cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
Areca Seed Germination Response Due to Seed Storage and Moisturizing Muh Duwi Lesmana; Tantri Palupi; Elly Mustamir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38795

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine the response of areca seed germination to the storage and moisturizing time of seeds and to determine the best storage and moisturizing time of areca seed in accelerating the time of germination. This research was conducted in a private land located at Jalan Tanjung Raya 2 East Pontianak, Banjar Serasan Village. This research was conducted from December 9, 2018, until March 20, 2019, starting from seed collection until the end of the study. This study uses a field experiment method with a Completely Randomized Design (CRD) consisting of one factor, namely: P1 = stored for 7 days + moisturized for 4 days, P2 = kept for 7 days + humidified for 6 days, P3 = stored for 14 day + moisturized for 4 days, P4 = stored for 14 days + moisturized for 6 days, P5 = stored for 21 days + moisturized for 4 days, P6 = stored for 21 days + moisturized for 6 days, P7 = stored for 28 days + moisturized for 4 days, P8 = stored for 28 days + moisturized for 6 days, P9 = stored for 35 days + moisturized for 4 days, P10 = stored for 35 days + moisturized for 6 days, P0 = not stored + not moisturized (control), Of the 11 treatments repeated 3 times so that there were 33 experimental units, and each unit used 10 seeds then there were 330 seeds. All seeds will be germinated in a dark condition, except treatment P0. The variables observed were water content (%), vigor index (%), germination (%), growth speed (% / etmal), growth simplicity (%), shoot length (cm), root length (cm). The results of this study showed the response of areca seed germination due to seed storage and moisturizing significantly affected all observed variables, P1 treatment (7 days storage and 4 days moisturized) had the best average treatment results and was more efficient on all observational variables namely vigor index 100%, simultaneity grew 100%, germination capacity of 100%, speed of growing 8.21% / etmal, shoot length 26.00 cm, and root length 22.18 cm. Keywords: Germination, Storage of Seed, Moisturizing of Seed, Areca, Seed.
PENGARUH PUPUK KANDANG AYAM DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TOMAT DI LAHAN SULFAT MASAM DENGAN SISTEM BUDIDAYA JENUH AIR Sendy, Trie; Hadijah, Siti; Nurjani, Nurjani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77601

Abstract

Tomat (Lycopersium esculentum Mill.) merupakan tanaman sayuran yang termasuk dalam familia Solanaceae. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis interaksi terbaik antara pupuk kandang ayam dan pupuk NPK serta dosis tunggal masing-masing perlakuan terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air (BJA). Penelitian ini dilaksanakan di lahan pasang surut sulfat masam tipe C yang berlokasi di Golden River Camp, Desa Kalimas, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, dari bulan Mei "“ Juli 2023. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan 2 faktor, yaitu pupuk kandang ayam (K) dan pupuk NPK (N), masing-masing dengan 3 taraf perlakuan. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Faktor pertama pupuk kandang ayam yang terdiri dari 3 taraf dosis 10 ton/ha, 20 ton/ha dan 30 ton/ha. Faktor kedua pemberian pupuk NPK dengan 3 taraf dosis 300 kg/ha, 450 kg/ha dan 600 kg/ha. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman (cm), diameter batang (mm), volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat kering (g), jumlah buah per tanaman (buah), berat buah per tanaman (g) dan berat per buah (g). Data hasil pengamatan dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varians (uji F taraf 5%). Apabila uji F menunjukkan adanya pengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian pupuk kandang ayam dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tomat di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air. Pupuk kandang ayam 30 ton/ha merupakan dosis terbaik bagi pertumbuhan tanaman tomat dan pupuk NPK 450 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk hasil tomat yang ditanam di lahan sulfat masam dengan sistem budidaya jenuh air.  
PENGARUH BOKASI LIMBAH BAGLOG JAMUR TIRAM DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH PADA TANAH ALUVIAL Rizqi Ahmad Ardli; TATANG ABDURRAHMAN; basuni MSI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49386

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman bawang merah pada umumnya dihadapkan pada permasalahan kondisi tanah aluvial yang cenderung mempunyai sifat fisik yang kurang baik dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu menambahkan bahan organik seperti bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK yang diharapkan dapat memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terjadi interaksi antara bokasi limbah baglog jamur tiram dan NPK dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di lahan KEP’S Agro, Kota Pontianak berlangsung dari Januari sampai Maret 2021. Metode yang digunakan dalam penelitian yaitu rancangan acak lengkap faktorial. Faktor pertama pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dengan 3 taraf (10 ton/ha, 20 ton/ha, dam 30 ton/ha). Faktor kedua yaitu pemberian NPK dengan 3 taraf (400 kg/ha, 500 kg/ha, dan 600 kg/ha).Hasil penelitian menunjukan bahwa Interaksi dari pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dan pupuk NPK diperoleh hanya pada pada variabel  jumlah anakan 2 minggu setelah tanam (MST). Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram dapat meningkatkan tinggi tanaman 2 dan 4 MST, jumlah daun 4, 6, dan 8 MST, jumlah anakan 2 dan 4 MST, berat basah tanaman, berat kering tanaman, dan jumlah umbi. Perlakuan pupuk NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman 2, 4, 6, dan 8 MST, jumlah daun 4, 5, dan 8 MST, berat basah umbi dan jumlah umbi. Pemberian bokasi limbah baglog jamur tiram 20 ton/ha  dan  NPK 500 kg/ha dosis yang efisien dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah pada tanah aluvial.Kata kunci : aluvial, baglog jamur tiram, bawang merah, bokasi, NPK. 
PENGARUH BERBAGAI MEDIA DAN INOKULAN MIKORIZA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT ANGGREK VANDA (Vanda sp) ASAL KULTUR JARINGAN eni septiarni
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12232

Abstract

Komoditas hortikultura, terutama tanaman hias anggrek merupakan kebutuhan manusia dalam memenuhi kepuasaan estetika. Banyak permintaan terhadap anggrek Vanda sp akan tetapi tidak diimbangi dengan produksi bibit yang memadai. Belum banyak penelitian tentang media yang memenuhi syarat pertumbuhan anggrek Vanda sp, sehingga perlu dilakukan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh media dan inokulan mikoriza yang terbaik terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Penelitian ini dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapang dalam bentuk Faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah jenis media tanam (M) yang terdiri dari 4 taraf yaitu m1 media arang kayu, m2 pakis, m3 serbuk gergaji dan m4 sabut kelapa dan faktor kedua adalah inokulasi mikoriza (C) yang terdiri dari 2 taraf yaitu c1 tanpa inokulan mikoriza dan c2 dengan inokulan mikoriza 100 g. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah persentase hidup, jumlah daun, pertambahan panjang daun, pertambahan lebar daun, jumlah akar, panjang akar dan persentase akar terinfeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antara media dan inokulan mikoriza terhadap pertumbuhan bibit anggrek Vanda sp asal kultur jaringan. Tanaman dengan pemberian mikoriza tumbuh lebih baik dari pada tanaman tanpa pemberian mikoriza. Perlakuan media yang baik adalah media pakis dan serbuk gergaji, dengan penambahan inokulasi mikoriza 100 g. Kata kunci : Anggrek vanda, kultur jaringan, media tanam, mikoriza
FACTORS AFFECTING DECISIONS OF FARMERS USING CREDIT UNION (CU) KELING KUMANG AS FINANCING INSTITUTIONS OF FARMING IN DESA PIAWAS KECAMATAN BELIMBING HULU KABUPATEN MELAWI Agustinus Agustinus; Jajat Sudrajat; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36372

Abstract

Keling Kumang Credit Union Cooperative is a savings and loan financial institution for the community in Piawas Village. This study aims to analyze the decision-making factors of farmers using (CU) as a source of farming finance. Data were analyzed using logit regression method. The results of this study indicate that total income, family expenses and the number of dependents do not have a significant partial effect on decisions. Factors that influence farmers' decisions are Education Level. Keywords: Financing, Farming, Member Decision, and Logit Regression
RESPON PERTUMBUHAN BIBIT PEPAYA CALIFORNIA AKIBAT PEMBERIAN BOKASI TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT DAN PUPUK NITROGEN PADA TANAH ALUVIAL yustinus januar; Rahmidiyani .; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.44931

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara bokasi tandan kosong kelapa sawit dan pupuk nitrogen yang memberikan pertumbuhan bibit pepaya California yang terbaik pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Komplek Untan Jalan Silat Baru Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak. Penelitian ini berlangsung selama 3 bulan. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimen lapangan dengan pola faktorial rancangan acak lengkap (RAL). Perlakuan terdiri dari 2 faktor yaitu faktor pertama pemberian bokasi TKKS dan faktor kedua pemberian pupuk nitrogen. Pemberian bokasi TKKS terdiri dari 3 taraf dan pemupukan nitrogen 3 taraf. Didapatkan kombinasi perlakuan sebanyak 9 kombinasi yaitu : a1n1 = 400 g bokasi TKKS + 0,3 g N,  a1n2 = 400 g bokasi TKKS + 0,5 g N, a1n3 = 400 g bokasi TKKS + 0,7 g N, a2n1 = 800 g bokasi TKKS + 0,3 g N, a2n2 = 800 g bokasi TKKS + 0,5 g N,  a2n3 = 800 g bokasi TKKS + 0,7 N, a3n1 = 1200 g bokasi TKKS + 0,3 g N, a3n2 = 1200 g bokasi TKKS + 0,5 g N, a3n3 = 1200 g bokasi TKKS + 0,7 g N . Adapun variabel pengamatan yaitu tinggi tanaman, jumlah daun, diameter batang, berat kering tanaman, kadar klorofil daun, dan volume akar. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi TKKS dan urea tidak saling mempengaruhi untuk pertumbuhan bibit pepaya California. Namun, semakin tinggi dosis pemberian bokasi TKKS dan urea semakin efektif untuk pertumbuhan bibit pepaya California hal tersebut dapat dilihat dari variabel berat kering tanaman pada dosis bokasi TKKS 800 g dan dosis urea 0,7 g. Kata Kunci: aluvial, bibit pepaya california, bokasi tandan kosong kelapa sawit, nitrogen
STUDI KARAKTERISTIK SUB DAERAH ALIRAN SUNGAI (SUB DAS) SENGARIT PADA DAERAH ALIRAN SUNGAI (DAS) KAPUAS KABUPATEN SANGGAU Imliyani Alan; Ir. Junaidi, MP
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8699

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari karakteristik sub DAS Sengarit pada DAS Kapuas di Kabupaten Sanggau. Sub DAS Sengarit memiliki luas 23.407 ha. Penelitian dilakukan di lapangan untuk mengukur dan mengambil sampel, pada dua titikpengamatan yaitu di hulu dan hilir sub DAS Sengarit. Kemudian dilanjutkan analisis sampel air di laboratorium Kualitas dan Kesehatan Lahan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura untuk analisis sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sub DAS Sengarit memiliki pola dendritic (crystaline rock)dengan bentuk DAS seperti bulu burung. Kerapatan drainase pada sub DAS Sengarit sebesar 0,19,termasuk kategori rendah dan hanya terdiri atas 2 orde. Profil melintang sungainya berbentuk segitiga.Kualitas air sub DAS Sengarit memiliki rata-rata pH 6,59 pada bagian hulu dan 5,86 pada bagian hilir, suhu rata-rata 29,80ºC pada bagian hulu dan 28,96ºC pada bagian hilir, serta kecerahan rata-rata 49,1 cm pada bagian hulu dan 43,3 cm pada bagian hilir. Untuk hasil TSS didapat nilai rata-rata TSS sebesar 15,4 mg/l pada bagian hulu dan 12mg/l pada bagian hilir. Berdasarkan perbandingan antara TSS rata-rata di outlet hulu dan hilir dengan TSS standar untuk pertanian, maka nilai TSS rata-rata pada sub DAS Sengaritbelum berpengaruh terhadap pertanian dan perikanan.This research aims to study the characteristic of the sub-watersheds Sengarit the Kapuas watersheds in Sanggau. Sub-watersheds Sengarit has an area of 23,407 ha. The study was conducted in the field to measure and take samples on two points observation of upstream and downstream the watersheds of Sengarit. Then continued analysis of the water samples analysis in the laboratory Quality and Health Land of Agriculture, University of Tanjungpura for sample analysis. The results showed that the sub-watersheds Sengarit was dendritic pattern (crystalline rock) to form the watersheds as a feather.  Drainage density in the sub-watersheds Sengarit of 0,19, including the low category and only consisted of 2 orders. Profilr triangular cross the river. Water quality Sengarit sub-watersheds has an average pH of 6,59 to 5,86 at the upstream and downstream sections, the average temperature of 29,80ºC to 28,96 ºCat the upstream and downstream sections, as well as the average brightness of 49,1 cm and 43,3 cm at upstream and downstream. TSS results obtained for the average value of TSS of 15,4 mg/l at the upstream and 12 mg/l in the lower reaches. Based on the comparison between the average TSSin upstream and downstream oulet with TSS standards for agriculture then the average value of TSS in river flows Sengarit not affect the agriculture and fishieries.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI CAIR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Jekiun Jekiun; Purwanignsih Purwanignsih; Wasi’an Wasi’an
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42609

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi pupuk hayati cair yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di jl. Reformasi, Gang. Struktur, Pontianak Tenggara dari tanggal 18 Maret hingga 18 Mei 2020. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 taraf perlakuan pemberian pupuk hayati cair dengan 5 ulangan. Taraf perlakuan yang dimaksud adalah berturut-turut 2; 5; 10; 15 dan 20 ml/l air. Variabel yang diamati yaitu volume akar, klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, jumlah daun dan berat segar tanaman. Hasil penelitian tidak ditemukan konsentrasi yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman sawi, tetapi ditemukan konsentrasi yang efektif yaitu 10 ml/l terhadap komponen pertumbuhan dalam meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan sawi hijau.Kata kunci : pupuk hayati cair, gambut, sawi hijau
PENGARUH BOKASI DAUN BAMBU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH ALUVIAL Santi Taluni Taluni; Purwaningsih Purwaningsih Purwaningsih; Dwi Zulfita Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 4 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i4.42340

Abstract

Bokasi daun bambu dapat dimanfaatkan sebagai pupuk bagi tanaman, salah satunya dengan dibuat bokasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi daun bambu yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari – April 2020 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan dosis bokasi daun bambu yang terdiri dari 5 taraf perlakuan, yaitu: b1 = 5 % bokasi daun bambu dari berat tanah setara dengan 400 g/polybag, b2 = 10 % bokasi daun bambu dari berat tanah setara dengan 800 g/polybag, b3 = 15% bokasi daun bambu dari berat tanah setara dengan 1.200 g/polybag, b4 = 20% bokasi daun bambu dari berat tanah setara dengan 1.600 g/polybag, b5 = 25% bokasi daun bambu dari berat tanah setara dengan 2.000 g/polybag; 5 ulangan dan setiap perlakuan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga terdapat 100 tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar (cm3 ), jumlah daun (helai), kadar klorofil daun (spad unit), berat segar tanaman (g), dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian bokasi daun bambu dengan dosis 2000 g/polybag merupakan dosis yang terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kailan pada tanah aluvial. Kata Kunci: Bokasi, Daun Bambu, Kailan, Tanah Aluvial.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PUTIH DENGAN PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH DAUN TEBU PADA TANAH ALLUVIAL DEDI SYUKRIADI; SETIA BUDI; ACHMAD MULYADI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.23186

Abstract

PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI PUTIH DENGAN PEMBERIAN BOKASHI LIMBAH DAUN TEBU PADA TANAH ALLUVIAL Deddi (1), Setia Budi (2), Achmad Mulyadi (2)(1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura PontianakE-mail: syukri1493@yahoo.com ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terbaik dari pemberian bokashi limbah daun tebu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi putih pada tanah alluvial. Penelitian dilaksanakan di TK Islamiah Jalan Imam Bonjol Kota Pontianak Tenggara selama tiga bulan dimulai pada bulan Januari sampai dengan Maret 2017. Rancangan penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 3 sampel sehingga seluruhnya berjumlah 60 tanaman sampel yaitu p1 ( tanpa bokashi), p2 (10% limbah daun tebu setara 391 g perpolybag), p3 (12% limbah daun tebu setara 746 g perpolybag), p4 (14% limbah daun tebu setara 1.064 g perpolybag), p5 (16% limbah daun tebu setara 1.365 g perpolybag). Variabel yang diamati meliputi: volume akar (cm3), luas daun (cm2), berat segar tanaman bagian atas (g), berat kering tanaman (g), dan ratio pucuk-akar. Hasil penelitian menunjukan pemberian bokashi limbah daun tebu dengan dosis 16% atau setara dengan 1.365 g perpolybag menunjukan hasil terbaik terhadap semua variabel pengamatan. Kata kunci: sawi putih, bokashi limbah daun tebu, alluvial