cover
Contact Name
Siti Aisyah
Contact Email
siti.aisy@gmail.com
Phone
+6287823177983
Journal Mail Official
edusentris_sps@upi.edu
Editorial Address
Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah (P3KI) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - INDONESIA
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 23560703     EISSN : 24422592     DOI : DOI: https://doi.org/10.17509/edusentris
Core Subject : Education,
Edusentris, the Journal of Teaching and Education Studies, is published by Center for Development and Publication of Scientific Work, School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, on March, July and December. It aims to stimulate research, encourage academic exchange, and enhance the professional development for theoretical and practical purposes of scholars and other researchers who are interested in: educational and instructional issues; teaching; schooling; formal and non-formal education; higher and vocational education; educational policies; life-long education.
Articles 164 Documents
PENGEMBANGAN FLASH MNEMONIK SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN TATA BAHASA PRANCIS Ariessa Racmadhany
Edusentris Vol 3, No 2 (2016): Juli
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v3i2.211

Abstract

PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP KETERAMPILAN BERMAIN BOLAVOLI DALAM PENDIDIKAN JASMANI Riki Ramadhan; Amung Ma’mun; Agus Mahendra
Edusentris Vol 5, No 1 (2018): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v5i1.290

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan keterampilan bermain bolavoli antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah dengan menggunakan model pembelajaran Personalized System for Instruction dan model pembelajaran Direct Instruction. Selain itu, penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap keterampilan bermain bolavoli. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian eksperimen dengan desain faktorial 2x2. Teknik pengumpulan data motivasi belajar siswa menggunakan kuisioner, sementara data keterampilan bermain bolavoli siswa menggunakan tes kinerja. Data dianalisis menggunakan uji anova dua jalur. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK swasta di Indramayu sebanyak 68 orang dengan sampel sebanyak 40 orang. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Taro Yamane dan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan bermain bolavoli antara siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi dan rendah dengan menggunakan model pembelajaran Personalized System for Instruction dan model pembelajaran Direct Instruction. Selain itu, terdapat interaksi antara model pembelajaran dan motivasi belajar terhadap keterampilan bermain bolavoli.
PENGARUH FAST INTERVAL TRAINING DAN SLOW INTERVAL TRAINING PADA LACTATE THRESHOLD DAN PERFORMA LARI 1500 METER Iki Afrianda; Eka Nugraha; Hamidie Ronald D.R.
Edusentris VOL 4, NO 1 (2017): MARET
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v4i1.367

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari dua bentuk latihan interval terhadap lactate threshold (LT) dan waktu tempuh lari 1500 m. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. yang dilakukan melalui teknik sampling jenuh. 12 pelari remaja (6 putra dan 6 putri) dikelompokkan secara matching. Kelompok latihan interval melakukan fast interval training (FIT) dengan durasi 30 detik, dengan 4-5 pengulangan dan 4 menit istirahat. Intensitas Average 1500m running velocity sebesar 120% AV. Sedangkan kelompok latihan interval melakukan slow interval training (SIT) dengan durasi ≥ 2 menit. Pengulangan dilakukan sebanyak 6-10, dan 3 menit istirahat pada intensitas 110% dari LT. Data penelitian diperoleh melalui the modified conconi test dan tes lari 1500 m. Hasil pengolahan dan analisis data menunjukkan ada perbedaan yang signifikan antara SIT dan FIT terhadap LT (p=0.029) dan waktu tempuh lari 1500 m (p=0.004). LT berkorelasi dengan waktu tempuh lari 1500 m pada kedua kelompok latihan, yaitu SIT (r =-0.942) dan FIT (r = -0.942). Temuan pada penelitian ini menunjukkan bahwa SIT memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap LT dan waktu tempuh lari 1500m dibandingkan dengan FIT. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa SIT merupakan strategi yang efektif dan efisien dalam meningkatkan LT dan memperbaiki waktu tempuh lari 1500 m untuk periode latihan selama 4 minggu.
MANAGERIAL SKILL IN IMPROVING THE EXCELLENCE OF LEARNING Karwanto .
Edusentris Vol 3, No 1 (2016): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v3i1.206

Abstract

This research reveals deeply managerial skill in improving learning excellence at three excellent senior high schools in Semarang, which have different characteristics. This research used a qualitative approach along with multi-case study design. Techniques of the data collecting include deep interview, observation on participation, along with documentation study. Data credibility checking used triangulation technique, checking the members, and discussion with associates. Data auditable checking of the research was performed by the supervisors and independent auditort. The collected data will be organized, interpreted, and analyzed repeatedly, both through analysis in case and analysis inter-case in order to arrange concept and abstract of the research’s findings. Results of the research show: (1) learning excellence characteristics at three Excellent Senior High Schools in Semarang; (2) Second, the principal’s skills in designing improved learning excellence are determined by prominent skills of the principal, which include skill in managing organizational change, monitoring each change, good skill in designing, and allocating human resources precisely. (3) the principal’s skill in implementing excellent improvement is proven through outcomes of his/her work, which can be seen from both academic and non-academic achievements of the students(4) the principal’s skills in evaluating result of the improved learning excellence during his/her leadership in making good progress for his/her school, creating conducive climate, making a progress in academic field and other prominent skills.ABSTRAKPenelitian ini bermaksud mengungkap lebih mendalam tentang keterampilan manajerial peningkatan keunggulan pembelajaran pada tiga SMA Unggulan di Kota Semarang yang memiliki karakteristik berbeda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi multi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi berperan serta dan studi dokumentasi. Pengecekan kredibilitas data dilakukan dengan teknik triangulasi, pengecekan anggota, dan diskusi teman sejawat. Sedangkan pengecekan auditabilitas data penelitian dilakukan oleh para pembimbing dan independent auditor. Data yang terkumpul melalui ketiga teknik tersebut diorganisasi, ditafsir, dan dianalisis secara berulang-ulang, baik melalui analisis dalam kasus maupun analisis lintas kasus guna menyusun konsep dan abstraksi temuan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan: (1) keunggulan pembelajaran ditemukan pada tiga SMA; (2) keterampilan kepala sekolah dalam perencanaan peningkatan keunggulan pembelajaran yang menonjol dalam: keterampilan memanaj perubahan organisasi, memonitor setiap perubahan, keterampilan merancang yang baik, dan mengalokasikan sumber daya manusia dengan tepat; (3) keterampilan kepala sekolah dalam pelaksanaan peningkatan keunggulan pembelajaran dibuktikan dengan hasil dari unjuk kerjanya melalui perolehan prestasi akademik dan prestasi non-akademik yang dicapai siswa; (4) keterampilan kepala sekolah dalam evaluasi hasil peningkatan keunggulan pembelajaran yang menonjol dalam: memonitor implementasi kebijakan pembelajaran, membina, mengarahkan dan memberdayakan guru dengan baik dalam melakukan evaluasi serta keterampilan dalam memonitor kemajuan belajar siswa.
PERILAKU KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH DAN IKLIM SEKOLAH TERHADAP PENINGKATAN MUTU SEKOLAH DI SMK Agus Saputra
Edusentris Vol 3, No 3 (2016): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v3i3.237

Abstract

This research is intended to examine the effects of leadership behavior of school principals and schoolclimate on school quality of Technology and Engineering Vocational Schools (SMK) in Karawangregency. The method used is descriptive method and analysis. Based on the preliminary study atvocational schools in Karawang regency, the total population of 96 schools have been accreditedfrom various felds of expertise are Technology and Engineering, Business and Management,Agro Business and Agro Industry and Health. This study involved 35 randomly elected vocationalschools. Then to know the number of respondents used stratifed random sampling formula. Theresults of data processing and analysis revealed that school quality and leadership behavior ofprincipals are in high category, While the school climate is included into the category very high.Principal leadership behavior influences the quality of school, school climate affects the qualityof school and together the leadership behavior of school principals and school climate affect thequality of school. Penelitian ini dimaksudkan untuk menguji pengaruh perilaku kepemimpinan kepala sekolah daniklim sekolah terhadap mutu SMK teknologi dan rekayasa Kabupaten Karawang. Metode yangdigunakan adalah metode deskriptif dan analisis. Melalui metode deskriptif, dengan populasi kepadasekolah pada SMK di Kabupaten Karawang. Berdasarkan pra survey di sekolah SMK di KabupatenKarawang tersebut diperoleh jumlah populasi sebanyak 96 SMK yang sudah terakreditasi dariberbagai bidang keahlian yaitu Teknologi dan Rekayasa, Bisnis dan Manajemen, Agro Bisnis danAgro Industri dan Kesehatan. Sampel pada penelitian ini berjumlah 35 sekolah SMK teknologi danrekayasa se Kabupaten Karawang yang dipilih secara acak. Hasil penelitian membuktikan bahwamutu sekolah dan perilaku kepemimpinan kepala sekolah berada pada kategori tinggi, Sedangkaniklim sekolah termasuk ke dalam kategori sangat tinggi. Perilaku kepemimpinan kepala sekolahberpengaruh terhadap mutu sekolah, iklim sekolah berpengaruh terhadap mutu sekolah dan secarabersama-sama perilaku kepemimpinan kepala sekolah dan iklim sekolah berpengaruh terhadapmutu sekolah.
INCORPORATING DEBATE INTO INQUIRY-BASED TEACHING APPROACH TO IMPROVE THE STUDENTS’ HIGHER-ORDER THINKING SKILLS Wahyu Budi Riyanda; Wawan Gunawan
Edusentris Vol 5, No 3 (2018): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v5i3.301

Abstract

Since it is believed that individuals with higher-order thinking skills are more welcomed in educational and vocational contexts, teaching them has become a desirable goal in education. For that reason, this study aimed at improving the students’ higher-order thinking skills by incorporating debate in inquiry-based teaching. The study used mixed-methods research design utilizing pre-test and post-test to collect quantitative data and observation checklist to collect qualitative data. The quantitative data were analyzed using a rubrics, while the qualitative data were analyzed using a checklist. The study revealed that the students’ higher-order thinking skills at all levels improved after the treatment. The improvement at Analyze level could be seen from the students’ better organization of information, at Evaluate level, the students showed improvement in seeing problems from various perspectives and at Create level, the students improved in communicating solutions better. Other than that, the improvement was also observed in terms of the students’ speaking ability.
PERENCANAAN PENILAIAN OTENTIK KURIKULUM 2013: JENIS JENIS PENILAIAN OTENTIK Desyanti Kemalasari Nurisman; Ernawulan Syaodih
Edusentris VOL 4, NO 3 (2017): DESEMBER
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v4i3.378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana perencanaan penilaian otentik berbasis kurikulum 2013 khususnya dalam penentuan jenis-jenis penilaian yang dilakukan di lembaga pendidikan TK-KB LS. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode studi kasus. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa perencanaan penilaian otentik membutuhkan pengetahuan konsep terlebih dahulu dan proses perancangan jenis-jenis penilaian yang baik. Hasil tersebut dapat membangun kembali pemahaman mengenai urgensi penilaian otentik di lembaga pendidikan anak usia dini.
PENGGUNAAN VIDEO BERTEKS DALAM PEMBELAJARAN KOSAKATA DI SEBUAH PERGURUAN TINGGI SWASTA DI BANDUNG Levita Dwinaya
Edusentris Vol 6, No 3 (2019)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v6i3.496

Abstract

Penelitian ini bertujuan meneliti perilaku mahasiswa tingkat pertama pada sebuah universitas swasta terhadap penggunaan video berteks dalam pembelajaran kosakata. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen. Data diperoleh melalui pre-post test terhadap mahasiswa untuk mendapatkan informasi tentang peningkatan pengetahuan kosakata. Selanjutnya dilakukan penyebaran kuesioner untuk memperoleh pemahaman tentang sikap mahasiswa terhadap penggunaan video berteks dalam pembelajaran kosakata. Teknik analisis deskriptif digunakan untuk menjelaskan data kuantitatif yang diolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa para mahasiswa yang terlibat dalam penelitian ini meningkat pengetahuan kosakata mereka sebanyak 43%. Selain itu, para mahasiswa tersebut secara umum cenderung memiliki sikap sangat positif terhadap penggunaan video berteks di dalam pembelajaran kosakata.
AKIDAH, AKHLAK DAN HUBUNGANNYA DENGAN TINGKAH LAKU BELIA DI INSTITUSI PENGAJIAN TINGGI Rohana Tan; Norhasni Zainal Abiddin
Edusentris Vol 1, No 1 (2014): Maret
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v1i1.135

Abstract

 Artikel ini mengupas tentang konsep, definisi remaja dan belia, konsep akhlak, konsep akidah dan hubungannya dengan tingkah laku belia. Teori berkenaan dengan perkembangan remaja dan belia turut dibincangkan dalam artikel ini. Selain itu teori tingkah laku manusia yang dibincangkan adalah Teori Psianalisis, Teori Pembelajaran Sosial dan Teori Tingkah Laku Islam. Teori-teori ini berkaitan dengan psikologi, proses pembelajaran dan sebab musabab manusia itu bertingkah laku sedemikian rupa. Justeru, dengan memahami konsep belia, akhlak, akidah dan teori-teori berkaitan dengan perkembangan remaja dan belia; dan teori tingkah laku manusia, serba sedikit artikel ini dapat membantu memberi gambaran umum tentang persoalan tingkah laku dan masalah belia atau remaja. Tingkah laku yang positif dan negatif ada kaitannya dengan amalan dan penerapan nilai-nilai akhlak dan akidah. Artikel ini diharapkan juga dapat dijadikan rujukan dalam pemantapan literatur dalam aspek berkaitan pembangunan remaja dan belia.Kata kunci: akidah, akhlak, Islam, pembangunan belia, remaja, tingkah laku, institusi pengajian tinggi
UNDERSTANDING ORGANIZATIONAL COMMITMENT AMONG SCOUT VOLUNTEERS WITHIN NON-FORMAL EDUCATION Yeni Rahmawati; Norhasni Zainal Abiddin; Ihsan Ro’is
Edusentris Vol 1, No 3 (2014): Desember
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v1i3.151

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji komitmen organisasi dalam berbagai aspek di organisasi nirlaba, khususnya yang berkaitan dengan unsure-unsur non-formal. Secara khusus, penelitian ini bertujuan untuk menelaah hubungan antara kepuasan dan komirmen organisasi di antara para anggota kepanduan. Penelitian ini menerapkan metode kuantitatif untuk menganalisis data, dan instrumen yang digunakan adalah angket yang diadaptasi dari berbagai sumber. Angket ini terdiri atas beberapa bagian: demografi, indeks kepuasan voluntir dan komitmen organisasi, dan disampaikan kepada 200 responden dari Kwartir Daerah Pramuka Samarinda Kalimantar Timur. Sampel diambil dengan teknik sampel sederhana, dan data diolah dengan statistik inferensial. Hasil penelitian membuktikan bahwa dua dari empat dimensi kepuasan kerja, yaitu dukungan dan kekompakan kelompok memiliki hubungan dengan komitmen organsiasi, sedangkan efikasi dan pemberdayaan organisasi tidak berhubungan dengan komitmen organisasi.Kata kunci: pendidikan non-formal, komitmen organisasi, kepuasan, anggota kepanduan

Page 11 of 17 | Total Record : 164