cover
Contact Name
Siti Aisyah
Contact Email
siti.aisy@gmail.com
Phone
+6287823177983
Journal Mail Official
edusentris_sps@upi.edu
Editorial Address
Pusat Pengembangan dan Publikasi Karya Ilmiah (P3KI) Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia Jalan Dr. Setiabudhi No. 229 Bandung 40154 Jawa Barat - INDONESIA
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 23560703     EISSN : 24422592     DOI : DOI: https://doi.org/10.17509/edusentris
Core Subject : Education,
Edusentris, the Journal of Teaching and Education Studies, is published by Center for Development and Publication of Scientific Work, School of Postgraduate Studies, Universitas Pendidikan Indonesia, on March, July and December. It aims to stimulate research, encourage academic exchange, and enhance the professional development for theoretical and practical purposes of scholars and other researchers who are interested in: educational and instructional issues; teaching; schooling; formal and non-formal education; higher and vocational education; educational policies; life-long education.
Articles 164 Documents
Perbedaan Tingkat Kecerdasan Emosional Siswa Berdasarkan Kegiatan Ekstrakurikuler Olahraga Permainan Dini - Tresnadiani
Edusentris Vol 9, No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v9i2.508

Abstract

Kecerdasan emosional memiliki peranan sangat penting untuk mencapai tujuan pendidikan, salah satunya dapat dikembangkan melalui pendidikan ekstrakurikuler bidang olahraga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat kecerdasan emosional siswa SMA yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga permainan berdasarkan jenis olahraga dan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik survei pada 168 siswa SMA yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga permainan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan emosional siswa SMA yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga permainan termasuk kedalam kategori sedang, tidak terdapat perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa yang mengikuti ekstrakurikuler olahraga beregu dan perorangan. Berdasarkan jenis kelamin ditemukan perbedaan tingkat kecerdasan emosional dengan siswa puteri memiliki kemampuan yang lebih tinggi daripada siswa putera.
PENGARUH LITERASI BENCANA TERHADAP KESIAPSIAGAAN PESERTA DIDIK PADA BENCANA KEBAKARAN HUTAN DAN LAHAN DI KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR Ari Putra Pratama; Enok Maryani; Darsiharjo Darsiharjo
Edusentris Vol 9, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v9i1.573

Abstract

ABSTRAK Kebakaran hutan dan lahan terjadi setiap tahun di Provinsi Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) yang memiliki lahan gambut terluas. Salah satu cara untuk meminimalkan dampak bencana adalah dengan meningkatkan keterampilan literasi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat literasi bencana siswa, pengaruh pembelajaran literasi bencana dan geografi terhadap kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan dan lahan. Metode yang digunakan adalah survei. Jumlah sampel yang diteliti adalah 234 siswa kelas 11 dan 12 SMA di Kabupaten Ogan Komering Ilir. Temuan menunjukkan tingkat literasi bencana siswa secara umum dapat dikategorikan tinggi di setiap zona rawan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, terdapat pengaruh mata pelajaran literasi bencana dan geografi pada materi mitigasi bencana terhadap kesiapsiagaan siswa dalam menghadapi bencana walaupun pengaruhnya cukup kecil. Rekomendasi dari penelitian ini adalah agar pengambil kebijakan melaksanakan simulasi dan seminar kebencanaan secara konsisten, serta memperdalam materi tentang mitigasi bencana dalam kurikulum sekolah.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN TREFFINGER TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIK SISWA SMP Sylvia Dalistyana Herman; Al Jupri
Edusentris Vol 8, No 3 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v8i3.489

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya kemampuan berpikir kreatif matematik siswa yang sangat berpengaruh terhadap keberhasilan belajar matematika siswa. Kemampuan berpikir kreatif matematik siswa SMP masih rendah dan perlu dilatih. Untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa diperlukan pembelajaran yang dapat mengembangkan kreativitas siswa. Model pembelajaran Treffinger diharapkan mampu mengembangkan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa. Tujuan dari penelitian ini yaitu apakah terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa yang diberikan model pembelajaran Treffinger secara keseluruhan dan berdasarkan Kemampuan Awal Matematik (KAM). Jenis penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan nonequivalent control group design. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII pada salah satu SMP di Kota Tasikmalaya. Sampel ditentukan berdasarkan pada teknik purposive sampling dan materi yang dipilih adalah bangun ruang sisi datar. Hasil penelitian menunjukkan: 1) Secara keseluruhan, terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik secara signifikan antara siswa yang memperoleh model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional secara keseluruhan; 2) Terdapat perbedaan peningkatan kemampuan berpikir kreatif matematik secara signifikan antara siswa yang memperoleh model pembelajaran Treffinger dengan siswa yang memperoleh model pembelajaran konvensional ditinjau dari KAM tinggi dan sedang. Namun tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kreatif matematik siswa pada KAM rendah.
REVEALING STUDENTS' NARRATIVE WRITINGS: ITS PROBLEMS AND ALTERNATIVES BY MAKING USE OF VISUAL IMAGES Intan Sinta Dewi Rahayu; Wawan Gunawan; Eri Kurniawan
Edusentris Vol 7, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v7i2.537

Abstract

Writing a narrative text, although it is just so stories, requires a creative imagination and sufficient knowledge of its genre. This paper aims to find out the students’ difficulty in writing narrative text and offers the pedagogical implication to alternate it. Document analysis was employed to compare narrative texts produced by an expert and three students within SFL framework focusing on experiential meaning. The findings show that the experiential meaning was not well-construed in the students’ texts. The students have not richly developed the plot into a more imaginative story due to the simplicity of the series of events, particularly in the complication stage, the lack of circumstance to build the setting of the story, and the improper number of process types, except material process, signified with the frequent repeated lexical choice. To address the students’ difficulty of building the field of the story, this paper provides a practical pedagogical implication of SFL, experiential meaning in particular, for teaching narrative writing by making use of visual images following Genre-Based Approach and multimodal approach. This paper is expected to contribute to the SFL in teaching practice and inspire EFL teachers to design a creative narrative teaching by using the visual images.
STUDENTS’ PERCEPTION OF DIGITALLY-MEDIATED PEER TUTORING IN WRITING CLASS Monika Prisila; Didi Suherdi
Edusentris Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v9i3.590

Abstract

Due to the impact of the corona pandemic, schools now provide instruction and training online. Given that the pandemic has already spread to every region of the globe, educators are urging students to become more proficient in the use of various digital technologies. In one of the West Kalimantan universities, the educational process is supported by digital technology. However, classes are frequently conducted on a large scale, making it challenging for instructors to keep track of their students. Consequently, a small teacher or peer tutor is required as an alternative to the provision of traditional extension classes or the invitation of additional writing instructors in order to assist every student with their individual writing difficulties. Twenty-three third-semester students enrolled in the English study program will be surveyed and interviewed for the purpose of this qualitative study. According to the findings of the study, the students' writing skills improved. Additionally, students responded positively to the use of digitally-mediated peer tutoring in writing classes. Therefore, digitally-mediated peer tutoring can be an option for meeting the needs of online learners.
MENINGKATKAN PEMAHAMAN DAN KOMUNIKASI MATEMATIS SISWA SMA MELALUI PENERAPAN METODE IMPROVE pirmansyah Pirmansyah
Edusentris Vol 8, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v8i2.482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pembelajaran metode IMPROVE terhadap peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) pada pokok bahasan program linear. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen, dengan populasi 4 kelas XI di salah satu SMA Swasta Kabupaten Sukabumi yang terdiri dari 2 kelas laki-laki dan 2 kelas perempuan. Dua kelas perempuan ditetapkan sebagai sampel penelitian. Satu kelas menjadi kelompok eksperimen yang menerima pembelajaran metode IMPROVE, dan satu kelas lainnya menjadi kelompok kontrol yang menerima pembelajaran konvensional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa; 1) pemahaman dan komunikasi matematis siswa yang menerima pembelajaran metode IMPROVE lebih tinggi daripada siswa yang menerima pembelajaran konvensional; 2) Peningkatan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran metode IMPROVE lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembalajaran konvensional. Hal tersebut ditinjau dari rata-rata peningkatan (N-gain) kelas eksperimen lebih tinggi dari kelas kontrol; 3) Terdapat korelasi positif antara kemampuan pemahaman dan kemampuan komunikasi matematis siswa yang memperoleh pembelajaran metode IMPROVE
PROSES PENERIMAAN DIRI ORANG TUA ANAK USIA DINI DENGAN GEJALA ADHD Astri Nur Latifah
Edusentris Vol 7, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v7i1.527

Abstract

Kehadiran seorang anak yang normal adalah salah satu hal yang dinanti nanti oleh sepasang suami istri. Namun demikian sering juga terjadi keadaan dimana anak menunjukan masalah dalam perkembangan sejak usia dini. Salah satu contoh masalah yang dapat terjadi adalah munculnya gejala attention deficit hyperactive disorder (ADHD). Ketika anak dinyatakan memiliki gejala ADHD biasanya timbul daftar tanpa akhir dari kemungkinan reaksi orang tua yang bisa berupa : kemarahan, malu, keprihatinan, kecemasan, penolakan, kebingungan, mengasihani diri sendiri, shock, ketakutan, kesedihan, stress dan berkabung. Dalam penelitian ini terdapat tiga orang tua yang mengalami proses penerimaan diri ketika anak-anaknya di diagnosis memiliki kecenderungan ADHD. Penerimaan diri sangat penting dimiliki oleh orang tua, karena hal ini bisa menjadi salah satu faktor untuk memberikan pengasuhan yang tepat dan terbaik bagi anak.Proses penerimaan diri yang dihadapi tiap orang tidak lah selalu sama. Dalam proses penerimaan diri ini orang tua melalui beberapa fase seperti sedih dan takut, stress, tidak  minder dan yang terakhir adalah bisa menerima perbedaan anak. Orang tua merasa sedih dan takut ketika pertama kali tahu bahwa anaknya memiliki gejala ADHD. Fase stress muncul ketika orang tua menyadari sulitnya mengasuh anak dengan gejala ADHD. Namun setelah fase stress ini terlewati orang tua mulai merasa tidak perlu minder dengan keadaan anak-anaknya. Setelah fase perasaan tidak minder akan keadaan anak dilewati, orang tua pada akhirnya dapat menerima secara emosional dan intelektual tentang perbedaan anaknya tersebut. 
Efektivitas Program Lifeskills-Vokasional di Purwakarta Terhadap Pengenalan Potensi Wilayah Rega Ginanjar Rosmika
Edusentris Vol 7, No 3 (2020)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v7i3.311

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengenalan potensi wilayah setempat oleh peserta didik untuk mengatasi masalah pengangguran pasca peserta didik menyelesaikan Pendidikan dasar. Masalah yang diangkat adalah berjalannya program lifeskills di Kabupaten purwakarta dengan nama “tujuh poe atikan Purwakarta istimewa” salah satu program didalammnya adalah vokasional, dimana peserta didik ikut serta dalam pekerjaan orang tua, yang dinilai dapat membantu peserta didk dalam mengenal potensi wilayah setempat.. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat efektivitas program lifeskills-vokasional dalam mengenal potensi wilayah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey. Hasil uji hipotesis pada masalah yang diajukan adalah terdapatnya efektivitas program lifeskills-vokasional yang dilaksanakan terhadap pengenlan potensi wilayah setempat.Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa program lifeskills-vokasional yang dilaksanakan efektiv bagi peserta didik dalam mengenal potensi wilayah daerah setempat.
LATIHAN SIRKUIT SIGNIFIKAN MENINGKATKAN KEBUGARAN PADA WANITA OBESITAS Denny Ramdhanni
Edusentris Vol 8, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v8i1.473

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh latihan sirkuit terhadap tingkat kebugaran pada wanita obesitas. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimental. Subjek penelitian berjumlah 22 orang wanita gemuk dengan klasifikasi (25kg/m² - 30kg/m²), Penelitian dilakukan tiga kali dalam satu minggu selama kurang lebih 8 minggu dan pengambilan sampel menggunakan teknik purvosive sampling. Instrumen yang digunakan adalah; 1) Tes lari bruce treadmill protocol untuk mengukur VO2 Max, 2) Sit and Reach Test (tes duduk jangkau) untuk mengukur fleksibilitas dan 3) tes Push-up mengukur daya tahan dan juga kekuatan otot lengan dan bahu. Data yang diperoleh dan diolah dengan software SPSS versi 21.0, melalui pengujian Independent Sampel T-Test. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa. 1) latihan sirkuit signifikan meningkatkan VO2 Max pada wanita obesitas, 2) latihan sirkuit signifikan meningkatkan Sit and Reach pada wanita obesitas dan 3) latihan sirkuit signifikan meningkatkan Push-up pada wanita obesitas. Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh latihan sirkuit terhadap tingkat kebugaran  pada wanita obesitas.
KECENDERUNGAN DAN TIPIKAL DISRUPTIVE BEHAVIOR DALAM SITUASI PEMBELAJARAN annur - aliyyu; nani m sugandhi; Ilfiandra - -
Edusentris Vol 9, No 3 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/edusentris.v9i3.511

Abstract

AbstractFacing disruptive behavior is the struggle of every teacher in learning. The teacher will spend a lot of time disciplining students before starting learning. Disruptive behavior that is carried out continuously without appropriate intervention has the potential to disrupt teacher performance and student learning success. The purpose of this study is to describe the tendencies and typical disruptive behavior in learning situations. The study uses a quantitative approach with descriptive methods. The instrument used was a Disruptive Behavior Scale questionnaire adapted from the Disruptive Behavior Scale Professed by Students (DBS-PS) instrument developed by Feliciano H Veiga from Universidade de Lisboa, Portugal. The population and sample of the study were 115 students of Class X of SMA Negeri 2 Sukabumi City. Data on trends and typical disruptive behavior use descriptive statistical procedures. The results showed that the general disruptive behavior of students was in the category of being headed low. Typical disruptive behavior of students is included in the category of distractions (distraction transgression) associated with disturbances, neglect, and violations of the rules. Research recommendations are aimed at teacher guidance and counseling.