cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
UJI PREFERENSI BEBERAPA JENIS BAHAN UNTUK DIJADIKAN UMPAN TIKUS SAWAH ( Rattus argentiventer ) Dedi, Dedi; Sarbino, Sarbino; Hendarti, Indri
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tikus sawah (Rattus argentiventer Rob & Kloss) merupakan hama utama padi di Indonesia. Pemilihan jenis umpan yang tepat merupakan salah satu keefektifan dalam pengendalian tikus secara kimiawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui preferensi tikus sawah terhadap jenis-jenis bahan untuk pembuatan umpan tikus sawah. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Cendrawasih Kecamatan Kakap Kabupaten Kubu Raya, mulai tanggal 4 September 2012 sampai 4 Desember 2012. Penelitian ini menggunakan metode survey, yaitu dengan pemasangan umpan-umpan pada lahan sawah yang terserang tikus. Umpan dipasang sebanyak 15 unit, setiap unit terdiri atas 9 macam umpan yaitu : ikan teri, ubi kayu,mie instant, kelapa sangrai, kelapa bakar, beras, gabah, rebon dan jagung pipil, jarak antar unit umpan 50 m. Preferensi ditentukan berdasarkan nilai SDR dari masing-masing bahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ikan teri merukan jenis umpan yang paling disukai dengan nilai SDR 19,54 yang kemudian disusul mie instan 13,69 %, kelapa sangrai 12,38 %, jagung 11,73 %, rebon 11,08 %, kelapa bakar 9,12 %, ubi kayu dan gabah 7,82 % serta beras 6,84 %. Kata kunci : Preferensi, Tikus sawah, Umpan.
RESPON PERTUMBUHAN DAN HASIL BAWANG MERAH TERHADAP KONSENTRASI AUKSIN PADA TANAH GAMBUT haryandi, haryandi; Nurjani, Nurjani; Safwan, Mulyadi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research aims to determine the effect and the best dose of Atonik ZPT use on the growth and yield of shallot plants on peatlands. The research was conducted in experimental garden of Faculty of Agriculture of Tanjungpura University from July to September 2017. This research used Completely Randomized Design (RAL) consisting of 5 treatments with 5 replications. Each replication consists of 4 plant samples, so the total number is 100 plants. The treatments were as follows: a1 = Atonic Concentration of 0.25 cc / liter, a2 = Atonic Concentration of 0.50 cc / liter, a3 = Atonic Concentration of 0.75 cc / liter, a4 = Atonic Concentration of 1, 00 cc / liter and a5 = Atonik Concentration of 1.25 cc / liter. Observation variables include: plant height, number of tubers per hill, fresh weight of tubers per hill, dry weight of tuber bulbs per hill and weight per unit of tubers. Based on the result of research that, giving of Atonik Concentration does not influence to plant height, number of tuber per hill, fresh weight of tuber per hill, dry weight of tuber bulb per hill and weight per unit of tuber.key word: shallot, Atonik Concentration, peatlands.
The Effect of Banana Peel Compost on the Growth and Yield of Spring Onion in Alluvial Soil ANGELINA, ANGELINA; HADIJAH, SITI; ANGGOROWATI, DINI
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (163.552 KB)

Abstract

The Effect of Banana Peel Compost on the Growth and Yield of Spring Onion in Alluvial SoilAnggelina1, Siti Hadijah2, Dini Anggorowati3 1Agriculture; Faculty University of Tanjungpura2Agriculture; Faculty University of Tanjungpura3Agriculture; Faculty University of Tanjungpurae-mail*anggelina.lina888@gmail.com  ABSTRAKSpring Onion (Allium fistulosum L) is one of prospective horticultural crops, which can be  cultivated intensively in West Kalimantan. Alluvial soil is the soil type that can be used to cutivate this crop. However, this soil type should be enriched with organic compost, such as compost which was made of banana “Kepok” feel, in order to improve the soil structure, which then can help to increase the growth of onion spring. This treatment expected to make the  soil structure be more optimum for the plant root development and growth. This research aimed to determine the best dosage of banana peel compost for the growth and yield of onion spring on alluvial soil. This research has been conducted at the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, from December 20th, 2017 to January 31st, 2018.  This research has been designed in a Completely Randomized Design (CRD). The treatment was set in 5 level doses of banana peel compost, with 5 replications, which were P0 = without compost, P1= 250 g compost/polybag or equal to 10 ton compost/ha, P2 = 375 g compost/polybag or equal to 15 tons/ha, P3 = 500g compost/polybag or equivalent 20 tons/ha, and P4 = 625 g compost/polybag or equivalent to 25 tons/ha. The observed variables in this study were plant height, number of leaves, number of tillers, root volume and fresh weight of the plant. The results showed that application of banana peel compost on alluvial soil showed good response significantly to the plant height variable, but showed an average good response to the other observed variables of leaf numbers, number of seedlings, root volumes and fresh weight of the plant.Keywords: Alluvial, Banana peel, Compost, Spring Onion
PERANAN CENDAWAN ENDOFIT DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN FUSARIUM OXYSPORUM PENYEBAB PENYAKIT KUNING PADA TANAMAN LADA (PIPER NIGRUM L.) SECARA IN VITRO wulan, wahyu sri; suswanto, iman; sarbino, sarbino
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan dominansi cendawan endofit yang diisolasi dari jaringan batang tanaman lada yang sakit dan sehat serta mengetahui peranan cendawan endofit dalam menghambat pertumbuhan Fusarium oxysporum penyebab penyakit kuning secara In vitro. Penelitian ini berlangsung selama ± 3 bulan di Laboratorium Penyakit Tanaman Fakultas Pertanian Untan. Cendawan diisolasi berdasarkan dua kriteria yaitu tanaman yang terserang penyakit kuning dan  tanaman sehat. Masing-masing kriteria diambil 5 sampel secara purposif. Hasil isolasi diperoleh tanaman sehat memiliki cendawan endofit sebanyak 19 jenis, sedangkan tanaman sakit terdapat 7 jenis cendawan. Cendawan yang mendominasi tanaman sehat adalah Trichoderma harzianum sedangkan tanaman sakit didominasi oleh cendawan F. oxysporum. Nilai koefisien komunitas yang didapatkan sebesar 22.88%. Sebagian besar cendawan endofit yang ditemukan mampu berperan dalam menghambat pertumbuhan cendawan Fusarium oxysporum secara in vitro. Kata Kunci: Cendawan Endofit, Fusarium oxysporum, in vitro, Penyakit Kuning, Tanaman Lada
FORMULASI SIRUP JERUK SAMBAL (CITRUS AMBLYCARPA) DENGAN PENAMBAHAN BUAH NANAS (ANANAS COMOSUS (L.) MERR) GUSTINI, GUSTINI; PRIYONO, SUKO; HARTANTI, LUCKY
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 6, No 2 (2017): Oktober 2017
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan komposisi sari buah jeruksambal dan nanas dalam pembuatan sirup yang menghasilkan sifat fisikokimiadan sensori terbaik. Rancangan penelitian yang digunakan adalah RancanganAcak Kelompok (RAK) dengan satu perlakuan yaitu formulasi jeruk sambaldengan penambahan buah nanas yang terdiri dari enam taraf yaitu 100ml : 0ml,80ml : 20ml, 60ml : 40ml, 40ml : 60ml, 20ml : 80ml dan 0ml : 100ml. Variabelyang diamati adalah karakter fisikokimia dan sensori. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas yangdihasilkan memiliki kandungan vitamin C berkisar antara 27,5-38,5 mg/100g, pH2,97-4,7, total asam 6,65-52,25%, total padatan terlarut 66,37-67,95 0Brix.Formulasi sirup jeruk sambal dengan penambahan buah nanas berpengaruh nyataterhadap vitamin C, pH, total asam sirup, namun berpengaruh tidak nyata terhadaptotal padatan terlarut sirup yang dihasilkan. Berdasarkkan uji fisikokimia dansensori, formulasi sirup 80ml : 20ml menghasilkan nilai perlakuan (NP): 1,02sebagai perlakuan terbaik dengan karakter fisikokimia yaitu vitamin C36,3mg/100g, pH 3,07, total padatan terlarut 66,5 0Brix, dan total asam 52,25%,dan karakter sensori adalah aroma 3,83 (wangi jeruk), rasa 3,9 (manis) dan warna3,06 (agak kuning).Kata kunci : formulasi, fisikokimia, jeruk sambal, nanas, sensori, sirup
INTENSITASSERANGAN PENYAKIT BLAS (Pyricularia oryzae Cav.) PADA PADI LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI ITIK KECAMATAN SUNGAI KAKAP Herly Annisa; Sarbino Sarbino; Fadjar Rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26565

Abstract

ABSTRACTPyricularia oryzaeis one of the important pathogen in rice. Blast disease can decreasing the yield of rice production in various countries in the world. This study aims to determine diease incidence and disease severity of blast at Desa Sungai Itik, both in leaves and  panicles. This research was conducted from July to December 2017. The research was conducted in Desa Sungai Itik Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya. The variables used were disease severity and disease insidence both on leave and panicle.Blast disease was found both at leave and panicles. The disease severity of leaf between 51,85% - 59,25% and  at panicle 48,87% - 71.35%. There was a positive correlation between leaf blast and neck blast.Keywords: Disease Insidence, Disease Severity, Correlation, Pyricularia oryzae, Rice.
PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING BENI, BENI; RAHMIDYANI, RAHMIDYANI; ABDURRAHMAN, TATANG
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.413 KB)

Abstract

PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KAKAO TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERUNG PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNINGBeni 1), Rahmidyani 2), Tatang Abdurrahman 2)1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan 2) Dosen Fakultas PertanianUniversitas Tanjungpura Pontianak.ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis terbaik kompos kulit buah kakao terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning. Penelitian ini berlangsung dari tanggal 19 maret sampai 7 juni 2017, penelitian dilaksanakan di Kampung Berungkat Kecematan Sekayam Kabupaten Sanggau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari 6 perlakuan dan 5 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel, jumlah keseluruhan sebanyak 90 tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah k1= 300 g/polybag kompos kulit buah kakao, k2= 600 g/polybag kompos kulit buah kakao, k3= 900 g/polybag kompos kulit buah kakao, k4= 1.200 g/polybag kompos kulit buah kakao, k5= 1.500 g/polybag kompos kulit buah kakao dan k6= 1.800 g/polybag kompos kulit buah kakao. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman, jumlah buah per tanaman, berat buah per tanaman dan berat buah per buah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompos kulit buah kakao dengan 900 g/polybag merupakan dosis efektif terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terung pada tanah podsolik merah kuning.Kata Kunci: kompos kulit buah kakao, podsolik merah kuning, terung
PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PETSAI PADA TANAH ALLUVIAL RAMLI RAMLI; DWI ZULFITA; MULYADI SAFWAN
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (89.005 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v3i1.3349

Abstract

PENGARUH KOMPOS KULIT BUAH KOPI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PETSAI PADA TANAH ALUVIAL Ramli (1), Dwi Zulfita (2), Mulyadi Safwan (2) (1) Mahasiswa Fakultas Pertanian dan (2) Staf Pengajar Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak Kulit buah kopi dapat diolah menjadi kompos atau pupuk organik sebagai pengganti pupuk kimia yang dapat menyediakan unsur hara bagi tanaman. Tanaman petsai merupakan salah satu komoditas sayuran yang mempunyai nilai ekonomi tinggi dan mengandung gizi yang cukup tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian kompos kulit buah kopi terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman petsai pada tanah alluvial. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 1 faktor perlakuan yaitu factor pemberian kompos kulit buah kopi (K) yang terdiri dari 6 taraf yaitu k0 (tanpa pemberian kompos kulit buah kopi), k1 (27 g/polibag), k2 (368 g/polybag), k3 (709 g/polybag), k4 (1,050 g/polybag), k5 (1,391 g/polybag). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah jumlah daun (helai), luas daun total (cm2), kehijauan daun (spad unit), volume akar (cm3), berat segar tanaman (g), berat kering tanaman (g), pengamatan suhu dan kelembaban di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos kulit buah kopi memberikan pertumbuhan dan hasil yang tidak berbeda terhadap tanaman petsai pada tanah alluvial. Dosis kompos kulit buah kopi yang efektif untuk pertumbuhan dan hasil tanaman petsai pada tanah alluvial adalah 1,050 g/polybag. Kata kunci : Aluvial, Petsai, Kompos Kulit Buah Kopi
PENGARUH METODE PEMATAHAN DORMANSI TERHADAP VIABILITAS BENIH SIRSAK MASTORA SIMANJUNTAK; wasian wasian; asnawati asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10763

Abstract

Benih sirsak merupakan benih yang memiliki kulit biji yang keras, sehingga benih sirsak merupakan benih dorman yang baru akan mulai berkecambah sekitar empat minggu setelah penyemaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pematahan dormansi yang terbaik terhadap viabilitas benih sirsak. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor yaitu upaya pematahan dormansi benih sirsak yang terdiri dari 6 perlakuan, yaitu: A ( Perendaman Air Selama 30 menit), B (Perendaman KNO3 3% Selama 30 menit), C (Perendaman H2SO4 8% Selama 20 menit), D (Skarifikasi + Perendaman Air Selama 30 menit), E (Skarifikasi + Perendaman KNO3 1,5% Selama 30 menit), F (Skarifikasi + Perendaman H2SO4 4% Selama 20 menit). Setiap perlakuan menggunakan 25 biji sirsak dan terdiri dari 4 ulangan. Penelitian dilakukan di laboratorium Agronomi dan dilapangan dengan membuat rumah penelitian dari plastik. Hasil analisis keragaman menunjukan bahwa semua perlakuan berpengaruh tidak nyata pada semua variabel pengamatan (kadar air, daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh dan kecepatan tumbuh). Semua perlakuan pada umumnya tidak mempercepat pematahan dormansi benih sirsak.
THE EFFECT OF COMBINATION OF CHICKEN MANURE AND KCl ON THE GROWTH AND YIELD OF SHALLOT ON ALUVIAL SOIL murni kizie
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.30613

Abstract

                Shallots (Allium ascalonicum L.) is a horticultural commodity classified as spice vegetables which has many benefits and high economic value. Efforts to increase the production of shallots in West Kalimantan can be carried out on various types of soil, including alluvial soils. The purpose of this research was to obtain the best dose combination of chicken manure with KCl on the growth and yield of shallots on alluvial soil. The study was conducted in the village of Parit Bugis, Segedong District, Mempawah Regency. The study began on May 21 2018 to August 19 2018. This study used a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatment levels, namely A =              50 g / chicken manure plants equivalent to 10 tons / ha and 1.5 g KCl / plants equivalent to 300 kg / ha, B = 75 g / chicken manure plants equivalent to 15 tons / ha and 1.25 g        KCl /plants equivalent to 250 kg / ha, C = 100 g / chicken manure plants equivalent to                   20 ton / ha and 1 g KCl / plant equivalent to 200 kg / ha, D = 125 g / chicken manure plants equivalent to 25 tons / ha and 0.75 g KCl / plant equivalent to 150 kg / ha, E =         150 g / chicken manure crops equivalent to 30 tons / ha and 0.5 g KCl / plants equivalent to 100 kg / ha. Each treatment was repeated 5 times and each replication consisted of       3 sample plants so that the plants totaled 75 plants. The variables observed in this study were plant height (cm), number of leaves per clump (strands), number of tubers per clump (fruit), fresh weight of tubers per clump (g), dry weight of tubers per clump (g). The results showed that the combination of chicken manure and KCl gave an unreal effect on all observation variables.Keywords: alluvial, chicken manure and KCl, Shallot.

Page 42 of 191 | Total Record : 1901