cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
ANALYSIS OF THE FEASIBILITY OF CANDIED NUTMEG HOME INDUSTRY IN THE PULAU LEMUKUTAN VILLAGE OF SUNGAI RAYA KEPULAUAN SUB-DISTRICT Ariyono Hutasoit; Adi Suyatno; Imelda .
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.36617

Abstract

This research tries to analyze candied nutmeg home industry in Pulau Lemukutan Village, Sungai Raya Kepulauan District. Using descriptive analysis research methods and using 52 respondents. The results of this study indicate that the total costs incurred are Rp 3,804,472 per production, receipts obtained Rp 8,548,254, income earned Rp 5,172,138 and profit of Rp 4,743,782. Judging from the R / C value greater than 1, which is 2.24. Almost every Rp. 1.00 of the costs incurred, obtained Rp. 2.24. So, the candied nutmeg home industry is worth the effort. Labor productivity obtained Rp 5,121,014. This value is higher than the Bengkayang Regency UMK, which is Rp 2,364,776 per month. Capital productivity values obtained 1.46%. This value is greater than the savings interest which is 0.28%. More capital is needed if the candied nutmeg home industry is employed than combined.Keyword : Candied Nutmeg, Home Industry, Feasibility
ANALISIS KELAYAKAN FINANSIAL USAHATANI LADA (Piper nigrum, L) DI DESA SUNGAI PALAH KECAMATAN GALING KABUPATEN SAMBAS Nurul Huda; Adi Suyatno; Wanti Fitrianti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7477

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial usahatani lada di desa Sungai Palah Kecamatan Galing Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di desa Sungai Palah dengan pertimbangan bahwa desa Sungai Palah merupakan salah satu desa sentral produksi lada di Kecamatan Galing. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 40 responden petani lada. Analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan kriteria investasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya investasi usahatani lada adalah Rp.19.895.643 dengan biaya operasional Rp.41.602.139. Jika tingkat suku bunga Bank Rakyat Indonesia (Kabupaten Sambas) yang berlaku sekarang 12%, maka NPV yang dicapai adalah Rp.89.645.079 Net B/C Ratio sebesar 4,0 dan IRR sebesar 56,72% serta masa pengembalian  modalnya selama 3 tahun 6 bulan. Analisis sensitivitas menunjukkan apabila terjadi kenaikan biaya operasional (harga pupuk) sebesar 6,97%  dan apabila terjadi penurunan benefit (harga jual lada) sebesar 10%, maka usahatani lada di desa Sungai Palah Kecamatan Galing Kabupaten Sambas layak dijalankan.   Kata kunci : Analisis Kelayakan Finansial, Usahatani Lada, Desa Sungai Palah, Analisis Sensitivita
PEMANFAATAN BAKTERI PELARUT FOSFAT DALAM MENGENDALIKAN PENYAKIT HAWAR PELEPAH PADA PADI CIHERANG MERAH Fransiska Mada Sela; Fadjar Rianto; Edy Syahputra
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58318

Abstract

Bakteri pelarut fosfat Paenibacillus alvei selain mampu melarutkan fospat, juga membentuk indole acetic acid (IAA) dan siderofor, serta berperan sebagai biokontrol. Penyakit hawar pelepah padi disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani Kuhn. Penyakit ini mudah ditemukan pada setiap musim tanam, sehingga sulit dikendaliakn. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketahanan padi Ciherang Merah yang diberi perlakuan isolat BPF terhadap serangan R. solani pada kondisi tanah sulfat masam. Penelitian dirancang, menggunakan rancangan acak lengkap dengan 4 taraf perlakuan berupa isolat BPF isolat 4A (P1), 6A (P2), konsorsium 4A dan 6A (P3), dan kontrol (P4). Setiap perlakuan terdiri dari 5 ulangan. Pengamatan dilakukan setiap minggu hingga padi berumur 7 MST. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, berat basah tanaman, berat basah akar, berat kering tanaman, berat kering akar, insidensi serangan, keparahan penyakit, kemampuan bakteri uji menekan keparahan penyakit, dan tingkat ketahanan tanaman terhadap penyakit. Hasil pengujian menunjukkan bahwa pemanfaatan BPF dalam mengendalikan penyakit hawar pelepah pada padi Ciherang Merah memiliki tingkat ketahanan yang berbeda jika dibandingkan dengan kontrol yang tergolong rentan. BPF isolat 6A, dan konsorsium 4A dan 6A tergolong tahan, serta BPF isolat 4A agak rentan terhadap penyakit hawar pelepah. Kerusakan tanaman berbanding terbalik dengan perkembangan insidensi serangan yang cenderung terus meningkat, karena perlakuan pemberian BPF menekan keparahan penyakit dan memicu pertumbuhan padi Ciherang Merah di tanah sulfat masam.Kata Kunci: Paenibacillus alvei,  Hawar  Pelepah  Padi,  Padi Ciherang Merah, Biokontrol
Effect of Rice Husk Ash and Cow Urine on The Growth And Yield of Kale on Peat Soil lili yulianti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.48894

Abstract

The research aims to determine the interaction of rice husk ash and cow urine in increasing growth and yield of kale on peat soil. The research lasted for 64 days starting on February 7 2020 – April 10 2020. The research was conducted in the experimental field of Agricultue Faculty of Tanjungpura University in Pontianak. The research used a completely randomized design (CRD) method consisting of 2 factors, namely rice husk ash and cow urine consisting of 3 levels of rice husk ash treatment and 3 level of cow urine, into 9 treatments, 3 replications and 4 sample plants, so there 108 plants. The treatment consis of a1 (450 g/polybag), a2 (569 g/polybag), a3 (678 g/polybag), u1 (20%), u2 (40%) and u3 (60%). The variables observed in the research number of leaves (sheet), plant fresh weight(g), root volume (cm3), plant dry weight (g), and root dry weight (g). The results showed that there was an interaction between rice husk ash and cow urine give a significant effect to the variables of root volume, plant dry weight and root dry weight. The best combination of giving rice husk ash and cow urine is a2u2 treatment, namely 569 g of rice husk ash and 40% cow urine.Keyword :Brassica oleraceae var.sabellica,cow urine, peat soil, rice husk ash
PENGARUH PEMBERIAN MIKORIZA DAN FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Muhammad Khaidir Rifani; Dini Anggorowati; Iwan Sasli
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66859

Abstract

Budidaya kedelai edamame di Kalimantan Barat masih dihadapkan pada sejumlah kendala diantaranya yaitu kurangnya lahan subur yang dapat menunjang produksi kedelai edamame salah satunya yaitu tanah aluvial. Namun tanah aluvial memiliki beberapa kekurangan seperti pH yang rendah, kurangnya unsur P dan K Adanya infeksi koloni FMA pada perakaran tanaman mampu meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur hara yang terjerap didalam tanah secara efisien dan maksimal khususnya unsur hara P. Fosfor(P) memiliki peran yang esensial artinya keberadaannya tidak dapat digantikan oleh unsur hara lain, oleh karena itu kecukupan hara P ini harus terpenuhi agar tanaman dapat tumbuh dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan hasil terbaik pemberian FMA dan Fosfat terhadap kedelai edamame pada media tanam aluvial. Penelitian ini berlangsung sejak 10 Oktober sampai 31 Desember 2022, dilaksanakan di Jl. Raya Kalimas Hulu, Kec. Sungai Kakap, Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat. Penelitian ini dilakukan secara faktorial dengan pola Split-plot Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama sebagai petak utama yaitu FMA (M) yang meliputi, m0 : tanpa pemberian FMA ; m1 : dengan pemberian FMA 20 g/tanaman. Faktor Kedua sebagai petak anakan yaitu Fosfat (P) yang meliputi, p1 : SP-36 250 kg/ha » 100% Rekomendasi pemupukan; p2 : SP-36 125 kg/ha » 50% Rekomendasi pemupukan; p3 : SP-36 62,5 kg/ha » 25% Rekomendasi pemupukan. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman dan persentase infeksi akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi pemberian FMA dan Fosfat 125 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 2 MST, interaksi pemberian FMA dan Fosfat 62,5 kg/ha memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman 4 MST dan berat kering tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian FMA dengan penggunaan Fosfat sebesar 62,5 kg/ha atau setara dengan 25% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamame mampu memberikan hasil yang setara dengan penggunaan Fosfat sebesar 250 kg/ha atau setara dengan 100% rekomendasi pemupukan fosfat pada kedelai edamame
RESPON FISIOLOGIS DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA VARIETAS JAGUNG MANIS DENGAN PEMBERIAN PUPUK HAYATI PADA LAHAN GAMBUT Restia Diaz Ananda; Dwi Zulfita; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60350

Abstract

Produktivitas jagung manis di masyarakat Kalimantan Barat masih rendah dikarenakan petani belum menggunakan varietas unggul dan menanam pada lahan gambut. Dengan hal ini penggunaan varietas unggul dan penambahan hara pada lahan diperlukan. Penambahan unsur hara pada lahan gambut dapat dilakukan dengan penggunaan pupuk hayati. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jalan Reformasi Gg. Racana Untan. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 9 Mei sampai 15 Agustus 2022. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui respon fisiologi tanaman jagung terhadap pemberian berbagai jenis pupuk hayati, (2) mencari dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman dan komponen  hasil salah satu varietas jagung manis pada lahan gambut, (3) mencari varietas jagung manis yang paling baik tehadap respon fisiologi dan komponen hasil dengan pemberian pupuk hayati di lahan gambut, dan (4) Mendapatkan dosis pupuk hayati yang terbaik terhadap respon fisiologi tanaman jagung pada lahan gambut. Penelitian ini menggunakan percobaan lapangan dengan pola Rancangan Petak Terbagi (Split Plot Design) dengan 2 faktor perlakuan yaitu faktor Varietas jagung manis(V) dan pupuk hayati Petrobio (P) yang terdiri dari masing masing 3 taraf perlakuan dan setiap perlakuan terdiri dari 3 ulangan dan setiap perlakuan terdapat 4 tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah Varietas Jagung Ketan (V) terdiri dari : v₁ = Jagung ketan varietas Rasanya F1, v₂ = Jagung ketan varietas Kumala F1, dan v₃ = Jagung ketan varietas Jutawan F1. Sebagai sub plot adalah dosis pupuk hayati Petrobio  (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : p₁ = 30 kg/ha ≈ 0,56 g/tanaman, p₂ = 40 kg/ha ≈ 0,75 g/tanaman, dan p₃ = 50 kg/ha ≈ 0,938 g/tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini antara lain: berat kering tanaman (g), luas daun total (cm2), Indeks Luas Daun (ILD), Laju Asimilasi Bersih (LAB), Laju Pertumbuhan Tanaman (LPT), berat per tongkol berkelobot (g), berat per tongkol tanpa kelobot (g), panjang tongkol (cm), diameter tongkol (cm), dan berat tongkol/petak (kg). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian semua dosis pupuk hayati menghasilkan respon fisiologis yang sama baiknya pada semua varietas jagung manis, interaksi antara jenis Varietas Rasanya F1 dan pupuk hayati dosis 30 kg/ha memiliki respon fisiologis dan komponen hasil terbaik pada lahan gambut, dan Varietas Rasanya F1 menunjukkan respon fisiologis yang terbaik pada pemberian berbagai dosis pupuk hayati.            Kata kunci : Gambut, Hasil, Jagung Manis, Pupuk Hayati, Respon Fisiologis
PENGARUH ABU SEKAM PADI DAN PUPUK MAGNESIUM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Wardania Wardania; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.63073

Abstract

Budidaya tanaman kubis bunga pada tanah gambut menghadapi masalah pH tanah yang rendah dan unsur hara yang rendah, sehingga perlu dilakukan perbaikan pH tanah dengan pemberian abu sekam padi dan pupuk magnesium. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis interaksi abu sekam padi dan pupuk magnesium yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di Lahan Praktikum Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak. Penelitian ini berlangsung pada tanggal 5 September – 7 November 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor. Faktor pertama yang terdiri dari Abu Sekam Padi yang terdiri dari 3 taraf dosis perlakuan diantaranya a1: 5 ton/ha, a2: 15 ton/ha, dan a3:25 ton/ha dan faktor kedua adalah Pupuk Magnesium dengan 3 taraf dosis perlakuan diantaranya m1: 50 kg/ha, m2: 100 kg/ha, dan m3: 150 kg/ha. Dari kedua faktor tersebut didapat 9 kombinasi perlakuan, setiap perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel dan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 108 tanaman. Variabel Pengamatan yaitu jumlah daun, volume akar, berat kering tanaman, berat segar bunga, dan diameter bunga. Hasil penelitian ini adalah tidak terjadi interaksi antara pemberian abu sekam padi dan pupuk Magnesium terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga di tanah gambut. Pemberian pupuk Magnesium dosis 50 kg/ha setara dengan 1,2 g/polybag merupakan dosis yang efesien untuk menunjang pertumbuhan tanaman kubis bunga yaitu volume akar. Pemberian abu sekam padi 15 ton/ha setara dengan 360 g/polybag memberikan hasil yang baik pada hasil kubis bunga yaitu berat segar bunga. 
RESPONS PERTUMBUHAN ANGGREK Macodes petola TERHADAP KONSENTRASI PUPUK HIDROPONIK SEBAGAI MEDIA ALTERNATIF KULTUR JARINGAN Aisyah AISYAH; Asnawati Asnawati; Agustina Listiawati, M.P.
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i1.44026

Abstract

Upaya perbanyakan anggrek yang dapat dilakukan salah satunya adalah kultur jaringan. Penggunaan media alternatif pupuk hidroponik belum banyak dilakukan, terutama untuk menanam anggrek secara kultur jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mencari konsentrasi terbaik pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan bagi pertumbuhan tanaman anggrek Macodes petola. Penelitian dilakukan di Laboratorium Bioteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, Pontianak selama 4 bulan sejak bulan September 2019 sampai dengan bulan Januari 2020. Penelitian menggunakan metode RAL (Rancangan Acak Lengkap) dengan satu faktor yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu media MS sebagai kontrol dan 4 taraf konsentrasi pupuk hidroponik, setiap perlakuan terdapat 5 ulangan, dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel sehingga terdapat 100 unit percobaan, adapun perlakuannya terdiri dari v0: MS, v1 : 1 ml/l, v2: 3 ml/l, v3: 5 ml/l, dan v4: 7 ml/l. Variabel yang diamati antara lain waktu muncul tunas pertama (MST), jumlah tunas (tunas), jumlah daun (helai), dan jumlah buku per tunas (buku). Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa pupuk hidroponik sebagai media alternatif kultur jaringan mampu menyamai pertumbuhan sub kultur anggrek Macodes petola pada media MS. Konsentrasi pupuk hidroponik 3 ml/l menghasilkan jumlah tunas yang tertinggi sebanyak 2,10 tunas pada eksplan kultur jaringan anggrek Macodes petola.
Pengaruh Varietas dan Kapur Dolomit terhadap Intensitas Serangan Blossom End Rot dan Hasil Tomat pada Tanah Gambut Bimaro Bima
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.4500

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi antara varietas dan kapur dolomit terhadap intensitas serangan Blossom End Rot (BER) dan hasil tomat pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan metoda eksperimen lapangan dalam bentuk Rancangan Petak Terpisah (Split Plot Design) yang terdiri dari dua faktor yaitu varietas (main plot) yang terdiri dari 2 taraf yaitu Permata dan Tymoti. Kapur dolomit (sub plot) yang terdiri dari 3 taraf yaitu 64,34 g/polybag, 84,32 g/polybag dan 112,44 g/polybag. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan varietas berpengaruh nyata terhadap waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Sedangkan perlakuan kapur dolomit dan interaksi berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel. Perlakuan varietas Tymoti memberikan pengaruh yang lebih baik dibandingkan dengan varietas Permata pada semua variabel pengamatan, antara lain waktu berbunga, waktu panen, intensitas serangan BER, diameter buah dan berat buah per tanaman. Kata kunci : Blossom End Rot, Dolomit, Gambut, Tomat,
BIOLOGI Spodoptera litura F Pada Kondisi Stres Pakan Buatan Di Laboratorium. azwan azwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.39105

Abstract

BIOLOGI Spodoptera litura F Pada Kondisi Stres Pakan Buatan Di Laboratorium. Azwan (1), Tris Haris Ramadhan (2), Sri Rahayu (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAK Spodoptera litura Fabricius merupakan hama penting pada tanaman karena mempunyai kisaran inang yang luas. Larva S. litura yang mengakibatkan kerugian pada petani sehingga diperlukan pengkajian lebih mendalam tentang biologi serangga Spodoptera litura. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui siklus hidup, nisbah seks (sex ratio), serta keperidian (fekunditas) serangga S. litura pada kondisi stres pemberian pakan buatan di Laboratorium. Penelitian dilaksanakan selama ±4 bulan di Laboratorium Hama Tanaman S. litura dipelihara dalam gelas plastik (kap es). Pakan yang digunakan ialah pakan yang berbahan Phaseolus vulgaris L. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen berupa rancangan acak lengkap 1 faktor yaitu terdiri dari 5 perlakuan pemberian pakan buatan dan 50 kali diulang. Hasil penelitian pada pakan buatan Phaseolus vulgaris L dengan jumlah yang berbeda menunjukkan kecenderungan semakin banyak pakan yang dimakan akan memperpendek masa hidup artinya dengan semakin tercukupinya pakan fase hidup serangga cenderung lebih cepat. Pada nisbah sex ratio keadaan makanan tercukupi maka perbandingan antara jantan dan betina akan seimbang, tetapi ketika makanan tidak tercukupi maka perbandingan kelamin pada keadaaan itu hampir seluruhnya terdiri atas serangga jantan. Fekunditas S. litura dipengaruhi faktor kuantitas makanan yang dikonsumsi serangga terhadap proses reproduksinya, semakin banyak jumlah makanan yang dikonsumsinya akan menghasilkan kelompok telur dan jumlah telur yang banyak. Rata rata berat larva menunjukkan masa hidup larva setiap instar yang tercukupi makanannya masa hidupnya semakin cepat. Kata kunci : Biologi, Pakan buatan, Phaseolus vulgaris L., S. litura. (1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak