cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH AMELIORAN PUPUK KANDANG AYAM DAN SEKAM PADI BAKAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA TANAH ALUVIAL Guido, Adrianus; Surachman, Surachman; Sasli, Iwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77836

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik dari pemberian ameliorant sekam padi bakar dan pupuk kandang ayam terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman lobak di tanah aluvial. Penelitian ini berlangsung pada Juli - Agustus 2023. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor 6 perlakuan dan 4 ulangan yaitu berupa bahan organik yang terdiri dari Pupuk Kandang Ayam dan Sekam Padi Bakar. Setiap perlakuan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya 72 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah sebagai berikut: A : 15 ton/ha pupuk kandang ayam, setara dengan 360 g/tanaman, B : 20 ton/ha pupuk kandang ayam, setara dengan 480 g/tanaman, C : 25 ton/ha pupuk kandang ayam, setara dengan 600 g/tanaman, D : 10 ton/ha sekam padi bakar, setara dengan 240 g/tanaman, E : 20 ton/ha sekam padi bakar, setara dengan 480 g/tanaman, F : 30 ton/ha sekam padi bakar, setara dengan 720 g/tanaman, setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel pengamatan terdiri dari panjang daun, jumlah daun, panjang umbi, diameter umbi, berat segar umbi, berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  pupuk kandang ayam dosis 25 ton/ha dan pemberian sekam padi dosis 30 ton/ha sama-sama memberikan hasil yang baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman lobak pada tanah aluvial.
PREDIKSI EROSI METODE USLE (Universal Soil Loss Equation) PADA BEBERAPA KELAS LERENG DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA KEPAYANG KECAMATAN ANJONGAN KABUPATEN MEMPAWAH Stepanus Rada
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.50697

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk prediksi erosi menggukan metode USLE pada beberapa kelas lereng dan membandingkan dengan Etol dan alternatif pengolahan lahan dengan tingkat erosi kecil dari erosi yang ditoleransi. Jumlah keseluruhan sampel pada ketiga kelas lereng sebanyak 9 sampel tanah utuh. Hasil penelitian menujukkan kelas lereng pada setiap kelas berbeda, pada kelas lereng datar nilai erosi tinggi, sedangkan pada lereng landai dan agak curam nilai erosi rendah. Bahaya erosi terdapat pada kelas datar 27,573 ton/ha/th, sedangkan kelas landai 9,676 ton/ha/th dan agak curam 7,853 ton/ha/th. Rekomendasi hasil penelitian adalah mengubah tindakan konservasi dari tanpa tindakan konservasi menjadi teras bangku kontruksi sedang dengan nilai faktor P 0,15 dan diberlakukan teras bangku dengan kontruksi baik dengan nilai p 0,04.Kata Kunci: prediksi erosi, tingkat bahaya erosi, alternatif pengolahan lahan
APLIKASI BAKTERI PGPR DAN PUPUK KOTORAN KAMBING TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Charles Onong; Purwaningsih Purwaningsih; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63212

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) secara ekonomi merupakan tanaman kacang-kacangan yang menduduki urutan kedua setelah kedelai. Kacang tanah dapat diolah menjadi bermacam-macam produk, misalnya kacang goreng, kacang bawang, ampyang, enting-enting dan rempeyek. Sebagai bahan industri, kacang tanah dapat dibuat keju, mentega, sabun, dan minyak. Daun kacang tanah dapat digunakan untuk pakan ternak dan pupuk. Pemberian PGPR dilakukan untuk meningkatkan efisiensi penyerapan unsur hara oleh tanaman kacang tanah dan untuk meningkatkan ketersediaan hara bagi tanaman dikarenakan bakreti PGPR yang akan dipergunakan memiliki karakteristik  sebagai pelarut P dan K selain itu juga bisa mengikat N dari udara. Pupuk kotoran kambing merupakan bahan organik yang memiliki kandungan hara yang mendukung kesuburan tanah, membuat lahan tetap produktif, berperan dalam pembentukan struktur tanah yang baik dan stabil sehingga infiltrasi dan kemampuan menyimpan air tinggi, memudahkan penetrasi akar untuk penyerapan hara di dalam tanah dan peningkatan pertumbuhan mikroorganisme dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis PGPR dan dosis  pupuk kotoran kambing  yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl.Reformasi Gg.Matematika. penelitian ini berlangsung dari tanggal 12 Juni sampai 17 September 2022. Penelitian ini menggunakan  metode eksperimen faktorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap  (RAL) . perlakukan terdiri dari faktor pertama adalah  jenis PGPR  (p) dan faktor kedua adalah pupuk kotoran kambing  (k). Masing-masing faktor terdiri dari 3 taraf  dan diulang sebanyak 3 kali, terdapat 4 sampel setiap unit percobaan sehingga total keseluruhan tanaman sebanyak 108 sampel tanaman. Faktor pertama adalah jenis PGPR (P) terdiri dari :p1 = Paenibacillus alvei AK 4 SR, p2 = Bacillus cereus RH 8 SR, p3 = Bacillus cereus RH 8 SR + Paenibacillus alvei AK 4 SR (konsorsium). Faktor kedua adalah dosis pupuk kotoran kambing (K) terdiri dari :k1 = Pupuk Kotoran Kambing 10 ton/ha, k2 = Pupuk Kotoran Kambing 20 ton/ha ≈  (100  g/polybag, k3 = Pupuk Kotoran Kambing 30 ton/ha ≈ (150  g/polybag). Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman, berat kering, bobot polong segar tanaman, jumlah polong isi, jumlah polong hampa, berat 100 biji kering dan jumlah biji per polong. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi PGPR dan pupuk kotoran kambing terjadi interaksi pada variabel tinggi tanaman dan bobot polong segar per tanaman.
Pengaruh Kompos Biomassa Gulma Daun Lebar terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Sawi Keriting pada Tanah Podsolik Merah Kuning andreas hariyanto SP; Ir. Putu Dupa Bandem, MMA; Ir Warganda MMA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9237

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompos biomassa gulma daun lebar dan dosis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi keriting pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dari tanggal 4 Juli 2014 sampai tanggal 14 Agustus 2014. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf perlakuan yaitu : k0 = tanpa pemberian kompos biomassa gulma daun lebar,        k1 = 4 % bahan organik setara dengan 350 g/polybag, k2 = 6 % bahan organik setara dengan 500 g/polybag, k3 = 8 % bahan organik setara dengan 700 g/polybag, k4 = 10 % bahan organik setara dengan 900 g/polybag, k5 = 12 % bahan organik setara dengan 1.100 g/polybag. Variebel yang diamati yaitu berat segar tanaman (g), luas daun (cm2), volume akar (cm3) dan berat kering tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos biomassa gulma daun lebar dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil sawi keriting pada tanah podsolik merah kuning. Kompos biomassa gulma daun lebar yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil sawi keriting pada tanah podsolik merah kuning adalah dengan dosis 1.100 g/polybag. Kata Kunci : Kompos Biomassa Gulma Daun Lebar, Podsolik Merah Kuning, Sawi Keriting.
ANALISIS FINANSIAL USAHA PEMBESARAN IKAN MAS (Cryprinus carpio L) DALAM KOLAM PADA PEKARANGAN DI KECAMATAN PINOH SELATAN KABUPATEN MELAWI Margaretha Heri; Novira Kusrini; Maswadi Maswadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 2: Agustus 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i2.5305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan usaha pembesaran ikan Mas dalam kolam pada pekarangan Di Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi dari segi finansial. Penelitian ini menggunakan metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), Teknik Pengambilan sampel dilakukan dengan sampling populasi dengan Jumlah 30 orang petani dan semuanya diambil sebagai responden. Metode analisis yang digunakan adalah 5 Kriteria Investasi yaitu Net Present Value (NPV), Net B/ C Ratio, Internal Rate of Return (IRR), Payback period (PP). Hasil Penelitian menunjukan bahwa usaha pembesaran ikan mas dalam kolam pada pekarangan Di Kecamatan Pinoh Selatan Kabupaten Melawi layak untuk diusahakan ditinjau dari aspek finansialnya, dimana NPV bernilai positif pada tingkat suku bunga 10 % yaitu Rp. 16.027.998 Net B/C Ratio adalah 1,5. IRR sebesar 11%. Dari hasil analisis Payback Period diperoleh lama pengembalian modal investasi untuk usaha pembesaran ikan Mas dalam kolam yaitu dalam waktu 1 tahun 5 bulan. Kata Kunci : Analisis Finansial, Net Present Volue (NPV), Net Benefit Cost Ratio (Net B/C Ratio), Internal Rate Of Return (IRR), Paybay Period (PP).
PENGARUH APLIKASI TEPUNG CANGKANG TELUR DAN BIOCHAR TEMPURUNG KELAPA TERHADAP KETERSEDIAAN Ca DAN Mg SERTA HASIL TANAMAN JAGUNG MANIS DI TANAH GAMBUT Asrifin Aspan Rinto Manurung Veneranda Noviyanti Putri
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 3 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i3.41412

Abstract

ABSTRAKTanah gambut pada umumnya memiliki kadar pH tanah yang rendah, Kapasitas Tukar Kation (KTK) yang tinggi, Kejenuhan Basa yang rendah, dan memiliki kandungan unsur hara makro N, P, K, Ca, Mg yang rendah serta kandungan unsur hara mikro yang rendah pula seperti Cu, Zn, Mn dan B. Cangkang telur yang mengandung Kalsium (Ca) dan Magnesium (Mg), merupakan limbah rumah tangga dan dijadikan bahan pengganti kapur. Penggunaan biochar tempurung kelapa dapat meningkatkan efisiensi penggunaan pupuk Nitrogen (N) dan penggunaan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi tepung cangkang telur dan biochar tempurung kelapa terhadap ketersediaan unsur hara Ca dan Mg di tanah gambut serta hasil produksi tanaman jagung manis. Penelitian ini dilakukan di Lahan Kampus Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor terdiri dari 3 perlakuan tepung cangkang telur dan 4 perlakuan biochar tempurung kelapa. Masing - masing kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 36 plot percobaan. Hasil analisis tanah sebelum diberi perlakuan, menunjukkan bahwa pH H2O tanah yaitu 3,14 (sangat rendah), Ca tersedia yaitu 1,41 cmol (+) kg-1 (sangat rendah), Mg tersedia yaitu 0,85 (sangat rendah), KTK tanah yaitu 117,17 cmol (+) kg-1 (tinggi), dan KB tanah yaitu 3,93 % (sangat rendah). Perlakuan tepung cangkang telur dan biochar tempurung kelapa setelah masa inkubasi memberikan pengaruh terhadap sifat-sifat kimia tanah gambut. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan cangkang telur dapat meningkatkan nilai rerata pH tanah, Ca tanah, dan KB tanah. Sedangkan perlakuan biochar tempurung kelapa dapat meningkatkan rerata nilai Ca tanah.
Pengaruh Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jamur Tiram Putih Pada Media Serbuk Gergaji Fransiskus Darma Putra; Ir. Agustina Listiawati, MP; Ir. Warganda, MMA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.51494

Abstract

Media tumbuh merupakan salah satu aspek penting yang menentukan tingkat keberhasilan budidaya jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jamur tiram putih membutuhkan banyak nutrisi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya, dimana semakin banyak zat nutrisi yang tersedia maka hasil dan pertumbuhan jamur tiram akan semakin maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi POC terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil jamur tiram putih pada media serbuk gergaji. Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan dari tanggal 1 Mei 2021 - 15 Agustus 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 6 taraf konsentrasi POC dengan 4 ulangan. Masing-masing perlakuan terdiri dari 3 tanaman sampel.. Konsentrasi POC p0 = tanpa POC, p1 = POC 5%, p2 = POC 10%, p3 = POC 15%, p4 = POC 20% dan p5 = POC 25%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa umur panen panen dengan waktu terbaik yaitu pada pemberian POC dengan konsentrasi 10% dengan rerata 19,25 hari, berat basah pemberian POC dengan konsentrasi 20% memberikan hasil terbaik yaitu dengan rerata 111,15 g, dan diameter tubuh buah pemberian POC dengan konsentrasi 5% memberikan hasil terbaik dengan rerata 10,34 cm.
PENGARUH PUPUK HAYATI DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG SEMI PADA TANAH GAMBUT Maria Magdalena; Dini Anggorowati; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.69587

Abstract

Pengembangan jagung semi memiliki prospek yang baik karena permintaan pasar yang tinggi namun tidak didukung oleh produksinya. Upaya untuk memenuhi permintaan jagung semi yang terus meningkat maka para petani memanfaatkan lahan gambut. Pemanfaatan lahan gambut sebagai media tanam mempunyai faktor pembatas pertumbuhan yaitu kesuburan tanah. Dalam usaha mempertahankan dan meningkatkan kesuburan tanah, penambahan unsur hara ke dalam tanah dilakukan melalui pemupukan menggunakan pupuk NPK sintetis. Upaya untuk mengurangi pemakaian pupuk anorganik dan untuk meningkatkan kesuburan tanah adalah menggunakan pupuk hayati yang berfungsi sebagai suplai hara tanaman dan dapat mengurai residu kimia. Penelitian ini dilaksanakan di lahan yang terletak di Jl. Bakti, Desa Rasau Jaya Tiga, Kecamatan Rasau Jaya. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 11 April sampai 25 Mei 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi pupuk hayati dan pupuk NPK yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Faktorial dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu dosis pupuk hayati (H) dengan 3 taraf perlakuan dan pupuk NPK (P) dengan 3 taraf perlakuan. Penelitian terdiri dari 3 ulangan dan 4 sampel. Perlakuan yang dimaksud terdiri dari faktor pertama dosis perlakuan pupuk hayati (H) yaitu h1 = konsentrasi 2 ml/L, h2 = konsentrasi 3 ml/L, h3 = konsentrasi 4 ml/L; dan faktor kedua dosis perlakuan pupuk NPK (P) yaitu p1 = 200 kg/ha setara dengan 1,87 g/tanaman, p2 = 300 kg/ha setara dengan 2,81 g/tanaman, p3 = 400 kg/ha setara dengan 3,75 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), volume akar (cm3), diameter jagung semi (cm), berat jagung semi berkelobot (g), berat jagung semi tanpa kelobot (g), berat jagung semi per petak (kg), panjang jagung semi (cm). Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi antara pemberian pupuk hayati dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi pada tanah gambut. Interaksi pupuk hayati konsentrasi 3 ml/L dan pupuk NPK 300 kg/ha setara dengan 2,81 g/tanaman menunjukkan pertumbuhan dan hasil tanaman jagung semi yang terbaik pada tanah gambut, tetapi dengan pemberian interaksi pupuk hayati 4 ml/L dan pupuk NPK 400 kg/ha setara dengan 3,75 g/tanaman sama baiknya terhadap pertumbuhan dan hasil jagung semi pada tanah gambut.Kata kunci : Jagung Semi, Tanah Gambut, Pupuk Hayati, Pupuk NPK
PENGARUH KAPUR DAN BIOURINE TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL LOBAK PADA TANAH GAMBUT RIMA LIANI; MAULIDI MAULIDI; MUHAMMAD PRAMULYA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 2 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i2.45742

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kapur, konsentrasi biourine dan interaksi kapur dan biourine yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman loabk pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan dari bulan Oktober sampai Desember 2018 di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen factorial dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu kapur (k) dan biourine (b). Kapur terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu k1 (112 g/polybag), k2 (167 g/polybag), dan k3 (220 g/polybag), faktor biourine terdiri dari 3 taraf perlakuan yaitu b1 (20%), b2 (40% dan b3 (60%), terdapat 9 kombinasi perlakuan dengan 3 ulangan dan tiap ulangan terdiri 3 tanaman sampel. Kombinasi perlakuan yang dimaksud adalah k1b1, k1b2, k1b3, k2b1, k2b2, k2b3, k3b1, k3b2, dan k3b3. Variabel pengamatan yang diamati yaitu jumlah daun (helai), klorofil daun (spad unit), luas daun (cm2), berat kering tanaman (g), berat segar (g), berat umbi (g), panjang umbi (cm), dan diameter umbi (cm). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ditemukan interaksi kapur dan biourine pada tanah gambut dan pada perlakuan kapur tidak ditemukan dosis terbaik tetapi memberikan hasil yang sama . Konsentrasi biourine terbaik pada berat kering tanaman pada konsentrasi 20%.
PENGARUH PEMBERIAN KOMPOS Hydrila verticillata L. DAN PUPUK NITROGEN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH ALUVIAL Bambang Irawan; Asnawati Asnawati; Darussalam Darussalam
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.63135

Abstract

Tanaman kailan (Brassica oleraceae var. acephala) mempunyai manfaat sebagai bahan makanan sayuran yang bergizi baik. Meningkatkan pada produksi tanaman kailan dapat dilakukan dengan ekstensifikasi salah satunya pada tanah aluvial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi yang terbaik dari kompos Hydrila verticillata L. dan pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah aluvial. Penelitian dilaksanakan di Jl. Selat Panjang Desa Mega Timur. Penelitian ini dilaksanakan dari 04 Oktober - 24 November 2022. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial. Faktor pertama adalah pupuk kompos Hydrila verticillata L. sebanyak 3 taraf. Faktor kedua adalah pupuk urea sebanyak 3 taraf. Adapun kedua faktor dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: faktor pertama yaitu bahan organik kompos Hydrila verticillata L. (k): k1 = 30 ton/ha kompos Hydrila verticillata L. (450 g/polybag), k2 = 40 ton/ha kompos Hydrila verticillata L. (600 g/polybag) dan k3 = 50 ton/ha kompos Hydrila verticillata L. (750 g/polybag). Faktor kedua yaitu pupuk nitrogen (n): n1 = 150 kg/ha setara dengan 2,25 g/polybag, n2 = 200 kg/ha setara dengan 3,00 g/polybag dan n3 = 250 kg/ha setara dengan 3,75 g/polybag. Variabel penelitian meliputi volume akar, berat kering tanaman, jumlah daun, klorofil daun, luas daun dan berat segar tanaman.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompos Hydrila verticillata L. dan pupuk nitrogen berinteraksi tidak nyata dalam mempengaruhi pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah aluvial. Pemberian kompos Hydrila verticillata L. 40 ton/ha dan pupuk nitrogen 150 kg/ha merupakan dosis yang efektif dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kailan di tanah aluvial.