cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
Respon Pemberian Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Edamame Pada Tanah PMK. Dimas Trifasha Pramudia; Siti Hadijah; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.65095

Abstract

Tanaman edamame (Glycine max (L.) Merill) merupakantanaman leguminosa multiguna untuk berbagai macam jenis kebutuhan, baik untuk pangan, pakan, bahan baku industri manufaktur dan olahan. Edamame adalah kedelai sayur yang berasal dari Jepang, yang dapat dikonsumsi sebagai sayuranmaupun makanan ringan. Kedelai edamame mengandungkadar gizi yang cukup tinggi yaitu 582 kkal/100 g, protein 11,4g/100 g, karbohidrat 7,4 g/100 g, lemak 6,6 g/100 g, vitamin A 100 mg/100 g, B1 0,27 mg /100 g, B2 0,14 mg/100 g, B3 1 mg/100 g, dan vitamin C 27%, serta mineral-mineral seperti fosfor 140 mg/100 g, kalsium 70 mg/100 g, besi 1,7 mg/100 g dan kalium 140 mg/100g . Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pemberian kompos hijau dan NPK terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanamanedamame di tanah PMK. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali ulangan. Setiap satuan unit percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga total tanaman keseluruhan 100 tanaman. hasi penelitian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan kombinasi Bokashi Limbah Sayuran dan Pupuk NPK yang efesien adalah dengan dosis 20 ton/ha bokashi limbah sayuran dan 50% pupuk NPK.
PENGARUH PUPUK HIJAU PAITAN DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT Watini Watini; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61904

Abstract

Kailan merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 10 Agustus sampai 23 Oktober 2022. Penelitian bertujuan terjadi interaksi antara pupuk hijau paitan dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut dan mendapatkan interaksi antara pupuk hijau paitan 30 ton/ha setara dengan 375 g/polibag dan NPK 300 kg/ha setara dangan 1,2 g/polibag dapat memberikan pertumbuhan dan hasil kailan pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor perlakukan yaitu pupuk hijau paitan (B) dan NPK (P) yang terdiri dari 9 kombinasi perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 3 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah perlakuan pupuk hijau paitan dengan 3 taraf yaitu b1 (pupuk hijau paitan 20 ton/ha),  b2 (pupuk hijau paitan 30 ton/ha) dan b3 (pupuk hijau paitan 40 ton/ha). Perlakuan pupuk NPK terdiri dari 3 taraf yaitu p1 (NPK 200 kg/ha), p2  (NPK 300 kg/ha), p3 (NPK 400 kg/ha).  Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat segar tanaman, jumlah daun, luas daun, berat  kering tanaman.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara pemberian pupuk hijau paitan dan NPK terhadap berat kering tanaman kailan pada tanah gambut. Interaksi antara pupuk hujau kalian dosis 30 ton/ha setara dengan 375 kg/polybag dan NPK dosis 200kg/ha setara dengan 0,8 g/polybag memberikan pertumbuhan dan hasil kalian yang terbaik pada tanah gambut.
KONTRIBUSI SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN PONTIANAK nurussaadah nurussaadah; Erlida Yurisinthae; Marisi Aritonang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.6193

Abstract

Abstrak Implementasi dari otonomi daerah sesuai UU No. 32 Tahun 2004 secara nyata dan bertanggungjawab adalah keleluasaan kewenangan kepada daerah kabupaten/kota untuk mengurus rumah tangganya sendiri. Salah satu keleluasaan kewenangannya adalah kebebasan pemerintah daerah dalam mengelola Pendapatan Asli Daerah. Kabupaten Pontianak dalam upaya mengimplementasikan otonomi daerah tersebut selayaknya terus mengembangkan potensi sumber daya sendiri sehingga mengurangi ketergantungan pada pemerintah pusat. Upaya dapat dilakukan dengan menggali potensi sektor pertanian yang berkotribusi cukup besar terhadap PDRB. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa saja sumber-sumber pendapatan dari sektor pertanian yang berkontribusi terhadap PAD dan seberapa besar kontribusi yang diberikan serta mengetahui apakah sektor pertanian merupakan sektor basis di Kabupaten Pontianak. Penelitian dilakukan dengan metode deskriptif analisis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan menggunakan data times series 2008 – 2012. Hasil penelitian menunjukkan sumber pendapatan yang berkontribusi terhadap PAD berasal dari subsektor peternakan, subsektor perikanan, dan subsektor tanaman pangan. Kontribusi yang berikan sektor pertanian masih sangat kurang terhadap PAD dengan rasio kontribusi berkisar 0,17 % - 0,52 %. Kontribusi terendah terjadi pada tahun 2009 yang disebabkan karena adanya pencabutan Perda No. 12 Tahun 2002, dan kontribusi tertinggi pada tahun 2011 yang disebabkan karena adanya peningkatan penerimaan dari usaha peternakan dan perikanan yang dipungut dari Retribusi Izin Gangguan. Hasil analisis LQ menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor basis di Kabupaten Pontianak. Kata Kunci : Kontribusi, Sektor Pertanian, Pendapatan Asli Daerah
Pengaruh Konsentrasi Larutan Nutrisi Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Sawi Secara Hidroponik Sumbu Petrus Joni; Eddy Santoso; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i2.51760

Abstract

Ketersediaan nutrisi hidroponik yang berkualitas memegang peranan penting dalam keberhasilan produksi komoditas secara hidroponik. Umumnya, sistem hidroponik menggunakan nutrisi AB-Mix namun, harga jual nutrisi AB-Mix di pasaran cukup tinggi. Alternatif berbagai jenis bahan yang harganya masih terjangkau oleh petani dan ramah lingkungan dapat menjadi solusi dalam pembuatan nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi larutan nutrisi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi secara hidroponik. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Putri Candramidi, Kota Pontianak, dengan waktu penelitian dari tanggal 3 Agustus – 1 September 2020.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas 5 perlakuan dengan 5 ulangan dimana tiap ulangan  terdiri dari 6 sampel. Jadi total  keseluruhannya adalah 150 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: b1 = Nutrisi AB-Mix kontrol (1000 ppm); b2 = Nutrigrow 800 ppm; b3 = Nutrigrow 1000 ppm; b3 = Nutrigrow 1200 ppm; dan b4 = Nutrigrow 1400 ppm. Variabel pengamatan meliputi: tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), volume akar (cm3), kadar klorofil daun (Spad Unit), luas daun (cm2), berat kering (g), dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi Nutrigrow dapat meningkatkan tinggi tanaman, jumlah daun, volume akar, kadar klorofil daun, luas daun, berat kering total dan berat segar tanaman sawi caisim.Konsentrasi Nutrigrow yang efisien diperoleh pada pemberian konsentrasi 1400 ppm berdasarkan potensi hasil tanaman yaitu berat segar tanaman dengan rata-rata 68,21 g. 
PENGARUH KONSENTRASI DAN DURASI PERENDAMAN AUKSIN TERHADAP PERTUMBUHAN SETEK JAMBU KRISTAL Nadia, Nadia; Asnawati, Asnawati; Susana, Rini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.65836

Abstract

Jambu kristal merupakan jambu biji yang hampir tanpa biji yang banyak digemari karena rasanya yang segar dan nikmat, biji yang sangat minim dan daging yang sangat tebal.  Upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada setek yaitu dengan pemberian zat pengatur tumbuh berupa auksin secara optimal dengan pemberian konsentrasi dan durasi perendaman auksin yang dapat memberikan pengaruh baik bagi pertumbuhan tanaman.  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terbaik terhadap pertumbuhan setek jambu kristal. Penelitian ini dilaksanakan di lahan penelitian  Fakultas Pertanian Untan. Penelitian ini berlangsung  pada tanggal 06 Oktober - 24 Desember 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan  2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Auksin yang terdiri dari 4 taraf  perlakuan diantaranya r0: 0  ppm, r1: 100 ppm, r2:200 ppm, r3: 300 ppm  dan faktor kedua adalah durasi perendaman  dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya d1: 1 jam, d2: 2 jam  dan d3: 3 jam. Sehingga terdapat  12 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari  5 tanaman sampel dan diulang sebanyak  3 kali sehingga terdapat  180 tanaman.  Variabel pengamatan yang diamati yaitu persentase  setek hidup, jumlah tunas pertanaman, jumlah daun  dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi konsentrasi dan durasi perendaman auksin terhadap persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas dan jumlah akar tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup dan jumlah daun. Durasi perendaman auksin berpengaruh nyata terhadap jumlah tunas tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase setek hidup, jumlah daun dan jumlah akar. Konsentrasi efektif diperoleh pada perlakuan pemberian konsentrasi  auksin 200 ppm dan durasi perendaman auksin 2 jam
PENGARUH KONSENTRASI AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEMBANG KOL SECARA HIDROPONIK SUMBU Yan Dalli; Iwan Sasli; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61837

Abstract

Budidaya kembang kol secara luas di Kalimantan Barat masih belum banyak dilakukan, karena lahan yang tergolong marjinal dan pengetahuan petani masih minim dalam pengelolaan lahan secara tepat. Salah satu teknik budidaya yang dapat dicoba untuk meningkatkan hasil adalah budidaya secara hidroponik. Keberhasilan budidaya secara hidroponik selain ditentukan media yang digunakan, juga sangat ditentukan oleh larutan nutrisi yang diberikan dan pemilihan varietas yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara konsentrasi AB Mix dan berapa varietas kembang kol terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol secara hidroponik sumbu. Penelitian ini dilaksanakan di  Greenhouse Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan waktu penelitian dari tanggal 9 Juli - 13 September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial terdiri dari 2 faktor, masing-masing faktor terdiri dari 3 perlakuan, 3 ulangan dan 4 tanaman sampel, sehingga Terdapat 9 kombinasi perlakuan dan 27 plot perlakuan penelitian, jadi total keseluruhannya terdapat 108 tanaman. Adapun pengaturan perlakuan yang dimaksud adalah k 1 v 1  = 1000 ppm + Larisa; k 1 v 2  = 1000 ppm + Varietas Mona; k 1 v 3  = 1000 ppm + Varietas Snowhite; k 2 v 1  = 1500 ppm + Varietas Larisa; k 2 v 2 = 1500 ppm + Varietas Mona; k 2 v 3  = 1500 ppm + Varietas Snowhite; k 3 v 1  = 2000 ppm + Varietas Larisa; k 3 v 2  = 2000 ppm + Varietas Mona; k 3 v 3  = 2000 ppm + Varietas Snowhite. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan berbagai konsentrasi AB Mix pada berbagai varietas kembang kol secara hidroponik sumbu tidak terdapat interaksi terhadap pertumbuhan dan hasil kembang kol. Penggunaan konsentrasi ab mix 1000 ppm adalah yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kembang kol sedangkan peningkatan konsentrasi dapat menurunkan hasil. Penggunaan varietas larisa dan mona memberikan hasil yang lebih baik daripada varietas Snowhite.
ANALISIS KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP KUALITAS JASA PELAYANAN DI FRESH MART KOTA PONTIANAK Utin Mangindra Sari; Nurliza Nurliza; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.6870

Abstract

Abstrak Fresh mart merupakan bisnis ritel yang menjual barang kebutuhan sehari-hari dengan lokasi yang mudah dijangkau, suasana aman dan nyaman dalam berbelanja, tidak kesulitan memilih barang-barang yang diperlukan, kualitas barang lebih terjamin bila dibandingkan berbelanja di pasar tradisional, harga barang pasti sehingga tidak perlu ditawar dan dapat berbelanja berbagai keperluan dalam satu tempat sehingga menghemat waktu dan tenaga. Kenyataaannya Fresh mart masih kurang dalam menyempurnakan pelayanannya dengan masih terdapatnya produk yang dijual tanpa label harga, sikap karyawan yang dianggap kurang ramah, karyawan yang dinilai lama tanggap dalam menanggani keinginan konsumen, dan item produk yang kurang lengkap. Tujuan penelitian menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas jasa pelayanan di Fresh mart Kota Pontianak. Metode Accidental Sampling digunakan pada 96 responden. Analisis data menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan konsumen atas kualitas jasa pelayanan di Fresh mart dengan menentukan tingkat kesesuaian dari atribut mutu dan prioritas perbaikan mutu (Diagram Kartesius). Hasil penelitian konsumen merasa puas dengan terdapat Sembilan atribut dari 20 atribut yang diteliti. Sembilan atribut yaitu keakuratan menimbang dan memberi label harga, keakuratan pembayaran, jaminan halal dan izin depkes, keramahtamahan karyawan, ketersediaan tanggal kadaluarsa produk, keamanan lingkungan, kenyamanan ruangan, kebersihan ruangan dan kerapian ruangan. Sehingga saran yang diperoleh adalah kelengkapan produk, label harga, jaminan halal dan izin depkes kinerjanya perlu diperbaiki agar dapat mencapai kepuasan yang optimal.   Kata kunci: Importance Performance analysis (IPA), Kepuasan Konsumen, Pelayanan.
PENGARUH PUPUK KANDANG BEBEK DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL MELON PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Monika Fenia Asri; Purwaningsih Purwaningsih; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57920

Abstract

Buah melon banyak mengandung gizi yang bermanfaat bagi tubuh kita. Usaha untuk menggembangkan produksi melon, baik dari segi kualitas maupun kuantitas dapat dilakukan dengan usaha intensifikasi dan ekstentifikasi. Tanah Podsolit Merah Kuning berpotensi untuk pengembangan tanaman melon. Budidaya melon sampai saat ini belum diproduksi secara maksimal oleh petani di Kalimantan Barat, padahal jenis tanah yang ada di Kalimantan Barat memiliki potensi untuk pengembangan tanaman melon. Beberapa hal yang bisa dilakukan dalam mengatasi kendala yang terdapat pada tanah PMK yaitu dengan pemberian bahan organik dan pupuk anorganik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi pupuk kandang bebek dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil melon pada tanah PMK. Pelaksanaan penelitian ini dimulai dari tanggal 11 Mei sampai 25 Juli 2021, dilaksanakan di Kampoeng Ramadhan, Desa Punggur Kecil, Kecamatan Sungai Kakap. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama kotoran bebek (B) terdiri dari 4 taraf (b1 = 10 ton/ha, b2 = 15 ton/ha, b3 = 20 ton/ha., dan b4 = 25 ton/ha)dan faktor kedua pupuk NPK (M) terdiri dari 3 taraf (m1 = 60 g/tanaman, m2 = 40 g/tanaman, dan m3 = 20 g/tanaman.) Setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati pada penelitan ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah bunga, jumlah buah, diameter buah dan bobot perbuah. Hasil penelitian dapat pemberian pupuk kandang bebek dengan dosis 600g/tanaman dan puupk NPK sebesar 20 g/tanaman merupakan dosis efektif yang memberikan pertumbuhan dan hasil melon yang terbaik. Kata kunci : Melon, NPK ,PMK, Pupuk Kandang Bebek
PENGARUH PUPUK ORGANIK CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG DAUN PADA TANAH GAMBUT Ahmad, Thami Raihan Dhia; Hadijah, Siti; Surachman, Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.70870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis pupuk organik yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan pemberian pupuk organik cair dengan 6 taraf perlakuan 3 ulangan dan 4 sampel dengan jumlah total 72 tanaman. Perlakuan tersebut yaitu: P1 = 20 ml/L, P2 = 40 ml/L, P3 = 60 ml/L, P4 = 80 ml/L, P5 = 100 ml/L dan P6 = 120 ml/L. Sehingga terdapat 6 perlakukan yaitu: P1, P2, P3, P4, P5, dan P6. Variabel yang diamati yaitu: Tinggi Tanaman (cm), Jumlah Daun Per Rumpun (helai), Jumlah Anakan per Rumpun (batang), Berat Segar Tanaman (g), Volume Akar (cm3) dan Berat Kering Tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan POC berpengaruh nyata terhadap berat kering tanaman, namun berpengaruh tidak nayata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat segar tanaman dan volume akar. Perlakuan POC dosis 40 ml/L menunjukkan rerata tertinggi terhadap semua variabel pengamatan. Dosis perlakuan efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah gambut yaitu pemberian dosis POC 40 ml/L.
ANALISIS SEBARAN SALINITAS DAN KESUBURAN TANAH PADA LAHAN TEPI PANTAI KECAMATAN SUNGAI KUNYIT KABUPATEN MEMPAWAH Rossie W. Nusantara, Sulakhudin, Jodi Arigowo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.50143

Abstract

ABSTRAKSalinitas merupakan jumlah garam yang terdapat dalam suatu volume tanah. Peningkatan luas lahan salin setiap tahun mengakibatkan salinitas menjadi masalah dunia. Lahan salin pada umumnya dapat ditemukan pada daerah pantai yang dipengaruhi oleh pasang surut dan intrusi air asin lebih dari 3 bulan dalam setahun, dengan jumlah Na+ dalam tanah lebih dari 8%. Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Sungai Kunyit. Kecamatan Sungai Kunyit satu di antara daerah yang berada di tepi pantai  memperoleh pengaruh pasang surut air laut. Daerah yang berada di tepi pantai yang merupakan sumber salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  pengaruh keberadaan salinitas terhadap lahan yang ada di sekitar pantai berdasarkan jarak dan tingkat kesuburan tanah.  Pengambilan sampel tanah dilakukan secara komposit dengan jarak dimulai dari 5 m dari pantai sampai 1 km menjauhi pantai. Beberapa sifat kimia tanah yang dianalisis pada penelitian ini meliputi DHL, pH, kejenuhan basa, C-organik, KTK, P-total, K-total, ESP dan bobot isi tanah. Sampel tanah akan dianalisis di Laboratorium dan diolah menggunakan software Microsoft Excel 2016. Salinitas pada lokasi penelitian tergolong dalam kriteria sangat rendah. Tingkat salinitas ini tidak mempengaruhi kesuburan tanah pada lahan sekitar lokasi penelitian. Nilai salinitas tertinggi terdapat pada jarak 100 m dari laut yaitu sebesar 0,27 dS/m. Nilai salinitas yang tinggi diduga dipengaruhi oleh kandungan Na+, C-organik, KTK dan tekstur tanah. Salinitas tanah pada lokasi penelitian di pengaruhi oleh kondisi lingkungan yang terdapat di lokasi penelitian. Berdasarkan hasil penelitian jarak pantai tidak memiliki pengaruh besar terhadap tingkat salinitas tanah dari sumber salinitas hingga jarak 1 km tingkat salinitas yang diperoleh tergolong sangat rendah.Kata Kunci : Analisis sebaran, Kesuburan tanah, Salinitas tanah Sungai Kunyit.