cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
ANALISIS TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI DESA SUNGAI AMBANGAH KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA Kartiwa Pamungkas; Erlinda Yusrisinthae; Komariyati Komariyati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11674

Abstract

KARTIWA PAMUNGKAS, Analisis Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Karet di Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, di bawah bimbingan Dr. Ir. Erlinda Yurisinthae, MP sebagai pembimbing pertama dan Komariyati. SP. MP sebagai pembimbing kedua. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani karet di Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya. Metode yang digunakan adalah metode survey dan lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaitu Desa Sungai Ambangah Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya dengan alasan sebagian besar masyarakat Desa Sungai Ambangah adalah bertani karet dengan jumlah petani karet 348 KK dari 5 dusun. Data diperoleh melalui wawancara menggunakan kuisioner dan pencatatan pangan yang dikonsumsi (Estimate Food Records). Sampel dalam penelitian adalah 44 responden dari tiga dusun yang memiliki petani karet terbanyak di Desa Sungai Ambangah. Variabel dalam penelitian ini adalah pendapatan keluarga petani karet yang berasal dari usahatani karet dan usaha sampingan, serta biaya pengeluaran konsumsi pangan. Tingkat kesejahteraan dihitung berdasarkan persentase pengeluaran konsumsi pangan dari pendapatan keluarga petani. Hasil analisis menunjukan bahwa, tingkat kesejahteraan petani karet yang dihitung berdasarkan pendapatan total tergolong pada tingkat kesejahteraan sedang. Sedangkan tingkat kesejahteraan keluarga petani karet tergolong pada tingkat kesejahteraan rendah, jika dihitung berdasarkan dari sumber pendapatan usahatani karet saja. Hal ini menunjukan bahwa sumber pendapatan sampingan memberikan kontribusi terhadap pendapatan total (64% pendapatan total berasal dari pendapatan usahatani karet dan usaha sampingan). Kata Kunci : Usahatani Karet, Pendapatan, Pengeluaran Konsumsi Pangan,  Tingkat Kesejahteraan
STRATEGI PENGUATAN KELEMBAGAAN KOPERASI PRODUKSI DI PT.POLIPLANT CARGILL KABUPATEN KETAPANG Kristene Novia; Kristene Novia Abdul Hamid A. Yusra Shenny Oktoriana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38803

Abstract

Tujuan penelitian untuk merumuskan strategi penguatan dengan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan internal, serta peluang dan ancaman eksternal kelembagaan koperasi produksi. Pengambilan data dilakukan dengan cara menyebarkan kuisioner, wawancara dan pengamatan langsung (observasi). Metode yang digunakan merupakan metode penelitian deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis data penelitian menggunakan analisis SWOT. Hasil penelitian berdasarkan analisis SWOT menunjukan bahwa strategi yang harus diterapkan dalam penguatan kelembagaan koperasi produksi adalah strategi SO dengan alternatif strategi yaitu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, meningkatkan kualitas kelembagaan koperasi dan pengembangan jaringan usaha.                                                                      Kata kunci: Koperasi Produksi, SWOT, Strategi Penguatan.
Pengaruh Segmen Bahan Stek dan Konsentrasi Urin Sapi terhadap Pertumbuhan Stek Hylocerius feri yanto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7519

Abstract

PENGARUH SEGMEN BAHAN STEK DAN KONSENTRASI URIN SAPI TERHADAP PERTUMBUHAN STEK Hylocerius   Feri Yanto (1), Wasi’an (2), Dwi Zulfita(2) (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini untuk mengetahui segmen bahan stek yang terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman buah naga, mengetahui konsentrasi urin sapi yang terbaik terhadap pertumbuhan stek tanaman buah naga, mengetahui interaksi antara kedua faktor bahan stek dan konsentrasi urin sapi. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Desa Sungai Rengas, Kec Sungai Kakap, Kab Kubu Raya. Penelitian ini mengunakan metode Rancangan Petak Terbagi (RPT) Split Plot Design yang terdiri dari 2 faktor yaitu faktor 1 segmen bahan stek dan faktor ke 2 konsentrasi urin sapi yang terdiri dari tiga kali ulangan dan tiga sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi panjang tunas (cm), jumlah tunas (jlh), persentase stek membentuk tunas (%), persentase stek hidup (%),panjang akar (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh segmen bahan stek berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan persentase stek hidup, panjang akar, persentase stek membentuk tunas, jumlah tunas dan panjang tunas, dan konsentrasi urin sapi berpengaruh tidak nyata terhadap persentase stek hidup, panjang akar, persentase stek membentuk tunas, jumlah tunas dan panjang tunas serta interaksi kedua faktor berpengaruh tidak nyata terhadap persentase stek hidup, panjang akar, persentase stek membentuk tunas, jumlah tunas dan panjang tunas. Kata kunci : Hylocerius, Konsentrasi Urin sapi, Segmen Bahan Stek..
AKTIVITAS HERBISIDA CAMPURAN GLIFOSAT DAN 2,4-D AMINA TERHADAP KENTOSAN Erika Nur Rahma Dhini; Sarbino Sarbino; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58395

Abstract

Kentosan berasal dari biji kelapa sawit yang tumbuh di piringan dan gawangan yang dapat mengganggu aktivitas perawatan tanaman kelapa sawit. Pengendalian kentosan dapat dilakukan dengan beberapa metode salah satunya dengan penggunaan herbisida. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui sifat aktivitas herbisida campuran bahan aktif glifosat 480 g/l dan 2,4-d amina 865 g/l terhadap kentosan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus – Oktober 2021 selama 3 bulan di Rumah Kawat dan Laboratorium Pestisida Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan 5 perlakuan, 5 ulangan. Variabel yang diamati yaitu gejala keracunan dan bobot kering kentosan setelah aplikasi herbisida. Hasil penelitian menunjukkan herbisida campuran berbahan aktif glifosat + 2,4-d amina menunjukkan nilai indek kombinasi sebesar 0,83 (IK ≤ 1) sehingga herbisida campuran bersifat tidak antagonis.Kata kunci : 2,4-D Amina ,Herbisida Campuran, Glifosat, Kentosan, Pengendalian
PENGARUH RED MUD DAN BOKASHI LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PUTIH PADA TANAH GAMBUT Lestari, Lisa Listri; Susana, Rini; Rahmidiyani, Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.73195

Abstract

Pemanfaatan tanah gambut sebagai media tanam memiliki kendala yaitu kesuburan tanah rendah, kapasitas tukar kation yang tinggi, kejenuhan basa rendah, pH tanah rendah, serta ketersediaan unsur hara yang rendah. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan pemberian red mud sebagai amelioran yang dapat memperbaiki kemasaman tanah serta bokashi limbah sayuran untuk meningkatkan ketersedian unsur hara pada tanah gambut. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi red mud dan bokashi limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Pontianak, Kalimantan Barat dimulai pada Juni sampai Juli 2023. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan pola Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari dua faktor yang masing-masing terdiri dari 3 taraf perlakuan dengan 3 kali ulangan dan terdiri dari 4 tanaman sempel sehingga diperoleh jumlah keseluruhan tanaman sebanyak 108 tanaman. Faktor pertama yaitu red mud (r) terdiri dari r1 = 18 ton/ha setara dengan 220 g/tanaman, r2 = 20 ton/ha setara dengan 240 g/tanaman dan r3 = 22 ton/ha setara dengan 260 g/tanaman dan faktor kedua yaitu bokashi limbah sayuran terdiri dari s1 = 15 ton/ha setara dengan 180 g/tanaman, s2 = 20 ton/ha setara dengan 240 g/tanaman dan s3 = 25 ton/ha setara dengan 300 g/tanaman. Variabel pengamatan meliputi jumlah daun, berat kering tanaman, panjang umbi, diameter umbi, dan berat segar umbi. Hasil penelitian menunjukkan tidak terjadi interaksi antara pemberian red mud dan bokashi limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan hasil lobak putih pada tanah gambut. Dosis efektif untuk pertumbuhan dan hasil lobak putih adalah red mud 18 ton/ha dan bokasi limbah sayuran dosis 15 ton/ha.
PEMBERIAN ABU KAYU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BABY MENTIMUN PADA TANAH GAMBUT Nye Putri Julia; Setia Budi; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48932

Abstract

Pemberian abu kayu dan NPK pada tanah gambut dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui perbaikan sifat fisik, kimia dan biologi yang sesuai untuk tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan interaksi abu kayu dan NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman baby mentimun pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S Agro Jl. Sui Raya Dalam, Kota Pontianak berlangsung dari 4 Februari  – 16 Maret 2021. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama adalah abu kayu dengan 3 taraf perlakuan dan faktor kedua adalah pupuk NPK. Masing-masing faktor diulang sebanyak 3 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 108 tanaman. Faktor pertama adalah Abu Kayu (A) a1 = Abu Kayu 310 g/polybag setara dengan 20 ton/ha, a2 = Abu Kayu 430 g/polybag setara dengan 28 ton/ha, a3 = Abu Kayu 552 g/polybag setara dengan 36 ton/ha. Faktor kedua adalah pupukNPK (N) n1 =  pupuk NPK 16 g/polybag setara dengan 200 kg/ha, n2 = pupuk NPK 24 g/polybag setara dengan 300 kg/ha, n3 = pupuk NPK 32 g/polybag setara dengan 400 kg/ha Variabel yang diamati yaitu, berat kering tanaman, volume akar, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukan bahwa adanya interaksi dari pemberian abu kayu dan NPK pada variabel volume akar yaitu abu kayu 28 ton/ha yang setara 430 g/polybag dengan NPK 400 kg/ha yang setara 32 g/polybag. Pemberian abu kayu dosis 36 ton/ha berbeda nyata dengan 20 ton/ha dan 28 ton/ha terhadap berat kering sedangkan pemberian NPK tidak berpengaruh nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci : Abu kayu, baby mentimun, gambut, pupuk NPK.
Analisis Besi (Fe) Terlarut dalam Air Tanah pada Lahan Gambut dengan Sekat Kanal Desi Silviani Putri Aulian Barry
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66813

Abstract

Ekosistem rawa gambut memiliki ciri-ciri muka air tanah yang tinggi. Perubahan ekosistem rawa gambut menjadi lahan pertanian dapat merubah beberapa sifat tanah, salah satunya yaitu kadar besi (Fe) dalam air tanah. Kondisi aerobik mendukung terjadinya oksidasi besi, dimana tingginya kadar besi yang teroksidasi dapat mengganggu bahkan meracun tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kadar besi terlarut (Fe2+ dan Fe3+) pada lahan gambut dengan sekat kanal dan lahan gambut tanpa sekat kanal. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 2 transek, yaitu A (lahan gambut dengan sekat kanal) dan B (lahan gambut tanpa sekat kanal), dimana setiap transeknya terdapat 12 titik bor. Sampel diambil di lahan pertanian Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Sampel air diambil pada kedalaman 65 cm dan 95 cm setiap titiknya dan sampel tanah diambil pada titik ke 3, 6, 9, dan 12. Parameter penelitian yaitu kematangan gambut, kedalaman gambut, kedalaman muka air tanah, muka air saluran, besi terlarut, oksigen terlarut, potensial redoks, derajat kemasan (ph) air, dan suhu air dan C-organik tanah. Analisis sampel air menggunakan beberapa metode, diantaranya Ferrozine air method, Titrasi Winkler, ORP Method, dan Loss on Ignation. Kemudian dilanjutkan dengan analisis data menggunakan Uji T dan Uji Korelasi. Sekat kanal pada lahan gambut memberikan pengaruh terhadap kadar besi terlarut, dimana kadar besi terlarut (Fe2+ dan Fe3+) lebih rendah di lahan gambut dengan sekat kanal (12,60 µM dan 20,29 µM) dibandingkan lahan gambut tanpa sekat kanal (13,76 µM dan 33.31 µM).
Hubungan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Dengan Produktivitas Kerja Karyawan (Studi Kasus: Bagian Proses Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul – PT Citranusa Intisawit, Kabupaten Sanggau) nurul fatonah; novira kusrini; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45049

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) terhadap produktivitas kerja di PT Citranusa Intisawit, Kabupaten Sanggau. Penelitian dilakukan pada karyawan bagian proses Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Kedukul. Pemilihan lokasi penelitian dilakukan secara purposive (sengaja) karena Pabrik Kelapa Sawit (PKS) PT Citranusa Intisawit merupakan satu-satunya pabrik pengolahan untuk kelapa sawit di Desa Kedukul Kecamatan Mukok. Pengambilan sampel menggunakan metode total sampling dengan jumlah responden sebanyak 66 orang. Metode analisis yang digunakan adalah uji korelasi rank spearman dengan program IBM SPSS Statistics 20. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hubungan antara keselamatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan di Pabrik kelapa sawit PT Citranusa Intisawit Kedukul cukup kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,537. Sedangkan hubungan antara kesehatan kerja dengan produktivitas kerja karyawan di Pabrik kelapa sawit PT Citranusa Intisawit Kedukul juga menunjukkan hubungan yang kuat dengan koefisien korelasi sebesar 0,697. Nilai signifikansi hubungan antara keselamatan dan kesehatan kerja dengan produktivitas kerja dalam penelitian sebesar 0,000, dimana nilai sig 0,000 < 0,05 atau 0,01 yang artinya ada hubungan yang signifikan (korelasi nyata) antar variabel. Kata Kunci : Keselamatan dan Kesehatan Kerja, Produktivitas Kerja.
PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK ALPUKAT Floriana Ekaliawati; PATRIANI Patriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7626

Abstract

PENGARUH PANJANG ENTRIS TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK ALPUKAT Floriana Ekaliawati 1), Putu Dupa Bandem 2), Patriani 2) 1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh panjang entris terhadap keberhasilan penyambungan bibit alpukat. Penelitian ini dilaksanakan dilokasi penangkar bibit “Jl. Wonoyoso, Kec. Pontianak Selatan, Kota Pontianak” dari tanggal 10 April 2013 – 10 Juli 2013. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu: panjang entris 5 cm (a1), panjang entris 8 cm (a2), panjang entris 11 cm (a3), panjang entris 14 cm (a4) dan panjang entris 17 cm (a5) . Setiap perlakuan ada 5 ulangan dan tiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel. Variabel yang diamati adalah: Persentase Keberhasilan Sambungan (%), Jumlah Daun yang Tumbuh (helai) dan Pertambahan Panjang Entris (cm). Hasil penelitian menunjukan perlakuan panjang entris berpengaruh tidak nyata terhadap variabel pengamatan persentase keberhasilan sambungan, jumlah daun yang tumbuh dan pertambahan panjang entris. Perlakuan panjang entris 8 cm (a2) memberikan rerata tertinggi untuk persentase keberhasilan sambungan yaitu 93,33% sedangkan perlakuan panjang entries 17 cm (a5) memberikan rerata tertinggi untuk jumlah daun yang tumbuh yaitu 18,97 dan perlakuan panjang entris 8 cm (a2) menunjukan pertambahan panjang entris tertinggi yaitu 10,37 cm. Kata Kunci : Panjang Entris, Pucuk, Bibit Alpukat Effect of Entres Length to Success Connect Shoots Avocado Floriana Ekaliawati 1) Putu Dupa Bandem and Patriani 2) 1)Student, 2)Lecturer Faculty of Agriculture University of Tanjungpura ABSTRACT This study aims to determine the effect on the success of grafting entres length avocado seedlings. This research was conducted in the location breeder seed "Jl. Wonoyoso, district. South Pontianak, Pontianak "from April 10, 2013-10 July 2013. The method used in this study is a field experiment with pattern method completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments are: entres length 5 cm (a1), entres length 8 cm (a2), entres length 11 cm (a3), entres length 14 cm (a4) and entres length 17 cm (a5). There are 5 replicates of each treatment and each treatment consisted of 3 plant samples. The variables measured were: Percentage of Successful Connection (%), number of leaves are Grown (strands) and Added entres length (cm). The results showed the treatment length of entres effect is not real to the observation variable percentage of successful connections, the number of leaves that grow and the length of entres. Treatment entres length 8 cm (a2) gave the highest mean percentage of successful connections is 93.33% while the treatment entres length 17 cm (a5) gave the highest mean number of leaves that grow are 18.97 and a2 treatment (8 cm) showed increase highest entres length 10.37 cm. Keywords: Length of Entres, Shoots, Seeds Avocados
THE EFFECT OF CHICKEN MANURE AS ORGANIC MATTER AND NPK FERTILIZER ON GROWTH AND YIELD OF CABBAGE IN ALLUVIAL SOIL Nikmatun Tanti Hidayah; Warganda Warganda; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60539

Abstract

Cabbage Flowers are flower buds in large numbers forming thick and dense circles. Utilization of alluvial soil as a growing medium is faced with low soil fertility, acidic soil pH, low levels of organic matter availability, and lack of nutrient content. The limited carrying capacity of the alluvial soil needs to be overcome by adding organic matter and nutrients needed to improve soil fertility as a growing medium for cauliflower plants. This study aims to determine the interaction of chicken manure as organic matter and NPK on the growth and yield of flower cabbage on alluvial soil. This research was conducted at Jalan Daya Nasional, Tanjungpura University Lecturer Complex, Pontianak from 27 December – 28 March 2022. This research is a field experiment with a factorial pattern of Completely Randomized Design (CRD) consisting of 2 factors. The first factor consisted of chicken manure (K) which consisted of 3 treatment levels and the second factor was NPK fertilizer (N) with 3 treatment levels. Each treatment combination was repeated 3 times and each experimental unit contained 4 sample plants, so there were 108 plants. The first factor is chicken manure which consists of 3 levels, namely: 108 ton/ha, 243 ton/ha and 378 ton/ha. The second factor is NPK fertilizer which consists of 3 levels, namely: 300 kg/ha, 450 kg/ha and 600 kg/ha. Observation variables include: number of leaves, root volume, dry weight of the top of the plant, fresh weight of flowers and flower diameter. The results showed that there was an interaction between chicken manure and NPK fertilizer on the variable number of leaves 4 WAP. The dose of 243 ton/ha and pupuk NPK 600 kg/ha fertilizer is an efficient dose to increase the growth of flower cabbage on alluvial soil. Keywords : Alluvial, Cabbage Flowers, NPK, Chicken Manure