cover
Contact Name
Rudi Sugiono Suyono
Contact Email
Rudi Sugiono Suyono
Phone
-
Journal Mail Official
untanjtst@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Teknik Sipil
ISSN : 14123576     EISSN : 26218429     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura merupakan publikasi ilmiah berkala yang diperuntukkan bagi peneliti yang hendak mempublikasikan hasil penelitiannya dalam bentuk studi literatur, peneltian, dan pengembangan teknologi sebagai bentuk penerapan metode, algoritma, maupun kerangka kerja. Melalui penulisan Jurnal Teknik Sipil yang terbit pada bulan Juni dan Desember setiap tahun. Redaksi Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura mengundang para profesional dari dunia usaha, pendidikan dan peneliti untuk berpartisipasi mengembangkan profesi serta menyebarluaskan perkembangan ilmu dalam bidang Teknik Sipil termasuk geoteknik, transportasi, struktur, sumberdaya air dan lingkungan dengan penekanan khusus pada pengurangan resiko bencana termasuk pendekatan sosio-teknik untuk penanggulangan.
Arjuna Subject : -
Articles 588 Documents
PENGATURAN LALU LINTAS DENGAN JEMBATAN LAYANG PADA PERSIMPANGAN JALAN TANJUNGPURA JALAN SULTAN HAMID II JALAN IMAM BONJOL JALAN PAHLAWAN Astuti, Yanti Dewi
Jurnal Teknik Sipil Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v12i2.1528

Abstract

Abstrak Kepadatan lalu lintas sering terjadi pada jam-jam sibuk di mana sering terjadi kemacetan pada sebagian jalan raya penting di Pontianak. Persimpangan Jalan Tanjungpura Jalan Pahlawan Jalan Imam Bonjol Jalan Sultan Hamid II merupakan akses utama menuju Jembatan Kapuas I dan menghubungkan juga dengan lembaga pendidikan, perkantoran, pasar, pertokoan dan pemukiman sehingga dapat menyebabkan konflik arus lalu lintas pada persimpangan yang dapat menghambat kelancaran arus lalu lintas. Untuk merencanakan suatu persimpangan yang baik perlu adanya volume lalu lintas dari persimpangan itu sendiri. Volume lalu lintas ini didapatkan dari hasil survei lalu lintas yang dilaksanakan pada hari Jumat, Sabtu, Minggu dan Senin. Metode pengambilan data dilakukan dengan alat bantu handycam yang diletakkan di atas gedung untuk menangkap gambar keseluruhan dari persimpangan yang akan diteliti. Kemacetan yang terjadi pada persimpangan dikarenakan adanya konflik dari empat arus. Perencanaan jembatan layang dipakai type interchange diamond dengan pertimbangan luas lahan yang terbatas di lapangan dan kaki-kaki jembatan diletakkan pada ruas Jalan Tanjungpura dan Jalan Imam Bonjol dengan pemikiran bahwa kedua jalan ini masih mungkin untuk dilebarkan dan lebih efektif untuk mengalirkan arus yang besar. Setelah dibangun jembatan layang, nilai derajat kejenuhan diperoleh sebesar 0,1205 dan pada persimpangan di bawahnya masih memakai lampu lalu lintas untuk mengendalikan arus yang ada. Kata-kata kunci: persimpangan, kemacetan, type interchange diamond, derajat kejenuhan, jembatan layang
KONSEP PENGEMBANGAN KAWASAN TUMBUH SEBAGAI PUSAT KEGIATAN WILAYAH DI KOTA BENGKAYANG DAN SEKITARNYA Erwin, Paternus
Jurnal Teknik Sipil Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v15i2.25541

Abstract

Konsep Pengembangan kawasan tumbuh dapat dijelaskan dengan menggambarkan keadaan fisik, seperti kondisi alam, topografi, social dan budaya seperti Demografi/penyebaran penduduk dan pemerataan ekonomi seperti terbangunnya pusat kegiatan komersial/perdagangan, pergudangan. Keseluruhan input tersebut dapat menghasilkan Konsep Pengembangan kawasan kota tumbuh sebagai pusat kegiatan wilayah di Kota Bengkayang dan sekitarnya. Kota Bengkayang dengan fungsinya sebagai pusat perdagangan local terdiri atas beberapa fungsi turunan, antara lain : Jasa Keuangan, Distribusi barang, simpul transportasi dan jasa pemerintahan yang memerlukan konsep pengembangan kawasan Kota tumbuh sebagai pusat kegiatan wilayah di Kota Bengkayang yang memerlukan rencana detail tata ruang. Metode penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan interview (wawancara), kuesioner (angket), observasi (pengamatan) serta teknik analisis menggunakan analisis fungsi dan analisis AHP. Hasil penelitian diperoleh bahwa arahan peran yang dikembangkan di atas dan juga melihat daya dukung lingkungan maka arahan pengembangan fungsi kawasan di kawasan perkotaan Bengkayang diarahkan memiliki fungsi lindung dan fungsi budidaya, sebagai kota penyangga beranda depan perbatasan, kawasan segitiga emas singbebas, pendorong perekonomian wilayah belakang, pengembangan pariwisata dan pengembangan pusat pendidikan. Prioritas kegiatan Penyusunan Konsep Pengembangan Kawasan Kota Tumbuh sebagai Pusat Kegiatan Wilayah di Kota Bengkayang   di Kabupaten Bengkayang diperoleh urutan yaitu Blok E memiliki prioritas pertama dengan nilai 0,251840. Blok D memiliki prioritas kedua dengan nilai 0,245553. Blok A memiliki prioritas ketiga dengan nilai 0,184337. Blok B memiliki prioritas keempat dengan nilai 0,151937. Blok C memiliki prioritas kelima dengan nilai 0,082733.  Kata Kunci:Kawasan Tumbuh, Wilayah Dan Pusat Kegiatan
KULINARIUM PONTIANAK Sundari, Sri
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i2.2135

Abstract

Dunia kulinertidak dapat dipisahkan dalam kehidupan sehari – hari, karena dunia kulinermerupakan kebutuhan primer bagi makhluk hidup. Sebagai kebutuhan primer, duniakuliner selalu mengalami perkembangan, hal ini dikarenakan semakinberkembangnya kebutuhan dan minat masyarakat serta kebudayaan kuliner yangberbeda-beda pada setiap daerah. Salah satu daerah di Indonesia yang mengalamiperkembangan dunia kuliner adalah Kota Pontianak. Kota Pontianak memilikikeanekaragaman jenis kuliner dan citarasa yang khas, hal ini menyebabkan kotaPontianak mendapat julukan sebagai surga kuliner dan menjadi tujuan wisatakuliner. Keanekaragaman jenis dan citarasa yang dihasilkan oleh kuliner kotaPontianak dapat menjadikan kuliner kota Pontianak sebagai identitas kotaPontianak. Namun, seiring dengan berjalannya waktu dan semakin banyaknya jeniskuliner dari luar kota Pontianak yang mulai masuk dan merajalela di kotaPontianak, menyebabkan kuliner kota Pontianak kurang mendapat perhatian danmulai bergeser dari kehidupan masyarakat kota Pontianak. Selain itu, faktorlainnya yang menyebabkan kuliner Pontianak kurang mendapatkan perhatian olehmasyarakat Pontianak, antara lain kesibukan masyarakat kota Pontianak, kurangnyafasilitas informasi kuliner baik secara tulisan maupun secara praktek dan lainsebagainya. Oleh karena itu dibutuhkan sebuah tempat atau wadah yang dapatmenarik perhatian masyarakat agar dapat lebih mengenal dan mewariskan kulinerkota Pontianak, salah satunya dengan menyediakan Culinarium. Kata-katakunci:      kulinerkhas Pontianak, Culinarium
ARAHAN PENATAAN KAWASAN WATERFRONT CITY SAMBAS ., Firmansyah
Jurnal Teknik Sipil Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v14i1.5848

Abstract

Kota Sambas merupakan salah satu kota yang banyak memiliki ruang-ruang kota yang pertumbuhannya berawal dari perkembangan kawasan koridor sungai. Hal ini berkaitan dengan awal berdirinya Kerajaan Sambas di Muara Ulakan (pertigaan Sungai Sambas Kecil). Hal ini tentu saja membuat penataan kawasan di sepanjang pertigaan Sungai Sambas Kecil perlu diperhatikan agar potensi-potensi yang ada di sekitar kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi lebih optimal. Berdasarkan hasil analisis survei aspek kondisi sosial ekonomi, dari penilaian terhadap objek dan atraksi wisata, diperoleh bahwa seluruh objek dan atraksi wisata di kawasan ini hampir semuanya sangat potensial untuk dilakukan penataan kawasan waterfront city di Kota Sambas dan dikembangkan sebagai kawasan wisata budaya. Berdasarkan hasil analisis survei aspek kondisi sosial budaya, objek dan atraksi wisata bernilai baik"“sangat baik, dan hanya satu objek yaitu kafe yang bernilai rendah. Arahan penataan kawasan waterfront city di Kota Sambas dilakukan dengan menganalisis tata guna lahan (land use), tata bangunan (building form and massing), sirkulasi dan parkir (circulation and parking), ruang terbuka (open space), jalur pedestrian (pedestrian ways), aktivitas pendukung (activity support), penandaan (signage), dan preservasi (preservation) kawasan. Kata-kata kunci: waterfront city, penataan kawasan
PEMANFAATAN DAN PENGELOLAAN LAHAN DAS SEKADAU BERBASIS RENCANA TATA RUANG WILAYAH KABUPATEN SEKADAU . Hartono, R; Nurhayati, -; Umar, -
Jurnal Teknik Sipil No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v15i1.17851

Abstract

Meningkatnya pembangunan wilayah dan lajunya pertumbuhan penduduk   di DAS Sekadau menyebabkan alih fungsi lahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pemanfaatan lahan eksisting dan mengevaluasi kesesuaian lahan terhadap rencana tata ruang wilayah Kabupaten Sekadau tahun 2011-2031 serta merekomendasikan pengelolaan lahan berbasis rencana tata ruang khususnya di DAS Sekadau. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif, dengan melakukan pendekatan keruangan melalui analisa spasial menggunakan program ArcGIS 10.1. Dari hasil analisa spasial, kemudian dijelaskan secara deskriptif terhadap perencanaan, pemanfaatkan dan pengelolaan ruang DAS Sekadau. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan lahan DAS Sekadau didominasi oleh kawasan budidaya yaitu sekitar 173.053,66 Ha (67,21%) yang terdiri dari persawahan, kebun campuran, ladang dan perkebunan kelapa sawit. Sekitar 82.363,31 Ha (31,99%) masih berupa semak belukar, hutan produksi biasa, hutan produksi terbatas dan hutan lebat. Selebihnya berupa kawasan terbangun (permukiman, fasilitas perdagangan dan jasa komersial, pemerintahan dan pelayanan umum) seluas 1.461,61  Ha (0,57%)   dan sisanya 614,56 Ha (0,24%) berupa danau/ atau sungai. Tingkat kesesuaian penggunaan lahan eksisting tahun 2015 terhadap alokasi ruang DAS Sekadau berdasarkan RTRW Kabupaten Sekadau tahun 2011-2031 menunjukan 11,75% (33.471,97 Ha) penggunaan lahan yang tidak sesuai dan 88,25% (224.021,18 Ha) untuk penggunaan lahan yang sesuai. Upaya pengelolaan lahan DAS Sekadau berbasis rencana tata ruang wilayah dilakukan dengan membagi lahan ke dalam berbagai kawasan yang sesuai kemampuan sumberdaya lahan serta menerapkan strategi pengelolaan lahan yang tepat dengan pemilihan komoditas pertanian yang sesuai, penerapan sistem usaha tani yang tepat, peningkatan produktifitas lahan serta upaya konservasi tanah dan air. Kata-kata kunci: pemanfaatan lahan, evaluasi, rencana tata ruang wilayah, DAS
PEMODELAN TINGKAT KERUSAKAN JALAN BETON DENGAN SISA USIA LAYAN STUDI KASUS KOTA PONTIANAK Priyatno, Sulistiyo; Elvira, -
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v16i2.34884

Abstract

Konstruksi jalan yang menggunakan konstruksi fleksibel (lentur) yang biasa digunakan kurang bisa memenuhi target umur rencana jalan (usia layan jalan). Beban kendaraan, genangan air dan air pasang menjadi penyebab utama kerusakan jalan, dan Pemerintah Kota Pontianak dalam hal ini mencoba mengatasi permasalahan dengan menggunakan jenis perkerasan kaku/jalan beton, untuk menjaga keawetan usia layan jalan dan meningkatkan kualitas daya dukung jalan. Terdapat beberapa ruas jalan yang telah dilakukan pembetonan, ditemukan beberapa kerusakan yang dapat mempengaruhi kekuatan dan usia layan struktur perkerasan. Program penanganan jalan selalu timbul dilema terhadap upaya memaksimalkan kinerja jalan dan dana yang tersedia. Hal ini mengarah kepada pentingnya strategi penanganan yang tepat sehingga dapat direncanakan suatu pola penanganan serta prediksi kebutuhan dan penggunaan alokasi dana yang optimal. Pertumbuhan kendaraan dan jenisnya sangatlah cepat. Beban yang dipikul oleh ruas jalan di Kota Pontianak juga bertambah. Dengan kondisi yang ada, perlu diteliti berapa besar kuat layan perkerasan kaku/Jalan beton semen dalam menghadapi beban kerja yang harus dipikul. Dalam penelitian tesis ini akan dicari faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kerusakan jalan beton yang ada dan dijabarkan dalam bentuk pemodelan berupa sebuah persamaan regresi. Lingkup penelitian dilakukan pada pemeriksaan kekuatan beton yang pada jalan beton, evaluasi kekuatan beberapa setelah pelaksanaan konstruksi dan analisis usia layan perkerasan kaku di ruas jalan Purnama, jalan Wonobaru, jalan Danau Sentarum, jalan Natakusuma, jalan Suwignyo dan jalan Kom Yos Sudarso. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yaitu suatu metode yang menjelaskan atau menerangkan keadaan subyek penelitian disertai oleh fakta dan teori yang mendukung. Dan metode pembahasan yang digunakan adalah penjabaran bahasan dari sesuatu yang umum menuju khusus yang nantinya akan ditarik kesimpulan, disebut metode deduktif (analisis) "“ induktif (sintesis).
SISTEM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN PADA BANGUNAN GEDUNG DI KOTA SINGKAWANG Mursyadi, Ari
Jurnal Teknik Sipil Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v16i1.24380

Abstract

Kejadian kebakaran dapat terjadi dimana dan kapan saja. Untuk itu tulisan ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami sistem pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada bangunan gedung di Kota Singkawang. Dari aspek lokasi, bangunan gedung yang dijadikan obyek penelitian ini dibatasi pada Kecamatan Singkawang Barat saja, karena berdasarkan data tingkat kebakaran yang tertinggi pada 5 tahun terakhir berada pada Kecamatan Singkawang Barat.Pembahasan menggunakan kajian teori dan peraturan-peraturan terkait menggunakan metode paradigma rasionalistik dan metode kualitatif. Teori konsep Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) dengan parameter dan indikator yang tercakup di dalamnya diimplementasikan tanpa mengabaikan kebijakan lokal (local logic) dan potensi khusus yang dimiliki.Dalam penelitian ini pendekatan yang dilakukan adalah melalui pendekatan kualitatif. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai pengumpul data dan sebagai instrument aktif dalam upaya mengumpulkan data-data di lapangan. Sedangkan instrument pengumpulan data yang lain selain manusia adalah berbagai bentuk alat-alat bantu dan berupa dokumen-dokumen lainnyaKesimpulan akhir menunjukkan bahwa: (1) ada beberapa potensi masalah perkotaan terkait sistem proteksi kebakaran bangunan gedung yang terindentifikasi di Kota Singkawang; (2) Ketersediaan pos kebakaran beserta sarana dan prasarananya di dalam penanggulangan kebakaran bangunan gedung Kota Singkawang masih perlu ditambah jumlahnya; (3) Secara yuridis formal dokumen rencana penanggulangan dan penetapan wilayah manajemen kebakaran bangunan gedung sudah sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta petunjuk teknis yang berlaku; (4) Banyak institusi pemerintah dan non pemerintah yang sudah terlibat secara aktif dalam menangani permasalahan kebakaran bangunan gedung di Kota Singkawang. Keterkaitan dan koordinasi antar sesama lembaga juga sudah sangat baik dan sinergis satu sama lain. Namun institusi yang khusus menangani urusan kebakaran bangunan di Kota Singkawang sejak tahun 2008 hingga saat ini sudah tidak ada lagi; (5) konsep pengelolaan Wilayah Manajemen Kebakaran (WMK) melalui Rencana Induk Sistem Proteksi Kebakaran (RISPK) Kota Singkawang masih memerlukan banyak dukungan finansial dan dukungan lainnya.Kata Kunci : kebakaran, bangunan gedung, penanggulangan
MANAJEMEN RUAS JALAN DAN SKALA PRIORITAS PENANGANAN JALAN DI KOTA SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA zulfikar, wan
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtsft.v13i1.1317

Abstract

Abstrak Kota Sukadana sebagai ibukota Kabupaten Kayong Utara mengalami perkembangan yang cukup pesat terutama di bidang sosial budaya, ekonomi, kependudukan, sarana, prasarana serta transportasi. Berkembangnya berbagai aspek tersebut menyebabkan bertambah pula tingkat pengguna jalan dan volume kendaraan, sehingga perlu adanya suatu penanganan terhadap kondisi kinerja ruas jalan, guna mewujudkan kegiatan lalu lintas dan angkutan jalan yang aman, cepat, lancar, tertib, nyaman dan efisien. Oleh karena itu, diperlukan manajemen ruas jalan dan skala prioritas penanganan jalan kota yang diharapkan dapat melihat permasalahan secara komprehensif dan dapat digunakan untuk membandingkan permasalahan yang terjadi. Metode yang digunakan dalam pengambilan keputusan untuk permasalahan dalam penelitian ini adalah metode AHP (Analitycal Hierarchy Process) yang menggunakan multikriteria dalam perumusan alternatif. Pada penelitian ini, para pemangku kepentingan/pengambil keputusan merupakan nara sumber. Kriteria-kriteria permasalahan yang diambil yaitu kinerja ruas jalan, keterpaduan hirarki pada ruas jalan, akses ke moda transportasi lain, akses ke pusat kota/lingkungan, dan volume lalu-lintas. Hasil akhirnya adalah peyusunan peringkatan prioritas kriteria permasalahan dan prioritas ruas jalan yang perlu dilakukan penanganan di Kota Sukadana sebagai studi kasus. Dari hasil penelitian pada tiap ruas jalan di Kota Sukadana umumnya memiliki kinerja jalan yang cukup baik Hal ini ditunjukkan oleh nilai DS tertinggi terdapat pada Jalan Bhayangkara dan Jalan Tanjungpura yaitu 0,18 tidak melebihi nilai yang dapat diterima menurut Ditjen Bina Marga (1997) untuk jalan perkotaan (biasanya 0,75) dan tingkat pelayanan yang berada pada tingkat pelayanan B dan C. Dari hasil perhitungan bobot relatif masing-masing kriteria, diperoleh bahwa akses ke pusat kota/lingkungan memiliki bobot tertinggi atau berada pada peringkat pertama yaitu dengan bobot 0,278, peringkat kedua kinerja jalan dengan bobot 0,277, peringkat ketiga keterpaduan antarmoda dengan bobot 0,180, peringkat keempat keterpaduan hirarki ruas jalan dengan bobot 0,165, dan peringkat kelima volume lalu lintas dengan bobot 0,124. Prioritas penanganan jalan di Kota Sukadana pada peringkat pertama adalah Jalan Bhayangkara dengan total bobot 4,400, usulan penanganan berupa pemberian marka jalan dan rambu lalu lintas, pembuatan trotoar, serta perbaikan jalan yang berlubang. Peringkat kedua, Jalan Tanjungpura dengan total bobot 4,400, usulan penanganan berupa pemberian marka jalan dan rambu lalu lintas, pembuatan trotoar, serta perbaikan jalan yang berlubang. Peringkat ketiga, Jalan Siduk dengan total bobot 3,844, usulan penanganan berupa pemberian rambu dan marka jalan, pembuatan saluran drainase, perbaikan jalan berlubang, serta pembuatan trotoar. Peringkat keempat, Jalan Kota Karang dengan total bobot 3,629, usulan penanganan berupa pembuatan saluran drainase, penertiban pedagang kaki lima, pembuatan trotoar, pemberian rambu dan marka jalan. Peringkat kelima, Jalan Siduk Ketapang dengan total bobot 3,290, usulan penanganan berupa pemberian rambu dan marka jalan, pembuatan saluran drainase, serta pembuatan trotoar.
EVALUASI KERUSAKAN JALAN PADA PERKERASAN RIGID DENGAN MENGGUNAKAN METODE BINA MARGA (STUDI KASUS RUAS JALAN SEI DURIAN – RASAU JAYA km 21 + 700 S.D. km 24 + 700) ., Supardi
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i1.2077

Abstract

Jalan Sei Durian?-?Rasau Jaya merupakan salah satu jalan provinsi yang mempunyaifungsi sebagai penghubung antara Kabupaten Kubu Raya dengan kabupaten-kabupatenlainnya. Jalan ini memegang peranan penting dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Penelitianbertujuan untuk mengevaluasi jenis kerusakan, mengidentifikasi tingkat kerusakanjalan dan memberikan alternatif perbaikan kerusakan jalan. Tempat penelitianpada ruas jalan Sei Durian?-?RasauJaya dengan panjang jalan 3 km, jenis perkerasan kaku (rigid pavement),memiliki satu jalur lebar jalan 5 m. Metode penelitian Bina Marga. Jeniskerusakan yang terjadi terdiri dari 10 jenis, yaitu retak memanjang (200,8 m2),retak melintang (65,76 m2), punch-out (92,75 m2), lubang(84 m2), retak berkelok-kelok (19,25 m2), retak diagonal(15,62 m2), penurunan (20 m2), retak bersilang pelat pecah(3 m2), retak sudut (1,45 m2), dan gompal (0,135 m2).Total kerusakan seluas 502,765 m2 atau 3,35% dari luas total 15000 m2.Kerusakan paling dominan adalah retak memanjang 39,94%, punch-out 18,45%,lubang 16,71% dari total luas kerusakan. Perbaikan kerusakan dengan memperbaikispot-spot kerusakan pada stasiun tertentu dan bersifat pemeliharaanjalan rutin atau dengan cara rehabilitasi (peningkatan mutu dan kualitasjalan).Kata-kata kunci:         evaluasikerusakan, perkerasan rigid,metode binamarga
KONSEP DAN APLIKASI HEALING ENVIRONMENT DALAM FASILITAS RUMAH SAKIT Lidayana, Vidra; Alhamdani, M Ridha; Pebriano, Valentinus
Jurnal Teknik Sipil Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Tanjungpura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26418/jtst.v13i2.4619

Abstract

Rumah sakit merupakan salah satu pelayanan kesehatan yang berfungsi memberikan perawatan dan pengobatan medis kepada masyarakat. Sekarang ini, sudah banyak rumah sakit yang menerapkan healing environment dalam perencanaan rumah sakit. Healing environment merupakan suatu desain lingkungan terapi yang memadukan antara unsur alam, indra dan psikologis. Unsur alam dapat dirasakan melalui indra. Dengan indra dapat membantu melihat, mendengar dan merasakan keindahan alam yang didesain. Hal tersebut secara tidak langsung mempengaruhi psikologis pasien. Secara psikologis, pasien akan merasakan kenyamanan dan keamanan dalam diri mereka. Ketiga aspek tersebut saling berhubungan dan mempengaruhi lingkungan terapi yang dirancang. Contoh aplikasi dari konsep ini yaitu penerapan elemen air seperti air mancur, kolam, akuarium ataupun gambar-gambar latar yang menggambarkan pemandangan alam, serta perpaduan warna pada interior rumah sakit dan perpaduan warna pada tanaman yang digunakan untuk membuat taman pada eksterior rumah sakit. Desain healing environment ini diterapkan dalam interior dan eksterior rumah sakit. Desain yang diterapkan dalam interior rumah sakit hanya terdapat dalam lobby dan empat instalasi yaitu instalasi rawat jalan (terutama dalam poliklinik dan ruang tunggu), rawat inap (kamar rawat inap), kebidanan dan kandungan (ruang bersalin, dan ruang tunggu), serta rehabilitasi medik (terdapat dalam ruang tunggu dan ruang terapi). Desain eksterior rumah sakit ini terdapat dalam penataan taman yang digunakan untuk membantu proses pemulihan psikologis pasien yang disebut healing garden. Kata-kata kunci: rumah sakit, healing environment, konsep dan aplikasi

Filter by Year

2008 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 26, No 1 (2026): Jurnal Teknik Sipil Universitas Tanjungpura Vol 25, No 3 (2025): Vol 25, No 3 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2025 Vol 25, No 2 (2025): Vol 25, No 2 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2025 Vol 25, No 1 (2025): Vol 25, No 1 (2025): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2025 Vol 25, No 4 (2025): Jurnal Teknik Sipil: Vol 25, No. 4, November 2025 Vol 24, No 4 (2024): Vol 24, No 4 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2024 Vol 24, No 3 (2024): Vol 24, No 3 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2024 Vol 24, No 2 (2024): Vol 24, No 2 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2024 Vol 24, No 1 (2024): Vol 24, No 1 (2024): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2024 Vol 23, No 4 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI NOVEMBER 2023 Vol 23, No 3 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI AGUSTUS 2023 Vol 23, No 2 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI MEI 2023 Vol 23, No 1 (2023): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI FEBRUARI 2023 Vol 22, No 2 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2022 Vol 22, No 1 (2022): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2022 Vol 22, No 1 (2022) Vol 21, No 2 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2021 Vol 21, No 1 (2021): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2021 Vol 20, No 2 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2020 Vol 20, No 1 (2020): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2020 Vol 19, No 2 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2019 Vol 19, No 1 (2019): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2019 Vol 18, No 2 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2018 Vol 18, No 1 (2018): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2018 Vol 17, No 2 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI DESEMBER 2017 Vol 17, No 1 (2017): JURNAL TEKNIK SIPIL EDISI JUNI 2017 Vol 16, No 2 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 2 EDISI DESEMBER 2016 Vol 16, No 1 (2016): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 16 NO 1 EDISI JUNI 2016 Vol 15, No 2 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 NO 2 EDISI DESEMBER 2015 No 1 (2015): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 15 EDISI JUNI 2015 Vol 14, No 2 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Desember 2014 Vol 14, No 1 (2014): Jurnal Teknik Sipil Edisi Juni 2014 Vol 13, No 2 (2013): Edisi Desember 2013 Vol 13, No 1 (2013): Edisi Juni 2013 Vol 12, No 1 (2012): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 12 NO 1 EDISI JUNI 2012 Vol 12, No 2 (2012): Edisi desember 2012 Vol 11, No 2 (2011): JURNAL TEKNIK SIPIL VOL 11 NO 2 EDISI DESEMBER 2011 Vol 11, No 1 (2011): Edisi Juni 2011 Vol 10, No 2 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 2 Des - 2010 Vol 10, No 1 (2010): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 10 No 1 Juni - 2010 Vol 9, No 2 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 2 Des - 2009 Vol 9, No 1 (2009): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 9 No 1 Juni - 2009 Vol 8, No 1 (2008): Jurnal Teknik Sipil Fakultas Teknik Untan Volume 8 No 1 Juni - 2008 More Issue