cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
STUDI PENANGANAN JALAN BERDASARKAN TINGKAT KERUSAKAN PERKERASAN JALAN ., Mardianus
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i1.2092

Abstract

Jalan raya adalah salah satu prasarana yangakan mempercepat pertumbuhan dan pengembangan suatu daerah serta akan membukahubungan sosial, ekonomi dan budaya antardaerah. Di dalam Undang-UndangRepublik Indonesia No. 38 tahun 2004 tentang prasarana jalan, disebutkan bahwajalan mempunyai peranan penting dalam mewujudkan perkembangan kehidupan bangsa.Studi ini dilakukan terhadap ruas jalan Kuala Dua, Kubu Raya dengan panjangjalan yang diamati sepanjang 4,47 km. Jenis kerusakan yang terjadi pada ruasjalan Kuala Dua, Rasa Jaya terdiri dari kerusakan lubang (pothole), retak kulit buaya (alligatorcracking), retak memanjangdan melintang (long and trans cracking), kegemukan (bledding), pelapukan dan pelepasan butir (ravelling), alur (rutting), jalur/bahu turun (lane/shoulderdrop off), amblas (deppression),benjol dan turun (bump and sags), dan bergelombang (corrugation). Hasil analisis menggunakan metode PCI (Pavement ConditionIndex), didapat nilai PCI jalan sebesar 30,55 dengan kondisi buruk (poor) sehinggaalternatif jenis pemeliharaan yang sesuai adalah program tambalan (patching) dan dilapisi ulang (overlay). Tindakanperbaikan dengan perkerasan fleksibel, dengan memberikan lapisan tambahan (overlay) pada perkerasan jalan yangberfungsi untuk menerima beban lalu-lintas dan menyebarkannya ke lapisan dibawahnya, kemudian diteruskan ke tanah dasar. Untuk mempertahankan kinerjaperkerasan, diperlukan beberapa tindakan perbaikan kerusakan, baik berupapemeliharaan rutin setiap tahun maupun pemeliharaan berkala setiap 2 atau 3 tahun sekali.Kata-kata kunci:      penangananjalan, kerusakan perkerasan
PENGARUH PEMBANGUNAN JEMBATAN PAWAN V TERHADAP KINERJA JARINGAN JALAN KOTA KABUPATEN KETAPANG ., Dennery; Priadi, Eka; Erwan, Komala
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i2.5076

Abstract

Jalan sebagai salah satu prasarana transportasi merupakan unsur penting dalam pengembangan kehidupan berbangsa dan bernegara, dalam pembinaan persatuan dan kesatuan bangsa, wilayah negara, dan fungsi masyarakat serta dalam memajukan kesejahteraan umum sebagaimana diamanahkan dalam Pembukaan UUD 1945. Penelitian ini bertujuan mengkaji pengaruh pembangunan Jembatan Pawan V terhadap kinerja jaringan jalan kota Kabupaten Ketapang dengan penilaian rasio volume terhadap kapasitas jalan (VCR). Hasil kajian dapat menjadi saran/masukan kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang. Berdasarkan perhitungan, pada tahun 2018 dan tahun 2020, pelayanan jalan di beberapa jalan Kota Ketapang mengalami arus yang terhambat, kecepatan rendah, volume di atas kapasitas, dan banyak berhenti (macet). Prinsip kajian adalah distribusi kendaraan dari Kota Ketapang (zona A) ke ibukota kecamatan-kecamatan (zona B) yang dibagi dalam dua skenario. Skenario pertama adalah belum difungsikannya Jembatan Pawan V dan skenario kedua adalah difungsikannya Jembatan Pawan V tanpa pengaturan arus lalu lintas. Dari kedua skenario tersebut diperoleh bahwa pembangunan Jembatan Pawan V agar secepat mungkin diselesaikan dan difungsikan sehingga kinerja jaringan jalan Kota Ketapang dapat melayani dengan maksimal bagi trasportasi angkutan orang dan barang yang berpengaruh terhadap perekonomian Kabupaten Ketapang.
PENGGUNAAN METODE PROSES HIRARKI ANALITIK (PHA) DALAM PEMILIHAN LOKASI UNTUK RELOKASI BANDARA RAHADI OESMAN KETAPANG KALIMANTAN BARAT Rudi S. Suyono, .
Jurnal Teknik Sipil Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v10i1.216

Abstract

Kabupaten Ketapang has an airport that named the Rahadi Oesman Airport. This airport owning location situation which less profit for the development of service activities of air transportation in the future because its location residing in midst of Kabupaten Ketapang and also located reside in the nearby resident settlement. This condition generates the serious problem like noise resulted from aircraft sound whether in its takeoff or landing position that can endanger the resident near the airport location. Therefore it is required to be conducted a study to chosen the other; dissimilar location for the relocation of the airport. This study identify the criterion used in choosing the optimal airport location pursuant to technical aspect, aspect of operational and safety operate for the air transport environmental aspect and. In this study is selected three alternative locations that planned the new airport location, the locations are Desa Tempurukan, Desa Suka Bangun, and Desa Pesaguan. The survey conducted with the respondent amount as much 200 people. Analyze for the decision making of to use the method Process The Analytic Hierarchy (PHA), that is an model capable to coordinate entire problem of decision making to chosen one most optimal location. This assessment done by comparing a number of combinations from element exists in each hierarchy level. Assessment conducted by comparing component of pursuant to assessment scale. From result analyst obtained by pursuant to obtained technical criterion of most optimal alternative location is Desa Tempurukan with the percentage is equal to 35%, Desa Suka Bangun equal to 34% and Desa Pesagunan equal to 30%. Pursuant to criterion of operational and safety operate for the air transport obtained a most optimal alternative location is Desa Tempurukan with the percentage equal to 42%, Desa Suka Bangun equal to 38% and Desa Pesaguan equal to 20%. While pursuant to obtained environmental criterion of most optimal alternative location is Desa Tempurukan with the percentage equal to 58%, Desa Pesaguan equal to 25% and Desa Suka Bangun equal to 17%. So that the conclusion from the result got one most optimal new Ketapang Airport location is Desa Tempurukan.
PENGARUH SUHU PEMADATAN PADA LAPIS PERKERASAN LATASTON ( HRS WC ) YANG MENGGUNAKAN BAHAN PENGIKAT RETONA BLEND 55 ., Akem
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1122

Abstract

AbstrakKebutuhan aspal untuk perawatan danpembangunan jalan di Indonesia khususnya di Kalimantan Barat saat ini sangattinggi setiap tahunnya. Salah satu jenis aspal yang sekarang digunakan adalah Retona 55 (RefineButon Asphalt) yang diproduksi oleh PT. Olah Bumi Mandiri Jakarta. Retona Blend 55 adalah produk dari Aspal Buton Modifikasi yang dihasilkan dari ekstraksi Asbuton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana dampak yangterjadi terhadap lapisan perkerasan Lataston (HRS-WC) akibat perubahan suhupada saat campuran aspal dipadatkan. Penelitian ini membahas mengenai karakteristik campuran lataston (HRS-WC) terhadap suhu pemadatan. Sedangkan suhu pemadatan yang ditinjau yaitu mulai dari 125 145C. Dari hasil pengujian diLaboratoriumUPMKL (Unit Pengujian Mutu Konstruksi dan Lingkungan) Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kalimantan Barat yang berada di Batulayang, analisisparameter Marshall terhadap variasi kadar aspal yang digunakan,diperoleh kadar aspal optimum campuran HRS-WC Retona Blend 55adalah sebesar 6,5%. Dari hasil uji Marshall terlihat bahwa penggunaan Retona Blend 55terbukti mampu meningkatkan nilai ketahanan/keawetan pada campuran aspal panasjenis perkerasan Lataston (HRS-WC).Kesimpulan dari Hasil Penelitian khusus untuk Lataston (HRS-WC) denganmenggunakan bahan pengikat Retona Blend 55 diketahui bahwa dengan suhupemadatan yang standar diperoleh nilai stablitas yang baik. Demikian juga halnyadengan nilai VIMnya juga memenuhi syarat yang diizinkan Bina Marga. Dengan demikian, berarti stablitasterpenuhi, rongga dalam campuran semakin kecil. Ini berarti penggunaan Retona Blend 55 terbukti mampu meningkatkannilai ketahanan/keawetan pada campuran aspal panas jenis perkerasan Lataston(HRS-WC). Dengandemikian direkomendasikanbahwa penggunaan Aspal Retona Blend 55 khususnya pada campuranperkerasan Lataston (HRS-WC) layak untuk dipertimbangkan sebagai alternatifpengganti Aspal pen 60/70 yang mulai langka di pasaran.Kata-kata kunci: campuranaspal panas HRSWC, Retona Blend 55
PUSAT SENI TEATER DI KOTA PONTIANAK Zakia, Hasma Katifah; Nurhamsyah, M; Putro, Jawas Dwijo
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v13i1.2018

Abstract

AbstrakSeni merupakan bagian darikebudayaan suatu bangsa yang merupakan pencerminan dari peradaban bangsatersebut pada suatu kurun waktu tertentu yang selalu dikenang dan dipelihara.Dalam perkembangannya, seni terpecah menjadi beberapa cabang,seperti seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater, dan seni sastra. Salahsatu cabang seni budaya yang mendapat perhatian besar di masyarakat adalah seniteater. Teater diibaratkan sebagai dunia kecil yang menceritakan konflikkehidupan manusia dalam bentuk dialog yang mengandung makna dan pesan moralyang ingin disampaikan. Pusat Seni Teater merupakan suatu tempat yang menjadi sentralkegiatan seni teater, termasuk kegiatan pengenalan, pembelajaran, latihan,tempat berkumpul hingga proses akhir yaitu pertunjukan. Keberadaan Pusat Seni Teater di Kota Pontianakdapat memberikan fasilitas untuk melakukan pertunjukan, berkumpul, latihan, danpendidikan seni teater yang saat ini masih dirasakan kurang. Proses yang digunakan dalam perancangan ini adalahmenggunakan tahapan permulaan, persiapan, pengajuan judul, evaluasi dantindakan. Bentuk massa bangunan dalam Pusat Seni Teater ini diambil daridefinisi dan fungsi Pusat Seni Teater yang fleksibel, dinamis, lentur dangembira. Bentuk bangunan juga mempertimbangkan faktor lingkungan sekitar seperti iklim, dancurah hujan.Kata-kata kunci: seniteater
PERENCANAAN PENYEDIAAN AIR MINUM DI KOTA SANGGAU Maulina, Syarifah Melly
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1560

Abstract

AbstrakKota Sanggau merupakan kota yang berpotensiuntuk berkembang yang memerlukan perbaikan sarana dan prasarana, antara laindalam penyediaan air bersih. Perencanaan ini bertujuan untuk menganalisiskebutuhan air masyarakat di Kota Sanggau, menganalisis ketersediaan dankualitas Sumber Air Riam Engkuli serta menentukan pengolahan yang tepat,membuat rencana intake, jalur pipatranmisi serta reservoir. Perencanaanyang dilakukan mencakup survei topografi dengan GPS, analisis kuantitas airdengan memprediksi laju kebutuhan air domestik dan non-domestik, analisiskualitas air dengan pengujian sampel air secara in-situ dan ex-situ,analisis ketersediaan air sumber air baku Mandi Bintang dengan metode Mock,perhitungan debit andalan 99% dengan cara Weibull, serta menganalisis jaringanpipa transmisi menggunakan program EPANET 2.0. Hasil pengujian menunjukkan kualitas sumber airbaku Riam Engkuli sesuaibaku mutu sebagai air baku, air bersih dan air minum, tapi warna masih tidaksesuai, sehingga dilakukan penurunan warna hingga bersih dan aman bagikesehatan. Unit pengolahan terdiri dari koagulasi, flokulasi, sedimentasi,filtrasi, dan desinfeksi. Ditinjau dari segi kuantitas, sumber air baku RiamEngkuli dapat mencukupi seluruh kebutuhan air bersih masyarakat Kota Sanggauyang pada tahun 2028 sebesar 162,3 liter/detik dengan kebutuhan jam puncaksebesar 284,1 liter/detik. Dari perhitungan debit andalan probabilitas 99% diperolehdebit sebesar 993,70 liter/detik. Hasil debit terukur di lapangan sebesar 908,5liter/detik. Dari segi kontinuitas, dapat dikatakan bahwa sumber air ini selalumengalir dan memenuhi kebutuhan air bersih sepanjang tahun. Dengan metoda Mock,diperoleh debit terendah terjadi pada bulan September sebesar 182,6 liter/detikdan debit tertinggi terjadi pada bulan November sebesar 1847,5 liter/detik.Hasil desain teknis diperoleh panjang jalur pipa transmisi (jarak intake ke reservoir) 270 m menggunakanpipa HDPE 6 sepanjang 155,2 m dan 8sepanjang 114,61 m, letak intake beradapada ketinggian +60 dpl, digunakan jenis groundreservoir berukuran 24242 m dengan kapasitas 1152 m3yang terletak pada ketinggian +53 dpl. Sistem pengaliran menggunakan dua pompa,satu pompa yang digunakan dan satu sebagai cadangan. Pembangunan reservoirdirencanakan per tahap di mana reservoir pertama terbuat dari beton berukuran 10102 m yangakan melayani desa-desa yang terdekat dengan sumber air.Kata-kata kunci: perencanaanpenyediaan air minum,kota sanggau, kualitas, kuantitas, ketersediaan air
MASJID RAYA SINTANG ., Novita
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i2.2355

Abstract

Secara etimologi, kata masjid berasal daribahasa Arab yaitu sajada, yangartinya tempat sujud. Kemudian kata sajadamendapatkan awalan ma- sehinggaterbentuklah kata masjid. Menurut arti katanya, fungsi masjid yang utama adalahsebagai tempat sujud. Secara luas, masjid dapat diartikan sebagai tempat bagiorang Islam untuk mengabdikan diri dan melakukan segala aktivitas yangmengandung makna kepatuhan kepada Tuhan. Berdasarkan musyawarah masjid DKIJakarta, masjid raya yaitu tingkatan masjid terbesar yang ada di suatu provinsi(Susanta, dkk, 2007). Menurut Dr. Ir. Soegijanto (Effendi, 2008), melaluipenelitian kinerja akustik di Indonesia sesuai dengan fungsi dan dimensinya, masjidraya yaitu masjid yang mempunyai skala kota. Dengan adanya masjid yang besarini tentunya membutuhkan energi yang besar pula untuk pemenuhan penghawaannya.Salah satu esensi bangunan masjid ialah terciptanya suasana khusyu’ dalamberibadah, karena masjid yang dibangun cukup besar dan daya tampung jamaah yangramai sehingga membutuhkan penghawaan yang cukup berupa penghawaan secara alamipada bangunan.Kata-kata kunci:      masjidraya, penghawaan alami
EVALUASI DAN ANALISIS KEBUTUHAN RUANG PARKIR DI KAMPUS POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK Widhiastuti, Rahayu; Priyadi, Eka; ., Akhmadali
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i1.2102

Abstract

Penelitianini meneliti kebutuhan parkir kendaraan berdasarkan SRP (satuan ruang parkir) yang tersedia serta meneliti model parkir diKampus Polnep dengan menggunakan analisis matematis dan analisis statistik.Analisis statistik untuk mendapatkan karakteristik parkir yaitu akumulasiparkir, durasi parkir, tingkat pergantian parkir, kapasitas parkir dan indeksparkir, sedangkan analisis statistik dengan software SPSS 10.0 untukmendapatkan model persamaan regresi linier. Variabel dependen digunakan jumlahkendaraan dan variabel independen digunakan waktu perjalanan, penghasilan,tanggungan, kepemilikan moda. Hasil analisis matematis menunjukkan sediaan SRP sepeda motor danmobil kurang dari kebutuhan SRP. Hasil ujiregresi F dan t untuk sepeda motormenunjukkan tingkat signifikansi rendah, sehingga forcasting kebutuhanruang parkir berpedoman pada Rencana Strategis (Renstra) Polnep 2015, sedangkan hasil uji regresi F dan t untuk mobil menunjukkantingkat signifikansi sempurna sehingga pemodelan yang dihasilkan dapatdigunakan untuk forcasting kebutuhan parkir mobil di Kampus Polnep.Kata-kata kunci:      bangkitanparkir, kebutuhan ruang parkir, Kampus Polnep
PENENTUAN WAKTU PELAKSANAAN PEKERJAAN PEMBANGUNAN BANGUNAN GEDUNGNEGARA KLASIFIKASI SEDERHANA Dwi Saputra, Uray Randy; Alwi, Abubakar
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.23141

Abstract

Pada saat ini, belum terdapat acuan baku untuk menentukan waktu pelaksanaan berdasarkan nilai pekerjaan pekerjaan fisik. Waktu pelaksanaan pada dokumen kontrak dan dokumen penawaran pada umumnya merupakan waktu yang tersisa dari akhir proses lelang sampai dengan akhir tutup anggaran di daerah pemerintahan masing-masing. Untuk itu diperlukannya acuan dalam menentukan waktu pelaksanaan pekerjaan fisik di lapangan.  Menurut Peraturan Menteri Pekerjaan Umum (Permen PU) nomor 45/ PRT/ M/ 2007 tentang Pedoman Teknis Pembangunan Gedung Negara, Bangunan Gedung Negara adalah bangunan gedung untuk keperluan dinas yang menjadi/akan menjadi kekayaan milik negara dan diadakan dengan sumber pembiayaan yang berasal dari dana APBN, dan/atau perolehan lainnya yang sah, antara lain seperti: gedung kantor, gedung sekolah, gedung rumah sakit, gudang, rumah negara, dan lain-lain.  Produktivitas tenaga kerja adalah besar volume pekerjaan yang dihasilkan oleh seorang pekerja atau oleh satu tim pekerja selama tenggang waktu tertentu. Dengan kata lain, produktivitas tenaga kerja adalah jumlah waktu atau tenggang waktu yang diperlukan oleh seorang pekerja atau satu tim pekerja untuk menghasilkan suatu volume pekerjaan tertentu. Produktivitas tenaga kerja menurut pendapat Thomas dan Mathews dapat diterjemahkan dengan persamaan berikut ini (Thomas, 1990).  Pada kenyataannya, waktu pelaksanaan realisasi fisik tetap lebih lambat jika dibandingkan dengan rumus.   Oleh karena itu, dari permodelan rumus dapat ditambahkan waktu pelaksanaan dari pertimbangan sebab-sebab diatas..  Kata kunci: waktu, HSBGN, AHSP, upah
ANALISIS GEOMETRI DAN KINERJA JALAN PENDEKAT (JALAN SULTAN HAMID I) KE JEMBATAN KAPUAS IRAWADI, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v17i1.24406

Abstract

Kenyamanan berlalu lintas merupakan keinginan semua orang, baik kenyamanan berlalu lintas pada saat melewati jalan, persimpangan maupun jembatan. Kenyamanan berlalu lintas direpresentasikan oleh kinerja lalu lintas, kinerja lalu lintas yang baik akan memberikan kenyamanan dalam berlalu lintas, dan kinerja lalu lintas yang buruk akan memberikan ketidaknyamanan dalam berlalu lintas. Kinerja lalu lintas dapat dinilai dari 2 (dua) aspek yaitu derajat kejenuhan dan kecepatan setempat. Faktor-faktor yang mempengaruhi kedua aspek tersebut adalah 1)Geometrik, 2)Arus lalu lintas (q), dan 3)Kecepatan rata-rata waktu (VRT) atau kecepatan rata-rata ruang (VRS). Untuk mengetahui bagaimana geometri dan kinerja jalan pendekat ke jembatan maka perlu diteliti dan dianalisis lebih lanjut, oleh karenanya kami menulis tesis dengan judul "Analisis Geometri dan Kinerja Jalan Pendekat (Jalan Sultan Hamid I) ke Jembatan Kapuas I". Jalan Sultan Hamid I adalah Jalan Nasional dengan fungsi Arteri Primer yang terletak di Kelurahan Benua Melayu Laut Kecamatan Pontianak Selatan Kota Pontianak Provinsi Kalimantan Barat, yang menghubungkan antara Persimpangan4 (Jalan Tanjungpura, Jalan Sultan Hamid I, Jalan Imam Bonjol dan Jalan Pahlawan) ke Jembatan Kapuas I. Tujuan dilaksanakannya penelitian ini adalah untuk mengetahui geometri dan kinerja jalan pendekat (Jalan Sultan Hamid I) ke Jembatan Kapuas I. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian 1)Studi literatur, 2)Survey lapangan dan 3) Mencari data sekunder. Analisis yang dilakukan terhadap data-data hasil penelitian di peroleh hal-hal sebagai berikut: 1)Ukuran kota sedang dengan jumlah penduduk antara 0,5-1,0 juta jiwa, 2) Geometri jalan beragam dengan tipe 6/2T, 4/2T, dan 2/22TT, 3)Arus lalu lintas rata-rata (qR) = 2.784 Skr/Jam, 4) Kecepatan rata-rata waktu (VRT) = 11,67 Km/Jam, 5) Kecepatan arus bebas rata-rata (VBR) = 42,67 Km/Jam, 6)Kapasitas rata-rata (CR) = 5.126 Skr/Jam, 7)Derajat kejenuhan rata-rata (DjR) = 0,72, 8)Kecepatan tempuh rata-rata (VTR) = 27,60   Km/Jam, 9)Waktu tempuh rata-rata (WTR) tidak terdefinisikan, 10)Konsentrasi atau kepadatan rata-rata (KR) = 229 Skr/Km. Dari keseluruhan data-data tersebut di atas disimpulkan bahwa kinerja Jalan Sultan Hamid I adalah buruk. Disarankan kepada pejabat yang berwenang untuk 1)Membangun jembatan layang yang menghubungkan antara Jalan Tanjungpura dan Jalan Imam bonjol, 2)Memperbaiki geometri jalan pendekat dan jalan akses ke Jembatan Kapuas I, dan 3)Membangun Jembatan Kapuas III dalam Kota Pontianak.Kata Kunci: Geometri, Kecepatan rata-rata waktu, Derajat kejenuhan, dan Kinerja jalan.

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue