cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 50 Documents
Search results for , issue "Vol 13, No 2" : 50 Documents clear
KEANEKARAGAMAN JENIS IKAN HASIL TANGKAPAN NELAYAN TRAWL DI PANGKALAN PENDARATAN IKAN PELABUHAN KENMDAWANGAN KABUPATEN KETAPANG Januarti, Dea; SM, Ahmad Mulyadi; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.71165

Abstract

ABSTRAKKetapang merupakan salah satu Kabupaten yang memiliki ketersediaan sumber daya laut yang tinggi salah satu kecamatan yang berada di Kabupaten Ketapang adalah Kecamatan Kendawangan, dimana mayoritas masyarakat bekerja sebagai nelayan. Nelayan di Kendawangan masih menggunakan alat tangkap trawl (jarring tarik) untuk menangkap ikan. trawl merupakan alat tangkap ikan yang terbuat dari jaring, berbentuk kerucut (cone shape net) dengan salah satu ujung terbuka lebar sebagai mulu dan semakin kecil ujung yang lain sebagai kantong yang dapat dibuka atau ditutup, jaring berbentuk kerucut ini ditarik di sepanjang dasar perairan dengan kecepatan dan jangka waktu tertentu, untuk menangkap ikan-ikan demersal (Nadelec Prako 1990). Penelitian terkait keanekaragaman ikan di laut kendawangan berdasarkan alat tangkap trawl yang banyak digunakan nelayan untuk melaut dan menangkap ikan. Hal ini mendorong peneliti untuk mengkaji lebih lanjut tentang keanekaragaman ikan di laut Kendawangan menggunakan alat tangkap trawl. Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui keanekaragaman ikan yang tertangkap dan nilai ekonomi setiap jenis ikan hasil tangkapan nelayan trawl di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawanagan Kabupaten Ketapang. Pengambilan sampel dari 2 kapal nelayan dilakukan dengan metode purposive sampling dengan mengambil 10% ikan dari setiap keranjang dan jumlah keranjang yang diambil sebanyak 2 keranjang jadi per keranjang diambil 5%. Setelah melakukan pengambilan sampel sebanyak 10% ikan dipisahkan sesuai jenisnya setelah itu dihitung, didokumentasikan serta diidentifikasi dan hasil dicatat. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak 6 kali dengan selang waktu 2 minggu sekali selama 3 bulan. Berdasarkan hasil penelitian, ikan yang tertangkap di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan Kabupaten Ketapang selama penelitian diperoleh 21 spesies ikan yang terdiri dari 13 famili Di antara spesies tersebut terdapat 2 jenis ikan yang paling banyak ditemukan yaitu ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Berdasarkan hasil tangkapan nelayan selama penelitian terdapat dua jeis ikan dengan koposisi jenis tertinggi yaitu, ikan gembung (Rastrelliger kanagurta), dan ikan mayong (Plicofollis argyropleuron).Ikan gembung merupakan ikan yang bergerombol yang hidup diluat tropis pada rentang kedalaman 20 hingga 90 m, tersebar di wilayah indopasifik barat, yaitu dari Afrika Timur hingga Indonesia (Teleng, 2010). Ikan mayong (Plicofollis argyropleuron) hidup di perairan estuari dan laut. Indeks keanekaragaman di Pangkalan Pendaratan Ikan Pelabuhan Kendawangan (H"™) sebesar 2,40 menunjukan keanekaragaman tergolong sedang. Nilai indeks keseragaman (E"™) dari semua hasil tangkapan nelayan selama penelitian berkisar antara 0,77 berdasaekan nilai keseragaman tersebut dikategorikan populasinnya tinggi hal ini dapat diartikan adannya variasi yang besar dari nilai struktur komunitas ikan. Dan indeks dominansi selama penelitian (C) sebesar 0,13 yang berada pada kategori tidak ada jenis ikan yang mendominansi Dalam melakukan aktivitas penangkapan, nelayan di Kendawangan Kabupaten Ketapang menggunakan Alat tangkap trawl atau biasa di sebut pukat harimau atau pukat hela. Jenis alat tangkap yang digunakan nelayan tidak menentukan jenis dan ukuran ikan yang tertangkap.
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN GAMBUT Erick, Antonius; Radian, Radian; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77538

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata L.) merupakan tanaman pangan yang banyak dibudidayakan masyarakat dan menjadi satu diantara komoditas terpenting setelah tanaman padi karena mengandung karbohidrat,   protein, lemak yang rendah, dan sejumlah vitamin sangat bermanfaat bagi kesehatan. Penelitian bertujuan untuk menentukan dosis dan jenis amelioran terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama yaitu pemberian dosis amelioran (D) terdiri dari: d1= 10 ton/ha setara dengan 5,6 kg/petak, d2= 20 ton/ha setara dengan 11,2 kg/petak, d3= 30 ton/ha setara dengan 16,8 kg/petak. Faktor kedua yaitu jenis amelioran (J) terdiri dari: j1= lumpur laut, j2= tanah aluvial, j3= abu kayu. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman, jumlah daun, berat kering tanaman, volume akar, berat jagung berkelobot, diameter tongkol, panjang tongkol, berat jagung berkelobot per petak. Berdasarkan hasil penelitian bahwa amelioran abu kayu dengan dosis 20 ton/ha setara 11,2 kg/petak merupakan perlakuan terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan gambut.
STATUS KESUBURAN TANAH INCEPTSIOL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT PT. DINAMIKA MULTI PRAKARSA DI KECAMATAN SEMITAU KABUPATEN KAPUAS HULU Afendy, Florensius Irwan; Hayati, Rita; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77278

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah dan memberikan saran pemupukan berdasarkan status kesuburan tanah inseptisol pada perkebunan kelapa sawit PT. Dinamika Multi Prakarsa. Penelitian dimulai dari tanggal 9 oktober 2023 sampai 13 Desember 2022 dan sampai dengan penyajian hasil. Pengambilan sampel tanah terganggu dilakukan pada setiap blok dengan metode diagonal. Dalam 1 blok dibuat 3 sub blok. setiap sub blok ditentukan 5 titik pengambilan sampel tanah pada tanaman kelapa sawit dan didapatkan 1 sampel tanah komposit dari setiap 1 sub blok, sehingga dalam 1 blok didapatkan 3 sampel tanah komposit yang digunakan untuk analisis kimia tanah. Jarak titik pengambilan sampel tanah yaitu 1,5 meter dari pohon kelapa sawit. Titik pengambilan sampel tanah terganggu dengan pengeboran pada kedalaman 0-30 cm dan Sampel tanah utuh diambil menggunakan ring sampel pada kedalaman 0-30 cm pada tanaman kelapa sawit. Setiap blok ditentukan 3 titik pengambilan sampel tanah utuh yang mewakili masing-masing setiap lokasi penelitian sehingga mendapatkan 9 sampel tanah utuh yang digunakan untuk analisis bobot isi tanah. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah, reaksi tanah (pH tanah), C-Organik N- Total, P-Tersedia, K-dd, P-Total, K-Total, KTK, KB, dan Kejenuhan Al, variabel penunjang analisis Tekstur tanah, Profil Tanah, dan Bobot isi tanah. Hasil penelitian Jenis tanah di lahan pengamatan tergolong jenis tanah Inseptisol, tekstur tanah pada blok E21, F21 dan F26 memiliki kelas tekstur lempung dan lempung berpasir, Reaksi tanah (pH) pada blok E21, F21 dan F26 memiliki kriteria masam. Kandungan C-Organik pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria rendah dan sedang. Kandungan N-total pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria rendah. Kandungan P-Tersedia pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah. Kandungan P-total pada blok blok E21, F21, F26 memiliki rata-rata kriteria sangat rendah. K-dd pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sanga rendah, rendah dan sedang. K-total pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah dan rendah. Kapasitas Tukar Kation (KTK) pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria rendah. Kejenuhan basa blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah. Kejenuhan Al pada blok E21, F21, F26 memiliki kriteria sangat rendah. Rekomendasi pemupukkan Urea, SP-36 dan MOP (KCL) pada lokasi penelitian yaitu Blok E21 adalah 271,7 kg/ha, 104,39 kg/ha dan 39,35 kg/ha, Blok F21 adalah 298,87 kg/ha, 287,43 kg/ha dan 245,61 kg/ha, Blok F26 adalah 360,36 kg/ha, 177,32 kg/ha dan 145,58 kg/ha.
PENGARUH KOMBINASI AMELIORAN DAN VARIETAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA DUA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH Manurung, Noval Martua; Abdurrahman, Tatang; Wasi’an, Wasi’an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77212

Abstract

Produktivitas kubis bunga di Kalimantan Barat masih rendah karena pengembangannya dalam skala area kecil sehingga masih didatangkan dari luar daerah. Tanah aluvial yang cenderung bersifat masam mengakibatkan kubis bunga tidak dapat tumbuh optimal, sehingga penambahan unsur hara pada tanah aluvial dapat dilakukan dengan penambahan amelioran yang dikombinasikan dengan varietas menggunakan sistem budidaya jenuh air pada dua kedalaman muka air tanah. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh kedalaman muka air tanah, kombinasi amelioran dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga. Penelitian ini dilakukan di lahan Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, pada 1 Juli 2023 sampai dengan 10 November 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Blok, sebagai main plot yaitu kedalaman muka air tanah (D) dan sub plot yaitu kombinasi amelioran dan varietas (C). Terdapat 8 taraf perlakuan dengan 3 ulangan sehingga terdapat 24 unit percobaan yang menggunakan 4 sampel tanaman dan 1 diantaranya menjadi sampel destruktif. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedalaman muka air tanah berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga, kombinasi amelioran dan varietas Larissa memberikan pertumbuhan dan hasil kubis bunga terbaik, serta tidak terdapat interaksi antara kedalaman muka air tanah dengan kombinasi amelioran dan varietas terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga.Kata Kunci: Amelioran, Budidaya Jenuh Air, Kubis Bunga, Tanah Aluvial.
KELAYAKAN FINANSIAL USAHA PENGOLAHAN KERUPUK AMPLANG DI KECAMATAN BENUA KAYONG KABUPATEN KETAPANG Siregar, Anggitio Aprian; Yurisinthae, Erlinda; Suyatno, Adi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.69982

Abstract

Industry is a business or activity that processes raw materials or semi-finished goods into goods that have added value to make a profit. Amplang is a product made from fish mixed with tapioca flour and is very popular with the public. This food is often used as a complement to meals or as a snack. The development of small industries is one of the focuses of the Ministry of Industry because MSMEs make a large contribution to the formation of non-oil and gas processing industry GDP. In the last five years there has been an increase of 2.5 percent from 57.84 percent to 60.34 percent (Performance Report of the Indonesian Ministry of Industry, 2018). Based on the number of businesses/companies according to business field categories and small business scale, the processing industry is in the third largest position, namely 4,373,821 business units spread across Indonesia (Central Statistics Agency, 2015). It is very important to carry out studies regarding feasibility analysis, one of which is as a reference for Amplang business owners in running businesses in the business sector. Analysis is carried out to assess the feasibility of a business from a financial aspect.
APLIKASI POC KOTORAN KAMBING DAN PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) PADA PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG DI TANAH GAMBUT Ardianto, M. Rafi; Surachman, Surachman; Budi, Setia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74302

Abstract

Jagung manis (Zea mays saccharata Sturt) ialah salah satu serealia yang memiliki nilai komersil tinggi dan memiliki waktu panen lebih singkat, sehingga sangat menguntungkan untuk dibudidayakan. Tanaman jagung manis menghendaki tanah yang bersolum tebal, subur, gembur, dan banyak mengandung humus serta kandungan unsur hara yang cukupuntuk pertumbuhan dan hasil yang optimal. Penggunaan tanah gambut sebagai media tumbuh untuk tanaman jagung manis memiliki beberapa kendala diantaranya pH tanah rendah, porositas tanah yang tinggi, ketersediaan unsur hara relatif rendah dan proses dekomposisibahan organik yang berjalan lambat. Penggunaan POC kotoran kambing dan PGPR diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia dan biologi tanah gambut. Penelitian dilaksanakan pada lahan tanah gambut di Perumahan Fajar Asri, Jl. Desa Kapur, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 1 Meihingga 30 Juli 2023. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF) yang terdiri dari 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor pertama konsentrasi POC kotoran kambing yaitu k1 = 40 ml/l, k2 = 50 ml/l, k3 = 60 ml/l. Faktor kedua konsentrasi PGPR yaitu p1 = 5 ml/l, p2 = 7,5 ml/l, p3 = 15 ml/l. Variabel yang diamati dalam penelitianini terdiri atas tinggi tanaman, jumlah daun, panjang daun, lebar daun, volume akar, bobot tongkol berkelobot dan bobot tongkol tanpa kelobot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kotoran kambing berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan panjang daun dan terjadinya interasi pada tinggi tanaman 2 MST. Pemberian PGPR berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel, namun memberikan interaksi pada variabel volume akar. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian POC kotoran kambing konsentrasi 40 ml/l dan PGPR 5 ml/l merupakan konsentrasi efektif yang dapat digunakan dalam budidaya jagung pada tanah gambut.  Kata Kunci: gambut, hasil, jagung, PGPR, POC
PENGARUH KONSENTRASI ZAT PENGATUR TUMBUH AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK MELADA Apriyatna, Arif; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73816

Abstract

Pengaruh konsentrasi zat pengatur tumbuh auksin terhadap pertumbuhan setek melada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari konsentrasi ZPT Auksin (Atonik) terbaik bagi pertumbuhan setek tanaman melada. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini dimulai pada tanggal 22 Februari hingga 22 Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dalam bentuk rancangan acak lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan konsentrasi Atonik yang diulang sebanyak 6 kali dan setiap perlakuan terdiri dari 5 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut : pemberian Atonik dengan konsentrasi 1 m/l, pemberian Atonik dengan konsentrasi 2 ml/l dan pemberian Atonik dengan konsentrasi 3 ml/l. Variabel pengamatan penelitian meliputi persentase tumbuh (%), jumlah tunas, jumlah daun (helai), panjang akar (cm), jumlah akar (helai), dan volume akar (cm3). Hasil penelitian menunjukkan pemberian ZPT auksin (Atonik) dengan konsentrasi 1 ml/l merupakan dosis terbaik untuk digunakan dalam perbanyakan setek melada. Pemberian ZPT auksin (Atonik) memberikan persentase tumbuh terbaik yaitu 90%, panjang akar terbaik yaitu 13,34 cm, jumlah akar terbaik yaitu 12 helai dan volume akar terbaik 9,67 cm3.  
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI SAWAH DI KELURAHAN ANJUNGAN MELANCAR KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Maharani, Shinta Rafika; Hazriani, Rini; Agustine, Leony
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73961

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses penilaian sumber daya lahan untuk tujuan tertentu dengan menggunakan suatu pendekatan atau cara yang sudah teruji. Hasil evaluasi lahan akan memberikan informasi dan/atau arahan penggunaan lahan sesuai dengan keperluan. Evaluasi lahan untuk keperluan perencanaan memiliki peran penting karena hampir tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa daya dukung lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kesesuaian lahan pada tanaman padi sawah di Kelurahan Anjungan Melancar Kecamatan Anjongan Kabupaten Mempawah dengan luas areal sebesar 60 ha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode survey dan matching. Pelaksanaan kegiatan ini dilakukan dengan pengambilan sampel tanah kemudian dianalisis di Laboratoirum. Penelitian ini memiliki beberapa tahap yaitu mulai dari persiapan, penentuan titik pengamatan, verifikasi dataset karakteristik lahan, kegiatan lapangan, analisis laboratorium, pengolahan data, pembuatan peta dan penyusunan laporan dan penyajian hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap Satuan Lahan memiliki karakteristik yang berbeda-beda mulai dari kesesuaian aktual dengan kelas N-rc (tidak sesuai) hingga S3-wa,rc,na,nr (sesuai marginal) dan untuk kelas kesesuaian potensial dengan kelas S3-rc(sesuai marginal) hingga S1(sesuai).
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI LADA DI DESA SEMANGET KECAMATAN ENTIKONG KABUPATEN SANGGAU Purhiza, Andreas Tedi; Kusrini, Novira; Maswadi, Maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.70609

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap produksi lada di Desa Semanget Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif deskriptif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Lokasi penelitian ini ditentukan secara (purposive) yaitu di Desa Semanget Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau dengan pertimbangan dimana wilayah atau daerah tersebut merupakan salah satu kawasan konsentrasi yang memiliki banyak petani lada di Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau. Berdasarkan hasil analisis secara simultan dalam penelitian ini diperoleh hasil output yang menunjukan bahwa secara simultan  luas lahan, umur tanaman, pupuk dan tenaga kerja mempunyai pengaruh yang positif terhadap produksi di Desa Semanget Kecamatan Entikong Kabupaten Sanggau
UJI POTENSI BAKTERI PELARUT FOSFAT DARI ENTISOL TERHADAP KETERSEDIAAN FOSFOR TANAH Azzahra, Tia Tilana; Vitri Indrawati, Urai Suci Yulies; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74397

Abstract

Mikroorganisme tanah yang mampu menyediakan unsur hara bagi tanaman adalah bakteri  pelarut fosfat. Bakteri pelarut fosfat merupakan kelompok mikroba yang dapat mengubah fosfat  tidak terlarut dalam tanah menjadi bentuk yang larut dengan mensekresi asam "“ asam organik  dan melarutkan P yang teradsorpsi oleh senyawa. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan  isolat yang memiliki kemampuan melarutkan fosfat dan adaptasi yang tinggi, sehingga dapat  dimanfaatkan pada berbagai agroekosistem lahan pertanian. Penelitian in dilaksanakan di lahan  pertanian Desa Semperiuk A Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas Provinsi  Kalimantan Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada 23 Februari 2023 "“ 30 Mei 2023. Penelitian  ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan karakteristik makroskopis spesies bakteri  pelarut fosfat sebanyak 5 taraf perlakuan dan diulang sebanyak 4 kali. Semua perlakuan  dilarutkan sebanyak 5/100ml dan diaplikasikan ke media tanam. Pemberian bakteri pelarut  fosfat pada tanah memiliki hasil yang berbeda terhadap tiap parameternya. Hipotesis yang  diajukan dalam penelitian ini adalah pemberian bakteri pelarut fosfat diduga dapat  mempengaruhi kelarutan fosfat pada tanah Entisol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pemberian bakteri pelarut fosfat tidak berbeda nyata terhadap ketersediaan P tetapi memiliki  nilai rerata tertinggi pada parameter pH tanah, N-total tanah, dan P-total tanah.