cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
Pengaruh Cekaman Aluminium Terhadap Pertumbuhan Tanaman Jagung Pada Kultur Air sholeha sholeha; Dr. Tantri Palupi, SP., M. Si Dr. Tantri Palupi, SP., M. Si; Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si Ahmad Mulyadi, S. Si, M. Si
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 3 (2016): Desember 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i3.16523

Abstract

ABSTRACT Indonesia has the opportunity to be suppliers of corns in the world, but agricultural land is used less and less. The other alternative to make agriculture still running is to use marginal lands as an extension of the land, but it has some obstacles and one of the obstacle is about solubility levels of  aluminum mineral (Al) and iron (Fe) is still high. So that in order to make the land can be planted we have to choose corns varieties that can grow optimally on marginal lands. To obtain corns varieties which is suitable to be cultivated on marginal land, it can be selected in the culture medium of water, because the results can be obtained in a short time. This study aims to determine the level of tolerance of different varieties of corn plants through stress of Al. This research was conducted in the Greenhouse Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, from March to May 2016. Using the method of field experiments in the form of a pattern factorial randomized group design consist of two factors, stress of Al consists of 5 levels: a0 (without Al), a1 (0.1 mM Al), a2 (0.2 mM Al), a3 (0.4 mM Al), a4 (0.8 mM Al) and varieties consists of 3 levels: v1 (Sukmaraga), v2 (Local) and v3 (Bima7). The variables were observed in this research include Al poisoning symptoms,height of plant, the dry weight of the heading  and the dry weight of root. The results of this research indicated that varieties of Sukmaraga and Local were resistant of poisoning on concentration of 0.1 mM and 0.2 mM Al Al. Bima7 variety was resistant of  poisoning Al on concentration of 0.1 mM Al.
PENGARUH JARAK TANAM DAN PUPUK KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL KACANG TANAH DI LAHAN GAMBUT Resi Resi; Dwi Zulfita; Surachman Surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i2.21683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak tanam dan dosis pupukkotoran ayam terbaik pada kacang tanah di lahan gambut and untuk mengetahu iapakah terjadi interaksi antara jarak tanam dan dosis pupuk kotoran ayam padakacang tanah di lahan gambut. Penelitian dimulai dari Maret sampai Mei 2017. Penelitian dilaksanakan di Desa Bintang Mas 2 Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial dengan dua faktor perlakuan terdiri dari jarak tanam (j), dan pupuk kotoran ayam (k). Faktor jarak tanam terdiri dari tiga taraf, yaitu : j1 = 40 cm x 10 cm, j2 = 40 cm x 20 cm, j3 = 40 cm x 30 cm dan faktor pupuk kotoran ayam terdiri dari tiga taraf, yaitu : k1 = 10 ton/ha, k2 = 20 ton/ha, k3 = 30 ton/ha. Masing-masing taraf diulang sebanyak 3 kali, dengan demikian terdapat 27 petak percobaan. Variabel yang diamati meliputi, volume akar (cm3), klorofil daun(spad unit), Berat kering tanaman (g), tinggi tanaman (cm), Jumlah polong per tanaman (buah), berat polong per tanaman (g), Berat100 biji (g), Berat biji per petak (g). Perlakuan jarak tanam yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman kacang tanah di lahan gambut adalah 40 cm x 30 cm sedangkan dosis pupuk kotoran ayam dosis 10 ton/ha merupakan dosis terbaik untuk pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahan gambut. Tidak terjadi interaksi antara jarak tanam dan pupuk kotoran ayam terhadap pertumbuhan dan hasil kacang tanah di lahangambutKata kunci : Jarak Tanam, Kacang Tanah, Kotoran Ayam, Tanah Gambut
ANALISIS PERILAKU KONSUMEN TERHADAP PRODUK KERAJINAN TENUN IKAT DAYAK DESA ENSAID PANJANG KECAMATAN KELAM PERMAI KABUPATEN SINTANG Kuswanto -; Eva Dolorosa; Imelda -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v1i1.492

Abstract

Perilaku konsumen mengenai baik atau tidak baik konsumen terhadap suatu produk dapat dianalisis melalui data tentang keyakinan yaitu tanggapan sebelum menggunakan, evaluasi yaitu tanggapan setelah menggunakan, keyakinan normatif yaitu harapan responden atas peran orang lain dalam turut serta mendorong untuk menggunakan produk dan motivasi yaitu kenyataan orang lain dalam memotivasi untuk menggunakan. Semua data diatas akan berpengaruh terhadap keputusan konsumen dalam membeli dan data tersebut berinteraksi antara satu dengan lainnya untuk mempengaruhi perilaku konsumen dalam menentukan keputusan pembelian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana variabel, keyakinan membeli, evaluasi, keyakinan normatif, dan motivasi mempengaruhi perilaku konsumen dalam pembelian produk kerajinan tenun ikat Dayak Desa Ensaid Panjang Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja yaitu di Desa Enasid Panjang dan kota Sintang dengan pertimbangan bahwa di Desa Ensaid Panjang merupakan sentra kerajinan tenun ikat Dayak dan koperasi jasa menenun mandiri terletak di kota Sintang. Populasi dalam penelitian ini adalah semua orang yang pernah membeli kain tenun ikat dayak minimal sebanyak dua kali pembelian atau membeli lebih dari satu produk. Sumber dan teknik pengumpulan data yang dikumpulkan meliputi data primer dan data sekunder. Analisis data yang digunakan adalah pengujian validitas dan realibilitas serta analisis model multi atribut Fisbhein menurut Mowen dan Minor. Hasil analisis Model Multiatribut dari fishbein terhadap produk kerajinan tenun ikat dayak yang dianalisis melalui variabel keyakinan membeli, variabel evaluasi, variabel keyakinan normatif dan variabel motivasi menunjukan nilai sikap 118,368 yang berada pada kategori baik, oleh karena itu nilai perilaku konsumen atau B > 0, maka perilaku konsumen yang terbentuk terhadap produk kerajinan tenun ikat dayak adalah baik, artinya produk kerajinan tenun ikat dayak memenuhi kreteria konsumen dalam pembelian. Kata Kunci: Perilaku Konsumen, Tenun Ikat Dayak, Multiatribut dari Fishbein.
PENGARUH NAA DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN ANGGREK Cymbidium finlaysonianum Lindl. SECARA IN VITRO Rafi Adista Putra; ASNAWATI ASNAWATI; AGUSTINA LISTIAWATI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28243

Abstract

       Kerusakan alam yang disebabkan oleh penebangan dan konversi lahan mengakibatkan kelestarian habitat anggrek Cymbidium finlaysonianum di alam semakin berkurang. Teknik in vitro merupakan alternatif yang dapat digunakan dalam perbanyakan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek Cymbidium finlaysonianum. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung pada 13 September sampai 22 Desember 2017. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan BAP. Setiap faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,5 ppm, 1,0 ppm, 1,5 ppm, 2,0 ppm. Variabel yang diamati adalah pertambahan jumlah daun, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah akar. Data pengamatan diolah dengan ANOVA dan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan NAA dan BAP secara umum memberikan pertumbuhan yang sama pada anggrek Cymbidium finlaysonianum pada semua variabel pengamatan. Konsentrasi NAA yang efektif untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm. Konsentrasi BAP yang terbaik untuk pertambahan jumlah akar adalah 0,5 ppm.Kata kunci : Anggrek, BAP, Cymbidium finlaysonianum, in vitro, NAA
PENGGUNAAN LUMPUR SAWIT KERING DAN DAUN PAKIS MERAH (Stenochlaena palustris.Bedd) TERHADAP KUALITAS FISIK DAN UJI KIMIAWI PELET KELINCI Isna Isna; Yeti Rohayeti; Duta Setiawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik dan kandungan nutrisi pelet lumpur sawit kering dan daun pakis merah untuk pakan kelinci. Variabel yang diamati adalah kualitas fisik yaitu berat jenis bahan pakan pelet, kerapatan bahan, kerapatan pemadatan tumpukan dan kerapatan pelet serts uji kualitas kimiawi pelet yaitu kandungan protein kasar, lemak kasar, serak kasar dan energi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lumpur sawit kering dan daun pakis merah berpengaruh nyata terhadap berat jenis bahan pakan dengan nilai 0,52g/cm3-0,77g/cm3, kerapatan bahan 0,18g/cm3-0,21g/cm3, kerapatan pemadatan tumpukan 0,20g/cm3-0,24g/cm3, protein kasar 10,54% -13,55% lemak kasar 3,88% -6,15% dan serat kasar 5,80%-7,86%. Penggunaan lumpur sawit kering dan daun pakis merah berpengaruh tidak nyata terhadap kerapatan pelet dengan nilai 0,85g/cm3-1,01g/cm3 dan energi 369,80 kalori - 376,95 kalori. Berdasarkan hasil uji kimiawi, penggunaan lumpur sawit kering dan daun pakis merah menjadi pelet dapat diberikan pada kelinci dewasa.  Kata kunci :  Daun pakis merah, kimiawi pelet, kualitas fisik pelet dan lumpur sawit kering.
Studi Kesuburan Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Yulianto Yulianto; Joni Gunawan; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.261 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4018

Abstract

Studi Kesuburan Tanah Pada Beberapa Penggunaan Lahan Di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Yulianto (1) Joni Gunawan dan Rini Hazriani (2) (1)Mahasiswa (2)Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura, Pontianak ABSTRAK Penelitian ini dilakukan pada beberapa tipe penggunaan lahan yaitu lahan Karet, Padi, Palawija, Semak belukar dengan metode survey lapangan kemudian dilanjutkan dengan analisis di Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Waktu yang diperlukan kurang lebih 4 bulan dimulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap penyajian hasil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status hara dan tingkat kesuburan tanah pada beberapa penggunaan lahan di Desa Pangkal Baru Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang dengan variabel pengamatan yaitu pH, C Organik, N Total, P Tersedia, P Total, K dd, K Total, Ca, Mg, KTK, KB. Upaya untuk mengetahui status hara dan tingkat kesuburan tanah dilokasi penelitian maka diambil 8 sampel tanah pada setiap penggunaan lahan kemudian tanah tersebut dikompositkan menjadi 1 sampel tanah selanjutnya dianalisis di Laboratorium. Hasil analisis di Laboratorium menunjukkan beberapa sifat kimia tanah pada lokasi penelitian memiliki kandungan dan ketersediaan unsur hara yang rendah. Hal ini disebabkan oleh pH tanah pada lokasi penelitian tergolong masam sampai sangat masam. Untuk mengatasi hal tersebut perlu adanya rekomendasi pengelolaan berupa pengapuran pada setiap pengguanan lahan dan kapur yang digunakan adalah kapur Dolomit [CaMg(CO3)2] karena daya netralisir dan kandungan Ca dan Mg nya lebih tinggi dibandingkan jenis kapur lainnya. Kapur yang dibutuhkan untuk tanaman karet adalah 1,67 ton Ca(MgCO3)2/ha dan tanaman palawija adalah 1,97 ton Ca(MgCO3)2/ha. Sedangkan kebutuhan pupuk N dalam pupuk Urea untuk tanaman karet 223,18 kg Urea/ha, tanaman padi 237,48 kg Urea/ha, tanaman palawija 283,29 kg Urea/ha. Kebutuhan pupuk P dalam pupuk SP36 untuk tanaman karet 124,17 kg SP36/ha, untuk tanaman padi 57,6 kg SP36/ha, untuk tanaman palawija 127,06 kg SP36/ha. Kebutuhan pupuk K dalam pupuk KCl untuk tanaman karet 196,57 kg KCl/ha, untuk tanaman padi 99,22 kg KCl/ha, untuk tanaman palawija 99,69 kg KCl/ha. Kata Kunci : Kesuburan Tanah, Status Hara, Penggunaan Lahan, Desa Pangkal Baru
Evaluasi Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Karet (Havea brasiliensis) di Desa Tubang Raeng Kecamatan Jelimpo Kanbupaten Landak. AET AET; Joni gunawan; rossie widya nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15869

Abstract

Sumber daya Lahan merupakan sumber daya alam yang sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia karena sumber daya alam diperlukan dalam setiap kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat atau kelas kesesuaian lahan dan faktor pembatas pengembangan tanaman karet (Havea brasiliensis) serta cara pengelolaan yang sesuai dengan kondisi lahan yang ada di lokasi penelitian. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah survey langsung di lapangan dengan parameter penelitian meliputi; keadaan lingkungan, sifat fisika dan sifat kimia tanah. Keadaan lingkungan yang dapat diamati di lapangan meliputi iklim, bentuk wilayah dan topografi, batuan permukaan dan singkapan, tata guna lahan dan vegetasi, drainase dan tipe luapan air, dan erosi dan bahaya banjir. Sifat fisika tanah yang diamati meliputi warna tanah, tekstur, struktur, konsistensi, kedalaman air tanah, kedalaman efektif. Sifat kimia tanah di analisis di laboratorium, meliputi C-Organik, N-total, P, K, KTK, Na-dd, Tekstur, Ca2+, Mg2+, pH, KB, dan Al-dd. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada lokasi penelitian terdapat 1 satuan peta tanah (SPT) yaitu Typic Kandiudults yang  mempunyai kelas kesesuaian lahan aktual S2-wa,rc,nr dan kelas kesesuaian lahan potensial S2-wal, dengan luas lahan 100 ha dari luas keseluruhan lokasi penelitian. Rekomendasi pengelolaan terdiri dari rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan. Tanah pada lokasi penelitian termasuk kedalam kriteria masam dengan pH 4,83, sehingga perlu dilakukan pengapuran. Perhitungan dilakukan berdasarkan atas kadar Al-dd pada tanah. Kapur yang digunakan adalah kapur dolomit [CaMg(CO3)2]. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan N, P dan K pada lokasi penelitian yang disesuaikan dengan kebutuhan tanaman karet menurut Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jambi (2009) dapat diketahui bahwa pada lokasi penelitian ketersediaan unsur hara N, P dan K tergolong rendah atau belum mencukupi kebutuhan tanaman karet.   Kata Kunci : Karet, Evaluasi Kesesuaian Lahan.
The influence of quail bird fertilizer on the growth and results of plant growth in alluvial soil Ahmad Budiman, Maulidi, Mulyadi Safwan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31572

Abstract

 This study aims to determine the best dose of quail manure to increase growth and yield of squash on alluvial soil. This research was carried out in the experimental garden of the Tanjungpura University Faculty of Agriculture, Ahmad Yani Street starting in December 2017 until March 2018. The design used was a completely randomized design (CRD) consisting of six treatments, four replications and three sample plants. The treatment given was k1 = 150g / polybag, k2 = 300g / polybag, k3 = 450g / polybag, k4 = 600g / polybag, k5 = 750g / polybag, and k6 = 900g / polybag. Variable effects in this study were the amount of leaf chlorophyll, root volume, plant dry weight, fruit weight, fruit length, frit diameter  and number of fruit plant. The reslt of the study showed that luffa plants give a different response towards giving quail manure fertilizer to the variables amount of leaf chlorophyll, root volume, plant dry weight and give a different response to frui weight, fruit length, fruit diameter and number of fruit crops on variable amounts of leaf chlorophyll, root volume, plant dry weight, fruit length and number of fruit diameter,  and gave different responses to fruit weight, fruit length and number of fruit plantations. The results showed that 750 g quail manure diosage gave the highest average for growth and yield compared to other doses.Keywods: alluvial, quail manure, squash.
PENGARUH PUPUK PHONSKA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI INPARA 3 DI TANAH ALUVIAL -, Asmiat; -, Radian; -, Astina
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Padi ( Oryza sativa L.) merupakan tanaman yang mempunyai kandungan karbohidrat yang cukup tinggi dan berperan penting sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa banyak dosis pupuk phonska untuk budidaya tanaman padi varietas Inpara 3 di tanah aluvial. Rancangan yang digunakan adalah metode ekperimen lapangan dengan pola rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor dengan 6 taraf perlakuan.Perlakuan masing-masing diulang sebanyak 4 kali dan setiap ulangan terdiri dari 3 tanaman sampel. Adapun perlakuan sebagai berikut: p0= 0 gram pupuk phonska, p1= 0,3 gram pupuk phonska/polybag, setara dengan 75 kg/Ha, p2 = 0,6 gram pupuk phonska/polybag, setara dengan 150 kg/Ha, p3= 0,9 gram pupuk phonska/polybag,setara dengan 225 kg/Ha, p4= 1,2 gram pupuk phonska/polybag, setara dengan 300 kg/Ha, p5= 1,5 gram pupuk phonska/polybag, setara dengan 375 kg/Ha. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap jumlah anakan dan jumlah anakan produktif, akan tetapi berpengaruh tidak nyata terhadap tinggi tanaman, persentase gabah isi per malai, berat 1000 biji gabah, dan berat gabah per rumpun. Kata kunci : pupuk phonska,pertumbuhan, hasil, padi inpara 3, tanah aluvial
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG GENOTIPE F14 DI LAHAN GAMBUT SISCO LASBUAN IRWANDO
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31604

Abstract

This study aims to examine at the growth and yield of genotypes corn F14 on peat soil. This research was carried out in peat soil area in Rasau Jaya II from 24 January  2 June 2018. The study used a randomized complate block design (RCBD) consisting of five F14 genotypes ( B, C, D, E and F) maize as a treatment and one comperative variety which is Arjuna variety (A), each treatment is made into five groups and six replications. The results showed that F14 genotypes that had good growth were genotypes A, B, C and genotypes that had good results were genotypes D and E.Keywords : growth, maize, peat, results

Page 37 of 191 | Total Record : 1901