cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 13 Documents
Search results for , issue "Vol 15, No 3: In Press" : 13 Documents clear
KARAKTERISTIK MORFOMETRIK KERANG ALE-ALE (MERETRIX MERETRIX) DI PANTAI TANJUNG BELANDANG KABUPATEN KETAPANG Hardianti, Ira; Padmarsari S, FX.Widadi; Utami, Pratita Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.97802

Abstract

Kerang ale-ale (Meretrix meretrix) merupakan bivalvia bernilai ekologis dan ekonomis yang banyak ditemukan di perairan pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik morfometrik kerang ale-ale di Pantai Tanjung Belandang, Kabupaten Ketapang. Penelitian dilaksanakan pada Maret–Mei 2025 di tiga stasiun dengan metode transek kuadrat 1x1 m secara sistematis saat air surut. Parameter morfometrik yang diamati meliputi panjang, lebar, tinggi cangkang, berat cangkang, dan berat isi. Hasil penelitian menunjukkan ukuran rata-rata panjang 30,17 mm, lebar 24,56 mm, dan tinggi 17,3 mm. Analisis regresi menunjukkan bahwa lebar dan berat cangkang berpengaruh signifikan terhadap berat isi dengan nilai R² masing-masing 0,263 dan 0,376, sedangkan panjang dan tinggi cangkang tidak signifikan. Warna cangkang didominasi coklat (157 individu), diikuti hitam (119) dan putih (62), yang berkaitan dengan jenis substrat. Penelitian ini menegaskan bahwa lebar dan berat cangkang merupakan indikator utama biomassa kerang ale-ale dan penting untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan serta potensi budidaya.
LAJU KERUSAKAN BEBERAPA JENIS KACANG-KACANGAN AKIBAT SERANGAN HAMA KUMBANG BUAH KERING (CARPOPHILUS SP) Sepila, Yuni; Hernowo, Kukuh; Hendrati, Indri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.99437

Abstract

Kacang-kacangan merupakan sumber protein nabati penting, namun rentan rusak selama penyimpanan akibat hama gudang Carpophilus sp. Penelitian ini bertujuan mengetahui laju kerusakan dan perkembangan Carpophilus sp. pada empat jenis kacang, yaitu kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, dan kacang merah. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Tanaman, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama empat bulan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga periode pengamatan (30, 60, dan 90 hari) dan empat taraf perlakuan: P1 = kacang tanah 50 g/toples + 3 pasang hama, P2 = kacang hijau 50 g/toples + 3 pasang hama, P3 = kacang kedelai 50 g/toples + 3 pasang hama, P4 = kacang merah 50 g/toples + 3 pasang hama. Parameter yang diamati meliputi populasi hama, berat imago, persentase biji terserang, bobot bubuk, dan susut berat. Hasil menunjukkan kacang tanah mengalami kerusakan tertinggi, ditunjukkan oleh peningkatan populasi hama dan parameter kerusakan lainnya. Sebaliknya, kacang merah tidak menunjukkan pertumbuhan hama. Disimpulkan bahwa jenis kacang berpengaruh nyata terhadap laju kerusakan akibat serangan Carpophilus sp. selama penyimpanan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KECIPIR TERHADAP PEMBERIAN PUPUK HAYATI DAN PUPUK KALIUM PADA TANAH GAMBUT sabarudin, Sabarudin; Susana, Rini; Darussalam, Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.102397

Abstract

Kecipir (Psophocarpus tetragonolobus L.) merupakan tanaman tropis yang bernilai gizi tinggi dan banyak dimanfaatkan sebagai sayuran. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk hayati dan pupuk kalium serta interaksi keduanya yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman kecipir di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, berlangsung dari 18 Februari sampai dengan 29 Mei 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah pupuk hayati (H) dan faktor kedua pupuk kalium (K) masing-masing terdiri dari 3 taraf sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali yang terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel penelitian yaitu berat kering tanaman, volume akar, jumlah polong, bobot polong dan panjang polong, serta variabel penunjang meliputi suhu udara, kelembaban udara dan curah hujan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pupuk hayati dan pupuk kalium terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kecipir pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati dan pupuk kalium dapat meningkatkan jumlah polong tanaman kecipir dengan kombinasi perlakuan 300 kg/ha pupuk hayati dan 250 kg/ha pupuk kalium.
PERUBAHAN MUTU BUAH PEPAYA VARIETAS CALIFORNIA (Carica papaya L.) SELAMA PENYIMPANAN DENGAN JENIS PENGEMASAN PASCA PANEN YANG BERBEDA Putra, Cahyo Purnama; Kusuma Dewi, Yohana Sutiknyawati; Hartanti, Lucky
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.99362

Abstract

Pepaya varietas California merupakan komoditas buah penting di Indonesia yang tergolong buah klimaterik dengan umur simpan terbatas akibat perubahan pasca panen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh perubahan mutu buah pepaya varietas Calofornia (Carica papaya L.) selama penyimpanan dengan jenis pengemasan pasca panen yang berbeda serta untuk menentukan jenis pengemasan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan kemasan: kontrol (p0), plastik Polypropylene (p1), plastik Polyethylene (p2), kertas (p3), dan daun pisang (p4), masing-masing diulang lima kali. Parameter yang diamati meliputi susut bobot, total asam tertitrasi, dan aktivitas antioksidan selama pengamatan 0, 2, 4, 6, dan 8 hari. Hasil analisis data menunjukkan bahwa kemasan plastik PE memberikan nilai indeks efektivitas tertinggi (0,98), menunjukkan kinerja terbaik dalam menjaga kualitas buah. Buah yang dikemas dengan PE memiliki aktivitas antioksidan 62,49%, total asam tertitrasi 1,23%, dan susut bobot hanya 2,34% pada akhir penyimpanan. Hasil ini menunjukkan bahwa kemasan plastik PE efektif menekan degradasi kualitas pasca panen, sehingga menjadi pilihan terbaik untuk memperpanjang umur simpan pepaya California.
INSIDEN SERANGAN HAMA PENGGEREK BATANG PADA PADI HITAM ASAL SEKADAU Saputra, Dimas Mulia; Palupi, Tantri; Hernowo, Kukuh
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.104898

Abstract

Padi beras hitam yang berasal dari Sekadau diyakini merupakan varietas padi lokal yang berpotensi untuk dikembangkan khususnya di Kalimantan Barat terutama di bagian areal penanamannya. Tetapi di dalam proses pengembangan padi hitam ini dihadapkan dengan berbagai kendala seperti gangguan dari hama ataupun penyakit, salah satunya adalah serangan hama penggerek batang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat serangan hama penggerek batang pada padi hitam asal Sekadau. Penelitian ini dilaksanakan di lahan petani Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dan berlangsung selama 6 bulan, mulai dari Mei hingga Oktober 2025. Penelitian ini menggunakan metode survei langsung di lapangan. Pengamatan dilakukan dengan mencari kelompok telur dan larva yang ada di tanaman atau rumpun sampel. Untuk pengamatan intensitas kerusakan, dilakukan pada dua petak yang ditentukan secara diagonal dengan ukuran 4 x 3 meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa intensitas serangan hama penggerek batang pada padi hitam tergolong rendah, dengan serangan lebih dominan pada fase vegetatif (4,72%) dibandingkan fase generatif (1,39%). Serangan hama penggerek batang padi cenderung tidak merata dan berkelompok.
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG KAMBING DAN ABU KAYU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Marselini, Marselini; Anggorowati, Dini; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.100758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik dari penggunaan pupuk kandang kambing dan abu kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut serta bertujuan untuk mengetahui interaksi antara pupuk kandang kambing dan abu kayu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan yang berada di Jln. Reformasi, Gg Struktur, Pontianak Tenggara, dimulai pada 8 April 2023 sampai 13 Mei 2023. Penelitian ini menggunakan metode Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor 3 taraf perlakuan, 4 sampel dan 3 ulangan. Faktor A adalah dosis abu kayu a1 = 30 ton/ha atau setara dengan 200 g/polybag a2 = 40 ton/ha atau setara dengan 300 g/polybag a3= 50 ton/ha atau setara dengan 400 g/polybag dan Faktor K adalah dosis pupuk kandang kambing k1= 10 ton/ha setara dengan 170 g/polybag k2= 15 ton/ha setara dengan 260 g/polybag k3 = 20 ton/ha setara dengan 340 g/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar tanaman, berat segar umbi dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian penggunaan pupuk kandang kambing dengan dosis 10 ton/ha dan dosis abu kayu 30 ton/ha merupakan dosis yang efisien untuk pertumbuhan lobak pada tanah gambut, karena dengan pemberian dosis pupuk kandang kambing 10 ton/ha memberikan pengaruh berbeda tidak nyata dengan pemberian dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha sedangkan pemberian abu kayu 30 ton/ha berbeda tidak nyata dengan pemberian abu kayu 50 ton/ha. Interaksi antara pupuk kandang kambing dan abu kayu terjadi pada masa pertumbuhan lobak yang dapat dinyatakan pada pengamatan variabel berat kering tanaman.
PENGARUH AMELIORAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA KEDALAMAN MUKA AIR TANAH BERBEDA DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Anitasya, Haziza; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.78528

Abstract

Produktivitas kubis bunga di Kalimantan Barat masih tergolong rendah karena masih sulit mengembangkan tanaman kubis bunga dikarenakan perbedaan suhu serta kondisi tanah. Tanah aluvial yang miskin unsur hara perlu penambahan bahan organik ke dalam tanah yaitu penambahan amelioran yang dikombinasikan dengan sistem budidaya jenuh air pada dua kedalaman muka air tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kedalaman muka air tanah serta kombinasi amelioran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kubis bunga. Penelitian ini dilaksanakan selama 4 bulan di Lahan Golden River Camp, Jalan Kalimas Tengah, Kecamatan Sungai Kakap. Penelitian ini menggunakan Rancangan Split Blok. sebagai main plot yaitu kedalaman muka air tanah (D) yang terdiri dari d1 = kedalaman muka air tanah 20 cm dan d2 = kedalaman muka air tanah 30 cm. Sub plot yaitu kombinasi amelioran (P) yang terdiri dari p1 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha, p2 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha, p3 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L dan p4 = pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati bioboost 15 ml/L. Terdapat 8 taraf perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 24 unit percobaan dengan menggunakan 4 sampel tanaman. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan amelioran dan kedalaman muka air tanah tidak memberikan perbedaan terhadap pertumbuhan tetapi memberikan perbedaan terhadap hasil kubis bunga. Perlakuan kedalaman muka air tanah 30 cm dan kombinasi amelioran berupa pupuk kandang ayam 10 ton/ha + kapur 2 ton/ha + pupuk hayati 15 ml/L merupakan kombinasi yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga.  
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.87186

Abstract

Bawang merah (Allium ascolonicum L) merupakan komoditas sayuran yang telah lama diusahakan petani secara intensif. Tanah aluvial secara keseluruhan mempunyai unsur hara yang rendah. Pemberian pupuk hayati (Bioboost) dapat memperbaiki, meningkatkan kandungan organik di dalam tanah. Pupuk KNO3 menyediaan unsur hara dalam tanah terutama unsur hara makro seperti K, N. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis dan interaksi Pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilakukan selama 3 bulan dimulai 3 september 2022 - 10 november 2022. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap faktorial, terdiri dari dua faktor. Faktor pertama pupuk hayati 3 taraf yaitu b1= 5 ml/l b2 =10 ml/l b3 =15 ml/l dan faktor kedua pupuk KNO3 3 taraf yaitu k1 = 150 kg/ha k2 = 225 kg/ha k3 = 350 kg/ha. Tidak ada interaksi pemberian pupuk hayati dan KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah, Pemberian pupuk hayati dapat meningkatkan jumlah anakan, jumlah umbi, berat segar umbi, dan berat kering angin umbi tanaman bawang merah, namun memberikan pengaruh yang sama terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun. Pemberian pupuk hayati bioboots 10 ml/l merupakan dosis terbaik dalam pertumbuhan dan hasil bawang merah sedangkan pemberian pupuk KNO3 memberikan pengaruh yang sama terhadap seluruh variabel pengamatan penelitan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI AKIBAT PEMBERIAN PUPUK P PADA TANAH GAMBUT
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.103060

Abstract

Kedelai (Glycine max L. Merr.) merupakan sumber protein nabati penting di Indonesia, namun produktivitasnya di tanah gambut masih rendah akibat sifat fisik dan kimia tanah yang kurang mendukung. Oleh karena itu, diperlukan varietas adaptif dan pemupukan yang tepat seperti fosfor yang berperan penting dalam pembentukan klorofil, dan ketersediaan energi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pertumbuhan dan hasil beberapa varietas tanaman kedelai dan memperoleh takaran dosis pupuk P yang tepat yang dapat memberikan hasil maksimal terhadap tiap varietas tanaman kedelai. Penelitian telah dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Reformasi, Gg. Matematika Untan. Waktu penelitian dari tanggal 20 Juni sampai dengan 13 September 2025. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split-Plot Design) yang terdiri dari 3 Petak Utama yaitu Varietas Kedelai (V) dan 3 anak petak yaitu dosis pupuk SP-36 (P), dengan 3 kali ulangan, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman, sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel yang diamati meliputi: tinggi tanaman umur 2, 3, dan 4 MST (cm), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), jumlah polong/tanaman (buah), berat polong/tanaman (g), jumlah biji/tanaman (buah), berat biji/tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk P dan varietas Derap 1 memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik terhadap variabel berat polong per tanaman yaitu 21,11 g/tanaman, dan pemberian pupuk P dengan dosis 200 kg/ha memberikan hasil terbaik terhadap berat polong per tanaman yaitu 14,44 g/tanaman.
RESPON BEBERAPA JENIS PADI LOKAL SAMBAS TERHADAP CEKAMAN SALINITAS PADA FASE PERKECAMBAHAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 15, No 3: In Press
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i3.105165

Abstract

Di Kalimantan Barat, terdapat berbagai jenis padi lokal (Oryza sativa L.) yang dibudidayakan secara turun-temurun. Namun, peningkatan produksi padi terkendala oleh salinitas. Tidak semua jenis padi memiliki toleransi tinggi terhadap kondisi tanah salin. Penelitian ini bertujuan mengkaji respons padi lokal terhadap salinitas pada fase perkecambahan, dilakukan di Laboratorium Agronomi dan Klimatologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura pada September–Oktober 2024.Penelitian menggunakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) RAK dengan 3 ulangan. Perlakuan utama adalah konsentrasi NaCl: g0 = 0 ppm (kontrol), g1 = 2000 ppm, g2 = 4000 ppm. Sub-plot berupa varietas padi: Ringkak Duku, Ringkak Sanen, Ringkak Bali, Ringkak Singkawang, Ketupat Merah, Unggul Putih, Unggul Kuning, Unggul Cina, Inpari 34 Salin, dan Inpari 32. Total terdapat 90 unit percobaan, masing-masing dengan dua sampel.Parameter yang diukur meliputi kadar air, indeks vigor, keserempakan tumbuh, daya berkecambah, kecepatan tumbuh, panjang akar, panjang plumula, dan berat kering kecambah. Hasil menunjukkan varietas Ringkak Bali memiliki respons terbaik terhadap variabel pengamatan. Varietas toleran meliputi Unggul Kuning, Unggul Putih, dan Ketupat Merah, sementara Ringkak Bali tergolong moderat, dan Ringkak Sanen termasuk sensitif.

Page 1 of 2 | Total Record : 13