cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,903 Documents
GROWTH AND YIELD OF GREEN BEANS RESPONSE ON GIVING NPK AND RICE HUSK BIOCHAR IN ALLUVIAL SOIL Mohri Mohri; Astina Astina; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i1.60340

Abstract

Mung bean (Vigna radiata L) Wilczek) is one of the important legumes or legumes and is widely consumed by the public, especially in Indonesia. Green beans are a source of vegetable protein, vitamins A, B1, C, and E, as well as several other substances that are very beneficial for the human body. Green beans can thrive in loose soil and proper fertilizer application. Rice husk biochar can improve soil physical properties, such as loosening the soil, increasing porosity, aeration, and soil microorganisms, so that roots in the soil can develop properly. NPK fertilizer functions as a supplier of macro nutrients to meet the nutrient needs of plants. This study aims to determine the interaction between NPK and rice husk biochar and to determine the best dose of NPK and rice husk biochar on the growth and yield of green beans in alluvial soil. This research was carried out at a location located in  Jl. Sungai Raya Dalam, Pontianak, this research takes place from 22 May 2022 - 11 August 2022. This study used a Completely Randomized Design (CRD) Split Plot namely the effect of NPK fertilizer and rice husk biochar. In this study there are 2 factors, namely Biochar rice husk (b) as the main plot (main plot) as many as 3 treatment levels and NPK 16:16:16 (p) as subplots with 3 treatment levels so that there were 9 treatment combinations with 3 replications, and 5 plant samples. The total number of plants observed was 135 plants. The first factor is the main plot of rice husk biochar (b): b1 = 3 tons/ha, b2 = 5 tons/ha, b3 = 7 tons/ha. The second factor is NPK fertilizer (p): p1 = 400 kg/ha, p2 = 600 kg/ha, p3 = 800 kg/ha. The variables observed were plant height (cm), root volume (cm3), plant dry weight (g), number of pods per plant (fruit), dry seed weight per plant (g), and 100 seed weight (g). Based on the results of the study, it was shown that the effect of NPK and rice husk biochar interacted on the variables of plant height at 4 WAP, number of pods per plant and dry seed weight per plant. The administration of NPK at a dose of 600 kg/ha and rice husk biochar at a dose of 5 tons/ha was the best dose for growth and yield of green beans with an average weight value of fresh pods per plant, which was 36,5 g/plant. Keywords: Alluvial, Green Beans, NPK, Rice Husk Biochar, Response
Peranan Amelioran Red Mud dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Serapan Hara N, P, dan K pada Tanaman Jagung di Lahan Pasca Tambang Bauksit Kabupaten Sanggau Denah Suswati Asrifin Aspan Jefry Ebenezer Karo Sekali
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 11, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v11i1.49730

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh red mud dan pupuk kandang sapi terhadap serapan hara N, P, dan K pada tanaman jagung di lahan pasca tambang bauksit di PT. Antam Kabupaten Sanggau. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 5 ulangan sehingga terdapat 20 petak percobaan. Penelitian dilakukan dengan tahapan persiapan red mud, persiapan lahan, penanaman, penyulaman, pemeliharaan, hingga pemanenan kemudian diambil sampel daun dan batang bagian atas tanaman jagung dan di analisis di laboratorium. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan D (4,5 kg/bedeng red mud + 50 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah dari 4.77 menjadi 7,12 atau meningkat 49,3 %, meningkatkan berat kering tanaman sebesar 157%, serapan N tanaman sebesar 216%, serapan P tanaman sebesar 342% dan serapan K tanaman sebesar 188%. Perlakuan C (3 kg/bedeng red mud + 40 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah sebesar 40%, berat kering tanaman sebesar 205%, serapan N tanaman sebesar 325%, serapan P tanaman sebesar 426% dan serapan K tanaman sebesar 277%. Perlakuan B (1,5 kg/bedeng red mud + 30 kg/bedeng pupuk kandang sapi) dapat meningkatkan pH tanah sebesar 25%, berat kering tanaman sebesar 65%, serapan N tanaman sebesar 81%, serapan P tanaman sebesar 121% dan serapan K tanaman sebesar 86%.Kata Kunci: Red Mud, Serapan Hara, Lahan Pasca Tambang
PENGARUH INOKULASI RHIZOBIUM DAN PUPUK FOSFAT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KEDELAI EDAMAME PADA TANAH ALUVIAL Andra Andra; Siti Hadijah; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 4
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i4.63145

Abstract

 merupakan salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh petani diIndonesia. Edamame bisa dimanfaatkan sebagai makanan sela atau cemilan, makanan pembuka,  dan berbagai olahan lainnya. Tanah Aluvial sebagai media tumbuh tanaman edamame mempunyai beberapa kendala seperti pH rendah, struktur tanah menggumpal, mudah tergenang, penyediaan air dan udara yang buruk, dan kurangnya kandungan unsur hara serta bahan organik pada tanah. Selain faktor tanah ketersediaan unsur hara seperti N merupakan unsur paling penting dalam pertumbuhan edamame. Namun ketersediaan N didaerah tropis seperti indonesia tergolong rendah maka perlu dilakukan inokulasi Rhizobum yang berperan dalam menambat N diudara sehingga diharapkan dapat memenuhi kebutuhan N pada tanaman kedelai  dan pemberiaan  pupuk Fosfat sebagai penunjang simbiosis antara rhizobium dan tanaman kedelai edamame. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan interaksi dosis Rhizobium dan pupuk fosfat yang memberikan pertumbuhan dan hasil edamame terbaik pada tanah Aluvial. Penelitian dilakukan selama kurang lebih  3 bulan yang dimulai sejak 15 Agustus 2022 sampai dengan 22 oktober 2022. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor perlakuan. Faktor inokulasi rhizobium 3 taraf, dan faktor pupuk Fosfat 3 taraf. Perlakuan diulang sebanyak 3 kali. Perlakuan yang dimaksud adalah faktor pertama r0= 0 g/kg benih, r1= 4 g/kg benih, r2= 8 g/kg benih, faktor kedua p1= 150 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 28,8 g/petak, p2= 200 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 38,4 g/petak, p3= 250 kg/ha pupuk Fosfat setara dengan 48 g/petak. Variabel pengamatan meliputi tinggi tanaman, berat kering tanaman, jumlah bintil akar efektif, jumlah bintil keseluruhan, jumlah polong pertanaman, berat polong pertanaman, dan berat polong perpetak.  Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, didapatkan kesimpulan bahwa (1) pengaruh tunggal inokulasi rhizobium dosis 4g/kg benih memberikan pengaruh yang nyata terhadap hampir seluruh variabel pengamatan kecuali pada parameter tinggi tanaman  (2) pengaruh tunggal pemberian pupuk fosfat  memberikan pengaruh yang tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan dan tidak menunjukan adanya interaksi antara perlakuan rhizobium dan posfat terhadap semua variabel pengamatan.  
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT JAMBU BIJI Suhaimi, Suhaimi; Nurjani, Nurjani; Santoso, Eddy
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 2
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i2.62241

Abstract

Jambu biji (Psidium guajava L) jenis tanaman dari luar yang sudah banyak dikembangkan di Indonesia. Penggunaan media tanam untuk pembibitan cangkokan berbagai jenis media tanam yang digunakan petani. Penggunaan media tanam yang tidak tepat menyebabkan bibit tanaman sering mati. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari keberhasilan tumbuh terbaik dari berbagai perlakuan komposisi media tanam terhadap pertumbuhan bibit jambu kristal. Bahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah bibit cangkokan jambu kristal, tanah aluvial, sekam bakar, cocopeat, pupuk kandang ayam, paranet 80%, polybag 13x25, dan kapur dolomit Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor perlakuan yaitu faktor komposisi media tanam. Masing-maasing perlakuan diulang sebanyak 4 kali, setiap ulangan terdiri 4 sempel tanaman sehingga jumlah tanaman seluruhnya adalah 112 bibit tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini yaitu penambahan tinggi tanaman, jumlah tunas, penambahan jumlah daun dan penambahan diameter batang. Berdasarkan penelitian   dapat disimpulkan bahwa semua komposisi media tanam sama-sama baiknya.
analisis kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan di pondok jamu yasa husada kota pontianak tria anjani eva dolorosa nurliza
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8670

Abstract

Pondok Jamu Yasa Husada (PJYH) merupakan industri kecil yang berdiri pada tahun 2008 dan tergabung dalam ASPETRI (Asosiasi Pengobatan Tradisional Ramuan Indonesia).  Tingginya persaingan dalam industri jamu khususnya di daerah Pontianak cukup ketat, maka pemenuhan kebutuhan konsumen merupakan suatu hal yang utama. Meningkatnya intensitas persaingan dan jumlah pesaing menuntut Pondok Jamu Yasa Husada untuk selalu memperhatikan kebutuhan dan keinginan pelanggan serta berusaha memenuhi harapan pelanggan dengan cara memberikan pelayanan yang lebih memuaskan daripada yang dilakukan oleh pesaing. Hal tersebut menuntut terciptanya pelayanan yang mengarah pada pemenuhan selera atau kebutuhan konsumen dengan memperhatikan tingkat kepuasannya. Tujuan penelitian menganalisis tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan di Pondok Jamu Yasa Husada Kota Pontianak. Metode Accidental Sampling digunakan pada 96 responden. Analisis data menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi tingkat kepuasan konsumen atas kualitas jasa pelayanan di Pondok Jamu Yasa Husada dengan menentukan prioritas perbaikan mutu (Diagram Kartesius). Hasil penelitian tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas pelayanan di Pondok Jamu Yasa Husada kota Pontianak adalah berada di kuadran II (pertahankan prestasi) atau dalam kategori puas dengan persentase 33 persen. Adapun atribut yang masuk pada pertahankan prestasi ini yaitu Cepat-tanggap karyawan dalam melayani konsumen, Khasiat dan manfaat jamu, Kandungan bahan alami, Pengetahuan karyawan terhadap jamu, Kehigienisan jamu, Kebersihan dan Kenyamanan tempat di sekitar armada jamu.   Kata kunci: Importance Performance analysis (IPA), Kepuasan Konsumen, Pelayanan.  
PENGARUH MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN ANAKAN NEPENTHES MIRABILIS Wahyuni, Rini; Listiawati, Agustina; Maulidi, Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.72378

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan media tanam terbaik untuk pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Nanga Mahap, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau dengan ketinggian tempat 10-1000 m di atas permukaan laut dan berlangsung pada tanggal Januari "“ Maret 2023 atau selama 4 bulan. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK), dengan faktor perlakuan yaitu kombinasi media tanam (P) yang terdiri dari 8 tingkat perlakuan dan 4 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman sehingga jumlah keseluruhan tanaman yaitu 96 polibag. Kombinasi media tanam yang dimaksud adalah A : Tanah gambut, B : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam 1 : 1 (v:v), C : Tanah gambut + Arang sekam 1:1 (v:v), D : Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v), E : Tanah aluvial, F : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam 1:1 (v:v), G : Tanah aluvial + Arang sekam 1:1 (v :v) dan H : Tanah aluvial + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 (v:v). Variabel pengamatan meliputi: pengamatan persentase tanaman yang hidup (%), pertambahan tinggi tanaman (cm), pertambahan jumlah daun (helai) dan pertambahan jumlah kantong yang terbentuk pertanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tanam Tanah gambut + Pupuk kotoran ayam + Arang sekam 1:1:1 merupakan media tanam terbaik terhadap pertumbuhan anakan Nepenthes mirabilis dan semua media variabel tinggi tanaman 12 MST, pertambahan jumlah daun 4-16 MST, dan pertambahan jumlah kantong 4 dan 16 MST bisa menggantikan tanah gambut.
RESPON PERTUMBUHAN SETEK LADA AKIBAT APLIKASI PGPR DAN KOMPOS TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT PADA TANAH ALUVIAL Yelsi Masangge; Dini Anggorowati; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 12, No 3
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v12i3.61401

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Dusun Segorong, Desa Mayak, Kecamatan Seluas, Kabupaten Bengkayang. Waktu penelitian berlangsung dari tanggal 15 Mei sampai 28 Agustus 2022. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mendapatkan perlakuan terbaik dari aplikasi plant growth promoting rhizobakteria (PGPR) dan Kompos Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) terhadap pertumbuhan setek lada pada tanah aluvial. Penelitian ini yaitu faktorial dengan pola rancangan acak kelompok yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah aplikasi PGPR yang terdiri dari 2 taraf perlakuan yaitu Tanpa PGPR dan Dengan PGPR dan faktor kedua adalah kompos TKKS yang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu 1:0, 1:1, 1:2, dan 1:3 . Masing-masing kombinasi perlakuan diulang 3 kali dan setiap unit percobaan terdapat 5 sampel tanaman sehingga terdapat 120 tanaman. Variabel pengamatan meliputi persentase setek hidup, jumlah daun, jumlah ruas, panjang tunas, panjang akar, berat kering tunas dan berat kering akar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Dengan PGPR dan kompos TKKS 1:1 dan 1:2 merupakan perlakuan yang sama baiknya, namun kompos TKKS 1:1 merupakan perlakuan yang lebih efisien untuk pertumbuhan setek lada.
PERAN KEABSTRAKLOMPOK TANI TERHADAP PRODUKTIVITAS PADI SAWAH DI DESA PAUH KECAMATAN SOMPAK KABUPATEN LANDAK (THE ROLE OF FARMER GROUP ON RICE PRODUCTIVITY IN PAUH VILLAGE, SOMPAK DISTRICT LANDAK DISTRICT) Bayo, Oktovorus; Suyatno, Adi; Fitrianti, Wanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 13, No 1
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v13i1.69935

Abstract

Kelompok Tani adalah kumpulan manusia yang merupakan kesatuan beridentitas dengan adat istiadat dalam sistem norma yang mengatur pola-pola, dan mengatur interaksi antara manusia. Peraturan menteri pertanian, nomor : 273/Kpts/OT.160/4/2007, tentang pembinaan kelembagaan petani bahwasanya kelompok tani mempunyai pengertian sebagai kumpulan petani, peternak, perkebunan yang dibentuk atas dasar kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumber daya) dan keakraban untuk meningkatkan dan mengembangkan usaha anggota. Tujuan Penelitian ini yaitu untuk Menganalisis peran kelompok tani tehadap produktivitas padi sawah di Desa Pauh Kecamatan Sompak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dilakukan dengan metode survey. Tingkat peranan kelompok tani diukur dengan menggunakan 3 indikator yang diperoleh dari tingkat kemampuan kelompok tani untuk pembinaan kelompok tani. Tingkat kemampuan kelompok diukur dengan 3 tolak ukur. Penggunaan tiga indikator kemampuan untuk mengukur tingkat peranan kelompok tani tersebut menggunakan metode Likert, yaitu menjabarkan ketiga Indikator tersebut menjadi beberapa item pertanyaan yang telah disusun dalam kuisioner dan setiap item pertanyaan diberikan skor sesuai dengan pilihan responden.     Peran kelompok tani tani tergolong berperan yaitu dengan persentase 60% atau 20 orang petani yang memilih bahwa kelompok tani berperan dalam produktivitas usahatani para petani, dengan demikian terdapat hubungan yang signifikan antara peranan anggta kelompok tani dengan produktivitas petani padi sawah di Desa Pauh. Tingkat produktivitas usahatani di kelompok tani tergolong sedang yaitu pada kriteria sedang dengan dengan rata rata produtivitas 1.455 kg/ha dengan persentase 60% yang berjumlah 20 orang petani.Kata Kunci: Kelompok Tani, Produktivitas, Padi Sawah
STUDI SIFAT FISIKA TANAH GAMBUT PADA TIGAPENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN MEMPAWAH TIMUR KABUPATEN MEMPAWAH Munawarah, Urai Edi Suryadi, Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 10, No 4 (2021)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v10i4.51143

Abstract

ABSTRAK Tanah gambut (peat soil) merupakan tanah yang mengandung bahan organik dalam jumlah yang besar sehingga mempengaruhi sifat rekayasa tanah tersebut. Dengan demikian sistem klasifikasi tanah berbeda dengan tanah lempung. Gambut (peat) berdasarkan proses terjadinya adalah campuran fragmen-fragmen mineral organik yang berasal dari tumbuh- tumbuhan yang membusuk (Hasnamet et al., 2012). Potensi lahan gambut sebagai lahan pertanian di Indonesia cukup luas. Pemanfaatannya  sebagai  lahan  pertanian membutuhklan  perencanaan  pengelolaan yang tepat dan sesuai karena sangat rentan terhadap kerusakan lahan seperti kerusakan fisik serta kerusakan kimia. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sifat fisika tanah  pada   tiga penggunaa  lahan  di  Kecamatan  Mempawah  Timur  Kabupaten Mempawah. Lahan gambut di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah telah mengalami alih fungsi menjadi sejumlah penggunaan lahan. Alih fungsi ini menyebabkan perubahan sejumlah sifat fisika tanah. Penggunaan lahan penelitian tersebut adalah  perkebunan nanas, hutan   sekunder dan hortikultura di Desa Sungai Bakau Kecil Kabupaten Mempawah. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus sampai bulan Desember Tahun 2020. Metode penelitian yang digunakan adalah metode transek. Titik sampel pada masing-masing penggunaan lahan berjumlah delapan. Setiap titik sampel diambil padakedalaman 0-20 cm. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura. Parameter yang diamati dan dianalisis pada penelitian ini meliputi kedalaman gambut, warna tanah, kedalaman muka air tanah, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, permeabilitas dan kadar serat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa parameter tidak berbeda nyata pada bobot isi, kadar air kapasitas lapang, porositas tanah, permeabilitas dan  kadar serat gambut. Kata kunci : Tiga Penggunaan Lahan, Gambut, Sifat Fisika Tanah
IDENTIFIKASI SIFAT FISIKA DAN KIMIA TANAH WILAYAH EKS PETI PADA SUB SUB DAS BELANTIAN KABUPATEN LANDAK ARIS SUSANTO; URAI EDI SURYADI; Junaidi Junaidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.11627

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan sifat Fisika dan Kimia tanah pada lahan eks penambangan emas tanpa izin (PETI) dan hutan karet pada wilayah sub-sub DAS Belantian Kabupaten Landak. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tebedak Dusun Entikit Sub-Sub DAS Belantian Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak. Metode yang digunakan dengan mengambil sampel langsung di lapangan, pengambilan sampel 2 tempat yaitu lahan eks penambangan emas tanpa izin (PETI) dan hutan karet masing-masing 9 titik pengamatan dan 2 kedalaman, kedalaman 0-30 cm dan 30-60 cm. Parameter pengamatan terdiri dari sifat fisika yaitu konsistensi tanah, warna tanah, perubahan landscape, bobot isi tanah, kadar air kapasitas lapangan, porositas tanah, tekstur tanah, struktur tanah dan permeabilitas tanah, sifat kimia yaitu pH tanah, C-Organik tanah, N-Total tanah. Hasil penelitian berdasarkan uji t hitung menunjukkan bahwa semua parameter tidak berbeda nyata, dan kandungan unsur-unsur hara lebih tinggi hutan karet dibandingkan dengan lahan eks penambangan emas tanpa izin (PETI).