cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
RESPON PERTUMBUHAN ANGGREK Coelogyne pandurata Lindl. PADA MEDIA VW TERHADAP PEMBERIAN NAA DAN KINETIN SECARA IN VITRO RANGGA RANGGA; ASNAWATI ASNAWATI; AGUS HARIYANTI
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 1 (2016): April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i1.14397

Abstract

Anggrek Coelogyne pandurata merupakan salah satu anggrek yang yang ada di Kalimantan Barat, namun keberadaannya semakin berkurang dan terancam punah sehingga perlu dikembangkan salah satunya dengan teknik in vitro. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan anggrek C. pandurata terhadap pemberian berbagai kombinasi konsentrasi NAA dan kinetin serta mencari kombinasi konsentrasi yang terbaik untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW secara in vitro.  Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjugpura Pontianak dari tanggal  07 September sampai 11 Desember 2015.  Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial yang terdiri dari dua faktor yaitu NAA dan kinetin.  Setiap faktor terdiri dari 4 taraf konsentrasi yaitu 0,1 ppm, 0,5 ppm, 1,0 ppm dan 1,5 ppm.  Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi waktu terbentuk akar (hari), jumlah akar (helai), waktu terbentuk tunas (hari), jumlah tunas (buah) dan pertambahan jumlah daun (helai).  Hasil penelitian menunjukkan pemberian berbagai kombinasi konsentrasi NAA dan kinetin secara umum belum memberikan respon pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW yang berbeda terhadap waktu terbentuk akar, waktu terbentuk tunas, jumlah tunas dan pertambahan jumlah daun, tetapi memberikan respon pertumbuhan yang berbeda terhadap jumlah akar.  Kombinasi konsentrasi yang efektif untuk pertumbuhan anggrek C. pandurata pada media VW terhadap jumlah akar adalah 0,5 ppm NAA dan 0,1 ppm kinetin yaitu 8,22 helai.
PENGARUH BOKASI AKAR PAKIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL ASTERIA ANDRIANTI MARSELA; DWI ZULFITA; SURACHMAN SURACHMAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 1 (2018): Februari 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i1.22262

Abstract

PENGARUH BOKASI AKAR PAKIS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BUNCIS PADA TANAH ALUVIAL Asteria Andrianti Marsela1), Dwi Zulfita2), Surachman3),1)Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Staf Pengajar Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak  ABSTRAK  Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi akar pakis yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil buncis pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan  di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian ini dimulai dari tanggal 5 Mei 2017 sampai dengan 5 Juli 2017. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 3 sampel, sehingga terdapat 75 tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu : b1 = 5 % bokasi setara dengan 500 g/polybag, b2 = 10 % bokasi setara dengan 1000 g/polybag, b3 = 15 % bokasi setara dengan 1.500 g/polybag, b4 = 20 % bokasi setara dengan 2.000 g/polybag, b5 = 25 % setara dengan 2.500 g/polybag. Variabel pengamatan yang diamati  adalah volume akar, klorofil daun, luas daun, berat kering tanaman, umur berbunga, jumlah polong/tanaman, panjang polong/tanaman, dan berat polong/tanaman. Hasil penelitian menunjukkan tidak diketemukannya pemberian bokasi akar pakis yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil buncis tetapi dosis yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil buncis ditunjukkan pada tanaman buncis yang diberi dosis 5 % dari berat tanah aluvial 10 kg.  Kata kunci :  bokasi akar pakis,buncis,tanah aluvial 
PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KOTORAN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH ALLUVIAL Yessy Anggrayni; Putu Dupa Bandem; Achmad Mulyadi Sirojul
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.1204

Abstract

Kailan is one of the cabbage family vegetables to meet the nutritional needs of the community. Kailan on alluvial soil cultivation faced several obstacles, such as texture clay, topsoil is shallow, nutrient content and low organic matter and soil acidity level is high enough. One of the organic material that can be used to solve problems in the cultivation kailan alluvial soil is rabbit droppings. This study aimed to determine the effect of fertilizer and looking for the best rabbit dung and crop growth on soil aIluvial kailan. This study uses a pattern completely randomized design (CRD), which consists of 5 treatments and 5 replications. Each quiz consists of 4 samples of plants, so that a total number of 100 plants. The treatment in question is as follows: k0 = Without rabbit manure, k1 = 94 g/polybag rabbit manure, k2 = 446 g/polybag rabbit manure, k3 = 797 g/polybag rabbit manure, k4 = 1149 g/polybag rabbit manure. The variables measured were: leaf chlorophyll (spad unit), the top of the plant fresh weight (g), leaf area (cm2), root volume (cm3) and dry weight of plant (g). Provision of rabbit manure on crops kailan in alluvial soil significantly influenced all variables observations. The best results are indicated in the treatment with a dose k2 of 446 g/polybag for leaf chlorophyll content with the result of 45,76 spad unit, the top of the plant fresh weight by 19,44 g yield, leaf area to yield 14,14 cm2, root volume with results 4,4 cm3 and dry weight of plants to yield 5,68 g. Keywords: Kailan, Rabbit manure, Soil Alluvial
Analisi Nilai Tambah Dodol Kelapa Di Desa Parit Bugis Kecamatan Segedong Kabupaten Pontianak Mayasari, Ria; SP.MM, Nurliza; Suyatno. MP, Ir. Adi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai tambah pengolahan dodol kelapa pada usaha kecil rumah tangga di Desa Parit Bugis Kecamatan Segedong. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey. Analisis data yang dilakukan dengan menggunakan analisis nilai tambah metode Hayami. Nilai tambah dipengaruhi oleh kapasitas produk, jumlah bahan baku, tenaga kerja, harga output, upah TK, harga bahan baku dan input lain. Hasil penelitian menunjukkan nilai tambah yang diperoleh dari satu kilogram bahan baku pada setiap usaha kecil rumah tangga pengolahan dodol kelapa berbeda, yaitu masing-masing sebesar Rp 2.404.550, Rp 1.799.350, Rp 1.654.125. Kata Kunci: Nilai Tambah, Dodol Kelapa, Metode Hayami
PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI JENIS BOKASHI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH PADA TANAH ALLUVIAL razibullah man
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32258

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis bokashi yang terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah alluvial. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak yang berlangsung 26 Januari 2018 sampai  27 Maret 2018. Metode yang digunakan adalah Percobaan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 4 perlakuan, 6 ulangan, dan 16 tanaman sampel. Pemberian berbagai jenis bokashi diantaranya p1 = 20 ton/ha bokashi limbah cincau, p2 = 20 ton/ha bokashi limbah sayuran, p3 = 20 ton/ha bokashi eceng gondok dan p4 = 20 ton/ha bokashi kumpai. Pengamatan yang dilakukan yaitu tinggi tanaman, jumlah anakan, berat kering tanaman, jumlah umbi per rumpun, berat segar umbi per rumpun, berata segar umbi per petak, berat kering angin umbi per rumpun dan berat kering angin umbi per petak. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa belum di temukan jenis bokashi terbaik untuk pertumbuhan dan hasil bawang merah pada tanah alluvial. Pemberian bokashi limbah cincau, limbah sayuran, eceng gondok dan kumpai memberikan pertumbuhan dan hasil bawang merah yang sama pada tanah alluvial. Kata kunci : alluvial, bawang merah, bokashi   
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI PADI SAWAH DI DESA SEMANGA KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS ETI UTARI; ADI SUYATNO; ABDUL HAMID A.YUSRA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.24785

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pendapatan dan analisis rasio penerimaan dan biaya (R/C rasio) usahatani padi sawah di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Responden yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 44 orang dari populasi petani padi sawah sebesar 420 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata pendapatan yang diperoleh petani responden di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas pada musim tanam pertama sebesar Rp 1.019.956,00 per 0,23 hektar atau Rp 4.434.591,00 per hektar. Nilai R/C ratio usahatani padi sawah di Desa Semanga Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas pada musim tanam pertama sebesar 1,56 yang berarti setiap Rp 1,00 biaya yang dikeluarkan dalam usahatani padi sawah yang dilakukan di Desa Semanga akan memperoleh penerimaan sebesar Rp 1,56 dengan keuntungan yang di peroleh sebesar Rp. 56,00.Kata Kunci:  Analisis Pendapatan, Biaya, Penerimaan, R/C ratio, Padi Sawah,
STUDI KERAGAMAN JENIS LALAT BUAH (Bactrocera spp.) PADA PERTANAMAN PEPAYA (Carica papaya l) DI SIANTAN HULU KECAMATAN PONTIANAK UTARA -, Sarianawati; -, Sarbino; Syahputra, Edy
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lalat buah merupakan salah satu hama yang menyerang tanaman pepaya di Siantan Hulu, Pontianak. Hingga kini jenis-jenis lalat buah serta obat pembasmi lalat buah tersebut belum pernah dilaporkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keragaman lalat buah pada pertanaman tersebut. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pemasangan trapping menggunakan methyl eugenol dan rearing buah yang terserang. Identifikasi lalat buah dilakukan dengan pendekatan karakter morfologi eksternal selanjutnya dibandingkan dengan kunci determinasi. Indeks keragaman lalat buah dihitung dengan indeks keragaman Shannon. Hasil penelitian menunjukan bahwa dari perangkap diperoleh 3 jenis lalat buah yaitu Bactrocera papayae, B. umbrosa dan B. zonata, sedangkan dari rearing ditemukan satu jenis lalat buah yaitu B. papayae. Indeks keragaman lalat buah sebesar 0,04 (H' < 1,0) dengan B. papayae sebagai jenis lalat buah yang dominan. Kata kunci : Bactrocera, Lalat buah, Methyl eugenol, Pepaya.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG MANIS TERHADAP PUPUK KANDANG KOTORAN SAPI DAN KAPUR DOLOMIT PADA TANAH ALUVIAL Holitia Maharani; Iwan Sasli; Eddy Santoso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.32137

Abstract

This study aims to see the interaction between cow manure and dolomite lime on the growth and yield of sweet corn on tan on aluvial soil. Research conducted at the District Sibawek Mempawah Hulu Landak. This study uses a randomized block design (RAK) factorial design with two factors and three replications. The first factor is giving cow manure 3 levels: p1 (giving cow manure) 10,000kg/ha equivalent to 4 kg/bedengan, p2 (giving cow manure) 20,000kg/ha equivalent to 8 kg/bedengan, p3 (giving cow manure) 30,000kg/ha equivalent to 12 kg/bedengan and second factor giving dolomite lime with 3 levels: k1 (dolomite lime) 0.90 kg dolomite/ha equivalent to 0.36g/bedengan, k2 (dolomite lime) 1.26kg/ha equivalent to 0.50g/bedengan and k3(dolomite lime) 1.51kg of dolomite/ha equivalent to 0.60g/bedengan.Variables observed included plant height, flowering age, number of leaves, ear length of plant, ear diameter and ear weight of plant. The 5% BNJ test results that there are interactions on the administration of cow manure and dolomite lime on the cob variable, which is shown in the treatment of p2k2 ( 8kg cow manure / beds and 0,50 g dolomite lime / beds).
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR ASAL BUAH-BUAHAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN CABAI PADA TANAH GAMBUT Indra Wijaya; Rini Susana; Patriani Patriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28739

Abstract

Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura yang memiliki banyak kandungan gizi dan vitamin. Umumnya tanaman cabai membutuhkan unsur hara yang cukup dalam pertumbuhan dan perkembangannya agar hasilnya dapat maksimal. Unsur hara dalam tanah tidak sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sehingga diperlukan penambahan unsur hara melalui pupuk organik cair asal buah-buahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi terbaik pupuk organik cair asal buah-buahan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada tanah gambut. Penelitian ini dilaksanakan di lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak, pada bulan November 2017 sampai Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan5 taraf perlakuan yaitu k1 (5 ml/l), k2 (20 ml/l), k3 (35 ml/l), k4 (50 ml/l), k5 (65 ml/l). Masing-masing perlakuan diulang sebanyak 5 kali dengan 4 tanaman sampel. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, waktu berbunga, berat kering tanaman, panjang buah, diameter buah, jumlah buah, berat buah per tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair asal buah-buahan yang terbaik tidak ditemukan dalam penelitian ini namun konsentrasi 65 ml/l pupuk organik cair dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai pada tanah gambut. Kata  kunci:  cabai, gambut, pupuk organik cair asal buah-buahan
INVENTARISASI PARASITOID LALAT BUAH (Bactrocera sp.) DI PERTANAMAN HORTIKULTURA DI KOTA SINGKAWANG Harjuno, Ryan; Ramadhan, Tris Haris; Sarbino, Sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Singkawang adalah salah satu wilayah yang terkenal sebagai sentra tanaman hortikultura di Kalimantan Barat. Serangan lalat buah menjadi salah satu sebab turunnya produksi tanaman hortikultura di Kota Singkawang, khususnya tanaman buah – buahan dan sayuran buah. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi lalat buah , mengetahui jenis lalat buah dan parasitoid lalat buah serta melihat tingkat serangan parasitoid lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman hortikultura di Kota Singkawang. Metode penelitian yang digunakan adalah survey lapangan dengan tekhnik purposive sampling. Tanaman sampel yang diambil dari lokasi diantaranya 10%  dari total populasi tanaman di lokasi penelitian. Buah yang dijadikan contoh adalah buah yang ada pada pohon dan buah yang sudah jatuh di tanah. Buah yang terserang lalat buah dari lapangan dibawa ke Laboratorium Hama Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Larva instar III yang ada di buah diambil dan dipelihara dalam gelas plastik berdiameter 8 cm dengan tinggi 13 cm. Lalat buah dan parasitoid yang muncul diidentifikasi berdasarkan morfologinya. Jenis lalat buah yang diperoleh dari pemeliharaan, yaitu Bactrocera dorsalis, Bactrocera cucurbitae, Bactrocera albistrigata dan Bactrocera carambolae. Jenis parasitoid yang diperoleh, yaitu Psyttalia incisi Silv., Fopius Arisanus Sonan., dan Psyttalia fletcheri. Semua spesies parasitoid termasuk dalam Famili Braconidae. Tingkat pemarasitan dan keragaman parasitoid di pertanaman hortikultura Kota Singkawang tergolong rendah yaitu 2,41%  dan H’ = 1,08 dengan  Psyttalia fletcheri sebagai spesies yang paling dominan.

Page 43 of 191 | Total Record : 1901