cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
STOCK ESTIMATION FOR MUD CRAB (Scylla paramamosain) FROM THE KUBU VILLAGE CATCH, KUBU DISTRICT, KUBU RAYA REGENCY ABIDIN, OKTAVIANA ZAINAL; SOETIGNYA, WIDADI PADMARSARI; MULYADI, AHMAD
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT  Mud crab (Scylla paramamosain.) is a commodity that has the potential of high economic value. This study aims to estimate the stock crab (S. paramamosain) based on the width frequency distribution of the carapace, carapace width relationship with weight, growth, mortality and the rate of exploitation of crab. Data analysis was donemanually and used FISAT II Ver 1.2.2 in 2005 issued by FAO-ICLARM. This research was carried out between September and December 2018. The data collected in this research consist in the number of catches’ measurement of carapace width, weight and sex for mangrove crabs (S. paramamosain). Crab samples obtained amounted to 306 birds. The results of this study is the frequency of the highest crab in width from 109,5 to 114, 5 (mm). Wide and heavy relationship crab showed isometric growth pattern (b= 2,86). By Von Bertalanffy growth parameters are Lt= 177 (1-e  -0,37 (t + 0,56264)). Total mortality (Z) 0,605, natural mortality (M) 0,466 and fishing mortality (F) 0,139. The rate of exploitation (E) S. paramamosain are 0,229 so that said utilization is still below the optimal (under-exploited). Keywords: Exploitation, Growth, Mortality
PENGARUH KONDISI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP KINERJA KARYAWAN BAGIAN PRODUKSI PT. HARAPAN SAWIT LESTARI DI DESA MANISMATA KECAMATAN MANISMATA KABUPATEN KETAPANG Nasrul Arif; Novira Kusrini; Rakhmad Hidayat
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10485

Abstract

Kinerja merupakan hal yang sangat penting bagi organisasi. Dengan pengukuran kinerja suatu organisasi dapat memanfaatkan dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi sumber daya manusianya. Perusahaan harus menempuh beberapa cara yang berkaitan dengan kondisi keselamatan dan kesehatan kerja yang baik demi tercapainya tujuan perusahaan. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap kinerja karyawan bagian produksi PT. Harapan Sawit Lestari. Jumlah anggota populasi sebanyak 150 orang karyawan. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional stratified random sampling. Penentuan ukuran sampel dalam penelitian ini menggunakan  rumus Slovin sebanyak 60 responden. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan data dan menggunakan teknik analisis regresi linear berganda untuk mengukur pengaruh dari variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu keselamatan  kerja (X1) dan kesehatan kerja (X2) sebagai variabel independent dan kinerja karyawan sebagai variabel dependent (Y). Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 18. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan PT. Harapan Sawit Lestari. Berdasarkan hasil pengujian secara parsial variabel keselamatan  kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0,410 dengan nilai t hitung 4,137 dan kesehatan kerja memiliki nilai koefisien sebesar 0.403 dengan nilai t hitung 3,156. Secara umum hal ini dikarenakan spesialisasi penempatan karyawan kurang sesuai  antara kebutuhan pabrik dengan ketrampilan yang dimiliki setiap karyawan dan kurang tegasnya pelaksanaan peraturan yang diterapkan terhadap setiap pelanggaran. Selain itu kurang baiknya sirkulasi udara khususnya pada  station proses dan minimnya sarana kebersihan lingkungan pabrik.
EFFECT OF POC MADE FROM MACKEREL FISH WASTE TOWORD THE GROWTH AND YIELD OF PEANUT PLANT ON PEAT SOIL Sasni, Nurjani, Maulidi, Yam
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The objectives of this research were to observe concentration of the best POC mackerel fish waste for growth and yield of peanut plant on peat soil. The reseach was carried from 16 September 2018 to 9 Desember 2018 at the experimental of Faculty of Agriculture Univercity of Tanjungpura. This study used a Completely Rendomized Design of 5 treatments with 4 replication each and replication consists of 4 samples. The treatment consisted of 10ml/L water; 20ml/L water; 30ml/L water; 40ml/L water; 50ml/L air. The observed variables this study include high plant, dry weight plant (cm), wet weight pods (g), number pods (g), amount seed contens, number empty seeds and seed dry weight (g). Result based of the research on conducted, concentrations of POC mackerel fish waste effectively domonstrated by peanut plant with a cpncentration of 10 ml/L water. Keywords : mackerel fish waste POC, peat soil, , peanut
KARAKTERISASI MORFOLOGI BEBERAPAVARIETAS PADI LOKAL (Oriza Sativa L) ASAL KABUPATEN SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT DESSY, DESSY; WASI'AN, WASI'AN; DARUSSALAM, DARUSSALAM
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KARAKTERISASI MORFOLOGI BEBERAPAVARIETAS PADI LOKAL (Oriza Sativa L) ASAL KABUPATEN SAMBAS PROVINSI KALIMANTAN BARAT Dessy(1), Wasi’an(2), Darussalam(2)(1)   Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas TanjungPura (2) Dosen Fakultas Pertanian Universitas TanjungPura  ABSTRAKTujuan penelitian adalah untuk mengetahui ciri atau karakter morfologi beberapa varietas padi lokal asal Kabupaten Sambas. Penelitian dilaksanakan di Parit Haji Muksin 2 Kabupaten Kubu Raya. Rancangan penelitian yang digunakan yaitu menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Setiap jenis tanaman padi lokal diulang sebanyak 3 kali, dan setiap ulangan terdiri dari sembilan sampel yang diamati pada setiap variabel pengamatan. Terdapat 5 jenis padi lokal yaitu Ketan putih (A), Kak Samut (B), Kak Batu (C), Ringkak Putih (D) dan Ringkak Kuning (E). Hasil penelitian menunjukkan terdapat kemiripan pada beberapa varietas padi lokal, seperti pada variabel pengamatan bentuk lidah daun, warna helaian daun, warna pelapah daun, sudut daun bendera, sudut batang, keluarnya malai dan tipe malai, warna ujung gabah dan warna kulit ari beras. Kata Kunci : Kabupaten Sambas, Karakterisasi, Morfologi, Padi Lokal
PEMETAAN INDEKS BAHAYA EROSI SUB DAS JETAK DI KABUPATEN SINTANG DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) Herisman, Riduansyah Ari Krisnohadi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKErosi menimbulkan masalah dalam pertanian karena tanah yang tererosi dapat mengurangi ketebalan lapisan tanah atas yang merupakan penyedia nutrisi bagi tanaman telah terkikis dan terangkut akibat terjadinya erosi. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai Pemetaan Indeks Bahaya Erosi Sub DAS Jetak di Kabupaten Sintang dengan Sistem Informasi Geografis (SIG). Besarnya laju erosi dihitung menggunakan metode USLE (Universal Soil Loss Equation) dengan menggunakan peta-peta tematik sebagai parameter dalam perhitungan USLE, yaitu factor erosivitas hujan (R), faktor erodibilitas (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), faktor pengelolaan tanaman (C), dan faktor pengelolaan tanah (P). Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jetak memiliki luas ± 25.147,20 ha.Penelitian dilakukukan di wilayah Sub DAS Jetak. Lingkup penelitian hanya dibatasi pada penelitian prediksi erosi dengan metode USLE dan dilanjutkan dengan penentuan Indeks Bahaya Erosi (IBE).Hasil perhitungan erosi menunjukkkan  bahwa Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas yaitu sangat tinggi (116,80 ? 242,14 ton/ha/th), tinggi (53,18 ? 116,79 ton/ha/th), sedang (12,35 ? 53,17 ton/ha/th) dan rendah (0 ? 12,34 ton/ha/th). Indeks Bahaya Erosi (IBE) Sub DAS Jetak memiliki 4 kelas, yaitu rendah, sedang,  tinggi dan sangat tinggi. Kelas rendah dengan nilai 0 ? 0,98 yang memiliki luas ± 24.062,62 ha, untuk IBE dengan kelas sedang dengan nilai 1,01 - 3,98  yang memiliki luas ± 696,51 ha, untuk IBE dengan kelas tinggi dengan nilai 4,01 ? 9,39 dengan luas ± 37,47 ha, sedangkan untuk IBE dengan kategori sangat tinggi dengan nilai IBE 10 ? 14,75 yang memiliki luas ± 350,60 ha. Kata Kunci: Daerah Aliran Sungai, Erosi, Indeks Bahaya Erosi, Jetak
Pengaruh Kombinasi Limbah Cair Pabrik Kelapa Sawit dan Pupuk Anorganik Terhadap Ketersediaan N, P, K dan Hasil Tanaman Tomat di Tanah Alluvial matees, andreas
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberiaan limbah cair pabrik kelapa sawit terhadap ketersediaan N, P, K dan pertumbuhan tanaman tomat dan mengetahui nilai perbandingan limbah cair kelapa sawit terbaik sebagai subsitusi pupuk N, P, K dan pertumbuhan tanaman tomat di tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di Komplek Pertanian Jalan Alianyang, Pontianak Kota, Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian berlangsung dari tanggal 10 Mei 2015 sampai 15 Agustus 2015. Perlakuaan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan yang terdiri dari 6 perlakuan yakni : p0 (100% LCPKS), p1 (80% LCPKS + 20% Pupuk P dan K), p2 (60% LCPKS + 40% pupuk P dan K), p3 (40% LCPKS + 60% pupuk P dan K), p4 (20% LCPKS + 80% pupuk P dan K), dan p5 (100% pupuk P dan K), masing-masing perlakuan diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi pH, nitrogen total (N), fosfor tersedia (P), kalium dapat dipertukarkan (K) dan C-organik . Hasil penelitian menunjukan bahwa tanaman tomat yang diberi limbah cair kelapa sawit (LCPKS) meningkatkan ketersediaan pada N, P,  K dan C-Organik, kecuali pH.
THE EFFECT OF CHICKEN DUCK MANURE TO GROWTH AND YIELD OF GREEN MUSTARD PLANTS ON THE ALUVIAL SOIL. KURNIAWATI, RESKA
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PENGARUH PUPUK KOTORAN BEBEK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI HIJAU PADA TANAH ALUVIAL                  Reska Kurniawati(1), Dwi Zulfita(2), Dini Anggorowati(2), (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk kotoran bebek terhadap pertumbhan dan hasil tanaman sawi hijau pada tanah aluvial yang terbaik. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan lima ulangan dan masing – masing ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Total dari seluruh sampel penelitian adalah 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah  aluvial, k1= 300g/polybag kotoran bebek, k2= 600g/polybag, k3= 900g/polybag, k4= 1200g/polybag dan k5= 1500g/polybag kotoran bebek, adapun variabel pengamatan yaitu jumlah daun, berat segar tanaman, luas daun total, volume akar dan berat kering tanaman. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pupuk kotoran bebek berpengaruh baik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah aluvial. Pemberian pupuk kotoran bebek dengan dosis 600g/polybag adalah dosis yang terbaik. Kata Kunci : Aluvial, Pupuk Kotoran Bebek, Sawi Hijau.           THE EFFECT OF CHICKEN DUCK MANURE TO GROWTH AND YIELD OF GREEN MUSTARD PLANTS ON THE ALUVIAL SOIL. ABSTRAKSThe research aimed to find the best dosage of duck manure on growth and yield of green mustard plants on aluvial soil. This research used a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments and five replications, and each replication consist of three plant samples, in which all samples were 75 plants. The treatment dosage ratio of duck manure are were k1 = 300g/polybag, k2 = 600g/polybag, k3 = 900g/polybag, k4 = 1200g/polybag and k5 = 1500g/polybag, the observed variables were the number of leaves, press weight, total leaf area, root volume, dry weight. The results of this study indicated the dosage of duck manure on growth and yield of green mustard plants on aluvial soil have good effect. The giving of duck manure on dosage 600g/polybag is the best dosage. Keyword : Aluvial, Duck Manure Green Mustard.
PENGARUH POC LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN MENTIMUN PADA TANAH ALUVIAL MAULIDI, PANE ASNAWATI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh POC limbah sayuran terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial dan mencari konsentrasi POC limbah sayuran yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman mentimun pada tanah aluvial. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari enam perlakuan yang diulang sebanyak empat kali, setiap ulangan terdiri dari empat sampel tanaman. Perlakuan yang di maksud yaitu k0 : Tanpa pemberian POC limbah sayuran, k1 : Pemberian Mol limbah sayuran dengan konsentrasi 5 ml/liter air, k2 : Pemberian POC limbah sayuran dengan konsentrasi 15 ml/liter air, k3 : Pemberian Mol limbah sayuran dengan konsentrasi 25 ml/liter air, k4 : Pemberian POC limbah sayuran dengan konsentrasi 35 ml/liter air, k5 : Pemberian POC limbah sayuran dengan konsentrasi 45 ml/liter air. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah kehijauan daun, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa POC limbah sayuran belum mampu meningkatkan pertumbuhan tanaman mentimun pada tanah aluvial. Pemberian berbagai dosis POC Limbah Sayuran tidak meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman mentimun dengan tolak ukur volume akar, klorofil daun serta berat kering, Pemberian POC limbah sayuran sudah dapat meningkatkan hasil tanaman mentimun dengan konsentrasi efektif 5 ml/liter air. Kata kunci : alluvial, poc limbah sayuran, mentimun.
Kajian Sistem Agribisnis Seledri Dalam Upaya Meningkatkan Keuntungan Usahatani Di Kecamatan Pontianak Utara Maulvhi Ansyor; Ani Muani; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penerapan sistem agribisnis sayuran daun seledri terhadap keuntungan petani di Kecamatan Pontianak Utara. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja di Kelurahan Batu Layang dan Kelurahan Siantan Hilir Kecamatan Pontianak Utara, karena atas pertimbangan daerah ini merupakan daerah dengan populasi petani sayuran daun seledri terbanyak di Kecamatan Pontianak Utara yang berpotensi untuk dikembangkan. Metode analisis yang digunakan pada peneliian ini adalah metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan penelitian survai. Metode kuantitatif dengan menggunakan analisis Chi Square (x) dengan menggunakan SPSS 18. Hasil analisis menunjukan bahwa subsistem agribisnis hulu tidak terdapat hubungan terhadap keuntungan usahatani seledri, subsistem usahatani tidak terdapat hubungan terhadap keuntungan usahatani seledri, subsistem agribisnis hilir tidak terdapat hubungan terhadap keuntungan usahatani seledri dan subsistem jasa penunjang agribisnis tidak terdapat hubungan tehadap keuntungan usahatani seledri dikarenakan penerapan pada petani pada subsistem tersebut belum maksimal dilihat dari keterbatasan lahan pertanian, keterbatasan modal usahatani, dan kurangnya pengetahuan dan pemahaman petani serta keterbatasannya inovasi teknologi serta informasi. subsistem usahataninya seledri masih dalam skala kecil yang petaninya tidak terlalu memperhatikan keuntungan usahataninya serta dalam penerapan usahataninya disesuaikan dengan kemampuan dan ajaran turun temurun. Kata kunci: Kajian Sistem Agribisnis Seledri, Keuntunan Usahatani
ANALISIS KANDUNGAN GIZI DAN PENILAIAN ORGANOLEPTIK KUE BINGKE UMBI-UMBIAN PUTRI, MARDIANA; SKD, Yohana; Lestari, Oke Anandika
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui kandungan gizi kue bingke dan penilaian organoleptik dari kue bingke dengan penambahan umbi-umbian. Penelitian ini dilakukan dengan survei kue bingke di Kota Pontianak dan penilaian organoleptik kue bingke yang dinilai dari kesukaan secara keseluruhan. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 1 faktor yaitu berdasarkan bahan baku umbi. Data yang diperoleh dianalisis dengan Anova taraf uji 5%.  Hasil penelitian menunjukkan penilaian organoleptik kue bingke yang paling disukai secara keseluruhan yaitu toko kue bingke 1. Kandungan gizi yang dihasilkan yaitu kue bingke original memiliki kadar air 64,19%, abu 0,55%, lemak 27,3%, protein 4,82% dan karbohidrat 3,13% . Kue bingke ubi jalar memiliki kadar air 64,64%, abu 0,76%, lemak 21,86%, protein 4,02% dan karbohidrat 8,73%. Kue bingke kentang memiliki kadar air 63,75%, abu 0,62%, lemak 22,07%, protein 4,82% dan karbohidrat 8,73.   Kata Kunci: Bingke, Kentang, ubi jalar.

Page 36 of 191 | Total Record : 1901