cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
SISTEM USULAN BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG PERKULIAHAN DI POLITEKNIK NEGERI KETAPANG Purnomo, Julyan
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (262.63 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.33261

Abstract

Dari hasil analisis hirarki proses pembobotan bangunan gedung perkuliahan Politeknik Negeri Ketapang, maka dapat disimpulkan bahwa nilai bobot komponen struktur bangunan (56,94%) Komponen Arsitektur (26,03%) Komponen Utilitas (17,02%). Maka dapat disimpulkan bahwa komponen struktur mempuyai skala prioritas yang tinggi jika dilakukan kegiatan pemeliharaan.Nilai Indeks Kondisi bangunan gedung perkulihan sebesar 97,72%. Kondisi fisik bagunan secara keseluruhan masuk dalam zona 1 (70-100 nilai indeks kondisi), dengan langkah penanganan tindakan pemeliharaan yang bersifat segara, digolongkan dalama kerusakan ringan. Gambaran kondisi hanya terjadi kerusakan kecil pada sub elemen plafond, sub elemen cat tembok, sub elemen plesteran dan sub elemen keramikDari perhitungan rencana anggaran biaya,   diketahui bahwa besar biaya yang diperlukan untuk kegiatan pemeliharaan pada bangunan gedung Perkuliahan Politeknik Negeri Ketapang adalah sebesar Rp. 119.929.000 untuk tahun 2017. Dengan tingkat suku bunga (i) dan pertumbuhan   biaya pemeliharaan (g) setiap tahun ( i=g ) sebesar 6 %, maka dapat diprediksi biaya pemeliharaan dan perawatan dari tahun 2017 sampai dengan 2032 sebesar Rp. Rp. 4.404.247.532  Kata Kunci: pemeliharaan, analisis hirarki proses, indeks kondisi bangunan, recanan anggaran biaya.
KAJIAN OPTIMALISASI RUTE PENGANGKUTAN SAMPAH DI KOTA PONTIANAK Muhardi, Zeldi
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (189.262 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i1.25444

Abstract

Pontianak city is the largest city and also the capital city of West Kalimantan. Along with the rapid development in Pontianak City, the city is now facing waste management issue due to waste disposal and transport which require serious attention. The fact showed that waste is not totally collected and transported. Moreover, there are still many illegal waste disposal sites which have not been handled by Cleaning and Landscaping Agency.                       Waste management issue seen from the disposal of waste to river, canal or empty land, causing only a small number of transported waste to the landfill. In addition, lack of human resources, financing as well as facilities in waste management are not in accordance with the waste produced by Pontianak people"™s activities. These actually underlie the importance of analyzing the relationship of waste management aspects in order to improve the service of waste management performance in Pontianak City.                       Analyzing the relationship of management aspects toward the management performance, thenear regression statistic analysis was employed by calculating the number of routes of each vehicle. Meanwhile, the assessment toward the management performance of waste done by using SWOT Analysis. According to the research result, the level of waste service currently is 79,24%, in which the route for transporting by the dump truck was 2 routes, while arm roll was 3 routes. Alternative solutions improving the performance of Cleaning and Landscaping Agency of Pontianak City is indispensable to address the inefficiency of waste management in Pontianak City  Keywords: waste, optimal, routes.
PERENCANAAN PENGELOLAAN SAMPAH DI KAWASAN SELATAN UNIVERSITAS TANJUNGPURA Purnaini, Rizki
Jurnal Teknik Sipil Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.26 KB) | DOI: 10.26418/jtsft.v11i1.1065

Abstract

Abstrak Sebagai Institusi Perguruan Tinggi, Universitas Tanjungpura memiliki mahasiswa reguler maupun nonreguler, dosen tetap dan dosen tidak tetap, serta pegawai administrasi di setiap fakultas yang terus meningkat setiap tahunnya. Peningkatan tersebut dipastikan akan mengakibatkan peningkatan terhadap jumlah sampah. Sampah yang dihasilkan dari berbagai aktivitas di setiap fakultas akan menghasilkan jenis sampah yang beragam pula. Penanganan sampah tiap hari di tiap fakultas untuk saat ini masih menggunakan cara lama yaitu sampah dikumpulkan ke suatu tempat pengumpulan sementara (semacam TPS) lalu dibakar. Tujuan perencanaan ini yaitu untuk merencanakan sistem pengelolaan sampah paradigma baru dengan menerapkan prinsip 3R di kawasan Selatan UNTAN. Lokasi perencanaan terletak di kawasan UNTAN dengan luas wilayah 119,3 hektar. Perencanaan sistem pengelolaan sampah di kawasan Selatan UNTAN meliputi perencanaan aspek teknis operasional pengelolaan sampah, yaitu perencanaan pewadahan sampah di sumber, pengumpulan sampah, pengangkutan sampah dan pengolahan sampah di TPST (Tempat Pengolahan Sampah Terpadu) UNTAN. Untuk mendapatkan jumlah sampah yang dihasilkan tiap fakultas dilakukan sampling dari tiga fakultas. Pengambilan sampah dilakukan selama 5 hari pada pukul 8.00 di setiap sumber sampah yang telah ditentukan. Dari hasil perhitungan didapatkan bahwa volume timbulan sampah di kawasan Selatan UNTAN adalah sebanyak 14,73 m/hari sampah organik dan 14,51 m/hari sampah anorganik. Jumlah pewadahan yang dibutuhkan untuk tiap sumber sampah UNTAN Selatan yaitu sebanyak 149 pasang tong sampah ukuran 30 liter dan sebanyak 42 pasang tong sampah ukuran 60 liter. Jumlah alat angkut sampah yang dibutuhkan untuk kawasan UNTAN Selatan adalah sebanyak 10 unit gerobak motor dan 1 unit pickup. Jumlah lahan yang dibutuhkan untuk pembangunan TPST UNTAN Selatan adalah seluas 75,25 m. Biaya investasi yang dibutuhkan sebesar Rp 1.066.775.000,-. Biaya operasional dan pemeliharaan sebesar Rp 20.807.333,-/tahun. Kata-kata kunci: sistem pengelolaan sampah, prinsip 3R, TPST
Prarancangan Infrastruktur Industri Biodiesel Dari Palm Sludge Oil Kapasitas 600.000 Ton/Tahun Dengan Proses Transesterifikasi Methanol-Potassium Methylate-Toluena Julianto, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (197.277 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25772

Abstract

Pembangunan infrastruktur industri biodiesel merupakan suatu kegiatan yang amat penting dalam upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi suatu daerah. Biodiesel menjadi pengganti bahan bakar minyak Solar yang dari tahun ke tahun mengalami penurunan kuantitas dan menjadi habis karena naiknya permintaan. Salah satu sumber bahan baku biodiesel adalah palm sludge oil atau minyak kotor dari kolam limbah pabrik kelapa sawit. Palm Sludge Oil sampai sekarang masih belum dimanfaatkan secara maksimal karena mudah beku pada suhu 25oC dan kadar asam lemak bebas melebihi 80%. Kalimantan Barat pada tahun 2016 menghasilkan Crude Palm Oil sebesar 12,3 juta ton dengan luas lahan 4,51 juta hektar dengan tanaman menghasilkan 11,6 juta ton tandan buah segar terdiri dari 13 Kabupaten/kota, 411 unit perusahaan perkebunan, 64 unit Pabrik Minyak Kelapa Sawit kapasitas produksi 2.557 ton tandan buah segar/jam. Jika di Kalimantan Barat dibangun Pabrik Biodiesel, diasumsikan 15% Crude Palm Oil dari 1.039.600 ton/bulan terbuang di kolam limbah sebagai Palm Sludge Oil dikonversi menjadi Biodiesel 20 (B20) sebesar 280.692 ton setara 318.968 kiloliter. Palm Sludge Oil yang berasal dari kolam limbah pabrik kelapa sawit mengandung asam lemak bebas yang tinggi sekitar 80% dapat dikonversi menjadi biodiesel atau Fatty Acid Methyl   Ester dengan proses transesterifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rancang awal (outline business case) infrastruktur industri biodiesel berupa Front End Engineering Desain berdasarkan data kondisi operasional hasil Laboratorium sintesis biodiesel dari palm sludge oil dengan proses transesterifikasi methanol-potassium methylate-toluena. Kondisi proses pembuatan Biodiesel Transesterifikasi pada 65oC, 120 menit, 300 rpm, 1 atm   dengan komposisi palm sludge oil=2.394,0 mL, CH3KO=104,1 mL dan menghasilkan Biodiesel 100/B100=2.500 mL. Uji mutu palm sludge oil (SNI 01-2901-2006 CPO) dan uji mutu produk biodiesel (SNI 7182-2015 Biodiesel) sesuai persyaratan mutu parameter SNI, dan investasi pembangunan infrastruktur industri biodiesel dari palm sludge oil kapasitas 600.000 ton/tahun adalah layak, menguntungkan dan resiko rendah dengan hasil analisa kelayakan bisnis sebagai berikut : umur pabrik 25 tahun; modal investasi Rp 500.000.000.000,00; biaya produksi Rp 200.000.000.000,00/bulan; hasil penjualan produk Rp 1.592.529.400.000,00/bulan; keuntungan bersih Rp 1.092.210.300.000,00/bulan; nilai return cost ratio (R/C1) sebesar 3,2 berarti proyek bernilai ekonomis; nilai benefit cost ratio (B/C1) sebesar 2,2 berarti investasi menguntungkan; nilai pay back period sebesar (PBP10 year) sebesar 2,4 tahun berarti pengembalian modal investasi cepat; nilai break event point produksi Rp 4.019,00/L (riil Rp 2.653,00/L); nilai break event point harga Rp 5.860,00/L (riil Rp 5.671,00/L dan riil regulasi pemerintah Rp 8.941,00/L).  Kata kunci :pra rancangan infrastruktur industri biodiesel, palm sludge oil, biodiesel, standar mutu, kelayakan bisnis
ANALISIS PENENTUAN SKALA PRIORITAS JALAN KABUPATEN SAMBAS BERDASARKAN METODE IRAP Yuniasih, Erika
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (558.832 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.10633

Abstract

Jalan dan Jembatan merupakan prasarana transportasi yang penting untuk menunjang kelancaran mobilitas orang, barang dan jasa serta dalam rangka peningkatan sosial ekonomi masyarakat serta membuka akses daerah terpencil dan tertinggal. Pelaksanaan penanganan jalan di Kabupaten Sambas, masih banyaknya jalan yang belum mendapat penanganan baik pemeliharaan maupun peningkatan, aspirasi masyarakat melalui Musrenbang (Musyawarah Perencanaan Pembangunan) di tingkat desa dan kecamatan hanya sebagian kecil yang direalisasikan dalam APBD karena terbatasnya anggaran APBD dan penentuan skala prioritas yang telah dilakukan selama ini masih didominasi kebijaksanaan pengambil keputusan dalam menetapkan kebijakan yaitu memprioritaskan penanganan proyek jalan yang belum mendapat penanganan dengan mengesampingkan kriteria teknis, manfaat dan biaya.Dengan demikian perlu adanya metode penentuan prioritas penanganan jalan sesuaikebutuhan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode IRAP, dengan tiga puluh satu ruas jalan sebagai objek penelitian.Proses analisis serta penentuan dalam prioritas Nilai Manfaat Jalanadalah dengan suatu proses analisa sederhana dengan menggunakan variabel Nilai Indikator dan Bobot Indikator yang diperoleh dengan penyebaran kuesioner kepada masyarakatsekitar jalan yang mewakili seluruh kepentingan masyarakat, selain itu juga penyebaran kuesioner kepada stakeholder dan hasil pengamatan. Indikator yang ditetapkan sebagai pertimbangan disesuaikan dengan keadaan desa yang dilewati oleh tiga puluh satu ruas jalan kabupaten yang bersangkutan. Dari hasil analisis didapatkan urutan prioritas nilai manfaat jalan terbesar adalah Jalan IKK Pemangkat dengan NMJ sebesar 17,07, seterusnya sampai yang nilai manfaat jalan terkecil adalah Jalan Selakau Tua-Selobat dengan NMJ sebesar 5,64. Penanganan berkelanjutan di dapat dari perhitungan analisis regresi kondisi baik jalan tahun 2008-2014, dengan uji korelasi X dan Y yang signifikan, didapatkan volume panjang untuk setiap tahunnya dari tahun 2015 sampai dengan 2019 sepanjang 19,187 km untuk penanganan secara peningkatan dan untuk pemeliharaan didapat dari kondisi sedang dengan setiap tahunnya, tahun 2015 sampai dengan 2019 sepanjang 11,245 km. Penanganan peningkatan dan pemeliharaan untuk tahun 2015 sampai dengan 2019 di lihat dari urutan prioritas dari metode IRAP. Dalam merencanakan penanganan jalan kabupaten sebaiknya melibatkan partisipasi penduduk setempat agar tumbuh tanggung jawab masyarakat dalam membangun dan memelihara infrastruktur jalan kabupaten, dalam hal ini adalah metode IRAP.Namun metode ini tidak bermaksud untuk menghilangkan metode yang telah ada lebih dahulu tetapi bersifat untuk mendukung metode yang telah ada tersebut dan bersifat memperkuat analisis terhadap kebutuhan perbaikan/intervensi suatu infrastruktur jalan. Kata Kunci : Jalan Kabupaten, Metode IRAP, Penanganan Berkelanjutan
STRATEGI PENANGANAN SAMPAH DI KABUPATEN KUBURAYA NURJANAHWATI, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.799 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.29862

Abstract

Kondisi geografis Kabupaten Kubu Raya yang dipisahkan oleh perairan, sehingga dari 9 Kecamatan hanya 4 kecamatan yang mendapat pelayanan persampahan. Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPA) di Rasau Jaya yang masih open dumping. Jarak TPA Rasau Jaya jauh dari permukiman penduduk dan jauh dari kota-kota kecamatan. Perilaku sebagian masyarakat yang masih membakar sampah dan membuang sampah di parit dan sungai. Produksi total timbulan   sampah pada tahun 2017 sebesar 1.361 m3/hari. Jumlah penduduk Kabupaten Kubu Raya   sebanyak 545.432   jiwa, dengan kapasitas pengelolaan sampah terangkut hanya   sebesar 160   m3/hari. Berdasarkan hal tersebut, maka dilakukan penelitian ini yang bertujuan untuk mengembangkan strategi penanganan sampah agar tidak berakibat buruk bagi lingkungan hidup dan kesehatan masyarakat. Permasalahan bidang persampahan di analisis dengan   Analisa Swot untuk mendapatkan Strategi peningkatan atau perbaikan kondisi persampahan di Kabupaten Kubu Raya. Hasil analisa SWOT terlihat bahwa posisi pengelolaan persampahan berada pada Kuadran IV pada Matrik Strategi W "“ O yang artinya benahi "Kelemahan" untuk manfaatkan "Peluang". Itu berarti bahwa Kelemahan atau kendala yang dihadapi Kabupaten Kubu Raya dimanfaatkan untuk mendapatkan Peluang agar terwujud peningkatan atau perbaikan kondisi persampahan di Kabupaten Kubu Raya yang tertuang dalam 5 aspek yaitu : 1). Aspek kelembagaan : perlu pelatihan untuk peningkatan SDM yang professional dan penambahan petugas kebersihan / pasukan kuning;  2). Aspek Teknis Operasional : cakupan layanan persampahan   hanya 14,08 % dari total jumlah penduduk, perlu tindak lanjut secepat mungkin sesuai Undang-Undang No. 18 Tahun 2008   tentang Larangan Penanganan Pengelolaan Sampah metode Open Dumping (pembuangan secara terbuka); rencanakan pembangunan TPA Sanitary landfill; perlu armada pengangkut sampah berupa sampan / kapal pengangkut sampah untuk melayani kecamatan / desa yang terpisah oleh perairan; penambahan armada pengangkut sampah, dan mengganti TPS yang sudah rusak; Pembangunan TPS 3R berbasis masyarakat  yang dapat dikelola oleh masyarakat, sehingga sampah yang diangkut ke TPA hanya berupa sampah residu saja ; Karena terbatasnya lahan perlu pembangunan TPA Regional dengan   inovasi teknologi pengelolaan persampahan;   3). Aspek Keuangan : gunakan peluang untuk mendapatkan dana bantuan dari propinsi, pusat dan bantuan dari luar negeri, serta partisipasi pihak ketiga melalui CSR;  4). Aspek Peraturan dan Hukum : manfaatkan peluang untuk meraih penghargaan adipura dan perlu adanya tindakan tegas terhadap pelanggaran peraturan daerah tentang persampahan/kebersihan; 5). Aspek SDM : jalin kerjasama dengan media cetak dan elektronik dalam sosialisasi pengelolaan sampah, manfaatkan partisipasi pihak ketiga melalui CSR, gunakan partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah, dan tingkatkan budaya gotong royong di masyarakat.
KEBIJAKAN PRIORITAS PEMELIHARAAN JALAN KOTA PONTIANAK MENGGUNAKAN METODE AHP M, Mansyur; Priadi, Eka; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (551.285 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23878

Abstract

Kegiatan pemeliharaan jalan secara rutin sampai saat ini terus dilakukan oleh PemerintahDaerah Kota Pontianak, namun pemeliharaan jalan bukanlah pekerjaan yang mudah karena adanya keterbatasan dalam hal pendanaan yang mampu disediakan oleh Pemerintah Daerah. Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas, maka diperlukan studi dan analisa untuk menentukan ruas-ruas jalan yang akan mendapat kegiatan pemeliharaan jalan bedasarkan prioritas. Variabel yang dipakai pada penelitian ini terdiri dari: (1) Level I (Tujuan) adalah menentukan urutan prioritas pemeliharaan jalan; (2) Level II (Kriteria) terdiri dari beberapa kriteria dalam menentukan prioritas pemeliharaan jalan. Kriteria tersebut adalah : Faktor Beban Kendaraan, Faktor Kebijakan, Faktor Tata Guna Lahan, dan Faktor Jenis Kerusakan Jalan, dan (3) Level III (Pengembangan dari Level II yang selanjutnya disebut Sub Kriteria). Kriteria Faktor Beban Kendaraan (A)  terdiri dari Sub Kriteria Kendaraan Ringan (A1), Sub Kriteria Kendaraan Berat (A2). Kriteria Faktor Kebijakan (B) tersiri dari Sub Kriteria Top Down /Pemerintah (B1) dan Sub Kriteria Bottom Up /Masyarakat (B2). Kriteria Faktor Tata Guna Lahan (C) terdiri dari Sub Kriteria Pemerintahan (C1), Sub Kriteria Pendidikan (C2), dan Sub Kriteria Perdagangan/Jasa (C3). Kriteria Faktor Jenis Kerusakan Jalan (D) terdiri dari Sub Kriteria Retak (D1), Sub Kriteria Amblas (D2), dan Sub Kriteria Lubang (D3). Dari hasil kuisioner yang telah dianalisa dengan menggunakan metode AHP terhadap kriteria, untuk rata-rata 10 alternatif jalan   yang dianalisa, menghasikan faktor beban kendaraan dengan bobot 0,496 (49,6%) kemudian disusul dengan faktor tata guna lahan dengan bobot0,302 (30,2%), faktor jenis kerusakan jalan dengan bobot 0,140 (14,0%), dan yang terakhir adalah faktor kebijakan yaitu dengan bobot 0,062 (6,2%). Hasil Urutan Prioritas Penanganan Pemeliharaan Jalan Kota Pontianak dengan menggunakan metode AHP adalah ruas jalan Sp. IV.S.Raya Dalam (0,453), Jl. Puri Akcaya III-Jl. Sejahterah (0,451), jalan Apel (0,439), jalan28 Oktober (0,438), jalan Harapan Jaya (0,436), jalan Parit Demang (0,435), jalan Darma Putra (0,435), jalan Cendrawasih (0,433), jalan Parit Wan Salim (0,431) dan jalan Purna Jaya (0,427). Dalam menentukan Skala prioritas penanganan pemeliharaan jalan di Kota Pontianak, selain dapat menggunakan metode AHP (Analytical Hierarchy Process) juga dapat menggunakan metode lain seperti metode Bina Marga yang berdasarkan SK No.77Dirjen Bina Marga, Tahun 1990. Adapun pertimbangannya yaitu dengan Metode AHP dapatmengkombinasikan berbagai aspek dan kriteria yang dilakukan dengan pembobotan berdasarkan tingkat  kepentingan sehingga hasil urutan prioritas penanganan   jalan   yang dihasilkan lebih representatif.  Kata Kunci: Pemeliharaan Jalan, Kriteria, dan AHP
STRATEGI PENATAAN BANGUNAN PADA KAWASAN KUMUH DI BANTARAN PARIT NANAS DALAM RANGKA PENGEMBALIAN FUNGSI SUNGAI Putranto, Rizky
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (194.029 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.24733

Abstract

Munculnya kantong-kantong permukiman kumuh di kawasan perkotaan merupakan tugas berat yang harus diselesaikan oleh pemerintah. Di Kota Pontianak kawasan deliniasi kawasan kumuh diatur dalam SK Walikota yang khusus mengatur untuk menyelesaikan kawasan kumuh tersebut. Sebagian besar kawasan kumuh di Kota Pontianak berada pada kawasan bantaran sungai dengan segala macam permasalahannya. Posisi bangunan rumah membelakangi sungai yang berarti berada di atas air serta jamban-jamban yang ada mengakibatkan tercemarnya sungai di daerah permukiman tersebut. Penelitian ini diawali dengan identifikasi kawasan kumuh di daerah bantaran Parit Nanas dan membentuk sebuah konsep dan strategi penataan bangunan di bantaran bantaran Parit Nanas agar dapat mengembalikan fungsi sungai yang bebas dari pencemaran. Identifikasi kawasan kumuh dilakukan berdasarkan data sekunder dan kondisi langsung yang dilihat di lapangan kemudian dasar-dasar konsep penataan mengacu kepada konsep penanganan kawasan kumuh berupa strategi pencegahan dan penanganan kondisi infrastruktur yang ada pada kawasan tersebut. Dari metode tersebut akan dihasilkan pola penataan bangunan yang berada di atas air dan membelakangi sungai serta ketersediaan utilitas kawasan yang mendukung untuk mengatasi kekumuhan kawasan seperti keadaan jaringan jalan, drainase, sanitasi dan limbah, ketersediaan air bersih, persampahan, ruang terbuka pubik dan penanganan kebakaran. Konsep kawasan Terpana (Teras Parit Nanas) merupakan suatu hasil yang dibentuk dari analisis penelitian ini dimana kawasan tersebut ditata menjadi sebuah kawasan dengan orientasi baru berbentuk waterfront, wisata air serta area yang aman untuk bermain anak-anak. Dengan perubahan berdasarkan konsep yang digagaskan diharapkan akan mengubah pola hidup masyarakat sekitar bantaran sungai untuk lebih memperhatikan kebersihan lingkungan sekitar tempat tinggal mereka dan perubahan perilaku-perilaku menjadi hidup bersih dan sehat. Akibat perubahan perilaku masyarakat yang lebih baik terhadap sungai, maka kondisi sungai perlahan-lahan akan semakin baik dan mengurangi pencemaran pada sungai tersebut.  Kata kunci : kumuh, penataan bangunan, sungai, perubahan perilaku
PEMETAAN KONSISTENSI TANAH DENGAN METODE SONDIR DI KOTA SINGKAWANG Prasetyo, Dwi; Rustamaji, R.M.; Bachtiar, Vivi
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1137.331 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v19i2.40836

Abstract

Penyelidikan tentang karakteristik tanah merupakan suatu pekerjaan pendahuluan yang sangat penting pada pelaksanaan suatu kontruksi. Informasi yang cukup harus diperoleh untuk dasar pengambilan suatu keputusan dalam membuat suatu desain yang aman, ekonomis dan tidak mendapat banyak kendala pada saat pelaksanaan kontruksi. Penulisan ini terhadap data sondir yang ada di Kota Singkawang, dimana dari data ini akan di cari konsistensi jenis tanah yang di wakili oleh parameter-parameter yang di dapat dari data sondir. Skripsi ini menyajikan hasil analisa data sondir untuk mengetahui kondisi tanah di Kota Singkawang kemudian mendeskripsikan penyebaran konsistensi tanah yang ada di Kota Singkawang. Kota Singkawang maka di deskripsikan Kecamatan Singkawang Barat pada kedalaman 0 "“ 6 adalah berkossistensi tanah sangat lunak dan pada kedalaman 8 "“ 20 meter berkonsistensi tanah kaku dan keras. Kecamatan Singkawang Selatan pada kedalaman 0 "“ 2 adalah tanah lunak dan pada kedalaman 4 "“ 20 meter berkonsistensi keras. Kecamatan Singkawang Tengah pada kedalaman 0 "“ 6 adalah tanah sangat lunak dan pada kedalaman 8 "“ 20 meter berkonsistensi keras. Jenis tanah di Kota Singkawang adalah Silt/loam, Clay, Heavy Clay dan Peat.
MITIGASI BENCANA BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI DESA WAJOK PROVINSI KALIMANTAN BARAT Herawati, Henny; -, Kartini
Jurnal Teknik Sipil Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (888.811 KB) | DOI: 10.26418/jtst.v19i2.40837

Abstract

Desa Wajok Hilir merupakan salah satu desa di Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat dan berdekatan dengan Kota Pontianak. Desa Wajok Hilir berada di lahan rendah dan berada di daerah pesisir, yang menyebabkan lahan gambutnya yang dipengaruhi pasang surut air laut. Pada musim hujan lahan rendah sering terjadi banjir dan mengenangi lahan. Namun mengalami kekeringan lahan pada musim kemarau. Pada musim kemarau menyebabkan lahan gambut menjadi kering, sehingga lahan mudah terbakar. Bencana kebakaran lahan menyebabkan terjadinya bencana asap sehingga mengakibatkan terjadinya polusi udara. Memperhatikan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian mengenai inventarisasi dan identifikasi bencana alam yang terjadi di Desa Wajok Hilir dan cara penganggulangan bencana yang dilakukan oleh masyarakat setempat secara turun temurun. Dari hasil penelitian diketahui bahwa bencana yang sering terjadi di Desa Wajok Hilir adalah bencana banjir, kekeringan lahan, dan kebakaran lahan. Konsep mitigasi bencana yang dapat dilakukan di Desa Wajok Hilir berdasarkan kearifan lokal Desa Wajok Hilir, yaitu gotong royong, masyarakat setempat menyebutnya dengan istilah "Belalek". Upaya "belalek" dapat dilakukan melalui beberapa kegiatan, yaitu (1) penyuluhan kepada masyarakat maupun organisasi informal; (2) pembasahan gambut melalui bangunan sederhana yang dibangun secara gotong royong; (3) revegetasi dan pemberdayaan masyarakat secara partisipatif; (4) pembentukan dan penguatan organisasi informal.

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue