cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
TINGKAT KETERTARIKAN WALANG SANGIT (Leptocorisa sp) PADA BERBAGAI JENIS UMPAN DI PERTANAMAN PADI (Oryza sativa) Saputra, Ari; Hendarti, Indri; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Walang Sangit merupakan salah satu hama penting tanaman padi yang tertarik pada aroma bangkai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat ketertarikan walang sangit terhadap berbagai jenis umpan pada tanaman padi. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2019 hingga Maret 2020. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan yaitu P1 (Telur ayam busuk), P2 (Bangkai keongmas), P3 (Pekasam ikan), P4 (Cincalok), P5 (Pekasam Kelampai) dengan berat masing-masing perlakuan 250 g. Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan (blok sebagai ulangan). Variabel pengamatan dalam penelitian meliputi: Jumlah walang sangit terperangkap, jumlah telur walang sangit, serangga lain yang terperangkap, intensitas serangan walang sangit, jumlah populasi walang sangit yang terdapat pada lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan yang sangat nyata antar tiap perlakuan pada uji duncan taraf 1 dan 5 %. Walang sangit terperangkap paling tinggi terdapat pada perlakuan P2 (Bangkai keongmas) dengan rata-rata 22,23 ekor pada fase berbunga, 48,3 ekor pada fase masak susu, 34,3 ekor pada fase masak penuh dan 28,6 ekor pada fase masak kuning dengan total walang sangit terperangkap 1.561 ekor.
PENGARUH KERAPATAN NAUNGAN TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT SAMBUNG PUCUK JAMBU AIR MADU DELI HIJAU lestawati, Lestawati; listiawati, agustina; warganda, warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 3 (2021): Agustus 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jambu air madu Deli Hijau ( Syzygium samarangense (Blume) Merr. &Perry)merupakan salah satu komoditi unggulan terbaru yang mulai banyak dikembangkanoleh petani hortikultura di daerah kota Pontianak. Metode perbanyakan vegetatif yangefektif dalam perbanyakan jambu air madu Deli Hijau yaitu menggunakan sambungpucuk.Bibit sambung pucuk setelah buka sungkup masih memerlukan pemeliharaanyang intensif, karena bibit yang disimpan pada tempat terbuka dengan intensitascahaya yang terlalu tinggi dapat mengakibatkan kerusakan sel dalam tanaman. Salahsatu cara untuk mendapa tkan intensitas cahaya yang optimal dapat dilakukan denganpemberian naungan, sehingga cahaya yang diterima oleh bibit akan optimal dan dapatmendukung pertumbuhannya. Penelitian ini bertujuan untuk mencari kerapatannaungan yang terbaik terhadap pertumbuh an bibit sambung pucuk jambu air maduDeli Hijau. Penelitian dilaksanakan di Lahan Jl. Ampera, Komplek Permata Ampera,Kec. Pontianak Kota, Kalimantan Barat, selama kurang lebih 3 bulan. Metode yangdigunakan adalahmetodeRancangan Acak Lengkap (RAL), ter diri dari 5 perlakuan,5 ulangan dan 4 sampel. Perlakuann1 = tanpa naungan(kontrol),n1 = naungan 50%,n2 = naungan 60%, n3 = naungan 70%dann4 = naungan 80%. Variabel pengamatanyaitu,persentase bibit hidup (%), pertambahan panjang batang atas (cm), jumlah daun(helai), jumlah tunas (tunas) dan panjang tunas(cm).Hasil penelitian ini menunjukkanbahwakerapatan naungan berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kerapatan naungan yang terbaik untuk jumlah tunas dan dapat digunakan dalampembibitan jambu air madu Deli Hijau hasil sambung pucuk setelah buka sungkupadalah naungan 70%.Kata kunci: intensitas cahaya, jambu air madu deli hijau, naungan, sambung pucuk.
Struktur Komunitas Ikan Ekonomis di Danau Laet Desa Subah Kecamatan Tayan Hilir Kabupaten Sanggau Efendy, Albertina Yuniar; Adijaya, Mardan; Soetignya, Widadi Padmarsari
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 9, No 4 (2020): Oktober 2020
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Laet Lake of ± 800 hectares totally area gives benefit to local people. The community structure of economical fish in this study tightly relative with environmental factor. The research was conducted because suitability of the approach carried out with the conditions in this Laet Lake to expect to be the relationship between local development and the economics of the people in order to management the resources in the future. The aim of this research is to determine the structure of economically valuable fish communities in Lake Laet. In this research, uses purposive sampling was used to in order to determine community structure of economical fish. There were 5 sampling side which were observed in three month; from October to December 2019. The fishing net used in the study were ¾ inch, 1 inch and 1 ½ inch size. Based on the results of study, 178 fish were caught there were 16 species and 7 families counted in number. From the research the families of Cyprinidae were the dominated fish. The gabus fish (Channa striata) and lais fish (Belodontichthys dinema) were valued as the favourite fish to local people. It was found in the study the kerandang fish (Channa pleurothalmus) and piam fish (Leptobarbus melanopterus) become frequently found as ornamental fish. The conclusion of the study were found that diversity index value is 1.93; The uniformity index value was 0.69 and the dominance index value was 0.26.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU TERHADAP PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR PADA TANAH ALUVIAL Irawan, Suzi; Zulfita, M.Sc, Ir. Dwi; Hariyanti, SP. M.P, Agus
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 10, No 1 (2021): Januari 2021
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rendahnya produksi sawi di Kalimantan Barat mengakibatkan permintaan pasarakan komoditas ini tidak terpenuhi dengan baik sehingga perlu upaya peningkatanproduksi dengan ekstensifikasi lahan pada tanah aluvial yang diimbangi denganperbaikan teknik budidaya salah satunya yaitu dengan pemberian pupuk organik cair.Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk organik cair yangterbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah aluvial.Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak pada Jl. Parit H. Husin 1, KotaPontianak. Waktu penelitian mulai tanggal 21 Mei- 30 Juni 2020. Metode yangdigunakan Rancangan Acak Lengkap yaitu pemberian berbagai konsentrasi pupukorganik cair digrow dengan 5 taraf p1 (5 ml/l); p2 (10 ml/l); p3 (15 ml/l); p (20 ml/l);dan p (25 ml/l). Setiap perlakuan diulang sebanyak 5 kali, dan terdiri dari 4 sampeltanaman. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, volume akar, kadar klorofildaun, luas daun, berat segar tanaman dan berat kering tanaman. Hasil Penelitianmenunjukkan bahwa pemberian berbagai konsentrasi pupuk organik cair digrowterbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi hijau yaitu padapemberian 15 ml/l.54
VEGETATIVE PHASE CHARACTERIZATION OF BLACK RICE VARIETIES FROM WEST BORNEO GROWN IN RED-YELLOW PODSOLIC SOIL Pangaribuan, Franky; Palupi, Tantri; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Black rice is a type of rice species known to have anthocyanin contents beneficial to human health. West Borneo have several potential black rice varieties used as genetic resources to create a new black rice variety in plant breeding program. This research is aimed to determine of characters’ information and to find out the genetic relationship among black rice varieties from West Borneo. The research was conducted at experimental garden of Agriculture Faculty, University of Tanjungpura, Pontianak. The experiment is arranged according to Completely Randomized Design (CRD) consisting of four levels i.e., A=Nanga Taman black rice, B=Sanggau black rice, C=Senakin black rice, D=Ensalang black rice. Each treatment consists of six replications and each replication consists of 3 samples. This research obtains 16 characters of vegetative phase of Nanga Taman black rice, Sanggau black rice, Senakin black rice, and Ensalang  black rice i.e., leaf blade length, leaf blade width, leaf blade pubescence, leaf blade attitude, collar colour, leaf sheath colour, ligule shape, ligule length, ligule colour, flag leaf attitude, flag leaf length, flag leaf width, leaf blade colour, auricle colour, childbearing, and culm length at vegetative phase. Nanga Taman black rice and Ensalang black rice has the fartest genetic relationship with 53,8% similarity level, at the same time Senakin black rice and Ensalang black rice has the closest genetic relationship with 99,3% similarity level.
STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK Mustofa, Aly; Suryadi, Urai Edi; Widiarso, Bambang
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

STUDI SIFAT FISIKA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI GUNUNG SEHAK DESA AUR SAMPUK KECAMATAN SENGAH TEMILA KABUPATEN LANDAK   Aly Mustofa(1), Urai Edi Suryadi(2), Bambang Widiarso(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan beberapa sifat fisika tanah pada beberapa penggunaan lahan. Penelitian ini dilaksanakan di Gunung Sehak, Desa Aur Sampuk, Kecamatan Sengah Temila, Kabupaten Landak. Tahap pertama penelitian dilakukan dengan mengukur panjang dan kemiringan lereng. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 4 penggunaan lahan yaitu lahan kelapa sawit, karet, semak belukar dan hutan sekunder masing-masing 4 titik pengamatan dan 2 kedalaman, kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika: konsistensi, warna tanah, struktur tanah, tekstur, bobot isi, bobot jenis partikel, kadar air kapasitas lapangan, porositas total, kemantapan agregat; sifat kimia: C-Organik, N-Total, C/N rasio, pH tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisika: konsistensi tanah pada kedalaman 0-30 cm didominasi oleh lepas dan pada kedalaman 30-60 cm didominasi oleh teguh, warna tanah pada setiap penggunaan lahan didominasi oleh tanah 7,5 yr 4/4, 7,5 yr 5/6 pada kedalaman 0-30 cm dan 7,5 yr 6/8, 7,5 yr 7/8 pada kedalaman 30-60 cm, struktur tanah didominasi oleh granular, gumpal membulat, gumpal bersudut, bobot isi pada penggunan lahan kelapa sawit kedalaman 0-30 dan hutan sekunder kedalaman 30-60 cm memiliki bobot isi yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, kadar air kapasitas lapangan pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kadar air kapasitas lapangan yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, porositas total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki persentase porositas total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, persentase kemantapan agregat pada penggunaan lahan kelapa sawit, karet dan hutan sekunder termasuk dalam kriteria sangat mantap dan pada penggunaan lahan semak belukar termasuk dalam kriteria mantap ; Sifat kimia: C-Organik pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm memiliki kandungan C-Organik yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, N-Total pada penggunaan lahan semak belukar pada kedalaman 30-60 cm memiliki kandungan N-Total yang paling rendah dari penggunaan lahan lainnya, C/N rasio pada seluruh penggunaan lahan tergolong rendah, pH tanah pada seluruh penggunaan lahan termasuk dalam kriteria masam.     Kata kunci : penggunaan lahan, sifat fisika tanah.
Seleksi Potensi Trichoderma spp. Sebagai Pemacu Pertumbuhan Tanaman SOFIAN, NANA; Rianto, Fadjar; Zakiatulyaqin, -
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Trichoderma spp. bersifat kosmopolit. Genus ini mudah untuk ditemukan pada berbagai habitat. Diantara spesies Trichoderma mempunyai potensi dimanfaatkan sebagai pupuk hayati. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh isolat Trichoderma spp. yang mempunyai     potensi sebagai pupuk hayati. Sampel yang berasal dari rizosfer, serasah, tanah di saluran irigasi persawahan disolasi menggunakan media Martin Agar. Sampel yang berasal dari jaringan akar dan batang beberapa tanaman (kelapa sawit, kelapa dalam, pisang, dan gulma) diisolasi pada media PDA (Potato Dextrose Agar) dengan cara disterilisasikan permukaan jaringan terlebih dahulu. Cendawan yang tumbuh yang mengindikasikan Trichoderma spp. dimurnikan kembali menggunakan media PDA, diperoleh 74 isolat Trichoderma  spp. Isolat-isolat ini diuji kemampuannya melarutkan P dan K, mendegradasi selulosa, dan menghasilkan senyawa indol. Hasil uji kemampuan melarutkan P menggunakan media Pikovskaya dengan sumber P terikat Ca diperoleh 42 isolat, sumber P yang terikat Fe sebanyak 43 isolat. Uji kemampuan melarutkan K digunakan media Aleksandrop dengan sumber K dari batuan feldspar diperoleh 24 isolat. Uji kemampuan  mendegradasi selulosa menggunakan media CMC dan diperoleh 60 isolat. Uji kemampuan produksi IAA menggunakan media PDB  tidak ditemukan isolat Trichoderma spp. yang  menghasilkan senyawa indol. Terdapat 6 isolat Trichoderma spp. yang unggul sebagai pupuk hayati (melarutkan P, K dan degradasi selulosa), yaitu RKSC, RRB3, RRB2, RRA, RRB7, RRA3. Uji hipovirulensi terhadap 6 isolat menggunakan bibit timun menunjukan 2 isolat RKSC & RRB3 tergolong patogen dan isolat lainnya RRB3, RRB2, RRA, RRB7, RRA3 tergolong nonpatogen. 
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI LADA (Piper nigrum, L) DI DESA MAYAK KECAMATAN SELUAS KABUPATEN BENGKAYANG Daniel Erfin Loma; Maswadi Maswadi; Josua Parulian Hutajulu
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45098

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kelayakan finansial lada dengan pemilihan lokasi Studi Kasus di Desa Mayak Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang. Jumlah sampel yang  digunakan dalam penelitian ini adalah 32 Petani lada di Desa Mayak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini  NPV (Net Presen Value), B/C Ratio, IRR (Internal Rate Of Return), PP (Payback Period) dan Analisis Sensitivitas. Hasil analisis pada penelitian ini berdasarkan metode  NPV, B/C Ratio dan IRR menunjukkan usahatani lada layak untuk di jalankan setelah melalui analisis sensitivitas yang menggunakan 2 (dua) skenario baik saat harga pupuk naik maupun saat harga jual lada turun. Dengan  waktu pengembalian modal (payback periode)  selama 3 tahun 3 bulan.Kata kunci : Usahatani Lada, Analisis Kelayakan Finansial, Analisis Sensitivitas.
Karakterisistik Pertumbuhan Vegetatif Padi Beras Hitam (Podi Itam) Asal Simpang Hulu Kabupaten Ketapang FRANSISKUS DIVANI; DARUSALAM DARUSALAM; TANTRI PALUPI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44878

Abstract

Karakteristik Padi Beras Hitam Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang belum teridentifikasi dengan baik, maka perlu pengembangan lebih lanjut sebagai varietas padi lokal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakter morfologi pertumbuhan padi beras hitam (podi itam) pada fase vegetatif yang ada di Simpang Hulu, Kabupaten Ketapang. Penelitian ini dilaksanakan dilahan sawah tadah hujan Sui Raya Dalam, Kab. Kubu Raya dimulai pada tanggal 15 Maret sampai 17 Juli 2020. Pada pengamatan karakteristik tanaman mengunakan 100 sampel tanaman dengan jarak tanam 25 x 30 cm. Hasil dari penelitian menunjukkan rata-rata tinggi bibit yaitu 39,29 cm, panjang daun 59,27 cm,lebar daun 1,76 cm, permukaan daun yang tidak berambut, sudut daun bendera 37,65°, warna leher daun yang berwarna hijau muda, warna helain daun Green Group 143 C, warna pelepah berwarna Green Group 143 B, bentuk lidah daun 2-cleft, warna lidah daun Yellow Green Group 145 A, tinggi tanaman berkisar 141,55 cm, jumlah anakan 14, dan sudut batang yaitu 42°.   
APLIKASI BOKASI LIMBAH KULIT KACANG HIJAU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KALE (Brassica oleracea var. acephala) PADA TANAH ALUVIAL Yohana Febriani Elegant; Maulidi Maulidi; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42538

Abstract

Kale merupakan salah satu jenis kubis daun yang tidak membentuk krop. Tanah aluvial merupakan salah satu media tanam yang memiliki kendala yaitu struktur tanah yang keras, tekstur yang liat, rendahnya kandungan unsur hara, kejenuhan basah yang rendah, dan sifat yang masam. Usaha yang dilakukan untuk perbaikannya dengan menambah bahan organik yaitu bokasi limbah kulit kacang hijau. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kale pada tanah aluvial. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu : b1 (300 g/polybag), b2 (600 g/polybag), b3 (900 g/polybag), b4 (1.200 g/polybag), dan b5 (1.500 g/polybag). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan dengan 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), kehijauan daun (spad unit), luas daun (cm2) berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman(g).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan dosis bokasi limbah kulit kacang hijau yang terbaik tetapi dosis yang efisien ditunjukkan dengan pemberian bokasi limbah kulit kacang hijau dengan dosis 600 g/polybag.Kata kunci : Bokasi Limbah Kulit Kacang Hijau, Kale, Tanah Aluvial