cover
Contact Name
Ahmad Yani
Contact Email
ahmadyani.publichealth@gmail.com
Phone
+6281245936241
Journal Mail Official
contact@unismuhpalu.ac.id
Editorial Address
Jalan Jabal Nur No.1, Talise, Mantikulore, Talise, Mantikulore, Kota Palu, Sulawesi Tengah 94118
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
Jurnal Kolaboratif Sains
ISSN : -     EISSN : 26232022     DOI : https://doi.org/10.31934/jom
Jurnal Kolaboratif Sains merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Muhammadiyah Palu. Jurnal ini menerima artikel ilmiah dalam bentuk Hasil Penelitian, Laporan Penelitian, Literatur Review. Semua manuskrip yang dikirimkan adalah peer review oleh para ahli di bidang yang relevan. Tujuan dan Lingkup Jurnal Kolaboratif Sains untuk mendukung para akademisi/peneliti pada penelitian multidisiplin untuk mempublikasikan karya ilmiahnya.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,264 Documents
Hubungan Antara Lamanya Kontak Dengan Air Terhadap Kejadian Tinea unguium Dan Tinea pedis Pada Pekerja Di Sentra Industri Tahu Krapyak: - Anggun Aulia Agil edisarwofamily
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11626

Abstract

ABSTRAK Dermatofitosis merupakan infeksi jamur superfisial yang umum ditemukan di wilayah tropis seperti Indonesia, terutama pada tenaga kerja yang terpapar air dalam jangka waktu lama, seperti pekerja di sentra industri tahu krapyak. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi spesies jamur penyebab infeksi serta menganalisis hubungan antara lamanya kontak dengan air terhadap kejadian Tinea unguium dan Tinea pediis. Desain yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional pada 31 pekerja yang dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan kuesioner serta pemeriksaan laboratorium menggunakan KOH 20% dan kultur jamur menggunakan media Sobouraud Dextrose Agar (SDA). Hasil penelitian menunjukkan prevalensi Tinea unguium sebesar 32,3% dan Tinea pedis mencapai 41,9%. Spesies jamur paling dominan adalah Trichophyton rubrum (19,4%), diikuti oleh Trichophyton mentagrophytes dan Epidermophyton floccosum, serta ditemukan juga Aspergillus sp. dan cemaran bakteri. Berdasarkan jenis infeksi yang dialami, dari 31 responden ditemukan sebanyak 3 orang (9,7%) hanya mengalami Tinea unguium, 6 orang (19,4%) hanya mengalami Tinea pedis, dan 7 orang (22,6%) mengalami infeksi keduanya secara bersamaan, sisanya sebanyak 15 orang (48,4%) tidak terinfeksi kedua jenis infeksi tersebut. Hasil uji Chi-square menunjukkan lamanya kontak dengan air tidak berhubungan signifikan dengan Tinea unguium (p = 0,107), namun berhubungan signifikan dengan Tinea pedis ( p = 0,002). Oleh karena itu, upaya pencegahan seperti penggunaan alat pelindung diri (APD) yang layak serta membiasakan mengeringkan kaki setelah bekerja sangat diperlukan untuk menurunkan angka kejadian infeksi. ABSTRACT Dermatophytosis is a superficial fungal infection commonly found in tropical regions such as Indonesia, especially in workers exposed to water for long periods, such as workers in the krapyak tofu industry. This study aims to identify the fungal species causing the infection and analyze the relationshio between the duration of contact with water and the incidence of Tinea unguium and Tinea pedis. The design used was an observasional analytic with a cross-sectional approach in 31 workers selected through purposive sampling. Data collection was carried out through interviews with questionnaires and laboratory examinations using 20% KOH and fungal culture using Sobouraud Dextrose Agar (SDA) media. The results showed the prevalence of Tinea unguium was 32,3% and Tinea pedis reached 41,9%. The most dominant fungal species was Trichophyton rubrum (19,4%), followed by Trichophyton mentagrophytes and Epidermophyton floccosum, and Aspergillus sp and bacterial contamination were also found. Based on the type of infection experienced, out of 31 respondents, 3 people (9,7%) only experienced Tinea unguium, 6 people (19,4%) only experienced Tinea pedis, and 7 people (22,6%) experienced both infections simultaneously, the remaining 15 people (48,4%) were not infected with both types of infections. The results of the Chi-square test showed that the duration of contact with water was not significantly related to Tinea unguium (p = 0.107), but was significantly related to Tinea pedis (p = 0.002). Therefore, preventive efforts such as the use of appropriate Personal Protective Equipment and getting used to drying feet after work are very necessary to reduce the incidence of infection.
Decision Intelligence dalam Pengambilan Keputusan Organisasi: Sebuah Systematic Literature Review dan Agenda Penelitian Masa Depan: Decision Intelligence in Organizational Decision Making: A Systematic Literature Review and Future Research Agenda Maria Pau Lawi; Paulina Arini Kuna
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11628

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan ledakan data digital telah mendorong munculnya paradigma baru dalam pengambilan keputusan organisasi yang dikenal sebagai Decision Intelligence (DI). Konsep ini mengintegrasikan pendekatan ilmu data, kecerdasan buatan, ilmu perilaku, dan ilmu keputusan ke dalam satu kerangka kerja yang koheren untuk meningkatkan kualitas dan efektivitas keputusan di berbagai jenis organisasi. Berbeda dari konstruk-konstruk yang mendahuluinya seperti Decision Support Systems (DSS), Business Intelligence (BI), dan Data-Driven Decision Making (DDDM), DI menekankan pemahaman holistik atas konteks, nilai-nilai organisasional, konsekuensi keputusan, dan dimensi manusiawi yang tak tergantikan dalam proses keputusan. Penelitian ini bertujuan memetakan perkembangan literatur DI, menganalisis secara kritis diferensiasi konseptual antara DI dengan DSS, BI, dan DDDM, mengidentifikasi faktor determinan implementasi DI dalam organisasi, serta merumuskan agenda penelitian masa depan khususnya dalam konteks administrasi publik. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan protokol PRISMA terhadap 42 artikel dari Scopus, Web of Science, dan Google Scholar (2019–2024). Temuan mengidentifikasi tiga klaster tematik utama dan empat faktor kritis keberhasilan implementasi DI. Penelitian ini berkontribusi pada pengayaan kerangka konseptual DI dalam perspektif administrasi publik serta menyediakan peta jalan penelitian bagi akademisi dan praktisi di negara berkembang. ABSTRACT The rapid advancement of artificial intelligence (AI) and the explosion of digital data have catalyzed the emergence of a new paradigm in organizational decision-making known as Decision Intelligence (DI). This concept integrates data science, artificial intelligence, behavioral science, and decision science into a coherent framework aimed at enhancing the quality and effectiveness of decisions across various types of organizations. Unlike its predecessor constructs Decision Support Systems (DSS), Business Intelligence (BI), and Data-Driven Decision Making (DDDM) DI places emphasis on a holistic understanding of context, organizational values, decision consequences, and the irreplaceable human dimension in decision-making processes. This study aims to map the development of DI literature, critically analyze the conceptual differentiation between DI and DSS, BI, and DDDM, identify the determinant factors of DI implementation in organizations, and formulate a future research agenda particularly within the context of public administration. A Systematic Literature Review (SLR) following the PRISMA protocol was employed, covering 42 articles from Scopus, Web of Science, and Google Scholar (2019–2024). The findings identify three main thematic clusters and four critical success factors for DI implementation. This study contributes to the enrichment of DI's conceptual framework from a public administration perspective and provides a research roadmap for academics and practitioners in developing countries.
Strategi FKUB dalam Menjembatani Aspirasi Minoritas dalam Rekomendasi Kebijakan Masyarakat Multikultural di Wilayah Jakarta Selatan Adinda Sekar Kinanthi; Faqih Savero; Nabila Fitria Ariyanti; Aniqotul Ummah; Teddy Chrisprimanata Putra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11631

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Selatan dalam menjembatani aspirasi kelompok minoritas terkait rekomendasi kebijakan perizinan rumah ibadah, mengidentifikasi tantangan struktural dan kultural yang dihadapi, serta mengevaluasi efektivitas inovasi program yang dijalankan dalam mengarusutamakan moderasi beragama. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif-analitis. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan anggota FKUB Jakarta Selatan dan pihak sekretariat yang terlibat dalam proses mediasi serta rekomendasi kebijakan, didukung oleh studi dokumentasi terhadap peraturan perundang-undangan, jurnal ilmiah, dan dokumen terkait. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FKUB Jakarta Selatan menerapkan strategi representasi yang inklusif, pendekatan dialogis, mediasi sosial, dan kolaborasi lintas lembaga dalam menjembatani aspirasi kelompok minoritas. Penelitian juga menemukan adanya tantangan kultural berupa resistensi masyarakat dan pemahaman keberagaman yang eksklusif, serta tantangan struktural berupa kompleksitas regulasi, birokrasi perizinan, dan potensi intervensi politik.
Implementasi Algoritma SARIMA dan Metode Reorder Point dalam Sistem Prediksi Stok Barang Berbasis Web (Studi Kasus di Nasuka Print Copy Center): Implementation of the SARIMA Algorithm and the Reorder Point Method in a Web-Based Inventory Forecasting System (A Case Study at Nasuka Print Copy Center) Ririn Eka Aryanindra
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11636

Abstract

Pengelolaan persediaan pada usaha fotocopy sering menghadapi permasalahan overstock dan stockout akibat permintaan yang fluktuatif dan ketidakpastian lead time. Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan algoritma Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) untuk memprediksi kebutuhan stok serta mengintegrasikannya dengan metode Reorder Point (ROP) dan Safety Stock guna menentukan waktu dan jumlah pemesanan yang optimal. Hasil penelitian berupa sistem berbasis web yang mampu menghasilkan prediksi stok dan memberikan rekomendasi pemesanan ulang secara otomatis. Sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pengelolaan persediaan dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih akurat. ABSTRACT Inventory management in photocopy businesses often faces issues such as overstock and stockout due to fluctuating demand and uncertainty in lead time. This study aims to implement the Seasonal Autoregressive Integrated Moving Average (SARIMA) algorithm to forecast inventory demand and integrate it with the Reorder Point (ROP) and Safety Stock methods to determine optimal ordering time and quantity. The result is a web-based system capable of generating inventory forecasts and providing automatic reorder recommendations. This system is expected to improve inventory management efficiency and support more accurate data-driven decision-making.
Tantangan Partisipasi Masyarakat dalam Pengambilan Keputusan di Sektor Publik: Challenges to Public Participation in Decision-Making in the Public Sector Maria Sarah Doko; Desilian Anjelika Putri Sngain
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11637

Abstract

Partisipasi Masyarakat adalah bagian penting dalam proses pengambilan keputusan di sektor publik karena membantu meningkatkan legitimasi, transparansi, akuntabilitas serta kualitas kebijakan yang dihasilkan. Faktanya di lapangan, partisipasi masyarakat masih mengalami berbagai kesulitan yang bisa menurunkan tingkat keberhasilan keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat berbagai hambatan yang menghalangi masyarakat untuk berpartisipasi dalam membuat keputusan di sektor publik dan dampak dari hal tersebut terhadap kualitas kebijakan publik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur, yaitu dengan memeriksa berbagai buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen kebijakan yang berkaitan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat masih menghadapi beberapa hambatan, seperti kurangnya pemahaman tentang cara mengambil keputusan, tingkat politik yang rendah, akses terbatas terhadap informasi publik, perbedaan sosial dan ekonomi yang ada, pengaruh besar dari kelompok elite, kurangnya kejelasan dari pemerintah, adanya partisipasi palsu, serta ancaman dan tekanan yang dialami masyarakat yang terlibat dalam proses pembuatan kebijakan. Hambatan-hambatan itu membuat partisipasi masyarakat sering kali belum bisa berdampak maksimal terhadap isi kebijakan itu sendiri. Oleh karena itu, perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan kualitas partisipasi masyarakat dengan cara memperkuat pemahaman politik, meningkatkan akses informasi publik, menyediakan ruang partisipasi yang mencakup semua kalangan, serta memperbaiki transparansi dan tanggung jawab pemerintah. ABSTRACT Public participation is a crucial component of the decision-making process in the public sector because it helps enhance legitimacy, transparency, accountability, and the quality of the resulting policies. In practice, however, public participation still faces various challenges that can reduce the success of public engagement in decision-making. This study aims to examine the various barriers that prevent the public from participating in decision-making in the public sector and the impact of these barriers on the quality of public policy. This study employs a qualitative approach using a literature review method, specifically by examining relevant books, journals, scientific articles, and policy documents. The results indicate that public participation still faces several barriers, such as a lack of understanding of the decision-making process, low levels of political engagement, limited access to public information, existing social and economic disparities, the significant influence of elite groups, a lack of clarity from the government, the presence of token participation, as well as threats and pressure experienced by citizens involved in the policymaking process. These barriers often prevent public participation from having a maximum impact on the content of the policies themselves.Therefore, efforts are needed to improve the quality of public participation by strengthening political literacy, increasing access to public information, providing opportunities for participation that include all segments of society, and improving government transparency and accountability.
Analisis Sistem Penyimpanan Obat Emergensi Di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo: Analysis of the Emergency Medication Storage System at the Pharmacy Unit of the Gorontalo Regency Health Office Nazwa Nurahma T Hanapi; Endah Nurrohwinta Djuwarno; Ariani H. Hutuba; Nur Ain Thomas; Karunita Ika Astuti; Nikma Abaidata
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11638

Abstract

Penyimpanan obat emergensi merupakan aspek krusial dalam pelayanan kefarmasian karena berpengaruh langsung terhadap kecepatan penanganan pasien dalam kondisi kegawatdaruratan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesesuaian sistem penyimpanan obat emergensi di Instalasi Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo berdasarkan standar Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan observasional. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung menggunakan lembar checklist berbasis CDOB, wawancara semi terstruktur dengan Apoteker Penanggung Jawab dan petugas gudang, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar aspek penyimpanan obat emergensi telah sesuai dengan standar CDOB dengan kategori sangat baik, meliputi kondisi ruangan penyimpanan (100%), suhu dan kelembapan (100%), sistem penyimpanan (100%), segregasi (100%), serta label dan identitas obat (100%). Aspek operasional penyimpanan memperoleh persentase kesesuaian sebesar 86%, sedangkan aspek pengendalian obat hanya mencapai 50% karena masih ditemukannya obat rusak dan kedaluwarsa. Faktor-faktor yang mempengaruhi sistem penyimpanan meliputi keterbatasan jumlah sumber daya manusia, belum meratanya pelatihan CDOB, kapasitas ruang penyimpanan yang terbatas pada kondisi tertentu, serta human error dalam pencatatan stok. Penerapan SOP dan sistem FEFO/FIFO telah berjalan dengan baik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sistem penyimpanan obat emergensi di instalasi tersebut secara umum telah memenuhi standar CDOB, namun aspek pengendalian obat masih memerlukan peningkatan pengawasan terhadap obat rusak dan kedaluwarsa. ABSTRACT Emergency medication storage is a critical aspect of pharmaceutical services, as it directly affects the speed of patient care in emergency situations. This study aims to analyze the suitability of the emergency medication storage system at the Pharmacy Unit of the Gorontalo Regency Health Office based on the Good Drug Distribution Practice (GDDP/CDOB) standards, and to identify the factors influencing it. This study used a descriptive research design with an observational approach. Data were collected through direct observation using a CDOB-based checklist, semi-structured interviews with the responsible pharmacist and warehouse staff, and documentation. The results showed that most aspects of emergency medication storage were in compliance with CDOB standards and classified as very good, including storage room conditions (100%), temperature and humidity control (100%), storage system (100%), segregation (100%), and drug labeling (100%). The operational storage aspect reached 86% compliance, while drug control only achieved 50% due to the presence of damaged and expired medications. Factors influencing the storage system included limited staffing, uneven CDOB training among personnel, limited storage capacity under certain conditions, and human error in stock recording. The implementation of SOPs and the FEFO/FIFO system was found to be well-established. This study concludes that the emergency medication storage system at the pharmacy unit generally meets CDOB standards; however, the drug control aspect still requires improved monitoring of damaged and expired medications.
Daya Terima dan Kandungan Gizi Prototipe Sport Drink Berbahan Air Kelapa, Kurma, dan Daun Tempuyung (Sonchus Arvensis L.): Acceptability and Nutritional Content of a Prototype Sports Drink Made from Coconut Water, Dates, and Tempuyung Leaves (Sonchus arvensis L.) Zuiyin Abdillah Hasan; Cleonara Yanuar Dini
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11644

Abstract

Dehidrasi akibat aktivitas fisik intensitas tinggi menjadi masalah umum pada atlet yang perlu ditangani melalui konsumsi sport drink yang efektif. Namun, ketidaksukaan terhadap rasa dan bahan sintetis yang digunakan masih menjadi kendala utama penerimaannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan ekstrak daun tempuyung (Sonchus arvensis L.) terhadap daya terima dan kandungan gizi formula prototipe sport drink berbahan dasar air kelapa dan sari kurma. Penelitian ini merupakan eksperimen menggunakan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan tiga taraf konsentrasi ekstrak daun tempuyung, dilaksanakan di Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan, Universitas Negeri Surabaya. Sebanyak 30 panelis semi terlatih dilibatkan sebagai subjek penelitian. Uji statistik menggunakan uji Friedman dengan uji lanjutan Wilcoxon. Uji kandungan gizi menggunakan Luff-Schoorl, Spektrofotometri Serapan Atom (SSA), dan Ph meter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun tempuyung tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap daya terima warna, aroma, maupun rasa. Formula prototipe sport drink terbaik adalah F1 (7,5%) dengan kandungan gizi per 100 ml: karbohidrat 27,13%, natrium 25 mg, kalium 509 mg, sukrosa 21,81%, dan pH 4,82. Parameter natrium dan sukrosa memenuhi SNI 01-4452-1998, sementara natrium, sukrosa, dan pH memenuhi BPOM RI Nomor 24 Tahun 2019, namun karbohidrat dan kalium masih melebihi batas standar keduanya. Daya terima prototipe sport drink ekstrak daun tempuyung terbaik didapatkan pada F1, Namun masih memerlukan reformulasi lanjutan, agar layak dikembangkan ke tahap produksi dan distribusi. ABSTRACT Dehydration caused by high-intensity physical activity is a common problem among athletes that needs to be addressed through the consumption of an effective sport drink. However, taste dislike and the use of synthetic ingredients remain the main barriers to its acceptance. This study aims to analyze the effect of adding tempuyung leaf extract (Sonchus arvensis L.) on the acceptability and nutritional content of a sport drink prototype formula made from coconut water and khalas date juice. This study was an experiment using a Completely Randomized Design (CRD) with three concentration levels of tempuyung leaf extract, conducted at the Faculty of Sport and Health Sciences, State University of Surabaya. A total of 30 semi-trained panelists were involved as research subjects. Statistical analysis was performed using the Friedman test with Wilcoxon post-hoc test. Nutritional content was analyzed using the Luff-Schoorl method, Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS), and a pH meter. The results showed that the addition of tempuyung leaf extract had no significant effect (p > 0.05) on the acceptability of color, aroma, or taste. The best sport drink prototype formula was F1 (7.5%), with a nutritional content per 100 ml of 27.13% carbohydrate, 25 mg sodium, 509 mg potassium, 21.81% sucrose, and a pH of 4.82. The sodium and sucrose parameters met SNI 01-4452-1998, while sodium, sucrose, and pH met BPOM RI Regulation No. 24 of 2019; however, carbohydrate and potassium still exceeded the limits set by both standards. The best acceptability of the tempuyung leaf extract sport drink prototype was obtained in F1; however, further reformulation is still required before it is suitable to be developed toward the production and distribution stage.
Implementasi Perwali No 25 Tahun 2022 Tentang Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Kota Kupang (Studi Kasus Gerakan dan Respon Politik Lokal): Implementation of Mayor’s Regulation No. 25 of 2022 on the Protection of Victims of Sexual Violence in Kupang City (A Case Study of Local Movements and Political Responses) Bonefasius Oyas kaha; Diana S A Natalia Tabun; Maria M Niis
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11648

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini memahami Bagaimana Implementasi perwali. No 25 Tahun 2022 Tentang Perlindungan korban Kekerasan Seksual di Kota Kupang. Data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) mencatat Kota Kupang menduduki peringkat pertama dalam kasus tindak kekerasan terhadap anak dan perempuan. Kota Kupang sebagai ibu kota provinsi bahkan menduduki peringkat pertama di NTT dengan jumlah 174 kasus kekerasan seksual terhadap anak dan kasus kekerasan terhadap perempuan sebanyak 185 kasus kekerasan pada tahun 2024 . Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan memberikan Fokus utama peneliti dalam tulisan ini ialah Implementasi Perwali. N0 25 Tahun 2022 Tentang Perlindungan korban Kekerasan Seksual di Kota Kupang. Pada bagian ini Peneliti akan menjelaskan atau mengulas terkait indikator indikator yang menjadi fokus dalam penelitian ini yakni : Implementasi Perwali No. 25 Tahun 2022 di Kota Kupang, Dinamika Gerakan Sosial dalam Isu Kekerasan Seksual di Kota Kupang, Bentuk Perlawanan terhadap Kekerasan Seksual (Perspektif James C. Scott), Respons Politik Lokal terhadap Gerakan dan Kasus Kekerasan Seksual. Berdasarkan hasil penelitian mengenai implementasi Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 25 Tahun 2022 tentang Perlindungan Korban Kekerasan Seksual di Kota Kupang, dapat dirumuskan beberapa kesimpulan yaitu: pelaksanaan kebijakan ini secara administratif telah diimplementasikan melalui pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD), meningkatnya jumlah laporan kasus pada tahun 2024. proses implementasi kebijakan ini tidak terlepas dari kontribusi gerakan masyarakat sipil. Berdasarkan ditemukan dilapangan ada dua bentuk resistensi terhadap praktik kekerasan seksual di Kota Kupang yaitu perlawanan tersembunyi (hidden transcript) serta perlawanan terbuka (public transcript). ABSTRACT This study examines the implementation of Mayoral Regulation No. 25 of 2022 concerning the Protection of Victims of Sexual Violence in Kupang City. Data from the Women's Empowerment and Child Protection Agency (DP3A) records Kupang City as the top city in cases of violence against children and women. As the provincial capital, Kupang City even ranks first in East Nusa Tenggara (NTT) with 174 cases of sexual violence against children and 185 cases of violence against women in 2024. The research method used in this study is qualitative research, focusing on the implementation of Mayoral Regulation No. 25 of 2022 concerning the Protection of Victims of Sexual Violence in Kupang City. In this section, the researcher will explain and review the indicators focused on in this study, namely: Implementation of Mayoral Regulation No. 25 of 2022 in Kupang City, Dynamics of Social Movements in the Issue of Sexual Violence in Kupang City, Forms of Resistance to Sexual Violence (James C. Scott's Perspective), Local Political Responses to Movements and Cases of Sexual Violence. Based on the results of research on the implementation of Kupang Mayoral Regulation Number 25 of 2022 concerning the Protection of Victims of Sexual Violence in Kupang City, several conclusions can be formulated, namely: the administrative implementation of this policy has been implemented through the establishment of a Regional Technical Implementation Unit (UPTD), the increasing number of case reports in 2024, and the process of implementing this policy is inseparable from the contribution of civil society movements. Based on findings in the field, there are two forms of resistance to the practice of sexual violence in Kupang City: hidden resistance (hidden transcript) and open resistance (public transcript).
Negosiasi Kekuasaan di Pantai Lasiana: Studi Atas Tiga Model Pengelolaan Lahan (Pemerintah, Tokoh Lokal, dan Swasta): Power Negotiations on Lasiana Beach: A Study of Three Land Management Models (Government, Local Leaders, and the Private Sector) Milsa Madeta Irlen Hanas; Ananias Ryoan Philip Jacob; Diana S.A Natalia Tabun
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11650

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis negosiasi kekuasaan antara pemerintah, tokoh lokal, dan pihak swasta dalam pengelolaan lahan di Kawasan Wisata Pantai Lasiana, Kota Kupang dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumentasi dengan melibatkan informan dari pemerintah daerah, pengelola kawasan, tokoh lokal, pihak swasta, serta pelaku UMKM. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan kerangka analisis teori Power Cube dari John Gaventa yang mencakup dimensi bentuk kekuasaan, ruang kekuasaan, dan level kekuasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan lahan di Pantai Lasiana merupakan hasil dari negosiasi kekuasaan yang kompleks dan multipolar antara ketiga aktor, di mana pemerintah memiliki kekuasaan formal melalui regulasi dan kebijakan namun tidak sepenuhnya dominan karena dibatasi oleh kekuasaan tersembunyi dan tidak terlihat yang dimiliki oleh tokoh lokal dan pihak swasta; tokoh lokal memanfaatkan legitimasi sosial dan historis untuk mempertahankan kontrol atas lahan, sementara pihak swasta menggunakan kekuatan modal dan akses perizinan untuk memperkuat posisinya dalam pengelolaan kawasan. Dalam dimensi ruang kekuasaan, interaksi antara ruang tertutup, ruang undangan, dan ruang klaim menjadi arena utama negosiasi antaraktor, sedangkan pada level kekuasaan, praktik pengelolaan menunjukkan bahwa dinamika lokal sangat memengaruhi implementasi kebijakan pemerintah daerah. Interaksi antaraktor cenderung berlangsung dalam bentuk kompromi, toleransi, dan penyesuaian kepentingan dibandingkan konflik terbuka. Dengan demikian, penelitian ini menyimpulkan bahwa pengelolaan Kawasan Wisata Pantai Lasiana tidak hanya ditentukan oleh kebijakan formal, tetapi juga oleh relasi sosial, praktik informal, dan strategi aktor dalam mempertahankan kepentingannya, sehingga kawasan ini menjadi arena politik lokal di mana kekuasaan terus dinegosiasikan dalam praktik pengelolaan ruang wisata pesisir. ABSTRACT This study aims to analyze power negotiation among the government, local figures, and private actors in land management within the Lasiana Beach Tourism Area, Kupang City, using a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and documentation involving informants from local government, site managers, local figures, private sector actors, and MSME participants. Data analysis employed the interactive model of Miles and Huberman, including data reduction, data display, and conclusion drawing, guided by John Gaventa’s Power Cube theory, which consists of dimensions of forms of power, spaces of power, and levels of power. The findings reveal that land management in Lasiana Beach is the result of complex and multipolar power negotiations among the three actors, where the government holds formal authority through regulations and policies but is not entirely dominant due to the presence of hidden and invisible power exercised by local figures and private actors; local figures rely on social and historical legitimacy to maintain control over land, while private actors utilize capital strength and licensing access to reinforce their position in managing the area. In terms of spaces of power, the interaction between closed spaces, invited spaces, and claimed spaces becomes the main arena of negotiation, while at the level of power, local dynamics significantly influence the implementation of regional government policies. Actor interactions tend to occur through compromise, tolerance, and adjustment of interests rather than open conflict. Therefore, this study concludes that the management of the Lasiana Beach Tourism Area is not solely determined by formal policies but is also shaped by social relations, informal practices, and actor strategies in maintaining their interests, positioning the area as a local political arena where power is continuously negotiated in the practice of coastal tourism space management.
ANALISIS HUBUNGAN PRESENTEISME DAN KECEMASAN TERHADAP STRES KERJA PADA PEKERJA OPERATOR Faidha Noor Adiba
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i7.11652

Abstract

Stres kerja merupakan permasalahan psikososial yang berdampak signifikan terhadap kesehatan dan produktivitas pekerja, khususnya di sektor industri dengan tuntutan operasional tinggi. Presenteisme dan kecemasan merupakan dua faktor yang sering dikaitkan dengan stres kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara presenteisme dan kecemasan terhadap stres kerja pada pekerja operator. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif. Pengukuran presenteisme menggunakan Stanford Presenteeism Scale-6 (SPS-6), kecemasan menggunakan Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan stres kerja menggunakan Work Stress Scale (WSS). Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara presenteisme dengan stres kerja (p = 0,312; r = 0,142) dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecemasan dengan stres kerja (p = 0,287; r = 0,156). Tidak adanya hubungan signifikan ini dapat disebabkan oleh adanya faktor mediator lain seperti dukungan sosial dan koping individu yang mempengaruhi hubungan antarvariabel. Penelitian selanjutnya perlu mempertimbangkan variabel-variabel konfundir tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif. Work stress is a psychosocial problem that significantly affects the health and productivity of workers, especially in high-demand industrial sectors. Presenteeism and anxiety are two factors often associated with work stress. This study aimed to analyze the relationship between presenteeism and anxiety on work stress among operator workers. This study used a cross-sectional design with a quantitative approach. Presenteeism was measured using the Stanford Presenteeism Scale-6 (SPS-6), anxiety using the Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), and work stress using the Work Stress Scale (WSS). Data analysis used the Spearman correlation test. The results showed that there was no significant relationship between presenteeism and work stress (p = 0.312; r = 0.142) and no significant relationship between anxiety and work stress (p = 0.287; r = 0.156). The absence of significant relationships may be attributed to other mediating factors such as social support and individual coping strategies. Future research should consider these confounding variables to provide a more comprehensive understanding.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 9 No. 7: Juli 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 6: Juni 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 5: Mei 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 4: April 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 3: Maret 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 2: Februari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 9 No. 1: Januari 2026 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) April 2026 (Special Issue) Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - July 2026 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Mei 2026 Vol. 8 No. 12: Desember 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 11: November 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 10: Oktober 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 9: September 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 8: Agustus 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 7: Juli 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 6: Juni 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 5: Mei 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 4: April 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 3: Maret 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 2: Februari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 8 No. 1: Januari 2025 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Oktober 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Mei 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - September 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juli 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - November 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Agustus 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Juni 2025 (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Desember 2025 Vol. 7 No. 12: Desember 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 9: September 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 8: Agustus 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 7: July 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 6: Juni 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 5: MEI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 4: APRIL 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 3: MARET 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 2: FEBRUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 7 No. 1: JANUARI 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 10: OKTOBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 12: DESEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 6 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 9: SEPTEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 7: JULI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 6: JUNI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 5: MEI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 3: MARET 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 2: FEBRUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 1: JANUARI 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 12: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 10: OKTOBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 5 No. 8: AGUSTUS 2022 Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 8: AGUSTUS 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 7: JULI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 6: JUNI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 5: MEI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 4: APRIL 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 3: MARET 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 2: FEBRUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 1: JANUARI 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 9: DESEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 8: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 4 No. 9: SEPTEMBER 2021 Vol. 3 No. 7: OKTOBER 2021 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 6: SEPTEMBER 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 5: AGUSTUS 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 4: JULI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 3: JUNI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 2: MEI 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 3 No. 1: APRIL 2020 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 2 No. 1: Oktober 2019 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) Vol. 1 No. 1: Oktober 2018 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) More Issue