cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH BOKASHI KULIT PISANG DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI BESAR PADA TANAH ALUVIAL Diah Safriani; Asnawati Asnawati; Warganda Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.57801

Abstract

Cabai besar merupakan komoditas sayuran yang memiliki nilai ekonomis tinggi dan banyak dikonsumsi oleh masyarakat sebagai bahan masakan, serta untuk keperluan industri makanan, namun saat ini produktivitas cabai besar di Kalimantan Barat masih tergolong rendah. Usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan produksi cabai besar yaitu dengan pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi bokashi kulit pisang dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil terbaik pada tanaman cabai besar di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di jalan Budi Utomo, Desa Sungai Rengas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 27 November 2021 sampai  25 Maret 2022. Penelitian ini menggunakan faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu dosis bokashi kulit pisang (B)  yang terdiri dari 3 taraf (b1=5 ton/ha, b2=10 ton/ ha, dan b3=15 ton/ha) dan faktor kedua yaitu pupuk NPK (K) yang terdiri dari 3 taraf (k1=200 kg/ha, k2=250 kg/ha, dan k3=300 kg/ha). Kombinasi kedua faktor didapatkan 9 perlakuan dan diulang 3 kali sampel perlakuan. Setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 108 unit percobaan. Variabel pengamatan yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm),volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari), jumlah buah pertanaman (buah), berat perbuah (g) dan berat buah pertanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian bokashi kulit pisang dan pupuk NPK tidak menunjukkan interaksi dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil tanaman cabai besar pada tanah alluvial. Bokashi kulit pisang pada dosis 10 ton/ha cukup efesien dalam meningkatkan jumlah buah pertanaman dan berat buah pertanaman.  Kata Kunci:  Aluvial, Bokashi Sekam Padi, Cabai Besar, Pupuk NPK.
POPULASI DAN KEANEKARAGAMAN BAKTERI PELARUT FOSFAT PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Cahyadi, Redi; Nusantara, Rossie Wiedya; Nuriman, Muhammad
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.75185

Abstract

Identifikasi bakteri pelarut fosfat (BPF) diperlukan untuk mengetahui jumlah, keanekaragaman dan kemampuannya melarutkan fosfat pada suatu lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan populasi dan keanekaragaman bakteri pelarut fosfat pada tiga tipe penggunaan lahan yang berbeda dan mengkaji kemampuan bakteri dalam melarutkan fosfat menggunakan media pikovskaya. Penelitian dilakukan di Desa Rantau Panjang Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian merupakan lahan jeruk siam, lahan padi dan lahan jeruk siam tumpangsari padi.Jumlah titik sampel sebanyak 5 titik dari hasil komposit sub-titik untuk setiap lokasi penelitian dengan pengambilan sampel dilakukan dengan sistem diagonal, sehingga dari 3 lokasi penelitian terdapat 15 sampel tanah. Hasil hasil penelitian parameter kimia yaitu nilai pH tanah diketiga lahan tidak jauh berbeda nilainya dengan berkriteria masam ketiganya, untuk P-tersedia tertinggi berada pada lahan jeruk siam dan terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi, sedangan hasil P-total tertinggi berada pada lahan padi dan terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi. Hasil penelitian untuk parameter populasi bakteri pelarut fosfat tertinggi berada pada lahan jeruk siam dan populasi terendah berada pada lahan jeruk siam tumpangsari padi dengan jenis bakteri yang didapatkan yakni Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp5, Sp6, Sp8, pada lahan padi, Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp7, Sp8 pada lahan jeruk siam dan Spl, Sp2, Sp3, Sp4, Sp7, Sp8 pada lahan jeruk siam tumpangsari padi. Kemampuan bakteri dalam melarutkan fosfat pada ketiga lahan semua isolat memiliki nilai yang berbeda-beda yang berdasarkan nilai kriteria IKF ( Indeks Kelarutan Fosfat) tergolong dalam kriteria sedang dan tinggi. Jenis BPF yang memiliki kemampuan membentuk zona bening paling tinggi yaitu Sp8 yang dijumpai pada lahan jeruk siam tumpangsari padi.  
IDENTIFIKASI STATUS HARA N, P DAN K PADA TANAH ENTISOL YANG DITANAMI JERUK SIAM (Citrus nobilis L) DI KECAMATAN SEBAWI KABUPATEN SAMBAS Rustom, Rustom; Suswati, Denah; Junaidi, Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72768

Abstract

Identifikasi status hara tanah diperlukan untuk mengetahui kandungan unsur hara yang tersedia di dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi status hara N, P, dan K tanah dan memberikan saran pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman jeruk siam. Penelitian dilakukan di Desa Sebangun Kecamatan Sebawi Kabupaten Sambas. Lokasi penelitian merupakan lahan jeruk siam dengan umur 8 tahun dan produksi berbeda. Jumlah titik sampel sebanyak 5 titik untuk setiap lokasi penelitian dengan pengambilan sampel dilakukan dengan sistem diagonal dan dikompositkan menjadi 1 sampel tanah, sehingga dari 4 lokasi penelitian terdapat 4 sampel tanah. Hasil analisis menunjukkan bahwa rata-rata status hara pada lokasi penelitian (A, B, C dan D) adalah N sedang sampai tinggi, P Sangat tinggi, dan K sedang. Saran pemupukan pada masing-masing lokasi penelitian yaitu : lokasi A Kebutuhan pupuk Urea = 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl = 1,55 kg/pohon, lokasi B kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,12 kg/pohon, lokasi C kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 2,17 kg/pohon, dan lokasi D kebutuhan pupuk Urea 0,76 kg/pohon, pupuk SP-36 = 0,25 kg/pohon dan pupuk KCl 1,49 kg/pohon. Kebutuhan pupuk NPK 15-15-15 pada lokasi penelitian yaitu 0,61 kg/pohon.  
KETAHANAN PANGAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT Iwan Setiabudi; Marisi Aritonang; Shenny Oktoriana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45004

Abstract

According to Law No. 7 of 1996 and the Indonesian Government Regulation No. 68 of 2002 concerning food, food security is defined as a condition the fulfillment of food for households that reflected: : (1) adequate food availability, both in quantity and quality; (2) secure; (3) evenly; and (4) affordable In an effort to reduce community dependence only on rice as a staple food the government designed a food diversification policy through Presidential Instruction No. 14/1974 concerning Efforts to Improve the People's Food Menu (UMPMR). Food diversification is the most appropriate solution in solving problems in food needs. This research is entitled to analyze the role of food diversification on food security in West Kalimantan Province. The data analysis tool used was Microsoft exel 2013 and SPSS with Rank Spearman rho correlation. Based on the results and discussion in case studies the role of food diversification on the level of food security. West Kalimantan province is at a very low level. This is due to the high consumption of people in districts / cities in West Kalimantan Province for rice compared to other food consumption.Keyword : food security, food diversification, food consumtion.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH DENGAN PEMBERIAN KOMPOS KULIT BUAH PISANG PADA TANAH ULTISOL mustaghfirin mustaghfirin; Edy Santoso; Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7211

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah dengan pemberian kompos kulit buah pisang pada tanah ultisol. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 6 Januari sampai dengan 23 Februari 2014, Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 6 taraf perlakuan K0 = tanpa kompos, K1 = 716 g/polybag, K2 = 1097 g/polybag,  K3= 1478 g/ polybag, K4= 1859, K5= 2240 g/polybag  dengan banyaknya 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 3 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman (cm), jumlah daun perumpun (helai), jumlah umbi perumpun (umbi), berat umbi kering perumpun (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian pupuk kompos kulit buah pisang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada semua variabel pengamatan.   Kata kunci : Bawang Merah, Kompos Kulit Buah Pisang, Tanah Ultisol
PARTISIPASI ANGGOTA KELOMPOK TANI DALAM PROGRAM SL-PTT PADI SAWAH DI DESA SEI MATA-MATA KECAMATAN SIMPANG HILIR KABUPATEN KAYONG UTARA dahlia dahlia; Komariyati Komariyati; Abdul Hamid A. Yusra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.11744

Abstract

Program SL-PTT padi sawah  merupakan program yeng bertujuan meningkatkan  produktivitas  lahan,  memperbaiki pendapatan  petani,  serta  melakukan  pengelolaan tanaman terpadu  yang  berwawasan lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT padi sawah dan mengetahui hubungan antara partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT padi sawah dengan penerapan PTT di Desa Sei Mata-Mata Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian  yaitu metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa desa Sei Mata-Mata memiliki lahan pertanian terbesar di Kecamatan Simpang Hilir Kabupaten Kayong Utara dan menjadi lokasi pelaksanaan program SL-PTT, tetapi produktivitas padi sawah belum mencapai target yang telah ditetapkan. Jumlah sampel penelitian ini sebanyak 42 responden yang diambil dengan metode Simple Random Sampling. Analisis yang digunakan adalah Korelasi Kendall’s Tau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar partisipasi anggota kelompok tani tergolong kategori simbolis (74%) dan 26% responden yang tergolong kategori partisipasi semu, sedangkan pada penerapan PTT padi sawah menunjukan bahwa 72% responden tergolong kategori rendah, 26% responden tergolong kategori  sedang dan 2% responden tergolong kategori tinggi. Hasil analisis hubungan antara partisipasi anggota kelompok tani dalam program SL-PTT dengan penerapan PTT sebesar 0,141 dengan nilai P value (signifikansi) sebesar 0,245, sehingga tidak terdapat hubungan antara kedua variabel.   Kata kunci       :           Partisipasi, Kelompok Tani, SL-PTT dan Padi Sawah.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KEDELAI TERHADAP BERBAGAI DOSIS DAN INTERVAL PENYIRAMAN AIR LIMBAH KOLAM IKAN LELE PADA TANAH ALUVIAL PUTRI LESTARI; Basuni Basuni; Purwaningsih Purwaningsih
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.43679

Abstract

Kegiatan budidaya ikan lele menghasilkan limbah yang berasal dari feses dan sisa pakan yang mengandung protein tinggi. Air limbah kolam lele dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman, disamping itu ternyata air limbah kolam ikan lele ini memiliki kandungan hara yang dapat diserap oleh tanaman.Tujuan penelitian ini yaitu untuk mencari dosis air limbah lele, interval penyiraman air limbah lele, serta interaksi antar keduanya yang berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Jalan Parit Bugis, Gang Nusantara 1, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 15 Agustus - 30 Desember 2019. Pelaksanaan penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan faktorial dengan pola RAL ( Rancangan Acak Lengkap ) yang terdiri dari dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis air limbah kolam lele (D) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (250, 500 dan 750 ml) dan faktor kedua yaitu interval penyiraman air limbah kolam lele (P) yang terdiri dari 3 taraf perlakuan (3, 5 dan 7 hari sekali). Variabel pengamatan yang diamati berupa tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong isi, berat biji per tanaman dan bobot 100 biji kering. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis air limbah lele tidak mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kedelai di tanah aluvial. Interval penyiraman 7 hari memberikan pengaruh terbaik pada pertumbuhan berat biji per tanaman walaupun terhadap variabel yang lainnya tidak memberikan pengaruh yang nyata. Dan kombinasi pemberian dosis air limbah lele 750 ml dengan interval penyiraman 5 hari memberikan hasil bobot 100 biji kering terkecil.
PENGARUH PEMBERIAN BOKASHI DECANTER SOLID DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI MAIN NURSERY PADA TANAH PMK Ery Susanto; Agustina Listiawati; Basuni Basuni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.57835

Abstract

Pemanfaatan tanah PMK sebagai media pembibitan memiliki beberapa kendala seperti tingkat kesuburan rendah. Kendala ini bisa di atasi dengan pemberian bahan organik seperti bokashi decanter solid. Penambahan magnesium juga dibutuhkan di main nursery, karena magnesium berfungsi dalam proses fotosintesis dan berbagai reaksi enzimetik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis interaksi yang terbaik antara pemberian bokashi decanter solid dan pupuk magnesium terhadap pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan di Dusun Sungai Mayam, Kecamatan Meliau, Kalimantan Barat pada tanggal 26 Oktober 2021 sampai 26 Februari 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan. Faktor pertama adalah bokashi decanter solid yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 27 ton/ha, 83 ton/ha dan 139 ton/ha. Faktor kedua adalah pupuk magensium yang terdiri dari 3 taraf yaitu : 220 kg/ha, 420 kg/ha, dan 620 kg/ha, sehingga ada 9 kombinasi perlakuan. Variabel pengamatan meliputi : pertambahan tinggi tanaman, pertambahan diameter batang, jumlah pelepah daun, volume akar dan berat kering. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara bokashi decanter solid dan pupuk magnesium pada variabel pertambahan tinggi tanaman 2, 3, dan 4 bulan setelah tanam. Pemberian dosis bokashi decanter solid 83 ton/ha dan pupuk magnesium 420 kg/ha memberikan hasil terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan kelapa sawit di main nursery pada tanah PMK.
KAJIAN KESUBURAN TANAH DI LAHAN PASCA PENAMBANGAN EMAS TANPA IZIN (PETI) PADA BEBERAPA PERIODE PENAMBANGAN DI KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK PETRUS YONAL; Sulakhudin Sulakhudin; Rita Hayati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23603

Abstract

Lahan pasca penambangan emas tanpa izin merupakan lahan yang telah terdegradasisehingga sulit bagi lahan tersebut untuk kembali seperti kondisi semula. Tekstur tanahberpasir dan miskin unsur hara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beberapasifat kimia tanah dan mengkaji status kesuburan tanah. Metode yang digunakandalam penelitian ini adalah Fertility Capability Classification (FCC) dan StatusKesuburan Tanah menurut Pusat Penelitian Tanah (PPT). Hasil penelitianmenunjukkan bahwa kelas kesuburan tanah menurut metode FCC pascapenambangan emas tanpa izin 7 dan 20 tahun adalah SSeh(8%) dan hutan sekunderadalah OLeh(8%). Tanah pada pasca PETI 7 dan 20 tahun bertekstur pasir padalapisan atas dan bawah (SS), KTK sangat rendah (e), bereaksi masam (h) danbesarnya kemiringan lahan 8%. Tanah pada hutan sekunder lapisan atas berupa bahanorganik (O), lapisan bawah berlempung (L), KTK rendah/sangat rendah (e), reaksitanah masam sampai agak masam (h) dan besarnya kemiringan lahan 8%. Statuskesuburan tanah dengan metode PPT yaitu, lahan pasca PETI 7 dan 20 tahun statuskesuburan sangat rendah sedangkan hutan sekunder status kesuburan rendah. Kata kunci : Hutan sekunder, Kesuburan tanah, Mandor, Pasca PETI, Pasir
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Haithami, Ibnu; Anggorowati, Dini; Surachman, surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77452

Abstract

Tanaman buncis (Phaseolus vulgris L.) merupakan tanaman sayuran polong, masuk dalam kelompok kacang-kacangan yang hasilnya dapat dipanen dalam bentuk polong muda dan polong tua. Peningkatan produksi tanaman buncis dapat dilakukan dengan cara ekstensifikasi pertanian melalui pemanfaatan tanah aluvial. salah satu upaya memperbaiki kondisi tanah pada aluvial adalah dengan pemberian bahan organik seperti abu sekam padi dan pupuk NPK yang diberikan diharapkan dapat memperbaiki sifat kimia tanah aluvial serta dapat meningkatkan ketersedian nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan melihat interaksi dosis abu sekam padi dan pupuk NPK yang memberikan pertumbuhan dan hasil buncis yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung selama 2 bulan yang dimulai pada 10 september 2023 "“ 11 November 2023 yang berlokasi di Gg. Matematika, Jl. Reformasi, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap Faktorial terdiri dari 3 taraf penggunaan abu sekam padi dan 3 taraf penggunaan pupuk NPK dengan masing-masing 3 ulangan setiap unit percobaan diambil 4 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan 108 tanaman. Perlakuan yang digunakan   yaitu Faktor pertama abu sekam padi (A) : a1 = 14,88 ton/ha setara dengan 93 g/polybag, a2 = 28,48 ton/ha setara dengan 178 g/polybag, a3 = 42,08 ton/ha setara dengan 263 g/polybag. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 150 kg/ha setara dengan 1 g/polybag n2 = 250 kg/ha setara dengan 1,5 g/polybag n3 = 350 kg/ha setara dengan 2 g/polybag. variabel pengamatan meliputi umur bunga, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong segar per tanaman, berat polong per buah, panjang polong per tanaman. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa bahwa pemberian dosis perlakuan terendah yaitu abu sekam padi 14,88 ton/ha dan pupuk NPK 150 kg/ha sudah dapat memberikan pertumbuhan dan hasil tanaman yang sama dengan dosis perlakuan lain.Kata Kunci: Abu Sekam Padi, Buncis, NPK, Tanah aluvial.