cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH PERSENTASE NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG DI FASE GENERATIF PADA TANAH GAMBUT Riten, Arif Rahman; Palupi, Tantri; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77453

Abstract

Tanaman porang merupakan tanaman asli daerah tropis, penghasil umbi yang memiliki kandungan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan serat pangan. Peningkatan produksi porang per satuan luas dapat dilakukan diantaranya dengan cara menyediakan ruang rumbuh yang mendukung pertumbuhan tanaman porang, satu diantaranya dengan memenuhi kebutuhan intensitas cahaya yang sesuai keperluan tanaman porang, yaitu sebesar 60% - 70%. Saat ini belum diketahui persentasi naungan terbaik untuk pertumbuhan dan perkembangan tanaman porang pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan persentase naungan terbaik terhadap hasil tanaman porang di fase generatif pada tanah gambut. Penelitian ini berlangsung selama 6 bulan yang dimulai pada Juni 2023 sampai November 2023 yang berlokasi di Kelurahan Banjar Serasan, Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan, 5 ulangan dan masing-masing ulangan terdiri 4 sampel, sehingga diperoleh 100 tanaman. Perlakuan yang digunakan yaitu N0: tanpa naungan, N1: intensitas naungan 45%, N2: intensitas naungan 60%, N3: intensitas naungan 75%, N4: intensitas naungan 90%. Variabel pengamatan meliputi: jumlah bulbil, berat bulbil, hari panen, diameter umbi, dan bobot umbi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa naungan dengan intensitas 90% menghasilkan hasil generatif terbaik untuk tanaman porang yang berasal dari bulbil/katak pada tanah gambut.
Aktivitas Insektisida Campuran Ekstrak Tanjung Mimusops elengi dan Ekstrak Keben Barringtonia asiatica Terhadap Biologi Hama Crocidolomia pavonana Jumilah Jumilah; Edy Syahputra; Sarbino Sarbino
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.49895

Abstract

Crocidolomia pavonana atau sering dikenal hama krop kubis merupakan salah satu hama penting yang menyerang tanaman Brassicaeae. Salah satu tanaman yang biasa diserang ialah tanaman kubis hama ini menyerang daun yang masih muda hingga ketitik tumbuh sehingga tanaman bisa gagal membentuk krop.Pengendalian menggunakan insektisida sintetik adalah pengendalian yang sering digunakan petani. Namun, dalam pengujian ini mencoba untuk mengenalkan insektisida botani dalam sediaan sederhana. Keterbatasan bahan Insektisida botani sehingga pencampuran lebih dari satu ekstrak tanaman menjadikan solusi dalam pengujian ini, yang harapannya bisa diimplementasikan oleh petani. Ekstrak yang digunakan ialah mencampur ekstrak tanjung Pontianak dan ekstrak keben Mataram.Pengujian ditujukan untuk mengevaluasi pengaruh sediaan ekstrak tanjung Pontianak dan ekstrak keben Mataram dengan cara mencampur kedua ekstrak menjadi satu larutan. Ekstrak yang digunakan ialah ekstrak yang telah tersedia di Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Pencampuran ini dilakukan untuk melihat pengaruh ekstrak terhadap mortalitas, lama perkembangan serta hambatan makan (antifeedant) terhadap larva Crocidolomia pavonana. Larva yang digunakan adalah larva instar II untuk pengujian mortalitas dan lama perkembangan, sedangkan larva instar III digunakan untuk pengujian hambatan makan (antifeedant), metode yang digunakan adalah metode oles pada daun. Konsentrasi yang digunakan berdasarkan perhitungan analisis probit yang didapat dari uji pendahuluan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas insektisida campuran ekstrak tanjung dan keben terhadap larva C. pavonana pada konsentrasi 1.50%, 2.25%, 2.50%, 2.75%, dan 4.00% masing-masing mengakibatkan mortalitas larva C. pavonana sebesar 7.00%, 13.00%, 38.00%, 50.00%, dan 60.00%. Aktivitas terhadap lama perkembangan larva C. pavonana, kontrol menunjukkan angka kematian larva instar II pada hari ke-1, sedangkan pada konsentrasi tertinggi 4.00 % larva instar II bertahan sampai hari ke-4. Pengaruh campuran ekstrak pada percobaan antifeedant pada metode pilihan dan tanpa pilihan menunjukkan hasil LC30(2.50 %) adalah 2.38 % dan 2.17 %, LC50 (4.00%) adalah 2.39% dan 1.52%.
KAJIAN KOMPOSISI MEDIA TUMBUH UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN STEK TANAMAN LADA Juliansyah Juliansyah; Siti Hadijah; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12495

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi terbaik media tumbuh terhadap pertumbuhan stek tanaman lada dalam polybag. Penelitian dimulai dari tanggal 24 Oktober 2014 ???? 23 Januari 2015. Penelitian dilaksanakan di Desa Sendoyan Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Rancangan yang digunakan dalam penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan dan setiap ulangan terdiri 10 sampel, jumlah keseluruhan sebanyak 240 tanaman. Perlakuan komposisi media tumbuh sebagai berikut : (m0) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:0:0), (m1) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:1:0), (m2) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:1:1), (m3) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:2:1), (m4) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (1:1:2), (m5) Tanah + Pupuk Kadang Sapi + Pasir (2:1:1).Variabel pengamatan : jumlah tunas, jumlah daun, panjang tunas (cm), voume akar (cm3), persentase stek hidup (%) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai komposisi media tanam stek lada memberikan respon yang sama terhadap semua parameter pengamatan (panjang tunas, jumlah daun, valume akar dan persentase stek hidup).
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAGU DENGAN DEKOMPOSER Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH ALUVIAL uswatun hasanah; Dwi Zulfita; Maulidi -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8975

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial dan mengetahui dosis kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil lobak pada tanah aluvial. Penelitian berlangsung dari tanggal 15 Juli 2013 sampai dengan 24 Agustus 2013. Penelitian dilaksanakan di Jalan Tanjung Raya 2 komplek Villa Parma B. 20 Kecamatan Pontianak Timur. Metode yang digunakan adalah eksperimen lapangan dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  5 perlakuan, 5 ulangan dan setiap ulangan terdapat 4 sampel tanaman. Perlakuan sebagai berikut : S0 (Tanpa kompos limbah sagu), S1 (805 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah), S2 (1.197 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah),    S3 (1.589 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah), S4 (1.981 g kompos limbah sagu / 8 kg tanah). Variabel pengamatan terdiri dari  jumlah daun (helai), kehijauan daun (Spad Unit), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar tanaman (g), berat segar umbi (g), diameter umbi (cm), panjang umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah sagu dengan dekomposer Trichoderma harzianum berpengaruh nyata terhadap luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun minggu ke-4 dan ke-6, berat segar tanaman, berat segar umbi, panjang umbi dan diameter umbi dan tidak berpengaruh nyata terhadap kehijauan daun dan jumlah daun minggu ke-2 setelah tanam. Secara umum, kompos limbah sagu dengan dosis 805 g/8 kg tanah merupakan dosis yang paling efisien pada penelitian ini tetapi nilai rerata yang tertinggi pada semua variabel yang diamati dihasilkan tanaman lobak dengan pemberian kompos limbah sagu dosis  1.981 g/8 kg tanah.   Kata kunci: Aluvial , Kompos Limbah Sagu, Lobak, Trichoderma harzianum
EFFECT OF INCUBATION TIME AND CHICKEN MANURE Tricoderma Harzianum DIRT IN PEAT SOIL FOR GROWTH AND YIELD OF PERENGGI CHILI PLANTS huda gunawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4792

Abstract

The purpose of this research to know the exact incubation time for growth and yield of perenggi chili plants in peat soil, given Trichoderma harzianum mean while another was not. The research plan used is factorial completely randomized design (CRD) consist of 2 factors. The fist factor were incubation time of chicken manure fertilizer (t) through 3 lever of actions. t1 = incubation time were two weeks (2), t2= incubation time were three weeks (3), t3 = incubation time were four weeks and the second factor was aplication of Tricoderma harzianum (W) using four levels of action. w0 = without Tricoderma harzianum,w1 = Tricoderma harzianum of 20 ml/liter concentration, w2 = with Tricoderma harzianum of 40 ml/liter concentration, w3 = Tricoderma harzianum of 60 ml/liter of water concentration. There are 12 combinations of actions repeated 3 times and there are 3 sample of plants. The variables observed in this research were plant height, leaf chlorophyll content, plant dry weight, root volume, blossom time, amount of fruits for each tree, weight of fruits for each tree, acidity, tempereture, rainfall, and humidity in the field. The research result shows that the effect of incubation time and application of Trichorderma harzianum make no differences to the growth and yield of chilli perenggi in peat moss soil. The effective dose of Trichoderma harzianum to improve the growth and yield of chilli perenggi in peat soil is concentration of 40 ml/liter and there was no interaction. Between incubation time and concertration of Trichorderma harzianum to the growth and production chilli perenggi. Keyword : Peat moss soil, Chilli perenggi, Tricoderma harzianum, Chicken manure.
Pengaruh Abu Sekam Padi terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi pada Tanah Gambut Yosafat Yosafat Yosafat; Elly Elly Mustamir; Dini Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50911

Abstract

Tanah gambut jika digunakan sebagai media tanam mengalami beberapa kendala antara lain adalah pH dan kandungan hara yang rendah.Salah satu usaha yang dilakukan untuk memperbaiki pH rendah pada lahan gambut yaitu dengan pemberian abu sekam padi sebagai pengganti kapur. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis abu sekam padi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pada tanah gambut. Penelitian ini akan dilakukan di kebun percobaan Fakultas pertanian untan, kurang lebih 2 bulan.  Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 taraf perlakuan. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun, luas daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan kadar klorofil daun. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian abu sekam padi dosis 60 ton/ha setara dengan 750 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil sawi yang terbaik pada tanah gambut walaupun dengan pemberian abu sekam padi dosis 40 ton/ha setara dengan 500 g/polybag urea (0,64 g) juga menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi  yang tidak berbeda.  Kata Kunci : abu sekam, tanah gambut, sawi
PENGARUH KONSENTRASI AIR AKI PADA PEMATAHAN DORMANSI BENIH SALAK Eva Utari Dewi; Asnawati Asnawati; Wasi’an Wasi’an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65783

Abstract

Budidaya salak secara generatif memiliki masalah utama yaitu sifat dormansi pada biji salak yang menyebabkan biji sulit untuk berkecambah. Upaya yang dapat dilakukan untuk membantu proses pematahan dormansi adalah dengan perlakuan khusus, salah satunya perendaman biji dengan larutan air aki yang memiliki kandung H2S04. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air aki terbaik dalam proses pematahan dormansi biji salak. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Adisucipto, Komplek Pondok Indah Lestari, Kabupaten Kubu Raya dengan lama penelitian ± 2 bulan sejak 13 Desember 2022 - 31 Februari 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 ulangan sehingga jumlah unit pelaksanaan yang dibutuhkan adalah 24 unit perlakuan. Setiap unit/plot ditanam 20 benih salak, sehingga jumlah benih yang digunakan sebanyak 480 benih. Taraf perlakuan yang digunakan adalah sebagai berikut: C0: Kontrol, C1:5%, C2: 10%, C3: 15%, C4: 20% dan C5: 25% dengan lama perendaman 15 menit untuk semua taraf perlakuan. Variabel yang diamati meliputi Indeks Vigor, Keserempakan Tumbuh, Daya Berkecambah, Kecepatan Tumbuh, Panjang Radikula dan Panjang Plumula. Hasil penelitian menunjukan bahwa perendaman air aki dengan konsentrasi 15% memberikan hasil yang terbaik terhadap pematahan dormansi benih salak.
FAKTOR – FAKTOR YANG MEMPENGARUHI AKTIVITAS PEMELIHARAAN KELAPA SAWIT DI DESA MELOBOK KECAMATAN MELIAU KABUPATEN SANGGAU saipudin udin; Marisi Aritonang Aritonang; Dewi Kurniati Kurniati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9583

Abstract

Faktor – faktor Yang Mempengaruhi aktivitas pemeliharaan Kelapa Sawit Di Desa Melobok Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau. Dibawah bimbingan Dra. Marisi Aritonang, MMA selaku pembimbing pertama dan Dewi Kurniati, SP, MM selaku pembimbing kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ativitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat dan untuk mengetahui apakah faktor-faktor usahatani yaitu ketersediaan modal, ketersediaan sarana pemeliharaan, dan ketersediaan tenaga kerja berhubungan nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif dan metode survei, lokasi pada penelitian ini berada di Desa Melobok Kecamatan Meliau Kabupaten Sanggau, karena sebagaian besar petani mengusahakan kelapa sawit sebagai sumber pendapatan utama. Sampel yang diambil dalam penelitian ini sebanyak 44 responden dengan teknik simple random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan teknik wawancara dengan bantuan kuisoner/daftar pertanyaan. Pengukuran tingkat aktivitas pemeliharaan kelapa sawit tanaman menghasilkan (TM) oleh petani rakyat menggunakan skala likert dan untuk mengetahui apakah faktor-faktor usahatani yaitu  ketersediaan modal, ketersediaan sarana pemeliharaan dan ketersediaan tenaga kerja berhubungan nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat menggunakan analisis uji Chi Square dengan program SPSS 18,00 for windows. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat digolongkan tidak baik, hal ini menunjukkan dari keseluruhan aktivitas yaitu sepuluh aktivitas, empat aktivitas cukup baik dan enam aktivitas tidak baik. Berdasarkan hasil analisis mengenai ketersediaan modal dan ketersediaan sarana pemeliharaan berhubungan nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit oleh petani rakyat dan ketersediaan tenaga kerja tidak memiliki hubungan yang nyata terhadap aktivitas pemeliharaan kelapa sawit pleh petani rakyat.     Kata kunci : Kelapa Sawit, Aktivitas, Faktor-Faktor Pemeliharaan  
ANALISIS PENDAPATAN PETANI PADA SISTEM INTEGRASI TANAMAN UBI KAYU- TERNAK SAPI POTONG (INTEGRETED FARMING SYSTEM) DI DESA SUNGAI RASAU KECAMATAN SUNGAI PINYUH KABUPATEN PONTIANAK istikhomah istikhomah; Novira Kusrini; Dewi Kurniati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.5035

Abstract

ABSTRAK Penelitian yang berjudul Analisis Pendapatan Petani Pada Sistem Integrasi Tanaman Ubi kayu Ternak sapi potong di Desa Sungai Rasau Kecamatan Sungai Pinyuh Kabupaten Pontianak ini dilakukan untuk mengetahui besarnya pendapatan petani pada sistem integrasi tanaman ubi kayu ternak sapi potong dan mengetahui kontribusi ternak sapi potong dan ubi kayu terhadap pendapatan petani. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dan teknik pengambilan sampel dilakukan secara purposive. Penelitian ini merupakan penelitian populasi dengan jumlah populasi sebanyak 29 orang petani ubi kayu ternak sapi potong. Analisis data yang digunakan adalah analisis data statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan petani terbesar yaitu pada luas lahan 0,85 ha dengan rata-rata kepemilikan ternak sapi potong 4 ekor yaitu Rp 13.619.000,-pertahun dimana petani lebih banyak menjual ternak sapi potong setiap tahunnya. Kontribusi pendapatan ternak sapi potong pada skala kepemilikan ternak 3 ekor yaitu 52%, pada skala kepemilikan ternak 4 ekor yaitu 56% dan pada skala kepemilikan ternak 6 ekor yaitu 36%. Kata Kunci: Pendapatan Petani, Sistem Integrasi, Kontribusi Pendapatan Usaha Ternak Sapi Potong.
STUDI STATUS HARA NITROGEN (N), FOSPOR (P), DAN KALIUM (K) PADA TANAH SAWAH DI DESA MENJALIN KECAMATAN MENJALIN KABUPATEN LANDAK Maria Agnestin, Rita Hayati, Riduansyah,
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51329

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui status Hara N, P dan K pada tanah sawah dan rekomendasi umum hara N, P dan K untuk meningkatkan produksi padi di Desa Menjalin. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan pengambilan sampel tanah yang terdiri dari 3 petak sawah yang berbeda. Variabel Pengamatan adalah pH tanah, N Total Tanah, P Tersedia Tanah, K Tersedia Tanah, Al-dd, C-organik (%), Kapasitas Tukar Kation (KTK), Kejenuhan Basa (KB), Tekstur dan Bobot isi. Sampel tanah yang kemudian dianalisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah untuk mengetahui pH tanah menggunakan larutan H2O. Dari hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah di lokasi penelitian pada masing-masing petak sawah tergolong sangat masam atau rendah dengan kisaran pH 3,74-3,62. Ketersediaan N total tanah tergolong sangat tinggi berkisar 1,34-1,84%. Ketersediaan P tersedia tanah tergolong sedang sampai sangat tinggi berkisar antara 45,27ppm-61,59ppm serta ketersediaan K tergolong rendah berkisar antara 0,13-0,23 cmol(+)kg-1. Rekomendasi pupuk Nitrogen dengan target kenaikan 2,5 ton ha-1 Konversional pupuk Urea 275 kg/ha-1, Menggunakan BWN pupuk Urea 200 kg/ha-1, Menggunakan BWN+2 ton pukan/ha 175 kg/ha-1. Target kenaikan 3,0 ton ha-1 Konversional pupuk Urea 325 kg/ha-1, Menggunakan BWN pupuk Urea 250 kg/ha-1, Menggunakan BWN+2 ton pukan/ha 225 kg/ha-1. Target kenaikan 3,5 ton ha-1 Konversional pupuk Urea 375 kg/ha-1, Menggunakan BWN pupuk Urea 300 kg/ha-1, Menggunakan BWN+2 ton pukan/ha 275 kg/ha-1.Kata kunci : Studi Status Hara NPK Pada Tanah Sawah.