cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
PENENTUAN INDEKS KUALITAS TANAH GAMBUT PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN DI KECAMATAN RASAU JAYA KABUPATEN KUBU RAYA Rossie Wiedya Nusantara Rita Hayati Bagus Prasetio
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36732

Abstract

ABSTRAKKualitas tanah adalah kapasitas tanah yang berfungsi mempertahankan produktivitas tanaman, mempertahankan dan menjaga ketersediaan air serta mendukung kegiatan manusia. Kualitas tanah yang baik akan mendukung kerja fungsi tanah sebagai media pertumbuhan tanaman, mengatur dan membagi aliran air dan menyangga lingkungan yang baik pula. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui indeks kualitas tanah gambut di lahan kebun sawit, lahan hortikultura dan kebun karet. Pengambilan sampel penelitian di Desa Rasau Jaya III Kecamatan Rasau Jaya Kabupaten Kubu Raya. Hasil analisis menunjukkan bahwa kedalaman gambut antara 62-66 cm dengan kriteria dangkal. Kematangan gambut pada kadar serat utuh antara 14,1-17,6 % dengan kriteria saprik. Kedalaman muka air tanah antara 96-120 cm dengan kriteria rendah. Bobot isi antara 0,34-0,62 g/cm3 dengan kriteria tinggi. Kadar air tanah antara 58,60-77,35 % dengan kriteria sangat tinggi. Porositas total antara 58,78-71,02 % dengan kriteria poros. pH tanah antara 4,23-4,73 dengan kriteria sangat masam hingga masam. N-total antara 0,60-1,05 % dengan kriteria tinggi hingga sangat tinggi. P-tersedia antara 14,68-46,24 ppm dengan kriteria sedang hingga sangat tinggi. K-dd antara 0,04-0,31 cmol(+)kg-1 dengan kriteria sangat rendah hingga rendah. C-organik dan bahan organik antara 13,20-24,58 %dengan kriteria sangat tinggi. Rasio C/N antara 18,02-26,97 %dengan kriteria rendah. Kadar abu antara 13,5-47,5 % dengan kriteria tinggi. Jumlah cacing tanah antara 1-8 ekor dengan kriteria sedang. Hasil perhitungan indeks kualitas tanah menunjukan bahwa kebun sawit sebesar 0,66, lahan hortikultura sebesar 0,64, dan kebun karet sebesar 0,62 dengan kriteria baik. Kata kunci: Indeks kualitas tanah, kebun sawit, lahan hortikultura, kebun karet, tanah gambut.
Pengaruh Pupuk Orgnik Cir Limbah Ikan terhadap Pertumbuhan dan Hasil Terung Ungu pada Tanah Aluvial khusnul barudah; Purwaningsih Purwaningsih; Agus Hariyanti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i2.38845

Abstract

Limbah ikan merupakan limbah yang cukup banyak di Pontianak yang belum dimanfaatkan, padahal limbah ikan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk tanaman.Penggunaan pupuk organik cair (POC) limbah ikan bertujuan untuk mencari konsentrasi POC limbah ikan yang terbaik bagi pertumbuhan dan hasil tanaman terung ungu (varitas Pertiwi).Penelitian dilakukan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dimulai pada tanggal 15 Juni –31 Agustus tahun 2019. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap, terdiri dari 5 perlakuan konsentrasi (k1=  5%., k2 = 10%., k3 = 15%., k4 = 20%., dan k5 = 25%). Jumlah tanaman sampel ada 4, dengan  banyaknya ulangan 5. Pemberian POC dengan volume200 ml/tanaman dan diberikan 7 hari sekali.Pengamatan dilakukan terhadap tinggi tanaman,jumlah buah per tanaman, berat buat per tanaman, panjang buah per tanaman, volume akar dan berat kering tanaman.Hasil penelitian penggunaan POC limbah ikan pada konsentrasi 20% memberikan pertumbuhan dan hasil terung yang terbaik pada tinggi tanaman, jumlah buah per tanaman dan berat buah per tanaman. Kata Kunci :Aluvial, POC Limbah Ikan, Terung Ungu.
PENGARUH BOKASI KIAPU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI PAKCOY PADA TANAH ALUVIAL * SELUS; Dwi Zulfita; Ahmad Mulyadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28317

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis bokasi kiapu yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil sawi pakcoy pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian, Universitas Tanjungpura, kurang lebih 1 bulan mulai dari tanggal 30 April sampai 25 Mei Tahun 2018. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap terdiri dari lima perlakuan dosis bokasi kiapu, lima kali ulangan, dan tiga tanaman sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah 300 g bokasi kiapu /polybag, 540 g bokasi kiapu/polybag, 600 g bokasi kiapu/polybag, 750 g bokasi kiapu/polybag, dan 900 g bokasi kiapu/polybag. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah volume akar, jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun total, berat segar tanaman, dan berat kering atas tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pemberian bokasi kiapu berpengaruh tidak nyata terhadap volume akar, jumlah daun, jumlah klorofil daun, luas daun total, berat segar tanaman, dan berat kering atas tanaman. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian bokasi kiapu dengan dosis 10% dari berat tanah atau setara dengan 600 g/polybag merupakan dosis yang  efektif bagi pertumbuhan sawi pakcoy. Kata kunci : Aluvial, Bokasi Kiapu, Sawi Pakcoy
STUDI INDEKS KUALITAS TANAH PADA LAHAN SAWAH, KEBUN CAMPURAN DAN HUTAN SEKUNDER DI DESA PAL SEMBILAN KECAMATAN SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA Rossie Wiedya Nusantara Junaidi Dede Rusvita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v9i1.38824

Abstract

ABSTRAKAlih guna lahan hutan menjadi lahan pertanian berpengaruh pada kualitas tanah. Kondisi lahan yang terbuka ketika awal penanaman kakao, lahan hutan Desa Pal Sembilan umumnya memiliki kualitas tanah  yang stabil, namun setelah dialihkan menjadi lahan pertanian maka akan terjadi penurunan kualitas tanah. Kondisi ini akan lebih parah lagi apabila dalam proses pengelolaannya tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks kualitas tanah (IKT) dan mengetahui parameter penentu dalam menilai indeks kualitas tanah pada lahan sawah, kebun campuran dan hutan sekunder. Parameter penelitian meliputi sifat fisika tanah profil tanah, warna tanah, tekstur, bobot isi tanah, kadar air tanah kapasitas lapang dan porositas. Sifat kimia tanah meliputi pH, N-total, P-tersedia, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, KTK, KB, C-organik, Al-dd, Kejenuhan Al dan Fe. Sifat biologi tanah mengkaji keberadaan populasi cacing tanah. Pelaksanaan penelitian meliputi persiapan dan survei lapangan, penentuan lokasi penelitian, penentuan titik pengamatan, pengambilan sampel, analisis sampel tanah di laboratorium dan analisis data menggunakan aplikasi statistik SPSS 21. Hasil penelitian menunjukan bahwa lahan kebun campuran memiliki indeks kualitas tanah tanah (IKT) sebesar 0,517 kriteria sedang. Lahan hutan sekunder memiliki kualitas tanah (IKT) sebesar 0,577 kriteria sedang. Lahan sawah memiliki indeks kualitas (IKT) sebesar 0,568 kriteria sedang. Berdasarkan perhitungan data menggunakan Stepwise Regresion terlihat bahwa variabel yang mempengaruhi dari ketiga lahan pada sawah yang mempengaruhi adalah KTK, Al-dd, Kejenuhan Al dan Fe. Kebun campuran yang mempengaruhi adalah Kadar air kapasitas lapang, P2O5, Mg-dd dan Fe. Selanjutnya pada hutan sekunder yang mempengaruhi adalah Mg-dd, KTK, Al-dd dan Fe pada ketiga lahan yang mempengaruhi tidak berbeda jauh.   Kata kunci: Hutan Sekunder, Kebun Campuran, Kualitas Tanah, Lahan Sawah, Sungai Kakap.
THE EFFECT OF BIO URINE APPLICATION FREQUENCIES ON THE GROWTH AND YIELDS OF ONION PLANTS (Allium fistulosum L.) ON ALUVIAL LAND Erma Sulistia Nengsih; Rahmidiyani Rahmidiyani; Wasi'an Syafiuddin
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i1.28151

Abstract

Erma Sulistia Nengsih1),Rahmidiyani2),Wasi’an2)1) Faculty of Agriculture Students, Tanjungpura University2) Teaching Staff of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University, Pontianak e-mail : sulistianingsiherma123@gmail.com                                                         ABSTRACT                         This study aims to determine the best frequency of bio-urine appalication on the growth and yield of onion plants on alluvial soil. This research was carried out in the experimental garden of the Faculty of Agriculture, Tanjungpura University Pontianak, from April 6th, 2018 to May, 25th 2018. The research method used was a Completely Randomized Design (CRD) consisting of 5 treatments, namely (f1): without bio urine, (f2): appalied once in a time (14 HST), 100 ml / L water, (f3): twice application (14.24 HST), 50 ml / L water, (f4): three times application (14,24,34 HST), 33 , 33 ml / L of water, and (f5): four times of application (14,24,34,44 HST), 25 ml / L of water. Each treatment were repeated 5 times, and each experimental unit consisted of 3 plant samples, so that the total number of plants were 75 plants. Observation variables in this study were plant height (cm), root volume (cm3), number of tillers per clump (fruit), plant fresh weight per clump (g), and plant dry weight per clump (g). The results of this study indicated that the effect of the frequency of 100 ml bio-urine giving the same response to the plant height, root volume, number of tillers, fresh weight and dry weight of onion leaves. Keywords : alluvial bio urine, onion,
PENGARUH DEKOMPOSER Trichoderma harzianum TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL SAWI HIJAU PADA TANAH GAMBUT Daniar Wulandari; Dwi Zulfita; Surachman -
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2391

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dekomposer Trichoderma harzianum terhadap pertumbuhan dan hasil sawi hijau pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian selama 11 minggu. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen lapangan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dekomposer Trichoderma harzianum. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga tanaman sampel. Dosis yang diberikan dalam taraf perlakuan (t) terdiri dari: t0 = tanpa pemberian dekomposer Trichoderma harzianum, t1 = penambahan 10 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t2 = penambahan 20 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t3= penambahan 30 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag, t4= penambahan 40 g dekomposer Trichoderma harzianum / Polibag. Variabel yang diamati meliputi volume akar, luas daun, kadar klorofil daun, berat kering tanaman, berat segar tanaman, dan jumlah daun. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian berbagai dosis dekomposer Trichoderma harzianum berpengaruh nyata terhadap volume akar, luas daun , berat segar tanaman, dan berat kering tanaman, dan berpengaruh tidak nyata terhadap kadar klorofil daun dan jumlah daun dengan rerata perlakuan terbaik yaitu pemberian dekomposer Trichoderma harzianum sebanyak 40 g/polibag. Kata Kunci : Trichoderma harzianum, Sawi, Gambut
PENGARUH KOMPOS LIMBAH TAOGE TERHADAP PERTUMBUHAN KELAPA SAWIT DI pre nursery PADA TANAH ALLUVIAL Yosua Edi Sukartono; Henny Sulistyowati; Maulidi Maulidi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10487

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis terbaik kompos limbah taoge untuk pertumbuhan kelapa sawit di pre nursery pada tanah aluvial. Penelitian di laksanakan di Kota Pontianak, terhitung mulai bulan Oktober 2014 sampai Januari 2015. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), yang terdiri dari 5 perlakuan dan 5 ulangan, masing-masing perlakuan terdiri dari 4 tanaman sampel, sehingga terdapat 100 tanaman. Perlakuan tersebut adalah tanpa kompos limbah taoge/polibag, setara dengan 11,48% bahan organik dalam tanah, 170 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 15% bahan organik dalam tanah, 250 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 30% bahan organik dalam tanah, 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah, 670 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 60% bahan organik dalam tanah. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompos limbah taoge berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, volume akar, berat kering, luas permukaan daun, dan muncul daun ke empat. Penambahan 460 g kompos limbah taoge/polibag setara dengan 45% bahan organik dalam tanah memberikan pertumbuhan terbaik kelapa sawit di pre nursery pada tanah alluvial.
PENGARUH KONSENTRASI KAPUR TOHOR PADA BERBAGAI LAMA PENGERINGAN TERHADAP PEMATAHAN DORMANSI BENIH PEPAYA tri norhayanti; tantri palupi; asnawati asnawati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10813

Abstract

Benih pepaya memiliki perbedaan dengan benih lain, yaitu sewaktu masih dalam buah benih pepaya diselimuti oleh aril (sarcotesta) yang menyebabkan kulit benih sulit ditembus oleh air dan oksigen sehingga benih pepaya memiliki masa dormansi. Untuk mematahkan dormansi benih pepaya perlu dilakukan penghilangan sarcotesta yang menempel pada permukaan benih. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur tohor yang terbaik; lama pengeringan yang terbaik; dan interaksi antara konsentrasi kapur tohor dan lama pengeringan terhadap pematahan dormansi benih pepaya. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan petak terbagi (split-plot) dengan 2 faktor. Perlakuan berbagai tingkat lama pengeringan (P) sebagai main plot dengan 3 taraf yaitu (p0) 0 hari, (p1) 2 hari, (p2) 4 hari  dan konsentrasi kapur tohor (K) sebagai sub plot dengan 4 taraf yaitu (k0) 0 g/l, (k1) 20 g/l, (k2) 25 g/l, dan (k3) 30 g/l. Keseluruhan perlakuan ada 12 kombinasi perlakuan yang diulang 3 kali sehingga diperoleh 36 satuan percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi kapur tohor 20 g/l merupakan konsentrasi yang efektif untuk pematahan dormansi benih pepaya dengan tolok ukur daya berkecambah, indeks vigor, dan keserempakan tumbuh, sementara lama pengeringan 2 hari efisien untuk meningkatkan daya berkecambah, indeks vigor, keserempakan tumbuh, dan kecepatan tumbuh.
KERAGAAN BEBERAPA GENOTIPE JAGUNG F12 DI LAHAN GAMBUT Akhmad Fuadi; Hidayat -; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2467

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui keragaan beberapa genotipe jagung F12 dilahan gambut telah dilaksanakan di lahan gambut Rasau Jaya I dari bulan Mei sampai September 2012 dan Rasau Jaya III dari bulan Juni sampai September 2012. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), perlakuan terdiri 1 varietas Arjuna dan 1 varietas Sukmaraga sebagai kontrol dengan kode A, B dan 9 genotipe F12 dengan kode C=genotipe C, D=genotipe D, E=genotipe H, F=genotipe I, G=genotipe J, H=genotipe L, I=genotipe R, J=genotipe U dan K=genotipe Y. Setiap perlakuan dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Keragaan diperoleh apabila hasil genotipe lebih besar dari rata-rata umum pada masing-masing lingkungan, maka genotipe tersebut berkeragaan baik dan hasil genotipe lebih kecil dari rata-rata umum semua lingkungan, maka genotipe tersebut berkeragaan buruk. Hasil penelitian menunjukkan genotipe yang berkeragaan khusus di lingkungan Rasau Jaya I adalah genotipe A, F, G, J dan K , sedangkan pada lingkungan Rasau Jaya III genotipe E, G, H, I dan J. Genotipe yang berkeragaan umum adalah genotipe yang dapat tumbuh baik pada semua lingkungan yaitu genotipe E, F, G, H, I, J dan K. Genotipe yang berkeragaan umum dan stabil adalah genotipe G dan J. Kata kunci : Arjuna, Gambut Rasau Jaya, Sukmaraga, Varietas.
PENGARUH KOMPOS LIMBAH SAYUR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KAILAN PADA TANAH PODSOLIK MERAH KUNING Orlenda Rindi; Eddy Santoso; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8660

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kailan dengan pemberian kompos limbah sayur pada tanah Podsolik Merah Kuning. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 24 Maret sampai dengan 3 Juni 2014. Penelitian ini menggunakan metode rancangan acak lengkap yang terdiri dari 6 taraf perlakuan k0 = tanpa kompos, k1 = 590 g/polybag, k2 = 1.233/polybag, k3 = 1.873/polybag, k4 = 2.513/polybag, k5 = 3.153/polybag dengan banyaknya 4 ulangan, setiap perlakuan terdapat 4 sampel tanaman. Variabel yang di amati dalam penelitian ini meliputi volume akar (cm3), jumlah daun (helai), luas daun (cm2), berat segar bagian atas tanaman (g), berat kering akar (g). Hasil penelitian menunjukkan pemberian kompos limbah sayur dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kalian pada semua variabel

Page 95 of 191 | Total Record : 1901