cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1" : 30 Documents clear
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN ATRAZIN, NIKOSULFURON, DAN MESOTRION TERHADAP GULMA UMUM Adawiyah, Rabiatul; Syahputra, Edy; Suswanto, Iman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87623

Abstract

Kehadiran gulma menyebabkan terjadinya kompetisi dengan tanaman budidaya dalam memperoleh air, unsur hara, cahaya dan ruang tumbuh. Keberadaan gulma di lahan pertanian tentunya sangat beragam. Salah satu cara paling efektif untuk mengendalikan beberapa jenis gulma yang berbeda dalam satu populasi yaitu dengan melakukan pencampuran herbisida. Penggunaan dua jenis atau lebih herbisida mampu meningkatkan efektivitas pengendalian gulma, serta dapat menekan resistensi gulma. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat aktivitas herbisida campuran dengan bahan aktif Atrazin, Mesotrion, dan Nikosulfuron terhadap gulma umum. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan November 2022 "“ Januari 2023 selama 3 bulan di Lokasi percobaan dan Laboratorium Pestisida, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 taraf dosis perlakuan yang diulang 5 kali. Variable yang diamati dalam penelitian ini adalah fitotoksitas dan intensitas kerusakan gulma setelah aplikasi herbisida. Analisis data menggunakan analisis sidik ragam dan analisis probit menggunakan program SAS dilanjutkan dengan perhitungan indeks kombinasi. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif atrazin + mesotrion + nikosulfuron menunjukkan nilai indek kombinasi sebesar 0,98 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH GAMBUT Gunawan, Elfedius Andre; Purwaningsih, Purwaningsih; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.72166

Abstract

Peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman tomat pada tanah gambut dengan pengaplikasian pupuk hayati dan pupuk fosfat yang dapat membantu dalam meningkatkan kualitas tanah secara kimia dan biologi tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi pemberian konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk fosfat terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 13 Februari sampai 19 April 2022. Penelitian menggunakan metode rancangan acak lengkap (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama pemberian pupuk hayati yang terdiri dari 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk fosfat dengan 3 taraf perlakuan. Masing- masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Faktor pertama yang dimaksud adalah 4, 5 dan 6 ml/liter, faktor yang kedua yaitu 2,4, 3,6 dan 4,8 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman dan berat buah perbuah. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh bahwa interaksi pemberian pupuk hayati dengan pupuk fosfat tidak terjadi pada tanaman tomat, namun pemberian pupuk fosfat saja sudah memberikan pengaruh pada berat buah perbuah dan berat buah pertanaman dengan dosis 2,4 g/tanaman yang paling efektif.  Kata kunci: Fosfat, Gambut, Pupuk   Hayati, Tomat
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP PEMBERIAN ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK NPK PADA TANAH ALUVIAL Nazara, Jefirstino; Zulfita, Dwi; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.86528

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L.) merupakan tanaman rempah-rempah yang banyak digunakan sebagai bahan baku industri dan bumbu dapur. Produksi bawang merah di Kalimantan Barat yang menurun sehingga perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan jumlah produksinya. Cara yang dapat dilakukan yaitu meningkatkan luas lahan produksi bawang merah dengan memanfaatkan wilayah tanah aluvial sebagai lahan pertanian. Pemanfaatan tanah aluvial dihadapkan dengan kendala dari sifat tanah yang kurang baik. Upaya perbaikan sifat tanah aluvial dapat dilakukan dengan penggunaan arang sekam padi dan pupuk NPK. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui interaksi antara arang sekam padi dan pupuk NPK, serta mencari dosis terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Berlangsung dari tanggal 30 November 2023 "“ 14 Januari 2024. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama adalah Arang Sekam Padi (a) dan faktor kedua adalah pupuk NPK (b) yang masing-masing terdiri dari 3 taraf. Perlakuan arang sekam padi a1= 10 ton/ha, a2 = 15 ton/ha, a3 = 20 ton/ha. Pupuk NPK b1 = 500 kg/ha, b2 = 600 kg/ha, b3 = 700 kg/ha. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdapat 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Terdapat interaksi antara arang sekam padi dan pupuk NPK terhadap berat kering tanaman dan berat segar umbi bawang merah, serta kombinasi dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial ditunjukkan dengan kombinasi arang sekam padi dosis 10 ton/ha dan pupuk NPK dosis 500 kg/ha.Kata Kunci:   Aluvial, Arang Sekam Padi, Bawang Merah, Pupuk NPK
PENGARUH RED MUD DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT MAWAR PADA TANAH ALUVIAL Rio, Kornelius; Surachman, Surachman; Gusmayanti, Evi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87870

Abstract

Tomat merupakan sayuran serbaguna dengan permintaan tinggi di pasaran, digunakan sebagai bahan masakan hingga kosmetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi interaksi antara red mud dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan produksi tomat mawar pada tanah aluvial. Penelitian dilakukan di kebun kelompok tani Tresno Subur III, Desa Parit Baru, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Agustus sampai November 2023. Rancangan percobaan yang digunakan adalah faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari dua faktor: red mud (1,0"“2,0 g/kg tanah) dan pupuk NPK (3,2"“6,4 g/polybag), masing-masing dengan tiga taraf perlakuan, tiga ulangan, dan empat sampel per ulangan (total 108 tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara red mud dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat mawar. Namun, dosis red mud 1,5 g/kg tanah aluvial dan pupuk NPK 4,8 g/polybag menghasilkan pertumbuhan dan produksi tomat mawar terbaik.  
PENGARUH JENIS PUPUK HAYATI DAN DOLOMIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Fristiwa, Yudika; Surachman, Surachman; Warganda, Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85122

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata  L.) merupakan tanaman Leguminosae yang tumbuh baik didaerah tropis. Teknik budidaya yang kurang tepat menjadi salah satu faktor yang dapat menyebabkan turun naiknya produksi kacang hijau. Usaha untuk meningkatkan produksi kacang hijau di Kalimantan Barat dapat dilakukan upaya seperti penambahan  unsur  hara  ke dalam  tanah menggunakan pupuk hayati dan perbaikan pH tanah dengan pemberian kapur dolomit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menegetahui jenis pupuk hayati dan dosis dolomit yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lokasi Jalan Rahadi Usman Desa Sungai Besar Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat yang dilaksanakan dari 01 Desember 2022 - 22 Februari 2023. Penelitian menggunakan Faktorial dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor pertama yaitu pupuk hayati sebanyak 3 taraf perlakuan dan faktor kedua Dolomit sebanyak 4 taraf perlakuan sehingga total kombinasi perlakuan sebanyak 12 dan diulang 3 kali dengan setiap kombinasi perlakuan menggunakan 4 tanaman sampel. Faktor pertama yaitu pupuk hayati: h1 = pupuk hayati A, h2 = pupuk hayati B, h3 = pupuk hayati C. Faktor kedua yaitu dolomit : d1 = 1,14 ton/ha setara dengan 219 g/1,92 m2, d2 = 2,28 ton/ha setara dengan 438 g/1,92 m2 ,d3 = 3,42 ton/ha setara dengan 657 g/1,92 m2, d4 = 4,56 ton/ha setara dengan 876 g/1,92 m2. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan lokasi penelitian, pemberian pupuk kandang sapi, pemberian kapur dolomit, pemberian pupuk hayati, penanaman, pemberian pupuk dasar, pemeliharaan dan pemanenan. Variabel penelitian meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji per tanaman, berat 100 biji, jumlah polong per petak dan berat biji per petak. Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk hayati A dan dolomit 4,56 ton/ha dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman yaitu pada volume akar tanaman. Pemberian pupuk hayati dengan jenis dan dosis yang berbeda tidak menunjukkan perbedaan terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau yang ditanam pada tanah aluvial, namun pemberian pupuk hayati C dengan dosis dolomit 1,14 ton/ha merupakan dosis yang efisien dalam meminimalisirkan biaya yang dikeluarkan dalam budidaya kacang hijau pada tanah aluvial.
PENGARUH BERBAGAI JENIS BAHAN PENYAMAK TERHADAP DAYA TERIMA TELUR PINDANG Mentari, Dini; Lestaru, Retno Budi; Permadi, Edy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87409

Abstract

Telur merupakan jenis bahan pangan asal ternak unggas yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Telur konsumsi adalah telur yang paling banyak ditemui di pasaran. Pemindangan telur merupakan salah satu bentuk pengolahan dengan kombinasi herbal-herbal tertentu dan perebusan. Telur pindang merupakan produk olahan telur tradisional yang menggunakan bahan penyamak protein. Bahan-bahan yang dapat digunakan untuk menyamak telur antara lain kulit bawang merah, daun jambu biji dan air teh. Selain daun jambu biji, kulit bawang merah, dan air teh yang sudah dikenal oleh masyarakat sebagai bahan penyamak kulit telur, terdapat bahan alami lain yang berpotensi sebagai bahan penyamak dalam proses pemindangan salah satunya adalah kayu secang. Secang merupakan tanaman yang sudah lama banyak digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis bahan penyamak terhadap daya terima telur pindang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 23 Juli "“ 20 September 2023 Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 kali ulangan menggunakan masing-masing perlakuan 7 butir telur. (P0 : kontrol (dimasak tanpa bahan penyamak); P1: 5 % bubuk daun jambu biji; P2: 5   % bubuk kulit bawang merah; P3: 5 % bubuk teh; P4: 5 % bubuk kayu sepang). Variabel yang diamati adalah warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan daun jambu biji, kulit bawang merah, daun teh, kayu secang terhadap telur pindang memberikan pengaruh terhadap warna, aroma dan rasa tetapi tidak berpengaruh terhadap tekstur telur pindang. Formula terbaik telur pindang pada perlakuan penambahan kayu secang.
RESPONS PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI PRENURSERY AKIBAT PEMBERIAN KOMPOS KULIT NANAS PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Br. Ginting, Agnes Junita; Sulistyowati, Henny; Ruliyansyah, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85327

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas utama perkebunan. Prenursery merupakan tahap awal pembibitan kelapa sawit yang dimulai dari penyemaian kecambah sampai tanaman berusia 3 bulan. Penggunaan tanah PMK sebagai media tanam prenursery memiliki kendala kesuburan yang rendah baik dari segi fisik, biologi, dan kimia sehingga diperlukan penambahan kompos kulit nanas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui resposns pertumbuhan kelapa sawit di prenursery akibat pemberian kompos kulit nanas serta mendapatkan dosis kompos kulit nanas yang terbaik bagi pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan 5 perlakuan yaitu n1 (38 g/polybag atau setara 3% bahan organik), n2 (84 g/polybag atau setara 6% bahan organik), n3 (131 g/polybag atau setara 9% bahan organik), n4 (178 g/polybag atau setara 12% bahan organik), n5 (225 g/polybag atau setara 15% bahan organik) dan setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan terdapat 4 tanaman sampel sehingga terdapat 80 satuan percobaan. Variabel pengamatan dalam penelitian ini terdiri dari tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), diameter bonggol (cm), volume akar (cm3), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis kompos kulit nanas memberikan respons yang baik terhadap jumlah daun kelapa sawit di prenursery. Pemberian kompos kulit nanas 225 g/polybag kompos kulit nanas atau setara 15% bahan organik merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK dan pemberian kompos kulit nanas 38 g/polybag atau setara 3% bahan organik merupakan dosis yang efesien untuk pertumbuhan kelapa sawit di prenursery pada tanah PMK.
PENGARUH PUPUK MKP DAN ABU JANJANG KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT DI TANAH PMK Fabregas, Nicsyaen; Maulidi, Mulidi; Abdurrahman, Tatang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.87564

Abstract

Tomat (Lycopersicum esculentum Mill.) merupakan tanaman yang tergolong dalam tanaman hortikultura semusim dari family solanaceae. Penelitian menggunakan pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit yang bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi terbaik pupuk MKP, dosis abu janjang kelapa sawit serta interaksi antara pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman tomat di tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Barat, Pontianak, sejak tanggal 27 Mei sampai 24 Agustus 2024. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah pupuk MKP, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan m0= tanpa pemberian pupuk MKP, m1 = 5 g/L, m2 = 10 g/L, dan m3 = 15 g/L dan faktor kedua adalah abu janjang kelapa sawit, yang terdiri dari 4 taraf perlakuan a0 = tanpa pemberian abu janjang kelapa sawit,   a1 = 8 ton/ha atau setara 40 g/polybag, a2 = 10,5 ton/ha atau setara 52 g/polybag dan a3 = 13 ton/ha atau setara 64 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk MKP berpengaruh nyata pada variabel bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah namun berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman, diameter batang, volume akar, berat kering tanaman dan waktu berbunga dan pemberian dosis abu janjang kelapa sawit berpengaruh nyata pada variabel diameter batang, berat kering tanaman dan waktu berbunga namun berpengaruh tidak nyata pada variabel tinggi tanaman, volume akar, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsentrasi   pupuk MKP 10 g/L sudah mampu meningkatkan bobot buah per buah, bobot buah per tanaman, jumlah buah per tanaman dan diameter buah pada tanaman tomat di tanah PMK, dosis abu janjang kelapa sawit 10,5 ton/ha atau setara 52 g/polybag sudah mampu meningkatkan diameter batang, berat kering tanaman dan waktu berbunga pada tanaman tomat di tanah PMK dan tidak terjadi interaksi antara pupuk MKP dan abu janjang kelapa sawit.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN URINE SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Putri, Ekas July; Zulfita, Dwi; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.88067

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendapatkan interaksi antara konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung mulai tanggal 15 Juni 2024 sampai dengan 15 Agustus 2024. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Sepakat 2, Gang Racana UNTAN Kecamatan Pontianak Tenggara. Penelitian ini menggunakan Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu faktor pertama adalah Konsentrasi Pupuk Hayati (K) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : k1 = 2 mL/L air, k2 = 4 mL/L air dan k3 = 6 mL/L air. Sedangkan Faktor kedua adalah Konsentrasi Urine Sapi (U) dengan 3 taraf perlakuan yaitu : u1 = 200 mL/L air, u2 = 300 mL/L air dan u3 = 400 mL/L air. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan terdapat 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah jumlah daun, luas daun total, volume akar, berat segar pertanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan interaksi konsentrasi pupuk hayati dan urine sapi terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati konsentrasi 4 mL/L air dan urine sapi konsentasi 300 mL/L air dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi yang terbaik pada tanah gambut.
PENGARUH PEMBERIAN POC LIMBAH BUAH PISANG DAN PUPUK KALIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH DI TANAH PMK Aseng, Nehemia David; Abdurrahman, Tatang; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 14, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v14i1.85414

Abstract

Tanah PMK berpotensi untuk perluasan areal budidaya tanaman bawang merah. Pemanfaatan tanah PMK sebagai media tanam bawang merah dihadapkan pada beberapa kendala terutama sifat fisik dan kimia yang kurang baik serta kandungan unsur hara yang rendah. Alternatif untuk memperbaiki tanah PMK dengan pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah di tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Komplek Karya Alam Sutera B32, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya pada bulan september 2023 samapi november 2023. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu POC limbah buah pisang dan pupuk kalium. Faktor pertama, POC limbah buah pisang (p)  terdiri dari 3 taraf perlakun yaitu p0 = tanpa poc limbah buah pisang, p1 = 50 ml/L, dan p2 = 100 ml/L. Faktor kedua, adalah pupuk kalium (k) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu  k1 = 150 kg/ha, k2 = 250 kg/ha, dan k3 =  350 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi. Hasil penelitian menujukkan terjadi interaksi antara pemberian POC limbah buah pisang dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan tinggi tanaman 4 MST, 5 MST dan berat segar umbi. Konsentrasi 50 ml/L POC limbah buah pisang dan dosis pupuk kalium 350 kg/ha memberikan hasil terbaik pada semua variabel pengamatan.

Page 3 of 3 | Total Record : 30