cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
PENGARUH BOKASHI LIMBAH SAYURAN DAN PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH GAMBUT Erik, Adrianus Minikus; Hadijah, Siti; Hariyanti, Agus
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.77597

Abstract

Kubis bunga (Brassica oleraceea L.) merupakan jenis tanaman sayuran yang termasuk dalam keluarga tanaman kubis-kubisan (Cruciferae). Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan produksi kubis bunga di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanah gambut. meskipun demikian tanah gambut memiliki beberapa kendala jika dimanfaatkan sebagai media tanam seperti pH tanahnya yang rendah, memiliki porositas yang tinggi, memiliki kandungan C-organik yang tinggi dan secara alami status hara tanah gambut tergolong rendah, baik hara makro maupun mikro. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis interaksi terbaik dari bokashi limbah sayuran dan pupuk hayati untuk pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di lokasi yang terletak di Jalan Reformasi Gang Struktur, Pontianak Tenggara, Kalimantan Barat, berlangsung dari Juni hingga Oktober 2023. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan 2 faktor perlakuan. Faktor pertama yaitu bokashi limbah sayuran (b) terdiri dari 3 taraf yaitu b1 (400 g/polybag ≈ 20 ton/ha), b2 (500 g/polybag ≈ 25 ton/ha), b3 (600 g/polybag ≈ 30 ton/ha). Faktor kedua pupuk hayati (h) terdiri dari tiga taraf yaitu h1 (5 ml bioboost/liter air), h2 (10 ml bioboost/liter air), h3 (15 ml bioboost/liter air). Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu jumlah daun, Volume akar, berat kering tanaman, berat segar krop dan diameter krop. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terjadi interaksi antara pemberian bokashi limbah sayuran dan pupuk hayati terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah gambut. Pemberian bokashi limbah sayuran dengan dosis 25 ton/ha ≈ 500 g/polybag dan pupuk hayati 10 ml/liter air memberikan hasil terbaik pada variabel berat segar krop.
Analisis Nilai Tambah Produk Berbahan Baku Ikan Belidak Di Kecamtan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu Tresia Enah; Abdul Hamid A. Yusra; Marisi Aritonang
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 3: DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i3.12113

Abstract

Abstrak Kerupuk ikan Belidak merupakan produk andalan Kabupaten Kapuas Hulu sekaligus merupakan makanan ciri khas  Kabupaten Kapuas Hulu dari zaman dahulu sampai pada saat sekarang. Produksi ikan Belidak pertahun Rata-rata sekitar 10 ton. Ikan Belidak sangat melimpah sehingga masyarakat setempat   berinisiatif untuk mengolah suatu produk baru agar mendapatkan suatu nilai tambah ikan Belidak. Kerupuk ikan Belidak diharapkan tetap berkembang dan memberikan peningkatan keuntungan bagi pihak pengusahanya dan tetap berkualitas baik, dan citarasa enak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya nilai tambah ikan Belidak yang diperoleh dari usaha pengolahan ikan Belidak menjadi kerupuk ikan Belidak dan produk mana yang lebih menguntungkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Alat analisis  Nilai Tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menggunakan 40 kg bahan baku   daging ikan Belidak  80% untuk pengolahan kerupuk kering bahan baku 32 kg menghasilkan 24 kg kerupuk kering. Harga satuan untuk kerupuk kering yaitu 1 kg Rp 70.000,  dan memberikan nilai tambah sebesar Rp 30.513 per kilogram per proses produksi. Sementara 20% untuk pengolahan kerupuk basah  bahan baku  8 kg menghasilkan produk 12,5 kilogram per proses produksi. Harga satuan untuk 1 kg kerupuk basah Rp 40.000, dan memberikan nilai tambah sebesar Rp 30.157 per kilogram bahan baku. Dilihat dari Analisis Nilai Tambah Dari perbandingan dua hasil produk tersebut yang lebih menguntungkan adalah kerupuk kering. Kata kunci : Produksi,  Nilai Tambah Kerupuk ikan Belidak.
PENGARUH KOMPOSISI CAMPURAN POC KULIT NANAS DAN KNO3 TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PUTIH PADA TANAH ALUVIAL Yusrizal, Herri; Basuni, Basuni; Zulfita, Dwi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.74213

Abstract

Meningkatkan produksi sawi putih di Kalimantan Barat dapat dilakukan dengan cara intensifikasi dan ekstensifikasi, cara intensifikasi salah satunya dengan penggunaan pupuk dan bibit unggul sedangkan ekstensifikasi salah satunya   melalui penggunaan tanah aluvial. Kendala sifat kimia tanah dapat diperbaiki dengan pemberian POC kulit nanas dan KNO3 sebagai amelioran dan pengikat hara yang akan digunakan tanaman ketika membutuhkan unsur hara, hara dilepas perlahan sesuai kebutuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis komposisi campuran POC kulit nanas dan KNO3 bagi pertumbuhan dan hasil sawi putih pada tanah aluvial. Penelitian  dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 4 perlakuan kombinasi  dan 6 ulangan, masing-masing ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman sehingga terdapat 96 tanaman. Perlakuan terdiri dari P1 = POC dosis 600 ml/L + KNO3 dosis 150 kg/ha, P2 = POC dosis 450 ml/L + KNO3 dosis 300 kg/ha, P3 = POC dosis 300 ml/L + KNO3 dosis 450 kg/ha, P4 = POC dosis 150 ml/L + KNO3 dosis 600 kg/ha. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, volume akar, luas daun, berat segar, dan berat kering. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat disimpulkan bahwa kombinasi POC kulit nanas konsentrasi 450 ml/L + KNO3 dosis 300 kg/ha dapat memberikan pertumbuhan dan hasil sawi putih yang terbaik pada tanah aluvial.
RESPON PEMBERIAN PUPUK KCL DAN PEMANGKASAN BUAH TERHADAP HASIL SEMANGKA Hengki Saputra; Siti Hadijah; Rini Susana
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i3.58064

Abstract

Peningkatan produktivitas semangka dapat dilakukan dengan pemberian pupuk KCL dan diikuti dengan pemangkasan buah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis KCl dan jumlah buah per tanaman terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman semangka. Penelitian ini dilaksanakan di lahan aluvial yang terletak di Dusun Sedau Desa Suah Api Kecamatan Jawai Selatan Kabupaten Sambas, dimulai dari tanggal 1 Maret sampai 5 Juni 2022. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan faktor perlakuan kombinasi antara dosis KCl dan pemangkasan buah dengan 6 taraf perlakuan (K1 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K2 = KCl 50 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K3 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, K4 = KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman, K5 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman, dan K6 = KCl 90 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman). Setiap perlakuan diulang sebanyak 4 kali, sehingga terdapat 24 satuan/plot percobaan. Setiap plot ada 5 tanaman, 3 di antaranya ialah tanaman sampel, sehingga jumlah tanaman seluruhnya yaitu 120 tanaman.  Pemangkasan buah dilakukan pada umur tanaman 37 HST dengan menyisakan 2 buah atau 3 buah per tanaman (sesuai perlakuan). Pemupukan KCl dilakukan dengan 4 tahap aplikasi yaitu tahap ke-1 dilakukan 2 minggu sebelum tanam, tahap ke-2 pada umur tanaman 15 HST, tahap ke-3 pada umur tanaman 25 HST, tahap ke-4 pada umur tanaman 35 HST. Variabel yang diamati yaitu berat per buah, diameter buah, berat buah per  tanaman, berat buah per plot dan kadar sukrosa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan berbagai dosis pupuk KCl dan pemangkasan buah dapat meningkatkan jumlah berat per buah, diameter buah, berat per tanaman dan berat buah per plot, tetapi tidak berpengaruh terhadap kadar sukrosa buah semangka. pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 2 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat per buah dan diameter per buah. Sedangkan perlakuan pemberian dosis pupuk KCl 70 g/tanaman dengan menyisakan 3 buah/tanaman merupakan dosis terbaik dalam meningkatkan berat buah per tanaman dan berat buah per plot. Kata Kunci : Pemangkasan buah, Pupuk KCl,  Semangka 
PENGARUH KOMBINASI SLUDGE DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KUBIS BUNGA PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Ferdy Rivaldy; Maulidi Maulidi; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66861

Abstract

Kubis bunga tergolong tanaman sayuran yang saat ini dapat ditanam di dataran menengah hingga dataran rendah. Tanaman kubis bunga termasuk golongan tanaman sayuran semusim atau berumur pendek. Penelitian ini bertujuan mendapatkan dosis kombinasi Sludge dan pupuk NPK yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK. Penelitian ini dilaksanakan di lokasi Jl. Sepakat II, Kel/Ds. Bangka Belitung, Kec. Pontianak Tenggara, Pontianak Kalimantan Barat. Waktu penelitian dilaksanakan dari 2 Maret 2022 sampai dengan 14 Mei 2022. Penelitian ini menggunakan eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 taraf perlakuan kombinasi Sludge dan pupuk NPK (F) dan 5 ulangan, setiap perlakuan diambil 4 sampel tanaman. Jumlah tanaman keseluruhannya ada 100 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : f1 = 5 ton/ha  Sludge + 350 kg/ha NPK, f2 = 10 ton/ha Sludge + 300 kg/ha NPK, f3 = 15 ton/ha Sludge + 250 kg/ha NPK, f4 = 20 ton/ha Sludge + 200 kg/ha NPK, f5  = 25 ton/ha Sludge + 150 kg/ha NPK. Variabel yang diamati meliputi: jumlah daun (helai), volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), diameter bunga (cm), bobot kubis bunga per tanaman (g). Hasil pengamatan terhadap penelitian didapat hasil bahwa kombinasi sludge dan pupuk NPK berpengaruh nyata pada volume akar, berat kering tanaman, diameter bunga dan bobot bunga/tanaman tetapi berpengaruh tidak nyata pada jumlah daun    1-5 MST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi sludge dan pupuk NPK pada taraf 20 ton/ha + 200 kg/ha merupakan kombinasi yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil kubis bunga pada tanah PMK.
KAJIAN BEBERAPA SIFAT KIMIA TANAH ULTISOL PADA PERKEBUNAN KELAPA SAWIT RAKYAT DESA SANDAI KANAN KABUPATEN KETAPANG Asrifin Aspan, Rinto Manurung, Doni Damara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.49908

Abstract

ABSTRAK Kelapa sawit merupakan salah satu komoditi yang menyumbang devisa paling besar bagi Indonesia. Tanah Ultisol merupakan tanah yang memiliki masalah karena keasaman tanah rendah, bahan organik rendah, nutrisi makro rendah dan memiliki ketersedia P sangat rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengindenfikasi beberapa sifat kimia tanah ultisol dan memberikan saran pemupukan pada tiga pengelolaan lahan kebun kelapa sawit rakyat di Desa Sandai Kanan Kabupaten Ketapang. Tahapan penelitian dimulai pada persiapan survei, dan wawancara kepada petani yang memiliki lahan tersebut, Penelitian dilakukan di 3 lahan yang berbeda kepemilikan. Setiap lahan di ambil 5 titik sampel tanah yang dilakukan menggunakan cara sistematis (sistem diagonal) dengan   kedalaman yaitu 0-30 cm dan 30-60 cm. Sampel tanah dikompositkan per masing-masing lahan kemudian dibawa ke laboratorium untuk dianalisis sesuai dengan parameter pengamatan, dan penyajian hasil. Hasil penelitian ketiga lahan kelapa sawit didapatkan bahwa reaksi tanah pH pada kedalaman 0-30 cm berkisar 4,32-4,68 (sangat masam sampai masam) dan  kedalaman 30-60 cm berkisar4,41-4,52 (sangat masam sampai masam), C-organik   pada kedalaman 0-30 cm berkisar 1.22-2,17% (rendah sampai sedang) dan 30-60 cm 0,79-1,53% (sangat rendah sampai rendah),   N-Total pada kedalamn 0-30 cm berkisar 0.18-0,31 %   (rendah sampai sedang) dan kedalam 30-60 cm berkisar 0,12-0,25 % (rendah sampai sedang), P-Tersedia pada kedalamn 0-30 cm berkisar 0.18-0,31 % (rendah sampai sedang) dan kedalam 30-60 cm berkisar 0,12-0,25 % (rendah sampai sedang), K-dd pada kedalam0-30 cm dan 30-60 cm berkisar 0,05-0,06 (sangat rendah). KTK pada kedalaman 0-30 cm berkisar 6,71-10,18 (rendah) dan kedalam 30-60 cm berkisar 5,37-7,17 (rendah). Kejenuhan basa pada kedalaman 0-30 cm berkisar 9,99-12,48 (sangat rendah) dan kedalaman 30-60 cm berkisar 10,61-11,85 (sangat rendah), tekstur tanah yaitu (lempung  liat  berdebu,  lempung  berliat,  dan  lempung),  dan  bobot  isi  dengankedalaman 0-30 cm pada setiap lahan mempunyai kriteria rendah yaitu rata-rata 0,84-0,99 g/cmᶟ.Saran pemupukan Urea, SP36 dan KCL yang dianjurkan berdasarkan hasil analisis tanah dan perhitungan pupuk untuk tanaman kelapa sawit di lokasi penelitian adalah Lahan A Urea 904,97 g/pohon, SP36 76,63 g/pohon dan KCL 3.830 g/pohon. Lahan B Urea 913,19 g/pohon, SP36 700,75 g/pohon dan KCL 3.160 g/pohon. Lahan C Urea 942,98 g/pohon, SP36 579,52 g/pohon dan KCL 4,160 g/pohon.Kata Kunci: Kelapa Sawit, Tanah Ultisols, Sifat Kimia Tanah.
Analisis Efisiensi Faktor-Faktor Produksi Usahatani Jeruk Keprok Terigas Di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas didik didik; ani muani; adi suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9158

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor produksi apa saja yang mempengaruhi produksi usahatani jeruk keprok terigas dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani jeruk keprok terigas di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Kecamatan Tebas dengan pertimbangan bahwa daerah ini merupakan salah satu Kecamatan sentra produksi dan tempat dikembangkannya jeruk keprok terigas. Jumlah sampel yang digunakan adalah sebanyak 30 petani jeruk keprok terigas. Penelitian ini menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglass, data diolah menggunakan program SPSS versi 17 dan analisis efisiensi faktor-faktor produksi dengan membandingkan nilai produk marjinal (NPM) terhadap harga rata-rata faktor produksi (Px). Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan faktor-faktor produksi usahatani jeruk keprok terigas di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas berupa luas lahan, tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga, pupuk urea, pupuk NPK, pupuk TSP, pupuk organik, herbisida dan insektisida secara simultan berpengaruh secara nyata terhadap produksi usahatani jeruk keprok terigas. Faktor produksi luas lahan dan insektisida secara parsial berpengaruh secara nyata terhadap produksi jeruk keprok terigas sedangkan tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga, pupuk urea, pupuk NPK, pupuk TSP, pupuk organik dan herbisida secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap produksi jeruk keprok terigas. Penggunaan faktor-faktor produksi usahatani jeruk keprok terigas di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas berupa luas lahan, tenaga kerja dalam keluarga, tenaga kerja luar keluarga, pupuk  urea, pupuk NPK, pupuk organik, herbisida belum efisien artinya penggunaan faktor produksi tersebut perlu ditambah, sedangkan pupuk TSP dan insektisida penggunaanya tidak efisien artinya penggunaan faktor produksi pupuk TSP dan insektisida harus dikurangi.   Kata kunci: Usahatani jeruk keprok terigas, Efisiensi, Cobb-Douglass.
PENGARUH TINGKAT SUPLEMENTASI SAWI HIJAU (Brassica junceaL.) TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI MI BASAH DESSY PRANITA PRANITA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7442

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan tingkat suplementasi sawi hijau pada mi basah yang mempunyaisifatfisikokimiadansensoriterbaikRancanganpenelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor perlakuan yaitu suplementasi sawi hijau yang terdiri dari tujuh taraf perlakuan yaitun0= 0%, n1= 25%, n2= 30%, n3= 35%, n4= 40%, n5= 45%, dann6= 50%.Variabel yang diamati adalah karakterfisikokimia dan sensori.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa mi basah suplementasi sawi hijau yang dihasilkan memiliki kandungan air berkisar antara36,74-45,07%, abu0,77-2,27%, lemak 1,51–3,08%,protein 10,03–12,54%, dan karbohidrat 41,10-46,84%. Suplementasi sawi hijau berpengaruh nyata terhadap kadar air, dan kadar abu mi basah, namun berpengaruh tidak nyata terhadap kadar protein,kadar lemak, dan kadar karbohidratmi basah yang dihasilkan.Berdasarkan uji fisikokimia dan sensori, mi basah 35% sawi hijau menghasilkan nilai perlakuan(NP): 0,56 sebagai perlakuan terbaik dengan karakter fisikokimia yaitu kadar air 41,36%, abu1,46%, lemak2,78%, protein 10,92%, dan karbohidrat 43,46%. Hasil analisis sensori terbaik yaitu warna 4,25 (hijau), citarasa 4,53 (langu), tekstur 3,50 (agakkenyal), dan kesukaan 3,28 (agaksuka). Kata kunci :Suplementasi, Sawi Hijau, MiBasah.
RESPON TANAMAN KACANG TANAH AKIBAT PENBERIAAN ABU SERBUK KAYU DAN PUPUK NPK PADA TANAH GAMBUT Hidayat Hidayat; Rahmidiyani Rahmidiyani; Surchman Surchman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i4.58193

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi terbaik antarakombinasi dosis abu serbuk kayu dan pupuk NPK pada tanaman kacang tanah di tanahgambut. Penelitian di laksanakan di lahan gambut Dusun Rimba Jaya Desa Sungai DuriKecamatan Sungai Raya Kabupaten Bengkayang Kalimantan Barat. Waktu penelitian± 3 bulan di mulai dari 13 April 2020 sampai 19 juli 2020. Rancangan penelitian yangdi gunakan adalah rancangan acak kelompok dengan 2 faktor dengan 3 taraf perlakuan. Faktor abu serbuk kayu yang terdiri dari a1=18 ton/ha, a2=27 ton/ha, a3=35 ton/ha dan faktor pupuk NPK yang terdiri dari m1=150 kg/ha, m2=250 kg/ha, m3=300 kg/ha. Penanaman di lakukan dengan cara benih di letakan di tiap-tiap lubang tanam dengan jumlah dua benih per lubang tanam dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm antara tanaman. Variabel pengamatan di lakukan pada tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah polong per tanaman, berat polong per tanaman, jumlah polong isi per tanaman dan jumlah biji per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu serbuk kayu dan pupuk NPK berpengaruh nyata pada semua variabel pengamatan. Abu serbuk kayu dosis 2,7 kg/ha dan pupuk npk 250 kg/ha memberikan hasil terbaik pada variabel berat polong per tanaman dan jumlah polong per tanaman.Kata Kunci: Abu Serbuk Kayu, Pupuk NPK, Tanah Gambut, Kacang Tanah.
BIOLOGI REPRODUKSI IKAN LAIS (Kryptopterus lais) DI PERAIRAN KAWASAN SEJEGI KABUPATEN MEMPAWAH Ambar Pratiwi; Ahmad Mulyadi SM; Bambang Kurniadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.66827

Abstract

Perairan di Kawasan Sejegi memiliki kawasan hutan lindung yang mempengaruhi keberadaan jenis biota air. Perairan di kawasan Sejegi dimanfaatkan masyarakat sekitar sebagai sumber air, pertanian dan usaha keramba jaring apung. Kawasan ini juga menjadi habitat biota air salah satunya yaitu ikan lais (Kryptopterus lais). Penelitian ini dilakukan di Perairan Kawasan Sejegi Kabupaten Mempawah pada bulan Mei-Oktober 2022. Tujuan Penelitian ini untuk menentukan beberapa aspek biologi reproduksi ikan lais (Kryptopterus lais) yang terdiri dari rasio kelamin, TKG (Tingkat Kematangan Gonad), IKG (Indeks Kematangan Gonad) dan Fekunditas. Pengambilan sampel ikan terdiri dari 3 stasiun dengan menggunakan metode purposive sampling. Hasil penelitian rasio kelamin secara keseluruhan adalah ikan jantan : betina adalah 51 : 44 ekor atau 1,2 : 1. Berdasarkan hitungan chi square menunjukkan hasil X² hitung (5.39) < X² tabel (7.81) yang berarti nilai tabel lebih besar dari nilai hitung, sehingga proporsi ikan jantan dan betina seimbang. Hasil pengamatan ikan lais  jantan maupun betina hanya diperoleh TKG I-IV, sedangkan TKG V tidak ditemukan. Nilai rata-rata IKG tertinggi ikan jantan ditemukan pada stasiun 3 sebesar 0,65% dan nilai IKG ikan jantan terendah ditemukan pada stasiun 2 sebesar 0,47%. Nilai rata-rata IKG tertinggi ikan betina ditemukan pada stasiun 3 sebesar 5,36% dan nilai IKG ikan betina terendah ditemukan pada stasiun 1 sebesar 4,90%. Hasil pengamatan fekunditas ikan lais pada tingkat kematangan gonad III-IV sebanyak 40 ekor diperoleh fekunditas berkisar antara 6581-20071 butir telur dengan rata-rata 11955 butir telur.