cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
Studi Sifat Fisika Tanah Gambut Pada Lahan Lidah Buaya (Aloevera Sp) dan Semak Belukar Di Kecamatan Pontianak Utara Kota Pontianak Riduansyah Tino Orciny Chandra Rinaldi Chanika
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.35641

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membandingkan antara sifat fisika tanah gambut pada lahan lidah buaya dan lahan semak belukar yang belum terganggu. Penelitian ini menggunakan metode survey secara langsung pada lokasi penelitian dan dilanjutkan dengan pengambilan sampel tanah untuk bahan analisis di Laboratorium. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Fisika dan Konservasi Tanah dan Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Penelitian ini dilaksanakan dari tanggal 21 Maret 2019 sampai 22 Juni 2019. Penentuan titik pengamatan di lokasi penelitian secara langsung ditentukan menggunakan alat GPS (Global Positioning System). Pengambilan sampel tanah dilakukan di kedalaman 0-20 cm pada 5 titik pengamatan disetiap lahan.Hasil analisis fisika tanah gambut menunjukkan bahwa kadar serat utuh pada lahan lidah buaya dengan kematangan hemik sebesar 59,8% dan lahan semak belukar dengan kematangan hemik sebesar 58,6% dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Bobot isi pada lahan lidah buaya sebesar 0,26 g/cm3 dan lahan semak belukar sebesar 0,36 g/cm3 dengan kriteria rendah dan hasil uji t berbeda nyata. Porositas total pada lahan lidah buaya sebesar 81,27%  dan  lahan semak belukar sebesar 72,45% dengan kriteria poros dan hasil uji t berbeda nyata. Kadar air kapasitas lapangan pada lahan lidah buaya sebesar 55,32% dan lahan semak belukar sebesar 51,48% dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Permeabilitas pada lahan lidah buaya sebesar 5,07 cm/jam dan lahan semak belukar sebesar 3,59 cm/jam dengan kriteria sedang dan hasil uji t tidak berbeda nyata. Kata kunci : sifat fisika tanah gambut, lidah buaya, semak belukar.
PENGARUH BERBAGAI PUPUK ORGANIK TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL PADI DI LAHAN PASANG SURUT Rita Riyani; Radian Radian; Setia Budi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2669

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui jenis pupuk organik yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil padi di lahan pasang surut. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan dimulai dari persemaian pada tanggal 9 September 2012 hingga panen pada tanggal 28 Januari 2013. Penelitian dilaksanakan di daerah Sui Kakap Kecamatan Sui Kakap Kabupaten Kubu Raya pada tanah alluvial. Penelitian menggunakan metode eksperimen lapangan pola Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 6 perlakuan, 4 ulangan serta 10 sampel tanaman sehingga diper oleh 24 unit percobaan. Adapun perlakuan sebagai berikut : p0 : tanpa penambahan pupuk organik, p1 : SSA, p2 : pupuk kotoran sapi, p3 : pupuk kotoran ayam, p4 : pupuk kotoran kambing, p5 : kompos. Variabel yang diamati meliputi : tinggi tanaman (cm), jumlah anakan produktif (anakan), jumlah anakan maksimum (anakan), jumlah gabah per malai (butir), panjang malai (cm), persentase gabah isi per malai (%), berat 1000 biji gabah kering (g), hasil gabah kering per petakan (g) Pemberian pupuk organik memberikan pengaruh nyata terhadap variabel tinggi tanaman pada umur 2 minggu, jumlah anakan maksimum, dan panjang malai. Pemberian pupuk organik berpengaruh tidak nyata terhadap jumlah anakan produktif, jumlah gabah per malai, persentase gabah isi, berat 1000 biji gabah kering, dan hasil gabah kering per petakan. Kata kunci : Lahan pasang surut, Padi, Pupuk organik,
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT MEMILIH KELAPA SAWIT SWADAYA DI KECAMATAN NGABANG KABUPATEN LANDAK Alfino Alfino; Maswadi Maswadi; Imelda Imelda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v8i4.36031

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani berkebun kelapa sawit swadaya di Kecamatan Ngabang Kabupaten Landak dan untuk mengetahui pengaruh dari masing-masing faktor terhadap keputusan petani kelapa sawit swadaya. Data yang digunakan adalah data, primer dan sekunder yang diperoleh dari 100 petani dengan menggunakan observasi dan kuisioner yang telah disusun. Analisisi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kuantitatif. Faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani adalah umur, pendidikan formal, luas lahan, pendapatan, lingkungan sosial, lingkungan ekonomi dan karakteristik inovasi. Berdasarkan perbandingan hasil penelitian menunjukan bahwa umur, lingkungan sosial, lingkungan ekonomi dan karakteristik inovasi berpengaruh nyata terhadap keputusan petani. Sedangkan variabel pendidikan formal, luas lahan dan pendapatan tidak berpengaruh terhadap keputusan petani.Kata kunci: Faktor-faktor, kelapa sawit swadaya, keputusan
PENGARUH KOMPOSISI MEDIA TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN JAMBU BIJI KRISTAL Kristina Kristina; Elly Mustamir; Warganda Warganda
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9985

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh komposisi media terhadap pertumbuhan bibit tanaman jambu biji kristal. Penelitian ini dilaksanakan mulai dari bulan Mei sampai dengan September 2014, Pontianak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan pola Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 8 perlakuan dan 3 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 3 sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud adalah a1 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 0), a2 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 2 : 0), a3 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 0 : 1), a4 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 1), a5 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 2 : 1), a6 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 0 : 2), a7 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi = 1 : 1 : 2), dan a8 (tanah podsolik merah kuning : pupuk kotoran kambing : sekam padi =1 : 2 : 2). Variebel yang diamati yaitu jumlah daun (helai), pertambahann panjang tunas (cm), diameter batang atas (cm), dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi media berpengaruh nyata terhadap jumlah daun (helai) dan pertambahan panjang tunas (cm). Kata Kunci : Media Tumbuh, Tanaman Jambu Biji Kristal.
WATER QUALITY STUDIES FOR IRRIGATION ON SUB WATERSHEDS NGARAK WATERSHEDS MANDOR florianus selvinus vivin; Saifudin Saifudin; Bambang Widiarso
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.3380

Abstract

Watersheds is an area where all the water goes into the river that separated by topography, watershed condition at an area will show the conditions that exist in the surrounding environment. This study aims to determine the classification spesific water for irrigation in the watershed Ngarak District Overseer. This research was done in two (2) outlets located on the watershed Ngarak Mandor District outlet A and outlet B. The study took place from December 2012 until May 2013, with a total area of approximately 6,750 ha. This study begins by collecting biophysical data that includes classroom watershed slope, soil type, land use, rainfall and agriculture. The Method of water quality analysis has done of direct measurements in the field and laboratory measurements with observational parameters include: Salinity, Boron, SAR, RSC, temperature, water pH, flow discharge, Brightness, alkalinity, and Content of Sediments. The measurement results of water samples showed an average salinity values ??ranged from 0.0073 ds / m - 0.077 ds / m, the average level of Boron ranged from 0.017 mg / l - 0.018 mg / l. Average SAR values ??ranged from 1.003 to 1.486, the average RSC ranged between 0.0062 meq / l - 0.0314 meq / l, and a supporter of the variables, the average water temperature ranged between 26.68 C0 - 27, 12 C0, the average pH of the water ranged from 6.73 to 6.85, the average flow discharge ranged from 0.979 m3/second - 2,017 m3/second, Brightness average water ranged from 48.6 cm - 110.8 cm, and alkalinity ranged from an average of 5.26 mg / l - 7.18 mg / l and the average content of sediments ranged from 5.4 mg / l - 18.8 mg / l. Based on the analysis and calculation of the main variables and the supporting variables, the water Watershed District Overseer Ngarak can be used for irrigation because it is based on the classification of the suitability of water for irrigation, watershed Ngarak Mandor District on appropriate criteria for irrigation class.
PENGARUH CAMPURAN URINE DENGAN KOTORAN SAPI YANG TERFERMENTASI DAN PEMUPUKAN UREA, SP-36, KCL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAGUNG PADA TANAH ALUVIAL Razanni -; Dwi Zulfita; Dini Anggorowati
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.1197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemupukan Urea, SP-36, dan KCl serta interaksi yang terbaik terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jagung pada tanah aluvial. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dari tanggal 18 April 2012 sampai tanggal 29 Juni 2012. Penelitian ini merupakan eksperimen lapangan menggunakan bentuk Faktorial Rancangan Acak Kelompok (RAK), yang terdiri dari dua faktor yaitu pemberian campuran urine dan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemberian pupuk Urea, SP-36, KCl masing-masing terdiri dari tiga ulangan dan tiga sampel. Perlakuan yang dimaksud adalah : campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi (K) terdiri dari tiga taraf yaitu k1 = 25 ml/liter air, k2 = 50 ml/liter air, k3 = 75 ml/liter air. Pemupukan Urea, SP-36, KCl (P) terdiri dari 3 taraf yaitu : p1 = 1,42 g Urea, 1,90 g SP-36, 0,95 g KCl/ tanaman (25% dari dosis anjuran), p2= 2,85 g Urea, 3,80 g SP-36, 1,90 g KCl/ tanaman (50% dari dosis anjuran), dan p3= 4,31 g Urea, 5,70 g SP-36, 2,85 g KCl/ tanaman (75% dari dosis anjuran). Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah tinggi tanaman, berat kering, berat tongkol, diameter tongkol, panjang tongkol, kadar klorofil daun dan volume akar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 4 dan 5 MST. Pemupukan Urea, SP-36, KCl memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 2, 3, 4 dan 5 MST, berat tongkol, diameter tongkol dan panjang tongkol. Interaksi antara campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi dan pemupukan Urea, SP-36, KCl memberikan pengaruh yang terbaik terhadap tinggi tanaman 2 dan 3 MST. Konsentrasi Campuran urine dengan kotoran sapi yang terfermentasi yang terbaik untuk diberikan pada tanaman jagung adalah 50 ml/liter air dan dosis pemupukan Urea, SP-36, KCl 75 % dosis anjuran. Kata Kunci : Urine, Kotoran Sapi, Fermentasi, Urea, SP-36, KCl, Pertumbuhan, Hasil, Jagung, Tanah Aluvial
Evaluasi Kesesuaian Lahan Gambut untuk Pengembangan Tanaman Jagung di Desa Sungai Pelang Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang Toni Hermawan; Joni Gunawan; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.10331

Abstract

Evaluasi lahan adalah suatu proses pendugaan potensi dari sebidang lahan untuk suatu macam penggunaan yang telah dipertimbangkan dan untuk menerapkan alternatif penggunaan lahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik lahan gambut serta mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk tanaman jagung di Desa Sungai Pelang Kecamantan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang serta meberikan rekomendasi untuk perbaikannya. Penelitian dimulai dari Desember 2014 sampai dengan Maret 2015. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesesuaian lahan untuk tanaman jagung  menunjukkan bahwa lahan tersebut memiliki kesesuaian lahan actual tidak sesuai permanen (N2) dengan faktor penghambat retensi hara dan media perakaran (N2-fr). Upaya evaluasi kesesuaian lahan perlu didukung dengan pemberian rekomendasi pengelolaan antara lain rekomendasi pembuatan dan perbaikan drainase, rekomendasi pengapuran dan rekomendasi pemupukan.   Kata kunci :evaluasi kesesuaian lahan gambut, jagung, desa sungai pelang.
PENGARUH PENGGUNAAN ABU TERBANG (FLY ASH) DAN BEBERAPA JENIS SAWI TERHADAP KADAR LOGAM KADMIUM (Cd) DAN PRODUKSI SAWI DI TANAH GAMBUT Tirta Yuliardi Syafitri; Rita Hayati; Ismahan Umran
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i1.2445

Abstract

Lahan gambut mempunyai potensi yang cukup baik untuk usaha budidaya tanaman sayuran seperti sawi, akan tetapi mempunyai masalah berkaitan dengan tingkat kemasaman tanah. Penggunaan abu terbang sebagai pengganti kapur dinilai lebih efisien selain dapat mengatasi masalah kemasaman tanah juga dapat mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat akumulasi limbah batubara. Abu terbang dapat digunakan sebagai amelioran untuk memperbaiki kesuburan tanah, karena mengandung kalsium yang cukup tinggi sehingga dapat digunakan sebagai pengganti kapur pertanian. Abu terbang juga mengandung unsur mikro dan beberapa unsur makro yang dibutuhkan tanaman. Di sisi lain abu terbang juga mengandung logam berat salah satunya Cd. Famili Brassicaceae (kubis-kubisan) tergolong tanaman yang mampu mengakumulasi logam berat, sehingga sering digunakan dalam phytoextraction pada lahan yang tercemar logam berat. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu terbang (fly ash) dan beberapa jenis sawi terhadap kadar logam kadmium (Cd) dan produksi sawi di tanah gambut. Tempat penelitian di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Kota Pontianak. Penelitian berlangsung dari bulan Januari 2012 sampai dengan Maret 2012. Metode penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan pola Faktorial Split Plot yang terdiri dari 2 faktor. Sebagai petak utama (main plot) adalah faktor dosis abu terbang (a), terdiri atas 4 taraf yakni: a1 (300 g/polybag abu terbang), a2 (600 g/polybag abu terbang), a3 (900 g/polybag abu terbang) dan a4 (1200 g/polybag abu terbang). Anak petak (sub plot) adalah faktor jenis tanaman sawi (t) terdiri atas 4 taraf yakni : t1 (sawi pakcoy), t2 (sawi hijau), t3 (kailan), t4 (sawi keriting). Analisis meliputi pH tanah, berat basah tanaman setelah pemanenan, serta kadar logam berat Cd pada jaringan tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian abu terbang pada media tanam tanah gambut dapat meningkatkan pH tanah sehingga memperbaiki kesuburan tanah gambut. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa tanaman sawi yang ditanam pada media tanah gambut yang diberi penambahan abu terbang relatif aman dikonsumsi dengan indikasi tidak adanya kandungan logam berat Cd pada jaringan tanaman. Kata kunci: abu terbang, logam berat Cd, sawi, tanah gambut
KAJIAN BAKTERI BINTIL AKAR PADA BEBERAPA TIPE PENGGUNAAN LAHAN GAMBUT DI KELURAHAN SIANTAN HILIR KECAMATAN PONTIANAK UTARA Anastasia Rosari Purwanisiwi, Saeri Sagiman Sutarman Gafur
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 8, No 2 (2019): April 2019
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKDi Kalimantan Barat, lahan gambut tidak hanya dimanfaatkan untuk usaha budi daya tanaman pangan dan tanaman hortikultura, tetapi juga dimanfaatkan untuk tanaman keras seperti tanaman karet dan kelapa sawit. Perbedaan praktek budidaya pertanian dan perbedaan perlakuan karena perbedaan tipe penggunaan lahan mengakibatkan perbedaan pada sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Bakteri Rhizobium adalah kelompok bakteri yang berkemampuan sebagai penyedia hara bagi tanaman. Peranan Rhizobium terhadap pertumbuhan tanaman khususnya berkaitan dengan masalah ketersediaan hara bagi tanaman inangnya. Simbiosis ini menyebabkan bakteri Rhizobium dapat menambat nitrogen dari atmosfir, dan selanjutnya dapat digunakan oleh tanaman inangnya.Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui jumlah bakteri bintil akar pada lahan gambut dibeberapa tipe penggunaan lahan gambut pada komoditas pertanian dan perkebunan seperti kelapa sawit, lidah buaya, pepaya, sawi, nanas, dan hutan sekunder. Penelitian ini dimulai pada bulan Agustus sampai November 2018 dengan lokasi pengambilan sampel tanah bertempat di Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir, Kecamatan Pontianak. Parameter yang diamati adalah parameter utama (bintil akar) dan parameter penunjang (reaksi tanah (pH), kadar abu, c-organik, n-total, rasio c/n, bahan organik, kadar air tanah, bobot isi, kematangan tanah, kedalaman muka air tanah, vegetasi dan jarak parit). Metode analisis dengan metode analisis keragaman klasifikasi satu arah (One Way Anova) dengan Rancangan Acak Lengkap Apabila dari hasil Anova ini terdapat pengaruh nyata pada α = 0,05 maka analisis data dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Jujur.Hasil penelitian menunjukkan rerata jumlah bintil akar tertinggi pada beberapa tipe penggunaan lahan di lahan gambut tertinggi terdapat pada lahan sawi yaitu  10,31/ bintil dan yang terendah terdapat pada lahan kelapa sawit yaitu 1,50/ bintil biji Hasil analisis keragaman menunjukkan bahwa beberapa penggunaan lahan tanaman (kelapa sawit, lidah buaya, pepaya, sawi, nanas, dan hutan sekunder) berpengaruh nyata terhadap jumlah bintil akar. Hasil uji lanjut menyatakan bahwa lahan kelapa sawit dan lidah buaya tidak berbeda nyata dengan lahan pepaya, nanas, dan hutan sekunder. Penggunaan lahan gambut tanaman sawi tidak berbeda nyata dengan lahan gambut tanaman pepaya, nanas, dan hutan sekunder tetapi berbeda nyata dengan lahan kelapa sawit dan lidah buaya. Kata kunci: Bakteri Bintil Akar, Nitrogen, Tanah Gambut, Tipe Penggunaan Lahan, Rhizobium
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN TANAMAN PADI (OryzaSativaL.) PADA LAHAN PASANG SURUT DI DESA SUNGAI RADAK I,KECAMATAN TERENTANG KABUPATEN KUBURAYA Agus Sulistiyono Pramono; Denah Suswati; Rini Hazriani
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8656

Abstract

Penelitian ini dilakukan pada lahan pasang surut yang belum ditanami padi. Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya produksi padi di Desa Sungai Radak I dibandingkan dengan produksi padi pada umumnya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat kesesuaian lahan pasang surut di Desa Sungai Radak I Kecamatan Terentang Kabupaten Kubu Raya dan menyusun saran pengelolaan unsur hara (pengapuran dan rekomendasi pemupukan). Metode yang diterapkan dalam penelitian ini adalah survei lapangan dengan mengambil 1 sampel tanah komposit pada masing-masing SPT yang di analisis di laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Parameter penelitian terdiri dari pH tanah, C-organik, N-total, K-dd, Ca-dd, Mg-dd, Tekstur, P-tersedia, K, DHL, warna tanah, konsistensi, kedalaman air tanah, drainase, struktur, kandungan pirit. Hasil penelitian menunjukkan topologi lahan pasang surut di Desa Sungai Radak I merupakan topologi datar dengan ketinggian 0-2 mdpl dan kelerengan 0%. Drainase tergolong terhambat (buruk), tipe luapan B. Tanah yang berkembang di lokasi penelitian berordo Entisol sub ordo aquent great grup sulfaquents, dan masuk kedalam sub group typic silfaquent dan hiplic sulfaquent, pH tanah termasuk kedalam kriteria masam dengan kisaran 4,20-4,36, kadar N total berkriteria sangat rendah dengan kisaran 0,17-1,32%. P- tersedia berkriteria sangat renda-sedang dengan kisaran 0,42-15,91 ppm, K-dd kriteria sangat rendah dengan kisaran 0,26-0,25 Cmol(+)kg-1, kadar C-organik berkriteria sangat tinggi dengan kisaran 28,71-40,31%. DHL tanah termasuk kedalam kriteria bebas garam yakni 1,22 mS/cm. KTK tanah berkriteria tinggi dengan kisaran 51,68-72,56 Cmol(+) kg-1, KB tanah kriteria sangat rendah dengan kisaran 3,35-3,91, muka air tanah kriteria dangkal yakni 0-14 cm.

Page 96 of 191 | Total Record : 1901