cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1" : 30 Documents clear
PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA AKSESI UBI JALAR DI TANAH ALUVIAL Ananda, Augia Rahma; Sulistyowati, Henny; Arifin, Nur
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.80671

Abstract

Ubi jalar memiliki jenis yang beragam, masing-masing dengan ciri tersendiri baik dari segi morfologi maupun potensi hasil. Morfologi tanaman ubi jalar yang beragam di antaranya adalah bentuk daun, ukuran dan warna ubinya. Tanaman ubi jalar juga memiliki potensi hasil yang beragam. Potensi hasil ubi jalar di Kalimantan Barat yang cukup tinggi yaitu ubi jalar ungu dan oranye karena kedua jenis ubi ini banyak diminati konsumen dan tumbuh dengan baik di lingkungan wilayah Kalimantan Barat. Tanah aluvial dapat dijadikan media tanam untuk budidaya ubi jalar asalkan faktor pembatasnya diatasi. Pemberian kompos untuk memperbaiki struktur tanah, dolomit untuk memperbaiki pH tanah, dan pupuk untuk menambah unsur hara dalam tanah merupakan upaya yang dapat dilakukan untuk menciptakan media tanam yang baik bagi ubi jalar. Penanaman berbagai aksesi ubi jalar pada tanah aluvial mungkin saja memberikan produksi dan hasil yang berbeda-beda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya keragaman pertumbuhan dan hasil produksi dari delapan aksesi ubi jalar pada tanah aluvial dan mengetahui aksesi ubi jalar yang memiliki pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanah aluvial. Penelitian telah dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung selama 3 bulan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 8 perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah delapan aksesi ubi jalar, yaitu ARF 01, ARF 02, ARF 03, ARF 05, ARF 06, ARF 08, ARF 09, dan ARF 10. Hasil penelitian menunjukkan terdapat keragaman pertumbuhan pada variabel   panjang sulur dan jumlah cabang, sementara terhadap variabel hasil tidak terdapat keragaman. Secara statistik, jumlah umbi paling banyak pada aksesi ARF-02, ARF-09 dengan panjang umbi terpanjang, ARF-08 dengan diameter umbi terbesar, dan ARF-10 dengan bobobt umbi per tanaman terberat.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA LAHAN SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Pratama, Rio Febry; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85169

Abstract

Permasalahan utama tanah sulfat masam untuk budidaya tanaman adalah kandungan pirit yang terdapat pada tanah tinggi sehingga dapat menyebabkan keracunan bagi tanaman jika mengalami oksidasi, selain itu tanah sulfat masam juga memiliki pH yang rendah, miskin hara, dan kandungan Al dan Fe yang tinggi serta memiliki sifat fisik yang kurang baik. Pemberian bahan organik dan anorganik seperti pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK diharapkan mampu memperbaiki struktur tanah dan menyediakan ketersediaan unsur hara untuk tanaman. Penelitian ini dilakukan untuk menemukan dosis kombinasi pupuk kandang ayam dan NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil yang terbaik pada bawang daun dengan sistem budidaya jenuh air. Penelitian dilaksanakan di Golden River Camp yang berlokasi di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, penelitian ini berlagsung sejak Maret "“ Juni 2024. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, terdiri 2 Faktor yaitu dosis pupuk kandang ayam (K) dengan 2 taraf dan dosis pupuk NPK (N) dengan 3 taraf sehingga diperoleh 6 kombinasi perlakukan dan masing-masing perlakukan diulang sebanyak 4 kali, terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman yang diperoleh sebanyak 96 tanaman. Faktor pertama pemberian pupuk kandang ayam (K) terdiri dari (k1)= 5 ton/ha setara dengan 0,9 kg/petak (k2) = 10 ton/ha setara dengan 1,8 kg/petak, Faktor kedua   pemberian pupuk NPK (N) terdiri dari :   (n1) = 200 kg/ha setara dengan 3,5 g/tanaman, (n2) = 400 kg/ha setara dengan 7 g/tanaman, (n3 600 kg/ha setara dengan 10,5 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini terdiri atas tinggi tanaman(cm), jumlah daun(helai), volume akar(ml), jumlah anakan, berat segar(gr), berat kering tanaman(gr). Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK tidak memberikan pengaruh nyata terhadap variabel pertumbuhan dan hasil tanaman Bawang Daun  kecuali pada variabel volume akar dengan dosis pupuk kandang ayam 5 ton/ha pada lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air
PENGARUH BOKASHI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRE NURSERY PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Wahyudi, Erwin; Warganda, Warganda; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88011

Abstract

Pembibitan adalah salah satu kegiatan agronomis penting pada proses budidaya kelapa sawit, kualitas bibit yang dihasilkan di pembibitan akan menentukan keberhasilan pada saat bibit dipindahkan ke lapangan. Pembibitan kelapa sawit dikenal dengan istilah double stage atau sistem pembibitan dua tahap. Tahap pembibitan awal (Pre nursery) berlangsung pada umur 1-3 bulan. Media tanah berperan penting sebagai tempat media tumbuhnya bibit kelapa sawit. Upaya untuk meningkatkan kesuburan tanah dapat dilakukan dengan pemberian pupuk NPK guna memperkaya unsur hara yang di perlukan untuk pertumbuhan tanaman serta perbaikan struktur tanah dengan pemberian bokashi Mucuna breacteata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi yang terbaik antara bokashi Mucuna bracteata dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di pre nursery pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Garu, Kecamatan Mempawah Hulu, Kabupaten Landak pada tanggal 13 Juni "“ 30 September 2023. Penelitian ini menggunakan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 Faktor.  Faktor pertama bokashi Mucuna breacteata dan Faktor kedua yaitu pupuk NPK dengan masing-masing sebanyak 3 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 9 dan diulang 3 kali dengan setiap kombinasi perlakuan menggunakan 4 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu bokashi Mucuna breacteata: m1 = 10 g/polybag setara dengan 10 ton/ha,  m2 = 20 g/polybag setara dengan 20 ton/ha  dan m3 = 30 g/polybag setara dengan 30 ton/ha. Faktor kedua yaitu pupuk NPK: n1 = 5 g/polybag, n2 = 10 g/polybag  dan  n3 = 15 g/polybag. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan lokasi penelitian dan pembuatan naungan, pembuatan bokashi Mucuna bracteata, persiapan media tanam, pemberian kapur dan bokashi, pemberian pupuk NPK, penanaman, dan pemeliharaan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, diameter batang, berat basah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis bokashi Mucuna 30 ton/ha dan pupuk NPK 15 g/polybag merupakan dosis yang baik untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah PMK.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN GAMBAS TERHADAP PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN TRICHODERMA SP. PADA TANAH GAMBUT Apriani, Salbina; Surachman, Surachman; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88277

Abstract

Permasalahan budidaya gambas pada tanah gambut diantaranya pH masam dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan menggunakan pupuk kandang kambing sebagai penyedia unsur hara sekaligus untuk memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi tanah, serta penambahan Trichoderma sp. sebagai pengurai pupuk kandang kambing. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Asrama Bengkayang, Jl. Sepakat II, Pontianak yang berlangsung pada tanggal 1 Agustus 2024 sampai dengan 30 September 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan petak terbagi (split plot design) RAL yang terdiri dari petak utama (main plot) perlakuan Trichoderma sp. (T) terdiri dari 2 taraf yaitu t0 = tanpa pemberian Trichoderma sp. dan t1 = dengan pemberian Trichoderma sp. Anak petak (sub plot) pemberian Pupuk Kandang Kambing (K) terdiri dari 3 taraf yaitu k1 = 700g/polybag, k2 = 800g/polybag dan k3 = 900g/polybag. Faktor perlakuan diulang sebanyak 4 kali, dengan masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 96 sampel tanaman. Variabel pengamatan yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah/tanaman, berat buah/buah, berat buah/tanaman, panjang buah/tanaman, dan diameter buah/tanaman.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perlakuan dengan pemberian pupuk kandang kambing 800g/polybag setara 40 ton/ha merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil gambas pada tanah gambut. Memberikan peningkatan hasil panen sebesar 8% dari perlakuan pemberian pupuk kandang kambing dosis 700g/polybag setara 35 ton/ha. Tidak terdapat interaksi antara pupuk kandang kambing dan Trichoderma sp. dalam membengaruhi semua variabel penelitian.
KETERSEDIAAN HARA, SERAPAN HARA N, P, K DAN KARAKTER PERTUMBUHAN JAGUNG PADA TANAH SULFAT MASAM AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS BERBAHAN DASAR TKKS Ghazali, Fardhoni; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87618

Abstract

Tanaman jagung (Zea mays L.) merupakan sumber bahan pangan pokok utama setelah beras. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi kompos berbahan dasar tandan kosong kelapa sawit yang terbaik terhadap ketersediaan hara, serapan Hara N, P, K dan karakter pertumbuhan jagung pada tanah Sulfat Masam. Tanah yang digunakan adalah tanah sulfat masam. Penelitian dilaksanakan di Jl. Racana UNTAN, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2024. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan komposisi kompos Tandan Kosong Kelapa sawit (TKKS)   dan 7 ulangan. Masing-masing perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. A = 100% TKKS + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10%, B = 70 % TKKS + 30% Hijauan Daun Gamal + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10% C = 70 % TKKS + 30 % Hijauan Daun dan batang Mimosa air + dekomposer jamur Penicilium dan jamur-jamur dari class Basidiomycetes + dedak 10%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ketersediaan hara setelah inkubasi pada lahan penelitian termasuk kriteria sangat rendah sampai tinggi, serta Pemberian perlakuan kompos TKKS + dedak + daun gamal dapat meningkatkan serapan hara N, P, K dan pertumbuhan jagung pada tanah Sulfat Masam.
PENGARUH BOKASI KULIT RAMBUTAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG UNGU (Solanum melongena L.) PADA TANAH ALLUVIAL Ayu, Yulia Sri; Radian, Radian; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88665

Abstract

Budidaya tanaman terung ungu (solanum melongena L.) pada tanah alluvial dihadapkan pada masalah sifat fisik, kimia dan biologi tanah yang kurang baik, dan kandungan bahan organik rendah dengan tingkat keasaman tanah (pH) yang rendah, sehingga perlu dilakukan upaya peningkatan produktivitas tanah alluvial yaitu dengan penambahan bahan organik seperti bokasi kulit rambutan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi kulit rambutan yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Budi Utomo, Komplek Taman Anggrek, Siantan Hilir, Pontianak Utara, Kota Pontianak yang berlangsung pada tanggal 19 Maret 2020 "“ 20 Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga dihasilkan 80 tanaman yang disusun dengan jarak 50 cm × 60 cm antar polybag.. Perlakuan penelitian ini adalah 600 g/polybag pupuk kandang sapi setara dengan 20 ton/ha (kontrol), 300 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 10 ton/ha, 600 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 20 ton/ha, 900 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 30 ton/ha dan 1200 g/polybag bokasi kulit rambutan setara dengan 40 ton/ha. Variabel penelitian yang diamati meliput tinggi tanaman (cm), waktu berbunga (HST), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per buah (g), berat buah per tanaman (g), panjang buah (cm) dan diameter buah (cm). Pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 900 g/polybag memberikan hasil yang baik yaitu mampu memberikan waktu berbunga tercepat, berat kering tanaman dan diameter buah tertinggi sedangkan berat buah per buah dan berat buah per tanaman tertinggi pada pemberian bokasi kulit rambutan dengan dosis 300 g/polybag.
STRUKTUR KOMUNITAS MANGROVE DI DUSUN TANJUNG BURUNG DESA SUNGAI NIBUNG KECAMATAN TELUK PAKEDAI KABUPATEN KUBURAYA Nopianti, Putri; Rahayu, Sri; Kurniadi, Bambang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.71194

Abstract

Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai memiliki hutan mangrove yang cukup luas dengan hutan mangrove yang tumbuh di daerah pasang surut, terutama di pantai yang terlindungi, laguna dan muara sungai yang tergenang pada saat pasang dan bebas dari genangan pada saat surut yang komunitas tumbuhannya bertoleransi terhadap garam.  Penelitian ini bertujuan untuk Untuk mengetahui Struktur Komunitas Mangrove di Dusun Tanjung Burung Desa Sungai Nibung Kecamatan Teluk Pakedai Kabupaten Kubu Raya. Pengambilan sampel mangrove dilakukan bertahap disetiap stasiun. Terdapat 3 stasiun pengambilan sampel, pada setiap stasiun terdapat 5 transek dengan jarak antar transek adalah ±10 meter dan masing-masing transek diletakkan 5 buah plot berukuran 10 x 10 m ² untuk pohon 5 x 5 m ² untuk pancang dan 2 x 2 m ² untuk semai. Dari Penelitian ini diperoleh spesies mangrove yaitu sebanyak 12 spesies. Nilai indeks keanekaragaman pada tingkat pohon, pancang dan semai  adalah H"™=2,25-2,16 sehingga dalam semua tingkatan masuk dalam kategori keanekaragaman sedang. Nilai keseragaman jenis pada tingkat pohon, pancang dan semai sebesar E=0,87-0,90 semua tingkatan ini masuk dalam kategori sebaran sedang. Hasil perhitungan indeks dominansi pada tingkat pohon,pancang dan semai  sebesar C=0,120-0,138.    
Kinerja Karyawan Panen pada PT. Satria Multi Sukses (SMS) di Kabupaten Landak Veronika, Yohana; Kurniati, Dewi; Suharyani, Anita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87487

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kinerja karyawan panen pada PT. Satra Multi Sukses (SMS) di Desa Agak Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak dan menganalisis hubungan karakteristik usia, pendidikan, pengalaman terhadap kinerja karyawan panen. Penelitian ini dilakukan di PT. Satria Multi Sukses (SMS) di Desa Punyanget Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian ini adalah seluruh karyawan panen pada PT. Satria Multi Sukses di Desa Punyanget Kecamatan Sebangki Kabupaten Landak Provinsi Kalimantan Barat yang berjumlah 54 orang. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara usia, pendidikan dan pengalaman kerja terhadap kinerja karyawan panen di    PT. Satria Multi Sukses. Hubungan antara usia dan pendidikan terhadap kinerja karyawan panen di PT. Satria Multi Sukses bernilai negatif yang artinya semakin rendah usia dan pendidikan karyawan panen maka semakin besar kinerja karyawan yang dihasilkan. Sedangkan pengalaman kerja bernilai positif yang artinya semakin lama pengalaman kerja karyawan panen maka semakin besar kinerja karyawan yang dihasilkan
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P, K TANAH DI AREAL PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DI DESA AMBARANG KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Monica, Natalia Agnes; Suswati, Denah; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85222

Abstract

Kesuburan tanah adalah suatu keadaan dimana tata air, udara dan unsur hara dalam keadaan cukup seimbang dan tersedia sesuai kebutuhan tanaman, baik fisik, kimia dan biologi tanah, seperti mampu menyediakan unsur hara essensial dalam jumlah dan proporsi yang seimbang untuk pertumbuhan. Tujuan penelitian: Identifikasi status hara N, P, K tanah di areal perkebunan kelapa sawit rakyat. Memberi saran umum pemupukan dan pengapuran untuk peningkatan kesuburan tanah di Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak.   Metode yang dilakukan dalam penelitian ini dengan cara sistem diagonal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua lahan A, B, C dan D mempunyai pH tanah masam, N-total rendah, Kalium (K-dd) tanah tinggi, Kalsium (Ca-dd) sangat rendah, Magnesium (Mg-dd) rendah, KTK rendah dan KB sangat rendah. Lahan A mempunyai C-organik rendah, sedangkan lahan B, C dan D mempunyai C-organik sedang.   Lahan A mempunyai P-tersedia sangat rendah, lahan B, C mempunyai P-tersedia sedang dan lahan D mempunyai P-tersedia rendah. Lahan A, B dan D mempunyai kejenuhan Al yang sangat tinggi sedangkan lahan C mempunyai kejenuhan Al yang tinggi. Lahan A dan B mempunyai tekstur tanah lempung liat berdebu sedangkan lahan C dan D mempunyai tekstur tanah lempung berliat.   Semua lahan penelitian A, B, C dan D mempunyai bobot isi yang tinggi.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK AB MIX DAN PUPUK ORGANIK CAIR KOTORAN WALET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY SECARA HIDROPONIK Wusono, Nyoman; Basuni, Basuni; Pramulya, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88280

Abstract

Budidaya pakcoy secara hidroponik di hadapkan dengan   masalah input produksi yang mahal seperti nutrisi AB mix yang ada di pasaran input   produksi   yang   mahal   seperti   nutrisi   AB   mix   yang   ada   di   pasaran.   Maka   dari   itu   perlu   adanya   pupuk   organik   cair   sebagai   subtitusi   alternatif   yang   dikombinasikan   dengan   nutrisi   AB   mix   hidroponik.   Pupuk   organik   yang   di   maksud   adalah   kotoran   walet,   dimana   di   daerah   Kalimantan   Barat   peternak   walet   cukup   banyak   diharapkan   kotoran   walet   tersebut   bisa   menunjang   pertumbuhan   dan   hasil   sawi   pakcoy.   Pengkombinasian   antara   konsentrasi   nutrisi   AB   mix   dengan   pupuk   organik   cair   kotoran   walet   perlu   dilakukan   untuk   mengurangi   penggunaan   AB   mix   yang   berlebihan.   Penelitian   ini   bertujuan   untuk   mengetahui   apakah   pupuk   organik   cair   kotoran   walet   dapat   mensubtitusi   sebagian   dari   konsentrasi   pupuk   AB   mix   terhadap   pertumbuhan   dan   hasil   tanaman   sawi   pakcoy   secara   hidroponik. Penelitian   ini   dilaksanakan   pada   bulan Mei   "“   Juni   2024   di Kecamatan   Pontianak   Selatan,   Kota   Pontianak.   Rancangan   yang   akan   digunakan   dalam   penelitian   ini   adalah   Rancangan   Acak   Lengkap   (RAL)   yang   terdiri   dari   4   taraf   perlakukan   tanpa   ulangan,   setiap   perlakuan   terdapat   20   sampel   tanaman   sehingga   total   terdapat   80   tanaman   yang   diamati.   Perlakuan   yang   dimaksud   adalah   P1=   AB   mix   1300   ppm   +   tanpa   POC   kotoran   walet;   P2=   AB   mix   975   ppm   +   325   ppm   POC   kotoran   walet;   P3=   AB   mix   650   ppm   +   650   ppm   POC   kotoran   walet;   P4=   AB   mix   325   ppm   +   975   ppm   POC   kotoran   walet. Variabel   pengamatan   meliputi:   tinggi   tanaman,   jumlah   daun,   panjang   akar,   berat   segar   bagian   atas   tanaman   dan   berat   kering   bagian   atas   tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan kombinasi AB Mix dan POC kotoran walet berbeda nyata dengan perlakuan AB Mix tanpa POC dapat disimpulkan bahwa   POC   kotoran   walet   tidak   dapat   mensubtitusi   pupuk   AB   Mix   terhadap   pertumbuhan   dan   hasil   tanaman   sawi   pakcoy   secara   hidroponik

Page 1 of 3 | Total Record : 30