cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,287 Documents
Analisis Kontribusi Pajak Kendaraan Bermotor Terhadap Pajak Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Selama Masa Pemulihan Ekonomi COVID-19: Analysis of Motor Vehicle Tax Contribution to Regional Tax Revenue in West Nusa Tenggara During the COVID-19 Economic Recovery Period Maedina Junaedi; Helmy Fuady
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11183

Abstract

Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) merupakan salah satu sumber utama penerimaan Pajak Daerah yang berperan dalam mendukung kapasitas fiskal pemerintah daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penerimaan PKB dan kontribusinya terhadap Pajak Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat selama masa pemulihan ekonomi pandemi COVID-19 periode 2020–2024. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan data sekunder berupa laporan realisasi penerimaan Pajak Daerah Provinsi NTB yang diperoleh dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi NTB. Teknik analisis yang digunakan meliputi analisis kontribusi dan analisis pertumbuhan penerimaan PKB. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerimaan PKB mengalami peningkatan dari Rp431,77 miliar pada tahun 2020 menjadi Rp575,48 miliar pada tahun 2024. Namun demikian, kontribusi PKB terhadap Pajak Daerah mengalami fluktuasi dengan kecenderungan menurun dari 32,51% menjadi 28,14%. Penurunan kontribusi tersebut tidak menunjukkan melemahnya penerimaan PKB, melainkan menunjukkan bahwa pertumbuhan penerimaan Pajak Daerah lainnya berlangsung lebih cepat. Peningkatan penerimaan PKB dipengaruhi oleh pemulihan aktivitas ekonomi, kebijakan relaksasi perpajakan, dan digitalisasi pelayanan pembayaran pajak. Dengan demikian, PKB tetap menjadi salah satu sumber penerimaan daerah yang penting dalam mendukung ketahanan fiskal Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat selama masa pemulihan ekonomi pandemi COVID-19
Perlindungan Hukum bagi Pihak yang Lemah dalam Perjanjian Perdata : Systematic Review: Legal Protection of Weak Parties in Civil Agreements: Systematic Review Eolia Rahma Agustin
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11188

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk secara sistematis menganalisis dan mensintesis penelitian yang ada tentang perlindungan hukum bagi pihak-pihak yang lebih lemah dalam perjanjian perdata. Fokus utamanya adalah untuk mengidentifikasi pola perlindungan hukum, bentuk daya tawar yang tidak setara, dan efektivitas prinsip-prinsip keadilan kontraktual dalam praktiknya. Penelitian ini menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan artikel ilmiah dari Google Scholar menggunakan kata kunci "hukum perdata", "perlindungan hukum", dan "hak konseptual". Sebanyak sembilan artikel yang relevan dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan dianalisis menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui sintesis data. Temuan ini mengungkapkan bahwa pihak-pihak yang lebih lemah dalam perjanjian sipil terus menghadapi ketidakseimbangan yang signifikan dalam daya tawar, terutama karena penggunaan klausul standar, tindakan sepihak, dan lemahnya penegakan peraturan yang ada. Hasil ini menyoroti kesenjangan antara norma hukum dan implementasinya dalam praktik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada pengintegrasian studi sektoral yang sebelumnya terfragmentasi ke dalam kerangka analitis yang komprehensif, serta mengidentifikasi tren metodologis dan konseptual dalam penelitian sebelumnya. Studi ini berkontribusi secara teoritis dengan memperkuat konsep perlindungan hukum dan keadilan kontraktual, dan secara praktis dengan memberikan rekomendasi berbasis bukti bagi pembuat kebijakan dan praktisi hukum untuk meningkatkan perlindungan pihak-pihak yang lebih lemah.
Pengaruh Work Overload, Job Control, dan Dukungan Sosial terhadap Burnout pada Tenaga Kependidikan MAN 3 Jombang Hafidha Dina Kamila; Septian Ragil Anandita
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11189

Abstract

ABSTRAK Burnout pada tenaga kependidikan menjadi isu krusial seiring meningkatnya tuntutan administratif, keterbatasan sumber daya, dan tekanan waktu yang berkelanjutan. Kondisi ini berpotensi menurunkan kualitas layanan pendidikan jika tidak dikelola dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh work overload, job control, dan dukungan sosial terhadap burnout pada tenaga kependidikan MAN 3 Jombang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan responden sebanyak 40 tenaga kependidikan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, sedangkan analisis data menggunakan regresi linier berganda melalui program SPSS 15.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, work overload dan job control tidak berpengaruh signifikan secara parsial terhadap burnout pada tenaga kependidikan MAN 3 Jombang, sedangkan dukungan sosial berpengaruh negatif dan signifikan terhadap burnout. Secara simultan, ketiga variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap burnout. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan sosial yang memadai sangat efektif dalam menekan risiko burnout. Oleh karena itu, diperlukan penguatan dukungan sosial serta optimalisasi sumber daya kerja lainnya untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan produktif. ABSTRACT Burnout among education personnel has become a crucial issue alongside increasing administrative demands, limited resources, and continuous time pressure. This condition has the potential to decrease the quality of educational services if not managed properly. This study aims to analyze the effect of work overload, job control, and social support on burnout among education personnel at MAN 3 Jombang. This research uses a quantitative approach with a survey method. The sampling technique utilized total sampling with 40 education personnel as respondents. Data were collected through questionnaires with a Likert scale, while data analysis used multiple linear regression via the SPSS program. The results showed that partially, work overload and job control have no significant effect on burnout among education personnel at MAN 3 Jombang, whereas social support has a negative and significant effect on burnout. Simultaneously, these three variables significantly affect burnout. These findings indicate that adequate social support is highly effective in reducing the risk of burnout. Therefore, it is necessary to strengthen social support and optimize other work resources to create a healthy and productive work environment.
Peran Kepolisian Kota Bengkulu Terhadap Penggunaan Knalpot Racing Pada Kendaraan Pribadi Di Wilayah Kota Bengkulu: The Role Of The Bengkulu City Police In Regarding The Use Of Racing Exhausts On Private Vehicles In The Bengkulu City Area Tasya Nur Anisa; Marlinah; Addy Candra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11191

Abstract

Peran Kepolisian Kota Bengkulu dalam mengendalikan penggunaan knalpot balap dan tantangan yang dihadapi oleh penegak hukum merupakan topik utama penelitian ini. Penelitian ini menggunakan kerangka kerja sosial-hukum dan alat hukum empiris untuk mengkaji tindakan dan tantangan kepolisian. Temuan menunjukkan bahwa kepolisian telah menerapkan tindakan pencegahan, antisipasi, dan represif, termasuk penegakan hukum, razia, konseling, dan penyitaan knalpot yang tidak standar. Namun, karena kurangnya sumber daya, infrastruktur, dan pengetahuan hukum, penegak hukum belum berkinerja maksimal.
Analisis Kebijakan Regulasi Pedagang Kaki Lima Terhadap Upaya Penataan Kawasan Lingkungan Kota Kupang: Analysis of Street Vendor Regulation Policy on Efforts to Arrange the Environmental Area of Kupang City Christina Mandayani Tade; Bernadeta Keysa Pake; Reymond Gerson Filipi Na'u; Pascalin Personalia Bunga Kellen; Mirma Rosadi Betti
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11192

Abstract

Pedagang Kaki Lima (PKL) merupakan bagian internal dari sektor ekonomi informal yang menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan dengan keterbatasan modal dan keahlian. Secara teoritis, PKL memanfaatkan ruang-ruang publik untuk melakukan aktivitas perdagangan demi menyambung hidup dan menggerakan ekonomi skala kecil. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif yang berfokus pada analisis literatur dan fenomena sosial. Berbasis teori Grindle (1980) yang menganalisis tentang isi kebijakan (content of policy) dan lingkungan implementasi (context of implementation). Implementasi regulasi penataan PKL di Kota Kupang belum berjalan optimal akibat lemahnya koordinasi antarinstansi dan ketiadaan penetapan lokasi usaha resmi, sehingga penertiban yang dilakukan sering kali hanya bersifat sementara. Secara sosial, kebijakan ini memicu ketegangan dan konflik antara pedagang dan aparat karena dianggap kurang memperhatikan rasa keadilan dan kondisi ekonomi masyarakat kecil. Secara ekonomi, kebijakan relokasi sering kali berdampak pada penurunan omzet mingguan akibat hilangnya akses strategis penjualan terhadap pelanggan. Meskipun pedagang melakukan strategi adaptasi melalui diversifikasi produk dan promosi digital, keberhasilan penataan ruang di Kota Kupang tetap sangat bergantung pada kebijakan yang mampu menyeimbangkan fungsi estetika kota dengan pemberdayaan ekonomi PKL yang berkelanjutan.
Analisis Karakteristik Sinyal Bunyi Ketukan pada Material Bekas Bangunan Menggunakan Pengolahan Sinyal Digital Berbasis Python: Analysis of Knocking Sound Signal Characteristics on Used Building Materials Using Python-Based Digital Signal Processing Reva Nabila Dealova; Islami Nur Hartatik; Sekar Gayatri; Fifin Dewi Ratnasari
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik sinyal bunyi ketukan pada material bekas bangunan menggunakan metode pengolahan sinyal digital berbasis Python. Material yang digunakan meliputi plastik, papan kayu, seng, besi, dan triplek. Analisis dilakukan menggunakan low-pass filter dan Fast Fourier Transform (FFT) berdasarkan amplitudo maksimum, frekuensi dominan, dan karakteristik waveform. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap material memiliki karakteristik bunyi yang berbeda sesuai sifat fisisnya. Plastik memiliki amplitudo tertinggi sebesar 45794,4 dengan frekuensi dominan terendah sebesar 1064,77 Hz yang menunjukkan kemampuan redaman bunyi yang cukup tinggi. Papan kayu menghasilkan frekuensi dominan tertinggi sebesar 1444,32 Hz, sedangkan seng dan besi menunjukkan frekuensi dominan yang relatif stabil akibat sifat material logam yang lebih reflektif terhadap bunyi. Penggunaan low-pass filter berhasil mengurangi noise sehingga sinyal lebih mudah dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sifat fisis material memengaruhi karakteristik bunyi dan potensi akustik material yang dihasilkan.
Efektivitas Pendidikan Kesehatan Dengan Metode Focus Group Discussion (Fgd) Terhadap Pengetahuan Tentang Fluor Albus Pada Remaja Putri Sma: The Effectiveness of Health Education Using the Focus Group Discussion (FGD) Method on Knowledge of Fluor Albus Among High School Girls Wanda Amelia Nurhasanah; Diah Maulia; Tsamarah Hanin Rana Fauziyyah; Milkhatun
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11215

Abstract

Fluor albus merupakan masalah kesehatan reproduksi yang sering dialami remaja putri, terutama di daerah beriklim tropis. Kurangnya pengetahuan tentang fluor albus dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan reproduksi. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pendidikan kesehatan, khususnya metode Focus Group Discussion (FGD), dalam meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang fluor albus melalui literature review. Metode yang digunakan adalah systematic literature review berdasarkan prinsip PRISMA dengan sumber artikel dari Google Scholar dan PubMed tahun 2020–2025. Sebanyak 20 artikel memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan secara signifikan meningkatkan pengetahuan remaja putri (p < 0,05). Metode leaflet dan audiovisual terbukti efektif, namun FGD memiliki potensi lebih baik karena bersifat interaktif dan partisipatif. Kesimpulannya, pendidikan kesehatan efektif meningkatkan pengetahuan tentang fluor albus, dan metode FGD berpotensi menjadi pendekatan yang lebih optimal meskipun masih memerlukan penelitian lebih lanjut.
Gambaran Penggunaan Antihipertensi di Puskesmas X Kota Pekanbaru Desember 2025: Overview of Antihypertensive Use at Community Health Center X, Pekanbaru City, December 2025 Novia Sinata; Muhammad Damri; Vathia Avilla; Zakiyah Manaf; Mauizah Fadhilah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11228

Abstract

Abstrak harus berdiri sendiri, artinya tidak ada kutipan di dalam abstrak. Hipertensi merupakan masalah kesehatan masyarakat dengan prevalensi tinggi dan risiko komplikasi kardiovaskular yang signifikan, sehingga memerlukan pemilihan terapi farmakologis yang rasional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis gambaran penggunaan obat antihipertensi pada pasien di Puskesmas X Kota Pekanbaru bulan Desember 2025. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan retrospektif terhadap data rekam medis sebanyak 195 pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa amlodipin (golongan Calcium Channel Blocker/CCB) merupakan obat yang paling dominan digunakan sebagai terapi tunggal. Penggunaan captopril (ACE inhibitor), kombinasi terapi, serta diuretik seperti furosemid ditemukan dalam proporsi yang lebih kecil. Pola penggunaan ini menunjukkan kecenderungan praktik klinis yang mengacu pada pedoman terapi lini pertama hipertensi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan obat antihipertensi di Puskesmas X didominasi oleh amlodipin sebagai terapi utama yang sesuai dengan standar pengobatan. Hypertension is a public health problem with a high prevalence and significant risk of cardiovascular complications, thus requiring rational selection of pharmacological therapy. This study aims to analyze the description of antihypertensive drug use in patients at Community Health Center X, Pekanbaru City in December 2025. The study used a descriptive design with a retrospective approach to medical record data of 195 patients. The results showed that amlodipine (Calcium Channel Blocker/CCB) was the most dominant drug used as a single therapy. The use of captopril (ACE inhibitor), combination therapy, and diuretics such as furosemide was found in smaller proportions. This pattern of use indicates a tendency of clinical practice that refers to the guidelines for first-line therapy of hypertension. Thus, it can be concluded that the use of antihypertensive drugs at Community Health Center X is dominated by amlodipine as the main therapy in accordance with treatment standards.
Analisis Dampak Psikososial dan Etika Digital terhadap Kinerja Perawat: Analysis of the Impact of Psychosocial Factors and Digital Ethics on Nurses’ Performance Andini Fitdia Sofyanda; Citra Maulidya; Nadiana Sari; Rusni Masnina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11229

Abstract

Perawat merupakan tenaga kesehatan yang memiliki peran sentral dalam memberikan pelayanan di fasilitas kesehatan seperti puskesmas. Namun, perkembangan teknologi dan tuntutan kerja modern memicu berbagai tekanan psikososial seperti micro-stresses, psychological detachment yang rendah, serta fenomena ethical fading. Kondisi tersebut berdampak pada stres kerja, burnout, serta menurunnya kualitas pengambilan keputusan etis, yang pada akhirnya memengaruhi kinerja perawat dalam memberikan pelayanan yang bermutu. Penulisan ini menggunakan metode literature review melalui pencarian artikel nasional dan internasional dari Google Scholar, PubMed, dan Scopus dengan kata kunci: psikososial, etika digital, kinerja perawat, burnout, psychological detachment. Kriteria inklusi meliputi artikel tahun 2019–2026 yang dapat diakses full text dalam format PDF. Dari 90 artikel yang teridentifikasi, dilakukan skrining hingga diperoleh 20 artikel yang memenuhi kriteria dan dianalisis lebih lanjut melalui ekstraksi data terkait peneliti, metode, sampel, dan hasil penelitian. Hasil review menunjukkan bahwa faktor psikososial seperti stres kerja, burnout, beban kerja berlebih, serta rendahnya kemampuan psychological detachment memiliki hubungan signifikan terhadap penurunan kinerja perawat. Paparan technostress turut menurunkan kesejahteraan mental dan produktivitas. Selain itu, ethical fading berdampak pada menurunnya kualitas keputusan etis dan profesionalisme dalam pelayanan. Etika profesi terbukti berkontribusi signifikan terhadap mutu pelayanan kesehatan. Tekanan psikososial dan tantangan etika digital memberikan dampak nyata terhadap kinerja perawat. Upaya perbaikan dapat dilakukan melalui pengelolaan stres, peningkatan pemahaman etika profesi, penguatan batasan kerja–pribadi.
Faktor Faktor Yang Berhubungan Dengan Human Error Pada Mahasiswa Keperawatan Di Labolatorium Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur: Factors Associated with Human Error Among Nursing Students in the Laboratory at Muhammadiyah University of East Kalimantan Cahya Indah Fitriani; Diandra Dita Raudina; Rifky Rama Nur Hidayah; Rusni Masnina
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i6.11232

Abstract

Keselamatan pasien merupakan prioritas utama dalam pelayanan kesehatan, namun mahasiswa keperawatan sering kali berkontribusi pada risiko kesalahan selama praktik akibat keterbatasan pengalaman dan faktor psikologis. Human error dalam konteks ini dipengaruhi oleh dimensi yang kompleks, mulai dari aspek teknis hingga kondisi emosional mahasiswa. Studi ini merupakan tinjauan literatur (literature review) yang menganalisis berbagai artikel ilmiah terkait faktor-faktor yang berhubungan dengan human error pada mahasiswa keperawatan. Analisis menunjukkan bahwa faktor psikologis seperti kecemasan tinggi saat ujian keterampilan secara signifikan meningkatkan risiko kesalahan. Sebaliknya, penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi seperti e-module dan simulasi virtual terbukti efektif meningkatkan kepercayaan diri, self-efficacy, dan kemampuan klinis mahasiswa. Selain itu, ditemukan adanya hubungan kuat antara motivasi belajar dengan kemampuan mengelola stres akademik dan kecemasan. Human error pada mahasiswa keperawatan dapat diminimalisir melalui peningkatan kesadaran keselamatan pasien, penguatan motivasi internal, dan penerapan metode pembelajaran simulatif yang mampu mereduksi kecemasan serta membangun kesiapan teknis sebelum terjun ke lahan praktik.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 8: Agustus - 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue