusi tepung tulang ikan tuna terbukti mempunyai kandungan gizi (kalsium, lemak, dan protein) yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan sagu lempeng biasa tanpa substitusi dengan tepung tulang ikan tuna. Kata kunci: sagu lempeng; tulang ikan tuna
MODEL KESIAPSIAGAAN BENCANA PADA RSUD dr. H. CHASAN BOESOIRIE TERNATE PROVINSI MALUKU UTARA rosihan ismail
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 1, No 4 (2016): Desember 2016
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.907 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v1i4.55

Abstract

Abstrak: Rumah sakit memegang peranan penting dalam kesiapsiagaan penanganan korban gawat darurat sehari-hari dan bencana sehingga fasilitas kesehatan tersebut harus selalu siap menerima korban gawat darurat sehari-hari dan bencana yang membutuhkan pertolongan cepat dan tepat. Sebagai Rumah Sakit terkemuka di Provinsi Maluku Utara dan juga menjadi pusat rujukan tingkat provinsi, RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate harusnya memiliki sistim pelayanan yang maksimal. Dalam kodisi bencana dan kegawatdaruratan tertentu dimana RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate juga mengalami dampak dari bencana. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mendapatkan model kesiapsiagaan bencana di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate, dan secara khusus untuk mengetahui pengaruh pengetahuan petugas RS, sikap petugas RS, keterampilan petugas RS, kebijakan, manajemen rumah sakit, pengetahuan masyarakat, sikap masyarakat terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana di RSUD dr. H. Chasan Boesoirie Ternate. Jenis penelitian ini adalah penelitian metode survey analitik non exsperiment. Sampel penelitian ini berjumlah 240 orang terdiri dari petugas rumah sakit 120 dan masyarakat dilingkungan rumah sakit 120 orang. Pengambilan sampel menggunakan multistage random sampling. Data diambil menggunakan kuesioner. Analisis statistik dilakukan dengan uji Partial Least Square (PLS) menggunakan Sofware Smart PLS versi 2.0. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan petugas RS dan sikap petugas RS terhadap keterampilan petugas RS, keterampilan petugas RS dan kebijakan manajemen RS berpengaruh signifikan positif terhadap kesiapsiagaan bencana di RS. Model struktural akhir dapat disimpulkan bahwa kesiapsiagaan bencana RS bencana RS dipengaruhi secara langsung oleh kebijakan manajemen RS dan keterampilan petugas RS. Sedangkan keterampilan petugas RS dipengaruhi oleh pengetahuan dan sikap petugas RS. Kata Kunci: Model Kesiapsiagaan, Bencana, Rumah Sakit
TINJAUAN PENGELOLAAN VISUM ET REPERTUM DI RUMAH SAKIT UMUM MUHAMMADIYAH KABUPATEN PONOROGO Murnia Sari; Dwi Nurjayanti; Ani Rosita
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 3 (2018): September 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (240.928 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i3.260

Abstract

Pengelolaan Visum et Repertum Di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo diketahui belum Optimal, Hal ini di karenakan belum sesuai dengan SOP yaitu melebihi waktu pengurusan lebih dari 3 hari. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pengelolaan Visum Et Repertum Di Rumah Sakit Umum Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh dokumen rekam medis Visum Et Repertum pada Tahun 2017 yang berjumlah 108 Visum Et Repertum sedangkan untuk proses pengumpulan data menggunakan Observasi dan Wawancara dengan menggunakan teknik cross-sectional. Berdasarakan hasil penelitian yang dilakukan di RSU Muhammadiyah ponorogo Proses pengelolaan Visum Et Repertum dilakukan oleh Petugas Rekam Medis Sedangkan yang bertugas membuat Visum Et Repertum yaitu Dokter. Dari 108 Visum Et Repertum pada Tahun 2017 diketahui belum berjalan secara optimal karena melebihi waktu pengurusan yaitu lebih dari 3 hari. Hal ini dikarenakan Dokter tidak mengetahui batas waktu maksimal proses pembuatan Visum Et Repertum. Saran bagi RSU Muhammadiyah ponorogo untuk mengantisipasi serta meminimalisir terjadinya penundaan dalam proses pengelolaan Visum Et Repertum maka diharapkan petugas pengelola dapat menjalin komunikasi serta koordinasi yang baik dengan dokter yang bersangkutan agar proses pembuatan Visum Et Repertum tidak mengalami penundaan.
PENGARUH INTERVENSI AROMATHERAPI PALA TERHADAP LAMA WAKTU TIDUR MENCIT Wahyuni Aziza
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 4, No 2 (2019): June 2019
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.73 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v4i2.338

Abstract

Prevalensi gangguan tidur setiap tahun cenderung meningkat, hal ini juga sesuai dengan peningkatan usia dan berbagai penyebabnya. Kaplan dan Sadock melaporkan kurang lebih 40-50% dari populasi usia lanjut menderita gangguan tidur.Banyak intervensi yang dapat digunakan untuk mengatasi gangguan tidur diantaranya obat tradisonal dengan menggunakan pala yang didestilasi menjadi minyak atsiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intervensi aromatherapi pala terhadap lama waktu mencit dengan metode eksperimen yaitu memberikan intervensi aromaterapi bakar pada mencit dan diukur lama waktu tidur sebelum dan setelah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan Rata-rata lama waktu tidur mencit setelah pemberian aromaterapi pala pada kelompok intervensi 1 dengan dosis 2,5% adalah 2,88 detik, pada kelompok intervensi 2 dengan dosis 5% adalah 4,26 detik, sedangkan pada kelompok intervensi 3 dengan dosis 7,5% adalah 5,31 detik. Kesimpulan penelitian, Ada pengaruh aromaterapi pala terhadap lama waktu tidur mencit antara kelompok intervensi 1, intervensi 2, intervensi 3 dan kelompok kontrol dengan p value 0,001 (< 0,005). Sedangkan kelompok yang aromaterapi pala berefek paling besar pada kelompok intervensi 3 dengan mean 5,31 Kata kunci: Aromatherapy, Pala, Gangguan tidur
GAMBARAN HIGIENE SANITASI DAN KUALITAS BAKTERIOLOGIS PADA AIR MINUM ISI ULANG DI KECAMATAN BIRINGKANAYA KOTA MAKASSAR Sukmawati Sukmawati; Wahyuni Sahani; Haderiah Haderiah
GLOBAL HEALTH SCIENCE Vol 3, No 2 (2018): Juni 2018
Publisher : Communication and Social Dinamics (CSD)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.084 KB) | DOI: 10.33846/ghs.v3i2.200

Abstract

Air merupakan salah satu kebutuhan manusia yang paling penting, agar tetap sehat air minum harus memenuhi persyaratan biologis sesuai Permenkes No.492/MENKES/PER/IV/2010. Untuk memenuhi kebutuhan air minum masyarakat, pemilihan air minum isi ulang menjadi salah satu alternatif karena harganya murah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan higiene sanitasi dan kualitas bakteriologis air minum isi ulang di Kecamatan Biringkanaya, Makassar. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jumlah depot yang tidak memenuhi syarat higiene sanitasi (kelaikan fisik) yaitu sebanyak 7 (58,3%) depot dan yang memenuhi syarat sebanyak 5 (41,7%) depot. Berdasarkan uji laboratorium 9 (75%) sampel air baku tidak memenuhi syarat dengan jumlah bakteri berkisar 4 sampai lebih besar 2400 /100 ml. Untuk sampel air minum isi ulang 9 (75%) tidak memenuhi syarat dan jumlah bakteri yang ditemukan bakteri coliform berkisar 0 sampai lebih besar 240 /100 ml. Dapat disimpulkan bahwa kualitas air minum isi ulang yang tidak memenuhi syarat kesehatan dapat disebabkan oleh beberapa faktor higiene sanitasi seperti, lokasi dan bangunan, sarana pengolahan, fasilitas sanitasi, higiene karyawan, dan air baku. Kata kunci: Higiene, Sanitasi, Air minum isi ulang