cover
Contact Name
Agus Ruliyansyah
Contact Email
agus.ruliyansyah@faperta.untan.ac.id
Phone
+62561-740191
Journal Mail Official
jsp.equator@gmail.com
Editorial Address
Jalan Prof. Dr. Hadari Nawawi
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
JURNAL SAINS PERTANIAN EQUATOR
ISSN : -     EISSN : 2964562X     DOI : http://dx.doi.org/10.26418/jspe.v12i1.59508
Jurnal Sains Pertanian Equator is open access, academic, citation indexed, and blind peer-reviewed journal. It covers original research articles, review, and short communication on diverse topics related to agriculture science. We accept submission from all over the world. All submitted articles shall never be published elsewhere, original and not under consideration for other publication
Articles 1,901 Documents
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN PEREKONOMIAN DAN KOMODITI PERTANIAN DI KABUPATEN KAYONG UTARA cholid, irfan; yurisinthae, erlinda; komariyati, komariyati
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Kayong Utara merupakan pemekaran dari Kabupaten Ketapang terbentuk secara resmi berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2007 tanggal 2 Januari 2007 dan Surat Mendagri No.135/439/SJ tanggal 27 Februari 2007. Sektor perekonomian merupakan alat pertumbuhan ekonomi yang harus diletakkan sesuai dengan fungsi tata ruang. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis sektor basis dan komoditi pertanian unggulan di Kabupaten Kayong Utara. Pertumbuhan sektor-sektor unggulan diketahui dengan analisis LQ, DLQ, dan Shift Share. Data yang digunakan adalah data PDRB Kabupaten Kayong Utara dari tahun 2007-2011 atas dasar harga konstan. Hasil penelitian diketahui bahwa sektor pertanian merupakan sektor unggulan dan memiliki kontribusi besar di Kabupaten Kayong Utara diikuti dengan sektor listrik,gas, dan air minum, sektor pertambangan dan penggalian, sektor jasa-jasa, dan sektor industri pengolahan. Komoditi pertanian sub sektor tanaman bahan pangan di Kabupaten Kayong Utara dilihat dari luas panen dan produksinya komoditi padi menjadi basis satu-satunya. Hasil panen per hektar diketahui ada tiga komoditi basis yaitu padi, ubi kayu, dan ubi jalar. Sesuai dengan RPJPD/RPJM Kabupaten Kayong Utara bahwa sektor pertanian menjadi prioritas dalam pembangunan daerah maka harus diberikan perhatian yang serius agar tidak terjadi alih fungsi lahan, pemberian modal kepada petani, serta dukungan regulasi yang lebih baik sebagai upaya dalam memajukan sektor pertanian dan tetap menjadi sektor basis. Kata kunci : sector unggulan, Location Quotient, Dynamic Location Quotient, Shift Share.
PERSISTENSI CENDAWAN Metarhizium anisopliae (Metsch.) PADA TANAH GAMBUT SERTA TINGKAT PATOGENISITASNYA TERHADAP LARVA Tenebrio molitor (Linn.) di LABORATORIUM Simamora, Cico Jhon K; Ramadhan, Tris Haris; Hendarti, Indri Hendarti
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metarhizium anisopliae (Metsch.) merupakan agen hayati yang sering digunakan untuk mengendalikan serangga Coleoptera, akan tetapi belum banyak informasi tentang kemampuan konidia untuk bertahan di tanah gambut dan tetap mampu mengendalikan hama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui daya persistensi cendawan M. anisopliae (Metsch.) di tanah gambut, terhadap serangga hama Tenebrio molitor. Pengujian meliputi uji pendahuluan pengembalian daya virulensi cendawan, dilanjutkan perlakuan menggunakan suspensi 9,056x107 konidia/ 1ml yang dilakukan untuk melihat persistensinya dengan lama perlakuan inkubasi 1, 3, 5, 7, 10, 14, dan hari ke 21. Setiap perlakuan diulang 3 kali, dengan jumlah larva uji 90 ekor per perlakuan. Aplikasi M. anisopliae (Metsch.) dengan cara menyemprotkan suspensi konidia ke gambut steril, untuk selanjutnya diinkubasi. Kemudian larva uji dimasukkan ke dalam toples yang berisi media gambut sesuai hari perlakuan. Variabel pengamatan meliputi persentase kematian larva, pupa dan imago yang dihasilkan, jumlah konidia yang tumbuh setelah masa inkubasi, kadar air media, nilai LT50, dan waktu paruh dari M. anisopliae. Data mortalitas dianalisis dengan rumus kematian terkoreksi Abbot, dan analisis probit serta regresi linear untuk menentukan LT 50 % dan waktu paruh. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan inkubasi suspensi hari ke- 14 dan 21 hari mortalitasnya menurun dengan persentase kematian hanya 90% dan 82,2%, dibandingkan inkubasi hari ke 1 hingga hari ke 10 yang persentase mortalitasnya 100%. Makin lama masa inkubasi konidia pada media, maka persentase mortalitas makin menurun, sedangan pupa dan imago yang dihasilkan makin tinggi, selain itu jumlah konidia yang tumbuh semakin rendah seiring dengan semakin tingginya kehilangan air. Nilai LT50% suspensi konidia 9,056x107/ml adalah 32,78 hari, sedangkan waktu paruhnya adalah 83,035 hari. Kata Kunci : Metarhizium anisopliae (Metsch.), tanah gambut, persistensi, Tenebrio molitor (Metsch.).
Pengaruh Panjang Entris terhadap Keberhasilan Sambung Pucuk Bibit Lengkeng Adrianus Kamaledho Dume; Patriani Patriani; Dwi Zulfita
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 2: Agustus 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i2.12632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mencari panjang entris yang terbaik terhadap pengaruh sambung pucuk tanaman lengkeng. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan  diulang sebanyak lima kali, setiap ulangan terdiri dari tiga sampel tanaman. Perlakuan yang dimaksud yaitu e1: 7,5 cm, e2: 10 cm, e3: 12,5 cm, e4: 15 cm dan e5: 17,5 cm. Variabel pengamatan dalam penelitian ini adalah persentase tumbuh (%), jumlah daun (helai), tinggi tanaman (cm) dan jumlah tunas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengamatan panjang entris berpengaruh nyata terhadap persentase tumbuh (%), tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai) sedang variabel pengamatan seperti jumlah tunas berpengaruh tidak nyata. Rerata persentase tumbuh (%) dengan panjang entris 12,5 cm dan 17,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah pada panjang entris 7,5 cm dan 15 cm. Data rerata jumlah daun (helai) pada panjang entris 15 cm dan 17,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah terdapat pada panjang entris 7,5 cm dan 10 cm. Data rerata jumlah tunas terdapat pada panjang entris  10 cm dan 12,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah diberi pada panjang entris 7,5 cm dan 12,5 cm. Data rerata tinggi tanaman pada panjang entries 15 cm dan 17,5 cm memiliki nilai tertinggi, sedangkan nilai terendah terdapat pada panjang entries 7,5 cm dan 12,5 cm. Berdasarkan hasil pengamatan pengaruh panjang entris terhadap keberhasilan sambung pucuk bibit lengkeng dapat disimpulkan bahwa keberhasilan panjang entris dengan 17,5 cm mempunyai pertumbuhan yang terbaik.   Kata kunci : Keberhasilan Sambung Pucuk, Panjang Entris, Tanaman Lengkeng.
Studi Karakteristik Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jemelak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Kabupaten Sintang Jenius Mero; Saifudin Saifudin; Asadi Asadi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4076

Abstract

ABSTRAK JENIUS MERO, Studi Karakteristik Sub Daerah Aliran Sungai (Sub DAS) Jemelak pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas Kabupaten Sintang dibawah bimbingan bapak Ir. Saifudin, M.Si dan bapak Ir. H. Asadi, MP. Air adalah materi yang berharga bagi makhluk hidup. Tidak ada air tidak mungkin ada kehidupan, karena air merupakan penyusun utama tubuh makhluk hidup. Perubahan waktu yang begitu cepat menyebabkan kebutuhan air oleh manusia semakin meningkat untuk berbagai keperluan dan salah satu sumber air yang digunakan adalah sungai. Pada saat ini sungai sudah berada dalam keadaan yang kritis dimana kondisi DAS mengalami perubahan. Perubahan keadaan DAS ini disebabkan adanya perubahan aktivitas tata guna lahan pada daerah hulu sungai seperti perambahan hutan, alih guna hutan menjadi perkebunan, limbah industri maupun rumah tangga yang pada akhirnya tidak hanya memberi dampak pada daerah hulu saja tetapi juga menimbulkan dampak pada daerah tengah dan hilir sungai. Penelitian bertujuan untuk mempelajari karakteristik Sub DAS Jemelak yang terletak di Kecamatan Sintang dan Kecamatan Kelam Permai Kabupaten Sintang Kalimantan Barat dan secara geografis Sub DAS Jemelak terletak antara 11102951.132 BT 11103712.155 BT dan 00625.961 LU 00159.811 LU dan mempunyai luas 4.588 Ha. Hasil analisis di lapangan pH air di Sub DAS Jemelak rata-rata sebelum hujan (surut) adalah 4,35 dan pada saat setelah hujan (pasang) adalah 4,61, suhu 270C, kecerahan 59,66 cm, debit aliran sebelum hujan (surut) rata-rata 1,15 m3/detik dan setelah hujan (pasang) adalah 2,74 m3/detik, Sub DAS Jemelak termasuk ke dalam tipe iklim A. Hasil analisis di laboratorium menunjukkan laju sedimen rata-rata sebelum hujan (surut) adalah 8,35 ton/hari, sedangkan rata-rata sesudah hujan (pasang) adalah 70,67 ton/hari. dengan pola drainase denritik dan bentuk drainase memanjang atau seperti bulu burung dengan profil melintang sungai berbentuk segitiga. Orde sungai terdiri dari 2 orde dimana indeks kerapatan drainasenya tergolong kategori rendah.
ANALISIS EFISIENSI PEMASARAN JERUK SIAM DI KECAMATAN TEBAS KABUPATEN SAMBAS Anita -; Ani Muani; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 1, No 1: Desember 2012
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v1i1.546

Abstract

Salah satu daerah sentra produksi jeruk siam adalah di Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas. Tujuan penelitian adalah mengetahui saluran pemasaran yang paling efisien, mengetahui besarnya keuntungan dari masing-masing lembaga pemasaran, mengetahui struktur pasar dan keterpaduan pasar antara pasar produsen dengan pasar konsumen di pontianak. Penelitian dilakukan dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukan saluran pemasaran I jeruk siam efisien dan saluran pemasaran II untuk kelas D dan E belum efisien. Apabila dilihat dari segi keuntungan, maka keuntungan tertinggi terletak pada saluran pemasaran II kelas AB sebesar Rp 3.318/Kg. Struktur pasar yang dihadapi petani mengarah pada struktur pasar oligopoli terdeferensiasi dan pedagang pengumpul jeruk siam mengarah pada pasar oligopsoni terdeferensiasi, serta ditingkat pedagang pengecer bentuk pasar yang terjadi adalah pasar oligopsoni terdeferensiasi. Analisis tingkat keterpaduan pasar menunjukkan bahwa pasar terintegrasi kuat antara pasar ditingkat produsen dengan tingkat konsumen serta terintegrasi jangka panjang. Kata Kunci : Margin Pemasaran, Farmers Share, Profitability Index, Struktur Pasar, Indek Keterpaduan Pasar.
KONTRIBUSI PENDAPATAN USAHA KERAJINAN TANGAN BERBAHAN BAKU BAMBU TERHADAP PENDAPATAN KELUARGA DI DESA PARIT RAJA KECAMATAN SEJANGKUNG KABUPATEN SAMBAS Januarti Januarti; Erlinda Yurisinthae; Adi Suyatno
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 3: Desember 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i3.4027

Abstract

JANUARTI, Kontribusi Pendapatan Usaha Kerajinan Tangan Berbahan Baku Bambu Terhadap Pendapatan Keluarga di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas, dibawah bimbingan Dr. Ir. Erlinda Yurinsinthae, MP. selaku dosen pembimbing pertama dan Ir. Adi Suyatno, MP. selaku dosen pembimbing kedua. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendapatan usaha kerajinan tangan berbahan baku bambu, serta untuk mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan usaha kerajinan tangan tersebut terhadap pendapatan keluarga pengrajin di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive), yaitu di Desa Parit Raja Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas. Jumlah sampel yang diambil sebanyak 38 responden (50% dari populasi) dengan menggunakan metode acak sederhana (simple random sampling). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa : pendapatan rata-rata dari usaha kerajinan tangan berbahan baku bambu yaitu berupa caping bambu sebesar Rp 3.494.368/thn. Total pendapatan yang diperoleh dari usaha kerajinan caping bambu, usahatani padi dan usahatani karet sebesar Rp 19.056.530/thn. Kontribusi usaha kerajinan caping bambu terhadap pendapatan keluarga sebesar 18,35%. Kata kunci : kontribusi, pendapatan keluarga
PENGARUH PEMBERIAN ABU TERBANG (FLY ASH) TERHADAP AKUMULASI ARSEN (As) DAN PRODUKSI BEBERAPA JENIS TANAMAN SAWI DI TANAH GAMBUT -, Natalia; Hayati, Rita; -, Junaidi
Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian Vol 2, No 1: April 2013
Publisher : Jurnal Sains Mahasiswa Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah gambut sebagai media tumbuh tanaman dibatasi sifat gambut yang masam, kejenuhan basa rendah, kadar P, K dan Ca rendah, sehingga perlu upaya untuk membuat gambut siap digunakan untuk budidaya tanaman sawi. Pemberian beberapa dosis abu terbang diharapkan menjadi salah satu alternatif untuk mengatasi kendala tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui interaksi pemberian abu terbang dan penggunaan berbagai jenis sawi terhadap akumulasi arsen (As) dan produksi sawi pada tanah gambut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Petak Terbagi dalam (RAL), yang terdiri dari 2 faktor sebagai faktor yakni faktor utama abu terbang dan varietas tanaman sawi, factor varietas tanaman sawi terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, sawi pakchoi, sawi hijau, sawi kalian dan sawi keriting dan dosis abu terbang terdiri dari 4 taraf perlakuan yaitu, a1 (300 g/polybag), a2 (600 g/polybag), a3 (900 g/polybag) dan a4 (1200 g/polybag). Adapun variabel yang diamati adalah pH tanah setelah inkubasi, pH tanah setelah penelitian, berat basah tanaman, akumulasi logam arsen (As) pada tajuk tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian abu terbang, memberikan pengaruh nyata terhadap reaksi tanah (pH) dan berat basah tanaman serta interaksi antar tingkat berbagai dosis dan jenis tanaman, hasil penelitian juga mengindikasikan bahwa sayuran yang ditanam pada media tanah gambut yang diberi penambahan abu terbang relatif aman dikonsumsi dengan indikasi tidak adanya pengaruh pada kandungan logam berat As pada tanaman sawi. Kata kunci: Tanah Gambut , Sawi, Abu Terbang, Arsen (As)
PENGARUH KOMPOS AMPAS TAHU TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT PADA TANAH ALLUVIAL Nurbaiti R; Agustina Listiawati; Tantri Palupi
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.8613

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis kompos ampas tahu yangterbaik untuk pertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah alluvial.Penelitian dilakukan di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian UniversitasTanjungpura Pontianak. Waktu pelaksanaan dari tanggal 21 Februari sampaitanggal 14 April 2014. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap yangterdiri dari 6 taraf perlakuan pemberian kompos ampas tahu yaitu, a1 (3,2 kg/petaksetara dengan 10 ha-1), a2 (6,4 kg/petak setara dengan 20 ton ha-1), a3 (9,6 kg/petaksetara dengan 30 ton ha-1), a4 (12,8 kg/petak setara dengan 40 ton ha-1), a5 (16,0kg /petak setara dengan 50 ton ha-1) dan a6 (19,2 kg/petak setara dengan 60 ton ha-1). Setiap petak percobaan terdiri dari 4 sampel tanaman dan masing-masingperlakuan diulang sebanyak 4 kali. Variabel yang diamati dalam penelitian iniadalah volume akar (cm3), berat kering tanaman (g), umur berbunga (hari setelahsemai), umur panen (hst), jumlah buah per tanaman (buah), bobot buah pertanaman (g), bobot per buah (g), diameter buah (cm), hasil per petak (kg). Hasilpenelitian menunjukkan bahwa kompos ampas tahu mampu meningkatkanpertumbuhan dan hasil tanaman tomat pada tanah Alluvial. Dosis kompos ampastahu yang efektif untuk diberikan pada tanaman tomat adalah 9,6 kg/petak setaradengan 30 ton ha-1.
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR LIMBAH BUAH JERUK HASIL FERMENTASI TERHADAP HASIL TANAMAN BAYAM MERAH (Alternanthera amoena Voss.) Nyemas Elistianti; Rini Susana; Yeti Rohayeti
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 2, No 2: Agustus 2013
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v2i2.2488

Abstract

Limbah buah jeruk dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dan konsentrasi optimal pupuk organik cair yang berasal dari limbah buah jeruk hasil fermentasi terhadap hasil tanaman bayam merah pada tanah gambut. Penelitian dilaksanakan di kebun percobaan Fakultas Pertanian selama enam minggu. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen lapangan dengan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari enam taraf perlakuan pemberian pupuk organik cair limbah buah jeruk hasil fermentasi. Masing-masing perlakuan diulang sebanyak empat kali dan lima tanaman sampel. Konsentrasi perlakuan (k) terdiri dari k1 = 1 ml /liter air, k2 = 3 ml /liter air, k3 = 5 ml /liter air, k4 = 7 ml /liter air, k5 = 9 ml /liter air dan k6= 11 ml /liter air. Variabel yang diamati meliputi jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman dan berat kering tanaman. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian pupuk organik cair limbah buah jeruk hasil fermentasi pada konsentrasi 1 ml/liter air, 3 ml/liter air, 5 ml/liter air, 7 ml/liter air, 9 ml/liter air dan11 ml/liter air menghasilkan pertumbuhan yang sama pada semua variabel penelitian yaitu jumlah daun, luas daun, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan penggunaan pupuk organik cair limbah buah jeruk dengan kandungan C/N rasio yang masih tinggi yaitu 60,18 % menyebabkan unsur hara tidak dapat diserap tanaman bayam merah untuk pertumbuhan tanaman bayam merah. Kata Kunci : Bayam merah, gambut, pupuk organik cair limbah buah jeruk
SUBSTITUSI TEPUNG PISANG KEPOK PADA TEPUNG TERIGU TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA DAN SENSORI MI BASAH esty widya hapsari; retno budi lestari; dwi raharjo
Jurnal Sains Pertanian Equator Vol 4, No 1: April 2015
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jspe.v4i1.9645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat substitusi tepung pisang kepok pada tepung terigu yang menghasilkan sifat fisikokimia dan sensori mi basah terbaik. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah substitusi tepung pisang kepok pada tepung terigu yang terdiri dari t0 (0% tepung pisang kepok), t1 (5% tepung pisang kepok), t2 (10% tepung pisang kepok), t3 (15% tepung pisang kepok), t4 (20% tepung pisang kepok), t5 (25% tepung pisang kepok), t6 (30% tepung pisang kepok). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan terbaik adalah t3 (15% substitusi tepung pisang kepok), dengan karakter fisikokimia kadar air 60,47%, kadar protein 5,50%, kadar lemak  2,82%, kadar kabohidrat 30,89% dan kadar abu 0,32%. Karakteristik sensori aroma 2,30 (agak berbau), warna 2,93 (kuning agak kecoklatan), rasa 2,93 (agak enak), kekenyalan 2,11 (agak kenyal) dan kesukaan 2,07 (agak suka).

Page 98 of 191 | Total Record : 1901