cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH BOKASI LIMBAH SAGU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SELEDRI PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Tri Darmiasih; Rahmidiyani Rahmidiyani; Tatang Abdurrahman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bokasi limbah sagu terhadap pertumbuhan dan hasil seledri pada tanah PMK. Penelitian dilaksanakan dari tanggal 30 Agustus 2018 sampai dengan 15 November 2018 di Desa kuala Ambawang Parit Masigi satu Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor, yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 ulangan dan tiap ulangan terdiri dari 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah k1 = 15 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 60 g/tanaman, k2 = 22.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 90 g/tanaman , k3= 30 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 120 g/tanaman, k4 = 37.5 ton/ha bokasi limbah sagu setara dengan 150 g/tanaman, k5=45 ton/ha boksi limbah sagu setara dengan180 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu volume akar, tinggi tanaman, jumlah tangkai daun, berat segar tanaman dan berat kering total tanaman. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi limbah sagu dengan 45 ton/ha setara dengan dosis180 merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan jumlah tangkai daun seledri pada tanah podsolik merah kuning. Kata kunci:  bokasi limbah sagu, podsolik merah kuning, seledri.
ANALISIS STRUKTUR DAN MARJIN PEMASARAN KARET DI KABUPATEN KAPUAS HULU Fasyofi Dahrul Ulum; Nurliza Nurliza; Rakhmad Hidayat Rakhmad Hidayat
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9605

Abstract

Karet merupakan salah satu komoditi perkebunan yang diperdagangkan secara internasional memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap penerimaan devisa negara. Marjin yang diperoleh lembaga pemasaran karet sesuai dengan karateristik pasar yang dicerminkan, salah satunya adalah prilaku pasar dan jumlah lembaga pemasaran yang terlibat langsung. Tujuan penelitian adalah menganalisis struktur pasar dan marjin lembaga pemasaran karet. Metode yang digunakan adalah metode survey yang dianalisis secara deskriptif.Untuk melihat struktur pasar digunakan analisis Indeks Herfindahl, sedangkan untuk melihat marjin digunakan analisis marjin pemasaran.Hasil penelitian menunjukkan bahwastruktur pasar yang terjadi pada lembaga pemasaran karet di Kabupaten Kapuas Hulu mengarah padapasar persaingan tidak sempurna (oligopsoni). Hal ini dicerminkan oleh Indeks Herfindahl  (0< IH < 1), kemudian marjin pemasaran yang diperoleh berkisar antara Rp 2.000 sampai dengan Rp 2.500 per kg. Lembaga pemasaran seharusnya dapat memperoleh informasi pasar secara akurat, sehingga mengetahui saluran pemasaran karet yang lebih menguntungkan, serta perlu adanya peranan pemerintah dalammengatasi persoalan-persoalan pada perkebunan karet. Kata kunci: Karet, Marjin, Struktur Pasar, Analisis Indeks Herfindahl  
PENGARUH KONSENTRASI AIR KELAPA TERHADAP KECEPATAN TUMBUH BIBIT NANAS ASAL SETEK BATANG PADA MEDIA TANAM PMK Yohanes Ronaldi; Agustina Listiawati; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i2.61996

Abstract

Nanas merupakan salah satu tanaman daerah tropis yang tumbuh di Kalimantan Barat pada lahan gambut. Perbanyakan tanaman nanas secara setek batang masih jarang dilakukan. Hal ini dikarenakan proses pertumbuhannya sangat lambat sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menghasilkan bibit dalam waktu singkat, sehingga memerlukan hormon auksin dan sitokinin untuk mempercepat pertumbuhan setek asal batang nanas. Salah satu tanaman yang banyak mengandung auksin dan sitokinin adalah air kelapa. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi air kelapa yang terbaik terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam PMK. Penelitian ini dilaksanakan pada Kebun Percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan faktor pemberian konsentrasi air kelapa yang terdiri dari 6 taraf perlakuan dan setiap taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali, setiap ulangan terdiri dari 4 sampel setek tanaman sehingga total tanaman keseluruhan berjumlah 120 unit setek tanaman. Variabel yang diamati yaitu waktu muncul tunas, persentase setek hidup, jumlah tunas, jumlah daun dan jumlah akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi air kelapa memberikan pengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan setek asal batang nanas pada media tanam Podsolik Merah Kuning.
PERCEPATAN PERTUMBUHAN SETEK KRATOM TERHADAP PEMBERIAN ZPT GIBERELIN BERBAGAI KONSENTRASI Vuspita Huri; Astina Astina; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.57763

Abstract

Kratom merupakan stimulan yang dapat meningkatkan konsentrasi dan energi jika dikonsumsi dengan dosis rendah. Tingginya nilai ekonomi kratom sebagai obat herbal meningkatkan permintaan ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan budidaya pada tanaman kratom. Pembibitan kratom biasanya dilakukan secara generatif menggunakan bibit dan jarang sekali dilakukan secara vegetatif. Pembibitan secara vegetatif memiliki beberapa keuntungan antara lain tidak membutuhkan waktu lama untuk panen dan memiliki sifat genetik yang sama dengan induk sehingga sifat unggul dari induk akan dapat dipertahankan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk memacu pertumbuhan pada setek kratom adalah pengaplikasian Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) giberelin. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ZPT giberelin yang terbaik terhadap pertumbuhan setek kratom. Penelitian ini dilakukan di rumah penelitian yang terletak di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak selama 6 minggu mulai dari bulan November-Desember 2021. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima taraf perlakuan konsentrasi giberelin yaitu b0= 0 ppm, b1= 50 ppm (0,05 g/l), b2= 100 ppm (0,10 g/l), b3= 150 ppm (0,15 g/l), b4= 200 ppm (0,20 g/l). Setiap unit perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman sehingga terdapat 100 tanaman. Variabel yang diamati diantaranya jumlah tunas, panjang tunas, jumlah daun dan panjang akar. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan dengan pemberian ZPT giberelin konsentrasi 0 ppm, 50 ppm dan 100 ppm mampu meningkatkan jumlah daun pada setek kratom.Kata Kunci: giberelin, herbal, obat, setek kratom, vegetatif, zat pengatur tumbuh
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH TERHADAP PEMBERIAN PGPR DAN PUPUK PHOSPAT DI TANAH ALUVIAL Silalahi, Cipta Weldi; Budi, Setia; Asnawati, Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.67196

Abstract

Kacang tanah (Arachis hypogaea L.) adalah salah satu tanaman penghasil biji-bijian yang merupakan tanaman pangan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi karena kandungan gizinya terutama protein dan lemak yang tinggi. Produksi kacang tanah dapat dikatakan masih rendah dalam skala nasional, oleh sebab itu perlu peningkatan produksi kacang tanah dengan program intensifikasi dan ekstensifikasi. Ekstensifikasi yang dilakukan dengan memanfaatkan tanah aluvial sebagai media tumbuh tanaman kacang tanah. Tanah aluvial umumnya memiliki kendala seperti liat cukup tinggi, aerasi kurang baik dan daya ikat air yang rendah. Upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan menambahkan PGPR dan pupuk Phospat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi dari pemberian PGPR dan pupuk Phospat dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah aluvial. Penelitian ini dimulai dari 01 September sampai 04 Desember 2021 di Desa Kalimas Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya. Penelitian menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama pemberian Konsentrasi PGPR terdiri dari 3 taraf yaitu a1 = 10 ml/L, a2 = 20 ml/L, a3 = 30 ml/L, dan faktor kedua yaitu pemberian dosis pupuk Phospat terdiri dari 3 taraf yaitu b1 = 125 kg/ha, b2 = 250 kg/ha, b3 = 375 kg/ha. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat biji kering per tanaman, berat 100 biji, dan berat biji kering per petak. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi PGPR dan SP-36 dosis 20 ml/l + 125 kg/ha adalah dosis yang paling efektif dalam penelitian ini.
PENGARUH PEMBERIAN DOLOMIT DAN BERBAGAI DOSIS PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KACANG TANAH PADA TANAH GAMBUT Mohammad Hopit; Rini Susana; Astina .
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49050

Abstract

Penggunaan dolomit dan pupuk fosfat dalam budidaya tanaman kacang tanah pada tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga dapat menyerap unsur hara salah satunya fosfat, dimana fosfat dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah. Tujuan penelitian untuk mendapatkan dosis dolomit dan pupuk fosfat yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah pada tanah gambut. Lokasi penelitian terletak di Jalan Khatulistiwa Gang Karya Usaha, Kelurahan Batulayang, Kecamatan Pontianak Utara. Waktu penelitian mulai dari tanggal 26 Maret - 3 Juli 2020. Rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok, dengan kombinasi dosis dolomit dan pupuk fosfat yang terdiri dari 9 perlakuan  yaitu  a1b1  (10  ton/ha + 100 kg/ha);  a1b2  (10 ton/ha + 200 kg/ha);  a1b3  (10 ton/ha + 300 kg/ha);  a2b1  (15 ton/ha + 100 kg/ha);  a2b2 (15 ton/ha + 200 kg/ha); a2b3 (15 ton/ha + 300 kg/ha); a3b1  (20  ton/ha + 100 kg/ha);  a3b2  (20 ton/ha + 200 kg/ha); dan  a3b3  (20 ton/ha + 300 kg/ha). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 25 tanaman per petak. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong kering, berat biji kering per tanaman, berat 100 butir biji kering, dan berat biji kering per petak. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi dosis dolomit dan pupuk fosfat yang diberikan akan meningkatkan pertumbuhan dan hasil kacang tanah. Dosis yang efektif ditunjukkan pada pemberian 15 ton/ha dolomit dan 200 kg/ha fosfat berdasarkan potensi hasil tanaman kacang tanah yaitu berat biji kering 4,4 ton/ha. Kata Kunci : dolomit, fosfat, gambut, kacang tanah.
PENGARUH KOMBINASI PUPUK ORGANIK CAIR AIR CUCIAN BERAS BERMONOSODIUM GLUTAMAT DAN AB MIX TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PAKCOY HIDOPONIK SUMBU Andi Maulana Fernando; Iwan Sasli; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62113

Abstract

Ketersediaan nutrisi hidroponik yang berkualitas tinggi memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan produksi komoditas budidaya secara hidroponik. Umumnya, dalam budidaya sistem hidroponik menggunakan nutrisi AB-Mix namun, harga jual nutrisi AB-Mix di pasaran cukup tinggi. Alternatif berbagai jenis bahan yang harganya masih terjangkau oleh petani, ramah lingkungan serta bahan yang mudah didapatkan karena dari limbah dan bahan penyedap masakan menjadi solusi dalam pembuatan nutrisi hidroponik. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi larutan nutrisi organik sebagai subsitusi AB mix yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil pakcoy secara hidroponik. Penelitian dilaksanakan di Green House Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, di Jl. Alianyang No. 17, Sungai Bangkong, Kecamatan Pontianak Kota, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 3 Maret – 13 Agustus 2022. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan dengan 4 ulangan di mana  tiap ulangan  terdiri dari 6 sampel. Jadi total  keseluruhan yang diperoleh  5 x 4 x 6 = 120 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah: I1 = Nutrisi organik 300ml/L (100% POC); I2 = 10 ml/L AB mix + 75% POC; I3 = 10 ml/L AB mix + 50% POC; I4 = 10 ml/L AB mix + 25% POC; I5 = AB mix 10 ml/L (100% AB mix). Variabel pengamatan meliputi: volume akar (cm3), berat kering total (g), jumlah daun (helai), dan berat segar tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian berbagai kombinasi nutrisi organik dan AB Mix dapat meningkatkan volume akar, berat kering total, jumlah daun dan berat segar tanaman pakcoy. Perlakuan nutrisi AB mix 10 ml/L (100% AB mix) berdasarkan potensi hasil tanaman merupakan perlakuan terbaik terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman dengan rata-rata berat 128,39 g.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI RAWIT TERHADAP PEMBERIAN RED MUD DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Tambunan, Deva Julianty; Hadijah, Siti; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.63705

Abstract

Cabai rawit merupakan tanaman hortikultura yang buahnya dimanfaatkan untuk keperluan aneka pangan. Produksi cabai rawit di Kalimantan Barat masih di bawah produksi nasional dengan produktivitas rata-rata Indonesia 6,59 ton/ha, oleh karena itu, produksi cabai di Kalimantan Barat perlu ditingkatkan agar dapat memenuhi kebutuhan pasar. Usaha untuk meningkatkan produktivitas cabai dapat dilakukan dengan melalui intensifikasi pada lahan yang potensial, salah satunya pada lahan gambut dengan memperbaiki kualitas tanah/lahan dengan pemberian red mud serta pemupukan NPK.   Penelitian ini bertujuan untuk mendapat dosis interaksi terbaik dari pemberian red mud dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit pada tanah gambut. Metode rancangan penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua faktor perlakuan yang diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Faktor pertama adalah pemberian red mud yang terdiri dari 3 taraf yaitu: a1 = red mud dosis 16 ton/ha, a2 = red mud dosis 18 ton/ha, a3 = red mud dosis 20, dan faktor kedua adalah pemberian pupuk NPK dengan 3 taraf perlakuan yaitu: b1 = pupuk NPK 200 Kg/ha, b2 = pupuk NPK 250 Kg/ha dan b3 =pupuk NPK 300 Kg/ha. Pelaksanaan penelitian meliputi: persiapan tempat penelitian, penyiapan media, semai dan persemaian, persiapan media tanam, penanaman, pemupukan NPK, pemeliharaan tanaman dan pemanenan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah sebagai berikut: Tinggi Tanaman (cm), Volume Akar (cm3), Berat Kering Tanaman (g), Jumlah Buah Per Tanaman (buah) dan Berat Buah Per Tanaman (g). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat interaksi antar red mud dan pupuk NPK, perlakuan faktor tunggal red mud dengan dosis 20 ton/ha dan pupuk NPK 300 kg/ha merupakan dosis terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan dan hasil cabai rawit pada tanah gambut.
PENGARUH POC KULIT KACANG HIJAU DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KAILAN PADA TANAH GAMBUT Tasha Neila Aurelia; Dwi Zulfita; Rahmidiyani Rahmidiyani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.62806

Abstract

 Kailan merupakan salah satu jenis sayuran daun yang termasuk jenis kubis-kubisan dan merupakan tanaman yang relatif baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari interaksi pemberian POC kulit kacang hijau dan NPK terhadap pertumbuhan dan hasil kailan pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jl. Podomoro, Gg. Sanjaya, Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober 2022 - Desember 2022. Penelitian ini menggunakan metode Faktorial Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu perlakuan POC kulit kacang hijau (p) yang terdiri dari 3 taraf perlakukan, sedangkan faktor kedua yaitu perlakuan pupuk NPK (n) juga terdiri dari 3 taraf perlakuan, dan diulang sebanyak 3 kali. Setiap perlakuan diambil 3 sampel tanaman, sehingga jumlah tanaman keseluruhannya adalah 81 tanaman. Faktor pertama yaitu POC kulit kacang hijau (P) :p1 = 150 ml/liter air, p2 = 300 ml/liter air, p3 = 450 ml/liter air. Faktor kedua yaitu pupuk NPK (N) : n1 = 300 kg/ha (1,2 g/polybag), n2 = 400 kg/ha (1,6 g/polybag) n3 = 500 kg/ha (2 g/polybag). Pemberian POC kulit kacang hijau dan pupuk NPK memberikan pertumbuhan dan hasil yang baik pada kailan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC kulit kacang hijau dan interaksi pemberian POC kulit kacang hijau dan NPK berpengaruh nyata terhadap luas daun kailan pada tanah gambut. 
studi beberapa sifat kimia tanah pada lahan pasang surut untuk budidaya tanaman padi di desa sungai nyirih kecamatan jawai kabupaten sambas Munawir Munawir
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4736

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada lahan pasang surut yang belum ditanami padi, dengan tanamankelapa di sekitarnya. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya produksi padi di Desa SungaiNyirih dibandingkan dari beberapa desa di Kecamatan Jawai. Tujuan penelitian untukmengetahui beberapa sifat kimia tanah pada lahan pasang surut di Desa Sungai NyirihKecamatan Jawai Kabupaten Sambas dan menyusun saran pengelolaan unsur hara (pengapurandan rekomendasi pemupukan). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah surveilapangan dengan mengambil sepuluh sampel tanah komposit yang dianalisis di LaboratoriumKimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Parameter penelitianterdiri dari pH tanah, kadar N-total, P-tersedia, K-dd, C-organik, DHL, KTK, KB, kedalamanpirit, serta muka air tanah. Dasar penentuan kriteria yang digunakan adalah kriteria kesuburantanah dari Pusat Penelitian Tanah tahun 1983. Hasil penelitian menunjukkan tipologi lahanpasang surut di Desa Sungai Nyirih termasuk tipologi lahan potensial dengan tipe luapan C danD. Pengolahan tanah dilakukan dengan sistem tanpa olah tanah (TOT), pengairan lahanmengandalkan air hujan. pH tanah termasuk dalam kriteria masam hingga agak masam dengankisaran pH 5,29 – 6,77. Kadar N-total berkriteria sedang dengan kisaran 0,25 – 0,49 %, Ptersediaberkriteria sangat rendah hingga sangat tinggi dengan kisaran 5,64 – 68,52 ppm, K-ddberkriteria rendah hingga tinggi dengan kisaran 0,18 – 0,61 cmol(+)kg. Kadar C-organikberkriteria rendah hingga sangat tinggi dengan kisaran 1,85 – 6,29 %. DHL tanah termasukdalam kriteria bebas garam dengan kisaran 1,09 – 1,29 mmhos. KTK tanah berkriteria rendahhingga tinggi dengan kisaran 7,47 – 26,48 cmol(+)kg-1. KB tanah berkriteria sangat rendahdengan kisaran 5,66 – 15,24 %. Kedalaman pirit berkriteria lapisan pirit dalam yaitu terletakpada lapisan 80 - 100 cm dari permukaan tanah. Muka air tanah berkriteria dangkal hingga dalamdengan kisaran 40 – 89 cm dari permukaan tanah. Untuk pertanaman padi pasang surutpengapuran tidak direkomendasikan. Pemupukan yang dianjurkan adalah pemberian pupuk ureasebanyak 179,65 kg/ha dan KCl 40,29 kg/ha.