cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Phone
+6285345044457
Journal Mail Official
jurnal@fahutan.untan.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kehutanan Untan Jln. Imam Bonjol Pontianak Telp/fax : 0561-767673 / 0561-764513
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL HUTAN LESTARI
ISSN : 23383127     EISSN : 27761754     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jhl.v8i4
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Hutan Lestari merupakan jurnal ilmu kehutanan yang menyajikan artikel mengenai hasil-hasil penelitian meliputi bidang teknologi pengolahan hasil hutan, pengawetan kayu, teknologi peningkatan mutu kayu, budidaya hutan, konservasi sumber daya alam, ekonomi kehutanan, perhutanan sosial dan politik kehutanan. Setiap naskah yang dikirimkan ke Jurnal Hutan Lestari akan ditelaah oleh Penelaah yang sesuai dengan bidangnya. Jurnal Hutan Lestari dipublikasikan oleh Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura diterbitkan setiap 3 bulan sekali.
Articles 911 Documents
MERAJUT KEMITRAAN KONSERVASI; MENELUSURI PEMANFAATAN TUMBUHAN OLEH MASYARAKAT DISEKITAR TAMAN NASIONAL GANDANG DEWATA Wijayanti, Andi Ridha Yayank; Arafat, Andi; Daniel, Sharon
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i1.90537

Abstract

Conservation areas play a crucial role in maintaining biodiversity, but often have an impact on communities that depend on forest resources for their livelihoods. Understanding the interaction of communities with the environment and the role of forest resources in meeting cultural and physical needs is essential. This study aims to identify the types of non-timber forest products (NTFPs) utilized by communities in the Traditional Zone of Gandang Dewata National Park (TNGD) and explore how biodiversity can be an asset in improving welfare through a conservation partnership scheme. This study was conducted in Mambulilling Village, Mamasa Regency, using a qualitative method involving focus group discussions (FGDs) in the format, interviews, literature reviews, and field observations using the exploration method. The results of the study indicate that NTFPs have important economic and cultural values for the community. The identification results show that the types of plants utilized include Bamboo, Damar, Rattan, Honey Bees, Orchids, Pitcher Plants, and various medicinal plants such as Cinnamon, Wind Root, Ant Nest, and Spinach so that they can be a foundation for strengthening more inclusive conservation partnerships. This finding confirms that towards a conservation partnership, there is a need for First, strengthening cultivation practice skills to maintain the sustainability of the species being utilized. Second, product development and diversification to increase the economic value of non-timber forest products (NTFPs) with the support of technology and science. Third, developing value chains and market certainty so that community income is more stable by involving various parties, including village governments, TNGD managers, academics, and market players. Keywords: conservation, HHBK, local communities, national parks, partnerships. Abstrak Kawasan konservasi memiliki peran krusial dalam menjaga keanekaragaman hayati, namun tidak jarang berdampak pada masyarakat yang menggantungkan hidupnya pada sumber daya hutan. Memahami interaksi masyarakat dengan lingkungan serta peran sumber daya hutan dalam memenuhi kebutuhan budaya dan fisik menjadi hal yang esensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis hasil hutan bukan kayu (HHBK) yang dimanfaatkan oleh masyarakat di Zona Tradisional Taman Nasional Gandang Dewata (TNGD) serta mengeksplorasi bagaimana keanekaragaman hayati dapat menjadi modal dalam meningkatkan kesejahteraan melalui skema kemitraan konservasi. Studi ini dilakukan di Desa Mambulilling, Kabupaten Mamasa, dengan metode kualitatif yang melibatkan diskusi kelompok terfokus (FGD) dalam format, wawancara, kajian literatur, serta observasi lapangan menggunakan metode jelajah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa HHBK memiliki nilai ekonomi dan budaya yang penting bagi masyarakat, Hasil identifikasi menunjukkan bahwa jenis tumbuhan yang dimanfaatakan antara lain Bambu, Damar, Rotan, Lebah Madu, Anggrek, Kantong Semar, serta berbagai tanaman obat seperti Kayu Manis, Akar angin, Sarang Semut,dan Bayam sehingga dapat menjadi landasan dalam penguatan kemitraan konservasi yang lebih inklusif. Temuan ini menegaskan bahwa menuju kemitraan konservasi perlunya Pertama, penguatan keterampilan praktik budidaya untuk menjaga kelestarian spesies yang dimanfaatkan. Kedua, pengembangan dan diversifikasi produk guna meningkatkan nilai ekonomi hasil hutan bukan kayu (HHBK) dengan dukungan teknologi dan ilmu pengetahuan. Ketiga, pengembangan rantai nilai dan kepastian pasar agar pendapatan masyarakat lebih stabil dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk pemerintah desa, pengelola TNGD, akademisi, dan pelaku pasar. Kata kunci: konservasi, HHBK, masyarakat lokal, taman nasional, kemitraan
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP EKOWISATA TELOK BERDIRI DI DESA SUNGAI KUPAH KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA (Community Perception of Eco-Tourism Telok Berdiri In Kupah River Village Kakap River District Kubu Raya District) Seki, Weliam; Zainal, Sofyan; Oramahi, H A
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.58002

Abstract

Community Perception of Telok Berdiri Ecotourism is one form of public response to the functions and benefits of the mangrove ecosystem, including physical, biological, chemical, economic, and social aspects. One of the ecotourism attractions in Sungai Kupah is the mangrove forest. This study aims to examine the community's perception of Telok Berdiri Ecotourism in Sungai Kupah Village and to analyze the relationship between the level of knowledge, income, and cosmopolitanism with community perceptions in Sungai Kupah Village. This research uses a survey method and is analyzed using Pearson product-moment correlation and descriptive analysis. The community's perception of Telok Berdiri Ecotourism in Sungai Kupah Village tends to be positive, at 60.67%. The knowledge factor has a negative and insignificant relationship with a very weak correlation; the income factor has a positive and insignificant relationship with a very weak correlation; and the cosmopolitanism factor has a positive and significant relationship with a weak correlation. These perceptions can serve as a reference to further engage the community with the mangrove ecosystem. Keywords:, Community, Ecotourism, Mangrove Forest, Perception Abstrak Persepsi masyarakat terhadap Ekowisata Telok Berdiri merupakan salah satu bentuk respon masyarakat terhadap fungsi dan manfaat ekosistem mangrove meliputi fisik, biologi, kimia, ekonomi dan manfaat sosial. Salah satu ekowisata yang ada di sungai kupah yaitu hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat terhadap Ekowisata Telok Berdiri di Desa Sungai Kupah dan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan, pendapatan dan kosmopolitan dengan persepsi masyarakat di Desa Sungai Kupah. Penelitian ini menggunakan metode survei dan dianalisis dengan korelasi produk momen dan analisis deskriptif. Persepsi masyarakat terhadap Ekowisata Telok Berdiri di Desa Sungai Kupah cenderung positif yaitu 60,67%. Faktor pengetahuan memiliki hubungan yang negatif dan tidak signifikan dengan tingkat hubungan yang sangat lemah, faktor pendapatan memiliki hubungan yang positif dan tidak signifikan dengan tingkat hubungan yang sangat lemah dan kosmopolitan memiliki hubungan yang positif dan signifikan dengan tingkat hubungan yang lemah. Persepsi tersebut dapat dijadikan acuan untuk membawa masyarakat ke mangrove lebih jauh. Kata kunci : Masyarakat, Ekowisata, Hutan Mangrove, Persepsi
PENDUGAAN KARBON PADA HUTAN KAWASAN CAGAR ALAM LO PAT FUN PIE KECAMATAN MONTERADO KABUPATEN BENGKAYANG Widhanarto, Ganjar Oki; Simaremare, Emika; Dewantara, Iswan
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.65428

Abstract

Trees are one of the constituents of natural forest stands that function as a place for storing or depositing carbon (carbon stock). The purpose of this study was to calculate the carbon content stored in forest stands in the Lo Pat Fun Pie Nature Reserve area. This research was conducted by systematic line plot sampling methode with non-destructive. Data collection technique using sampling plots and the IS taken is 10% with the number of sampling plots being 20 pieces and plot intervals of 63 m. In a 20 m x 20 plot, there are subplots measuring 10 m x 10 m for pile measurements and 5 m x 5 m for stake measurements. Tree, pole and sapling biomass was calculated using an allometric equation for tropical wood species in Indonesia.The results of the carbon estimation study in forest stands in the Lo Pat Fun Pie Nature Reserve area total the average AGC + UGC value was 124.83 tonsC/ha and for the overall estimated value of the standing population making up the Nature Reserve ± SD per ha was (602.46 ± 1,329 .85) tons C with the estimated median value of the population that is equal to 966.15 tonsC. Keywords: Carbon Stock, Estimation, Nature Reserves. Abstrak Pohon adalah sebagai salah satu penyusun tegakan hutan alam yang berfungsi sebagai tempat penimbunan atau pengendapan karbon (stok karbon). Tujuan penelitian ini untuk menghitung kandungan karbon tersimpan pada tegakan hutan yang terdapat pada kawasan Cagar Alam Lo Pat Fun Pie. Penelitian ini dilakukan dengan metode systematic line plot sampling dengan cara non-destruktive, dengan teknik pengumpulan data mengunakan petak sampling dan IS yang diambil adalah 10% dengan jumlah petak sampling adalah 20 buah dan interval plot 63 m. Dalam plot ukuran 20 m x 20 terdapat subplot berukuran 10 m x 10 m untuk pengukuran tiang dan 5m x 5m untuk pengukuran pancang. Biomassa pohon, tiang dan pancang dihitung menggunakan persamaan alometrik untuk jenis kayu tropis di Indonesia. Hasil penelitian pendugaan karbon pada tegakan Hutan di kawasan Cagar Alam Lo Pat Fun Pie jumlah Nilai rerata AGC + UGC sebesar sebesar 124,83 tonC/ha dan untuk nilai taksiran keseluruhan populasi tegakan penyusun Cagar Alam ± SD per ha sebesar (602,46 ± 1.329,85) tonC dengan nilai tengah dugaan dari populasi yaitu sebesar 966,15 tonC. Kata Kunci: Karbon Stok, Pendugaan, Cagar Alam
KEANEKARAGAMAN JENIS AMFIBI ORDO ANURA DI KAWASAN WISATA ALAM RIAM ANGAN TEMBAWANG KECAMATAN JELIMPO KABUPATEN LANDAK Rifanjani, Slamet; Darwati, Herlina; Wendi, Wendi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.78744

Abstract

Anura is one of the natural resources that needs to be preserved, and is a parameter for natural balance. Anura species diversity can be found in the Riam Angan Tembawang Nature Tourism area, Jelimpo District, Landak Regency, but the number of species is unknown. The purpose of this research is to collect data, describe and study various types of anura at that location. The data collection technique is the Visual Encounter Survey (VES) method combined with transect sampling on two types of habitat; aquatic and terrestrial. The data obtained were then analyzed, namely species index (H'), species evenness index (E), relative trapping index (Psi), species comfort index (IS), and analysis of habitat conditions. The results of the study obtained 12 species from 5 families with a total of 176 individuals. The species diversity index value H'=1.97. Evenness Index value for aquatic habitat E=0.77 and terrestrial habitat E=0.95. Odorrana hosii has the highest relative number of temples, namely 30.11%, while the temples are relatively low, namely Rhacophorus pardalis 0.57%. the similarity index value between aquatic and terrestrial habitats is 0.50 Keywords: Anura, Biodiversity, Riam Angan Tembawang Abstrak Anura merupakan salah satu sumber daya alam yang perlu dilestarikan, dan merupakan parameter terhadap keseimbangan alam. Keanekaragaman jenis anura dapat dijumpai di kawasan Wisata Alam Riam Angan Tembawang Kecamatan Jelimpo Kabupaten Landak namun belum diketahui jumlah jenisnya. Tujuan penelitian ini adalah mendata, mendeskripsikan dan mengkaji keanekaragaman jenis anura di lokasi tersebut. Teknik Pengumpulan data yaitu dengan metode Visual Encounter Survey (VES) dikombinasikan dengan transek sampling pada dua tipe habitat; akuatik dan terrestrial. Data yang diperoleh kemudian dianalisis yaitu Indeks keanekaragaman jenis (H"™), indeks kemerataan jenis (E), indeks kelimpahan relatif (Psi), indeks kesamaan jenis (IS), dan analisis kondisi habitat. Hasil Penelitian diperoleh 12 jenis dari 5 famili dengan jumlah individu sebanyak 176. Nilai indeks Keanekaragaman jenis H"™=1,97. Nilai Indeks Kemerataan habitat akuatik E=0,77 dan habitat terrestrial E=0,95. Odorrana hosii memiliki jumlah kelimpahan relatif tertinggi yaitu 30,11% sedangkan kelimpahan relatif rendah yaitu Rhacophorus pardalis 0,57%. Nilai indeks kesamaan jenis antara habitat akuatik dan terestrial adalah 0,50 Kata kunci: Anura, Biodiversitas, Riam Angan Tembawang
KEANEKARAGAMAN JENIS BURUNG DIURNAL PADA KAWASAN HUTAN LINDUNG DI DESA DANGE AJI KECAMATAN AIR BESAR KABUPATEN LANDAK Prayogo, Hari; Panjaitan, Jeremy Natanael; Erianto, Erianto
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.82985

Abstract

Birds are wild animals that can be found in almost all places on earth, including in the Dange Aji protected forest. The diversity of bird species in this location is not known with certainty, therefore it is important to carry out research on diurnal bird species in this location in order to obtain data regarding the diversity of diurnal bird species for bird conservation management efforts. The aim of this research is to examine the diversity of diurnal bird species in each land cover in the Protected Forest area in Dange Aji Village. This research was conducted using a survey method with data collection techniques using the point count method combined with line transects.The counting points were made at 6 (six) points in each land cover with a distance between points of 200 m. The data is analyzed and then used to calculate indices of dominance, diversity, similarity, richness and evenness. This research was conducted from July to August 2023. The results of observations carried out in Primary Forest, obtained a diversity index value of H'= 3,12, Agriculture and Shrubs H'= 2,72, Shrubs H'= 1,53 and Forest Secondary H'= 2,80. The diurnal bird species diversity index value in the Protected Forest in Dange Aji Village is H'= 3,30. Species diversity in each land cover is influenced by differences in different vegetation conditions, availability of feed and land cover.
PENGGUNAAN INATURALIST UNTUK MENGETAHUI SEBARAN POPULASI KERUING (DIPTEROCARPUS SPP.) DI INDONESIA SEBAGAI PENERAPAN PERAN CITIZEN SCIENCE Alwaaritsy, Nurin; Anripa, Nuralfin
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.77577

Abstract

Keruing (dipterocarpus sp) adalah salah satu jenis tumbuhan kayu keras dari famili Dipterocarpaceae yang memiliki nilai ekonomis sehingga sehingga genus ini menjadi sasaran dominan penebangan hutan. Keterbatasan manusia selaku penanggung jawab kelestarian hayati disusul dengan luasnya kekayaan alam membutuhkan strategi untuk dalam pengumpulan data biodiversitas di bumi. Oleh sebab itu digunakan iNaturalist sebagai wujud partisipasi para citizen science guna mengetahui populasi beserta wilayah dengan potensi keruing di Indonesia. Penelitian menggunakan data sekunder dengan iNaturalist sebagai data utama dan IUCN sebagai data pembanding. Hasilnya diperoleh 64 hasil pengamatan terhadap spesies keruing di seluruh Indonesia yang tercatat di iNaturalist. Setelah diklasifikasi ada 14 spesies keruing dimana dari 13 spesies yang ada, 1 spesies hanya teridentifikasi sebatas genus saja. Namun, iNaturalist memiliki kelemahan seperti tingkat akurasi data yang masih diragukan. Sehingga kedepannya perlu melibatkan lebih banyak ahli pada platform agar kegiatan ilmiah semakin berkembang dengan adanya kemudahan untuk memperoleh serta berkontribusi terhadap data ilmiah.
PERILAKU SOSIAL IBU DAN ANAK ORANGUTAN (Pongo pygmaeus wurmbii) TINGKAT INFANT (BAYI) DI STASIUN RISET CABANG PANTI TAMAN NASIONAL GUNUNG PALUNG KABUPATEN KAYONG UTARA Marlina, Ari; Prayogo, Hari; Erianto, Erianto
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v12i4.84722

Abstract

Orangutans are land mammals with slow growth and reproduction. Orangutans are semi-solitary animals, social interactions occur between males and females when they want to mate, mothers and children because they have a close relationship. The Panti Branch Research Station (CPRS) of Gunung Palung National Park (GPNP) is known to often find orangutan mother and child pairs and is a natural habitat for orangutans. This research aimed to examine the social behavior of mothers and child orangutan infant-level at CPRS. The survey method was used to search for orangutans, selecting samples using a purposive sampling technique. The research sample was limited to mother and child orangutan infant-level. Orangutan observation and data collection used the focal animal sampling method, data recording used the continuous recording technique at 5-minute intervals. The results of data that the response and treatment of the mother orangutan to her baby shows that the relationship between mother and child orangutans at SRCP is functioning as it should as wild animals in the wild. The behavior of orangutan mothers towards their babies is included in affiliative behavior, however, they tend to behave aggressively when they meet humans. As orangutans get older, children become increasingly distant from their mothers. Keywords: Cabang Panti, mather and infant, orangutan, social behavior Abstrak Orangutan merupakan mamalia darat dengan pertumbuhan dan perkembangbiakan yang lambat. Orangutan termasuk ke dalam satwa semi soliter, interaksi sosial terjadi pada jantan dan betina apabila ingin kawin, ibu dan anak karena memiliki hubungan erat. Stasiun Riset Cabang Panti (SRCP) Taman Nasional Gunung Palung (TNGP) diketahui sering ditemukan pasangan ibu dan anak orangutan dan menjadi habitat alami orangutan. Tujuan penelitian ini mengkaji perilaku sosial ibu dan anak orangutan tingkat infant (bayi) di SRCP. Metode survei digunakan untuk pencarian orangutan, penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Sampel penelitian dibatasi pada pasangan ibu dan anak orangutan tingkat infant (bayi). Pengamatan orangutan dan pengambilan data menggunakan metode focal animal sampling, pencatatan data menggunakan teknik continues recording dengan interval waktu 5 menit. Hasil analisis data menunjukan bahwa respon dan perlakuan ibu orangutan kepada bayinya menunjukan hubungan induk dan anak orangutan di SRCP berjalan sebagaimana mestinya sebagai satwa liar di alam liar. Perilaku ibu orangutan terhadap bayinya termasuk dalam perilaku afiliatif, akan tetapi cenderung berperilaku agresif apabila bertemu manusia. Seiring bertambahnya usia orangutan anak akan semakin berjarak dengan ibunya. Kata kunci: Cabang Panti, ibu dan anak, orangutan, perilaku sosial
ETNOBOTANI AKAR BAJAKAH STUDI KASUS DESA TABUK HULU KALIMANTAN BARAT Andika, Sergio Rendy; Kartikawati, Siti Masitoh; Muflihati, Muflihati
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i1.87809

Abstract

The bajakah plant is a liana that belongs to Fabaceae family. The bajakah plant has characteristics of a large, sturdy, strong trunk and has various color of sap such as yellow, red, and white, and can grow to a height of up to 50 meters. The Mualang Dayak tribe in Tabuk Hulu Village possesses ancestral local knowledge in utilizing bajakah plants, from their usage to the processing methods employed by the community in Tabuk Hulu Village. Therefore, the aim of this research is to describe the local knowledge of the Mualang Dayak tribe in Tabuk Hulu Village, Sekadau Regency, in utilizing bajakah plants. The method used in this research is a survey method with respondent sampling using the purposive sampling technique. The research results from 194 respondents identified 3 types of bajakah plants in Tabuk Hulu Village, namely yellow bajakah, red bajakah, and white bajakah. However, currently, only 2 types of bajakah are utilized by the community, namely red bajakah and white bajakah. The form of utilization of the bajakah plant by the community is for traditional medicine and the making of bajakah tea. Based on the UV analysis results, it shows that the most widely used bajakah plant by the community is the red bajakah with a percentage of (0.91%). Keywords: Bajakah Plant, Tabuk Hulu Village, Utilization. Abstrak Tumbuhan bajakah merupakan tumbuhan liana yang termasuk ke dalam famili Fabaceae. Tumbuhan bajakah memiliki karakteristik batang yang besar, kokoh, kuat dan memiliki warna getah yang bervariasi seperti warna kuning, merah dan putih serta dapat tumbuh dengan ketinggian hingga 50 meter. Masyarakat Suku Dayak Mualang di Desa Tabuk Hulu memiliki pengetahuan lokal yang sudah turun-temurun dalam memanfaatkan tumbuhan bajakah baik dari bentuk pemanfaatannya hingga bentuk pengolahan dari tumbuhan bajakah oleh masyarakat di Desa Tabuk Hulu sehingga tujuan dari penelitian ini yaitu mendeskripsikan pengetahuan lokal masyarakat Suku Dayak Mualang di Desa Tabuk Hulu Kabupaten Sekadau dalam memanfaatkan tumbuhan bajakah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey dengan pengambilan sampel responden menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian dari 194 responden ditemukan 3 jenis tumbuhan bajakah yang ada di Desa Tabuk Hulu yaitu bajakah kuning, bajakah merah dan bajakah putih. Namun untuk sekarang hanya 2 jenis bajakah yang dimanfaatkan oleh masyarakat yaitu bajakah merah dan bajakah putih. Bentuk pemanfaatan tumbuhan bajakah oleh masyarakat yaitu digunakan untuk pengobatan tradisional dan pembuatan teh bajakah. Berdasarkan hasil analisis UV menunjukkan bahwa tumbuhan bajakah yang paling banyak digunakan oleh masyarakat adalah bajakah merah dengan persentase sebesar 0,91%. Kata kunci: Tumbuhan Bajakah, Desa Tabuk Hulu, Pemanfaatan
PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN PANGAN OLEH MASYARAKAT DI SEKITAR HUTAN DESA RINGO LOJOK KECAMATAN BANYUKE HULU KABUPATEN LANDAK Yusuf, Rizky Oktaviani; Oramahi, H A; Arbiastutie, Yanieta
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i1.81520

Abstract

Plants have an important role in human life, especially people living around forests, generally their lives depend on the condition of the forests around them, especially in terms of food. The development of food crops in village forests which is carried out seriously will strengthen food security so that it can be balanced with the increasing population growth and can improve people's welfare through the development of village forests. The people of Ringo Lojok Village utilize food plants from the fields, yards and in the forest as a source of food to meet their daily needs which have been carried out for generations, the purpose of this study was to analyze the types of plants used as food and to analyze patterns of utilization. food plants by the community around the Ringo Lojok Village Forest area, Banyuke Hulu District, Landak Regency. The method used in this study uses survey and observation methods. Data collection using Snowball Sampling technique and Purposive Sampling technique with interviews and questionnaires. The results of research on the use of plants as food by communities around the forest area of Ringo Lojok Village, Banyuke Hulu District, Landak Regency, showed that there were 68 types of food plants, with 32 families and the dominant one was Poaceae. The part of the plant most used by the community is the fruit. Based on the processing method, most people do it by consuming it directly.Keywords: Food Plants, Ringo Lojok Village Forest, Utilization of PlantsAbstrakTumbuhan mempunyai peran penting dalam kehidupan manusia terutama masyarakat di sekitar hutan umumnya hidupnya bergantung dengan keadaan hutan yang ada di sekitarnya khususnya dalam hal pangan. Pengembangan tanaman pangan pada hutan desa yang di lakukan secara serius maka akan memperkuat ketahanan pangan sehingga dapat seimbang dengan pertambahan penduduk yang semakin besar dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan hutan desa. Masyarakat Desa Ringo Lojok memanfaatkan tumbuhan pangan dari ladang, pekarangan rumah dan dalam hutan sebagai sumber pangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari yang telah dilakukan secara turun-temurun, tujuan penelitian ini untuk menganalisis jenis-jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan pangan dan menganalisis pola pemanfaatan tumbuhan pangan oleh masyarakat di sekitar kawasan Hutan Desa Ringo Lojok  Kecamatan Banyuke Hulu  Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode survey dan observasi. Pengumpulan data dengan menggunakan teknik Snowball Sampling dan teknik Purposive Sampling dengan wawancara dan kuesioner. Hasil penelitian Pemanfaatan Tumbuhan Sebagai Bahan Pangan Oleh Masyarakat Di Sekitar Kawasan Hutan Desa Ringo Lojok Kecamatan Banyuke Hulu Kabupaten Landak diperoleh sebanyak 68 jenis tumbuhan pangan, dengan 32 famili dan yang mendominasi adalah Poaceae. Bagian tumbuhan terbanyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah bagian buah. Berdasarkan cara pengolahannya terbanyak dilakukan oleh masyarakat adalah dengan cara dikonsumsi secara langsung. Kata kunci : Tumbuhan Pangan, Hutan Desa Ringo Lojok, Pemanfaatan Tumbuhan                     
PERSEPSI MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN HUTAN DESA DI DESA SUNGAI PELANG KABUPATEN KETAPANG Ranali, Jabir Imron; Suhartati, Tatik; Wahyudiono, Sugeng; Purwadi, Purwadi
JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI
Publisher : Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jhl.v13i1.92786

Abstract

Village forests aim to optimise community involvement in sustainable forest management, therefore it is necessary to know how communities involved in their management perceive the environmental, social and economic aspects of village forests. This study aims to identify community perceptions of village forest management from ecological, economic and socio-cultural perspectives. The interviews were conducted using a questionnaire. The sample was selected using purposive sampling, with all 32 members of the Social Forestry Business Group (KUPS) becoming respondents. Perceptions were measured using a Likert scale. The results showed that the majority of the community (81%) had a high perception of village forest management in environmental aspects as well as in socio-cultural aspects, where respondents (84%) believed that village forests play a role in maintaining the ecosystem and increasing social solidarity. However, in the economic aspect, 91% of the respondents still have a medium level of perception due to limitations in exploiting the economic potential of the village forest, such as lack of access to markets and limited capital. Therefore, training and socialisation in the use of non-timber forest products and ecotourism are still needed. Keywords: community perception, peat swamp forest, village forest  AbstrakHutan desa bertujuan untuk mengoptimalkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan hutan berkelanjutan, oleh karena itu penting untuk mengetahui bagaimana masyarakat yang terlibat dalam pengelolaannya memandang aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi dari hutan desa. Studi ini bertujuan untuk mengidentifikasi persepsi masyarakat terhadap pengelolaan hutan desa dari perspektif ekologi, ekonomi, dan sosio-budaya. Wawancara dilakukan dengan panduan kuisener. Sampel dipilih secara purposive sampling yaitu semua anggota Kelompok Usaha Hutan Sosial (KUPS) sejumlah  32 orang menjadi responden. Persepsi diukur menggunakan skala Likert. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat (81%) memiliki persepsi tinggi terhadap pengelolaan hutan desa dalam aspek lingkungan maupun aspek sosial-budaya, di mana responden (84%) meyakini bahwa hutan desa berperan dalam menjaga ekosistem dan meningkatkan solidaritas sosial. Namun, dalam aspek ekonomi, 91% responden masih memiliki tingkat persepsi sedang akibat keterbatasan dalam mengeksploitasi potensi ekonomi hutan desa, seperti kurangnya akses ke pasar dan modal yang terbatas. Oleh karena itu, pelatihan dan sosialisasi dalam penggunaan produk hutan non-kayu dan ekowisata masih diperlukan. Kata kunci: hutan desa, hutan rawa gambut, persepsi masyarakat

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13, No 2 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 13, No 1 (2025): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 4 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 3 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 2 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 12, No 1 (2024): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 4 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 3 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 2 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 11, No 1 (2023): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 10, No 4 (2022): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 4 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 3 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 2 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 9, No 1 (2021): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 4 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 3 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 2 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 8, No 1 (2020): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 4 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 3 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 2 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 7, No 1 (2019): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 4 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 3 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 2 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 6, No 1 (2018): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 4 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 3 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 2 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 5, No 1 (2017): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 4 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 3 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Hutan Lestari Vol 4, No 1 (2016): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 4 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 3 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 2 (2015): JURNAL HUTAN LESTARI Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 3 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 2, No 1 (2014): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 3 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Hutan Lestari Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Hutan Lestari More Issue