cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
RESPON TANAMAN KAILAN TERHADAP PUPUK BOKASHI JERAMI PADI PADA TANAH ALUVIAL -, Ninja; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian respon tanaman kailan terhadap pupuk bokashi jerami padi pada tanah aluvial dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Untan.Waktu pelaksanaan dari tanggal 15 Maret dan berakhir pada tanggal 30 Mei 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk bokashi jerami padi dengan dekomposer trichoderma yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kailan. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 perlakuan dan 6 taraf dosis dan 4 ulangan dan yang terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman 72 tanaman. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi jerami padi memberikan pengaruh yang nyata pada jumlah daun pada minggu ke-5, berat segar bagian atas tanaman dan luas daun tanaman kailan, namun tidak memberikan pengaruh nyata pada volume akar tanaman kailan. Pada perlakuan P6 =1231 gram bokashi jerami padi atau setara dengan 17% bahan organik/polybag memberikan nilai rerata tertinggi pada variabel pengamatan jumlah daun pada minggu ke-5, berat segar dan luas daun.Pada perlaukan P3 = 519 gram bokashi jerami padi atau setara dengan 11% bahan organik/polybag memberikan nilai rerata tertinggi pada volume akar. Dari data hasil penelitian ini, P3 dengan dosis 519 gram bokashi jerami padi atau setara dengan 11% bahan organik/polybag memberikan perlakuan yang terbaik bila dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Kata kunci : bokashi, kailan, pupuk jerami padi, tanah aluvial.
KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI LAHAN GAMBUT Sebinus, Sebinus; Hidayat, Hidayat; Wasi"an, Wasi"an
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KAJIAN PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG DI LAHAN GAMBUT STUDIES ON THE GROWTH AND YIELD OF MAIZE IN FEAT SOIL Sebinus (1), Hidayat (2) dan Wasi’an (2) (1) Mahasiswa dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRACT This study aims to determine the growth and yield of corn in peat soil. This study was conducted in Rasau Jaya II peatland, from April 7th to 26th October 2013. This research was carried out by using randomized block design (RBD), a treatment consisting of 2 varieties i.e Arjuna (A) and Sukmaraga (B) varieties as control and seven other genotypes with code C, D, E, F, G, H, and I of  F13 descendants. Each treatment into 5 block. Maize genotypes that have growth and good yield of corn in Rasau Jaya II peat soil were genotype H, G, B, C, D, I, and E above the highest average of the other genotypes. Key words: maize, growth, peat soil ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman jagung di lahan gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan gambut Rasau Jaya II dari tanggal 7 April sampai 26 Oktober 2013. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), sebagai perlakuan  terdiri 2 varietas sebagai kontrol yaitu Arjuna (A), varietas Sukmaraga (B) dan tujuh genotipe lainnya dengan kode C, D, E, F, G, H, dan I. Setiap perlakuan dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Genotipe jagung yang memiliki pertumbuhan dan hasil yang baik di lahan gambut Rasau Jaya II adalah genotipe H, G, B, C, D, I, dan E diatas rata-rata tertinggi dari genotipe lainnya. Kata  kunci : jagung, pertumbuhan, tanah gambut
PERANAN USAHA TERNAK KAMBING TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN PETANI PADI DI DESA SUNGAI BESAR KECAMANTAN MATAN HILIR SELATAN KABUPATEN KETAPANG -, Suhendri; Yudiono, Sugeng; Kurniati, Dewi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (mengetahui pendapatan yang petani padi peroleh dari usaha ternak kambing, besarnya peranan pendapatan dari usaha ternak kambing terhadap kesejahteraan petani padi, dan tingkat kesejahteraan petani padi dari usaha ternak kambing di Desa Sungai Besar). Metode penelitian yang digunakan yaitu metode sensus. Lokasi penelitian di Desa Sungai Besar, Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang. Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (Purposive) 32 responden. Petani dibagi menjadi dua kelompok responden berdasarkan Kepemilikan skala Sedang (6-10 ekor) dan Kepemilikan skala Besar (>10 ekor). Peranan dari usaha tani ternak kambing terhadap pendapatan dan kesejahteraan petani dianalisis dengan analisis kontribusi hingga memperoleh hasil persentasenya kemudian dikategorikan berdasarkan tingkat kontribusinya.Tingkat kesejahteraan petani dianalisis dengan standar kesejahteraan berdasarkan teori Sajogyo (1988), sajogyo menggunakan tingkat konsumsi ekuivalen beras per kapita dengan batasan tingkat pendapatan. Hasilnya Penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Petani dengan skala kepemilikan 6-10 ekor (skala sedang) adalah sebesar Rp3.894.909,28/KK/Th, petani dengan skala kepemilikan >10 ekor (skala besar) memiliki nilai pendapatan rata-rata sebesar Rp.5.519.846,63/KK/Th. Besarnya peranan Usaha ternak kambing di Desa Sungai Besar masuk dalam peranan dengan kategori sedang, jumlah responden dari kontribusi sedang lebih dominan dan rata-rata nilai kontribusinya 33,90% masuk dalam kategori kontribusi sedang. Kesejahteraan petani dari usaha ternak kambing di Desa Sungai Besar termasuk dalam kategori Kaya, dengan tingkat kesejahteraan tinggi berdasarkan uji kesejahteraan sajogyo Usaha ternak kambing bisa meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani padi.Kata Kunci : Pendapatan, Kontribusi, Usaha ternak kambing, Usaha tani padi, Petani padi, Kesejahteraan, Uji Kesejahteraan Sajogyo
PENGARUH SUBSTITUSI PUPUK CAIR LIMBAH TAHU DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MENTIMUN BABY PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Said Aji Sutrisno; Rini Susana; Asnawati asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62839

Abstract

Budidaya mentimun baby di tanah podsolik merah kuning mengalami kendala yaitu rendahnya unsur hara di dalam tanah. Upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kandungan unsur hara di tanah podsolik merah kuning dengan menambahkan pupuk organik dan anorganik, diantaranya melalui penggunaan pupuk pupuk organik cair limbah tahu dan pupuk NPK Phonska. Konsentrasi pupuk organik cair limbah tahu dan dosis pupuk NPK Phonska yang optimum akan memberikan dampak efektif pada pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis substitusi yang terbaik dari pupuk organik cair limbah tahu dan pupuk NPK Phonska terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun baby pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan berupa POC limbah tahu dengan NPK Phonska dan diulang sebanyak 5 kali. Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Sehingga jumlah tanaman 100. Adapun perlakuan sebagai berikut: t1= konsentrasi POC 0 % + 600 kg/ha NPK Phonska, t2 = konsentrasi POC 25% + 450 kg/ha NPK Phonska, t3 = konsentrasi POC 50% + 300 kg/ha NPK Phonska, t4 = konsentrasi POC 75% + 150 kg/ha NPK Phonska, t5 = konsentrasi POC 100% + 0 kg/ha NPK Phonska. Hasil analisis keragaman pemberian POC limbah tahu + NPK Phonska berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman, berat per buah, panjang buah dan diameter buah, akan tetapi berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pemberian 50 % POC limbah tahu + 300 kg/ha NPK Phonska merupakan dosis terbaik pada varieabel berat kering tanaman dengan menghasilkan rerata 4,76 gram.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH GAMBUT Riska Kusprita Sari; Purwaningsih Purwaningsih; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.59526

Abstract

Lobak (Raphanus sativus L.)  merupakan tanaman hortikultura yang berasal dari China sekitar 500 SM yang memiliki bentuk umbi yang mirip dengan tanaman wortel. Penggunaan gambut sebagai media tanam bagi tanaman lobak dihadapi berbagai faktor kendala yaitu sifat kimia tanah berupa rendahnya tingkat ketersediaan unsur hara, kapasitas tukar kation (KTK) tinggi, kejenuhan basa (KB) rendah dan bereaksi masam (pH rendah) sehingga diperlukan penambahan pupuk hayati dan pupuk NPK. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui interaksi dari konsentrasi pupuk hayati dan dosis pupuk NPK terbaik pada pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap dengan 2 faktor. Faktor pertama pupuk hayati terdiri  dari 4 taraf perlakuan yaitu h0, h1, h2 dan h3 dan faktor kedua pupuk NPK terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu m1, m2 dan m3 sehingga terdapat 12 kombinasi perlakuan yaitu h0 m1 (pupuk hayati 0 ml/polibag + NPK 3,6 g/polibag), h0 m2(pupuk hayati 0 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h0 m3(pupuk hayati 0 ml/l + NPK 6 g/polibag), h1 m1(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h1 m2(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h1 m3(pupuk hayati 10 ml/l + NPK 6 g/polibag), h2 m1(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h2 m2(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 4,8 g/polibag), h2 m3(pupuk hayati 20 ml/l + NPK 6 g/polibag), h3 m1(pupuk hayati 30 ml/l + NPK 3,6 g/polibag), h3 m2 (pupuk hayati 30 ml/l + NPK 4,8 g/polibag) dan h3 m3 (pupuk hayati 30 ml/l + NPK 6 g/polibag). Variabel yang diamati pada penelitian ini meliputi jumlah daun, berat segar tanaman, berat umbi, panjang umbi, diameter umbi dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan interaksi antara pupuk hayati 10 ml/L dan pupuk NPK 4,8 g/polibag terhadap variabel diameter umbi. Pemberian pupuk hayati berpengaruh nyata terhadap semua variabel kecuali pada variabel jumlah daun. Pemberian pupuk NPK memberikan pengaruh yang sama terhadap semua variabel kecuali pada variabel diameter umbi.Kata Kunci :Lobak, Pupuk Hayati, Pupuk NPK, Tanah Gambut
ANALISIS KESESUAIAN DAN DAYA DUKUNG EKOWISATA KAWASAN AIR TERJUN RIAM MERASAP KABUPATEN BENGKAYANG Pa'o, Pak Homius; Padmarsari, Widadi; Hadinata, Fitra Wira
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.71077

Abstract

Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki   banyak wilayah perairan dengan potensi alamnya yang masih terjaga. Salah satunya Air Terjun Riam Merasap. Air terjun Riam Merasap, berlokasi di Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas Kabupaten Bengkayang dengan ketinggian sekitar 20 meter dan lebar sekitar 8 meter. Air terjun tersebut sumber airnya yang berasal dari anak Gunung Niut. Dengan terdapatnya potensi yang menarik di Air Terjun Riam Merasap, maka dari itu perlu adanya penelitian untuk pengembangan wisata alam tersebut. Bagaimana tingkat kesesuaian dan tingkat daya dukung kawasan di air terjun riam merasap,kabupaten bengkayang. Tujuannya merupakan mengetahui tingkat kesesuaian dan daya dukung kawasan ekowisata air terjun riam merasap,kabupaten bengkayang.   Penelitian ini dilaksanakan selama ± 2 bulan dari bulan Maret "“ April yang berada di kawasan Air Tejun Riam Merasap yang terdapat di Dusun Segonde, Desa Pisak Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang. Alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah GPS, roll meter, klinometer, kamera, pelampung, alat tulis. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner untuk dibagikan kepada pengunjung dan masyarakat sekitar di sekitar Riam Merasap. Tingkat pendidikan juga dapat menunjang kualitas sumberdaya manusia, sehingga kemampuannya dapat bermanfaat dalam pengembangan kawasan wisata Riam Merasap, dimana yang paling banyak untuk melakukan wawancara dengan pendidikan SLTA sebanyak 43% sehingga dengan adanya kawasan wisata Riam Merasap ini menjadi pencaharian sampingan bagi warga sekitar yang sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Hal ini disebabkan karena umumnya pada usia ini kebanyakan belum menikah dan sering melakukan rekreasi wisata alam yang bersifat sedikit menantang.  
Karakterisasi Morfologi Fase Generatif Padi Lokal Asal Desa Teluk Mutiara Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang sri astuti astuti; Asnawati Asnawati Asnawati; Nur Arifin Arifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49217

Abstract

ABSTRAKBeras merupakan makanan pokok untuk masyarakat Indonesia. Di Ketapang Kalimantan Barat memiliki berbagai varietas padi lokal yang belum di karakterisasi, yang memiliki sifat kelebihan dan kelemahan suatu varietas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakter morfologi dan hubungan kekerabatan fase generatif beberapa padi lokal asal Desa Teluk Mutiara Kecamatan Sungai Laur Kabupaten Ketapang. Penelitian di laksanakan pada lahan sawah di Desa Teluk Mutiara. Waktu penelitian dari Desember 2019 – April 2020. Penelitian bersifat deskriptif di laksanakan dengan metode RAL. Data pengamatan di olah dengan program NTSys.rtc versi 2.11. Setiap varietas padi yang di tanam terdiri dari 3 ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 5 sampel. Variabel yang di amati sesuai dengan Panduan Sistem Karakterisasi Dan Evaluasi Tanaman Padi (Balai Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 2003). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa variabel jumlah bulir dalam satu malai, permukaan bulir, permukaan gabah, bulu ujung gabah, warna bulu ujung gabah dan panjang biji memiliki karakter yang sama variabel lainnya memiliki perbedaan karakter. Kekerabatan yang paling dekat adalah padi lokal Mukuk Merah dan Jeroneh dengan indeks kesamaan 0,95%. Hubungan kekerabatan terjauh adalah pada 0,70% yaitu padi lokal Kekayun.                                                                                                               Kata Kunci : karakteristik morfologis, hubungan kekerabatan, padi lokal.
STUDI KARAKTERISTIK DAS DAN KUALITAS AIR UNTUK IRIGASI PADA SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) TAYAN BAGIAN HILIR KABUPATEN SANGGAU Jamalludin Jamalludin; Riduansyah Riduansyah; Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66878

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) termasuk wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami yang batas di darat merupakan pemisah topografis (punggung bukit) dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi karakteristik Sub DAS Tayan di Kabupaten Sanggau, mengidentifikasi kualitas air untuk irigasi Sub DAS Tayan bagian hilir di Kabupaten Sanggau. Pola drainase yang terbentuk pada DAS Tayan merupakan pola dendritik, pola aliran ini anak-anak sungainya terlihat seperti cabang-cabang pohon dan memiliki bentuk DAS yang radial dengan anak-anak sungai langsung masuk ke induk sungai sehingga bentuknya seperti bulu burung dan mempunyai ciri utama menyempit pada daerah bagian hilirnya. Nilai IKD DAS Tayan sebesar 0,85 km/km2. Ini berarti nilai IKD termasuk dalam kategori sedang. Profil melintang sungai berbentuk trapesium, dan orde WRb pada DAS Tayan adalah 3,77. Hubungan antara tinggi muka air dengan debit aliran persamaannya adalah Q=4,265(H- 2.626)0,1212 dengan koefisien determinasi sebesar 0,2328 dengan tingkat kesalahan sebesar 0,482494. Hubungan antara besarnya debit aliran dengan debit sedimen persamaan regresinya adalah Qs=10.192 Qw8.243604 dengan nilai korelasi sebesar 0,669403 dan koefisien determinasi sebesar 0,4481. Hasil kualitas air sungai untuk pengamatan pH selama 5 hari pada outlate DAS Tayan dapat diketahui bahwa kisaran nilai pH 5,1 – 6 dengan nilai rata-rata pH adalah 5,53. Suhu berkisar antara 260C hingga 270C dengan fluktuasi 20C dan memiliki rata-rata 26,30C ini berarti suhu dititik pengamatan tersebut masih tergolong baik. Kisaran kecerahan air di DAS Tayan sebesar 37 cm – 64 cm dengan rata-rata 48,35 cm. Nilai DHL pada DAS Tayan masuk dalam kategori sedang yaitu produksi tanaman yang sensitif garam dapat terganggu, nilai SAR masuk dalam kategori rendah, maka dapat dipergunakan untuk mengairi hampir segala jenis tanah dengan kemungkinan yang kecil untuk terkumpulnya sodium pada tingkat yang membahayakan dan untuk nilai RSC nya termasuk dalam kategori kelas sedang, maka Air ini cocok untuk jenis tanah tertentu dan untuk tanaman tertentu pula. Biasanya tanaman yang toleran dan agak toleran terhadap sodium dapat tumbuh. Air ini tidak dapat digunakan pada drainase buruk dan juga perlu pengolahan tanah secara khusus untuk mengurangi salinitas misalnya dengan mengaliri air bersih.Kata kunci: Karakterisik DAS, Kualitas Air,Sedimentasi.
ANALISIS FAKTOR BAURAN PEMASARAN TERHADAP PENJUALAN INDUSTRI KRIPIK BUAH FIRJATUL JAYA DI RASAU JAYA III KABUPATEN KUBU RAYA Mesraita Sinaga; Abdul Hamid A. Yusra; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8500

Abstract

Sektor industri makanan berperan penting dalam pembangunan daerah, karena sektor industri makanan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap pembangunan ekonomi di Kalimantan Barat. Saat ini industri makanan cukup banyak ditemui dibeberapa daerah khususnya kecamatan Rasau Jaya. Industri Kripik buah Firjatul Jaya mengalami persaingan yang kompetitif, persaingan yang semakin luas menyebabkan harus adanya strategi pemasaran yang dapat membuat usahanya tetap berkembang. Bauran pemasaran yang terdiri dari produk, harga, distribusi dan promosi sangat efektif untuk mencapai tujuan pemasaran yaitu meningkatkan penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor bauran pemasaran terhadap penjualan usaha industri kripik buah Firjatul Jaya di Rasau Jaya III Kabupaten Kubu Raya dengan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling), jumlah sampel penelitian ini sebanyak 40 responden dipilih secara proporsional dari empat tempat penjualan kripik buah Firjatul Jaya dan dianalisis dengan analisis konjoin. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor yang paling tinggi pengaruhnya terhadap penjualan kripik buah Firjatul Jaya adalah faktor produk dikarenakan produk mempunyai peranan yang cukup penting yang merupakan salah satu bentuk fisik yang dinilai oleh konsumen, dilihat dari atribut produk itu sendiri seperti variasi produ,  kemasan produk, merek produk, kualitas produk, ukuran produk, dan pelayanan produk. Sehingga secara umum Faktor bauran pemasaran tersebut sudah baik untuk meningkatkan penjualan.   Kata kunci    :  Bauran Pemasaran, Penjualan, Kripik Buah Firjatul Jaya, Analisis Konjoin.
PENGARUH PUPUK MAJEMUK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI Putih PADA TANAH ALUVIAL Paulus Runggah
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4408

Abstract

Paulus Runggah(1), Rahmidiyani (2), Dwi Zulfita (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Pupuk majemuk merupakan pupuk yang mengandung lebih dari satu unsur hara.Pupuk majemuk biasanya paling sedikit terdiri dari dua unsur hara. Pupuk phonska mengandung unsur N, P, K dan S disebut pupuk phonska majemuk. Tanaman sawi putih merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi, banyak dikonsumsi oleh masyarakat dan mengandung gizi yang cukup tinggi.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pupuk majemuk phonska terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial, mengetahui dosis pupuk majemuk phonska yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap ( RAL ) dalam 1 faktor yang terdiri dari 5 taraf untuk perlakuan dan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel. Perlakuan yang dimaksud yaitu p0 (tanpa pemberian pupuk majemuk phonska), p1 (1,5 g/polybag), p2 (3 g/polybag), p3 (4,5 g/polybag), p4(6 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), pengamatan suhu dan kelembaban di lapangan. Hasil penelitian menunjukan pemberian pupuk majemuk phonska memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang berbeda nyata pada tanah aluvial. Dosis pupuk majemuk phonska yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih pada tanah aluvial adalah 1,5 g/polybag. Kata kunci : Aluvial, Sawi Putih, Pupuk Majemuk