cover
Contact Name
Farid Faisal
Contact Email
elecosy.febi@unsur.ac.id
Phone
+6285793854848
Journal Mail Official
elecosy.febi@unsur.ac.id
Editorial Address
Jl. Pasirgede Raya, Bojongherang, Kec. Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat 43216
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam
ISSN : 27744108     EISSN : 27744418     DOI : https://doi.org/10.35194/.v1i2.1657
Core Subject : Economy,
El-Ecosy:Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam is a journal that contains Islamic economics and finance which was formed and decided based on the results of a leadership meeting with Number: 006 / SK / Dek-FEBI / Unsur / V / 2019. El-Ecosy:Jurnal Ekonomi dan Keuangan Syariah is an academic journal published twice a year by the Faculty of Economics and Islamic Business, Suryakancana University.
Articles 77 Documents
ANALYSIS OF FACTORS AFFECTING RICE FARMERS' TRANSACTION COSTS (STUDY IN MUARA SUNGKAI DISTRICT, NORTH LAMPUNG REGENCY) Inggar Sari, Nila; Hazas Syarif, Ahmad; Rakhman Setyanto, Alief
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.5891

Abstract

Biaya transaksi terkait erat dengan tingkat ketidakpastian, kepercayaan, institusi, dan perpanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor ketidakpastian, kepercayaan, kelembagaan, dan perluasan biaya transaksi petani padi di Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif, yang disajikan dalam bentuk data primer dari petani padi di Muara Sungkai dengan teknik purposive sampling dalam seleksi data. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ketidakpastian memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap biaya transaksi petani padi di Muara Sungkai, variabel kepercayaan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap biaya transaksi petani padi di Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, variabel kelembagaan memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap biaya transaksi petani padi di Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara, dan variabel penyuluhan berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap biaya transaksi petani padi di Muara Sungkai, Kabupaten Lampung Utara. Transaction costs are closely related to uncertainty rates, trust, institutions, and extension. This study aims to analyze the factors of uncertainty, trust, institutions, and extension on the transaction costs of rice farmers in Muara Sungkai, North Lampung Regency. The research method used in this study is quantitative, which is presented in the form of primary data from rice farmers in Muara Sungkai with a purposive sampling technique in data selection. The results of this study indicate that the uncertainty variable has a positive and significant effect on the transaction costs of rice farmers in Muara Sungkai, the trust variable has a positive and significant effect on the transaction costs of rice farmers in Muara Sungkai, North Lampung Regency, the institutional variable has a positive but insignificant effect on the transaction costs of rice farmers in Muara Sungkai, North Lampung Regency, and the extension variable has a negative and insignificant effect on the transaction costs of rice farmers in Muara Sungkai, North Lampung Regency.
THE EFFECT OF HUMAN DEVELOPMENT INDEX (HDI), OPEN UNEMPLOYMENT RATE (TPT) AND PER CAPITA EXPENDITURE ON POVERTY IN SUMBAGSEL AREA REVIEWED FROM AN ISLAMIC ECONOMIC PERSPECTIVE (PANEL DATA ANALYSIS 2015-2024) Amanda, Riska; Nurlaili, Nurlaili; Wahyu Ningsih, Nur
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.5890

Abstract

Kemiskinan adalah kondisi kegagalan ekonomi untuk memenuhi standar hidup rata-rata di suatu daerah. Kemiskinan di lima provinsi di Sumatera Selatan tercatat menurun setiap tahunnya, namun penurunan kemiskinan belum mampu membuktikan bahwa pembangunan yang merata dan kesejahteraan masyarakat telah meningkat, dan kemampuan untuk mengatasi masalah pengangguran belum tercapai. Meskipun beberapa provinsi memiliki angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang tinggi dan peningkatan Pengeluaran Per Kapita secara tahunan, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh IPM, TPT, dan Belanja Per Kapita terhadap Kemiskinan di Wilayah Sumatera Selatan dari Perspektif Ekonomi Islam (Panel Data Analysis 2015-2024). Populasi dalam penelitian ini berusia 10 tahun. Pemilihan sampel dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel IPM, TPT, dan Pengeluaran Per Kapita secara bersamaan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan di Sumatera Selatan. Sementara itu, sebagian, IPM memiliki efek negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan, TPT memiliki efek positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan, dan pengeluaran per kapita memiliki efek negatif dan signifikan terhadap kemiskinan. Poverty is a condition of economic failure to meet the average standard of living in a region. Poverty in the five provinces in South Sumatra has been recorded as decreasing every year, but the decline in poverty has not been able to prove that equitable development and community welfare have increased, and the ability to overcome the problem of unemployment has not been achieved. Although several provinces have high Human Development Index (HDI) figures and annual increases in Per Capita Expenditure, this study aims to determine the influence of HDI, TPT, and Per Capita Expenditure on Poverty in the South Sumatra Region from an Islamic Economic Perspective (Panel Data Analysis 2015-2024). The population in this study was 10 years old. Sample selection in this study was conducted using saturated sampling techniques. This study uses a quantitative method with panel data regression analysis. The results show that the HDI, TPT, and Per Capita Expenditure variables simultaneously have a significant effect on poverty in South Sumatra. Meanwhile, in part, HDI has a negative and insignificant effect on poverty, TPT has a positiveand insignificant effect on poverty, and per capita expenditure has a negative and significant effect on poverty.
THE EFFECT OF PROJECT-BASED SUKUK ISSUANCE ON THE HUMAN DEVELOPMENT INDEX IN INDONESIA Prayitno, Anang Dwi
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.6023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi perkembangan pembiayaan infrastruktur melalui project based sukuk (PBS) dan dampaknya terhadap indikator pembangunan manusia di Indonesia. Efektivitas belanja pemerintah dan pembiayaan pembangunan merupakan aspek penting untuk dikaji karena pemerintah secara konstitusional bertanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Analisis yang dilakukan meliputi pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang dikumpulkan dari sumber-sumber relevan. Analisis kuantitatif dimulai dari statistik deskriptif dan dilanjutkan dengan perhitungan elastisitas dan estimasi regresi. Hasilnya menunjukkan bahwa pembiayaan infrastruktur melalui project base sukuk (PBS) meningkat pada periode 2015-2024. Hal serupa juga terjadi pada perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Regresi data time series membuktikan bahwa pengeluaran pemerintah mempunyai dampak yang signifikan dan positif terhadap peningkatan IPM dan kesejahteraan ekonomi masyarakat. IPM dan belanja riil per kapita bersifat inelastis terhadap pembiayaan infrastruktur melalui project base sukuk (PBS). This study aims to identify the development of infrastructure financing through project based sukuk (PBS) and its impact on human development indicators in Indonesia. The effectiveness of government spending and development financing is an important aspect to study because the government is constitutionally responsible for improving people's welfare. The analysis carried out includes a quantitative approach by utilizing secondary data collected from relevant sources. Quantitative analysis starts from descriptive statistics and continues with elasticity calculations and regression estimation. The results show that infrastructure financing through project base sukuk (PBS) increased in the 2015-2024 period. The same thing also happened in the development of the Human Development Index (HDI). Time series data regression proves that government spending has a significant and positive impact on increasing HDI and people's economic welfare. HDI and real expenditure per capita are inelastic to infrastructure financing through project base sukuk (PBS).
ANALYSIS OF WAQF INVESTMENT RISK MANAGEMENT AND PRODUCTIVE WAQF DEVELOPMENT MODEL IN INDONESIA Rozalina, Rozalina; Zakiah, Kiki; Nurhasanah, Neneng
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.5946

Abstract

Wakaf produktif merupakan instrumen strategis dalam pemberdayaan ekonomi umat, namun realisasi potensi wakaf di Indonesia yang mencapai Rp180 triliun per tahun untuk wakaf uang dan 57.200 hektar tanah wakaf masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko dan strategi mitigasi investasi wakaf produktif serta menganalisis model pengembangan wakaf produktif yang berhasil. Metode yang digunakan adalah kualitatif melalui pendekatan studi literatur dengan analisis konten terhadap berbagai sumber terpercaya. Hasil penelitian menunjukkan profil risiko yang beragam dari enam jenis investasi wakaf, dimana CWLS dan CWLD merupakan investasi teraman dengan jaminan negara, sementara investasi di sektor riil dan saham syariah memiliki risiko tertinggi. Strategi mitigasi yang efektif meliputi diversifikasi portofolio, studi kelayakan, dan pemantauan berkelanjutan. Teridentifikasi tiga model sukses pengembangan wakaf produktif: Daarut Tauhid sebagai model yang berawal dari komunitas masjid, Pesantren Gontor sebagai model pesantren terintegrasi, dan Dompet Dhuafa sebagai model lembaga profesional. Kesimpulan penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman komprehensif tentang manajemen risiko dalam investasi wakaf dan adopsi model pengembangan yang tepat sebagai panduan bagi nadzir dalam mengoptimalkan pengelolaan wakaf produktif secara berkelanjutan. Productive waqf is a strategic instrument in empowering the economy of the Muslim community, but the realization of waqf potential in Indonesia, which reaches Rp180 trillion per year for cash waqf and 57,200 hectares of waqf land, is still not optimal. This study aims to identify the risks and mitigation strategies of productive waqf investments and analyze successful productive waqf development models. The method used is qualitative through a literature study approach with content analysis of various reliable sources. The results show a diverse risk profile of six types of waqf investments, where CWLS and CWLD are the safest investments with state guarantees, while investments in the real sector and sharia stocks have the highest risks. Effective mitigation strategies include portfolio diversification, feasibility studies, and continuous monitoring. Three successful models of productive waqf development were identified: Daarut Tauhid as a model that originated from a mosque community, Pesantren Gontor as an integrated Islamic boarding school model, and Dompet Dhuafa as a professional institution model. The conclusion of this study emphasizes the importance of a comprehensive understanding of risk management in waqf investments and the adoption of appropriate development models as guidelines for nadzir in optimizing the sustainable management of productive waqf.
OPTIMIZING ZAKAT AS AN INSTRUMENT OF SOCIO-ECONOMIC DEVELOPMENT: A COMPARATIVE ANALYSIS OF PERSONAL AND INSTITUTIONAL DISTRIBUTION Nugraha, Rian Agung; Lukman, Aceng
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.5894

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penyaluran zakat personal dan kelembagaan dalam mendukung pembangunan sosial ekonomi umat di Indonesia. Kajian ini berangkat dari gap penelitian yang masih minim membahas bagaimana kedua model penyaluran tersebut dapat disinergikan, padahal perbedaan karakteristik keduanya sering menimbulkan ketidakefisienan distribusi dan tidak optimalnya pemanfaatan potensi zakat nasional. Melalui metode literature review berbasis pendekatan kualitatif, penelitian ini menelaah beragam literatur, laporan resmi, dan hasil penelitian terdahulu mengenai tata kelola zakat, mekanisme distribusi, serta dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat. Hasil kajian menunjukkan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, namun terdapat ketidakselarasan antara potensi zakat yang besar dan realisasi distribusinya. Model penyaluran personal unggul dalam kedekatan sosial dan kecepatan, sementara model kelembagaan lebih baik dalam profesionalitas, akuntabilitas, dan pemerataan. Akan tetapi, keduanya memiliki keterbatasan yang dapat saling melengkapi. Penelitian ini penting karena memberikan rekomendasi strategis berupa integrasi sistem pelaporan digital, penguatan literasi zakat, dan kolaborasi berbasis komunitas untuk mengatasi gap tersebut. Dengan sinergi yang tepat, zakat dapat berfungsi sebagai instrumen ekonomi Islam yang berkeadilan, transparan, dan berkelanjutan dalam mendorong pembangunan sosial ekonomi umat. This study aims to analyze the effectiveness of personal and institutional zakat distribution in contributing to socio-economic development within Indonesia’s Islamic economic framework. The research addresses a significant gap in previous studies, which rarely examine how these two distribution models can be synergized, despite their differing characteristics often resulting in inefficiencies and suboptimal utilization of Indonesia’s substantial zakat potential. Using a qualitative approach through a literature review, the study reviews academic publications, official reports, and empirical findings related to zakat governance, distribution mechanisms, and their impact on community welfare. The findings indicate that zakat serves as a vital instrument for wealth redistribution and poverty alleviation; however, a misalignment persists between its large potential and the actual distribution outcomes. Personal distribution excels in social proximity and responsiveness, whereas institutional models offer greater professionalism, accountability, and equitable coverage. Yet both possess limitations that can complement one another. This research is important because it proposes strategic solutions—such as digital reporting integration, improved zakat literacy, and community-based collaboration—to address this gap. Through enhanced synergy, zakat can function as a just, transparent, and sustainable Islamic economic instrument that significantly contributes to equitable socio-economic development.
THE ROLE OF THE STATE IN ACHIEVING ECONOMIC PROSPERITY THROUGH STRENGTHENING THE SHARIA ECONOMY IN INDONESIA Jaelani, Ihrom; Hasan Ridwan, Ahmad; Syarif, Nurrohman; Acim, Acim
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.5880

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran negara dalam mewujudkan kesejahteraan ekonomi melalui penguatan ekonomi syariah di Indonesia. Penguatan tersebut menjadi urgensi struktural di tengah tantangan ketimpangan pendapatan, kemiskinan, keterbatasan fiskal negara berkembang, dan kebutuhan akan sistem ekonomi yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif–analitis dengan studi pustaka yang mengintegrasikan regulasi, data empiris, serta literatur akademik terkait ekonomi syariah, filsafat keadilan sosial (Al-F?r?b?, Ibn Khaldun, Rawls), dan maq??id al-shar?‘ah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa negara memiliki peran strategis sebagai regulator, fasilitator, katalisator, dan akselerator dalam membangun ekosistem syariah. Kinerja ini didukung oleh pertumbuhan aset perbankan syariah yang mencapai 9,88% pada 2024 dan pembiayaan yang tumbuh 9,92% secara tahunan (Year-on-Year/YoY). Namun, penelitian ini mengidentifikasi dua tantangan kritis: (1) Optimalisasi wakaf produktif masih terhambat oleh kurangnya integrasi dengan kerangka insentif fiskal, meskipun wakaf berperan sebagai pelengkap mekanisme pajak dalam mengurangi ketimpangan; dan (2) Inkonsistensi alokasi dana Green Sukuk yang hampir nihil pada sektor energi terbarukan, melemahkan klaim negara sebagai katalisator transisi energi dan pelanggaran terhadap prinsip ?if? al-B?’ah. Analisis filosofis menegaskan bahwa peran negara selaras dengan Difference Principle John Rawls dan tujuan maq??id al-shar?‘ah dalam menjaga harta dan jiwa, yang secara operasional diikat oleh prinsip Good Governance Business Sharia (GGBS). Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi kebijakan negara harus lebih strategis, khususnya dalam harmonisasi fiskal wakaf dan reorientasi alokasi green finance, untuk mewujudkan kesejahteraan ekonomi yang adil, inklusif, dan berkelanjutan. This study aims to analyse the role of the state in achieving economic welfare through the strengthening of the Islamic economy in Indonesia. This strengthening is a structural urgency amid challenges of income inequality, poverty, fiscal constraints in developing countries, and the need for a more equitable and sustainable economic system. The research method uses a descriptive-analytical qualitative approach with a literature study that integrates regulations, empirical data, and academic literature related to Islamic economics, social justice philosophy (Al-F?r?b?, Ibn Khaldun, Rawls), and maq??id al-shar?‘ah. The results of the study show that the state has a strategic role as a regulator, facilitator, catalyst, and accelerator in building a sharia ecosystem. This performance is supported by the growth of sharia banking assets, which reached 9.88% in 2024, and financing, which grew 9.92% year-on-year (YoY). However, this study identifies two critical challenges: (1) The optimisation of productive waqf is still hampered by a lack of integration with the fiscal incentive framework, even though waqf plays a complementary role to the tax mechanism in reducing inequality; and (2) The inconsistency of Green Sukuk fund allocation, which is almost non-existent in the renewable energy sector, weakens the state's claim as a catalyst for energy transition and violates the principle of ?if? al-B?’ah. Philosophical analysis confirms that the role of the state is in line with John Rawls' Difference Principle and the objectives of maq??id al-shar?‘ah in protecting property and life, which are operationally bound by the principles of Good Governance Business Sharia (GGBS). This study concludes that the synergy of state policies must be more strategic, particularly in the fiscal harmonisation of waqf and the reorientation of green finance allocation, to achieve fair, inclusive, and sustainable economic welfare
TRENDS AND CHALLENGES IN THE DEVELOPMENT OF HALAL TOURISM: A BIBLIOMETRIC ANALYSIS BASED ON VOSVIEWER Arrasyid, Sidik Ramdhan
El-Ecosy : Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam Vol 6, No 1 (2026): January (El-Ecosy: Jurnal Ekonomi dan Keuangan Islam)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/eeki.v6i1.5533

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan tren, fokus kajian, serta tantangan utama dalam pengembangan pariwisata halal dari perspektif wisatawan dan industri pariwisata global. Studi ini menggunakan pendekatan mixed-methods dengan mengombinasikan analisis bibliometrik dan Systematic Literature Review (SLR). Data penelitian diperoleh dari publikasi ilmiah yang terindeks di Google Scholar dan dianalisis menggunakan perangkat lunak VOSviewer untuk mengidentifikasi pola kolaborasi penulis, distribusi kata kunci, serta klaster tematik penelitian pariwisata halal. Hasil analisis menunjukkan bahwa penelitian pariwisata halal mengalami pertumbuhan yang eksponensial, terutama dalam satu dekade terakhir, seiring meningkatnya kesadaran pasar Muslim global dan peran strategis industri halal. Temuan bibliometrik mengelompokkan penelitian ke dalam beberapa klaster utama, yaitu pengembangan dan regulasi pariwisata halal, perilaku dan preferensi wisatawan Muslim, adaptasi dan kesiapan industri pariwisata, serta tantangan kontemporer yang muncul akibat pandemi COVID-19. Selain itu, penelitian ini mengidentifikasi sejumlah isu krusial, antara lain inkonsistensi standar sertifikasi halal lintas negara, keterbatasan integrasi digital, serta kesenjangan kapasitas pelaku industri dalam mengadopsi layanan berbasis syariah. Lebih lanjut, celah penelitian yang teridentifikasi menekankan perlunya kajian mendalam mengenai dampak jangka panjang digitalisasi, pengembangan model pariwisata halal yang berkelanjutan, serta pemanfaatan teknologi baru seperti platform digital dan kecerdasan buatan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi peta jalan penelitian bagi akademisi dan pemangku kepentingan dalam mendorong pengembangan pariwisata halal yang inklusif dan berdaya saing. This study aims to map research trends, thematic focuses, and key challenges in the development of halal tourism from the perspectives of tourists and the tourism industry. Employing a mixed-methods approach, the research integrates bibliometric analysis and a Systematic Literature Review (SLR). The dataset was collected from scholarly publications indexed in Google Scholar and analyzed using VOSviewer to identify publication growth patterns, keyword co-occurrence networks, and thematic research clusters in halal tourism studies. The findings reveal an exponential growth of halal tourism research, particularly over the last decade, reflecting the increasing significance of the global Muslim travel market and the strategic role of the halal industry. The bibliometric mapping identifies several major research clusters, including halal tourism development and regulation, Muslim tourist behavior and preferences, tourism industry adaptation and readiness, and contemporary challenges arising from the COVID-19 pandemic. Key issues highlighted include inconsistencies in halal certification standards across countries, digital transformation gaps, and limited institutional capacity within tourism stakeholders to deliver sharia-compliant services. Furthermore, the study identifies important research gaps, particularly regarding the long-term impacts of digitalization, the development of sustainable halal tourism models, and the role of emerging technologies such as digital platforms and artificial intelligence in enhancing service quality and destination competitiveness. These findings provide a comprehensive research roadmap for scholars and policymakers to support inclusive, innovative, and sustainable halal tourism development.