cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
PENGARUH BEBERAPA JENIS ABU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH GAMBUT Mulyana, Sri; Susana, Rini; Anggorowati, Dini
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah gambut sebagai medium tumbuh tanaman dibatasi sifat gambut yang masam, kejenuhan basa rendah, kadar P, K dan Ca rendah, sehingga perlu upaya untuk membuat gambut siap digunakan untuk budidaya kailan. Kendala lain yang dihadapi pada budidaya kailan di tanah gambut adalah pH yang tidak sesuai dengan pertumbuhan kailan. Pemberian beberapa jenis abu yaitu abu serbuk kayu, abu sekam padi, abu sabut kelapa dan abu tandan kosong sawit diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh pemberian beberapa jenis abu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kailan di tanah gambut. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari 4 perlakuan dengan 6 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari 4 sampel. Variabel yang diamati adalah jumlah daun, luas daun, berat segar tanaman, berat kering tanaman, tinggi tanaman, volume akar, pH tanah.Pemberian abu serbuk kayu dengan takaran 252,60 g/3 kg tanah memberikan pengaruh terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman kailan dibandingkan dengan pemberian abu sekam padi, abu sabut kelapa dan abu tandan kosong sawit.Kata kunci: Gambut, jenis abu, kailan
Biology of Stink Bug (Nezara viridula Linnaes, Hemiptera: Pentatomidae) with Long Beans as a Feed (Vigna sinensis L.) in Laboratory Fitri Muthiah; Dr. Ir. Tris Haris Ramadhan, MP Dr. Ir. Tris Haris Ramadhan, MP; Ir. Indri Hendarti, M.Sc Ir. Indri Hendarti, M.Sc
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28281

Abstract

 Muthiah Fitri (1), Ramadhan Haris. T (2), Hendarti Indri (3)(1) Student of Faculty of Agriculture and (2) Lecturer Staff of Agriculture FacultyUniversity of Tanjungpura Pontianak  ABSTRACTStink bug Nezara viridula (L.) is one of the pests that attacks the nuts plantation, including long beans. This study aims to determine the biology of stink bug on the long bean (Vigna sinensis) in the laboratory. The research was conducted in the laboratory of Plant Pest Faculty of Agriculture of Tanjungpura University for about 4 months. Stink bug were rearing in jars that are hollowed under its bottom and covered with gauze, jars are used in reverse. Long bean as a feed was replaced every 2 days. The observations were made on 100 individu as a cohort divided into 10 jars, 1 jar there are 10 individual of stink bugs. The results showed that: the development period of Nezara viridula (L.) from hatching to adult ranged from 25 - 35 days, the stage of eggs ranged between 5 - 9 days. The nymph consists of 5 instars, the duration of first instar stage were (4 - 5 days), second instar were (5 - 11 days), third instar (5 - 12 days), fourth instar (6 - 12 days), and fifth instar (9 - 16 days). The sex ratio of stink bug on the long bean is 1 : 1. The period life of male adult ranged from 1 - 81 days and female adult ranged from 12 - 86 days. Pre-oviposition periods range from 15 - 47 days (average 10.19 days). The post-oviposition period ranges from 2 - 47 days (average 12.50  days). Egg fertility ranges from 0% - 96.47%. Egg height ranges from 0.59 to 0.62 mm. The number of eggs produced ranged from 113 to 780 eggs (an average of 320 eggs). The mortality of the first instar nymph was (20%), second instar (8,75%), third instar (6,84%),  fourth instar (13,27%), and fifth instar (27,11%). Keywords: Biology, Long beans (V. sinensis),  N. viridula (L)
KAJIAN STATUS KESUBURAN TANAH PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA KARIMUNTING KECAMATAN SUNGAI RAYA KEPULAUAN KABUPATEN BENGKAYANG Tarmiji, Rita Hayati Abdul Mujib Alhadad
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Desa Karimunting merupakan satu diantara daerah di Kalimantan Barat yang mengalihkan fungsi hutan menjadi peruntukan lain seperti pemukiman, kebun kelapa sawit, kebun kelapa dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status kesuburan tanah pada beberapa tipe penggunaan lahan di Desa Karimunting, Kecamatan Sungai Raya Kepulauan, Kabupaten Bengkayang. Variabel pengamatan terdiri dari pH, C-organik, KTK, N-total, KB, P-tersedia, P-total, K-total, dan K-dd. Penelitian ini berlangsung selama 4 bulan. Penelitian ini mencakup tiga tipe penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, kebun kelapa sawit dan kebun kelapa lokal. Analisis data menggunakan Uji-T untuk mentukan perbedaan status kesuburan tanah di hutan sekunder, perkebunan kelapa sawit, dan perkebunan kelapa lokal. Hasil analisis kesuburan tanah dalam bentuk data kualitatif disajikan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa status kesuburan pada lokasi kelapa lokal dan kelapa sawit sangat berbeda nyata pada pH, C-Organik, KTK, N-Total, dan Kejenuhan basa. pH, KB dan K-dd tanah pada lokasi hutan sekunder dan kelapa sawit sangat berbeda nyata. Status kesuburan tanah pada hutan sekunder tergolong sangat rendah, sedangkan untuk kelapa lokal dan kelapa sawit tergolong rendah. Kata Kunci: Desa Karimunting, Status Kesuburan Tanah, Tipe Penggunaan Lahan
EKSPLORASI CENDAWAN PELARUT FOSFAT DARI TIGA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI DESA KAYU TANAM KECAMATAN MANDOR KABUPATEN LANDAK Sartono Sutarman Asrifin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.25070

Abstract

ABSTRAKUnsur fosfat adalah unsur hara esensial kedua setelah nitrogen. Perannya tidak dapat digantikan oleh unsur yang lain. Ketersediaan fosfat umumnya rendah di dalam tanah dikarenakan mudah terikat oleh unsur lain Fe, Al, Ca dan Mg. Mikrobia yang dapat melarutkan fosfat menjadi penting dalam sistem pertanian. Tujuan penelitian ini untuk mengkoleksi dan mempelajari sebaran cendawan yang dapat melarutkan fosfat pada tiga tipe penggunaan lahan, menguji kemampuan cendawan dalam melarutkan fosfat yang di isolasi dari beberapa penggunaan lahan yakni lahan karet, lahan sawit dan lahan ubi kayu di Desa Kayu Tanam Kecamatan Mandor Kabupaten Landak. Isolasi cendawan pelarut fosfat (CPF) dilakukan menggunakan media pikovskaya CaPO4 sebagai sumber P dengan metode pengenceran (dilution method). Sedangkan penghitungan kelimpahan CPF dengan metode (colony counter) dengan ketetapan standart (plate count). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hanya ditemukan cendawan pelarut fosfat (CPF) pada sumber P CaPO4 yakni isolat SP1,SP3, dan SP5. Isolat CPF CaPO4 memiliki indeks pelarutan terbesar adalah SP5 sebesar 515 mm2. Kelimpahan populasi CPF meningkat pada lahan yang P tersedia rendah dibandingkan P tersedia tinggi.Kata kunci : Fosfat, ultisol, karet, sawit, ubi kayu, cendawan.
PENGARUH PUPUK KANDANG KOTORAN AYAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI SAWAH DENGAN METODE SRI Akino, Hendri; Muhammad, Kiswan; Budi, Setia
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produktivitas padi sawah di Kalimantan Barat produksi 3.1 ton/ha masih tergolong rendah dibandingkan produksi nasional 5.3 ton/ha. Pemanfaatan tanah untuk tanaman padi terkendala pada beberapa faktor pembatas baik sifat fisik, biologi, dan kimia tanah, serta sistem pertanian yang belum intensif, maka dengan pemberian pupuk organik atau pupuk kandang salah satu alternatif untuk mengatasi kendala pada sifat fisik, biologi dan kimia tanah tersebut dan dengan penerapan pertanian metode SRI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Pengaruh Pupuk Kandang Kotoran Ayam Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Padi Sawah Dengan Metode SRI (System of Rice Intensification). Penelitian ini dilaksanakan di rumah penelitian pada lahan percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura selama empat bulan mulai dari penyemaian hingga panen. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan Pola Rancangan Acak Kelompok (RAK), terdiri dari 6 perlakuan dengan 4 kali ulangan dan setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Adapun perlakuan penelitian adalah dosis masing-masing pupuk kandang kotoran ayam yaitu : 3 ton/ha pupuk kandang (P1), 6 ton/ha pupuk kandang (P2), 9 ton/ha pupuk kandang (P3), 12 ton/ha pupuk kandang (P4), 15 ton/ha pupuk kandang (P5), dan 18 ton/ha pupuk kandang (P6). Variabel pengamatan ini adalah tinggi tanaman, jumlah anakan maksimum, jumlah anakan produktif, jumlah gabah per rumpun, persentase gabah isi per malai, bobot 1000 bulir, berat gabah per rumpun dan pengamatan lingkungan. Dari hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk kandang kotoran ayam pada perlakuan P6 menunjukkan hasil yang tinggi pada padi sawah dengan metode SRI. Kata kunci : Pupuk Kandang Kotoran Ayam, Padi dan Metode SRI.
PRODUCTION ANALYSIS IN CORN AND COWS FARIMING IN KUBU RAYA REGENCY Suiranto Sinambela
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31991

Abstract

ABSTRACTCorn and cows are agricultural commodities that can compete in the market, and can create employment opportunities and income for farmers through the production cycle. This study aims to analyze the factors that influence production on corn and cows farming in Kubu Raya Regency. The analytical method used in this study is multiple regression analysis using the Cobb-Douglas production function equation and using the Ordinary Least Square (OLS) regression equation. In sweet corn farming, the results of data processing show that the adjusted-R2 value of 96.57% of production is influenced by the seven variables used in this study, the remaining 3.43% are influenced by other variables outside the regression model. In beef cows farming, the results of data processing show the adjusted-R2 value of 98.83% of the production is influenced by the six variables used in this study, the remaining 1.17% are influenced by other variables, excluding the regression model.Keywords: Cobb-Douglas Production Function, . Corn Farming, Cows Farming, Production Factors
INFLUENCE OF THE TYPE OF PLASTIC MULCH AND FERTILIZER OF CHICKEN MANURE ON GROWT AND YIELD OF SHALLOT PLANTS ON ALLUVIAL SOILS ABSAH ABSAH; DWI ZULFITA; PUTU DUPA BANDEM
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.27735

Abstract

This study aims to determine the type  of plastic mulch and the best dose of chicken manure fertilizer for the growth and yield of the shallot crops on the alluvial soil. This research was carried out in the street of Ampera Pontianak, in march to may 2018. The research method used a Split plot design with tho factors, namely the type of plastic mulch (black silver plastic mulch, transparent plastic mulch) and chicken manure (1000 g/plot, 2000 g/plot, 3000 g/plot). Parameters obesrved were plant height, number of leaves, leaf chlorophyll, number of tubers per clump, fresh weight of tubers per clump and dry weight of tubers per clump, then results showed that the type of plastic mulch had no significant effeect on all observation parameters. Chicken manure fertilizer has a  significant effect on leaf,chloropyill. There was an interraction between the typemof plastic mulch and chicken manure against the number of tubers per clump. Keywords : shallot, types of palstic mulch, chicken manure
PENGARUH LARUTAN MOL REBUNG DAN LAMA PERENDAMAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH KEMIRI Yulius Heli; Tantri Palupi; Asnawati Asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 3, No 3: Desember 2014
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v3i3.7619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman yang terbaik untuk mematahkan dormansi benih kemiri. Penelitian dimulai dari tanggal 26 April sampai 24 Juni 2014. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Metode yang digunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial yang terdiri 2 faktor yaitu konsentrasi yang terdiri 5 taraf perlakuan dan lama perendaman terdiri 3 taraf perlakuan. Faktor pertama konsentrasi (k0) tanpa MOL rebung, (k1) konsentrasi  MOL rebung 10 ml/liter air, (k2) konsentrasi MOL rebung 20 ml/liter air, (k3) konsentrasi MOL rebung 30 ml/liter air, (k4) konsentrasi MOL rebung 40 ml/liter air; faktor kedua lama perendaman, (j1) lama perendaman benih 1 jam, (j2) lama perendaman benih 3 jam dan  (j3) lama perendaman 5 jam. Variabel yang diamati: kadar air (%), daya berkecambah (%), indeks vigor (%), keserempakan tumbuh (%), kecepatan tumbuh (%/etmal), dan laju pertumbuhan kecambah (%). Hasil penelitian menunjukkan interaksi konsentrasi MOL rebung dan lama perendaman memberikan pengaruh nyata, dan sudah dapat mematahkan dormansi benih kemiri. Hasil terbaik ditunjukkan oleh konsentrasi MOL rebung 40 ml/l dan lama perendaman 5 jam, dengan kadar air sebesar 11,54%, daya berkecambah 53,33%, indeks vigor 20%, keserempakan tumbuh 48,33%, kecepatan tumbuh 1,60%/etmal, dan laju pertumbuhan kecambah 78,29%. Kata kunci: benih kemiri, dormansi, lama perendaman dan mikroorganisme lokal
IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Yanie Arianie; Sutarman Gafur; Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 6, No 1 (2017): April 2017
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v6i1.19112

Abstract

IDENTIFIKASI SIFAT KIMIA TANAH PADA LAHAN SAWAH TADAH HUJAN DI DESA MATANG SEGANTAR KECAMATAN TELUK KERAMAT KABUPATEN SAMBAS Yanie Arianie(1), Sutarman Gafur(2), dan Rossie Wiedya Nusantara(2) (1)Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (2)Dosen  Ilmu Tanah  Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura ABSTRAK Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi sifat kimia tanah dan merekomendasikan pemupukan N, P dan K di lahan sawah tadah hujan pada tanaman padi. Pengambilan sampel penelitian di Desa Matang Segantar Kecamatan Teluk Keramat Kabupaten Sambas. Parameter dalam penelitian ini adalah pH tanah, C-organik, N-total, P-tersedia, K-tersedia, kapasitas tukar kation, kejenuhan basa, tekstur dan bobot isi. Hasil analisis menunjukkan bahwa pH tanah antara 4,41-4,88 dengan kriteria masam hingga sangat masam. C-organik antara 2,45-4,78 % dengan kriteria sedang hingga tinggi. Kandungan N-total antara 0,28-0,48 % dengan kriteria sedang. P-Tersedia antara 29,44-50,70 ppm dengan kriteria sedang hingga tinggi. K-tersedia antara 0,21-0,29 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah.  Kapasitas tukar kation antara 14,68-21,40 cmol (+)Kg1 dengan kriteria rendah hingga sedang. Kejenuhan basa antara 11,49-15,19 % dengan kriteria sangat rendah.  Tekstur tanah termasuk dalam kelas liat berdebu.  Bobot isi tanah antara 0,99-1,15 g/cm3. Dosis rekomendasi pemupukan yang digunakan untuk uji coba di lapangan adalah L1 sebesar 183 kg/ha Urea dan 56 kg/ha KCl. L2 sebesar 180 kg/ha Urea, 48 kg/ha SP-36 dan 81 kg/ha KCl. L3 sebesar 175 kg/ha Urea, 41 kg/ha SP-36 dan 320 kg/ha KCl. L4 174 kg/ha Urea, 52 kg/ha SP-36 dan 340 kg/ha KCl.     Kata kunci : Sifat kimia tanah, lahan sawah tadah hujan dan rekomendasi pemupukan
PENGARUH FREKUENSI PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI KEONG MAS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL CABAI MERAH samiran, ran samiran; Siti Hadijah, Siti Hadijah; Agus Ruliyansyah, Agus Ruliyansyah
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak. Penelitian dilaksanakan selama 3 bulan dari bulan November 2017 sampai dengan Januari 2018. Tujuan dari penelitian ini mengetahui pengaruh frekuensi pemberian pupuk organik cair dari keong mas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman cabai merah. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan frekuensi pemberian POC keong mas yaitu p0 = tanpa permberian, p1= 5 hari sekali, p2= 10 hari sekali, p3= 15 hari sekali. Masing-masing perlakuan di ulang sebanyak 6 kali,dan setiap satuan percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, umur panen, jumlah buah pertanaman, berat buah pertanaman, diameter buah, panjang buah dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa frekuensi pemberian pupuk organik cair dari keong mas berpengaruh tidak nyata terhadap semua variabel pengamatan.Kata kunci: Cabai merah, frekuensi, keong mas, pupuk organik cair.

Page 45 of 191 | Total Record : 1901