cover
Contact Name
akhyarnis febrialdi
Contact Email
febrialdi1@gmail.com
Phone
+628117408799
Journal Mail Official
baselang@e-journal.faperta.universitasmuarabungo.ac.id
Editorial Address
Jl. Lintas Sumatera, Kampus 1 Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo
Location
Kab. bungo,
Jambi
INDONESIA
Baselang: Jurnal Ilmu Pertanian, Peternakan, Perikanan dan Lingkungan
ISSN : cd     EISSN : 27982114     DOI : 10.36355
Core Subject : Agriculture, Social,
The Baselang Journal is a scientific journal that publishes research results and/or reviews articles in the fields of Agriculture, Livestock, Fisheries, and Environment. As well as presenting information on research results and scientific articles for sustainable agricultural development in Indonesia which are published electronically. The Baselang Journal is published by the Faculty of Agriculture, Muara Bungo University. The Baselang Journal is published twice a year, in April and October. The scope of the Baselang Journal covers general agriculture and the environment, namely: Cultivation (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Agribusiness/Social Economics (Agriculture, Livestock, and Fisheries), Technology (Agriculture, Livestock, and Fisheries), and Environment. The Baselang Journal has implemented Open Journal Systems (OJS) since 2021 for all publishing processes in the Baselang Journal. Therefore, authors are required to register in advance and upload manuscripts online. Registration and login are required to submit the manuscript and its completeness online and to check the current status of the manuscript. Manuscript processing can be monitored through OJS by authors, editors, reviewers, and readers in real-time for all manuscripts.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 6, No 1: APRIL 2026" : 6 Documents clear
Studi Perbandingan Pewiwilan Terhadap Produksi Tanaman Strawberry (Fragaria ananassa L.) Se’do, Maria; Beja, Henderikus Darwin; Bolly, Yovita Yasinta
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.303

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan pertumbuhan vegetatif tanaman stroberi (Fragaria ananassa L.) yang berlebihan sehingga dapat menghambat pembentukan bunga dan buah . Pewiwilan  merupakan salah satu teknik budidaya yang dilakukan untuk mengendalikan pertumbuhan vegetatif dengan cara memangkas sulur dan daun tua agar energi tanaman terfokus pada pembentukan organ generatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan pewiwilan terhadap produksi tanaman stroberi. Penelitian dilaksanakan pada September 2025 di PT. Kusuma Agrowisata, Kota Batu, menggunakan metode komparatif dengan dua perlakuan, yaitu tanpa pewiwilan dan dengan pewiwilan. Sampel penelitian berjumlah 80 tanaman yang terdiri atas 40 tanaman tanpa pewiwilan dan 40 tanaman dengan pewiwilan. Pengamatan dilakukan selama lima minggu dan data dianalisis secara komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman tanpa pewiwilan memiliki tinggi tanaman lebih tinggi  (19,71 cm) dibandingkan tanaman dengan pewiwilan (16,97 cm). Namun, perlakuan pewiwilan menghasilkan pembentukan bunga yang lebih stabil serta jumlah buah lebih tinggi pada minggu ke-5, yaitu 1,87 buah dibandingkan 1,7 buah pada tanaman tanpa pewiwilan. Pewiwilan terbukti mampu meningkatkan efisiensi distribusi nutrisi dan produksi tanaman stroberi melalui pengendalian pertumbuhan vegetatif.
Peran Media Tanam Pada Proses Pertumbuhan Bibit Kopi Robusta (Coffea canephora) Nunung, Agnes Yuniati; Beja, Henderikus Darwin; Bolly, Yovita Yasinta
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.299

Abstract

Tanaman kopi robusta (Coffea canephora) merupakan komoditas perkebunan strategis indonesia yang memerlukan ketersediaan bibit unggul untuk menjaga peningkatan produksi. Permasalahan utama dalam pembibitan adalah penentuan media tanam yang mampu menyediakan nutrisi optimal bagi pertumbuhan bibit kopi. Tujuan dari studi ini adalah mengkaji peran berbagai media tanam dan menentukan media tanam yang paling berpengaruh pada proses pertumbuhan bibit Kopi Robusta. Metode penelitian ini disusun dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pengujian 5 perlakuan media tanam yaitu: P0: Tanah, P1: Tanah + Pasir, P2: Tanah + Sekam Padi, P3: Tanah + Pasir + Bokashi, P4: Tanah + Sekam Padi + Bokashi. Parameter pengamatan adalah tinggi tanaman dan jumlah daun selama empat minggu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa perlakuan media tanam pada proses pertumbuhan bibit kopi robusta (Coffea canephora) memberikan pengaruh yang tidak signifikan terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Hal ini mengindikasikan bahwa secara umum seluruh media tanam tetap berperan sebagai faktor pendukung pertumbuhan, namun pengaruhnya belum tampak secara nyata. Rata-rata pertumbuhan menunjukan media tanah + sekam + bokashi memberikan pertumbuhan tinggi tanaman dan jumlah daun yang lebih optimal dibanding media lainnya.
Analisis Sifat Kimia Tanah Pada Lahan Budidaya Bunga Kol (Brassicaoleraceavar) Di Pt. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya Moa, Yanuarius Reginaldo; Beja, Hendrikus Darwin; Malado, Mario
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.300

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sifat kimia tanah pada lahan budidaya bunga kol di PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya. Penelitian ini telah dilaksanakan di Lokasi lahan budidaya bunga kol (Brassica Oleracea Var). Milik PT. Kusuma Satria Dinasasri Wisatajaya, Yang berlokasi di Jalan Abdul Gani Atas, Kota Batu, Malang, Jawa Timur. Sampel tanah diambil untuk dilakukan evaluasi sifat kimia tanah di Laboraturium Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur. Kegiatan ini dilaksanakan dari bulan September 2025 sampai dengan bulan Desember 2025. Pengambilan sampel tanah dilakukan secara acak dengan 5 titik sampel kemudian di komposit menjadi satu. Parameter yang dianalisis meliputi pH tanah,C-Organik,N total, P-olsen, K-dd, dan KTK. Hasil penelitian menunjukan bahwa pH tanah tergolong netral,C-Organik  tergolong sedang,N total sedang, P Olsen sangat tinggi, K-dd tinggi, dan KTK rendah.Secara umum, sifat kimia tanah  dilokasi penelitian dikategorikan sedang sehingga perlu dilakukan pengolahan tanah dengan menambahkan bahan organik untuk meningkatkan KTK sehingga kemampuan tanah untuk menahan dan menyediakan unsur hara bagi tanaman.
Peranan Modal Sosial Dalam Usahatani Sayur Sawi (Studi Kasus Petani Sawi Kelurahan Mugirejo) Kecamatan Sungai Pinang) Yulianto, Eko Harri; Widuri, Nike; Rahmawati, Dila
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.301

Abstract

Modal Sosial adalah seperangkat nilai, norma, dan jaringan hubungan yang memungkinkan individu maupun kelompok bekerja sama untuk mencapai tujuan bersama, termasuk dalam pengelolaan usahatani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan modal sosial dalam usahatani sayur sawi di Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang. Penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2024 di Kelurahan Mugirejo Kecamatan Sungai Pinang. Lokasi ditetapkan secara sengaja (purposive), Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif yang didukung oleh pengukuran data menggunakan skala likert. Pertanyaan disusun dalam bentuk kuesioner dan diber skor untuk mengkategorikan tingkat peranan modal sosial. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa peranan modal sosial dalam usahatani sayur sawi di Kelurahan Mugirejo berada pada kategori rendah dengan rata-rata skor 25. Indikator kepercayaan dan norma sosial juga berada pada ketegori rendah, sedangkan indikator jaringan sosial berada pada kategori sedang. Kesimpulannya, kepercayaan dan norma sosial memiliki peranan yang relatif kecil dalam usahatani sayur sawi, sementara komponen modal sosial yang paling berpengaruh adalah jaringan sosial, terutama hubungan petani dengan tengkulak, penyedia lahan pertanian, dan tenaga kerja.  
Strategi Pengembangan Agrowisata Di Desa Manunggal Jaya Kecamatan Tenggarong Seberang Kabupaten Kutai Kartanegara Purba, Berta Nauli; Mursidah, Mursidah; Juita, Firda
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.302

Abstract

Agrowisata menghubungkan sektor pertanian dengan pariwisata untuk meningkatkan nilai ekonomi, memperluas kesempatan kerja, dan mendorong pelestarian lingkungan. Kebun Belimbing Pak Sugiman merupakan contoh agrowisata berbasis masyarakat yang berkembang secara mandiri di Desa Manunggal Jaya. Meskipun memiliki potensi besar, lokasi ini menghadapi berbagai tantangan internal dan eksternal, seperti promosi yang terbatas, keterbatasan manajemen, serta persaingan dengan destinasi lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor internal dan eksternal serta merumuskan strategi pengembangan yang tepat serta berkelanjutan untuk Kebun Belimbing Pak Sugiman. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis menggunakan matriks IFE dan EFE yang dilanjutkan dengan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan total IFE = 2,60 dan EFE = 2,87 dengan koordinat SWOT (1,63; 2,03) yang berada pada Kuadran I (strategi agresif). Oleh karena itu, strategi pengembangan difokuskan pada pemanfaatan kekuatan dan peluang untuk mencapai pertumbuhan. Rekomendasi utama meliputi penguatan promosi digital melalui media sosial berbasis keunggulan konsep wisata edukasi dan harga yang terjangkau, pengembangan paket wisata edukatif terpadu, peningkatan kualitas layanan melalui pelatihan dan perbaikan sarana, serta perluasan kerja sama dengan UMKM, lembaga pendidikan, dan instansi pemerintah guna mewujudkan agrowisata yang berkelanjutan dan inklusif. Membangun kemitraan dengan lembaga pendidikan formal dan non-formal, guna memperkuat posisi agrowisata sebagai destinasi edukatif yng mendukung program pembelajaran luar kelas (S3, O3).Memanfaatkan lokasi yang mudah dijangkau dan ketersediaan buah belimbing segar sebagai daya saing utama, didukung oleh program pemberdayaan dan promosi dari instansi terkait untuk memperluas segmentasi pasarKata kunci: agrowisata; belimbing; strategi pengembangan; IFE; EFE; SWOT
Analisis Nilai Tambah Kedelai Menjadi Tempe dan Keripik Tempe Studi Kasus UMKM Rumah Teduh Penajam Paser Utara Mariati, Rita; Cahyani, Retno Tri; Mariyah, Mariyah
Baselang Vol 6, No 1: APRIL 2026
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muara Bungo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36355/bsl.v6i1.307

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan usaha produktif untuk menggunakan hasil pertanian sebagai bahan baku produksi, seperti hasil pertanian kedelai. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis biaya produksi, penerimaan dan pendapatan serta nilai tambah yang diperoleh dari UMKM Rumah. Hasil penelitian menunjukkan biaya produksi yang dikeluarkan pada pembuatan tempe aci sebesar Rp4.753.930,56 dan biaya produksi pada tempe original sebesar Rp3.614.930,56. Biaya produksi pembuatan keripik tempe aci sebesar Rp11.247.980,62 dan biaya produksi pembuatan keripik tempe original sebesar Rp9.538.592,00. Penerimaan sebesar Rp20.805.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp9.557.019,38 pada keripik tempe aci dan penerimaan sebesar Rp15.660.000,00 dengan pendapatan sebesar Rp6.121.408,00pada keripik tempe original. Nilai tambah yang dihasilkan pada tempe aci sebesar Rp4.692,31/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 19,25% dan nilai tambah pada tempe original sebesar Rp34.427,91/kg dengan rasio nilai tambah 31,12%. Adapun nilai tambah pada keripik tempe aci sebesar Rp61.338,79 /kg dengan rasio nilai tambah 61,34%. Nilai tambah pada keripik tempe original sebesar Rp68.911,41/kg dengan rasio nilai tambah sebesar 57,43%.

Page 1 of 1 | Total Record : 6