cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Phone
+6285345044457
Journal Mail Official
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Untan Jln. Imam Bonjol Pontianak Telp/fax : 0561-767673 / 0561-764513
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL HUTAN LESTARI
ISSN : 23383127     EISSN : 27761754     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v8i4
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hutan Lestari merupakan jurnal ilmu kehutanan yang menyajikan artikel mengenai hasil-hasil penelitian meliputi bidang teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan politik kehutanan. Setiap naskah yang dikirimkan ke Jurnal Hutan Lestari akan ditelaah oleh Penelaah yang sesuai dengan bidangnya. Jurnal Hutan Lestari dipublikasikan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura diterbitkan setiap 3 bulan sekali.
Articles 915 Documents
KEANEKARAGAMAN JENIS SEMUT TERESTRIAL BERDASARKAN TIPE HABITAT DI HUTAN SEKUNDER DESA JELIMPO KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Putro, Heru Sapto; Kartikawati, Siti Masitoh; Anwari, M Sofwan
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v9i4.46248

Abstract

Ants are social or eusocial insects that belong to the group of insects with the order Hymenoptera and the family Formicidae. Terrestrial ants are a type of insects that live on the surface of the soil and play a role in overhauling soil materials. The secondary forest area in Jelimpo village has various types of habitats including tengkawang habitat, mixed habitat and field habitat which is the location for ant research because each habitat has different environmental conditions so it is very interesting to examine the diversity of ant species in the area. The purpose of this study is to obtain data on the diversity of ant species and their benefits can provide information about the  ants species. The method used is purposive sampling by installing a pitfall trap contained in the observation plot measuring 20m × 20m and sub plot 2m × 2m. The results of this study is 3.704 individual ants with 4 sub famili namely Ponerinae, Myrmicinae, Formicinae and Dolichoderinae and 19 species of ants found in three types of habitat.  Keywords: Diversity, Habitat, Secondary Forest, Terestrial Ants,  AbstrakSemut adalah serangga sosial atau eusosial yang termasuk dalam kelompok serangga dengan ordo Hymenoptera dan famili Formicidae. Semut terestrial merupakan jenis serangga yang hidup dibagian permukaan tanah dan ikut berperan dalam merombak material tanah. Kawasan hutan sekunder di desa Jelimpo memiliki berbagai tipe habitat diantaranya habitat tengkawang, habitat campuran dan habitat ladang yang menjadi lokasi untuk penelitian semut karena setiap habitat memiliki kondisi lingkungan yang berbeda sehingga sangat menarik untuk meneliti keanekaragaman jenis semut dikawasan tersebut. Tujuan penelitian ini untuk memperoleh data keanekaragaman jenis semut dan manfaatnya dapat memberi informasi mengenai jenis semut. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling dengan memasang jebakan jatuh berumpan atau pitfall trap yang terdapat pada plot pengamatan berukuran 20m × 20m dan sub plot 2m × 2m. Hasil penelitian ini.terdapat 3.704 individu semut dengan 4 sub famili yaitu Ponerinae, Myrmicinae, Formicinae dan Dolichoderinae  dan 19 jenis semut yang ditemukan di tiga tipe habitat.Kata kunci: Keanekaragaman, Habitat, Hutan Sekunder, Semut Terstrial
UJI IN VITRO DAYA RACUN DAUN RENGAS (Gluta renghas Linn) DAN MANGGA KWENI (Mangifera odorata Griff) TERHADAP SERANGAN JAMUR PELAPUK KAYU (Schizopyllum commune Fries) ecitriwulan, ecitriwulan; Ekyastuti, Wiwik; Mariani, Yeni
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v9i4.48831

Abstract

Wood is an organic material that is easily affected by various factors of wood destruction, one of them is wood decay fungal Schizopyllum commune Fries. To overcome the attack of this fungal, it is needs preventive efforts such as using natural materials that are efficacious as anti-fungal. In this study, testing was conducted to analyze the toxic power of methanol extract from the leaves of Anacardiace family plant, namely Gluta renghas and Mangifera ordorata. This study used RAL factorial with 2 factors (type of leaves extract and concentration levels). The methods used were moisture content measurement of those leaves powder, extraction stage with methanol solvent, yield percentage measurement, and anti fungal assays. The results showed that there was no interaction between type of leaves extract and concentrations levels, but concentration levels showed significant effect to the antifungal activity. The optimum concentration of the extracts in inhibited the growth of decay fungal S. commune was 3 %. Keywords: in vitro assay, anti fungal, Gluta renghas, Mangifera ordorata rengas, Schizopyllum commune AbstrakKayu merupakan bahan organic yang mudah terserang berbagai faktor perusak kayu diantaranya adalah jamur pelapuk Schizopyllum commune Fries, untuk megatasi serangan jamur ini perlukan usaha pencegahan seperti menggunakan bahan alam yang berkhaasiat sebagai anti jamur. Dalam penelitian ini dilakukan penggujian untuk mengganalisadaya racun ekstrak methanol dari daun tanaman family Anacardiace yaitu G. renghas dan M. ordorata. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) factorial dengan 2 faktor (jenis ekstrak dan tingkat konsentrasi). Metode yang digunakan adalah pengukuran kadar air serbuk, ekstraksi dengan menggunakan pelarut methanol, penentuan rendemen dan pengujian anti jamur. Hasil penelitian diperoleh bahwa tidak terdapat interaksi antara factor jenis ekstrak dan tingkat konsentrasi, sedangkan factor tingkat konsentrasi mempengaruhi aktivitas anti jamur. Konsentrasi terbaik dari kedua ekstrak dalam menghambat jamur pelapuk S. commune adalah 3 %. Abstrak ditulis dalam Bahasa Indonesia dengan spasi tunggal, mempergunakan huruf Kata kunci: uji in vitro, anti jamur, Gluta renghas, Mangifera ordorata rengas, Schizopyllum commune
IDENTIFIKASI JENIS POHON FAMILY DIPTEROCARPACEAE PADA HUTAN RAWA GAMBUT DI KAWASAN HUTAN DENGAN TUJUAN KHUSUS (KHDTK) UNIVERSITAS TANJUNGPURA KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK KALIMANTAN BARAT Petrus, Simon; Manurung, Togar Fernando; Kartikawati, Siti Masitoh
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v9i4.49103

Abstract

Dipterocarpaceae has the richest species on the island of Borneo, both in terms of wealth and diversity of species. Family diversity of dipterocarpaceae was found in 268 species. The richness of this species is spread across various forest types in Kalimantan, which vary widely in climatic formations. Data on tree species diversity in peat swamp forest is still lacking, so the research was conducted in the peat swamp forest in the UNTAN Special Purpose Forest Area (KHDTK) to determine the types of trees with dipterocarp family in the peat swamp ecosystem. The method used is the method of exploration and collection of flora which is carried out by roaming on the transect line which can represent the vegetation in the area under study. Based on the results of the research, there were 16 species found in the Dipterocarpaceae.Keywords: Identification, Family Dipterocarpaceae, Tree Species and Peat Swamp Forests. AbstrakDipterocarpaceae memiliki spesies terkaya di pulau Kalimantan, baik dari segi kekayaan maupun keanekaragaman spesiesnya. Keanekaragaman famili dipterocarpaceae ditemukan pada 268 spesies. Kekayaan jenis ini tersebar di berbagai tipe hutan di Kalimantan yang sangat bervariasi dalam formasi iklimnya. Data keanekaragaman jenis pohon di hutan rawa gambut masih kurang, sehingga dilakukan penelitian di hutan rawa gambut di Kawasan Hutan Tujuan Khusus (KHDTK) UNTAN untuk mengetahui jenis-jenis pohon yang famili dipterokarpa pada ekosistem rawa gambut. Metode yang digunakan adalah metode eksplorasi dan koleksi flora yang dilakukan dengan cara jelajah pada garis transek yang dapat mewakili vegetasi di daerah yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 16 spesies yang ditemukan pada Dipterocarpaceae.Kata Kunci: Identifikasi, Family Dipterocarpaceae, Spesies Pohon dan Hutan Rawa Gambut.
PEMANFAATAN AREN (Arenge pinnata) OLEH MASYARAKAT SUKU DAYAK MUARA DI DESA SUNGAI ILAI KECAMATAN BEDUAI KABUPATEN SANGGAU Puspitasari, Septiyani; Roslinda, Emi; Manurung, Togar Fernando
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v9i4.48382

Abstract

AbstractSugar palm is non timber forest products from the starch and fruits types. Sugar palm spread from East India to Indonesia and has many benefits for the community one of them is Dayak Muara community. Purpose of this study is to describe the use of sugar palm and the efforts to maintain sugar palm by the Muara Dayak community in Sungai Ilai Village Beduai District Sanggau District. This study used the concept survey methods with data collection techniques in the form of interviews with a questionnaire guide to 70 respondents using sugar palm, and observation techniques in Muara Ilai, Batu Karang and Sungai Goa Dalam. The results showed the part of sugar palm that used is roots, stems, flowers, fruit, leaves, fibers and sticks to used as traditional medicine, palm flour, palm caterpillars, sugar palm, ready to drink palm water, sugar palm wrappers, traditional ceremony ornaments, bubu (fish traps), plates and sugar palm fruit. The use of sugar palm by the community can for production and consumption needs. Production needs get from sugar palm, ready to drink palm water, palm wrappers, bubu (fish traps), and plates, meanwhile for consumption needs that is when sugar palm used as traditional medicine, palm flour, palm caterpillars, traditional ceremony ornaments and broom sticks. The efforts of the Muara Dayak community to maintain sugar palm in two ways, the first is maintaining the naturally growing in Batu Karang and Sungai Goa Dalam and do cultivation in Muara Ilai. Keywords: Utilization Sugar Palm, Dayak Muara Community, Production, ConsumptionAbstrakAren merupakan Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dari kelompok jenis pati dan buah-buahan. Aren menyebar dari India Timur sampai ke Indonesia dan memiliki berbagai manfaat bagi masyarakat salah satunya masyarakat Dayak Muara. Penelitian ini bertujuan menguraikan pemanfaatan Aren dan usaha mempertahankan Aren oleh masyarakat suku Dayak Muara di Desa Sungai Ilai Kecamatan Beduai Kabupaten Sanggau. Metode penelitian ini adalah metode survey dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dengan panduan kuesioner kepada 70 responden pemanfaat Aren, dan teknik observasi yang dilakukan di tiga dusun yaitu Muara Ilai, Batu Karang dan Sungai Goa Dalam. Hasil penelitian menunjukkan bagian Aren yang dimanfaatkan adalah bagian akar, batang, bunga, buah, daun, ijuk dan lidi yang digunakan sebagai obat tradisional, tepung Aren, ulat Aren, gula Aren, air nira siap minum, pembungkus gula Aren, ornamen upacara adat, bubu (perangkap ikan), piring, sapu lidi dan kolang-kaling. Pemanfaatan Aren oleh masyarakat dapat memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi. Kebutuhan produksi diperoleh dari gula Aren, nira Aren siap minum, pembungkus gula Aren, bubu (perangkap ikan), dan piring, sementara untuk kebutuhan konsumsi yaitu ketika Aren sebagai obat tradisional, tepung Aren, ulat Aren, ornamen upacara adat dan sapu lidi. Usaha masyarakat Dayak Muara untuk mempertahankan Aren dilakukan dengan dua cara yaitu memelihara Aren yang tumbuh secara alami yang dilakukan masyarakat di Dusun Batu Karang dan Sungai Goa Dalam dan melakukan bududaya Aren yang dilakukan di Dusun Muara Ilai. Kata kunci: Pemanfaatan Aren, Masyarakat Suku Dayak Muara, Produksi, Konsumsi
PENILAIAN POTENSI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA ALAM (ODTWA) KAWASAN MANGROVE DI DESA SUNGAI KUPAH KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Nurani, Siti; Rifanjani, Slamet; Ardian, Hafiz
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v9i4.48631

Abstract

Sungai Kupah is one of the villages in Kubu Raya Regency which has diverse natural resources such as flora and fauna as well as natural beauty that has the potential as a tourist attraction. This study aims to assess the object potential and natural attractions of the mangrove area and to find out the characteristics of visitor to the mangrove area of the Sungai Kupah, Sungai Kakap District, Kubu Raya Regency. This tourist attraction has not been as popular as other tourism because has not been exposed out. This research is expected to promote mangrove Sungai Kupah area more widely. It needs to be researched to assess the potential feasibility of developing the object of natural tourist attraction (ODTWA) Mangrove Sungai Kupah area. The method used is accidental sampling for visitor respondents and purposive sampling for informants. The result from this research, mangrove sungai kupah area get a value of 4.009,62 with an average value of 373 (B) is quite potential to be developed, while the visitor profile is visitors who come more than female visitor, the age range of visitors who mostly come is 17-23 years, with the most dominant marital status being married, the purpose of visiting is forrest or recreation, most visitor come for the first time with the length of the visit is at most 2-2,5 hours, the vehicles used are mostly motorized and knowing the existence of tourist attractions in the mangrove area on the Sungai Kupah river, most of the information comes from friends.Keyword: Accidental Sampling, Sungai Kupah, Tourist AttractionAbstrakSungai Kupah merupakan salah satu desa di Kabupaten Kubu Raya yang memiliki kekayaan alam yang beragam seperti flora dan fauna serta keindahan alam yang berpotensi sebagai daya tarik wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji potensi objek dan daya tarik wisata alam kawasan mangrove serta mengetahui karakteristik pengunjung kawasan mangrove Sungai Kupah Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. Objek wisata ini belum sepopuler wisata lainnya karena belum terekspos. Penelitian ini diharapkan dapat mempromosikan kawasan mangrove Sungai Kupah lebih luas. Perlu dilakukan penelitian untuk mengkaji potensi kelayakan pengembangan objek wisata alam (ODTWA) kawasan Mangrove Sungai Kupah. Metode yang digunakan adalah accidental sampling untuk responden pengunjung dan purposive sampling untuk informan. Hasil dari penelitian ini, kawasan mangrove sungai kupah mendapatkan nilai 4.009,62 dengan nilai rata-rata 373 (B) cukup potensial untuk dikembangkan, sedangkan profil pengunjung yaitu pengunjung yang datang lebih banyak dari pengunjung perempuan, kisaran usia pengunjung yang paling banyak datang yaitu 17-23 tahun, dengan status pernikahan paling dominan yaitu sudah menikah, tujuan berkunjung yaitu untuk istirahat/rekreasi, paling banyak pengunjung datang pertama kali dengan lama waktu kunjungan paling banyak 2-2,5 jam, kendaraan yang digunakan kebanyakan bermotor dan mengetahui adanya tempat wisata kawasan mangrove di Sungai Kupah kebanyakan informasi dari teman.Kata Kunci : Accidental Sampling, Daya Tarik Wisata, Sungai Kupah
PEMANFAATAN TUMBUHAN OBAT OLEH MASYARAKAT DI KELURAHAN SEBALO KECAMATAN BENGKAYANG KABUPATEN BENGKAYANG Musaicho, Dodi; Dirhamsyah, M; Yanti, Hikma
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v9i4.49858

Abstract

Medicinal plants are the use of biodiversity that is around us, both cultivated plants and wild plants. Since ancient times, plants have been used as medicine. The use of plants as medicine is also still carried out by the Bengkayang community, one of which is in Sebalo Village, Bengkayang District, Bengkayang Regency. Since ancient times, people have used plants as a treatment for all kinds of diseases. The purpose of this study is to determine the types of plants used as medicine and to know the parts and benefits of medicinal plants found in Sebalo Village, Bengkayang District, Bengkayang Regency. The research was conducted using descriptive methods, namely survey and interview techniques. Collecting data in the form of qualitative data directly in the field to informants, the data collected includes primary and secondary data. Sampling/respondents were carried out by Snowball Sampling. Data analysis was carried out by qualitative descriptive analysis, namely describing the data collected in the form of words, pictures, and not numbers. Based on the results of interviews with the people of Sebalo Village, Bengkayang District, Bengkayang Regency, there are 31 types of medicinal plants and 22 families that are used by the community. The medicinal plants found in the field were 5 species of trees, 11 species of shrubs, 13 species of herbs, and 3 types of lianas. The method of processing these medicinal plants, starting from boiling, burning, pounding, kneading, sliced, and directly used . Based on the method of processing, most medicinal plants are processed by boiling as many as 16 types of medicinal plants. While the least is by chewing and burning. The use of medicinal plants is mostly done by drinking 24 types, and the least is by eating and rubbing, which is only 1 type.Keywords :  Bengkayang Regency, Medicinal plants, Sebalo village, UtilizationAbstrakTumbuhan obat merupakan pemanfaatan keanekaragaman hayati yang ada di sekitar kita, baik tumbuhan budidaya maupun tumbuhan liar. Sejak zaman kuno, tanaman telah digunakan sebagai obat. Pemanfaatan tumbuhan sebagai obat juga masih dilakukan oleh masyarakat Bengkayang salah satunya di Desa Sebalo Kecamatan Bengkayang Kabupaten Bengkayang. Sejak zaman kuno, orang telah menggunakan tanaman sebagai pengobatan untuk segala macam penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat serta mengetahui bagian dan manfaat tumbuhan obat yang terdapat di Desa Sebalo Kecamatan Bengkayang Kabupaten Bengkayang. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, yaitu teknik survei dan wawancara. Pengumpulan data berupa data kualitatif langsung di lapangan kepada informan, data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel/responden dilakukan dengan Snowball Sampling. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data yang terkumpul dalam bentuk kata-kata, gambar, dan bukan angka. Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat Desa Sebalo Kecamatan Bengkayang Kabupaten Bengkayang terdapat 31 jenis tanaman obat dan 22 famili yang dimanfaatkan masyarakat. Jenis tumbuhan obat yang ditemukan di lapangan adalah 5 jenis pohon, 11 jenis perdu, 13 jenis herba, dan 3 jenis liana. Cara pengolahan tanaman obat ini, mulai dari direbus, dibakar, ditumbuk, diuleni, diiris, dan langsung digunakan. Berdasarkan cara pengolahannya, tanaman obat paling banyak diolah dengan cara direbus yaitu sebanyak 16 jenis tanaman obat. Sedangkan yang paling sedikit adalah dengan cara dikunyah dan dibakar. Pemanfaatan tumbuhan obat paling banyak dilakukan dengan cara diminum 24 jenis, dan paling sedikit dengan cara makan dan gosok yang hanya 1 jenis.Kata Kunci : Kabupaten Bengkayang, Tanaman Obat, Desa Sebalo, Pemanfaatan
PEMANFAATAN ROTAN SEBAGAI BAHAN KERAJINAN ANYAMAN DI DESA UNTANG KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK Noor Adha Fajar Hartomo; Ahmad Yani; Hikma Yanti
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v10i4.52088

Abstract

The people of Untang Village use rattan to make wickerwork, household furniture, and others. The use of rattan by the community in Untang Village is one the potential to improve the welfare of the artisans and, in addition to introducing processed rattan products. The purpose of this study is to record the types of rattan used by the community and the processes in processing rattan products produced by the people of Untang Village, Banyuke Hulu District, Landak Regency. The method used in this research is a survey method—respondents as providers of information were obtained using snowball sampling. The data collection technique used in this research is an in-depth questionnaire interview. The people of Untang Village, Banyuke Hulu District, Landak Regency utilize five types of rattan: roae rattan, sega rattan, plades rattan, dodok rattan, and maru rattan and carry. The types of plaiting produced by the Untang Village, Banyuke Hulu District, Landak Regeincludeaude sieve, hoop, basket, mat, filter, tray, plapaintedited fish, trap, and fastener. Processing is carried int in a general way that is usually done from generation to generation to produce decent rattan.Keywords: Hand Craft, Untang Village, Utilization RattanAbstrakMasyarakat Desa Untang memanfaatkan rotan untuk membuat anyaman, perabot rumah tangga, dan lain-lain. Pemanfaatan rotan oleh masyarakat di Desa Untang merupakan salah satu potensi untuk meningkatkan kesejahteraan para perajin sekaligus memperkenalkan produk olahan rotan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendata jenis rotan yang digunakan masyarakat dan proses dalam pengolahan produk rotan yang dihasilkan oleh masyarakat Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei—responden sebagai pemberi informasi diperoleh dengan menggunakan snowball sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara kuesioner mendalam. Masyarakat Desa Untang, Kecamatan Banyuke Hulu, Kabupaten Landak memanfaatkan lima jenis rotan yaitu rotan roae, rotan sega, rotan plates, rotan dodok, dan rotan maru dan gendong. Jenis anyaman yang dihasilkan oleh Desa Untang Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak Rege meliputi ayakan aude, simpai, bakul, tikar, saringan, baki, ikan plapaint, bubu, dan pengikat. Pengolahan dilakukan secara umum yang biasanya dilakukan secara turun temurun untuk menghasilkan rotan yang layak.Keywords: Kerajinan anyaman, Desa Untang, Pemanfaatan Rotan
KARAKTERISTIK PENGUNJUNG WISATA BUKIT SALAPAR DI DESA CIPTA KARYA KECAMATAN SUNGAI BETUNG KABUPATEN BENGKAYANG sarma siahaan; reine suci wulandari; eva nila
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v10i4.53635

Abstract

Salapar Hill tourism is one of the tourist destinations that has the potential to be developed into a natural tourism, to support this potential, a concept is needed in developing tourism development that can attract visitors to come to visit, so data on the development of Salapar Hill tourism objects are needed that are tailored to the characteristics of visitors. the tour. This study aims to obtain the characteristics of visitors in Bukit Salapar nature tourism. The study used a survey method by conducting direct interviews with respondents/visitors. The sampling technique of respondents in this study used the accidental sampling method. The characteristics of visitors who come to Bukit Salapar tourism are visitors from Bengkayang (76.74%) dominated by men (55.81%) with an age range of 13-24 years (95.35%), the latest education is high school graduates (51 ,16%), unmarried marital status (95.35%), occupations that dominate as students and college students (69.77%), information about tourism objects is mostly obtained from friends 67.44%, the highest number of visits is 1 time ( 60.47%), length of visit more than 4 hours (76.74%). with the main objective of enjoying the view of (65.12%).Keywords: Cipta Karya Village, Salapar Hill, Visitor Characteristics.AbstrakWisata Bukit Salapar menjadi salah satu destinasi wisata yang cukup berpotensi dikembangankan menjadi salah satu wisata alam, untuk mendukung potensi tersebut diperlukan konsep dalam menyusun pengembangan wisata yang dapat menarik minat pengunjung untuk datang berkunjung sehingga diperlukan data mengenai pengembangan obyek wisata Bukit Salapar yang disesuaikan dengan karakteristik pengunjung wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik pengunjung di wisata alam Bukit Salapar. Penelitian menggunakan metode survey dengan melakukan wawancara langsung terhadap responden/ pengunjung. Teknik pengambilan sampel responden pada penelitian menggunakan metode accidental sampling. Karakteristik pengunjung yang datang ke wisata Bukit Salapar yaitu pengunjung dari Bengkayang (76,74%) didominasi oleh laki-laki (55,81%) dengan kisaran usia 13-24 tahun sebesar (95,35%), pendidikan terakhir lulusan SMA (51,16%), status pernikahan belum menikah (95,35%), pekerjaan yang mendominasi sebagai pelajar dan mahasiswa (69,77%), informasi mengenai obyek wisata lebih banyak diperoleh dari teman 67,44%, jumlah kunjungan terbanyak 1 kali (60,47%), lama waktu kunjungan lebih dari 4 jam (76,74%). dengan tujuan utama untuk menikmati pemandangan sebesar (65,12%).Kata kunci: Desa Cipta Karya, Bukit Salapar, Karakteristik Pengunjung.
PENGARUH CAMPURAN TOP SOIL ULTSOL, COCOPEAT DAN PUPUK KANDANG SAPI SEBAGAI MEDIA PEMBIBITAN KALIANDRA (Calliandra calothyrsus) DI PERSEMAIAN PERMANEN BPDASHL KOTA PONTIANAK Elsi Elsi; Ratna Herawatiningsih; Hafiz Ardian
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v10i4.53571

Abstract

Effect of Mixture of Top Soil Ultisol, Cocopeat and Cow Manure as Media for Breeding Calliandra (Calliandra calothyrsusu). The Permanent Nursery of BPDASHL Pontianak. guided by Ir. Hj. Ratna Herawatiningsih, M.Sc. as the first supervisor and Hafiz Ardian, S.Hut, M.P. as a second advisor. Calliandra plant (Calliandra callothyrsus) is one type that is known as a fuel-producing plant, grows fast and can be pruned repeatedly. This research aimed to study the effects of a mixture of top soil ultisol, cocopeat and cow manure on the growth of calindra (Caliandra calothyrsus) seedlings in order to determine the best mix of top soil ultisol and cocopeat cow dung manure for growth of calliandra seedlings in nursery media. This research was carried out in the Permanent Nursery of BPDASHL Kapuas Pontianak for approximately 2 months in the field, using the Completely Randomized Design (CRD) experimental method. The data were collected and analyzed first for material height, diameter, number of stalks and Live Ratio Crown (LRC). The results showed that the Top Soil treatment of Ultisol + Cocopeat + Cow Manure (P5) showed a very significant effect on the growth of height, diameter, number of stalks and LRC of calliandra seedlings. Top Soil Treatment of Ultisol + Cow Manure (P4) had a very significant of the effect on increase in diameter of calliandra seedlings.Keywords: Calliandra, Cocopeat, Cow Manure, Growth, UltisolAbstrakPengaruh Campuran Top Soil Ultisol, Cocopeat Dan Pupuk Kandang Sapi Sebagai Media Pembibitan Kaliandra (Calliandra calothyrsusu). Di Persemaian Permanen BPDASHL Kota Pontianak. dibimbing oleh Ir. Hj. Ratna Herawatiningsih, M.Si. selaku pembimbing pertama dan Hafiz Ardian, S.Hut, M.P. selaku pembimbing kedua.Tanaman kaliandra (Calliandra callothyrsus) merupakan salah satu jenis yang sudah diketahui sebagai tanaman penghasil bahan bakar, cepat tumbuh dan dapat dipangkas secara berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian pengaruh campuran tanah top soil ultisol, cocopeat dan pupuk kandang kotoran sapi terhadap pertumbuhan bibit kalindra (Caliandra calothyrsus) dalam rangka menentukan campuran terbaik top soil ultisol dan cocopeat serta pupuk kandang kotoran sapi untuk pertumbuhan bibit kaliandra pada media pembibitan. Penelitian ini dilaksanakan di Persemaian Permanen BPDASHL Kapuas Kota Pontianak selama kurang lebih 2 bulan di lapangan, dengan metode eksperimen Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data yang dikumpulkan dan di analisis pertamabahan tinggi, diamater, jumlah tangkai dan Live Ratio Crown (LRC). Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan Top Soil Tanah Ultisol + Cocopeat + Kotoran Sapi (P5) menunjukan pengaruh sangat nyata terhadap pertumbuhan tinggi, diameter, jumlah tangkai dan LRC bibit kaliandra. Perlakuan Top Soil Tanah Ultisol + Kotoran Sapi (P4) berpengaruh sangat nyata terhadap pertambahan diameter bibit kaliandra.Kata kunci: Kaliandra, Cocopeat, Kotoran Sapi, Pertumbuhan, Ultisol.
KEANEKARAGAMAN JENIS ANGGREK (ORCHIDACEAE) DI KAWASAN TAMAN WISATA ALAM GUNUNG MELINTANG KABUPATEN SAMBAS Wira Abdillah; Wiwik Ekyastuti; Yanieta Arbiastutie
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v10i4.46460

Abstract

Diversity of orchid species is a natural biological wealth that needs to be disclosed as the carrying capacity of an area as well as supporting educational and research activities. This research aims to measure the level of diversity of natural orchid species found in the Gunung Melintang Nature Tourism Park region. The research was conducted in January 2020 using a survey method with 15 plots double sampling technique with a size of 20 m x 20 m. The data analysis were Importance Value Index (INP), Dominance index (C), Index of Wealth Species (D), Diversity Index (H'), Abundance Index (e) and Species Similarity Index (IS). The results showed the most dominant species is Bromheadia finlaysoniana with an INP is 14,394. The value of species divercity index is 1.0277, which mean that it had moderate diversity. Beside that, the value of dominance index is 0,1098 (no species dominate), species richness index is 5,245 (high) and an abundance index is 0,8967.Keyword: diversity of species, orchid, Gunung Melintang Nature Tourism ParkAbstractKeanekaragaman jenis anggrek merupakan kekayaan alam hayati yang perlu diungkapkan keberadaannya  sebagai daya dukung suatu kawasan sekaligus menunjang kegiatan pendidikan dan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat keanekaragaman jenis anggrek alam yang terdapat di kawasan TWA Gunung Melintang. Penelitian dilaksanakan Januari 2020  menggunakan metode survei dengan teknik sampling petak ganda sebanyak 15 petak dengan ukuran 20 m x 20 m.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa spesies yang paling mendominasi adalah Bromheadia finlaysoniana dengan INP sebesar 13,394. Nilai Indeks Keanekaragaman Jenis sebesar 1.0277 artinya memiliki keanekaragaman jenis yang sedang. Selain itu, nilai Indeks Dominansi sebesar 0.1098 (tidak ada spesies yang mendominasi), nilai Indeks Kekayaan Jenis sebesar 5.2450 (tinggi) dan nilai Indeks Kelimpahan sebesar 0.8967. Kata kunci: anggrek, keanekaragaman jenis, TWA Gunung Melintang

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 3 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 2 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 1 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 4 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 3 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 2 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 1 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 4 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 3 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 2 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 4 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 1 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 4 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 2 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 1 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 4 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 3 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Lestari Vol 4, No 1 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 4 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 3 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 2 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Lestari More Issue