cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 42 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 1" : 42 Documents clear
PENGARUH KONSENTRASI DAN DURASI PERENDAMAN AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK JAMBU KRISTAL Nadia, Nadia; Asnawati, Asnawati; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.65836

Abstract

Jambu kristal merupakan jambu biji yang hampir tanpa biji yang banyak digemari karena rasanya yang segar dan nikmat, biji yang sangat minim dan daging yang sangat tebal.  Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada setek yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh berupa auksin secara optimal dengan pemberian konsentrasi dan durasi perendaman auksin yang dapat memberikan pengaruh baik bagi pertumbuhan tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terbaik terhadap pertumbuhan setek jambu kristal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian  Fakultas Pertanian Untan. Penelitian ini berlangsung  pada tanggal 06 Oktober - 24 Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan  2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Auksin yang terdiri dari 4 taraf  perlakuan diantaranya r0: 0  ppm, r1: 100 ppm, r2:200 ppm, r3: 300 ppm  dan faktor kedua adalah durasi perendaman  dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya d1: 1 jam, d2: 2 jam  dan d3: 3 jam. Sehingga terdapat  12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari  5 tanaman sampel dan diulang sebanyak  3 kali sehingga terdapat  180 tanaman.  Variabel pengamatan yang diamati yaitu persentase  setek hidup, jumlah tunas pertanaman, jumlah daun  dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terhadap persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan jumlah akar tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup dan jumlah daun. Durasi perendaman auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi efektif diperoleh pada perlakuan pemberian konsentrasi  auksin 200 ppm dan durasi perendaman auksin 2 jam
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Ahmad, Thami Raihan Dhia; Hadijah, Siti; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian pupuk organik cair dengan 6 taraf perlakuan 3 ulangan dan 4 sampel dengan jumlah total 72 tanaman. Perlakuan tersebut yaitu: P1 = 20 ml/L, P2 = 40 ml/L, P3 = 60 ml/L, P4 = 80 ml/L, P5 = 100 ml/L dan P6 = 120 ml/L. Sehingga terdapat 6 perlakukan yaitu: P1, P2, P3, P4, P5, dan P6. Variabel yang diamati yaitu: Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun Per Rumpun (helai), Jumlah Anakan per Rumpun (batang), Berat Segar Tanaman (g), Volume Akar (cm3) dan Berat Kering Tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nayata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar tanaman dan volume akar. Perlakuan POC dosis 40 ml/L menunjukkan rerata tertinggi terhadap semua variabel pengamatan. Dosis perlakuan efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut yaitu pemberian dosis POC 40 ml/L.
PENGARUH TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN OKRA DI TANAH ALUVIAL Walanda, Nadia; Sasli, Iwan; Radian, Radian
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70292

Abstract

Budidaya tanaman okra di tanah aluvial dihadapkan oleh beberapa kendala, yaitu berupa rendahnya pH dan unsur hara yang terdapat di tanah aluvial sehingga menyebabkan pertumbuhan dan hasil tanaman okra tidak optimal. Salah satu Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi kendala tersebut yaitu dengan pemberian tepung cangkang telur ayam yang berpotensi sebagai subtitusi kapur dolomit yang dapat menetralisir pH pada tanah aluvial serta pemberian pupuk NPK yang berperan dalam menyediakan unsur hara esensial yang diperlukan tanaman untuk pertumbuhannya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui dosis terbaik dari pemberian tepung cangkang telur ayam dan pupuk NPK yang dapat mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman okra di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 29 Maret 2023 sampai 29 Mei 2023 yang berlokasi di lahan percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Kota Pontianak. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 Faktor yaitu dosis tepung cangkang telur ayam (T) dengan 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK (N) dengan 3 taraf perlakuan.   Penelitian ini terdiri dari 3 ulangan dan 4 sampel dengan jumlah total 108 tanaman. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari faktor pertama dosis tepung cangkang telur ayam (T) yaitu t0 = tanpa tepung cangkang telur, dan t1 = 0,53 ton/ha atau setara dengan 2 gram/polybag, t2 = 1,04 ton/ha atau setara dengan 4 gram/polybag; dan faktor kedua dosis perlakuan pupuk NPK (N) yaitu n1 = 200 kg/ha setara dengan 4 gram/tanaman, n2 = 350 kg/ha setara dengan 7 gram/tanaman dan n3 = 500 kg/ha setara dengan 10 gram/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm2), Volume Akar (cm3), Berat kering (gram), jumlah buah pertanaman (buah), berat buah perbuah (gram), berat buah pertanaman (gram).
PENGARUH BOKASHI AMPAS TEBU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH ALUVIAL Agustina, Eka Putri; Pramulya, Muhammad; Sulistyowati, Henny
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70727

Abstract

Penggunaan tanah aluvial sebagai media tanam memiliki beberapa tantangan, seperti struktur tanahnya yang padat dan kandungan hara yang rendah. Terlepas dari masalah ini, upaya telah dilakukan untuk memperbaiki tanah aluvial dengan menambahkan bokashi ampas tebu dan pupuk NPK. Penelitian ini dilakukan di Jalan Reformasi Gg. Struktur Untan. Penelitian ini bertujuan sebagai berikut: (1) mengetahui adanya interaksi antara bokashi ampas tebu dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial dan (2) mendapatkan dosis terbaik bokashi ampas tebu dan NPK untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan, yaitu faktor bokashi ampas tebu (K) dan faktor pupuk NPK (P). Setiap faktor memiliki tiga taraf perlakuan, dan setiap perlakuan diulang tiga kali dengan empat sampel per perlakuan. Faktor ampas tebu bokashi (K) meliputi perlakuan sebagai berikut: k1 = 15 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, dan k3 = 25 ton/ha. Faktor pupuk NPK (P) meliputi perlakuan sebagai berikut: P1 = 200 kg/ha, P2 = 300 kg/ha, dan P3 = 400 kg/ha. Beberapa variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain jumlah daun, umur muncul bunga (HST), diameter tanaman (cm), berat kering tanaman (g), berat segar tanaman (g), berat segar tanaman (g), volume akar (cm3), dan umur panen (HST). Hasil penelitian menunjukkan tidak ada interaksi antara bokashi ampas tebu bokashi dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial. Namun, pemberian ampas tebu bokashi dengan dosis 20 ton/ha memberikan hasil terbaik untuk berat segar tanaman dan  krop kubis bunga di tanah aluvial. Namun pemberian pupuk NPK dengan berbagai dosis tidak memberikan hasil yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah aluvial.  Kata kunci : Tanah aluvial, Bokashi Ampas tebu, kubis bunga, NPK
IDENTIFIKASI EKTOPARASIT PADA IKAN GABUS (Channa striata) HASIL TANGKAPAN ALAM DI DESA PARIT KELADI KABUPATEN KUBU RAYA Friyastuti, Yesi; Mulyadi, Ahmad; Rahayu, Sri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.66772

Abstract

Ikan Gabus (Channa striata) merupakan jenis ikan air tawar yang terdapat di Indonesia dan termasuk ikan yang bernilai ekonomis tinggi karena ikan gabus ini memiliki daging yang lembut. Ektoparasit merupakan parasit yang menyerang ikan di bagian luar pada tubuh ikan. Pada dasarnya infeksi ektoparasit pada ikan dapat menimbulkan kerugian. Meskipun kerugian tersebut tidak sebesar kerugian akibat infeksi organisme patogen lain seperti virus dan bakteri, infeksi ektoparasit dapat menjadi salah satu faktor predisposisi bagi infeksi organisme patogen yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis ektoparasit yang menyerang ikan gabus di Desa Parit Keladi Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu metode purposive sampling yang dilakukan di setiap stasiun. Hasil pengamatan selama penelitian yaitu jenis ektoparasit yang ditemukan yaitu ditemukan dua jenis ektoparasit yang menyerang ikan gabus yaitu Dactylogyrus sp pada organ insang dan trichodina sp pada kulit ikan. Prevalensi ikan gabus stasiun I yaitu 73% termasuk kategori biasa dan infeksi sedang, stasiun II yaitu 53% termasuk kategori sangat sering dan infeksi sering dan stasiun III yaitu 46% termasuk kategori umumnya dan infeksi biasa. Intensitas stasiun I, II dan III berkisar antara 1-2 ekor/ind, dan termasuk dalam kategori infeksi rendah.
Pengaruh Pemberian Kompos Ampas Tebu dan Pupuk Kandang Kambing Terhadap Serapan Hara N, P, dan K Serta Hasil Terung Ungu (Solanum Melongena L.) di Tanah Ultisol Rahmi, Nelsa Putri Aulia; Sulakhudin, Sulakhudin; Manurung, Rinto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72881

Abstract

Terung (Solanum melongena L.) mengandung banyak khasiat bagi kesehatan, sehingga terung menjadi potensi untuk dikembangkan sebagai penyumbang terhadap keanekaragaman bahan sayuran bergizi bagi penduduk. Sebaran Tanah Ultisol banyak dijumpai di Indonesia yang sebagian besarnya banyak dijumpai terutama di Kalimantan Barat dengan luas sekitar 21.938.000 hektar (BPS Kalbar, 2020). Tanah Ultisol sering disebut tanah yang bermasalah karena relatif kurang subur, untuk mengatasi permasalahan kualitas tanah dapat melalui penggunaan bahan pembenah tanah seperti pemberian bahan organik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing terhadap serapan hara dan hasil terung ungu pada Tanah Ultisol. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor. Faktor pertama yaitu kompos ampas tebu sebanyak 3 taraf perlakuan A0 (0 g/polibag), A1 (300 g/polibag), A2 ( 600 g/polibag) dan faktor kedua pupuk kandang kambing sebanyak 3 taraf perlakuan K0 (0 g/polibag), K1 (204 g/polibag), K2 (408 g/polibag) sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali sehingga terdapat 27 unit percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai dosis kompos ampas tebu dan pupuk kandang kambing menunjukkan pengaruh yang nyata terhadap serapan hara tanaman dan hasil produksi terung ungu. Interaksi perlakuan A2K2 (600 g/polibag kompos ampas tebu dan 408 g/polibag pupuk kandang kambing) dapat meningkatkan serapan fosfor bagian atas tanaman, panjang buah terung ungu, berat buah terung ungu, dan diameter buah terung ungu.
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH SAWAH UNTUK TANAMAN PADI DI DESA TEMPURUKAN KECAMATAN MUARA PAWAN Suryanti, Tassa Ananda; Suswati, Denah; Hazriani, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.71399

Abstract

Tanaman padi (Oryzae sativa, L.) merupakan satu diantara makanan pokok di Indonesia.Sekitar 90% masyarakat Indonesia mengkonsumsi beras yang merupakan hasil olahan padisebagai makanan utamanya, oleh karena itu padi menjadi tanaman pangan yang banyakdiusahakan di Indonesia. Pengembangan pertanian di lahan sawah berbagai kendala dalampeningkatan produktivitas budidaya tanaman padi salah diantaranya tingkat kesuburantanah sawah yang semakin menurun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui statuskesuburan tanah pada lahan sawah dan saran pemupukan pada tanaman padi di DesaTempurukan, Kecamatan Muara Pawan. Sampel tanah komposit pada lahan sawah di DesaTempurukan ditentukan secara diagonal dengan 5 titik sampel pada kedalaman 0-20 cmsetelah diperoleh sampel tanah maka diambil kurang lebih 2 kg untuk setiap sampel tanahkomposit. Jumlah sampel tanah yang dianalisis 4 sampel tanah komposit. Hasil penelitianini menunjukkan tingkat kesuburan tanah sawah di Desa Tempurukan Kecamatan MuaraPawan pada 4 lokasi penelitian menunjukkan status kesuburan tanah dengan kriteria rendah(R). Saran pemupukan pada lahan sawah A diperlukan penambahan Urea 343,38 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 75 kg/ha, pada lahan sawah B diperlukan penambahan Urea 239,22kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha, pada Lahan sawah C diperlukan penambahan Urea271,51 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha dan pada lahan sawah D diperlukanpenambahan Urea 285,05 kg/ha, SP-36 100 kg/ha, KCl 50 kg/ha.
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K PADA TANAH ENTISOL YANG DITANAMI JERUK SIAM (Citrus nobilis L) DI KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Rustom, Rustom; Suswati, Denah; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72768

Abstract

Identifikasi status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah dan memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman jeruk siam. Penelitian dilakukan di Desa Sebangun Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian merupakan lahan jeruk siam dengan umur 8 tahun dan produksi berbeda. Jumlah titik sampel sebanyak 5 titik untuk setiap lokasi penelitian dengan pengambilan sampel dilakukan dengan sistem diagonal dan dikompositkan menjadi 1 sampel tanah, sehingga dari 4 lokasi penelitian terdapat 4 sampel tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata status hara pada lokasi penelitian (A, B, C dan D) adalah N sedang sampai tinggi, P Sangat tinggi, dan K sedang. Saran pemupukan pada masing-masing lokasi penelitian yaitu : lokasi A Kebutuhan pupuk Urea = 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl = 1,55 kg/pohon, lokasi B kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,12 kg/pohon, lokasi C kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,17 kg/pohon, dan lokasi D kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 1,49 kg/pohon. Kebutuhan pupuk NPK 15-15-15 pada lokasi penelitian yaitu 0,61 kg/pohon.  
PENGARUH PEMBERIAN BIOCHAR TANKOS DAN BIOCHAR KOTORAN AYAM TERHADAP KETERSEDIAAN UNSUR HARA NPK DAN PERTUMBUHAN TANAMAN JAGUNG MANIS (Zea mays L. Saccharata Sturt) DI TANAH ALUVIAL Pramesti, Febi Regita Ardia; Yulies Vitri Indrawati, Urai Suci; Sulakhudin, Sulakhudin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70234

Abstract

Pemanfatan tanah Aluvial yang digunakan sebagai lahan pertanian memerlukan sejumlah perbaikan yang dapat meningkatkan kesuburan tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi biochar tankos dan biochar kotoran ayam terhadap ketersedian unsur hara N, P, K dan pertumbuhan tinggi tanaman jagung manis di tanah Aluvial. Penelitian ini di lakukan dari bulan Desember hingga Maret, dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dosis biochar tankos 25% dan biochar kotoran ayam 75% : B0 0 ton/ha, B1 20 ton/ha, B2 40 ton/ha, B3 60 ton/ha, B4 80 ton/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada perlakuan B4 (80 ton/ha) berpengaruh nyata terhadap parameter pH, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, tinggi tanaman dan diameter batang. Perlakuan biochar tankos dan biochar kotoran ayam pada dosis 628,8 g/polybag dapat meningkatkan pH, C-organik, N-total, dan P-tersedia, K-tersedia, Tinggi tanaman dan diameter batang dibandingkan dengan kontrol (tanpa biochar tankos dan biochar kotoran ayam).Kata Kunci : Tanah Aluvial, Jagung Manis, Biochar Tankos, Biochar Kotoran Ayam
PENGARUH AMPAS TAHU PADA MEDIA SERBUK GERGAJI DAN AMPAS TEBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAMUR TIRAM PUTIH Anjas, Anjas; Purwaningsih, Purwaningsih; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70367

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jamur makroskopis yang digolongkan kedalam jamur yang kaya akan nutrisi karena memiliki nutrisi yang sangat tinggi. Ampas tahu mengandung protein, lemak, kalsium dan vitamin yang dapat membantu pertumbuhan dan hasil jamur tiram pada media serbuk gergaji dan ampas tebu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui konsentrasi ampas tahu terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram. Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi berbeda yaitu di jalan Beringin RT 30, RW 07, Sekunder B Unit Kampung, Kecamatan Rasau Jaya. Lokasi kedua di jalan Aburahman Saleh 3, Kecamatan Pontianak Tenggara. Adapun waktu penelitian dimulai 1 November 2021 sampai 31 Januari 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu pemberian konsentrasi ampas tahu pada 7 taraf. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel baglog sehingga jumlah baglog seluruh perlakuan 84 baglog. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari perlakuan ampas tahu yaitu P1=0%, P2=5%, P3=10%, P4=15%, P5=20%, P6=25%, dan P7=30%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi ampas tahu berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan. Konsentrasi ampas tahu 25% merupakan konsentrasi efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih.