cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
KAJIAN CADANGAN KARBON PADA TIGA PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI DESA WAJOK HILIR KECAMATAN SIANTAN KABUPATEN MEMPAWAH Reidha Haqqamuddien; U Edi Suryadi; Rossie Wiedya Nusantara
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i3.34223

Abstract

ABSTRAK                                                      Lahan gambut menyimpan karbon dalam jumlah besar, terutama dalam tanah gambutnya. Alih fungsi hutan rawa gambut menjadi lahan pertanian telah menyebabkan kerusakan lahan. Pengukuran jumlah cadangan karbon tersimpan khususnya di lahan gambut  perlu diukur sebagai upaya untuk mengetahui besarnya cadangan karbon pada saat tertentu dan perubahannya apabila terjadi kegiatan baik manambah atau mengurangi besar cadangan tersebut. Cadangan karbon terdapat dalam lima penyimpanan karbon yaitu biomassa atas permukaan (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), vegetasi mati (nekromass), serasah (litter), dan tanah gambut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran cadangan karbon pada biomassa atas tanah (above ground), biomassa bawah permukaan (below ground), serasah (litter), dan tanah gambut, pada penggunaan lahan kelapa sawit, lahan jagung, dan hutan sekunder. Lokasi penelitian terletak di Desa Wajok Hilir Kecamatan Siantan Kabupaten Mempawah pada 3 penggunaan lahan yaitu hutan sekunder, kebun kelapa sawit, dan kebun jagung.Pengambilan sampel dilakukan berdasarkan titik pengamatan yang telah ditentukan dengan metode diagonal. Titik pengamatan pada lokasi penelitian dapat dilihat pada Lampiran 6 dengan plot ukuran pada kebun kelapa sawit seluas 5m x 5m, kebun jagung seluas 1m x 1m dan hutan sekunder seluas 5m x 5m dengan luasan 1 ha pada masing-masing tipe lahan. Pengukuran karbon tersebut pada tiap tipe lahan mempunyai 5 ulangan. sehingga terdapat 60 total sampel pada atas permukaan, bawah permukaan dan tanah. Khusus untuk karbon serasah hanya diambil sampel pada Hutan Sekunder, sehingga terdapat 5 sampel untuk seresah. Jadi total sampel untuk 3 penyimpanan karbon adalah 65 sampel. Sebelum menghitung kandungan karbon pada tiap penggunaan lahan, terlebih dahulu mencari berat biomassa dengan mengoven sampel selama 48 jam dengan suhu 70oC, dan mengoven sampel tanah dengan waktu selama 24 jam dengan suhu 70oC.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cadangan karbon tertinggi terdapat pada lahan hutan sekunder dengan nilai 4 Gt ha-1, yang tertinggi kedua adalah kebun sawit yaitu sebesar 0,6 Gt ha-1 dan kandungan karbon terendah terdapat pada kebun jagung dengan nilai 0,4 Gt ha-1. Rata-rata penyimpan kabon tertinggi pada lokasi penelitian terdapat pada tanah. Pada lahan hutan sekunder kandungan karbonnya apabila dipresentasekan perbandingannya sekitar 75,08% pada tanah, 18,18% pada biomassa atas permukaan (BAP) dan 6,73% pada biomassa bawah permukaan (BBP) dan 0,01% pada serasah. Pada lahan kebun sawit perbandingannya sekitar 98,40% pada tanah, 1,37% pada biomassa atas permukaan (BAP), dan 0,23% pada biomassa bawah permukaan (BBP), sedangkan pada kebun jagung perbandingannya 99,08% kandungan karbonnya terdapat pada penyimpan karbon tanah, 0,88% pada biomassa atas permukaan (BAP)  dan 0,04% pada biomassa bawah permukaan (BBP).Kata Kunci : Cadangan Karbon, Alih Fungsi Lahan, Penyimpan Karbon
KOMPENSASI FINANSIAL TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA KARYAWAN PT MITRA ANEKA REZEKI DI KABUPATEN KUBU RAYA Lulu Mudhiah; Nurliza Nurliza; Eva Dolorosa
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 3 (2018): AGUSTUS 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.534 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i3.26566

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompensasi finansial langsung dan kompensasi finansial tak langsung yang mempengaruhi produktivitas kerja karyawan PT Mitra Aneka Rezeki di Kabupaten Kubu Raya. Penelitian kuantitatif dengan metode survei digunakan terhadap 120 responden yang merupakan karyawan tetap dengan jabatan Manager, Asisten, Mandor dan Kerani secara purposive sampling dan analisis data menggunakan Structural Equation Modelling (SEM) dengan soffware LISREL 8.80 serta estimasi maximum likelihood dan confirmatory factor analysis (CFA). Hasil penelitian menunjukan bahwa, pada kompensasi finansial langsung faktor bonus menjadi faktor terpenting yang mempengaruhi produktivitas karena bonus adalah imbalan yang diberikan oleh perusahaan yang ditunggu setiap karyawan baik itu pemberian tunjangan maupun nilai yang diberikan karena bonus menjadi tolak ukur setiap karyawan dalam mengukur produktivitas kerja diri masing-masing sedangkan faktor gaji menjadi faktor terendah yang mempengaruhi produktivitas karena gaji yang didapatkan oleh karyawan sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan sudah menjadi kewajiban oleh perusahaan tersebut. Dan dalam faktor kompensasi finansial tak langsung faktor fasilitas rumah menjadi faktor dengan pengaruh terbesar dikarenakan fasilitas rumah sangat dibutuhkan baik untuk karyawan yang berdomisili diluar daerah maupun di daerah tersebut karena melihat dari faktor akses jalan menuju ke tempat bekerja yang mana pada saat musim hujan akses jalan menuju ke tempat tujuan menjadi sangat jelek yang mengakibatkan karyawan susah untuk menjangkau dan faktor cuti menjadi faktor terendah yang berpengaruh pada produktivitas dikarenakan hari libur yang diberikan oleh pemerintah dan hak cuti yangdi berikan oleh perusahaan sudah dirasa cukup bagi karyawan.  Kata Kunci : Kompensasi Finansial, Produktivitas Kerja, dan Structural Equation Modelling (SEM).
PENGARUH TEPUNG SUKUN SEBAGAI SUBSTITUSI BAHAN PENGISI TEPUNG TAPIOKA TERHADAP KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA DAN SENSORI SOSIS AYAM Fauziah, Siti; Dewi, Yohana Sutiknyawati Kusuma; -, Sholahuddin
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kandungan tepung sukun sebagai substitusi tepung tapioka yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori sosis ayam terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan satu faktor perlakuan yaitu substitusi tepung sukun yang terdiri dari lima perlakuan yaitu substitusi 0 g, 10 g, 20 g, 30 g, dan 40 g. Variabel pengamatan meliputi kadar air, kadar lemak, kadar protein, kadar abu, kadar serat kasar, kadar karbohidrat dan uji sensori. Data yang diperoleh pada hasil penelitian dianalisis secara statistik dengan uji F (ANOVA), jika berpengaruh nyata, dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur dengan taraf 5%. Uji sensori menggunakan metode Kruskal-Wallis selanjutnya untuk mendapatkan hasil terbaik dilakukan uji indeks efektifitas. Berdasarkan hasil analisis fisikokimiaa dan organoleptik dengan perlakuan terbaik 0 g menghasilkan kadar air 9,10%, abu 3,05 %, protein2,28%, lemak 21,88%, serat kasar 13,79% dan kadar karbohidrat 67,38 %. Hasil analisis sensori terbaik yaitu rasa 3,28 (enak), warna 3,52 (agak krem), kekenyalan 3,36 (agak kenyal), kesukaan 2,92 (suka). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosis tanpa substitusi tepung sukun menghasilkan nilai indektifitas tertinggi. Namun demikian substitusi tepung sukun dengan taraf 10 % memiliki nilai indektifitas terbaik kedua selain tanpa substitusi. Kata kunci : sosis, tepung sukun, tapioka, sensori, fisikokimia
EFFECT OF ORGANIC MATERIAL COMPOSTED BY Trichoderma Spp. TO CHILI PEPPER IN CONTAMINATED MEDIA BY Fusarium oxysporum Aris Setiawan; Fadjar Rianto; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.25205

Abstract

ABSTRACT               Chili pepper is one of horticultural crop that is quite important in Indonesia, it has a high economic value. Chili pepper plant productivity tends to fluctuate due to Fusarium wilt disease. This study aims to suppress the development of F. oxysporum disease in chili pepper plant using compost inoculated by Trichoderma spp. which de Decomposers and as biological agent. This research was conducted at Plant Disease Laboratory Faculty of Agriculture, University of Tanjungpura Pontianak. The experiment ased a randomized block design with 4 treatments: (Trichoderma spp. that has inoculated capability as dissolving cellulosa), (Trichoderma spp. Isolates as antagonists, and mixed two isolates Trichoderma spp. cellulose solvent with antagonist), and Control (EM4 as decomposer). This research is divided into two stages, on nursery and planting in the field. Trichoderma both as decomposer and antagonist treatment can suppress disease incidence at nursery 14.21%. composting give Trichoderma spp. has ent been able to stop the development Fusarium attacks on chili papper although the plant can still produce the fruit.
STRUKTUR KOMUNITAS GULMA DI PERKEBUNAN KELAPA SAWIT TANAMAN BELUM MENGHASILKAN (TBM) PADA LAHAN BERPASIR YASINTA YASINTA; SARBINO SARBINO; ASTINA ASTINA
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 7, No 2 (2018): April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (209.433 KB) | DOI: 10.26418/jspe.v7i2.24336

Abstract

ABSTRAK     Perbedaan pengelolaan di perkebunan kelapa sawit mengakibatkan perbedaan struktur komunitas gulma. Struktur komunitas gulma perlu diketahui sebelum dilaksanakannya pengendalian gulma sebab tidak semua jenis gulma merugikan bagi tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari struktur komunitas gulma di perkebunan kelapa sawit tanaman belum menghasilkan (TBM) milik perusahaan dan perkebunan kelapa sawit TBM milik rakyat di lahan berpasir di Desa Goa Boma, Kec. Monterado. Penelitian dilakukan dengan analisis vegetasi dengan menggunakan metode kuadrat berukuran 1m x 1m. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa ditemukan 29 jenis gulma yang mencakup 19 family. Pada areal kebun perusahaan ditemukan 19 jenis gulma dan pada areal kebun rakyat ditemukan 17 jenis gulma. Gulma yang memiliki Summed Dominance Ratio (SDR ) tertinggi pada  kebun perusahaan adalah Gleichenia linearis sebesar 25,29 %, Melastoma affine sebesar 13,77 %, Micania micranta  15,89, dan Nephrolepis bisserata 15,68 %. Sedangkan pada perkebunan rakyat  gulma dominan yang ditemukan yaitu Scoparia dulcis 35,45 %, Paspallum comersenii 17,50 %, Imperata cylindrica  23,57 % dan Pteridium esculentum 11,38%. Kata kunci :gulma, lahan berpasir, struktur komunitas, TBM kelapa sawit
AKTIVITAS INSEKTISIDA EKSTRAK BUNGA Piper aduncum TERHADAP Callosobruchus maculatus (COLEOPTERA: BRUCHIDAE) Ningsih, Sulistia; Syahputra, Edy; Ramadhan, Tris Haris
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9658

Abstract

Callosobruchus maculatus merupakan salah satu hama penting kacang hijau di penyimpanan yang biasanya dikendalikan dengan menggunakan insektisida sintetik.   Pengendalian alternatif hama ini dengan menggunakan insektisida botani perlu dilakukan.   Penelitian bertujuan mengevaluasi aktivitas ekstrak tumbuhan Piper aduncum terhadap Callosobruchus maculatus. Pengujian dilakukan menggunakan metode residu pada permukaan gelas.   Pengamatan motalitas dilakukan setiap hari hingga 6 hari setelah perlakuan.   Hubungan konsentrasi-mortalitas dianalisis dengan probit.   Pengujian hambatan peletakan peneluran dilakukan dengan metode pilihan dan tanpa pilihan.   Pada pengujian ini, ekstrak diuji pada konsentrasi setara LC25, LC50 dan LC75.   Jumlah telur yang diletakan dihitung selanjutnya ditentukan persentase penghambatan peletakan telur.   Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak bunga Piper aduncum memiliki aktivitas insektisida dengan LC50 sebesar 0,21%.   Ekstrak pada konsentrasi 0,14%-0,32% tidak menunjukan aktivitas penghambatan peletakan peneluran. Kata Kunci: Aktivitas insektisida, Callosobruchus maculatus, ekstrak bunga, insektisida botani, Piper aduncum
KARAKTERISTIK FISIKA TANAH SAWAH IRIGASI SEMI TEKNIS DI BANTARAN SUNGAI DAN KAKI BUKIT DESA LUBUK ANTUK KABUPATEN KAPUAS HULU Tino Orciny Chandra Junaidi Bambang Kurniawan
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i2.31774

Abstract

ABSTRAK Tanah sawah adalah tanah yang digunakan untuk bertanam padi sawah, baik terus-menerus sepanjang tahun maupun bergiliran dengan tanaman palawija. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbandingan karakteristik fisika tanah sawah irigasi semi teknis di bantaran sungai tepuai dan kaki bukit beluan. Penelitian ini dilakukan selama 4 (empat) bulan yakni Agustus 2018 sampai dengan November 2018 dimulai dari pengambilan data sampel di lapangan, analisis sampel di laboratorium  sampai dengan penyajian hasil. Lokasi penelitian di lakukan di Desa Lubuk Antuk Kabupaten Kapuas Hulu. Pengolahan data dengan menggunakan uji-t Pairet Sample t-test dengan taraf kepercayaan 5 % dan menggunakan program Microsoft Word Exel yang meliputi perhitungan dari hasil porositas total, bobot isi, kadar air kapasitas lapangan, dan permeabilitas tanah antara nilai rata-rata dari dua lahan. Warna tanah lahan sawah bantaran sungai (SBS) yaitu: abu-abu kemerahan, abu-abu gelap, dan coklat gelap keabu-abuan. Lahan sawah kaki bukit (SKB) yaitu: coklat keabu-abuan, kuning agak kecoklatan, dan kuning kecoklatan. Tekstur tanah lahan SBS dan SKB yaitu: liat. Struktur tanah lahan SBS dan SKB yaitu: gumpal.Muka air tanah pada lahan SBS T1 85 cm, T2 80 cm, T3 78 cm, T4 95 cm, dan T5 90 cm sedangkan pada lahan SKB T1-T5 120 cm belum ditemukan muka air tanahnya, dimana ketinggian masing-masing titik pada petakan sawah berbeda-beda dan pada saat penelitian saluran irigasinya kering dikarenakan masih dalam perbaikan atau direhap. pH tanah masam. Carbon organik rendah sampai sangat rendah. N-Total rendah sampai sangat rendah. C/N Ratio rendah. Kematangan tanah agak matang dan matang. Bobot isi tanah lahan SBS kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata, SKB 0-20 dan 20-40 cm berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 cm tidak berbeda nyata, SBS dan SKB kedalaman 20-40 cm berbeda nyata. Porositas total tanah lahan SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 cm tidak berbeda nyata, SBS dan SKB kedalaman 20-40 cm berbeda nyata. Kadar air kapasitas lapangan tanah lahan SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 cm berbeda nyata, SBS dan SKB kedalaman 20-40 cm tidak berbeda nyata. Permeabilitas tanah lahan SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm berbeda nyata. Lokasi SBS dan SKB kedalaman 0-20 dan 20-40 cm tidak berbeda nyata. Kata kunci:   Karakteristik Fisika Tanah, Sawah Irigasi, Sawah Bantaran Sungai, Sawah Kaki Bukit.
PENGARUH KOMPOS SOLID KELAPA SAWIT TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT KELAPA SAWIT PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING DI PEMBIBITAN AWAL Mustawa, Muhammad Huda; Susana, Rini; warganda, warganda
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 3, No 1: April 2014
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis terbaik pemberian kompos solid kelapa sawit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit pada tanah Podsolik Merah Kuning di pembibitan awal. Penelitian dilaksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Juni sampai September 2013. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 4 taraf perlakuan diulang sebanyak 5 kali dan setiap satuan percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman, sehingga jumlah seluruhnya 80 tanaman. Perlakuan tersebut adalah 15% bahan organik atau setara dengan 180 g kompos solid kelapa sawit/polibag, 30% bahan organik atau setara dengan 360 g kompos solid kelapa sawit/polibag, 45% bahan organik atau setara dengan 540 g kompos solid kelapa sawit/polibag, dan 60% bahan organik atau setara dengan 710 g kompos solid kelapa sawit/polibag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah indeks luas daun, laju pertumbuhan relatif, tinggi tanaman, volume akar, berat kering tanaman. Pemberian kompos solid kelapa sawit berpengaruh tidak nyata terhadap indeks luas daun periode pertama (diantara bulan ke-1 dan bulan ke-2) serta laju pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos solid kelapa sawit berpengaruh nyata terhadap indeks luas daun periode kedua (diantara bulan ke-2 dan bulan ke- 3), tinggi tanaman, volume akar, dan berat kering tanaman. Pemberian kompos solid kelapa sawit pada taraf 45% bahan organik atau setara dengan 540 g kompos solid kelapa sawit/polybag memberikan pertumbuhan yang terbaik pada bibit kelapa sawit. Kata kunci : Bibit kelapa sawit, kompos solid kelapa sawit, pembibitan awal, podsolik merah kuning.
PENGARUH KOMBINASI BIOCHAR SEKAM PADI DAN PUPUK NPK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN LOBAK PADA MEDIA GAMBUT sigit Gigih Prasetyo; astina astina; surachman surachman
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.30445

Abstract

This study aims to determine the bestdosage of rice husk biochar and NPK fertilizer for the growth and yield of radishes on peat soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak. This study used a Completely Randomized Design (CRD), which consisted of 6 treatments and 4 replications, each treatment consisting of 3 samples, so that there were 72 plants. P1 = biochar 0 Kg / Ha + NPK 200 Kg / Ha is equivalent to (biochar 0g / polybag + 4g / polybag), P2 = biochar 0Kg / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 0g / polybag + NPK 8g / polybag), P3 = biochar 4ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 4g / polybag), P4 biochar 4ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 80g / polybag + NPK 8g / polybag). P5 = biochar 8ton / Ha + NPK 200Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 4g / polybag), P6 = biochar 8ton / Ha + NPK 400 Kg / Ha (biochar 160g / polybag + NPK 8g / polybag). The variables observed were tuber wet weight, leaf wet weight, plant dry weight, leaf area, number of leaves, tuber diameter, and tuber length. The results of this study indicate that the combination of rice husk biochar and NPK fertilizer had no significant effect on leaf wet weight, number of leaves, and tuber diameter. The combination of rice husk biochar and NPK fertilizer increased tuber fresh weight, plant dry weight, leaf area, and tuber length with the best dosage was 8 tons biochar / Ha + 400 kg NPK / ha or equivalent to biochar 160 g / polybag + 8 kg NPK / polybag )Keywords: peat soil, radish, rice husk biochar and NPK fertilizer
UJI PATOGENISITAS NEMATODA PATOGEN SERANGGA steinernema siamkayai ISOLAT TANAH PODSOLIK MERAH KUNING TERHADAP spodoptera litura fabricius della nuaristi; indri hendarti; fajar rianto
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 5, No 2 (2016): Agustus 2016
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v5i2.15841

Abstract

Nematoda patogen serangga (NPS) S. siamkayai merupakan salah satu musuh alami yang berpotensi sebagai agen pengendali hama tanaman. Penelitian dilaksanakan untuk menguji patogenesitas S. siamkayai isolat tanah podsolik merah kuning terhadap S. litura F. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura Pontianak. Rancangan yang digunakan adalah acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan (150 Ji/ml, 300 Ji/ml, 600 Ji/ml dan 1200 Ji/ml) dengan 7 kali ulangan. Pengujian patogenesitas dilakukan terhadap larva S. litura F instar 3. Patogenesitas nematoda diukur berdasarkan mortalitas, periode letal dan virulensi. Gejala larva S. litura F yang terserang nematoda S. siamkayai menunjukkan gejala perubahan aktivitas larva yang menurun serta ukuran tubuh yang lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi nematoda, menyebabkan peningkatan mortalitas S. litura F, dan tidak terdapat perbedaan antara tingkat konsentrasi. Setelah 15 hari perlakuan konsentrasi 300 Ji/ml menghasilkan jumlah Ji tertinggi yakni 8915. Periode letal mencapai 11,192 hari dan virulensi 0.089. Kata kunci : mortalitas, NPS, periode letal, virulensi,

Page 44 of 191 | Total Record : 1901