cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 49 Documents
Search results for , issue "vol. 15 no. 2" : 49 Documents clear
KARAKTERISTIK PERMEN JELLY BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor L.) PADA BERBAGAI FORMULASI PEMANIS (SUKROSA, MADU KELULUT DAN STEVIA) Anggraeni, Wanda Putri; Lestari, Oke Anandika; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99090

Abstract

Permen jelly merupakan kembang gula bertekstur lunak, yang di proses dengan penambahan komponen hidrokoloid seperti gum, pektin, pati, karagenan, gelatin dan lain-lain untuk modifikasi tekstur sehingga menghasilkan produk yang kenyal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi pemanis sukrosa, madu kelulut dan stevia yang memiliki karakteristik fisikokimia dan sensori permen jelly terbaik. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Parameter yang dianalisis meliputi kadar air, kadar abu, gula reduksi, aktivitas antioksidan, warna (L*, a*, b*), serta uji deskriptif sensori. Formulasi terbaik terdapat pada perlakuan 50% sukrosa: 37,5% madu kelulut: 12,5% stevia dengan karakteristik fisikokimia kadar air 15,47%, abu 0,35%, gula reduksi 33,63%, antioksidan 11,07%, warna L* 15,37, a* 0,70, b* -0,29, dan deskripsi sensori menunjukkan penampakan lebih mengkilap, warna lebih ungu, ada aroma bayam merah, rasa manis, tekstur lebih kenyal dan kesukaan keseluruhan lebih suka.
Pengaruh Crude Ekstrak Streptomyces GBSR1 Pada Susut Bobot Buah Tomat (Solanum lycopersicum L.) Pascapanen Terserang Colletotrichum acutatum Astuti, Riska Frida; Maherawati, Maherawati; Simamora, Cico Jhon Karunia
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98891

Abstract

Tomat (Solanum lycopersicum L.) adalah salah satu yang mudah terserang oleh penyakit pascapanen salah satunya oleh jamur patogen yaitu Colletotrichum acutatum. Serangan jamur patogen ini dapat menyebabkan berbagai kerusakan, termasuk kerusakan fisik (Ansiska et al., 2023). Kerusakan fisik yang terbentuk akibat serangan jamur patogen ini dapat berhubungan dengan susut bobot pada buah tomat yang akan berpengaruh seiring dengan lama penyimpanan dan pengaplikasian crude ekstrak Streptomyces. Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan dan mengkaji konsentrasi crude ekstrak Streptomyces GBSR1 yang menghasilkan susut bobot terbaik pada buah tomat pascapanen terserang Colletotrichum acutatum. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan konsentrasi yaitu 0 ppm (kontrol), 500 ppm, 1000 ppm, 1500 ppm dan 2000 ppm. Hasil penelitian menunjukkan crude ekstrak Streptomyces GBSR1 dapat memberikan pengaruh terhadap susut bobot buah tomat. Perlakuan terbaik terdapat pada konsentrasi 500 ppm dengan susut bobot dengan persamaan y= 0,5168x-0,4952 dan nilai R2 sebesar 0,9471. Kontribusi dari penelitian ini adalah menambah pengetahuan mengenai pemanfaatan mikroba antagonis untuk menggantikan bahan kimia berbahaya yang dapat menimbulkan residu.
PENDUGAAN STOK IKAN MANYUNG (ARIUS THALASSINUS) YANG DIDARATKAN DI PELABUHAN PERIKANAN PANTAI SUNGAI RENGAS Putri Ananta, Marzela; Soetignya, FX Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99919

Abstract

Ikan manyung (Arius thalassinus) merupakan salah satu komoditas perikanan demersal bernilai ekonomis penting yang banyak didaratkan di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Sungai Rengas, Kalimantan Barat. Produksi ikan manyung menunjukkan fluktuasi setiap tahunnya sehingga diperlukan kajian stok untuk mendukung pengelolaan berkelanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi stok ikan manyung melalui perhitungan hasil tangkapan per satuan upaya (Catch Per Unit Effort/CPUE), potensi maksimum lestari (Maximum Sustainable Yield/MSY), tingkat pemanfaatan (TPc), serta jumlah tangkapan yang diperbolehkan (Total Allowable Catch/TAC). Data yang digunakan berupa data sekunder produksi tangkapan dan upaya penangkapan dengan jaring insang selama periode 2015–2024. Analisis dilakukan menggunakan model surplus produksi Schaefer. Hasil penelitian menunjukkan nilai MSY sebesar 15.338 kg/tahun dengan upaya optimum sebesar 88 unit/tahun. Tingkat pemanfaatan ikan manyung rata-rata sebesar 89,18% yang tergolong padat tangkap, sedangkan TAC ditetapkan sebesar 12.270 kg/tahun (80% dari MSY). Beberapa tahun menunjukkan kondisi pemanfaatan melebihi TAC, yaitu tahun 2017, 2020, 2022, dan 2024, sehingga berpotensi mengalami overfishing. Hasil penelitian ini menegaskan perlunya pengendalian upaya dan penerapan kuota tangkapan berbasis TAC guna menjaga keberlanjutan stok ikan manyung di PPP Sungai Rengas.
PREFERENSI PELAJAR TERHADAP MAKANAN TRADISIONAL KHAS KABUPATEN MEMPAWAH Febrianti, Auliadini; Maherawati, Maherawati; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.98933

Abstract

Indonesia memiliki keragaman pangan lokal yang melahirkan berbagai makanan tradisional sebagai bagian dari identitas budaya dan kearifan lokal, salah satunya di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kekayaan kuliner tradisional Mempawah tidak hanya mencerminkan potensi sumber daya alam, tetapi juga menjadi bagian dari tradisi masyarakat multietnis. Namun, perilaku konsumsi makanan bersifat subjektif dan dipengaruhi oleh faktor sosial, budaya, maupun psikologis, khususnya pada kelompok remaja yang masih rentan dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi pelajar terhadap makanan tradisional khas Kabupaten Mempawah. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan instrumen kuesioner online yang disebarkan kepada 90 responden pelajar sekolah menengah atas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa patlau merupakan makanan tradisional yang paling disukai (54 tanggapan), diikuti bontong (26 tanggapan) dan udang sambal serai (21 tanggapan). Alasan utama pelajar memilih makanan tradisional adalah karena rasa yang khas (52 responden), diikuti alasan keterkaitan dengan budaya (16 responden), kemudahan diperoleh (10 responden), dan sebagian kecil tanpa alasan khusus. Kesimpulannya, rasa khas menjadi faktor dominan dalam membentuk preferensi pelajar terhadap makanan tradisional Mempawah. Penelitian ini bertujuan mengetahui preferensi pelajar terhadap jenis-jenis makanan tradisional khas kabupaten Mempawah.
PENGARUH ARANG SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA TANAH GAMBUT Nugroho, Muhammad Fikri; Palupi, Tantri; Rianto, Fadjar
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99885

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan kombinasi dosis arang sekam padi dan pupuk NPK yang menyebabkan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy terbaik di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Penelitian Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini berlangsung dari 14 Mei sampai dengan 10 Juni 2025. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan dengan pola Faktorial RAL. Faktor utama yaitu arang sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan, sedangkan faktor kedua yaitu pupuk NPK (P) dengan 3 taraf perlakuan. Setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 27 satuan unit percobaan yang masing-masing terdapat 4 sampel tanaman. Total seluruh tanaman adalah 108 tanaman. Faktor pertama arang sekam padi (A) yang terdiri dari 3 taraf yaitu a1 : 5 ton/ha setara dengan 62,5 g/polybag, a2 : 10 ton/ha setara dengan 125 g/polybag dan a3 : 15 ton/ha setara dengan 187,5 g/polybag. Faktor kedua pupuk NPK (P) yang terdiri dari 3 taraf yaitu p1 : 150 kg/ha setara dengan 0,75 g/tanaman, p2 : 300 kg/ha setara dengan 1,25 g/tanaman dan p3 : 450 kg/ha setara dengan 2,25 g/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian arang sekam padi 10 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada tanah gambut.
IDENTIFIKASI FAKTOR INTERNAL DAN FAKTOR EKSTERNAL PADA USAHA SAGU BASAH DI DESA SUNGAI BEMBAN KECAMATAN KUBU KABUPATEN KUBU RAYA Reni, Reni Reni; Yurisinthae, Erlinda; Nugraha, Aditya
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99886

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan faktor eksternal dalam bentuk kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman. dalam usaha sagu basah di Desa Sungai Bemban. Penelitian ini menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Oppurtunity, Threats) dengan pendekatan deskriptif kualitatif, serta bauran pemasaran (7P: Product, Price, Promotion, Place, People, Process, Physical Evidence). Data dikumpulkan dengan cara wawancara, observasi, kuesioner dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan (strength) yang dimiliki pada usaha sagu basah di Desa Sungai Bemban Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu yaitu biaya promosi rendah, dapat mengandalkan media lokal. Kemudian, kelemahan (weakness) yang dimiliki yaitu pada produk belum mempunyai label dan merek. Selanjutnya pada faktor eksternal peluang (oppurtunities) yang dimiliki pada usaha sagu basah di Desa Sungai Bemban Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya adalah produk sagu basah masih banyak diminati masyarakat. Sementara itu, ancaman (threats) yang dimiliki yaitu pada kemasan produk masih sederhana sehingga kurang menarik di pasar modern.
KEBIASAAN MAKAN DAN MAKANAN IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleura) DI SUNGAI SAMIH DESA KUMPANG TENGAH KECAMATAN SEBANGKI KABUPATEN LANDAK Wati, Kristina Eka; Soetigynya, Widadi Padmarsari; Anzani, Yunita Magrima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.101310

Abstract

Samih River, located in Kumpang Tengah Village, Sebangki District, Landak Regency, is widely utilized by the local community for various activities, including excessive fishing. This activity has caused a decline in the population of economically valuable fish species, namely the kelabau fish (Osteochilus melanopleura). This study was conducted to analyze the feeding habits and diet of kelabau fish in Kumpang Tengah Village, Sebangki District, Landak Regency, from January to March 2025, consisting of three research stations based on environmental conditions. Kelabau fish were collected using gill nets and fishing lines, and data analysis was carried out using the Index of Preponderance (IP), the Index of Stomach Content (ISC), and relative gut length. The results showed that the main food of kelabau fish was phytoplankton with an IP value of 98.25%, followed by supplementary foods such as aquatic plants and zooplankton with IP values of 1.74% and 0.014%, respectively. Kelabau fish are herbivorous, as indicated by the relative gut length (ISC) values found: 1.232% at station three, 1.081% at station two, and 0.980% at station one.
ANALISIS KEMAMPUAN LAHAN UNTUK BUDIDAYA PERTANIAN DI DESA SUNGAI AMBANGAH KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Manalu, Safitri; B. Arief, Feira; Riduansyah, Riduansyah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.99303

Abstract

Kemampuan lahan merupakan penilaian terhadap lahan atas kemampuannya untuk pemanfaatan tertentu, yang ditentukan berdasarkan faktor-faktor penghambat yang ada pada lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan lahan dan menentukan arahan penggunaan lahan yang optimal dan berkelanjutan pada lahan pertanian di Desa Sungai Ambangah, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif dengan pendekatan evaluasi lahan berdasarkan klasifikasi kemampuan lahan USDA dan FAO. Titik pengamatan sebanyak 11 titik berdasarkan grid 200x200 meter. Data yang dianalisis mencakup parameter fisik (tekstur, kedalaman efektif, kemiringan lereng, drainase), kimia (pH, salinitas, C-organik), dan lingkungan (banjir). Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar lahan tergolong ke dalam kelas kemampuan lahan kelas III dengan sub-kelas w, menunjukkan potensi tinggi dengan kendala utama berupa drainase buruk dan reaksi tanah sangat masam. Arahan pengelolaan lahan mencakup perbaikan drainase, pengapuran, penambahan bahan organic untuk meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.
PENGARUH TRIAKONTANOL DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG HIJAU PADA TANAH ALUVIAL Ghivari, Haikal; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.100941

Abstract

Kacang hijau (Vigna radiata L.) merupakan komoditas pangan dengan prospek pengembangan yang baik di Kalimantan Barat, terutama pada tanah aluvial yang kaya endapan mineral dan mendukung pertumbuhan tanaman. Triakontanol sebagai ZPT diketahui berpotensi meningkatkan produktivitas melalui stimulasi pertumbuhan akar, sedangkan pupuk NPK menyediakan nutrisi esensial bagi perkembangan tanaman. Penelitian ini bertujuan menentukan konsentrasi triakontanol dan dosis NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kacang hijau pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Pontianak dari 26 Agustus–17 Oktober 2024 menggunakan Rancangan Petak Terbagi dengan tiga taraf triakontanol (0,01; 0,03; 0,05 ppm) dan tiga dosis NPK (200; 400; 600 kg/ha), menghasilkan 9 kombinasi perlakuan dan 27 unit percobaan. Variabel yang diamati meliputi pertumbuhan, komponen hasil, dan kondisi lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi signifikan antara triakontanol dan NPK terhadap tinggi tanaman 7 MST, berat polong, dan berat 100 biji. Triakontanol berpengaruh terhadap tinggi tanaman 6 MST, sedangkan NPK berpengaruh terhadap umur berbunga. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kombinasi perlakuan tertentu mampu meningkatkan produktivitas kacang hijau pada tanah aluvial serta memberikan kontribusi dalam pengelolaan pemupukan dan penggunaan ZPT pada budidaya kacang hijau.
POLA PERTUMBUHAN IKAN KIPER (Scatophagus Argus) DI MUARA SUNGAI DURI KECAMATAN SUNGAI RAYA KEBUPATEN BENGKAYANG Amelia, Putri; Mulyadi S Munir, Achmad; Magrima Anzani, Yunita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol. 15 No. 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v15i2.97454

Abstract

Ikan kiper (Scatophagus argus) yang biasa disebut juga ikan ketang oleh masyarakat lokal, ikan ini merupakan salah satu jenis ikan hias yang banyak ditemukan di perairan Indo-Pasifik dari Kuwait hingga Fiji dan dari Jepang bagian utara hingga selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek biologi ikan kiper pola pertumbuhan ikan kiper. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan di muara Sungai Duri. Pengambilan sampel ikan kiper dibagi menjadi 3 stasiun dengan karakteristik ketiga stasiun yang berbeda yang dimana stasiun satu merupakan muara sungai, stasiun kedua merupakan kawasan mangrove dan stasiun 3 merupakan pemukiman masyarakat. Alat yang diperlukan yaitu alat tangkap berupa jaring insang dengan ukuran mesh size 1-1,5 inch dengan panjang 20-30 meter. Analisis hubungan panjang berat menggunakan persamaan 〖W=aL〗^bdan transformasi logaritmik untuk menentukan nilai b sebagai indikator pola pertumbuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan kiper jantan memiliki persamaan 〖W=0,02L〗^2,6702 dengan nilai b = 2,67 sedangkan ikan betina memiliki persamaan 〖W=0,1216L〗^1,8429dengan nilai b = 1,84. pada kedua jenis kelamin menunjukkan pola pertumbuhan allometrik negatif, di mana pertumbuhan panjang lebih cepat dibandingkan pertumbuhan berat. Hasil pengukuran parameter kualitas perairan menunjukkan kondisi perairan masih layak untuk kehidupan ikan kiper karena masih sesuai dengan PP No. 22 Tahun 2021 baku mutu kelas III.