cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 59 Documents
Search results for , issue "vol. 12 no. 4" : 59 Documents clear
Inventarisasi Jenis Ikan Hasil Tangkapan Nelayan Di Taman Nasional Danau Sentarum Veronica, Velda; Padmarsari, Widadi; Sirojul, Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.58216

Abstract

Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) terletak di dataran banjir Sungai Kapuas di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS) seluas 132.000 hektar terdiri atas sekumpulan danau musiman dan beberapa formasi hutan rawa yang unik dan kaya akan keanekaragaman hayati (Giesen and Aglionby). Selain itu, di dalam kawasan terdapat juga beberapa bukit yang merupakan habitat dari hutan meranti dan kerangas. Sejak tahun 194, kawasan ini telah dinyatakan sebagai situs ramsar, sebagai bukti pengakuan masyarakat internasional sebagai lahan basah yang penting bagi pelestarian keanekaragaman hayati. Taman Nasional Danau Sentarum mendukung industri perikanan tradisional skala besar dan menjadi penyumbang sumberdaya perikanan air tawar terbesar di Kalimantan Barat. Taman Nasional Danau Sentarum adalah tempat hidup ikan arwana (Scleropages formosus) jenis super merah (super red dragon fish) yang harganya sangat mahal, dan termasuk dalam daftar CITES. Penelitian ini bertujuan untuk menginventarisasi jenis ikan hasil tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum Kapuas Hulu. Penelitian telah dilaksanakan selama 2 bulan di Taman Nasional Danau Sentarum dan identifikasi ikan di Laboratorium Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Lokasi penelitian ditentukan secara purposive berdasarkan informasi dari masyarakat dan hasil penelitian terdahulu. Pelaksanaan penelitian dilakukan dengan survey lapangan, pengambilan dan pemeriksaan sampel ikan dan kualitas fisika dan kimia perairan. Variabel pengamatan dilakukan dengan pengamatan jenis ikan, jumlah individu disetiap spesies, parameter fisika dan kimia perairan Danau Sentarum, pemanfaatan ikan dan status konservasi. Berdasarkan hasil penelitian hasil penelitian tangkapan nelayan di Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), ditemukan ikan sebanyak 17300 ekor yang termasuk kedalam 69 spesies dan 22 famili. Ikan famili Cyprinidae yang paling banyak diperoleh yaitu 29 spesies.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL Ansumeh, Aleksius; Basuni, Basuni; Purwaningsih, Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63718

Abstract

Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan tanaman sayuran semusim yang tumbuh menjalar atau memanjat dengan menggunakan lanjaran. Usaha pemanfaatan limbah baglog jamur tiram sebagai kompos diharapkan dapat meningkatkan kesuburan tanah aluvial sehingga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis yang terbaik dari pemberian kompos limbah baglog jamur tiram terhadap pertumbuhan dan hasil mentimun pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 15 Agustus "“ 20 Oktober 2022. Metode yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu kompos dengan 4 taraf perlakuan dan setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap unit perlakuan terdapat 5 sampel tanaman sehingga total keseluruhan ada 100 sampel tanaman perlakuan yang dimaksud yaitu p1 (100 g/polybag), p2 (300 g/polybag), p3 (500 g/polybag) dan p4 (700 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), jumlah buah per tanaman (buah), panjang buah (cm), berat buah per tanaman (g) dan berat buah per buah (g). Pelaksanaan penelitian ini dimulai dengan menyiapkan media tanam yaitu tanah aluvial, kapur dolomit kemudian ditambahkan dosis kompos sesuai perlakuan, setelah itu diaduk merata dan diinkubasi selama 2 minggu. Analisis tanah dilakukan untuk melihat kandungan pH. Bibit mentimun berumur 2 minggu dipindahkan ke media tanam. Pemeliharaan meliputi penyiraman setiap hari pagi dan sore, pemupukan dengan NPK dengan dosis 0,4 g/polybag 15 HST, 0,8 g/polybag 20 HST dan 1,2 g/polybag 25 HST. Proses Pemanenan tanaman mentimun dilakukan 34 HST. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan kompos limbah baglog jamur tiram dengan dosis 300 g/polybag sudah mencukupi terhadap volume akar dan berat kering sedangkan dosis 700 g/polybag sudah mencukupi untuk berat buah per buah sedangkan hasil jumlah buah.
PENGARUH DOSIS PUPUK KANDANG KAMBING DAN LAMA SOLARISASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Muflih, Muhammad Iqbal; Susana, Rini; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63756

Abstract

Bawang merah (allium ascalonicum L) merupakan satu diantara jenis komoditas tanaman hortikultura yang tergolong dalam sayuran rempah. Pemanfaatan tanah aluvial di Kalimantan Barat untuk budidaya bawang merah memiliki hambatan yaitu tingkat produktifitasnya rendah. Satu diantara upaya dalam meningkatkan produktivitas tanah aluvial adalah dengan menambahkan pupuk kandang kambing namun pupuk kandang kambing harus dikomposkan terlebih dahulu dan upaya untuk mempercepat proses pengomposan adalah dengan solarisasi. Penelitian bertujuan untuk mendapatkan perlakuan dosis pupuk kandang kambing dan lama solarisasi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Instalasi Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian Sungai Kakap. Penelitian dilaksanakan Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan dengan 3 ulangan. Solarisasi sebagai main plot (S) yaitu S1 Solarisasi 2 minggu, S2 Solarisasi 3 minggu, S3 Solarisasi 4 minggu dan dosis pupuk kandang kambing sebagai sub plot (P) yaitu P1 Pupuk kandang kambing 20 ton/ha, P2 Pupuk kandang kambing 40 ton/ha, P3 Pupuk kandang kambing 60 ton/ha. Variabel yang diamati dalam penelitian yaitu tinggi tanaman, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berat segar umbi perbedengan, berat kering angin umbi per rumpun dan berat kering angin umbi perbedengan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan lama solarisasi dan dosis pukan kambing memberikan hasil yang sama terhadap semua variabel pengamatan. perlakuan solarisasi 2 minggu dan dosis pupuk kandang kambing 20 ton/ha merupakan perlakuan yang efektif terhadap pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah aluvial.
PENGARUH KNO3 DAN PACLOBUTRAZOL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS PADA LAHAN SULFAT MASAM Pratama, I Putu Eka Satya; Nurjani, Nurjani; Basuni, Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63964

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh paclobutrazol dan pupuk KNO3 terhadap pertumbuhan dan hasil jagung manis pada lahan sulfat masam. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kalimas, Kecamatan Sungai kakap, Kabupaten Kubu Raya, dimulai sejak 5 September 2022 - 5 Januari 2023. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan pola Split Block faktorial yang terdiri dari 3 faktor dengan 3 ulangan. Faktor pertama adalah pemberian paclobtrazol yang terdiri dari 3 taraf konsentrasi yaitu: 0, 750, dan 1500 ppm, sedangkan faktor kedua adalah pemberian pupuk KN03 dengan 3 taraf dosis yaitu 4, 8, 12 g/tanaman. Variabel yang diamati tinggi tanaman, panjang daun, lebar daun, diameter batang, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, panjang tongkol, jumlah baris per tongkol, dan diameter tongkol. Hasil penelitian menunjukan bahwa bahwa Pemberian Paclobutrazol dan KNO3 berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada lahan sulfat masam. Secara mandiri pemberian paclobutrazol dapat menekan pertumbuhan memanjang (tinggi tanaman, panjang daun), memperlebar daun serta memperbesar diameter batang, namun tidak mempengaruhi hasil tanaman (berat tongkol tanpa kelobot). Pemberian paclobutrazol 0 ppm dan KNO38g/tanaman setara dengan 400 kg/ha memberikan pertumbuhan dan hasil jagung manis terbaik pada lahan sulfat masam.
PENGARUH NAUNGAN DAN PEMBERIAN UREA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Hudha, Feby Vahrul; Asnawati, Asnawati; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64140

Abstract

Bawang daun (Allium fistulosum L.) merupakan salah satu komoditas tanaman hortikultura yang layak dikembangkan secara intensif di Indonesia. Pemanfaatan tanah gambut untuk budidaya bawang daun dihadapkan pada berbagai kendala yaitu ketersediaan hara yang rendah, hal ini menyebabkan pertumbuhan tanaman sangat rendah. Mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara melakukan pemupukan dengan tujuan memenuhi ketersediaan unsur hara tanah yang dibutuhkan oleh bawang daun dan pemberian naungan untuk mengatasi kondisi lingkungan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan kerapatan naungan dan untuk mengetahui dosis urea yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian ini berlokasi di Jalan Reformasi gang Pertanian Jalur 1. Penelitian dimulai pada 18 Agustus 2022 sampai dengan 11 Oktober 2022. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design). Petak utama adalah perlakuan yang tidak di berikan naungan 0% dan diberi naungan 50%, 75 % serta anak petak dalam penelitian ini adalah pupuk Urea yaitu : 200 kg/ha, 250 kg/ha dan 300 kg/ha. Penelitian ini dilakukan dengan urutan kegiatan sebagai berikut yaitu pembuatan naungan, pembuatan bedengan dan pengapuran, penanaman bibit bawang daun, pemupukan, penyulaman, penyiraman, penyiangan, pengendalian hama dan penyakit dan panen. Variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah anakan per rumpun (anakan), berat segar tanaman (g) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanpa pemberian naungan menunjukkan pertumbuhan dan hasil bawang daun yang terbaik pada tanah gambut. Pemberian urea 200 kg/ha merupakan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL GAMBAS TERHADAP PEMBERIAN KOMBINASI PUPUK KOTORAN AYAM DAN PUPUK NPK PADA MEDIA GAMBUT Lumban Gaol, Modesta Roma Mutiara; Purwaningsih, Purwaningsih; Palupi, Tantri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64265

Abstract

Penggunaan tanah gambut sebagai media tanam dihadapkan masalah yaitu pH rendah dan kurang tersedianya unsur hara yang dibutuhkan tanaman sehingga perlu dilakukan penambahan unsur hara dengan pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK. Tujuan penelitian untuk mendapatkan kombinasi dosis pupuk kotoran ayam dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman gambas pada media gambut. Penelitian dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 24 Juli 2022 dan dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 pelakuan kombinasi pupuk kotoran ayam dan NPK diulang 4 kali sehingga jumlah seluruhnya yaitu 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu r1 = Pupuk kotoran ayam 10 ton/ha + NPK 300 kg/ha, r2 = Pupuk kotoran ayam 15 ton/ha + NPK 250 kg/ha, r3 = Pupuk kotoran ayam 20 ton/ha + NPK 200 kg/ha, r4 = Pupuk kotoran ayam 25 ton/ha + NPK 150 kg/ha, r5 = Pupuk kotoran ayam 30 ton/ha + NPK 100 kg/ha. Variabel yang diamati adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah pertanaman, diameter buah, panjang buah, berat perbuah dan berat buah pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai kombinasi pupuk kotoran ayam dan pupuk NPK memberikan hasil sama terhadap jumlah buah/pertanaman, diameter buah, panjang buah dan berat buah perbuah tanaman gambas. Pemberian kombinasi pupuk kotoran ayam 25 ton/ha + NPK 150 kg/ha dapat mengurangi pupuk NPK sebesar 50 kg/ha pada berat buah pertanaman gambas.
KAJIAN SIFAT KIMIA TANAH PADA TIGA TIPE PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA WAJOK HILIR KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH Sungkin, Feche Jeremia; Suswati, Denah; Gafur, Sutarman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64614

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sifat kimia tanah gambut akibat alih fungsi lahan pada kebun sawit, kebun jagung dan hutan sekunder di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah. Metode penelitian bersifat survey lapangan, pengambilan sampel tanah pada kedalaman 0-30 cm dan analisis laboratorium. Hasil penelitian menunjukan sifat kimia tanah, reaksi tanah (sangat masam), Carbon Organik (sangat tinggi), Nitrogen total (sangat tinggi), fosfor tanah (sangat rendah), Kalium Tanah (sangat rendah), Calsium Tanah (sangat rendah), Magnesium (sangat rendah), Kejenuhan Basa (sangat rendah), Kapasitas Tukar Kation (sangat tinggi), Daya Hantar Listrik (sangat tinggi), Kadar Abu, Bobot Isi (rendah). Sifat kimia tanah di tiga lahan tergolong sangat rendah.
PENGARUH POC LIMBAH BUAH PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK DI TANAH GAMBUT Andriani, Dea Luluk; Wasian, Wasian; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.64931

Abstract

Tanaman lobak adalah sayuran yang dikonsumsi bagian daun dan umbinya. Data produksi lobak dari Badan Pusat Statistik Kalimantan Barat (2020) dibandingkan dengan tahun 2019 mengalami penurunan. Rendahnya produktivitas tanaman lobak Salah satunya disebabkan masih kurang tepatnya teknik budidaya yang digunakan. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan dengan memperbaiki kesuburan media tanam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian pupuk organik cair (POC) limbah buah pisang dan pupuk majemuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah gambut. Penelitian ini dirancang dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan yaitu pemberian pupuk organik cair (POC) limbah buah pisang dan pupuk majemuk NPK. Masing-masing faktor ada 3 taraf, sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 3 taraf ulangan, setiap taraf ulangan terdapat 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 108 tanaman sampel. Faktor pertama, POC limbah buah pisang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 200 ml/L, 300 ml/L, dan 400 ml/L. Faktor kedua, adalah pupuk NPK yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu 250 kg/ha, 450 kg/ha dan 650 kg/ha. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah tanaman, berat basah umbi, panjang umbi dan diameter umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC limbah buah pisang memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tinggi tanaman lobak umur 1 - 5 MST dan jumlah daun lobak. Sementara pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan tinggi tanaman lobak 1 MST saja. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi yang nyata dari kedua faktor yang diteliti, dan belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil lobak yang baik pada tanah gambut.
PENGARUH BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT CHERRY PADA TANAH ALUVIAL Fransiano, Frediricus; Rahmidiyani, Rahmidiyani; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65734

Abstract

Tomat cherry (Lycopersicum esculentum) merupakan tanaman sayuran komersial yang sedang dikembangkan di Indonesia. Tomat cherry bernilai ekonomi tinggi atau multiguna, pengembangan produksi tomat cherry yang optimal sangat ditentukan oleh teknik budidaya tanaman yang baik dan tepat, salah satu faktor yang mempengaruhi yaitu tanah dan pemupukan serta ketersediaan unsur-unsur hara bagi pertumbuhan dan produksi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi antara dosis bokasi TKKS dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil tomat cherry yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gg. Racana Untan, mulai dari tanggal 17 Januari sampai 10 Maret 2023. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu Bokasi TKKS (B) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b₁ = 20 ton/ha, b₂ = 30 ton/ha dan b₃ = 40 ton/ha dan faktor kedua yaitu Pupuk NPK (N) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu n₁ = 200 kg/ha, n₂ = 300 kg/ha, dan n₃ = 400 kg/ha sehingga diperoleh 9 kombinasi perlakuan. Masing-masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali dengan setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga total keseluruhan tanaman adalah 108 tanaman. Tidak ditemukan dosis perlakuan terbaik dari berbagai kombinasi perlakuan, namun pemberian bokasi TKKS 30 ton/ha dan Pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis yang efektif untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tomat cherry pada tanah aluvial.
DINAMIKA POPULASI IKAN TENGGIRI (Scomberomorus commerson) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN SUNGAI RENGAS, KABUPATEN KUBURAYA Suwardi, Via Peronita; Rahayu, Sri; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 12 No. 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66489

Abstract

Ikan tenggiri adalah ikan pelagis yang hidup dipermukaan dan kolom perairan. Ikan tenggiri merupakan salah satu tangkapan utama di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas dan memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Produksi hasil tangkapan ikan tenggiri di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas tahun 2018 sebesar 113,826 ton dan tahun 2021 sebesar 66,318 ton, mengalami penurunan di tahun 2021. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian mengenai Dinamika Populasi Ikan Tenggiri (Scomberomous cammerson) yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas agar bisa dijadikan sebagai acuan maupun dasar untuk kebijakan kedepanya. Penelitian telah dilakukan pada bulan Desember 2020 "“ Februari 2023 di Pelabuhan Perikanan Sungai Rengas. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui sebaran frekuensi panjang ikan tenggiri, hubungan panjang berat ikan tenggiri, pertumbuhan ikan tenggiri, mortalitas dan eksploitasi ikan tenggiri. Metode yang digunakan dalam pengambilan sampel adalah metode random sampling dengan memilih 1 box dari 2 kapal gill net. Pengambilan sampel dilakukan 2 minggu 1 kali selama 3 bulan. Analisis data dilakukan menggunakan Microsoft excel dan software FISAT II Ver 1.2.2. Hasil penelitian menunjukkan sebaran frekuensi panjang ikan tenggiri tertinggi ada diinterval kelas 68,2-71,2 cm sejumlah 70 ekor, sedangkan kelas interval terendah 60,2-63,2 sejumlah 5 ekor. Hubungan panjang berat ikan tenggiri bersifat allometrik negatif dengan nilai b 2,49. Laju pertumbuhan ikan tenggiri tergolong lambat dengan nilai K (koefisien) 0,60 pertahun. Mortalitas alami sebesar 0,97 pertahun lebih besar dari mortalitas penagkapan 0,45 pertahun dan laju eksploitasi 0,32 pertahun menunjukan tingkat eksploitasi ikan tenggiri pemanfaatanya dibawah optimal (underfishing).