cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
PENENTUAN PRIORITAS PENGEMBANGAN RUANG TERBUKA HIJAU DI KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP) Erwin, Rinai Domenri; Hamid, Abdul; Nurhayati, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.478 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.24575

Abstract

Jumlah penduduk Kota Pontianak yang meningkat dari waktu ke waktu dapat memberikan implikasi terhadap pemanfaatan ruang kota, salah satunya keberadaan ruang terbuka hijau. Pertumbuhan Kota Pontianak yang akseleratif tentunya harus seiring dengan upaya pemeritah untuk menjadikan Kota Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa Equator Clean and Green City. Luas RTH Kota Pontianak yang baru mencapai 19,8% belum sesuai dengan amanat Undang-Undang No. 26 Tahun 2007. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran konsep kebutuhan ruang terbuka hijau untuk menjaga keseimbangan di Kota Pontianak dengan 1) Mengetahui kecukupan ruang terbuka hijau berdasarkan luas wilayah dan jumlah penduduk. 2) Mendapatkan prioritas pengembangan ruang terbuka hijau di Kota Pontianak. Kecukupan RTH berdasarkan luas wilayah mengacu pada Undang-Undang No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang yaitu 30% dari luas wilayah Kota Pontianak, dan kecukupan RTH berdasarkan jumlah penduduk mengacu pada Peraturan Menteri PU No. 05/PRT/M/2008 yaitu 20 m2/kapita. Prioritas pengembangan RTH di Kota Pontianak ditinjau berdasarkan fungsi RTH yaitu ekologi, sosial, ekonomi, dan estetika yang diimplikasikan pada bentuk umum RTH yang ada di Kota Pontianak yaitu bentuk kawasan, simpul, dan jalur. Kuisioner diberikan kepada 30 orang responden yang terdiri dari kalangan akademisi, swasta, pemerintah Kota Pontianak, pemerhati lingkungan, tokoh masyarakat, dan anggota DPRD Kota Pontianak. Analisis dilakukan dengan menggunakan metode AHP. Hasil analisis menunjukkan kebutuhan RTH Kota Pontianak berdasarkan luas wilayah adalah 32,35 km2, dan kebutuhan RTH berdasarkan jumlah penduduk sampai tahun 2027 adalah 15,67 km2. Prioritas RTH yang ingin dikembangkan berturut-turut adalah bentuk kawasan, jalur, dan simpul.  Kata kunci: ruang terbuka hijau, Pontianak, AHP
PENGGUNAAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK DALAM PENENTUAN LOKASI DERMAGA BONGKAR MUAT ANGKUTAN SUNGAI (STUDI KASUS: KOTA PONTIANAK) Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (282.08 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v10i2.242

Abstract

Sungai merupakan salah satu prasarana yang telah tersedia untuk kebutuhan transportasi secara alami. Pulau Kalimantan adalah merupakan satu wilayah yang mempunyai prasarana sungai yang panjang dan lebar sebagai anugerah Tuhan dimana prasarana itu banyak dipakai oleh masyarakat dalam kehidupannya sehari-hari menurut kepentingannya masing-masing. Sungai-sungai di Kalimantan ini merupakan sarana transportasi yang cukup penting bagi masyarakat disamping angkutan darat, baik untuk daerah perkotaan maupun antar daerah. Menginggat banyaknya dermaga barang yang ada di Kalimantan Barat maka diperlukan adanya suatu studi/analisa untuk memilih beberapa dermaga yang optimal sehingga pembangunan/peningkatan dermaga dapat dilakukan pada dermaga yang tepat. Pada analisa ini dipilih Dermaga Kapuas Indah, Dermaga Seng Hei dan Dermaga Induk Sungai Raya sebagai studi kasus. Analisa untuk pengambilan keputusan digunakan Proses Hirarki Analitik, yaitu suatu model yang mampu mengakomodir seluruh permasalahan dalam pengambilan keputusan untuk memilih satu dermaga yang optimal dari beberapa dermaga. Pada studi ini, kriteria yang menjadi pertimbangan adalah kriteria teknis dan operasional. Dari hasil analisa diperoleh untuk kriteria teknis, dermaga yang paling optimal adalah Dermaga Induk Sungai Raya dengan prosentase 36,5%. Untuk kriteria operasional, dermaga yang paling optimal adalah Dermaga Kapuas Indah dengan prosentase 48%.
KONSEP ARAHAN PENATAAN DAN PENGEMBANGAN PASAR FLAMBOYAN KOTA PONTIANAK ., Irwin
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.424 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.7459

Abstract

Pasar Flamboyan adalah salah satu pasar tradisional yang terbesar di Kota Pontianak yang sangat berperan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok sehari hari. Sudah tentu daya tarik pasar ini sangat kuat bagi masyarakat untuk datang berbelanja. Namun dalam rentang waktu lebih dari 20 tahun, banyak fasilitas infrastruktur pasar ini sudah tidak layak lagi untuk digunakan, sehingga pasar ini memberikan kesan kumuh, kotor, bau bagi kawasan sekitarnya. Pemerintah Daerah beserta masyarakat Pontianak menginginkan adanya perbaikan infrastruktur pasar ini dengan menata kembali kawasan pasar Flamboyan menjadi lebih baik dari sebelumnya dan memilki daya tarik yang kuat bagi kawasan sekitarnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keinginan masyarakat mengenai penataan dan pengembangan pasar Flamboyan dengan cara menyebarkan kuesioner kepada beberapa responden. Dari data responden diharapkan dapat menghasilkan sebuah masukan berupa persepsi dan preferensi masyarakat mengenai kondisi pasar Flamboyan. Kemudian data dianalisis dengan cara memberikan penilaian terhadap komponen yang ada berdasarkan indikator dan kriteria serta penilaian melalui observasi langung ke lapangan mengenai kondisi pasar dengan melakukan studi pustaka dari beberapa buku, makalah dan jurnal ilmiah yang membahas mengenai masalah penataan pasar tradisional. Diharapkan dari hasil studi ini dapat memberikan rekomendasi dan saran serta masukan kepada Pemerintah Daerah untuk merencanakan penataan kembali infrastruktur kawasan pasar Flamboyan sehingga menjadi lebih baik. Dengan demikian, pasar Flamboyan dapat memberikan daya tarik kepada masyarakat untuk datang berbelanja dengan aman dan nyaman sehingga mampu bersaing dengan pasar-pasar modern lainnya yang ada di Kota Pontianak Kata-kata kunci: pasar, pasar tradisional, pasar Flamboyan, penataan pasar tradisional, pasar Pontianak
PENETAPAN PRIORITAS PENANGANAN JALAN KABUPATEN DI KABUPATEN SEKADAU Susilo, Heri Handoko
Jurnal Teknik Sipil Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (151.864 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v18i1.26656

Abstract

Keterbatasan anggaran untuk menjaga konstruksi perkerasan dan geometrik jaringan jalan kabupaten di Kabupaten Sekadau sepanjang 592,93 km dengan kondisi 37,07 % atau sebesar 219,80 km dalam keadaan rusak. Penelitian ini bertujuan untuk menyusun prioritas penanganan jaringan jalan kabupaten di Kabupaten Sekadau agar kondisi jalan berada pada kondisi mantap dan dapat dirasakan manfaatnya terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mobilitas orang/barang. Penentuan prioritas penanganan jaringan jalan ini didasari atas kinerja jaringan jalan. Ruas jalan yang diprioritaskan untuk ditangani adalah ruas jalan dengan kinerja terendah. Dengan menggunakan Analisis Multi Kriteria dalam penilaian kinerja jaringan jalan, khususnya metode proses analisis hirarki untuk menentukan bobot dari kriteria-kriteria penilaian kinerja jaringan jalan. Metode ini menggunakan tiga kriteria, yaitu (1) kondisi jalan, (2) kondisi jaringan, (3) aspek ekonomi dan manajemen. Hasil pembobotan kriteria berdasarkan persepsi stakeholders memberikan hasil bobot kriteria (1) 0,4167, kriteria (2) 0,3423 dan kriteria (3) 0,2410. Bobot kriteria digunakan untuk membentuk bobot relatif variable. Matriks kinerja diperoleh dari bobot relatif variable dikalikan dengan skoring dari variabel kriterianya masing-masing. Hasil dari penilaian kinerja ruas jalan diperoleh prioritas penanganan ruas kabupaten di Kabupaten Sekadau adalah (1) Jalan Balai Sepuak-Tabuk Hulu, (2) Jalan Tabuk Hulu-Pakit Mulau, dan (3) Jalan Mungguk-Penanjung, ketiga ruas jalan tersebut menunjukkan nilai kinerja jalan terendah. Kata kunci: prioritas penanganan, kinerja ruas jalan, proses analisis hirarki
MODEL PENGEMBANGAN KERJASAMA SUB REGIONAL SOSIAL EKONOMI MALAYSIA INDONESIA DALAM MENDUKUNG PEMBANGUNAN WILAYAH PERBATASAN KALIMANTAN BARAT - SARAWAK Hernovianty, Firsta Rekayasa
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.101 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.18325

Abstract

Salah satukerjasama bilateral yang terjalinantara Indonesia-Malaysia adalah forum kerjasamaSosialEkonomi Malaysia-Indonesia (SosekMalindo). Perbatasan Kalbar "“ Sarawak sendiri merupakan pelopor Kerjasama Sosek Malindo yang dimulai sejak tahun 1985.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pelaksanaan kerjasama sosial ekonomi Malaysia Indonesia dalam rangka meningkatkan pembangunan wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Pendekatan studi yang digunakan adalah pendekatan evaluasi semu (pseudo evaluation) melalui wawancara, kuesioner, pengamatan, dokumen. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa Kerangka Kerjasama Sosial Ekonomi Malaysia "“ Indonesia telah optimal dilaksanakan di kawasan perbatasan Kalimantan Barat "“ Sarawak. Hal ini ditunjukkan dengan adanya 33 program atau 94 % hasil kesepakatan sudah selesai dilaksanakan dan hanya 2 program atau 6 % masih dalam tahap pembangunan. Adapun bidang kerjasama yang paling dominan dikembangkan adalah bidang ekonomi melaluipembangunan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi industri di masing-masing perbatasan Kalbar - Sarawak. Kata-kata kunci: kerjasama sub regional, pengembangan wilayah perbatasan, Kalimantan Barat
ANALISIS KARAKTERISTIK PARKIR SEPEDA MOTOR DI KAWASAN PUSAT PERBELANJAAN GARUDA MITRA KOTA PONTIANAK AS, Syafaruddin; Azwansyah, Heri; YM, Sutarto
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.625 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v19i1.35597

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik parkir kendaraan sepeda motor pada kawasan Swalayan Garuda Mitra Pontianak. Metode survey yang dilakukan adalah dengan pengamatan lapangan dan pencatatan kendaraan masuk dan keluar lahan parkir. Analiis dilakukan untuk mendapatkan karakteristik parkir kendaraan yaitu jumlah kendaraan masuk dan keluar dari lahan parkir, durasi kendaraan, akumulias, volume parkir, tingkat pergantian, dan tingkat penggunaan lahan parkir.Hasil penelitian ini antara lain volume total parkir kendaraan dalam satu hari sebanyak 1.085 kendaraan. Akumulias parkir yang terbesar berada pada pukul 17.31 "“ 18.00 WIB yaitu sebanyak 153   kendaraan. Tingkat penggunaan lahan parkir terbesar pada pukul 19.01 - 20.00 WIB sekitar 43,78% dari kapasitas parkir yang tersedia. Permasalahan dilapangan adalah pengaturan parkir yang relatif kurang baik sehinga pemanfaatan lahan parkir yang tidak optimal, terutama tata latak parkir dan sirkulasi kendaraan pada lahan parkir.
STUDI PENENTUAN PRIORITAS PEMBANGUNAN JEMBATAN RANGKA BAJA DI KABUPATEN SINTANG Alexander, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.531 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.24387

Abstract

Pembangunan jembatan rangka baja di ruas - ruas jalan kabupaten di Kabupaten Sintang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Sintang. Keterbatasan   kemampuan keuangan   Pemerintah Kabupaten Sintang yang dialokasikan setiap tahunnya dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sintang menjadi sebuah kendala dalam merealisasikan rencana pembangunan jembatan rangka baja, dimana pembiayaan untuk pembangunan jembatan permanen yang berbahan rangka baja   sangatlah besar, maka dalam hal ini para stakeholder atau pengambil keputusan dituntut untuk mampu mempertimbangkan dan memutuskan   pembangunan jembatan rangka baja mana saja yang harus mendapat prioritas pertama, kedua, ketiga dan seterusnya, jangan sampai titik pembangunan jembatan rangka baja yang terpilih tersebut hanya mengacu kepada biaya konstruksi terkecil saja, atau aksebilitas saja, ataupun berdasarkan nilai kawasan strategis saja. Tentunya dalam hal ini diperlukan suatu analisis yang dapat mengintegrasikan   berbagai kriteria, sehingga menghasilkan bobot maksimum yang dapat dijadikan dasar suatu keputusan sebagai alternatif pilihan yang terbaik. Metode penelitian dipaparkan secara deskriptif menjelaskan penentuan skala prioritas pembangunan jembatan rangka baja di Kabupaten Sintang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data primer berupa kuisioner yang disebarkan serta data sekunder berupa data jumlah penduduk ,data komiditi unggulan, dan lain sebagainya. Teknik analisis menggunakan analisis kualitatif dengan menggunakan kuesioner dan analisis kuantitatif dengan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Berdasarkan data-data yang telah dikumpulkan diperoleh hasil penelitian menunjukkan prioritas pembangunan jembatan rangka baja di Kabupaten Sintang berdasarkan dari nilai prioritas diperoleh urutan yaitu pembangunan jembatan rangka baja Melawi II memiliki prioritas pertama dengan nilai 0,318675, selanjutnya pembangunan jembatan rangka baja Melawi III memiliki prioritas kedua dengan nilai 0,300007, kemudian pembangunan jembatan rangka baja Sungai Sepauk memiliki prioritas ketiga dengan nilai 0,209123, selanjutnya pembangunan jembatan rangka baja Sungai Tebidah memiliki prioritas keempat dengan nilai 0,088476, dan terakhir pembangunan jembatan rangka baja Sungai Sekalan memiliki prioritas kelima dengan nilai 0,083720.Kata-kata kunci: Jembatan, Rangka Baja, Prioritas, AHP.  
STUDI KETERLAMBATAN PENYELESAIAN PROYEK KONSTRUKSI Kamaruzzaman, Findy
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.331 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1435

Abstract

AbstrakPada pekerjaan proyekkonstruksi biasanya terjadi kendala pada pengerjaan proyek tersebut, baikkendala yang memang sudah diperhitungkan maupun kendala yang di luarperhitungan perencana. Kendala tersebut menjadi penyebab terlambatnyapenyelesaian proyek, sehingga proyek tersebut tidak berlangsung sesuai denganrencana. Penelitian ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan ataumengetahui faktor-faktor utama pendukung yang menjadi penghambat dalam penyelesaian pekerjaantersebut. Penelitian ini dilakukan dengan cara penyebaran kuesioner kepadaresponden (pelaksana proyek jalan berkonstruksi beton di Kota Pontianak padatahun 2010) dan wawancara kepada pihak konsultan dan pihak pemerintah.Pengolahan data kuisioner menggunakan program SPSS 17.0 for Windows dengan metode analisis deskriptif dan analisis rangking.Dari hasil penelitian didapatkan urutan rangking faktor yang menjadipenyebab keterlambatan penyelesaian proyek. Faktor-faktor yang menjadi penyebab utama yangmempengaruhi keterlambatan penyelesaian proyek jalan beton di Kota Pontianakadalah faktor sosial dan budaya, faktor bahan dan faktor cuaca. Faktor bahan terdiridari kenaikan harga bahan, kelangkaan material dan kekurangan bahan.Kata-kata kunci: terhambat,jalan berkonstruksi beton, faktor utama
ANALISIS PENANGANAN PEMELIHARAAN JALAN BERDASARKAN KONDISI KERUSAKAN JALAN Sutarno, -; Widodo, Slamet; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1184.067 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.26007

Abstract

Evaluasi jalan merupakan tahap awal untuk memberikan informasi data guna mengambil suatu keputusan terhadap tindakan perbaikan dan pemeliharaan jalan.Seperti yang dilakukan pada Jalan Kebangkitan Nasional yang terletak di Kecamatan Pontianak Utara dengan status jalan sebagai jalan Kolektor.Titik lokasi studi mulai dari STA 3+850 s.d. STA 6+550 dengan total panjang jalan 2,7 km. Tujuan penelitian ini adalah identifikasi jenis dan tingkat kerusakan, evaluasi kondisi jalan serta tindakan yang dilakukan untuk perbaikan jalan. Adapun metode yang digunakan untuk mengevaluasi kondisi jalan dengan menggunakan metode PCI (pavement Condition Index), sedangkan tindakan perbaikan penanganan jalan dengan mengacu pada peraturan Bina Marga 2003. Jenis kerusakan didominasi kerusakan butiran lepas sebesar 98,05% dari luasan total jalan dan tingkat kerusakan berat. Setelah dianalisa dengan menggunakan metode PCI menunjukkan bahwa nilai kondisi permukaan jalan Kebangkitan Nasional adalah 30,44 dalam kondisi buruk dan tindakan yang direkomendasikan adalah rekonstruksi. Rekonstruksi yang dipilih adalah dengan menggunakan Perkerasan kaku sebagai pelapisan tambahan. Berdasarkan analisa dengan menggunakan metode Bina Marga 2003 maka tebal plat beton yang digunakan adalah 20 Cm dengan mutu beton K300 diatas CBR segmen   27,27%.Kata Kunci : Jenis kerusakan, tingkat kerusakan, Nilai PCI
PENGEMBANGAN SISTEM ANGKUTAN PELAJAR TERKONEKSI DI KABUPATEN LANDAK Oni S, Herkulanus
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (295.614 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i2.15330

Abstract

Penelitian   ini bertujuan untuk mengetahui: (1) kondisi angkutan pelajar yang ada di   Kabupaten Landak, (2), faktor"“faktor yang mendukung terkoneksinya angkutan pelajar di Kabupaten Landak, (3) sistem angkutan pelajar terkoneksi di Kabupaten Landak agar mampu melayani demand yang ada, (4) jumlah angkutan pelajar yang dibutuhkan untuk sekolah"“sekolah yang ada di delapan kecamatan di Kabupaten Landak. Penelitian ini merupakan penelitian survey dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian ini adalah Dinas Perhubungan Kabupaten Landak, Dinas Pendidikan Kabupaten Landak, Polsek Kecamatan Ngabang, Kecamatan Mandor dan Kecamatan Sengah Temila, Sekolah"“Sekolah di kecamatan Ngabang, Kecamatan Mandor dan Kecamatan Sengah Temila. Teknik pengambilan data berupa teknik pengisian kuisioner, observasi (pengamatan), wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa kuisioner digunakan untuk mencatat jumlah penumpang dan rute perjalanan serta perencanaan angkutan pelajar. Lembar observasi (pengamatan) digunakan untuk mencatat jumlah angkutan, rute dan perencanaan angkutan pelajar. Lembar wawancara digunakan sebagai pedoman wawancara dengan dinas perhubungan. Instrumen divalidasi dari segi isi dan konstruk oleh ahli. Teknik analisis data menggunakan metode analisis Break even point. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Dari data populasi hasil survey didapat jumlah siswa yang menggunakan angkutan umum adalah 1790 orang, menggunakan kendaraan pribadi adalah 3.644 orang dan berjalan kaki adalah 1.795 orang. (2) faktor-faktor yang mendukung terkoneksinya angkutan pelajar di Kabupaten Landak adalah waktu tunggu yang terlalu lama, kapasitas angkut angkutan umum yang terbatas, tempat tinggal siswa tidak dilalui oleh angkutan umum. (3) sistem angkutan pelajar memperhitungkan banyaknya penumpang, biaya operasional, dan pendapatan operator. (4) jumlah pelajar di kecamatan Ngabang yamg menggunakan angkutan umum sebanyak 649 orang, kecamatan sengah Temila sebanyak 658 orang dan kecamatan Mandor sebanyak 483 orang. (5) biaya operasional yang diperlukan armada yang hanya digunakan sebagai angkutan pelajar adalah: biaya tetap sebesar Rp. 26.290.000,- biaya variabel sebesar Rp. 230.603.000,-.dan  biaya operasional yang diperlukan untuk armada yang digunakan sebagai angkutan pelajar dan angkutan umum adalah: biaya tetap sebesar Rp. 26.290.000,- biaya variabel sebesar Rp. 300.473.000,-. (6) sistem angkutan pelajar dapat digunakan sebagai angkutan pelajar sekaligus angkutan umum, pendapatan yang diterima oleh operator per hari adalah: (a) tarif pelajar Rp. 1.000+tarif angkutan umum, sebesar Rp. 3.912.000,/hari; (b) tarif pelajar Rp. 1.500 tarif angkutan umum sebesar Rp. 5.718.000,./ hari; (c) tarif pelajar Rp. 2.000 + tarif angkutan umum sebesar Rp. 7. 524.000,./hari. (7) jumlah armada yang dibutuhkan di tiga kecamatan tersebut adalah: (a) untuk bis sekolah berkapasitas 25 orang, jumlah armada yang dibutuhkan sebanyak 19 armada, dimana kecamatan Ngabang memerlukan 5 armada, kecamatan Sengah Temila 9 armada dan kecamatan Mandor 5 armada. (b) untuk bis sekolah berkapasitas 30 orang, jumlah armada yang diperlukan sebanyak 16 armada, dimana kecamatan Ngabang memerlukan 4 armada, kecamatan Sengah Temila 8 armada dan kecamatan Mandor 4 armada.   Kata kunci: sistem angkutan, pelajar, terkoneksi, jumlah armada angkutan pelajar

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue